Top PDF PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN OLEH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) TERHADAP PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH.

PENDAHULUAN  Pereduksian Peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Peranan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Terhadap Pemerintah Daerah Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004).

PENDAHULUAN Pereduksian Peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Peranan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Terhadap Pemerintah Daerah Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004).

Namun sayangnya penguatan peran DPRD tersebut tidak didukung oleh sistim pengawasan dan keseimbangan ( cheks and balance ) antara kekuasaan DPRD, Pemerintah Daerah, dan pemerintah pusat. Sehingga DPRD tampil sebagai lembaga legislatif yang dominan ( legislatif heavy ) yang mempunyai ruang lingkup kewenangan mutlak. Sebagai akibatnya sering terjadi konflik antara DPRD dengan Kepala Daerah dalam memperebutkan suatu kewenangan. Bahkan banyak terjadi kasus penyimpangan kewenangan yang dilakukan oleh DPRD di dalam pemerintahan daerah. Selain itu, disini peran pemerintah pusat di dalam pemerintahan daerahpun diminimalisir sedemikian rupa, akhirnya fungsi kontrol yang sebelumnya didominasi oleh pemerintah pusat, telah diambil alih sepenuhnya oleh DPRD.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DAN PENYELENGGARAANNYA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI KABUPATEN KARANGANYAR.

KEDUDUKAN KEUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DAN PENYELENGGARAANNYA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI KABUPATEN KARANGANYAR.

bahwa Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang, maka berbagai peraturan perundang-undangan produk masa kolonial dan sebelum perubahan Pasal 20 ayat (1) UUD tahun 1945 tersebut sudah tidak sesuai lagi. Dengan demikian diperlukan Undang- undang yang mengatur mengenai Pembentukan Peraturan Perundang- undangan, sebagai landasan yuridis dalam membentuk Peraturan Perundang-undangan baik di tingkat pusat maupun daerah, sekaligus mengatur secara lengkap dan terpadu, baik mengenai sistem, asas, jenis dan materi muatan Peraturan Perundang-undangan, persiapan, pembahasan dan pengesahan, pengundangan dan penyebarluasan maupun partisipasi masyarakat.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

TINJAUAN FIKIH SIYASAH TERHADAP FUNGSI PENGAWASAN DPRD KABUPATEN GARUT DALAM PEMAKZULAN BUPATI GARUT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH.

TINJAUAN FIKIH SIYASAH TERHADAP FUNGSI PENGAWASAN DPRD KABUPATEN GARUT DALAM PEMAKZULAN BUPATI GARUT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH.

Resiko penurunan citra terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini setidaknya pernah dihadapi oleh DPRD Kabupaten Garut yang dilaporkan mantan Bupati Garut Aceng HM Fikri atas tuduhan pelanggaran Tata Tertib DPRD dan pemalsuan dokumen terkait pemakzulannya. Menurut Aceng HM Fikri melalui kuasa hukumnya Eggy Sudjana mengatakan bahwa dasar pemberhentian Aceng yang ditetapkan dalam Keputusan DPRD Garut Nomor 30 Tahun 2012 tentang Pendapat DPRD Garut terhadap Dugaan Pelanggaran Etika dan Peraturan Perundang-undangan yang dilakukan Aceng HM Fikri tidak berdasarkan hukum. Dia mempermasalahkan penggantian form daftar hadir forum ulama Garut menjadi daftar hadir mendukung pemakzulan Bupati Aceng HM Fikri. Selain itu, ketika pembahasan masalah Aceng di DPRD Garut, terjadi pergantian salah satu anggota panitia khusus yang tanpa melewati sidang paripurna. Pelanggaran tata tertib lain adalah pengambilan Keputusan DPRD atas dasar desakan masyarakat. Dia mempermasalahkan sidang yang berlangsung terbuka sehingga DPRD terpengaruh massa yang masuk. Menurutnya, hal-hal itu melanggar Tata Tertib (tatib) DPRD. 8
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TATA KERJA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAH DAERAH

HUBUNGAN TATA KERJA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAH DAERAH

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah merupakan suatu lembaga yang terdapat di daerah, lembaga ini merupakan badan legislatif di daerah yang berfungsi mengontrol jalannya pemerintahan di daerah. kedudukan DPRD dalam menjalankan pemerintahan daerah diatur dalam Pasal 18 ayat (3) Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbu nyi “Pemerintah Daerah Provinsi, Daerah Kabupaten dan Kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang Angota-angotanya dipilih melalui pemilihan umum ” . DPRD merupakan lembaga yang terdapat di daerah dan dibentuk untuk menampung dan menyalurkan aspirasi dari masyarakat di daerah kepada Pemerintah Daerah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TATA KERJA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAH DAERAH

