Top PDF PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

Salah satunya dilakukan dengan pengendalian usaha perikanan melalui pengaturan pengelolaan perikanan. Di dalam penjelasan UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan menjelaskan bahwa Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Hukum Laut Tahun 1982 yang telah diratifikasi dengan Undang- Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United Nations Convention on the Law of the Sea 1982, menempatkan Indonesia memiliki hak untuk melakukan pemanfaatan, konservasi, dan pengelolaan sumber daya ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, dan Laut Lepas yang dilaksanakan berdasarkan persyaratan atau standar internasional yang berlaku .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

ii PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM BENI GUSMAN, 1010113074, Fakultas Hukum Universitas Andalas, 69 Halaman, 2014 ABSTRAK.[r]

1 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

SKRIPSI PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM NAMA : BENI GUSMAN NO BP : 1010113074 PROGRAM KEKHUSUSAN : HUKUM ADMINISTRASI NE[r]

1 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

PELAKSANAAN IZIN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI LAUT TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM - Repositori Universitas Andalas

Untuk itu Pemerintahan Daerah Kabupaten Agam mengeluarkan suatu kebijakan terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang harus terlebih dahulu mendapatkan izin dalam melakukan usaha tersebut, tujuan dari kebijakan itu adalah untuk menertibkan usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk mekanisme perizinan, dengan izin ini kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 3 Tahun 2009 tentang Izin Usaha Perikanan. Dengan kata lain, fungsi pengaturan ini dapat diartikan dengan fungsi yang harus dimiliki oleh Pemerintah (Pemerintah Daerah). 1 Maka dengan adanya peraturan ini, masyarakat harus terlebih dahulu menjalankan prosedur atau ketentuan sesuai dengan peraturan yang telah ada, dan di harapkan juga adanya ketertiban dari kegiatan usaha penangkapan ikan yang ada karena Peraturan Daerah tersebut telah mengatur kegiatan usaha penangkapan ikan ini.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS KEGIATAN KELOMPOK SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP) MIFTAHUL JANNAH DALAM PROGRAM PNPM-MP di JORONG PASA TIKU NAGARI TIKU SELATAN KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

EFEKTIFITAS KEGIATAN KELOMPOK SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP) MIFTAHUL JANNAH DALAM PROGRAM PNPM-MP di JORONG PASA TIKU NAGARI TIKU SELATAN KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM.

Pada umumnya kegiatan perempuan ini bertujuan untuk membuka usaha dengan tujuan agar pinjaman kelompok mudah dikembalikan untuk digilirkan kembali ke kelompok lainnya. Kalau dalam pelaksanaannya bermasalah maka satu desa tersebut atau satu kecamatan tersebut tidak akan mendapatkan program itu lagi (Pardede, Cit Bambang, 2009). Dalam kegiatan SPP ini juga pihak UPK (Unit Pengelola Kegiatan) yang berada di kecamatan dan TPK (Tim Pengelola Kegiatan) yang berada di masing- masing desa operasionalnya diambil dari anggaran masing-masing kegiatan. Besarnya operasional UPK untuk satu kegiatan atau satu kelompok kegiatan simpan pinjam perempuan yaitu 20 persen, sementara untuk TPK untuk satu kegiatan atau satu kelompok kegiatan simpan pinjam perempuan sebesar 30 persen dari anggaran yang program (Bambang, 2009).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM (1970 – 2009).

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM (1970 – 2009).

Sejak krisis ekonomi berdampak pada tingginya biaya operasional melaut dan diperparah hancurnya laut akibat rusaknya terumbu karang oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab membuat ikan yang diperoleh semakin sedikit. Sementara biaya yang dikeluarkan nelayan sangat besar sehingga mereka menjadi terkatung-katung dalam kemiskinan. 20 Pada tahun 2001 program pesisir dikenal dengan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP). Program ini bertujuan untuk nelayan. Pemerintah membuat program khusus untuk para nelayan guna mendorong perkembangan sosial ekonomi dan budaya. Peningkatan kesejahteraan masyarakat di pesisir pantai Kecamatan Tanjung Mutiara merupakan program Pemerintah Kabupaten Agam dalam kaitan penanggulangan kemiskinan nelayan. 21 Akan tetapi bukan hanya dalam aspek ekonomi. Penanganan masalah sosial juga mendorong kekompakan masyarakat nelayan di Jorong Tiku Selatan dan Tiku V Jorong, sehingga dapat memberdayakan potensi di kalangan masyarakat bawah. Kemiskinan yang terjadi pada masyarakat nelayan disebabkan karena kebijakan yang terlalu terkonsentrasi pada pembangunan wilayah darat. Sedangkan pembangunan sektor kelautan kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan sering terpinggirkan. Hal ini juga berdampak negatif bagi kegiatan nelayan yang tinggal di sepanjang pantai Sumatera Barat, khususnya di kawasan pesisir Kecamatan Tanjung Mutiara seperti di Jorong Tiku Selatan dan Tiku V Jorong. 22 Masyarakat nelayan Tiku Selatan dan Tiku V Jorong mengalami perubahan sosial ekonomi yang sagat berarti sejak pemerintah daerah memberdayakan mereka. Pada tahun 1970 komplek pemukiman nelayan Tiku Selatan menjadi pusat
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI DESA MUARO PUTUIH WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM TAHUN 2016

HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI DESA MUARO PUTUIH WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM TAHUN 2016

Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 03 September 2015 menunjukan bahwa kondisi lingkungan di Desa Muaro Putuih Wilayah Tiku masih kurang baik. Dari sebanyak 10 KK dimana 6 KK terkena filariasis dan 4 KK tidak filariasis di dapatkan hasil bahwa rumah warga terdapat semak-semak, terdapat genangan air, dan sebagian dengan kondisi terbuka,

9 Baca lebih lajut

SURAT IZIN PENANGKAPAN IKAN - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

SURAT IZIN PENANGKAPAN IKAN - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) adalah surat izin yang harus dimiliki setiap kapal perikanan berbendera Indonesia yang melakukan kegiatan penangkapan ikan diperairan Indonesia dan atau Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari IUP yang selanjutnya disebut SPI. Masa berlaku SIPI selama 3 tahun.

1 Baca lebih lajut

Revitalisasi Peran Kelembagaan Panglima Laôt dalam Pengembangan Masyarakat Nelayan (Gampong Telaga Tujuh Kecamatan Langsa Timur Pemerintah Kota Langsa, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam)

Revitalisasi Peran Kelembagaan Panglima Laôt dalam Pengembangan Masyarakat Nelayan (Gampong Telaga Tujuh Kecamatan Langsa Timur Pemerintah Kota Langsa, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam)

Dalam kegiatan sekitar lingkungan rumah, kerja sama antara individu terlihat berlangsung baik. Hal tersebut dapat diamati pada pekerjaan pembangunan atau perbaikan rumah, jiwa gotong royong demikian melekat antar warga gampong, diminta atau tidak mereka saling bahu-membahu dalam melakukan kegiatan gotong royong tersebut. Dalam operasi penangkapan ikan di laut, tantangan dari alam yang dihadapi oleh nelayan beraneka ragam seperti, ganasnya gelombang, derasnya air, kencangannya hembusan angin, hujan yang lebat dan teriknya sengat matahari, sehingga kedisiplinan yang teruji, merupakan keharusan yang dimiliki oleh setiap nelayan. Situasi yang penuh tantangan menjadi suatu ikatan yang emosional antara nelayan yang lebih mempersatukan jiwa mereka. Rasa kebersamaan sebagai nelayan menjadi perekat, saling mengerti, memahami satu dengan lainnya. Ikatan ini menjadi rasa persaudaraan yang erat, saling asah, asih, dan asuh antar nelayan. Alam menempa jiwanya sehingga antar nelayan tidak ada jarak, seolah-olah mereka satu dalam komunitas yang sulit untuk dipisahkan.
Baca lebih lanjut

250 Baca lebih lajut

6 kepmen kp 2014 ttg rencana pengelolaan dan zonasi taman nasional perairan laut sawu dan sekitarnya

6 kepmen kp 2014 ttg rencana pengelolaan dan zonasi taman nasional perairan laut sawu dan sekitarnya

iklim wilayah ini adalah pola musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan berlangsung antara bulan November sampai dengan bulan Maret, sedangkan musim kemarau antara bulan April sampai dengan bulan Oktober. Pola iklim demikian dikendalikan oleh pola Angin Muson dari Tenggara yang relatif kering dan dari arah Barat Laut, yang membawa banyak uap air. Konfigurasi kepulauan dan topografi wilayah juga merupakan pengendali iklim lokal yang berpengaruh terhadap karakteristik iklim lokal. Kecenderungan angin pada Bulan Juni – September, arah angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember – Maret arah angin berasal dari Asia dan Samudera Pasifik yang banyak mengandung uap air sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober – Nopember. Namun demikian, mengingat wilayah TNP Laut Sawu dekat dengan Australia, arah angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik sampai pada kawasan TNP Laut Sawu, kandungan uap airnya sudah berkurang yang mengakibatkan hari hujan di wilayah ini berkurang. Hal inilah yang menjadikan wilayah ini sebagai wilayah yang tergolong kering, yaitu 8 (delapan) bulan relatif kering (bulan April sampai dengan bulan November), dan 4 (empat) bulan keadaannya relatif basah (bulan Desember sampai dengan bulan Maret).
Baca lebih lanjut

427 Baca lebih lajut

WALIKOTA TANJUNGPINANG PERATURAN WALIKOTA TANJUNGPINANG NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN RETRIBUSI IZIN USAHA PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANJUNGPINANG,

WALIKOTA TANJUNGPINANG PERATURAN WALIKOTA TANJUNGPINANG NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN RETRIBUSI IZIN USAHA PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANJUNGPINANG,

Setelah dilaksanakan penyitaan dan wajib retribusi belum juga melunasi utang retribusinya, setelah lewat waktu 14 hari (empat belas hari) sejak tanggal pelaksanaan surat perintah penyitaan, pejabat mengajukan permintaan penetapan tanggal pelelangan kepada Kantor Lelang Negara.

26 Baca lebih lajut

MODEL ANALISIS BIOEKONOMI DAN PENGELOLAAAN SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL (STUDI EMPIRIS DI KOTA TEGAL), JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

MODEL ANALISIS BIOEKONOMI DAN PENGELOLAAAN SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL (STUDI EMPIRIS DI KOTA TEGAL), JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Disamping itu distribusi atau sebaran ikan demersal sangat dibatasi oleh kedalaman perairan, karena tiap jenis ikan hanya bertoleransi terhadap kedalaman tertentu sebagai akibat perbedaan tekanan air, karena semakin dalam suatu perairan akan semakin besar tekanan yang diterima. Oleh karena itu pola penyebaran juga dipengaruhi oleh dasar perairan yang berfungsi menentukan densitas organisme lain yang merupakan makanan ikan dan menentukan tingkat kesuburan perairan karena alga dan bentos mampu mendukung tingkat produktifitas primer tertentu terhadap perairan tersebut (Hutabarat, 2000). Dengan demikian maka produktivitas primer suatu perairan berkaitan erat dengan baik buruknya ekosistem disekitarnya. Laevastu dan Hayes (1987), menambahkan bahwa kebanyakan ikan demersal pada umumnya melewatkan siang hari di dasar perairan, akan timbul dan menyebar di kolom air atau aktif bergerak pada waktu malam hari (nocturnal).
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

HASIL DAN PEMBAHASAN Pertemuan I

HASIL DAN PEMBAHASAN Pertemuan I

Berdasarkan wawancara penulis dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada tanggal 6 Maret 2016, diketahui bahwa masih banyak guru SD di wilayah Kecamatan Tanjung Mutiara kurang berhasil dalam proses pembelajaran. Hal ini juga diperkuat dengan hasil pengamatan dari penulis terhadap beberapa guru SD pada saat proses pembelajaran. Kualitas proses pembelajaran yang rendah tersebut bisa diamati dari rendahnya antusias, keaktifan serta kreativitas siswa selama pembelajaran. Selain itu, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran juga masih minim terutama dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang didominasi oleh ceramah dari guru.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Skripsi ini berisi penelitian mengenai korelasi Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara.penelitian ini memfokuskan pada penelitian korelasional yang melihat hubungan antara dua variabel, yang mana merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk,(1) mengetahui difusi inovasi penangkapan ikan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara, (2) memperoleh gambaran tentang kehidupan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara (3) untuk mengetahui besarnya pengaruh difusi inovasi penangkapan ikan dengan peningkatan pendapatan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. Penelitian ini menggunakan teori Difusi Inovasi sebagai pendekatan dalam penyelesaiannya. Sedangkan pisau analisis atau instrumen analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis tabel tunggal menurut Singarimbun. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha meneliti adanya hubungan antara penyerapan inovasi-inovasi alat penangkapan ikan dengan peningkatan pendapatan nelayan di kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. Dalam penelitian ini, peneliti meneliti subjek-subjek yang terkait dengan tujuan dari penelitian ini yaitu nelayan. Kategori nelayan di sini, diartikan sebagai seseorang yang memiliki pekerjaan menangkap ikan di laut dengan menggunakan sarana seperti kapal, jaring dan sebagainya. Sesuai dengan pembatasan masalah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai dengan selesai dan dibatasi kepada nelayan yang berada pada dua desa yaitu nelayan desa Bogak dan nelayan desa Bagan Dalam. Berdasarkan perumusan masalah yang diteliti yaitu “ Bagaimanakah pengaruh difusi inovasi penangkapan ikan terhadap peningkatan pendapatan nelayan kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara”, dimana diperoleh hasil dari pengolahan data menggunakan program SPSS bahwa adanya hubungan antara variabel difusi inovasi penangkapan ikan dengan variabel peningkatan pendapatan nelayan memiliki hubungan linier yang sangat kuat dan positif namun tidak signifikan. Hasil analisa data secara detail adalah t hitung diperoleh sebesar 2,8175 dimana total responden adalah 112 orang dan
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

development“ (Roy dalam Jayaweera dan Anumagama, 1987). Siebert, Peterson dan Schramm (1956) menyatakan bahwa dalam mempelajari sistem komunikasi manusia, seseorang harus memperhatikan beberapa kepercayaan dan asumsi dasar yang dianut suatu masyarakat tentang asal usul manusia, masyarakat dan negara. Sehingga dapat kita artikan bahwa komunikasi pembangunan adalah proses penyebaran pesan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada khalayak guna mengubah sikap, pendapat, dan perilakunya dalam rangka meningkatkan kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah, yang dalam keselarasannya dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat. Komunikasi pembangunan sendiri memiliki dua pengertian, baik secara luas maupun secara sempit. Pengertian komunikasi pembangunan secara luas adalah peran dan fungsi komunikasi (sebagai aktivitas pertukaran pesan secara timbal balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama masyarakat dan pemerintah, sejak dari proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian terhadap pembangunan. Sedangkan dalam arti sempit, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan penbangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan yang ditujukan pada masyarakat luas. 11
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

This thesis contains is research of correlation Diffusion of Innovation and Improvement Revenue Fishing Fishermen Fishermen in kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. This reasearch oysters this correlational study focuses on the relationship between two variables, which is a quantitative research. This study aims to, (1) determine the diffusion of innovations fishing in kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara, (2) obtain a picture of lives at fishermen in kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara (3) to determine the influence of the diffusion of innovation fishing with fishing income generation sub-district oysters Tanjung Batu Bara district. This study uses the Diffusion of Innovations theory as an approach in solving. While the analysis knife or instrument data analysis, researchers used a single table analysis technique according Singarimbun. In this study, researchers sought to examine the relationship between the absorption of innovations in fishing gear to increase the income of fishermen in kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. In this study, researchers examined subjects related to the objectives of this study are fishermen. Category fishermen here, is defined as someone who has a job to catch fish in the sea by means such as boats, nets and so on. In accordance with the restrictions on the research problem. The research was conducted in November 2014 through the completion and restricted to the fishermen who were in two villages, Bogak village dan Bagan Dalam village. Based on the formulation of the problem under study is "What is the impact of innovation diffusion fishing to increased fishing income subdistrict district of Tanjung Tiram Coal", which obtained the results of data processing using SPSS that the relationship between the variables of innovation diffusion fishing with variable increase in the income of fishermen have a relationship a very strong linear and positive but not significant. The results detailed analysis from data was obtained at 2.8175 t count where the total respondents were 112 people and
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis pendapatan nelayan tradisional(studi kasus : Desa Tanjung Ketapang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan) - Repository Universitas Bangka Belitung

Analisis pendapatan nelayan tradisional(studi kasus : Desa Tanjung Ketapang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan) - Repository Universitas Bangka Belitung

Lampiran 2. Karaktersitik berdasarkan Ukuran Perahu, Waktu Penangkapan, Jenis Alat Tangkap, Mesin Yang Digunakan, Jangkauan Melaut, dan Jenis Hasil Tangkapan Nelayan Tradisional di Desa Tanjung Ketapang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2017.

21 Baca lebih lajut

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

Difusi Inovasi Penangkapan Ikan dan Peningkatan Pendapatan Nelayan (Studi Korelasional Pada Nelayan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara)

MASTER DATA DIFUSI INOVASI PENANGKAPAN IKAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN KECAMATAN TANJUNG TIRAM KABUPATEN BATU BARA No KARAKTERISTIK RESPONDEN DIFUSI INOVASI PENANGKAPAN IK[r]

11 Baca lebih lajut

PROFIL BISNIS USAHA MIKRO KECIL DAN MENE (1)

PROFIL BISNIS USAHA MIKRO KECIL DAN MENE (1)

Budidaya ikan tawar umumnya dilakukan adalah pembibitan dan pembesaran ikan. Untuk pembibitan, proses dimulai dari persiapan kolam, penyediaan bibit yang akan digemukan, dan proses penggemukan sampai ikan siap dijual atau dipasarkan. Proses pembesaran ikan sampai masa siap untuk dijual berbeda-beda. Misal, untuk usaha lele, proses penggemukan dapat berlangsung 3 – 4 minggu, pembesaran ikan mas dan gurame memakan waktu lebih lama lagi. Selama masa pembesaran petani diharapkan dapat memberikan pakan dan vitamin tambahan agar ikan tumbuh kuat dan tidak mudah terjangkit penyakit. Ada dua proses penjualan dapat dilakukan dengan dua cara, yang pertama, petani membawa hasil panennya ke pasar, yang kedua, para pedagang langsung datang ke petani (kolam).
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...