Top PDF PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT PATI

PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) SEBAGAI BAHAN  PEMBUAT PATI

PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT PATI

Biji buah alpukat sampai saat ini hanya dibuang sebagai limbah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal di dalam biji alpukat mengandung zat pati yang cukup tinggi, yakni sekitar 23%. Hal ini memungkinkan biji alpukat sebagai alternative sumber pati. Biji alpukat yang diolah menjadi pati, selain bermanfaat mengurangi pencemaran lingkungan, juga dapat menciptakan peluang usaha baru. Pati biji alpukat seelanjutnya dapat diolah menjadi berbagaihasil olahan yang mempunyai nilai jual tinggi, antara lain : dodol, kerupuk, snack, biscuit dan sebagainya. 1
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

STUDI KEMAMPUAN PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET PARACETAMOL  KEMPA LANGSUNG

STUDI KEMAMPUAN PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET PARACETAMOL KEMPA LANGSUNG

Pasta pati dibuat dengan konsentrasi 42% berdasarkan berat kering dengan air dan dipanaskan diatas suhu gelatinisasinya sambil diaduk secara perlahan-lahan hingga diperoleh massa kental, didinginkan dan dikeringkan di oven pada suhu 60 0 C selama 1 x 24 jam. Serpihan yang diperoleh dihaluskan dengan blender dan diayak dengan ayakan mesh 100. Pada proses ini dihasilkan pati biji alpukat pregelatinasi sebanyak 164,626 gram.

8 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) Untuk Pembuatan Edible Film

Pemanfaatan Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) Untuk Pembuatan Edible Film

Kelarutan merupakan persen berat kering dari film yang terlarut setelah dicelupkan di dalam air selama 24 jam. Tingginya nilai kelarutan edible film menunjukkan semakin mudahnya edible film untuk dikonsumsi (Syarifuddin dan Yunianta, 2015). Hasil dari sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi pati biji alpukat yang berbeda memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai kelarutan edible film. Rata-rata nilai kelarutan edible film setelah diuji lanjut dengan DNMRT taraf 5% disajikan pada Tabel 1.

10 Baca lebih lajut

STUDI KEMAMPUAN PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET PARACETAMOL KEMPA LANGSUNG

STUDI KEMAMPUAN PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR PADA TABLET PARACETAMOL KEMPA LANGSUNG

Pati memiliki keterbatasan dalam penggunaannya, karena tidak dapat dicetak dan laju alir kurang baik (The Departement of Health, 2009: 378), sehingga pati banyak dipakai dalam metode granulasi basah yang memerlukan waktu yang cukup lama sehingga untuk membuat tablet sebaiknya memilih metode kempa langsung yang lebih ekonomis serta bahan obat yang peka lembab dan panas dapat dibuat menjadi tablet dengan metode tersebut (Voight, 1995:169).

8 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN EKSTRAK LIDAH BUAYA SEBAGAI BAHAN AKTIF LOSIO TABIR SURYA

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN EKSTRAK LIDAH BUAYA SEBAGAI BAHAN AKTIF LOSIO TABIR SURYA

Ekstrak biji alpukat dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut isopropil alkohol. Sedangkan ekstrak lidah buaya dibuat dari jus lendir lidah buaya yang dikeringkan dengan metode pengeringan beku. Ekstrak diformulasikan dengan 3 variasi kombinasi konsentrasi ekstrak, yaitu ekstrak alpukat 100% (F I), ekstrak alpukat:ekstrak lidah buaya 50%:50% (F II) dan ekstrak lidah buaya 100% (F III). Losio diuji sifat fisiknya meliputi uji pH, viskositas, homogenitas, kestabilan dan daya sebarnya. Losio kemudian diuji aktivitas antioksidan secara in vitro dengan metode FTC (Feri tiosianat) dan diukur nilai SPF-nya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode simplex lattice design.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Karakteristik Edible Film Hasil Kombinasi Pati Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) dan Pati Jagung (Amilum maydis)

Karakteristik Edible Film Hasil Kombinasi Pati Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) dan Pati Jagung (Amilum maydis)

Beberapa peneliti melakukan penelitian menggunakan pati jagung juga menggunakan pati biji alpukat diantaranya (Dyah dan widya 2013) mengkaji karakteristik fisik dan kimia edible film pati jagung yang diinkorporasi dengan perasan temu hitam, sedangkan (Yudiandaniet al. 2016) mengkaji pemanfaatan biji alpukat (persea Americana Mill.) untuk pembuatan edible film. Pengujian elongasi melakukan pengambilan sampel yang dipotong dengan ukuran panjang 5cm X 1cm, sampel diuji menggunakan Tensile Strength didapatkan saat tercapainya tarikan maksimum hingga edible putus (Purwanti 2010). Adapun
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) PADA PRODUKSI BIOETANOL DAN ANALISIS POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR KIMIA PADA MATERI MINYAK BUMI

PEMANFAATAN LIMBAH BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) PADA PRODUKSI BIOETANOL DAN ANALISIS POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR KIMIA PADA MATERI MINYAK BUMI

Penggunaan bahan ajar dapat menciptakan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Bahan ajar membantu siswa sehingga mereka tidak lagi terpaku pada penjelasan guru. Siswa dengan bebas menggali pengetahuannya sendiri, dan kemudian mengembangkan pengetahuan yang telah dimilikinya tersebut. Penggunaan bahan ajar selama pembelajaran juga menciptakan suasana belajar yang lebih atraktif dan komunikatif serta mengurangi dominasi guru selama pembelajaran berlangsung. 6

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat Dan Kulit Kacang Tanah Sebagai Bahan Baku Plastik Ramah Lingkungan (Degradable) Dengan Penambahan Gliserol.

PENDAHULUAN Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat Dan Kulit Kacang Tanah Sebagai Bahan Baku Plastik Ramah Lingkungan (Degradable) Dengan Penambahan Gliserol.

Biji alpukat merupakan salah satu bagian tumbuhan yang berfungsi untuk menyimpan bahan makanan pada tumbuhan alpukat. Alpukat terdiri dari 65% daging buah (mesokarp), 20% biji (endocarp), dan 15% kulit buah (perikarp). Dalam pemanfaatannya seringkali biji alpukat dibuang setelah diambil daging buahnya. Kandungan pati pada biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan pembuatan plastik ramah lingkungan. Pati merupakan bagian penyusun utama dari cadangan makanan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Pati Sagu dan Tepung Biji Saga dalam Pembuatan Mi Instan

Pemanfaatan Pati Sagu dan Tepung Biji Saga dalam Pembuatan Mi Instan

Biji saga dapat dikonsumsi manusia, dibeberapa daerah di Indonesia biji saga sudah biasa dimanfaatkan untuk bahan makanan. Beberapa asam amino yang terdapat dalam biji saga adalah isoleusin, leusin, lisin, metionin, sistein, fenilalanin, tirosin, treonin dan valin (Pratiwiningsih, 1984). Penggunaan biji saga sebagai sumber protein sangat berpotensi untuk meningkatkan nilai gizi dan kualitas dalam suatu makanan karena kadar protein terlarut yang dimiliki tepung biji saga cukup tinggi. Kandungan protein yang terdapat pada biji saga yang dijadikan tepung tersebut juga lebih besar bila dibandingkan dengan tepung kedelai dan beberapa tanaman komersil lainnya (Sutikno, 2009). Oleh karena itu, diharapkan dapat dijadikan komoditi baru dalam menunjang usaha penanggulangan kekurangan gizi terutama protein. Tujuan Penelitian
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Pati Biji Durian (Durio Zibethinus Murr.) Dan Pati Sagu (Metroxylon SP.) Dalam Pembuatan Bioplastik

Pemanfaatan Pati Biji Durian (Durio Zibethinus Murr.) Dan Pati Sagu (Metroxylon SP.) Dalam Pembuatan Bioplastik

Pati yang diperoleh dari ekstrak biji durian menggunakan pelarut air, berpotensi, dan dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan untuk membuat bioplastik yaitu plastik ramah lingkungan (biodegradable). Karakteristik mekanik bioplastik yang dihasilkannya hampir sama dengan bioplastik dari pati sagu dan pati singkong. Penampakan fisik bioplastik yang terbuat dari pati biji durian terlihat lebih gelap daripada bioplastik yang terbuat dari pati sagu karena adanya protein dalam pati biji durian cukup tinggi yang dapat menginduksi terjadinya reaksi pencoklatan. Bioplastik pati biji durian dan bioplastik pati sagu yang dipendam dalam tanah akan mengalami pengurangan berat akibat terjadi proses degradasi oleh mikroba di dalam tanah, namun keduanya tidak berbeda nyata. Potensi pati ini diharapkan dapat dipakai untuk membuat kantong plastik belanja ramah lingkungan sehingga produknya dapat dijual dengan harga yang lebih murah, karena pati biji
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Pati Biji Durian (Durio zibethinus Murr.) dan Pati Sagu (Metroxylon sp.) Dalam Pembuatan Bioplastik

Pemanfaatan Pati Biji Durian (Durio zibethinus Murr.) dan Pati Sagu (Metroxylon sp.) Dalam Pembuatan Bioplastik

Pati yang diperoleh dari ekstrak biji durian menggunakan pelarut air, berpotensi, dan dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan untuk membuat bioplastik yaitu plastik ramah lingkungan (biodegradable). Karakteristik mekanik bioplastik yang dihasilkannya hampir sama dengan bioplastik dari pati sagu dan pati singkong. Penampakan fisik bioplastik yang terbuat dari pati biji durian terlihat lebih gelap daripada bioplastik yang terbuat dari pati sagu karena adanya protein dalam pati biji durian cukup tinggi yang dapat menginduksi terjadinya reaksi pencoklatan. Bioplastik pati biji durian dan bioplastik pati sagu yang dipendam dalam tanah akan mengalami pengurangan berat akibat terjadi proses degradasi oleh mikroba di dalam tanah, namun keduanya tidak berbeda nyata. Potensi pati ini diharapkan dapat dipakai untuk membuat kantong plastik belanja ramah lingkungan sehingga produknya dapat dijual dengan harga yang lebih murah, karena pati biji
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pemanfaatan pati biji salak dan singkong sebagai bahan baku bioplastik ramah lingkungan dengan penambahan plasticizer sorbitol dan gliserol

Pemanfaatan pati biji salak dan singkong sebagai bahan baku bioplastik ramah lingkungan dengan penambahan plasticizer sorbitol dan gliserol

Saat ini telah dikembangkan produk bioplastik yang digunakan sebagai upaya penyelamatan lingkungan dari efek buruk plastik. Bioplastik yang dikembangkan akan mampu mengurai kembali secara alami dengan bantuan mikroorganisme menjadi senyawa yang aman bagi lingkungan. Umumnya plastik konvensional yang ada terbuat dari petroleum, batu bara atau gas alam. Sedangkan bioplastik berbahan dasar material yang mudah diperbaharui yakni senyawa-senyawa dari tumbuhan sperti pati, kolagen, selulosa, kasein dan lipid yang ada pada binatang (Ummah, 2013).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN PATI DARI LIMBAH BIJI DURIAN (Durio zibethinus L.) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BIOPLASTIK.

PEMANFAATAN PATI DARI LIMBAH BIJI DURIAN (Durio zibethinus L.) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BIOPLASTIK.

Bioplastik adalah plastik yang dapat digunakan layaknya seperti plastik konvensional, namun akan hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme. Penggunaan pati sebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati. Biji durian berpotensi sebagai bahan pembuatan bioplastik karena mengandung pati cukup tinggi yaitu 17,27%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pati dari limbah biji durian dapat digunakan sebagai alternatif bahan bioplastik serta bagaimana karakteristik bioplastik yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah dengan mencampurkan pati biji durian, kitosan dan gliserol dengan variasi kitosan-pati 3:10, 4:10 dan 5:10 (gram/gram) ), serta 3 ml gliserol/4 gram pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen yang diperoleh pati biji durian sebesar 14%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati biji durian dapat dibuat menjadi bioplastik. Bioplastik yang dihasilkan belum homogen dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hasil analisis gugus fungsi bioplastik tidak memperlihatkan adanya gugus fungsi baru yang terbentuk dibandingkan dengan gugus fungsi pada bahan pembentuknya. Bioplastik yang dihasilkan dapat melepaskan kelembaban dan mengalami dekomposisi pada temperatur yang berbeda-beda. Pada pengujian sifat mekanik bioplastik dengan perbandingan kitosan dan pati biji durian 3:10, 4:10, dan 5:10 diperoleh nilai kuat tarik 1,2019 MPa, 1,6109 MPa, dan 3,3830 MPa; perpanjangan putus 81,556%, 109,76%, dan 109.26%; modulus elastisitas 2,7059 MPa, 2,2734 MPa, dan 4,6600 MPa. Sementara nilai densitas yang diperoleh adalah 1,1252 gram/cm 3 , 1,2458 gram /cm 3 , dan 1,3558 gram/cm 3 serta nilai ketahanan air berturut-turut 46,7900 %, 42,6300 %, dan 34,1200 %. Dapat disimpulkan bahwa formulasi bioplastik 5:10 adalah bioplastik formulasi terbaik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMKA Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat Dan Kulit Kacang Tanah Sebagai Bahan Baku Plastik Ramah Lingkungan (Degradable) Dengan Penambahan Gliserol.

PEMKA Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat Dan Kulit Kacang Tanah Sebagai Bahan Baku Plastik Ramah Lingkungan (Degradable) Dengan Penambahan Gliserol.

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat dan Kulit Kacang Tanah sebagai Bahan Baku Plastik Ramah Lingkungan (degredable) dengan Penambahan Gliserol” Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratn guna mencapai derajat sarjana (S-1) Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat (Persea americana) sebagai Bahan Baku Biodiesel

Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat (Persea americana) sebagai Bahan Baku Biodiesel

Massa jenis adalah nilai yang menunjukkan perbandingan berat per satuan volume. Massa jenis terkait dengan viskositas, jika biodiesel mempunyai massa jenis yang melebihi ketentuan, akan terjadi reaksi tidak sempurna pada konversi minyak nabati. Nilai ini merupakan indikator panjangnya rantai karbon, peningkatan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak, rendahnya zat-zat pengotor, seperti sabun dan gliserol hasil reaksi penyabunan, asam-asam lemak yang tidak terkonversi menjadi metil ester, air, katalis sisa, ataupun sisa metanol yang terdapat dalam biodiesel. Massa jenis biodiesel minyak biji alpukat yang dihasilkan sebesar 679,335 kg/m 3 . Nilai ini
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT (persea americana) MENJADI BIODIESEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF (BBA) - POLSRI REPOSITORY

PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT (persea americana) MENJADI BIODIESEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF (BBA) - POLSRI REPOSITORY

Biodiesel dibuat dengan cara pengambilan minyak dari minyak biji alpukat melalui proses ekstraksi kemudian diproses melalui dua tahapan yaitu esterifikasi dan transesterifikasi dengan perbandingan antara minyak dengan pelarut 1:1, hingga 1:5 dan ditambahkan katalis H 2 SO 4 pada proses esterifikasi dan katalis NaOH pada proses

13 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT DENGAN KOMBINASI BUAH NANAS SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN MELALUI  Pemanfaatan Biji Alpukat Dengan Kombinasi Buah Nanas Sebagai Minuman Kesehatan Melalui FermentasI.

PEMANFAATAN BIJI ALPUKAT DENGAN KOMBINASI BUAH NANAS SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN MELALUI Pemanfaatan Biji Alpukat Dengan Kombinasi Buah Nanas Sebagai Minuman Kesehatan Melalui FermentasI.

Penelitian dilakukan di Laboratorium Pangan Gizi Biologi UMS dan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan di Laboratorium Instrumental Universitas Setia Budi. Pengujian organoleptik dilakukan di Laboratorium Pangan Gizi Biologi UMS. Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober sampai bulan februari 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan 2 faktor. faktor pertama yaitu komposisi biji alpukat 50 gr (E1), 100 gr (E2), 150 gr (E3), faktor kedua yaitu konsentrasi starter kombucha yaitu 30 ml (K1), 60 ml (K2),90 ml (K3). Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah biji alpukat 900 g, gula pasir 540 g, starter kombucha 540 ml, air 2 L, methanol 70 ml, DPPH 4 mg, aquades 1 L. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah panci, kompor, timbangan analitik, botol kaca, saringan, sendok, kertas, karet gelang, spectrofotomreter uv-vis, labu takar 25 ml, tabung reaksi, beacker glass 500 ml, beacker glass 25 ml, pipet, labu takar 500 ml.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BIJI NANGKA (ARTOCARPHYLLUSHETEROPHYLLUS) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT TEMPE.

PEMANFAATAN BIJI NANGKA (ARTOCARPHYLLUSHETEROPHYLLUS) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT TEMPE.

Permasalahannya adalah komponen produksi tersebut telah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, sedangkan harga jual tempe khususnya di berbagai pasar tradisional relatif tidak berubah atau sulit dinaikkan. Akibatnya banyak pengusaha/pengerajin tempe yang berimprovisasi pada tahapan pembuatan untuk menekan biaya produk, yang paling banyak dilakukan mengurangi jumlah pemakaian bahan baku kedelai, tetapi supaya volume tempe yang dihasilkan masih kelihatan besar, mereka memasukkan lagi kulit kedelai (ampas), manir jagung (burse), parutan ketela pohon, potongan papaya, ampas kelapa dan sebagainya kedalam kedelai masak yang siap diberi ragi. (www.AntaraSumut.com)
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Karakterisasi Bioplastik dari Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dan Pati Singkong dengan Penambahan Pati Biji Alpukat

Karakterisasi Bioplastik dari Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dan Pati Singkong dengan Penambahan Pati Biji Alpukat

Plastik merupakan material yang banyak digunakan dalam kehidupan manusia terutama untuk kemasan, mempunyai sifat ringan, mudah digunakan dan harganya terjangkau serta digunakan lebih dari 30 juta ton sebagai bahan kemasan (Nurul Asni, 2015). Plastik yang digunakan saat ini merupakan plastik polimer sintetik yang terbuat dari minyak bumi (non-renewable) yang tidak dapat terdegradasi oleh mikroorganisme di lingkungan (Said, 2018). Sebagian besar plastik yang diproduksi dan dikonsumsi tersebut akan menjadi limbah industri di lingkungan karena termasuk jenis polimer yang memiliki ketahanan terhadap penguraian secara biologis akibat berat molekulnya yang sangat besar, jumlah cincin aromatik yang sangat tinggi, dan ikatan-ikatan yang kompleks (Atmaja, 2016).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects