Top PDF Pelaksanaan Program Kerja Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional dalam Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kota Batu (Studi di Lembaga Badan Narkotika Nasional Kota Batu)

Pelaksanaan Program Kerja Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat

Badan Narkotika Nasional dalam Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan

Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kota Batu

(Studi di Lembaga Badan Narkotika Nasional Kota Batu)

Pelaksanaan Program Kerja Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional dalam Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kota Batu (Studi di Lembaga Badan Narkotika Nasional Kota Batu)

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayahNya. Sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis/ skripsi ini yang berjudul “Pelaksanaan Program Kerja Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional dalam Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kota Batu (Studi di Lembaga Badan Narkotika Nasional Kota Batu)”.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Sebagaimana singkatan yang telah lazin digunakan di kalangan institusi Badan Narkotika Nasional, P4GN singkatan Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Secara khusus fokus pembahasan aspek pencegahan merupakan bagian penting dalam penanganan narkoba di berbagai belahan dunia. Dalam pencegahan salah satu unsur penting adalah dengan melibatkan masyarakat untuk ikut berperan serta secara aktif. Dalam konteks ini maka pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek strategis. Pemberdayaan masyarakat merupakan dampak keberhasilan program P4GN. Asepek-aspek dalam P4GN:
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) PADA KALANGAN PELAJAR DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI (BNNP) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) PADA KALANGAN PELAJAR DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI (BNNP) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Interpretasi merupakan tahap mengartikan dan menjabarkan kebijakan yang masih umum menjadi lebih teknis operasional. Interpretasi dapat juga berupa aktifitas menafsirkan agar program menjadi rencana dan pengarahan yang tepat dan dapat diterima serta dilaksanakan. Kebijakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) merupakan kebijakan pemerintah Indoneisa untuk menekan dan melindungi masyarkat indonesia dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kebijakan P4GN ini kemudian menjadi wewenang Badan Narkotika Nasional (BNN) yang merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang secara khusus menangani permasalahan narkoba untuk menjadi pelaksana kebijakan. BNN berpusat di Jakarta. Untuk menjangkau di daerah-daerah yang ada di Indonesia, BNN memiliki perwakilan di tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten/kota. Pada tingkat provinsi BNN menjadi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) kemudian pada tingkat kabupaten BNN menjadi Badan Narkotika Nasional Kota/Kabupaten (BNNK). Hubungan dalam organisasi/lembaga BNN dengan BNNP/BNNK adalah secara vertikal yang artinya BNNP/BNNK berada dibawah koordinasi BNN pusat.
Baca lebih lanjut

233 Baca lebih lajut

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Dampak negatif kejahatan narkoba terhadap kehidupan manusia sangat dahsyat baik terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai lembaga pemerintah yang menjadi focal point dituntut meningkatkan profesionalismenya. Bersama seluruh elemen masyarakat, LSM dan tentunya melibatkan peran serta masyarakat secara aktif dan dinamis. Melalui berbagai organisasi internasional telah dikembangkan upaya pencegahan dan pemberantasan di tengah gencarnya mafia narkoba dunia yang terus melancarkan aksinya bagai tak kunjung reda. Sejalan dengan itu berbagai terobosan telah dilakukan langkah strategis dan inovatif terkait dengan program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

AKTIVITAS HUMAS DALAM MENYEBARLUASKAN INFORMASI PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN)

(Studi Pada Humas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lumajang)

AKTIVITAS HUMAS DALAM MENYEBARLUASKAN INFORMASI PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) (Studi Pada Humas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lumajang)

Hubungan Masyarakat atau biasa disingkat HUMAS adalah pekerjaan yang mempunyai tugas mengelola suatu informasi baik untuk individu, kelompok, masyarakat dan sebagainya. Selain itu, tugas lain dari humas diantaranya adalah melobi sesuatu, dan membuat atau menyelenggarakan suatu acara. Sekitar tahun 1950-an humas mulai dikenal di Indonesia yang mempunyai tugas menjelaskan fungsi-fungsi dan peran setiap instansi, kementrian, lembaga, perusahaan, dan lain sebagainya. Dalam sebuah organisasi atau instansi, humas sangat berperan besar dalam setiap program kerja, hal ini disebabkan karena humas merupakan salah satu sumber informasi terbesar dalam setipa kegiatan. Bahwasanya kebutuhan akan informasi tidak hanya sebatas manusia dengan manusia lain, instansi dengan instansi lain, namun yang paling terpenting adalah instansi dengan masyarakat. Untuk melancarkan program suatu instansi hendaknya terdapat fasilisator sebagai jembatan antara instansi tersebut dengan masyarakat. Kegiatan tentang segala sesuatu yang mengarah pada proses kerja aktivitas dalam menyebarluaskan informasi telah dilakukan sebelumnya, program pemerintah yang di laksanakan melalui sebuah instansi khusus agar mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah di dalam maupun luar lembaga dan masyarakat di dalam lingkup Kabupaten Lumajang.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Strategi Program Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba    Pada Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah

Strategi Program Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Pada Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah

penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kalangan coba pakai. Akses informasi P4GN yang tepat serta kualitas informasi P4GN yang baik menjadi kata kunci penting bagi keberhasilan upaya diseminasi informasi P4GN dalam meningkatkan daya tangkal masyarakat. Selain itu peningkatan daya tangkal masyarakat jugadiharapkan tercapai melalui pelaksanaan advokasi secara persuasif dan bertahap dalam mendorong lahirnya aturakebijakan P4GN yang sinergis dan integral di berbagai lingkungan masyarakat. Untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut dibutuhkan kerangka regulasi bidang pencegahan dalam bentuk Peraturan Pemerintah Pelaksanaan Undang-undang tentang Kewajiban Seluruh Elemen Masyarakat (termasuk media massa) Dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) PADA BIDANG REHABILITASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SURABAYA Repository - UNAIR REPOSITORY

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) PADA BIDANG REHABILITASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SURABAYA Repository - UNAIR REPOSITORY

3. Model Van Meter dan Van Horn Menurut Van Mater dan Van Horn dalam teorinya ini beranjak dari suatu argument bahwa perbedaan-perbedaan dalam proses implementasi dipengaruhi oleh sifat kebijaksanaan yang akan dilaksanakan. Selanjutnya mereka menawarkan suatu pendekatan yang mencoba unruk menghubungkan antara isu kebijakan dengan implementasi dan suatu model konseptual yang mempertalikan kebijaksanaan dengan prestasi kerja. Kedua ahli tersebut juga menegaskan pula pendiriaanya bahwa perubahan , kontrol, dan kepatuhan bertindak merupakan konsep-konsep penting dalam prosedur-prosedur implementasi. Proses implementasi dipengaruhi oleh dimensi-dimensi kebijaksanaan semacam itu, dalam artian bahwa implementasi kebanyakan akan berhasil apabila perubahan yang dikehendaki relative sedikit, sementara kesepakatan terhadap tujuan terutama dari mereka yang mengoprasikan program dilapangan relative tinggi. Model ini menjelaskan bahwa kinerja kebijakan dipengaruhi oleh beberapa variable yang
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Strategi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)

Strategi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)

berkedudukan di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Badan Narkotika Nasional sebagai lembaga independen diharapkan dapat bekerja lebih baik serta transparan dan akuntabel dalam menumpas kejahatan narkotika. Badan Narkotika Nasional juga diharapkan dapat optimal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan meningkatkan kerja sama internasional agar jaringan narkotika transnasional dapat dihancurkan. Dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang BNN di daerah, BNN memiliki instansi vertikal di provinsi dan kabupaten/kota. Tugas, fungsi, dan wewenang BNN di Kabupaten Tulungagung dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tulungagung bahwa jumlah kasus dan tersangka penyalahgunaan narkotika selama lima tahun terakhir semakin meningkat. Pada tahun 2017 jumlah korban penyalahgunaan narkoba yang menjalani rehabilitasi secara sukarela / voluntary sebanyak 300 orang. Ironisnya dari jumlah tersebut tidak kurang dari 80% adalah kaum muda atau remaja yang masih berusia 10 – 18 tahun dengan status pelajar dan mahasiswa. Dari fakta tersebut maka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman yang serius bagi generasi muda di Kabupaten Tulungagung. Hal ini yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI LAMPUNG DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI LAMPUNG DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang semakin tak terkendali, membuat Badan Narkotika Nasional membentuk Badan Narkotika Nasional Provinsi, termasuk BNN Provinsi Lampung. BNN Provinsi Lampung mempunyai tugas, fungsi, dan wewenang yang sama dengan Badan Narkotika Nasional. Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peranan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan apakah yang menjadi faktor-faktor penghambat peranan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dalam menanggulangi penyahgunaan dan peredaran gelap narkotika tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peranan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dilakukan melalui peranan normatif yaitu dengan pelaksanaan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan peranan ideal yaitu dengan pelaksanaan pelaksanaan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi yang berwenang. Faktor-faktor yang menjadi penghambat peranan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, yaitu faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Dampak negatif kejahatan narkoba terhadap kehidupan manusia sangat dahsyat baik terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah berkembang sangat pesat dan bahkan mengancam eksistensi generasi penerus bangsa. Sasaran utama penyalahgunaan dan peredaran narkoba adalah kelompok pelajar dan mahasiswa. Dengan populasi yang cukup besar, tentu mereka pasar yang amat potensial untuk digarap secara serius oleh para bandar/pengedar narkoba, apalagi kondisi perkembangan jiwa dari kelompok ini juga sangat mendukung. BNN sebagai lembaga yang dikedepankan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia, sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan Perpres Nomor 23 Tahun 2010 tentang kelembagaan BNN, kini terus berkiprah mengembangkan kinerjanya bersama seluruh elemen dan tentunya melibatkan peran serta masyarakat secara aktif dan dinamis untuk memerangi permasalahan penyalahgunaan narkoba. Sejalan dengan itu langkah strategis dan inovatif dilaksanakan melalui program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana efektivitas pelaksanaan program P4GN yang dilihat melalui alat ukur penelitian efektivitas yaitu ketepatan sasaran program, kepuasaan terhadap program, keberhasilan pelaksanaan program, tujuan dan manfaat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

(Skripsi ini terdiri dari 6 bab, 106 halaman, 38 kepustakaan, 3 lampiran serta 45 tabel) Dampak negatif kejahatan narkoba terhadap kehidupan manusia sangat dahsyat baik terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah berkembang sangat pesat dan bahkan mengancam eksistensi generasi penerus bangsa. Sasaran utama penyalahgunaan dan peredaran narkoba adalah kelompok pelajar dan mahasiswa. Dengan populasi yang cukup besar, tentu mereka pasar yang amat potensial untuk digarap secara serius oleh para bandar/pengedar narkoba, apalagi kondisi perkembangan jiwa dari kelompok ini juga sangat mendukung. BNN sebagai lembaga yang dikedepankan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia, sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan Perpres Nomor 23 Tahun 2010 tentang kelembagaan BNN, kini terus berkiprah mengembangkan kinerjanya bersama seluruh elemen dan tentunya melibatkan peran serta masyarakat secara aktif dan dinamis untuk memerangi permasalahan penyalahgunaan narkoba. Sejalan dengan itu langkah strategis dan inovatif dilaksanakan melalui program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana efektivitas pelaksanaan program P4GN yang dilihat melalui alat ukur penelitian efektivitas yaitu ketepatan sasaran program, kepuasaan terhadap program, keberhasilan pelaksanaan program, tujuan dan manfaat.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

Efekivitas Pelaksanaan Program Pencegahan Dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Di SMA Methodist 1 Medan

(Skripsi ini terdiri dari 6 bab, 106 halaman, 38 kepustakaan, 3 lampiran serta 45 tabel) Dampak negatif kejahatan narkoba terhadap kehidupan manusia sangat dahsyat baik terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah berkembang sangat pesat dan bahkan mengancam eksistensi generasi penerus bangsa. Sasaran utama penyalahgunaan dan peredaran narkoba adalah kelompok pelajar dan mahasiswa. Dengan populasi yang cukup besar, tentu mereka pasar yang amat potensial untuk digarap secara serius oleh para bandar/pengedar narkoba, apalagi kondisi perkembangan jiwa dari kelompok ini juga sangat mendukung. BNN sebagai lembaga yang dikedepankan dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia, sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan Perpres Nomor 23 Tahun 2010 tentang kelembagaan BNN, kini terus berkiprah mengembangkan kinerjanya bersama seluruh elemen dan tentunya melibatkan peran serta masyarakat secara aktif dan dinamis untuk memerangi permasalahan penyalahgunaan narkoba. Sejalan dengan itu langkah strategis dan inovatif dilaksanakan melalui program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana efektivitas pelaksanaan program P4GN yang dilihat melalui alat ukur penelitian efektivitas yaitu ketepatan sasaran program, kepuasaan terhadap program, keberhasilan pelaksanaan program, tujuan dan manfaat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA PEKANBARU DALAM MEWUJUDKAN P4GN (PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN, DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA) SKRIPSI

PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA PEKANBARU DALAM MEWUJUDKAN P4GN (PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN, DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA) SKRIPSI

beberapa program kerja yang dilakukan BNN Kota Pekanbaru pada setiap bulannya dari januari sampai dengan bulan desember. Dilihat dari awal tahun 2018 BNN Kota Pekanbaru melakukan pembinaan teknis P4GN kepada instansi pemerintah dan kampus, melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanan kebijakan nasional P4GN dibidang pencegahan, selanjutnya melakukan raker program pemberdayaan masyarakat anti narkoba, melakukan kerja sama dengan berbagai bidang seperti sekolah, masyarakat dan instansi-instansi lainnya, melakukan ter urine terhadap calon siswa, melakukan sosialisasi kegiatan KIE Pekanbaru kunjungi PWI Pekanbaru dan melakukan sosialisasi di jalan Diponegoro saat acara CFD serta melakukan pembentukan lingkungan bebas narkoba, melakukan deseminasi informasi yang berkaitan dengan bahaya narkoba dan P4GN kepada masyarakat melaulu radio dan melakukan kegiatan intlijen berbasis teknologi dalam wilayah Pekanbaru dan melakukan pelaksanan pengawasan tahanan, bukti dan aset dalam wilayah Pekanbaru, melakukan sosialisasidi kawasan HBKB Pekanbaru, melakukan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba melalui media cetak serta melaksanakan penyedikan, penindakan dan pengejaran terhadap pemutusan jaringan narkoba dalam wilayah Pekanbaru.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Pencegahan Dan Pemberantasan Peredaran Narkoba Di Indonesia

Pencegahan Dan Pemberantasan Peredaran Narkoba Di Indonesia

Proses perubahan sosial yang tengah berlangsung di Indonesia menandai pula perkembangan kota-kota dengan kompleksitas fungsinya yang tidak lagi hanya mempunyai fungsi administratif dan komersial, melainkan tumbuh sebagai simpul interaksi sosial yang mempengaruhi sistem nilai dan norma serta perilaku warga masyarakat. Peraturan perundang- undangan hadir dimana hukum berfungsi sebagai pengendali sosial (social control), memaksa warga masyarakat untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Undang- undang yang mengatur mengenai narkotika sebagai hukum yang wajib ditaati, karena dibentuk atas kerjasama antara wakil-wakil rakyat dengan pemerintah. Ini artinya telah ada kesepakatan antara rakyat dengan pemerintah tentang peraturan narkotika, yang sama-sama harus ditaati oleh semuanya. Adapun tujuannya, agar hukum dapat diberlakukan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kontrol sosial tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan komunitas terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di kaupaten Sukoharjo.

Kontrol sosial tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan komunitas terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di kaupaten Sukoharjo.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontrol sosial yang dilakukan oleh tim P4GN dan komunitas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipatoris, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan pada teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling.

19 Baca lebih lajut

UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANG - UNDANG NO.35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA.

UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANG - UNDANG NO.35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA.

Penelitian ini dilaksanakan di BNNP DIY merupakan jenis penelitian hukum normatif. Jenis dan sumber daya penelitian terdiri dari bahan hukum primer yang berupa Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dan bahan hukum sekunder yaitu Peraturan Pemerintah, Peraturan Kepala BNN, Peraturan Menteri dan dokumen-dokumen lainnya yang erat hubungannya dengan permasalahan. Tehnik pengumpulan bahan hukum menggunakan studi dokumen, kemudian dianalisa secara kualitatif dengan model analisis interaktif.

15 Baca lebih lajut

Bagaimana Strategi Bagian PencegahanBadan Narkotika Provinsi(BNP) Jawa Barat Dalam Mensosialisasikan Pemantapan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kepada Kalangan Di Mahasiswa Kota Bandung

Bagaimana Strategi Bagian PencegahanBadan Narkotika Provinsi(BNP) Jawa Barat Dalam Mensosialisasikan Pemantapan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kepada Kalangan Di Mahasiswa Kota Bandung

Pendekatan penelitian Kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Bagian Pencegahan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat dengan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan pengambilan informan diambil sebanyak 3 orang dari Sub Bagian Pencegahan BNP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara, Observasi, Dokumentasi, Internet Searching dan juga Studi Kepustakaan. Hasil penelitian yang dihasilkan yaitu suatu rencana, dimana Bagian Pencegahan BNP harus menentukan rencana jangka pendek maupun rencana jangka panjang, yakni untuk meningkatkan informasi karena dengan adanya perencanaan kedepan diharapkan informasi yang disampaikan bisa lebih cepat diterima oleh para mahasiswa,; sebuah cara, yaitu dimana Bagian Pencegahan BNP menjelaskan bagaimana cara dalam melaksanakan sosialisasi; sebuah pola, yaitu dimana Bagian pencegahan membuat dan menjelaskan subuah pola dalam melakukan kegiatan sosialisasi; sepbuah posisi, yaitu dimana Bagian penceghan BNP memposisikan sebagai fasilitator dalam kegitan sosialisasi; sebuah perspektif yaitu dimana Bagian Pencegahan BNP mempunyai pandangan terhadap kegiatan sosialisasi kepada mahsiswa.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

Persepsi Audiens Tentang Kompetensi Public Speaking Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dalam Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kalangan Peserta Sosialisasi

Persepsi Audiens Tentang Kompetensi Public Speaking Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dalam Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kalangan Peserta Sosialisasi

Upaya siap mewujudkan Jawa Tengah bebas narkoba tahun 2015, BNNP Jawa Tengah dengan target sasaran generasi muda akan berperan aktif memerangi narkoba melalui kegiatan sosialisai P4GN. Tujuannya adalah agar mereka memiliki pengetahuan tentang P4GN sehingga mampu menolak penyalahgunaan narkoba dan berperan aktif menciptakan lingkungan kondusif. Mendorong dan memotivasi generasi muda untuk berprestasi dalam pendidikan tanpa narkoba. Oleh karena itu petugas BNNP Jawa Tengah harus memiliki kompetensi public speaking yang tinggi dalam kegiatan sosialisasi P4GN. Peserta sosialisasi yang dijadikan target sasaran akan mengkaji bagaimana kompetensi public speaking petugas BNNP Jawa Tengah sebagai pembicara dalam kegiatan sosialisasi. Berdasarkan wawancara yang telah peneliti lakukan terhadap audiens yang pernah mengikuti kegiatan sosialisasi P4GN, masih adanya kompetensi public speaking petugas sosialisasi yang kurang dalam menyampaikan materi saat sosialisasi, hal ini dapat menimbulkan penilaian audiens terhadap pembicara yang tidak sesuai dengan harapan pembicara. Audiens yang rata-rata pada usia remaja memiliki karakter yang suka menilai dan mencari sesuatu yang ideal untuk dirinya. Mereka dapat menilai atau mempersepsi pembicara saat kegiatan sosialisasi berlangsung . RUMUSAN MASALAH
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KALANGAN PELAJAR (Studi di Badan Narkotika Nasional Kota Batu)

UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KALANGAN PELAJAR (Studi di Badan Narkotika Nasional Kota Batu)

Ini akan dipertimbangkan sehubungan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dampak globalisasi, arus lalu lintas yang sangat maju, dan dinamika perdagangan narkoba dalam nilai-nilai materialistis. Dewasa ini , masyarakat Indonesia terlebih lagi masyarakat dunia secara umum, menghadapi banyak kecemasan disebabkan penggunaan berbagai jenis dan bentuk obat terlarang secara ilegal yang makin tak terbendung. Kekhawatiran ini diperparah oleh fakta bahwasannya perdagangan serta pengedaran narkoba tersebar luas di seluruh level sosial masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda. Ini akan memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan negara dan negara di masa depan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STRATEGI TIM PENCEGAHAN PENANGGULANGAN PEMBERANTASAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA (P4GN) KABUPATEN SUKOHARJO DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA.

STRATEGI TIM PENCEGAHAN PENANGGULANGAN PEMBERANTASAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA (P4GN) KABUPATEN SUKOHARJO DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA.

Cases of drug abuse has been entered in all districts in Indonesia and increasing from year to year, including in Sukoharjo. Under decree No. 440.05 / 282/2012, formed Tim Pencegahan Penanggulangan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Sukoharjo. P4GN team is in charge of co-ordinating body for dealing with the drug problem that occurred in Sukoharjo and responsible to the regents. This study aims to identify and describe the strategy undertaken by Tim P4GN to address drug abuse in the District Sukoharjo, as well as any barriers experienced when running the strategy.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects