Top PDF Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru SD

Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru SD

Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru SD

Abstrak: Tujuan umum kegiatan ini adalah tersedia guru SD yang kompeten dalam menulis karya ilmiah pengembangan profesi guru. Secara operasional, tujuan kegiatan ini adalah: 1) Tersedia guru yang terampil dan siap melaksanakan sosialisasi ragam jenis pengembangan profesi guru; 2) Terbantunya guru untuk mampu mengembangkan profesi, khususnya dalam penulisan karya tulis ilmiah (KTI) hasil penelitian tindakan kelas (PTK); 3) Terbinanya guru dalam melakukan PTK di kelas yang dibinanya; 4) Terbinanya guru dalam menyusun laporan penelitian dan artikel jurnal ilmiah hasil kegiatan PTK; 5) Tersusunnya laporan penelitian dari kegiatan PTK yang ditulis oleh guru; dan 6) Terbitnya jurnal edisi khusus yang memuat artikel hasil kegiatan PTK yang ditulis oleh guru. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Pada akhir kegiatan program ini diperoleh hasil: 1) Sebanyak 27 orang guru SD Golongan IVa mengikuti kegiatan pelatihan secara utuh selama 26 jam pelajaran; 2) Terlaksana empat kali pendampingan dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penulisan laporan PTK; 3) Tersedia 27 laporan hasil PTK yang sendiri oleh setiap peserta dengan bimbingan dan arahan tim pendamping; 4) Tersedia 27 artikel hasil PTK yang memungkinkan dimuat dalam jurnal berkala lokal, nasional, maupun nasional terakreditasi; 5) Terbentuk penerbitan berkala lokal “MANONJAYA” untuk publikasi hasil- hasil PTK guru; dan 6) Dua artikel terbaik yang siap dimuat pada terbitan berkala yang diterbitkan oleh lembaga di lingkungan UPI.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Guru  Melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru SD

Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Guru Melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru SD

Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru-guru SD di Gugus Urip Sumoharjo. Masalah yang dialami oleh guru-guru SD meliputi (1) Kurangnya pemahaman guru mengenai pelaksanaan PTK, (2) Kurangnya pemahaman guru tentang penulisan proposal PTK, (3) Kurangnya pemahaman guru dalam melaporkan hasil PTK, dan (4) Kurangnya kepercayaan diri guru dalam melakukan PTK, dan (5) Kurangnya pengalaman guru dalam melakukan PTK. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun proposal, melakukan penelitian tindakan kelas dan melaporkannya. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu : tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Pelaksanaan pelatihan ini dapat dikatakan berhasil. Indikator yang menjadi tolak ukur keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah tercapainya tujuan kegiatan yakni meningkatnya pemahaman guru mengenai PTK, meningkatnya motivasi dalam melaksanakan PTK dan guru memperoleh pengalaman langsung dalam menyusun proposal PTK.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN GURU SD DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MELALUI PELATIHAN ABSTRAK

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN GURU SD DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MELALUI PELATIHAN ABSTRAK

guru-guru SD di Gugus V Kecamatan Karangasem dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan penulisan artikel ilmiah melalui upaya pelatihan dan pendampingan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan terhadap tingkat penguasaan guru SD mengenai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan penulisan karya tulis ilmiah. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, membahas materi: Konsep Dasar PTK; Langkah-langkah PTK; Merancang PTK; Laporan PTK; dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Peserta adalah guru-guru SD yang berasal dari tujuh sekolah di Gugus V Kecamatan Karangasem, dengan total peserta 33 orang. Rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan one group pretest-posttest. Soal pre test dan post test terdiri dari sepuluh soal yang berhubungan dengan PTK dan sepuluh soal yang berhubungan dengan penulisan artikel ilmiah. Untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan penguasaan guru-guru tentang PTK dan karya tulis ilmiah setelah diberikan pelatihan, dilakukan analisis statistik melalui uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pengusaan guru setelah diberikan pelatihan. Rata-rata penguasaan guru pada pre test adalah 43,64 dan post test 60,15. Pemberian pelatihan memberikan persentase peningkatan pengusaan guru terhadap PTK dan artikel ilmiah sebesar 37,85 persen.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN GURU SD DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MELALUI PELATIHAN.

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN GURU SD DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MELALUI PELATIHAN.

Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari: pemberian pretest , pemberian perlakuan, kemudian dilaksanakan posttest . Perlakuan yang diberikan berupa pemberian pelatihan selama 3 hari, membahas materi: Konsep Dasar PTK, Langkah-langkah PTK, Merancang PTK, Laporan PTK, dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Peserta adalah guru-guru SD yang berasal dari tujuh sekolah di Gugus V Kecamatan Karangasem, dengan total peserta 33 orang. Soal pretest dan posttest berjumlah 20 soal, yang terdiri dari sepuluh soal PTK dan sepuluh soal tetang karya tulis ilmiah. Indikator keberhasilan kegiatan pelatihan ini adalah adanya peningkatan penguasaan guru peserta pelatihan tentang PTK dan penulisan karya tulis ilmiah. Tujuan pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan, pembekalan, dan pengarahan kepada para guru tentang PTK dan karya tulis ilmiah. Dengan diberikannya pelatihan terlebih dahulu, diharapkan proses pendampingan di masing- masing sekolah nantinya akan berlangsung lancar. Selama kegiatan pelatihan, selain materi presentasi, peserta juga diberikan Modul Panduan Penelitian Tindakan Kelas dan Modul Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Modul ini disusun dari berbagai sumber yang relevan dengan materi pelatihan dan pendampingan, dimaksudkan untuk dapat digunakan sebagai pegangan bagi guru selama pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, maupun setelah program pendampingan selesai dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN GURU SD DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MELALUI PELATIHAN.

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN GURU SD DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MELALUI PELATIHAN.

Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari: pemberian pretest, pemberian perlakuan, kemudian dilaksanakan posttest. Perlakuan yang diberikan berupa pemberian pelatihan selama 3 hari, membahas materi: Konsep Dasar PTK, Langkah-langkah PTK, Merancang PTK, Laporan PTK, dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Peserta adalah guru-guru SD yang berasal dari tujuh sekolah di Gugus V Kecamatan Karangasem, dengan total peserta 33 orang. Soal pretest dan posttest berjumlah 20 soal, yang terdiri dari sepuluh soal PTK dan sepuluh soal tetang karya tulis ilmiah. Indikator keberhasilan kegiatan pelatihan ini adalah adanya peningkatan penguasaan guru peserta pelatihan tentang PTK dan penulisan karya tulis ilmiah. Tujuan pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan, pembekalan, dan pengarahan kepada para guru tentang PTK dan karya tulis ilmiah. Dengan diberikannya pelatihan terlebih dahulu, diharapkan proses pendampingan di masing- masing sekolah nantinya akan berlangsung lancar. Selama kegiatan pelatihan, selain materi presentasi, peserta juga diberikan Modul Panduan Penelitian Tindakan Kelas dan Modul Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Modul ini disusun dari berbagai sumber yang relevan dengan materi pelatihan dan pendampingan, dimaksudkan untuk dapat digunakan sebagai pegangan bagi guru selama pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, maupun setelah program pendampingan selesai dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Penerapan Pelatihan Partisipatif Pada Kegiatan Penulisan Dan Publikasi Karya Ilmiah Bagi Guru SD

Penerapan Pelatihan Partisipatif Pada Kegiatan Penulisan Dan Publikasi Karya Ilmiah Bagi Guru SD

Sinyalemen yang muncul dalam tataran praktik adalah bahwa implementasi kebijakan PKB sebagai wadah pengembangan keprofesian guru yang diharapkan dapat meningkatkan martabat dan citra profesi guru belum memadai, paling tidak jika diukur dari kelancaran dalam peningkatan jenjang karier jabatan guru (Mawardi, 2012: 105). Salah satu kendala kenaikan pangkat bagi guru adalah kurang terpenuhinya angka kredit nilai pengembangan diri yang diajukan. Kebanyakan dari mereka belum dapat mempublikasikan karya tulis, yang menjadi salah satu syarat memenuhi angka kredit. Untuk itulah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah menggelar kegiatan pelatihan membuat karya ilmiah. Hal itu disampaikan Asep Sukendar, Ketua Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah (Suara Merdeka, 17 Februari 2018). Sementara banyak pakar meyebutkan penyebab berhentinya karier guru disebabkan oleh karena kompetensi guru dalam memenuhi komponen publikasi ilmiah yang masih sangat rendah (Sujianto, 2013; Sunardi, 2013; BKD Magelang, 2015).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah bagi guru-guru SD di desa Geneng kabupaten Jepara

Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah bagi guru-guru SD di desa Geneng kabupaten Jepara

Pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 guru dari target 30 guru. Sehingga, ketercapaian peserta adalah 83% atau dapat dinilai baik. Hal tersebut dikarenakan beberapa guru memiliki kegiatan masing-masing yang tidak bisa ditinggal. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian ini dapat dinilai baik. Semua materi yang telah direncanakan dapat disampaikan kepada peserta, meskipun karena keterbatasan waktu ada beberapa materi yang hanya disampaikan secara garis besar. Kendala yang dihadapi oleh guru dalam menyelesaikan tugas individu adalah kesibukan disekolah sehingga tidak banyak hasil PTK yang jadi. Sehingga, ketercapaian masih dirasa kurang, sehingga harus mampu menggalakkan lagi budaya menulis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PKM Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru Sekolah Dasar Kecamatan Situbondo di SD Islam Al Abror

PKM Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru Sekolah Dasar Kecamatan Situbondo di SD Islam Al Abror

Tindakan dalam kegiatan ini berupa implementasi Program. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam implementasi program adalah (a) pembentukan tim untuk kegiatan Workshop KTI, (b) pelaksanaan Workshop KTI, dengan melakukan kegiatan pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah dan juga penulisan Jurnal Ilmiah sehingga guru-guru mampu menulis karya tulis ilmiah dan juga jurnal ilmiah. (c) Pembuatan Pojok Bacaan Buku Jurnal ber ISSN. Hal ini untukmengatasi kurangnya pengetahuan tentang Jurnal Ilmiah., (d) pelaksanaan Seminar tentang Seminar Peningkatan Jabatan bagi guru SD mitra yaitu SD Islam Al-Abror yang Melibatkan Dinas Pendidikan Situbondo, e) Pembuatan Pojok Bacaan untuk referensi terkait peraturan dan refensi terkait. Hal ini untukmengatasi kurangnya pengetahuan tentang kenaikan jabatan. Dari jumlah total keseluruhan peserta pelatihan sejumlah 20 guru, semuanya berkesempatan hadir dan tetap mengikuti sampai dengan tahap akhir kegiatan pelatihan, yaitu menyusun satu judul karya tulis penelitian tindakan kelas yang dirumuskan berdasarakan hasil identifikasi masalah yang terjadi pada kelas masing-masing, dan dituangkan dalam bentuk matrik rancangan penelitian, yang kemudian akan dikembangkan menjadi usulan Proposal Penelitian Tindakan Kelas.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Inservice Training Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru Di Pekanbaru

Inservice Training Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru Di Pekanbaru

guru-guru SD dalam penulisan karya ilmiah. memberikan pengalaman dan tingkat kepuasan yang sangat baik bagi para guru. Hal ini mengambarkan bahwa program program serupoa seperti ini wajib untuk dilaksanakan kembali dan disebar luaskan. Untuk item yang paling baik yaitu berkaitan tentang penguasaan narasumber dalam menguasi materi karya ilmiah. Ketika ditanya kepada para peserta berkaitan saran dan pesan diketahui bahwa banyak peserta yang menyatakan bahwa proses pengabdian berjalan dengan baik dan lancar serta sesuai dengan apa yang diharapkan, para narasumbernya sangat ramah dan bisa diajak diskusi dan memberikan pemahaman yang baik, untuk itu para peserta berharap adanya kelanjutan program peningkatan profesionalisme para guru selanjutnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU SMPN 3 NGUNUT

PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU SMPN 3 NGUNUT

ilmiah ini adalah terkait referensi, penulisan kutipan, dan daftar rujukan. Mereka kesulitan menemukan referensi yang relevan yang bermutu. Hal ini antara lain disebabkan oleh kurangnya membaca serta kurang terampil mencari referensi dari internet. Secara intensif, penyaji memberikan bimbingan pada peserta sesuai dengan masalah yang dihadapi. Kegiatan ini telah membantu peserta untuk menyusun dan memperbaiki kerangka artikel yang mereka punya setelah dibekali dengan pengetahuan teknis maupun teoretis mengenai cara menulis artikel untuk diterbitkan di jurnal akademik. Dengan bimbingan dari pelatih, akhirnya para guru dapat menyelesaikan penulisan artikel meskipun kualitasnya masih perlu ditingkatkan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU MI DAN MTS. SE KOTA MATARAM - Repository UNRAM

PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU MI DAN MTS. SE KOTA MATARAM - Repository UNRAM

Untuk melaksanakan seluruh rancangan tahapan kegiatan, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif (Kusmayardi & Sugiarto, 2000) dengan metode praktik penugasan. Melalui metode ini, guru-guru madarsah diberikan konsep dasar karya tulis ilmiah. Setelah pembahasan konsep dasar, mereka diberikan tugas praktik untuk menyusun artikel ilmiah/ proposal penelitian di bawah bimbingan Tim Dosen. Melalui pembimbingan dan pendampingan secara intensif, maka pada akhir kegiatan diperoleh produk pelatihan sebagaimana diharapkan. Dengan menggunakan pendekatan dan metode yang ada, seluruh guru melakukan aktivitas secara partisipatif meliputi analisis hasil pendalaman studi pendahuluan, merancang kegiatan, melaksanakan kegiatan, evaluasi pasca kegiatan, penyusunan laporan, dan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti mengembangkan instrumen dengan basis indikator-indikator yang sesuai dengan kajian pustaka. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU SMPN 3 NGUNUT

PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU SMPN 3 NGUNUT

ilmiah ini adalah terkait referensi, penulisan kutipan, dan daftar rujukan. Mereka kesulitan menemukan referensi yang relevan yang bermutu. Hal ini antara lain disebabkan oleh kurangnya membaca serta kurang terampil mencari referensi dari internet. Secara intensif, penyaji memberikan bimbingan pada peserta sesuai dengan masalah yang dihadapi. Kegiatan ini telah membantu peserta untuk menyusun dan memperbaiki kerangka artikel yang mereka punya setelah dibekali dengan pengetahuan teknis maupun teoretis mengenai cara menulis artikel untuk diterbitkan di jurnal akademik. Dengan bimbingan dari pelatih, akhirnya para guru dapat menyelesaikan penulisan artikel meskipun kualitasnya masih perlu ditingkatkan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Laporan Kegiatan Pengabdian Masyarakat "Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru Di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan

Laporan Kegiatan Pengabdian Masyarakat "Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru Di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan

Berdasarkan kondisi tersebut, dosen-dosen fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dr. Soetomo merasa perlu melaksanakan pengabdian masyarakat yang berupa pelatihan menulis karya ilmiah berupa artikel, mengingat jenis itu yang diperlukan oleh guru untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut.

17 Baca lebih lajut

c 5 materi pelatihan penulisan karya tulis ilmiah

c 5 materi pelatihan penulisan karya tulis ilmiah

Sebenarnya kesulitan guru-guru dalam menulis karya ilmiah merupakan permasalahan klasik yang terus mengemuka. Kenyataan ini didukung dengan data dari Badan Kepegawaian Nasioanal yang mencatat bahwa dari 1.461.124 guru, 22,87 % adalah guru golongan IVA, 0,16 % golongan IVB, 0,006 % guru golongan IVC, 0,001 % golongan IVD, dan 0,00 % guru golongan IVE, sedangkan sisanya golongan IVA ke bawah. Berdasarkan data di atas, tampak jelas bahwa golongan kepangkatan guru mengalami stagnasi pada golongan IVA. Hal ini dikarenakan untuk naik ke jenjang kepangkatan berikutnya, guru-guru diharuskan menulis karya ilmiah, dan tidak ada 1% guru yang berhasil menulis karya ilmiah sebagai prasyarat untuk naik ke golongan IVB. Sebenarnya guru-guru yang lain juga sudah mencoba untuk menulis karya ilmiah sebagai syarat kenaikan jenjang kepangkatan, tetapi seringkali karya mereka tidak memenuhi syarat karena kurang berkualitas.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penulisan Karya Ilmiah Guru Sekolah Dasar Pascapelatihan

Penulisan Karya Ilmiah Guru Sekolah Dasar Pascapelatihan

(2008:515) yang mengatakan bahwa aktivitas bimbingan karya tulis bagi 10.000 guru tidak efektif. Tetap perlu dilakukan gerakan menulis ilmiah secara berkelanjutan demi terwujudnya guru profesional” (Suandi 2008). Artinya, untuk mencetak guru yang mampu menulis karya ilmiah hasil PTK dengan baik dan benar sesuai kaidah penulisan ilmiah, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Hal itu masih membutuhkan waktu. Guru SDN di Kecamatan Cisauk baru kali pertama ini mendapat pelatihan dan

15 Baca lebih lajut

Pelatihan Dan Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal   Bagi Guru-Guru Ips Kabupaten Malang

Pelatihan Dan Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal Bagi Guru-Guru Ips Kabupaten Malang

Hasil evaluasi terhadap kuantitas dan kualitas artikel yang telah dibuat peserta dengan keberlanjutan pendampingan melalui e-mail dari kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut. Hanya ada satu guru yang mengumpulkan artikel ilmiah yang akan diterbitkan dalam JTP2IPS dengan judul “Peran Wisata Religi Makam Gus Dur dalam Membangun Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Sekitar Pondok Pesantren Tebuireng Jombang”. Alasan klasik yang selalu diutarakan guru mengapa tidak bisa mengumpulkan karena 1) mereka sibuk mengajar sehingga tidak sempat menulis, 2) mereka baru memulai penelitian sehingga belum ada bahan hasil penelitian yang akan ditulis menjadi artikel. Walaupun demikian, mereka merasa memiliki wawasan tentang penulisan artikel ilmiah. Patut disyukuri bersama bahwa kegiatan pengabdian pada masyarakat ini memberikan hasil antara lain meningkatnya jalinan kerjasama antara prodi P.IPS dengan guru-guru IPS MGMP Kabupaten Malang, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru IPS dalam merancang dan menyusun artikel. Selain dapat memberikan wawasan dan keterampilan kepada mereka dalam menulis artikel ilmiah, mereka juga merasa lebih percaya diri dalam membimbing siswa dalam pembuatan karya tulis ilmiah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU-GURU KIMIA DI KABUPATEN BULELENG

PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU-GURU KIMIA DI KABUPATEN BULELENG

Hasil evaluasi terhadap kuantitas dan kualitas artikel dari kegiatan P2M ini adalah sebagai berikut. Tidak ada guru yang mengumpulkan artikel ilmiah yang akan diterbitkan dalam JPKimia. Salah satu alasan guru-guru kimia adalah mereka belum sempat menulis artikel karena mereka sibuk mengajar. Alasan yang lainnya adalah mereka baru memulai penelitian sehingga belum ada bahan hasil penelitian yang akan ditulis menjadi artikel. Alasan berikutnya adalah mereka baru saja naik pangkat/jabatan sehingga mereka belum membutuhkan kredit point dari artikel saat ini. Walaupun demikian, mereka merasa memiliki wawasan tentang penulisan karya ilmiah, baik dalam penulisan proposal penelitian, laporan penelitian, maupun artikel ilmiah. Mereka akan bersusaha melakukan penelitian untuk dapat ditulis menjadi artikel di kemudian hari, apalagi dengan diberlakukannya Permenegpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Angka Fungsional Guru dan Angka Kreditnya bahwa guru wajib membuat pengembangan profesi untuk dapat diangkat pada jabatan yang lebih tinggi, tidak terkecuali golongannya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesionalisme Guru

Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesionalisme Guru

Selesainya paparan materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta kegiatan pengabdian. Beberapa pertanyaan yang diberikan peserta kepada pemateri diantaranya adalah (1) Apa fungsi dari kata kunci dan bagaimana memilih kata kunci yang benar?; (2) jurnal itu apa dan bagaimana memilih jurnal yang cocok dengan artikel yang dibuat?; (3) bagaimana menulis artikel dari hasil PTK?; dan (4) apakah artikel yang dibuat boleh dipublish selain di jurnal?”. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta memberikan gambaran kepada tim pengabdian bahwa mayoritas guru belum pernah melakukan atau membuat artikel ilmiah. Hal ini dikarenakan guru tidak memiliki bahan yang cukup dan pengetahuan yang cukup untuk membuat artikel ilmiah. Kurangnya pengalaman membuat PTK membuat guru tidak memiliki materi untuk publikasi. Sebagian besar guru tampak awam atau tidak biasa mendengar istilah jurnal. Tim pengabdian juga menemukan bahwa belum ada satu pun peserta kegiatan yang pernah mempublish artikel ilmiah di jurnal. Enam dari 20 peserta yang merupakan guru berstatus PNS (pegawai negeri sipil) tidak pernah membuat dan mempublikasikan satu artikel pun. Hal ini dikarenakan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

penulisan karya ilmiah bagi guru smk

penulisan karya ilmiah bagi guru smk

Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta memiliki wawasan, pemahaman dan sikap yang positif mengenai kegiatan menulis sebagai bagian kompetensi guru; mengidentifikasi peluang dan bahan karya tulis ilmiah; menyusun organisasi karangan ilmiah; menggunakan berbagai pendekatan karya tulis ilmiah; mengenal berbagai media dan bentuk karya tulis ilmiah; dan membuat karya tulis ilmiah.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...