Top PDF PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI SECARA SPORADIK MENJADI SERTIKAT HAK MILIK BERDASARKAN SURAT SEGEL (Studi di Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang)

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI SECARA SPORADIK MENJADI SERTIKAT HAK MILIK BERDASARKAN SURAT SEGEL (Studi di Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang)

PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI SECARA SPORADIK MENJADI SERTIKAT HAK MILIK BERDASARKAN SURAT SEGEL (Studi di Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang)

Hasil yang diperoleh penelitian ini adalah pelaksanaan pendaftaran tanah di Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang belum berjalan dengan baik, terbukti dari luas 298,88 hektar sawah, hanya 20% yang terdaftar. Pelaksanaan pendaftaran tanah di desa Sumberkradenan kecamatan Pakis kabupaten Malang, menemui beberapa hambatan yaitu karena kondisi internal di Kantor Pertanahan yaitu kekurangan tenaga pelaksana di lapangan dan kekurangan anggaran. Hambatan dari masyarakat pemegang hak yang dipengaruhi oleh faktor kurang memahami fungsi dan kegunaan sertifikat, faktor anggapan diperlukan waktu lama untuk pensertifikatan tanah dan anggapan alas hak atas tanah yang dimiliki masyarakat sudah kuat. Upaya yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan untuk menanggulangi hambatan tersebut yakni bersifat internal di Kantor Pertanahan dan upaya eksternal yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yaitu mengadakan penyuluhan yang terpadu dan berkesinambungan dengan melibatkan instansi terkait dan seluruh masyarakat.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali Secara Sporadik Di Desa Butuh Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo

Efektivitas Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali Secara Sporadik Di Desa Butuh Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo

mempunyai hak atas tanah atau mendapatkan penetapan hak atas tanah maka harus dibuktikan terlebih dahulu adanya dasar penguasaan seseorang dalam menguasai, menggunakan dan memanfaatkan tanah, yang tidak ditentang oleh pihak manapun dan dapat diterima menjadi bukti awal pengajuan hak kepemilikannya. Dalam hal adanya persyaratan bahwa pemberian hak atas tanah harus dibuktikan terlebih dahulu dengan adanya dasar penguasaan yang menunjukkan adanya hubungan hukum dengan tanah tersebut. Penguasaan terhadap tanah yang dibuktikan dengan alat bukti secara tertulis disebut dengan alas hak atau dalam istilah PP No 24 Tahun 1997 disebut data yuridis. 11 Bagaimanapun juga, pengakuan hak milik atas tanah disertai dengan penerbitan sertipikat tanah sangatlah penting, hal ini karena : 12
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pelaksanaan pendaftaran tanah untuk pertama kali secara sporadik pada tanah yang belum Bersertifikat di kantor pertanahan Kabupaten banjarnegara

Pelaksanaan pendaftaran tanah untuk pertama kali secara sporadik pada tanah yang belum Bersertifikat di kantor pertanahan Kabupaten banjarnegara

Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pendaftaran tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Banjarnegara telah memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah dan sebagai dasar aturan pelaksananya adalah PMA / Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Adapun pelaksanaan pendaftaran tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Banjarnegara telah memenuhi asas aman sebagai bentuk perwujudan jaminan kepastian hukum bagi pemegang hak atas tanah. Wujud dari asas aman tersebut terdapat, baik pada saat pelaksanaan pendaftaran tanah itu sendiri maupun pada saat suatu sertifikat telah diterbitkan, dengan diterbitkan suatu sertifikat, maka jaminan keamanan terhadap hak atas tanah telah melekat pada pemegang hak atas tanah tersebut. Sistim yang digunakan dalam pendaftaran tanah menggunakan sistim negatif yang bertendensi positif, yang artinya penerapan unsur-unsur positif juga dimasukkan dalam sistim negatif, agar suatu sertifikat dapat menjadi hak yang terkuat dan terpenuh.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI (KONVERSI HAK MILIK ATAS TANAH ADAT) DALAM RANGKA MEMBERIKAN JAMINAN KEPASTIAN HUKUM DI KABUPATEN MERAUKE.

BAB 1 PENDAHULUAN PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH PERTAMA KALI (KONVERSI HAK MILIK ATAS TANAH ADAT) DALAM RANGKA MEMBERIKAN JAMINAN KEPASTIAN HUKUM DI KABUPATEN MERAUKE.

  11 lebih satu tahun. Hal ini terjadi karena pelaksanaan pendaftaran hak milik adat (Letter C) secara sporadik dalam mewujudkan kepastian hukum di Kabupaten Banyumas pada tahun 2012 tersebut telah dilakukan sesuai dengan proses dan syarat yang telah ditentukan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2010 tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional. Tulisan Anastasia Ayu Susanti Puspasari memfokuskan kepada Pelaksanaan pendaftaran hak milik adat (Letter C) secara sporadik dalam mewujudkan kepastian hukum di Kabupaten Banyumas. Penulis memfokuskan kepada Pendaftaran Tanah untuk pertama kali karena konversi hak milik atas tanah adat di Kabupaten Merauke. 3. a. Identitas penulis
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Konversi Hak Atas Tanah Ulayat Kaum Menjadi Hak Milik Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap di Kota Solok

Konversi Hak Atas Tanah Ulayat Kaum Menjadi Hak Milik Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap di Kota Solok

Lembaga Kerapatan Adat Nagari (LKAAM) Sumatera Barat juga menginstuksikan kepada seluruh KAN dan LKAAM tingkat II untuk mendukung kebijakan Gubenur dan Pengadilan Tinggi Sumatera Barat tersebut dengan tujuan agar KAN lebih berperan aktif dalam penyelesaian sengketa tanah adat di daerahnya masing-masing (Hermayulis 2009). Jadi jika sertipikat tanah kaum tersebut sudah diterbitkan, maka pemegang hak yang jelas namanya di sertipikat tersebut dapat dengan mudah membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang jelas apabila dalam pendaftaran sebelumnya melalui prosedur yang benar dan data yang akurat serta bukti yang dapat dipercaya sebagaimana yang telah dipersyaratkan dalam konversi dan pendaftaran tanah kaum. Hal ini lebih diperkuat lagi dengan dikeluarkannnya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dalam Pasal 32 menyebutkan: 1) Sertipikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya, sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah yang bersangkutan; 2) dalam hal atas suatu bidang tanah sudah disertipikatkan secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh hak atas tanah tersebut dengan itikad baik dan secara nyata menguasainya, maka pihak lain yang merasa mempunyai hak tersebut tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkannnya sertipikat itu tidak mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertipikat dan kepala kantor pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak mengajukan gugatan ke pengadilan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan sertipikat tersebut.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SKRIPSI PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK MILIK ATAS TANAH  PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI PROGRAM SERTIPIKASI TANAH PETANI BERDASARKAN KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI PERTANIAN DAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 515/Kpts/HK.060/9/2004 D

SKRIPSI PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK MILIK ATAS TANAH PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI PROGRAM SERTIPIKASI TANAH PETANI BERDASARKAN KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI PERTANIAN DAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 515/Kpts/HK.060/9/2004 D

Segala Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya yang senantiasa menyertai penulis selama proses penulisan skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI PROGRAM SERTIPIKASI TANAH PETANI BERDASARKAN KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI PERTANIAN DAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 515/Kpts/HK.060/9/2004 DALAM MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM DAN PERLINDUNGAN HUKUM DI KABUPATEN BANTUL

13 Baca lebih lajut

Tinjauan Atas Pelaksanaan Dan Hambatan Pendaftaran Tanah Pertama Kali Di Badan Pertanahan Nasional Binjai

Tinjauan Atas Pelaksanaan Dan Hambatan Pendaftaran Tanah Pertama Kali Di Badan Pertanahan Nasional Binjai

Pembuatan peta dasar pendaftaran tentunya dimulai dari kegiatan pengukuran dan hasil dari pengukuran tersebut dituangkan dalam peta. Karena itu pengukuran harus ditindaklanjuti dengan peta dan sebaliknya peta baru ada apabila sudah dilakukan pengukuran. Dalam kegiatan pendaftaran tanah, maka tanah yang akan didaftar dalam suatu desa atau / kelurahan dibuatkan terlebih dahulu peta dasarnya juga sebagai peta dasar teknis yakni peta yang memuat penyebaran titik – titik dasar teknik dalam cakupan wilayah tertentu. Peta dasar ini dalam praktek disebut juga peta blad yang menggambarkan letak suatu bidang tanah di suatu wilayah pengukuran ( desa atau / kelurahan ), juga berfungsi sebagai peta control baik untuk rekonstruksi batas maupun menghindari pengukuran di atas tanah yang sudah diukur dan dipetakan, sehingga tidak terjadi peta / sertifikat ganda.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Sengketa Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah

Sengketa Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah

Berdasarkan data penelitian dalam tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa 50% dari 30 sampel menjawab berpengaruhnya faktor aparat penegak hukum, 37% menganggap kurang berpengaruh dan hanya 13% menganggap tidak memiliki pengaruh. Jika mengaitkan antara teori-teori hukum sebagaimana yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa antara data dan teori-teori tersebut memiliki kesesuaian sehingga munculnya sengketa dalam bidang pertanahan serta dalam penyelesaian kasus sengketa tanah di kota Makassar sangatlah dipengaruhi oleh faktor penegak hukum. Untuk itu aparat penegak hukum harus mengedepankan aspek sumber daya manusia serta etika dan moral sebab para penegak hukumlah yang menentukan berjalan dengan baiknya sebuah hukum.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Tinjauan Atas Pelaksanaan Dan Hambatan Pendaftaran Tanah Pertama Kali Di Badan Pertanahan Nasional Binjai

Tinjauan Atas Pelaksanaan Dan Hambatan Pendaftaran Tanah Pertama Kali Di Badan Pertanahan Nasional Binjai

ada tetapi telah dibuktikan kenyataan penguasaan fisiknya selama 20 ( dua puluh ) tahun atau lebih secara berturut – turut, oleh Ketua Panitia Ajudikasi diakui sebagai hak atas tanah dengan memberi catatan, tanpa penerbitan surat keputusan pengakuan hak, lalu berita acara secara kolektif kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat untuk pemberian hak atas tanah dengan menggunakan daftar usulan pemberian hak atas tanah Negara. Penetapan pemberian hak dikeluarkan secara kolektif dalam waktu paling lama 14 ( empat belas ) hari kerja sejak diterimanya usul dari ketua panitia ajudikasi dengan cara memberikan catatan pada halaman terakhir tersebut. Setelah itu diserahkan kembali kepada Ketua Panitia Ajudikasi untuk dijadikan dasar pendaftaran haknya.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

11. Contoh Surat Permohonan Pendaftaran Perubahan HGB Menjadi Hak Milik File Word

11. Contoh Surat Permohonan Pendaftaran Perubahan HGB Menjadi Hak Milik File Word

Dibeli/Diperoleh jual-beli pada tanggal _____ , harga Rp _____ (_____ Rupiah). Dengan ini mengajukan permohonan pendaftaran perubahan hak atas tanah tersebut di atas menjadi Hak Milik, berdasarkan Keputusan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor _____ Tahun _____ tanggal _____.

1 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH HAK MILIK SEBAGAI JAMINAN KREDIT DI KABUPATEN BOYOLALI.

PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH HAK MILIK SEBAGAI JAMINAN KREDIT DI KABUPATEN BOYOLALI.

Khususnya dalam penulisan ini mengupas masalah mengenai pelaksanaan pendaftaran hak tanggungan atas tanah hak milik. Hal ini sangat berkaitan erat dengan Undang- Undang No.4 Tahun 1996 mengenai Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda – Benda yang Berkaitan Dengan Tanah. Dengan diselenggarakannya pendaftaran tanah, maka pihak- pihak yang bersangkutan dengan mudah dapat mengetahui status atau kedudukan hukum daripada tanah tertentu yang dihadapinya, letak, luas, dan batas hukumnya 3 . Siapa yang empunya dan beban– beban apa yang ada diatasnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK MILIK ATAS TANAH YANG DIPEROLEH MELALUI PEWARISAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK MILIK ATAS TANAH YANG DIPEROLEH MELALUI PEWARISAN DI KABUPATEN SUKOHARJO

Pertama, pelaksanaan pendaftaran hak milik atas tanah yang diperoleh melalui pewarisan di Kabupaten Sukoharjo adalah untuk pendaftaran peralihan hak karena pewarisan wajib diserahkan oleh yang menerima hak-hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun yang bersangkutan sebagai warisan kepada kantor pertanahan, sertipikat hak yang bersangkutan, surat kematian orang yang namanya dicatat sebagai pemegang haknya dan surat tanda bukti sebagai ahli waris. Jika bidang tanah yang merupakan warisan belum didaftar, wajib diserahkan juga dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalam pasal 39 ayat (1) huruf b PP No.24 Tahun 1997. Syarat-syarat pendaftaran peralihan hak milik atas tanah karena pewarisan sebagai berikut: 1). Surat permohonan kepada kepala kantor pertanahan untuk diadakan peralihan hak yang ditandatangani oleh pemohon atau kuasa hukumnya. 2). Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) masing-masing ahli waris. 3). Surat kematian atas nama pemegang hak. 4). Surat keterangan waris. 5). SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) tahun terakhir. 6). Tanda setor Bea perolehan Hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) meskipun nihil tetap dilampirkan. 7). Untuk tanah yang sudah bersertipikat supaya melampirkan sertipikat tanah. 8). Untuk tanah yang belum bersertipikat harus melengkapi syarat-syarat permohonan sertipikat untuk pertama kali.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HAK MILIK ATAS TANAH DAN PENDAFTARAN TAN

HAK MILIK ATAS TANAH DAN PENDAFTARAN TAN

Robert TJ. Stein menyatakan bahwa kelemahan dari sistem pendafataran yang negatif ini antara lain adalah: Pertama, dokumen yang dibuat oleh ahli hukum yang tujuannya untuk mengalihkan suatu hak atas tanah dibangun sesuai dengan ketentuan hukum dan hubungan hukumnya, untuk menjamin bahwa suatu kepentingan hukum atas tanah yang diperolehnya hanya bisa jika sipemilik mempunyai hak dan kemampuan untuk mengalihkan. Suatu akta menjadi tidak valid apabila terdapat pemalsuan atau karena menyalahi peraturan sehingga peralihan tersebut tidak mempunyai pengaruh apa-apa; kedua, adanya kesulitan memahami dokumen-dokumen lama yang dibuat ( sebelumnya) dari sebuah rangkaian hak-hak terdahulu karena adanya perubahan penggunaan bahasa dan formatnya; ketiga, pendaftaran akta ini rawan dari kesalahan dan pemalsuan; keempat, dalam sistem pendaftaran akte ini ketidak pedulian akan penelitian padahal hal tersebut diperlukan untuk melacak rangkaian hak-hak yang ada sebelumnya, dimana pelacakan tersebut membutuhkan biaya yang besar , tenaga dan menyita waktu, kadang dibutuhkan tenaga yang profesional yang mahal.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Tinjauan Atas Pelaksanaan Dan Hambatan Pendaftaran Tanah Pertama Kali Di Badan Pertanahan Nasional Binjai

Tinjauan Atas Pelaksanaan Dan Hambatan Pendaftaran Tanah Pertama Kali Di Badan Pertanahan Nasional Binjai

Sebagai implementasi dari pasal 19 UUPA, maka oleh pemerintah telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1961 tentang pendaftaran tanah, yang disempurnakan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 dan peraturan pelaksananya Peraturan Menteri Negara Agraria atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Peraturan Pelaksana Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran tanah. Pendaftaran tanah di Indonesia dilaksanakan oleh Pemerintah dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional dan untuk daerah kabupaten dan / kota berdasarkan pasal 6 peraturan pemerintah Nomor 24 tahun 1997 dilaksanakan oleh kepala pertanahan, kecuali untuk kegiatan – kegiatan tertentu yang oleh peraturan pemerintah Nomor 24 tahun 1997 dan peraturan perundang- undangan lain sebagian tugas pendaftaran tanah ditugaskan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah ( PPAT ) dalam hal kegiatan dengan pembuatan akta peralihan dan pembebanan hak atas tanah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Surat Tanda Bukti Hak Waris dalam Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo

Surat Tanda Bukti Hak Waris dalam Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo

Surat tanda bukti hak waris merupakan suatu keharusan namun untuk memperolehnya hukum yang berlaku bagi masing-masing Warga Negara Indonesia masih berbeda-beda. Kemudian untuk menyeragamkannya dikeluarkan peraturan pelaksana atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 yaitu Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksana Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah serta dikeluarkannya Surat Direktur Pendaftaran Tanah, Dirjen Agraria Depdagri Nomor Dpt/12/63/12/69 Tanggal 20 Desember 1969 yang intinya kewenangan pembuatan surat keterangan waris dibedakan berdasarkan golongan warga negara yaitu keturunan Eropa dibuat oleh Notaris; penduduk asli/pribumi dibuat para ahli waris disaksikan Lurah diketahui Camat; keturunan Tionghoa oleh Notaris; dan keturunan Timur Asing oleh Balai Harta Peninggalan. 2 Selain berbentuk surat keterangan waris, untuk pendaftaran hak atas tanah diperlukan surat tanda bukti hak waris yang berupa Akta Pembagian Hak Bersama (APHB) yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Kemudian dapat pula berbentuk Akta Pembagian Hak Waris (APHW) yang dibuat oleh notaris sesuai ketentuan Pasal 111 ayat (5) Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksana Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PELAYANAN DALAM KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH SECARA SPORADIK DI KANTOR PERTANAHAN KOTA MEDAN

EFEKTIVITAS PELAYANAN DALAM KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH SECARA SPORADIK DI KANTOR PERTANAHAN KOTA MEDAN

Pendaftaran Tanah Secara Sporadik adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa obyek pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan secara individual atau massal. Pendaftaran tanah secara sporadik dilaksanakan atas permintaan pihak yang berkepentingan, yaitu pihak yang berhak atas obyek pendaftaran tanah yang bersangkutan atau kuasanya. Pendaftaran Tanah secara Sporadik ini merupakan perwujudan dari Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 agar terlaksananya tertib administrasi pertanahan. Tetapi pendaftaran tanah yang diselenggarakan oleh Kantor Pertanahan masih dipandang negatif oleh masyarakat yang keliru mengenai pelaksanaan pendaftaran tanah seperti jangka waktu penerbitan sertifikat yang lama, biaya yang mahal, dan proses yang berbelit-belit. Penelitian ini sendiri ditujukan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelayanan dalam kegiatan pendaftaran tanah secara sporadik di Kantor Pertanahan Kota Medan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Surat Tanda Bukti Hak Waris dalam Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo

Surat Tanda Bukti Hak Waris dalam Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo

pencatatan peralihan haknya dilakukan kepada penerima warisan yang bersangkutan berdasarkan akta pembagian waris tersebut. Pasal 111 ayat (3) PMA/K.BPN Nomor 3 Tahun 1997 menyatakan bahwa Akta Pembagian Waris tersebut dapat berupa dapat dibuat dalam bentuk akta dibawah tangan oleh semua ahli waris dengan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi atau dengan akta notaris. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa proses pembuatan akta pembagian waris berupa akta dibawah tangan tersebut dapat saja dibuat oleh salah satu ahli waris tanpa persetujuan dari ahli waris yang lainnya artinya rawan menimbulkan konflik di kemudian hari. Sengketa akan muncul ketika pemegang hak mempunyai itikad tidak baik. Karena pengaruh adat yang masih kuat didalam masyarakat Sukoharjo yang menganut sistem kekeluargaan patrilineal dan menggunakan sistem kewarisan parental (berdasarkan orang tua), maka opini yang terbentuk adalah bahwa seluruh harta peninggalan pewaris akan dibagi rata kepada seluruh anak-anaknya. Padahal ada kemungkinan bahwa pewaris juga meninggalkan wasiat atau telah terjadi perbuatan hukum (misalnya jual beli) yang dilakukan dibawah tangan dan belum ada pencatatan pada sertifikat hak atas tanahnya. Oleh sebab itu, sebaiknya akta pembagian waris yang dijadikan sebagai dasar peralihan hak karena warisan pada kantor pertanahan sesuai Pasal 111 ayat (3) PMA/K.BPN Nomor 3 Tahun 1997 adalah berbentuk akta notaris. Akta notaris adalah akta otentik yang proses pembuatan aktanya sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan Pasal 1868 KUHPerdata yaitu dibuat oleh atau dihadapan Pejabat yang berwenang, dibuat menurut bentuk yang ditetapkan Undang-Undang, dan dibuat menurut tatacara yang ditetapkan Undang Undang.Sehingga para pihak dalam hal pembuatan akta yang dimaksud harus mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

SKRIPSI STUDI PELAKSANAAN PERUBAHAN HAK MILIK ATAS TANAH  STUDI PELAKSANAAN PERUBAHAN HAK MILIK ATAS TANAH MENJADI HAK GUNA BANGUNAN DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KARANGANYAR.

SKRIPSI STUDI PELAKSANAAN PERUBAHAN HAK MILIK ATAS TANAH STUDI PELAKSANAAN PERUBAHAN HAK MILIK ATAS TANAH MENJADI HAK GUNA BANGUNAN DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KARANGANYAR.

Dengan mengucapkan puji syukur alhamdulillah ke hadirat Allah S.W.T yang telah memberikan limpahan karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul “ STUDI PELAKSANAAN PERUBAHAN HAK MILIK ATAS TANAH MENJADI HAK

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pelaksanaan Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah yang Diperoleh Melalui Pewarisan di Kabupaten Sukoharjo.

PENDAHULUAN Pelaksanaan Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah yang Diperoleh Melalui Pewarisan di Kabupaten Sukoharjo.

Penyelenggaraan pendaftaran tanah yang dilakukan diharapkan dapat berhasil dengan baik guna kesejahteraan masyarakat, khususnya menjamin kepastian hukum terhadap hak atas tanah. Namun demikian dalam pelaksanaanya terkadang terdapat hambatan. Adapun hambatan yang berasal dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sukoharjo adalah lambatnya waktu pendafataran tanah hingga kurangnya sumber daya manusia (petugas) yang melaksanakan sertifikasi. Sedangkan hambatan dari masyarakat dapat berupa sengketa antar ahli waris, batas tanah tidak jelas akibat tidak dipasang patok, luas tanah tidak sesuai dengan luas tanah yang tertera dalam bukti bukti kepemilikan, pemilik tanah tidak dapat hadir pada saat pengukuran bidang tanahnya, serta tetangga batas tidak menyetujui batas-batas tanahnya. Hambatan-hambatan tersebut membuat sistem pendaftaran tanah tidak dapat
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects