Top PDF PELAKSANAAN UNDANG UNDANG NOMOR 22 TAHUN 1999 TENTANG PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

PELAKSANAAN UNDANG UNDANG NOMOR 22 TAHUN 1999 TENTANG PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

PELAKSANAAN UNDANG UNDANG NOMOR 22 TAHUN 1999 TENTANG PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

Pengertian Retribusi Pasar adalah Pungutan Daerah sebagai pembayaran atas pemanfaatan atau penggunaan fasilitas pasar yang disediakan oleh Pemerintah Daerah. Adapun fasilitas pasar yang dimaksud adalah setiap fasilitas yang terdapat di pasar, yang selanjutnya disebut sebagai obyek retribusi pasar. Contoh dari fasilitas pasar adalah pelataran atau los yang terdapat di pasar. Namun dalam pengertian ini bukan berarti bahwa Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sama dengan pihak ketiga karena dengan sangat selektif dalam pemungutan retribusi Pemerintah Daerah dapat bekerjasama dengan badan-badan tertentu yang karena profesionalismenya layak dipercaya untuk ikut melaksanakan sebagian tugas pemungutan jenis retribusi secara lebih sfisien.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI 1. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) - ANALISIS PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA YOGYAKARTA (PERIODE TAHUN 2008-2015) - UMBY repository

BAB II LANDASAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI 1. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) - ANALISIS PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA YOGYAKARTA (PERIODE TAHUN 2008-2015) - UMBY repository

Namun dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai revisi dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000, yang mengamanatkan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebagai pajak daerah yang kewenangannya dilimpahkan kepada daerah, maka pemerintah daerah kini mempunyai tambahan sumber PAD yang berasal dari pajak daerah (diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011), sehingga saat ini jenis pajak daerah di Kota Yogyakarta terdiri dari 10 jenis pajak, yaitu :
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

perda no 3 tahun 2007

perda no 3 tahun 2007

Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka ketentuan yang mengatur tentang Retribusi Izin Trayek, Izin Operasi dan Kartu Pengawasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 1999 perlu disesuaikan dengan ketentuan peraturan dimaksud agar lebih berdaya guna dan berhasil guna didalam praktek penyelenggaraan serta dalam rangka peningkatan mutu pelayanan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Perda Kota Mataram Nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum

Perda Kota Mataram Nomor 14 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum

Bahwa sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 sebagai perubahan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka dalam rangka mendukung perkembangan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab, pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, perlu diadakan Retribusi Pelayanan Kesehatan, Retribusi Persampahan/Kebersihan, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil, Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta, Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, Retribusi Pelayanan Pendidikan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi di Kota Mataram yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Perda No. 11 Tahun 2002 RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH

Perda No. 11 Tahun 2002 RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH

Peraturan Daerah ini disebut Peraturan Daerah tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah dalam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penyusunan Peraturan Daerah ini adalah sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1997 tentang Retribusi Daerah dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 119 Tahun 1998 tentang Ruang Lingkup dan Jenis-jenis Retribusi Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II, dimana Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah termasuk dalam jenis Retribusi Jasa Usaha sebagaimana dimaksud pasal 18 ayat (2) huruf b Undang-undang Nomor 18 Tahun tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pasal 3 ayat (2) huruf m Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1997 tentang Retribusi Daerah dan pasal 7 huruf b angka 6 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 119 Tahun 1998 tentang Ruang Lingkup dan Jenis-jenis Retribusi Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

20325858611Tata Cara Penerbitan dan Bentuk Surat Keterangan Bebas  PBB

20325858611Tata Cara Penerbitan dan Bentuk Surat Keterangan Bebas PBB

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri hulu Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, dipandang perlu mengatur Tata Cara Penerbitan dan Bentuk Surat Keterangan Bebas (SKB) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan;

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemungutan Pajak Penerangan Jalan terhadap Penerimaan Pajak Daerah Kota Bandung: Studi Empirik pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung.

Pengaruh Pemungutan Pajak Penerangan Jalan terhadap Penerimaan Pajak Daerah Kota Bandung: Studi Empirik pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung.

Pajak daerah adalah pajak yang wewenang pemungutannya ada pada Pemerintah Daerah sementara pelaksanaanya dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah. Pajak daerah menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdiri dari 4 (empat) jenis Pajak Provinsi dan 7 (tujuh) jenis Pajak Kabupaten atau Kota. Menurut Undang-Undang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah sebagai mana telah diubah terakhir menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 2010 terdiri dari 5 (lima) jenis Pajak Provinsi dan 11 (sebelas) jenis Pajak Kabupaten atau Kota. Pajak Provinsi terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok. Pajak Kabupaten atau Kota terdiri dari Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perda Kota Mataram Nomor 16 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha

Perda Kota Mataram Nomor 16 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha

Bahwa sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 sebagai perubahan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka dalam rangka mendukung perkembangan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab, pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, perlu diadakan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Retribusi Pasar Grosir dan/atau Pertokoan, Retribusi Tempat Pelelangan, Retribusi Terminal, Retribusi Tempat Khusus Parkir, Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa, Retribusi Rumah Potong Hewan, Retribusi Pelayanan Kepelabuhan, Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah, di Kota Mataram yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM,

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM,

Bahwa sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 sebagai perubahan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka dalam rangka mendukung perkembangan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab, pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, perlu diadakan Retribusi Pelayanan Kesehatan, Retribusi Persampahan/Kebersihan, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil, Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta, Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, Retribusi Pelayanan Pendidikan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi di Kota Mataram yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERANAN RETRIBUSI PARKIR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA MAGELANG.

PENDAHULUAN PERANAN RETRIBUSI PARKIR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA MAGELANG.

tidak dibahas dalam penelitian ini yang berasal dari sumber- sumber keungan daerah seperti : pajak daerah, retribusi daerah dan lainlain. Sedangkan untuk nilai koefisien determinasi (R²) sebelum diterapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 1 Tahun 2006 Tentang Retribusi Parkir yaitu sebesar 0,934 yang berarti retribusi parkir (X) mampu mempengaruhi pendapatan asli daerah (Y) sebesar 93,4%. Dan sesudah ditetapkan perda yaitu sebesar 0,992 yang berarti retribusi parkir (X) mampu mempengaruhi pendapatan asli daerah (Y) sebesar 99,2%.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR : 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM,

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR : 16 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM,

Bahwa sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 sebagai perubahan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka dalam rangka mendukung perkembangan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab, pembiayaan pemerintahan dan pembangunan daerah yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, perlu diadakan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Retribusi Pasar Grosir dan/atau Pertokoan, Retribusi Tempat Pelelangan, Retribusi Terminal, Retribusi Tempat Khusus Parkir, Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa, Retribusi Rumah Potong Hewan, Retribusi Pelayanan Kepelabuhan, Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah, di Kota Mataram yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Mekanisme Pengenaan dan Pemungutan Pajak Parkir Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Mekanisme Pengenaan dan Pemungutan Pajak Parkir Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Daerah otonom harus memiliki kewenangan dan kemampuan keuangan untuk menggali sumber-sumber keuangan sendiri, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintah Daerahnya, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya Pajak Daerah dan Retribusi Daerah harus menjadi sumber keuangan terbesar. Sumber Pendapatan Daerah terdiri dari : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Pinjaman Daerah, lain-lain Penerimaan Daerah yang sah. Pajak Daerah adalah kontribusi wajib kepada Daerah otonom (daerah) yang terutang oleh orang pribadi atau Badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perda No. 22 Tahun 2001 RETRIBUSI PASAR GROSIR PELELANGAN HASIL PERIKANAN

Perda No. 22 Tahun 2001 RETRIBUSI PASAR GROSIR PELELANGAN HASIL PERIKANAN

Sebagai landasan dan Hukum untuk pelaksanaannya perlu ditetapkan Peraturan Daerah tentang Pasar Grosir Pelelangan Hasil Perikanan dengan berdasarkan kepada Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1997 tentang Retribusi Daerah dan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian dan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 189 Tahun 1997, Nomor 902/Kpts/PL/420/9/1997, Nomor 03/SKB/M/TK/ 1997 tentang Pelelangan Ikan. II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Official Website Provinsi Jambi

Official Website Provinsi Jambi

Bahwa dalam rangka menindaklanjuti berlakunya Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai panduan umum bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan pungutan baik berupa pajak daerah maupun retribusi daerah terhadap masyarakat, amatlah penting dipahami secara utuh bahwa sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Jambi guna untuk membiayai pelaksanaan Pembangunan Pemerintahan haruslah merujuk pada peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

perda no 12 tahun 2010

perda no 12 tahun 2010

Sejalan … Sejalan dengan perkembangan kebutuhan daerah dan mengikuti perkembangan masyarakat, Pemerintah merasa perlu memperluas kewenangan daerah untuk menggali potensi pendapatan asli daerah, dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap dana bantuan dari Pemerintah. Dengan latar belakang itu Pemerintah kemudian menerbitkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang mencabut Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 serta dalam upaya mengikuti perkembangan masyarakat, Peraturan Daerah yang mengatur tentang Pengelolaan Pajak Hiburan yaitu Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2002 tentang Pajak Hiburan perlu ditinjau kembali dan disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009, dan diharapkan dapat meminimalisasi keragaman penafsiran atas klausul-klausul yang terdapat didalamnya.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

JDIH Murung Raya

JDIH Murung Raya

Menimbang : a. bahwa dengan diberlakukannya Undangundang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 34 Tahun 2000 serta untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 pada Pasal 2 ayat (2) huruf b, tentang retribusi Daerah yang merupakan pungutan retribusi pelayanan persampahan / kebersihan ;

9 Baca lebih lajut

identifikasi sumber PAD

identifikasi sumber PAD

KESIMPULAN  Sumber-sumber pendapatan asli daerah ditetapkan berdasarkan Undang-Undang nomor 22 tahun 1999, yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan l[r]

9 Baca lebih lajut

perda no 5 tahun 2011 ttg retribusi terminal

perda no 5 tahun 2011 ttg retribusi terminal

Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan maka Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 21 Tahun 2000 tentang Retribusi Terminal dan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2002 tentang Retribusi Angkutan Barang sudah tidak sesuai lagi sehingga perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang baru ;
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

perda kab banggai no 3 tahun 2009

perda kab banggai no 3 tahun 2009

Dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah dan sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan untuk optimalisasi peningkatan PAD, maka terhadap Peraturan Daerah Tingkat II Banggai Nomor 4 Tahun 1998 tentang Pajak Reklame, perlu dilakukan penyesuaian dalam bentuk peraturan daerah.

2 Baca lebih lajut

Perda Kota Bima No 10 Tahun 2004

Perda Kota Bima No 10 Tahun 2004

Menimbang : a. bahwa dengan telah terbentuknya Kota Bima sebagai Daerah Otonom sesuai dengan Undang - undang Nomor 13 Tahun 2002 dan dalam rangka pelaksanaan Undang - undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka dipandang perlu dibentuk Kantor Koordinasi Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera ;

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...