Top PDF PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI MENJADI SILIKA GEL (1)

PREPARASI KATALIS CaO/SiO2 DARI CaCO3 DAN SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE SOL GEL UNTUK PENGOLAHAN MINYAK NABATI MENJADI BIODIESEL

PREPARASI KATALIS CaO/SiO2 DARI CaCO3 DAN SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE SOL GEL UNTUK PENGOLAHAN MINYAK NABATI MENJADI BIODIESEL

dalam larutan silika guna mendapatkan persen CaO terhadap silika, yakni 5, 10, 15, 20, dan 25%. Sebelum digunakan, katalis dikalsinasi pada suhu 600 o C selama 6 jam. Hasil transesterifikasi menunjukkan bahwa semua katalis mampu bekerja, dan unjuk kerja terbaik dimiliki oleh katalis dengan kandungan CaO 25%, dengan rendemen sebesar 93,1%. Katalis terbaik ini selanjutnya digunakan untuk mempelajari variabel reaksi, dan didapatkan waktu reaksi optimum 60 menit, perbandingan metanol/minyak 4, dan jumlah katalis 5% dari berat minyak. Dari analisis GC-MS diketahui bahwa biodiesel yang dihasilkan terdiri dari sembilan senyawa metil ester yang sesuai dengan kandungan asam lemak dalam minyak kelapa, yang menunjukkan kemampuan katalis untuk mengubah minyak kelapa menjadi biodiesel. Katalis dengan unjuk kerja terbaik selanjutnya dikarakterisasi untuk mendapatkan karakteristik fisik katalis. Karakterisasi dengan XRD menunjukkan bahwa dalam katalis terdapat fasa amorf, yakni silika, dan fasa kristalin yakni CaSiO 3 dan Na 2 SiO 3 . Karakterisasi dengan SEM
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

PENURUNAN KADAR Cr dan Pb dalam AIR SUMUR GALI di WILAYAH INDUSTRI ELEKTROPLATING menggunakan SILIKA GEL KERING dari SEKAM PADI.

PENURUNAN KADAR Cr dan Pb dalam AIR SUMUR GALI di WILAYAH INDUSTRI ELEKTROPLATING menggunakan SILIKA GEL KERING dari SEKAM PADI.

Penelitian ini mempelajari penurunan kadar Cr dan Pb dalam air sumur di wilayah industri elektroplating dan limbah elektroplating menggunakan silika gel kering. Silika gel kering akan dibuat dua jenis, yaitu silika gel kering dan silika gel kering teraktivasi HCl 1M. Waktu pengabuan, waktu kontak, variasi ion logam dan variasi sampel akan di selidiki. Silika gel kering dibuat dari abu sekam padi melalui proses pengabuan pada suhu 600 º C dengan waktu optimal 9 jam. Penurunan kadar Cr dan Pb maksimal terjadi pada waktu kontak 3 jam, dengan silika gel kering teraktivasi HCl 1 M. Analisis FTIR menunjukan vibrasi Si-O, Si-C yang mengindikasikan adanya gugus Si(CH 3 ) 2 , dan Si-H. Analisis XRD menunjukan puncak pada (2 Ө )= 22,68º hasil
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PEMBUATAN NANOKOMPOSIT TITANIA-SILIKA DARI BAHAN TITANIUM TRIKLORIDA (TiCl3) DAN SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE SOL-GEL

PEMBUATAN NANOKOMPOSIT TITANIA-SILIKA DARI BAHAN TITANIUM TRIKLORIDA (TiCl3) DAN SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE SOL-GEL

Untuk mendapatkan filtrat (silika sol) dari sekam padi dapat dilakukan proses ekstraksi. Namun sebelum melakukan proses tersebut, sekam padi terlebih dahulu dibersihkan dari senyawa-senyawa organik. Caranya dengan mencuci 1 kg sekam padi dengan air hingga bersih dan merendamkannya. Kemudian sekam padi yang telah tenggelam diambil sebab kandungan silikanya relatif tinggi dan direndam kembali dengan air panas selama 6 jam. Setelah itu, sekam padi pilihan siap untuk diekstraksi menjadi filtrat dengan cara melarutkannya sebanyak 50 g dengan larutan KOH 5% di dalam beaker glass dan diaduk hingga sekam padi tenggelam dalam larutan tersebut. Selama proses pengadukan, campuran tersebut perlu dilakukannya pemanasan selama 30 menit dengan menggunakan kompor listrik. Setelah pemanasan selesai, silika sol disaring dengan menggunakan saringan. Hasil penyaringannya (silika sol) dituangkan ke dalam beaker glass dan dilakukan proses penjenuhan (penuaan) selama 24 jam agar memperoleh silika sol (Si(OH) 4 )
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar Dalam Bentuk Briket

Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar Dalam Bentuk Briket

Telah dilakukan percobaan untuk membriketkan sekam padi kasar maupun lembut. Untuk memperkuat briket ditambahkan gel amilum sebagai zat pengikat dengan 4 perbandingan yaitu 2:1, 3:1, 5:1 dan 15:1. Berdasarkan analisis data awal ini kemudian diteliti komposisi yang lebih terinci yaitu 4:1, 6:1 dan 8:1. Besaran yang diamati adalah berat briket basah, panjang briket mula mula (pada saat ditekan maksimum) dan panjang briket sesaat setelah keluar dari cetakan, serta prosentase regangan. Dari percobaan ini diperoleh karakteristik fisik briket yang memuaskan. Analisis berikutnya dilakukan untuk mengetahui kandungan air pada briket.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Titania Silika Berbasis Titanium Butoksida dan Silika Sekam Padi dengan Metode Sol Gel

Sintesis dan Karakterisasi Titania Silika Berbasis Titanium Butoksida dan Silika Sekam Padi dengan Metode Sol Gel

banyak keunggulan, diantaranya harga ekonomis, non toksik dan yang paling penting adalah kestabilan dan keaktifannya ketika dikenai cahaya sehingga titania dikenal sebagai fotokatalis yang ramah lingkungan (Arief dkk, 2007). Manfaatnya terutama dalam menguraikan senyawa-senyawa organik berbahaya, seperti zat warna hasil limbah industri tekstil (Fatimah dkk, 2006). Serbuk titania yang dimurnikan secara sintetis dapat digunakan sebagai pewarna atau pigmen putih karena tingkat kecerahannya yang tinggi seperti dalam plastik, kertas, tinta dan pasta gigi. Selain itu, titania memainkan peranan penting untuk aplikasi sterilisasi (anti-bacterial) dan penghilangan bau, menyerap cahaya ultraviolet yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai tabir surya (Anonim B, 2012 ).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

EFEK PEMBERIAN SILIKA DARI LIMBAH SEKAM PADI (Oryza sativa) TERHADAP KADAR SILIKA PADA SALIVA

EFEK PEMBERIAN SILIKA DARI LIMBAH SEKAM PADI (Oryza sativa) TERHADAP KADAR SILIKA PADA SALIVA

Penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel penelitian ini berjumlah 36 buah gigi dibagi menjadi empat kelompok dengan 2 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan. Pengamatan dilakukan setelah gigi direndam pada saliva buatan yang mengandung silika selama 21 hari. Data penelitan yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis statistik uji parametrik dilakukan dengan uji-t dengan derajat kemaknaan 95% (á = 0,05) untuk mengetahui perbedaan penyerapan silika pada konsentrasi 95% dan 100%.

17 Baca lebih lajut

Pembuatan Nanosilika Gel dari Silika Abu Sekam Padi - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pembuatan Nanosilika Gel dari Silika Abu Sekam Padi - Repositori UIN Alauddin Makassar

Media pembuatan partikel nanosilika adalah air, alkohol dan poli alkohol. Pada penelitian ini digunakan media air. Menurut Sulistiyono (2012), penggunaan air memikili kelemahan yaitu terjadinya proses koagulasi pada saat material nano tersebut dipisahkan dengan air. Penggunaan media air masih dapat digunakan dengan menambahkan penggunanaan surfaktan sebagai bahan anti koagulasi. Mafquh (2015) menambahkan penambahan surfaktan berfuungsi untuk mendispersikan silika yang dilarutkan dalam air agar lebih sempurna. Partikel silika akan disalut oleh surfaktan yang digunakan sehungga kemungkinan untuk terjadinya aglomerasi menjadi lebih kecil. Menurut Lidiniyah (2011), penambahan surfaktan ini merupakan faktor yang mempengaruhi proses kavitasi yang terjadi dalam sintesis nanosilika dengan metode ultrasonikasi. Surfaktan yang ditambahkan akan terakumulasi pada bagian antarmuka antara gas dan cairan dalam gelembung kavitasi yang akan menurunkan tegangan permukaan gelembung. Tegangan permukaan yang menurun tersebut akan mengakibatkan bertambahnya kecepatan pembentukan gelembung. Akan tetapi, gelembung tetapi gelembung yang terbentuk tidak stabil dan akhirnya akan pecah menjadi ukuran yang lebih kecil daripada gelembung dalam medium cairan tanpa penambahan surfaktan. Dengan gelombang ultrasonik tersebut, gumpalan partikel dapat dipisahkan dan terjadi dispersi sempurna dengan penambahan surfaktan tersebut.
Baca lebih lanjut

119 Baca lebih lajut

PEMBUATAN GEL SILIKA DARI LIMBAH KACA DENGAN BANTUAN ULTRASOUND BATH DAN MICROWAVE

PEMBUATAN GEL SILIKA DARI LIMBAH KACA DENGAN BANTUAN ULTRASOUND BATH DAN MICROWAVE

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Supitcha Rungrodnimitchai dengan 2 orang temannya di Thailand juga menggunakan bantuan microwave dalam pembuatan gel silika, namun bahan baku yang digunakan saat itu adalah rice husk ash (abu sekam padi), mereka mengkombinas pembuatan gel silika dengan NaOH (Natrium Hidroksida) dan Na 2 CO 3 (Natrium

5 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Panas Limbah Sekam Padi pada Proses Pengeringan Gabah

Pemanfaatan Panas Limbah Sekam Padi pada Proses Pengeringan Gabah

Pengeringan bahan dapat dilakukan dengan cara penjemuran, pengeringan secara pembekuan, dan pengeringan buatan bertujuan untuk menghambat pertumbuhan aktivitas mikroba. Penjemuran adalah pengeringan dengan menggunakan matahari langsung sebagai energi panas, sedangkan pengeringan buatan yaitu pengeringan dengan menggunakan alat pengering di mana panas di bawa ke alat pengering oleh udara panas sehingga bahan gabah menjadi kering.

8 Baca lebih lajut

sintesis zeolit dari abu sekam padi

sintesis zeolit dari abu sekam padi

Pemanfaatan sekam padi masih sangat terbatas sebagai pakan ternak, bahan pembakar bata merah, campuran pembuatan batu bata, bahan baku dalam pembuatan keramik atau dibuang begitu saja. Sekam padi sebenarnya bisa digunakan sebagai penyerap (adsorben), pulp, selulosa, pupuk, media tanaman hidroponik, dan silika. Dalam industri batu bata atau genteng yang menggunakan sekam padi sebagai bahan bakar akan dihasilkan abu dari sekam padi sebagai limbah kedua. Kadar abu sekitar 13,16% - 35% berat dari sekam yang dibakar (Soenardjo dkk, 1991). Pemanfaatan limbah abu ini masih sangat kecil, hanya digunakan sebagai abu gosok, padahal dengan kandungan silika mencapai 86,9% - 97,8% dalam keadaan kering, abu tersebut mempunyai potensi menjadi material baru yang lebih bermanfaat, misalnya zeolit sintesis (Soenardjo dkk, 1991). Berdasarkan komposisi tersebut, abu sekam padi merupakan sumber SiO 2 yang
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PENGARUH SUBTITUSI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI KOMPOSISI ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-300 - POLSRI REPOSITORY

PENGARUH SUBTITUSI SEBAGIAN SEMEN DENGAN VARIASI KOMPOSISI ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-300 - POLSRI REPOSITORY

Sekam padi adalah limbah dari hasil penggilingan padi. Karena bentuk butirnya tidak begitu halus (± 3 - 4 mm), dan bobotnya ringan, penyimpanan limbah ini memerlukan tempat yang luas. Sekam mengandung 40% selulosa, 30% lignin dan 20% abu. Cara yang biasa dipergunakan untuk membuang sekam adalah dengan membakarnya di tempat terbuka. Melalui pembakaran secara terkontrol sekam diubah menjadi abu yang dapat merupakan sumber silika dalam bentuk amorphous untuk keperluan berbagai industri. Panas yang dihasilkan dalam pembakaran (lebih kurang 3000 Kcal/kg) dapat ditampung dan disalurkan untuk berbagai keperluan. (Husin, 2003).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

Sekam padi merupakan hasil samping dari proses penggilingan padi yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, sehingga sekam padi dapat menjadi limbah yang mengganggu lingkungan. Sekam padi yang dibakar akan menjadi abu yang mempunyai kandungan silika yang tinggi yaitu sebesar 86,90 - 97,30 %. Tingginya kandungan silika membuat abu sekam padi memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku untuk silika gel. Pengambilan silika dari abu sekam padi dapat dilakukan dengan proses ekstraksi padat cair menggunakan larutan alkali sebagai pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik optimum waktu ekstraksi terhadap kadar silika yang diperoleh serta pengaruh suhu pengeringan terhadap daya serap silika gel berbahan dasar abu sekam padi. 50 gram abu sekam padi dilarutkan dengan pelarut KOH 2 M kemudian diekstraksi selama waktu operasi tertentu (120, 150, 180, 210, dan 240 menit). Ekstrak yang didapat kemudian dilakukan presipitasi menggunakan larutan H 2 SO 4 2 M untuk mengendapkan silika. Hasil endapan yang
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PROSENTASE DAN UKURAN PARTIKEL SERBUK SEKAM PADI TERHADAP MATERIAL PLASTIK HASIL DAUR ULANG PADA PROSES INJECTION MOULDING

PENGARUH PROSENTASE DAN UKURAN PARTIKEL SERBUK SEKAM PADI TERHADAP MATERIAL PLASTIK HASIL DAUR ULANG PADA PROSES INJECTION MOULDING

Sifat hambat panas yang dimiliki sekam padi tersebut perlu pemikiran pengembangan untuk menjadi material komposit dengan bahan dasar dari limbah sekam padi untuk dijadikan komposit baru[r]

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Kalsinasi (450 oC, 550 oC, dan 650 oC) terhadap Struktur dan Luas Permukaan Spesifik Zeolit Berbasis Silika Sekam Padi

Pengaruh Suhu Kalsinasi (450 oC, 550 oC, dan 650 oC) terhadap Struktur dan Luas Permukaan Spesifik Zeolit Berbasis Silika Sekam Padi

Pemanfaatan bahan mineral telah banyak digunakan untuk memperoleh zeolit sintesis, seperti abu sekam padi (Kalapathy et al., 2000), abu layang batubara (Jin et al., 2015), dan kaolinit (Meftah et al., 2009). Silika dari sekam padi digunakan untuk menyintesis zeolit karena harganya murah, dan keberadaanya melimpah. Silika sekam padi bersifat amorf (Kalapathy et al., 2000) dan memiliki kadar terbesar sebagai sumber silika nabati yaitu sebesar 91% (Handayani dkk, 2014). Silika dari sekam padi memilki ukuran partikel 50 µm, diameter pori 3.6 nm, dan volume pori 0.28 ml/g, serta luas permukaan spesifik sebesar 153 m 2 /g (Siriluk and Yuttapong, 2005).
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

EFEK PEMBERIAN SILIKA DARI LIMBAH SEKAM PADI (Oryza sativa) TERHADAP PROSES REMINERALISASI ENAMEL GIGI

EFEK PEMBERIAN SILIKA DARI LIMBAH SEKAM PADI (Oryza sativa) TERHADAP PROSES REMINERALISASI ENAMEL GIGI

lam bentuk Si. Pada penelitian ini, sampel dibagi dalam 4 kelompok yang masing- masing memiliki 9 sampel gigi insisivus rahang bawah sapi dan berbeda perlakuan, antara lain kontrol positif (gigi tanpa dietsa, direndam dalam saliva buatan), kontrol negatif (gigi dietsa, direndam dalam saliva buatan), perlakuan 1 (gigi dietsa, diren-

16 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Silika Pada Batu Granit Dengan Metode Gravimetri

Penetapan Kadar Silika Pada Batu Granit Dengan Metode Gravimetri

Karakteristik Silika Sekam Padi dari Provinsi Lampung yang diperoleh dengan Metode Ekstraksi.. MIPA dan Pembelajarannya.[r]

2 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Proses sintesis silika mesopori telah dilakukan menggunakan natrium silikat dari abu tanaman tebu dengan menggunakan polietilen glikol. Sehingga dihasilkan ruang pada silika setelah dilakukan kalsinasi pada suhu 600 o C yang berukuran mesopori (Rahman, N. A., 2015)

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...