HUBUNGAN TATA KERJA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM MENYELENGGARAKAN PEMERINTAHAN DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAH DAERAH

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah merupakan suatu lembaga yang terdapat di daerah, lembaga ini merupakan badan legislatif di daerah yang berfungsi mengontrol jalannya pemerintahan di daerah. kedudukan DPRD dalam menjalankan pemerintahan daerah diatur dalam Pasal 18 ayat (3) Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbu nyi “Pemerintah Daerah Provinsi, Daerah Kabupaten dan Kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang Angota-angotanya dipilih melalui pemilihan umum ” . DPRD merupakan lembaga yang terdapat di daerah dan dibentuk untuk menampung dan menyalurkan aspirasi dari masyarakat di daerah kepada Pemerintah Daerah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERA

PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERA

Pada saat tertentu, jika pada saat keadaan dimana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak percaya atas kemampuan pemerintah daerah maupun kepala daerah dapat menyampaikan penilaian yang sah kepada pemerintahan daerah maupun kepala daerah “percaya” atau “tidak” (hak mos i) terhadap pencapaian pembangunan daerah yang telah ditetapkan (renstra, APBD dll). Dalam implementasi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 41 mengenai fungsi pengawasan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan bentuk pemerintahan selama 1 (satu) tahun memiliki kaitan erat dengan kepentingan masyarakat, sudah harus dilaksanakan sejak tahap perencanaan, tidak hanya pada tahap pelaksanaan dan pelaporan saja sebagaimana yang terjadi selama ini. Pengawasan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan efektif jika semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) benar-benar menempatkan diri dan tahu mengetahui batasan sebagai pengawas sesuai dengan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TATA KERJA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN/KOTA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

HUBUNGAN TATA KERJA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN/KOTA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

Penulisan skripsi ini pada dasarnya dilatarbelakangi Sistem pemerintahan daerah di Indonesia, menurut konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berdasarkan penjelasan dinyatakan bahwa daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi dan daerah provinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil yang disebut kabupaten atau kota. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 maka kebijakan politik hukum yang ditempuh oleh pemerintah terhadap pemerintahan daerah yang dapat mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan, menurut asas otonomi dan tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah, dengan mempertimbangkan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indoneeia (NKRI).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN DPRD DALAM RANGKA MENINGKATKAN PAD DARI SEKTOR PAJAK DAERAH DI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.

PENDAHULUAN PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN DPRD DALAM RANGKA MENINGKATKAN PAD DARI SEKTOR PAJAK DAERAH DI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.

Di dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 (dilihat juga dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009) ditegaskan bahwa penyelenggara Pemerintahan Daerah adalah Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemerintah Daerah disebut sebagai badan eksekutif daerah dan DPRD disebut sebagai badan legislatif daerah. Dengan demikian yang dimaksud dengan Pemerintahan Daerah menurut Pasal 1 angka 2 Undang- undang Nomor 32 Tahun 2004 (dilihat juga dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009) adalah, “Penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945”.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Optimalisasi pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2007 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta menurut undang undang nomor 32 tahun 2004

Optimalisasi pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2007 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta menurut undang undang nomor 32 tahun 2004

Berdasarkan ketiga prinsip di atas, jelas terlihat bahwa Undang- undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan di Daerah menghendaki agar daerah kabupaten dan kota yang dibentuk berdasarkan desentralisasi memiliki otonomi yang bulat dan utuh, sehingga berwenang untuk menentukan dan melaksanakan kebijakan atas prakarsa sendiri berdasar aspirasi masyarakat. Pada dasarnya semua kewenangan tersebut sudah ada pada daerah kabupaten dan kota, sehingga tidak perlu lagi penyerahan wewenang secara utuh kepada daerah. Daerah dapat menentukan sendiri beberapa fungsi pelayanan bagi masyarakat berdasarkan kebutuhan dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. Dalam hal ini tidak ada lagi ketergantungan daerah kabupaten dan kota terhadap daerah propinsi atau pemerintah pusat sehingga kemandirian daerah kabupaten dan kota dapat terwujudkan.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TATA KERJA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN/KOTA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

HUBUNGAN TATA KERJA ANTARA PEMERINTAH DAERAH DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN/KOTA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

Penulisan skripsi ini pada dasarnya dilatarbelakangi Sistem pemerintahan daerah di Indonesia, menurut konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berdasarkan penjelasan dinyatakan bahwa daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi dan daerah provinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil yang disebut kabupaten atau kota. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 maka kebijakan politik hukum yang ditempuh oleh pemerintah terhadap pemerintahan daerah yang dapat mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan, menurut asas otonomi dan tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah, dengan mempertimbangkan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indoneeia (NKRI).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pereduksian Peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Peranan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Terhadap Pemerintah Daerah Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004).

DAFTAR PUSTAKA Pereduksian Peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Peranan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Terhadap Pemerintah Daerah Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004).

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 46 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Malam Negeri No. 16 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Dalam Negeri Tahun 2010 – 2014. Peraturan Menteri No. 47 Tahun 2011 tentang Uraian Kebijakan Pengawasan Di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2012.

7 Baca lebih lajut

Bab 3 Perkembangan Pengelolaan Kekuasaan Negara di Pusat danDaerah dalam Mewujudkan Tujuan Negara Indonesia

Bab 3 Perkembangan Pengelolaan Kekuasaan Negara di Pusat danDaerah dalam Mewujudkan Tujuan Negara Indonesia

Perkembangan penyelenggaran kekuasaan negara di daerah juga terjadi dalam proses pemilihan kepala daerah. Ada tiga sistem pemilihan atau pengangkatan kepala daerah yang pernah berlaku di Indonesia, yaitu penunjukan langsung oleh Pemerintah Pusat (gubernur ditunjuk dan diangkat oleh Presiden, bupati/ walikota oleh Menteri Dalam Negeri), dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan dipilih langsung oleh rakyat. Berkaitan dengan hal tersebut, lakukanlah analisis terhadap kelebihan dan kelemahan ketiga sistem tersebut. Simpulkan sistem mana yang paling sesuai diterapkan di Indonesia. Tuliskan hasil analisis kalian dalam tabel di bawah ini dan komunikasikan kepada teman kalian yang lain.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Pengawasan Keuangan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Pengawasan Keuangan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Dalam pelaksanaan pemeriksaan, BPK dapat memanfaatkan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh aparat pengawasan intern pemerintah. Dengan demikian, luas pemeriksaan yang akan dilakukan dapat disesuaikan dan difokuskan pada bidang- bidang yang secara potensial berdampak pada kewajaran laporan keuangan serta tingkat efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan negara. Untuk itu, aparat pengawasan intern pemerintah wajib menyampaikan hasil pemeriksaannya kepada BPK dan juga dalam pelaksanaan tugasnya BPK diberi kewenangan untuk meminta dokumen yang wajib disampaiakan oleh pejabat atau pihak lain yang berkaitan dengan pelaksaan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, mengakses semua data yang disimpan diberbagai media, aset, lokasi, dan segala jenis barang dan dokumen dalam penguasaan atau kendali dari entitas yang menjadi obyek pemeriksaan atau entitas lain yang dipandang perlu dalam pelaksaan tugas pemeriksaan, melakukan penyegelan tempat penyimpanan uang, barang, dan dokumen pengelolaan keuangan negara, meminta keterangan kepada seseorang dalam hal ini BPK dapat melakukan pemanggilan kepada seseorang tersebut, dan memotret, merekam dan/atau mengambil sampel sebagai alat bantu pemeriksaan.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

peraturan daerah 2000 31

peraturan daerah 2000 31

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Otonomi Daerah berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka keberadaan sekretriat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul Sebagaiman diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul Nomor 24 Tahun 19997 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Wilayah/Daerah Kabupaten Daerah Tngkat II Bantul dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Daerah Tngkat II Bantul sudah tidak sesuai lagi;
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POLITIK INDONESIA ANALISIS SITUASI PANGAN

POLITIK INDONESIA ANALISIS SITUASI PANGAN

Pemilihan Umum diselenggarakan setiap 5 tahun untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD yang disebut pemilihan umum legislatif (Pileg) dan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden atau yang disebut pemilihan umum presiden (Pilpres). Pemilihan Umum di Indonesia menganut sistem multipartai.

2 Baca lebih lajut

 DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

Laporan ini disusun sesuai dengan sistematika dan secara substansial menggambarkan pencapaian target pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan yang dilaksanakan dalam kurun waktu 1 (satu) Tahun Anggaran, dengan mempertimbangkan etika dan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan efektifitas guna pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

2 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Perusahaan Daerah Pasar Ya’ahowu GunungsitoliDalam Meningkatkan PAD Kabupaten Nias

Strategi Pengembangan Perusahaan Daerah Pasar Ya’ahowu GunungsitoliDalam Meningkatkan PAD Kabupaten Nias

79 Undang-undang Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...