Top PDF Guru pembelajar modul paket keahlian farmasi SMK kelompok kompetensi E: teknik pembuatan sediaan larutan, TIK dalam pembelajaran

Guru pembelajar modul paket keahlian farmasi SMK kelompok kompetensi E: teknik pembuatan sediaan larutan, TIK dalam pembelajaran

Guru pembelajar modul paket keahlian farmasi SMK kelompok kompetensi E: teknik pembuatan sediaan larutan, TIK dalam pembelajaran

erdasarkan keyakinan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan alat yang harus dapat digunakan secara efektif, buku ini dapat mendukung pengajaran dan pembelajaran dalam kelas dan diluar kelas dengan memanfaatkan intranet sekolah, website dan platform atau software aplikasi pembelajaran. Contoh kelas dan aplikasi praktis menunjukkan bagaimana penggunaan teknologi yang imajinatif dapat mempromosikan pengajaran yang kreatif dan memancing antusias siswa didik, serta memungkinkan pendekatan baru untuk belajar dan mengajar. Buku ini didesain untuk mendukung pembelajaran menggunakan TIK khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau pada umumnya SLTA untuk mengidentifikasi dan mencapai kompetensi pedagogi berbasiskan TIK sebagai pendidik di lingkungan SMK maupun SMA. Kegunaan yang paling penting sebagai sarana pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi pendidik dalam penerapan TIK dalam pembelajaran di sekolah (DBE2, USAID 2008). Bagaimanapun juga, aktivitas ini juga dapat mendukung profesionalitas guru sebagai pendidik dalam sejumlah area pengajaran maupun pekerjaan serta area penting lainnya. Sebagai contoh, ketika menggunakan TIK untuk mendukung pengembangan profesionalisme, Anda dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi lebih akrab dengan strategi kunci dan mampu membuat pembelajaran yang lebih memotivasi. Dalam buku ini, contoh mata pelajaran yang diambil dari kurikulum nasional dan telah dipilih dengan cermat untuk memastikan bahwa penggunaan TIK yang paling efektif di area kurikulum telah diintegrasikan. Hal ini dimungkinkan, dengan menggunakan kerangka pemetaan di akhir buku ini, untuk mengidentifikasi contoh-contoh spesifik yang diambil dari subjek mata pelajaran yang anda ajarkan. Namun, itu akan lebih berharga lagi bagi anda jika memperlakukan
Baca lebih lanjut

185 Baca lebih lajut

Guru pembelajar modul paket keahlian analis kesehatan SMK kelompok kompetensi E: pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan, TIK dalam pembelajaran

Guru pembelajar modul paket keahlian analis kesehatan SMK kelompok kompetensi E: pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan, TIK dalam pembelajaran

Mengajar menggunakan perangkat TIK kemungkinan memiliki beberapa masalah yang sama seperti pengajaran di kelas tradisional, tetapi dengan menambahkan unsur kompleksitas penggunaan komputer. Memperhatikan guru TIK membantu siswa menggunakan komputer; mereka tidak terus-menerus melihat siswa. Fasilitator mendengarkan dan tetap memperhatikan layar monitor; guru mencoba mengetahui bagaimana peserta dapat sampai ke menu dan area kerja yang mereka lakukan selama latihan sehingga mereka dapat memberikan respon terbaik terhadap permintaan peserta. Peserta sering mengatakan, "itu tidak berfungsi" atau "itu salah" atau "Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan(sekarang)". Kesuksesan pelaksanaan pelajaran berbasis TIK dapat dibuat jika ada strategi yang baik di tempat yang memungkinkan siswa mendapatkan bantuan ketika mereka "terjebak dalam situasi yang tidak diketahui atau yang seharusnya tidak dilakukan".
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

Guru pembelajar modul paket keahlian tata kecantikan kulit SMK kelompok kompetensi E: perawatan tangan, kaki dan pencabutan bulu, TIK dalam pembelajaran.

Guru pembelajar modul paket keahlian tata kecantikan kulit SMK kelompok kompetensi E: perawatan tangan, kaki dan pencabutan bulu, TIK dalam pembelajaran.

Peserta berlatih mempertimbangkan unsur-unsur dari kurikulum TIK yang membutuhkan pemahaman, dan bukan hanya tentang pengetahuan ataupun keterampilan. Kurikulum dan pedagogi tentang pembelajaran TIK telah lama dikembangkan; untuk itu perlu merasionalisasikan apa yang kita ketahui dan harus diajarkan dengan metode terbaik. Perangcangan kurikulum TIK dapat berubah dengan cepat dengan beberapa metode berbasis teknologi yang sebelumnya dianggap tepat, mungkin sudah dianggap tidak berlaku lagi pada pembelajaran saat ini. Beberapa metode yang kita gunakan sekarang, mungkin akan menjadi usang dalam waktu bebarapa tahun mendatang. Oleh karena itu, untuk membangun struktur konsep dan kemudian membangun metode yang dapat digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep dalam pemanfaatan teknologi informasi merupakan tugas penting yang seharusnya tidak mengkhawatirkan bagi paran pendidik maupun pengembang metode pendidikan.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

Guru pembelajar paket keahlian tata kecantikan rambut SMK kelompok kompetensi E: pemangkasan pratata dan pengeritingan teknik dasar, TIK dalam pembelajaran

Guru pembelajar paket keahlian tata kecantikan rambut SMK kelompok kompetensi E: pemangkasan pratata dan pengeritingan teknik dasar, TIK dalam pembelajaran

Ketika Anda mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan Anda harus diingat baik hak dan tanggung jawab Anda. Adalah penting bahwa pekerjaan Anda dengan siswa juga mencerminkan nilai-nilai ini. Anda tepat untuk bekerja di lingkungan yang aman dan aman hanya didirikan dengan memenuhi Anda tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain yang bekerja dengan Anda. Ini pemahaman dan sikap yang sama perlu dikomunikasikan kepada siswa. Lembar bawah digunakan dengan siswa yang lebih muda; menyoroti daerah-daerah di mana mereka dapat membuat keputusan dan penilaian dan kemudian dapat mengambil tindakan untuk mengubah perilaku mereka atau untuk memberitahu teman- teman mereka. Sheet dapat digunakan sebagai catatan guru untuk diskusi kelas atau diproyeksikan ke layar untuk fokus diskusi dan tanggapan siswa langsung.
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

Guru Pembelajar Modul Paket Keahlian Kimia Kesehatan SMK Kelompok Kompetensi E: Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia, TIK dalam Pembelajaran

Guru Pembelajar Modul Paket Keahlian Kimia Kesehatan SMK Kelompok Kompetensi E: Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia, TIK dalam Pembelajaran

Chemical agent adalah bahan kimia yang berpotensi menimbulkan bahaya di laboratorium kimia. Physical agent terdiri dari debu, kebisingan, getaran, suhu udara, kelembaban udara, pencahayaan, dan radiasi. Biological agent merupakan faktor biologi dapat berupa bakteri, jamur dan mikroorganisme lain yang dibutuhkan atau dihasilkan dari bahan baku, proses produksi dan proses penyimpanan hasil produksi. Psycological agent meliputi: tanggung jawab pekerjaan terhadap orang lain, beban kerja, ketrampilan, dan lain-lain. Ergonomi adalah penerapan ilmu-ilmu biologis tentang manusia bersama- sama dengan ilmu-ilmu teknik dan teknologi untuk mencapai penyesuaian satu sama lain secara optimal dari menusia terhadap pekerjaannya, yang manfaat dari padanya diukur dengan efisiensi dan kesejahteraan kerja.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

Guru pembelajar modul paket keahlian keperawatan gigi SMK kelompok kompetensi E: pengoperasian alat utama praktek kedokteran gigi, TIK dalam pembelajaran

Guru pembelajar modul paket keahlian keperawatan gigi SMK kelompok kompetensi E: pengoperasian alat utama praktek kedokteran gigi, TIK dalam pembelajaran

Bantuan untuk siswa dapat dilakukan diruang komputer dan jika untuk pertama kalinya dilakukan mungkin dapat menimbulkan kekhawatiran. Mengajar menggunakan perangkat TIK kemungkinan memiliki beberapa masalah yang sama seperti pengajaran di kelas tradisional, tetapi dengan menambahkan unsur kompleksitas penggunaan komputer. Memperhatikan guru TIK membantu siswa menggunakan komputer; mereka tidak terus-menerus melihat siswa. Fasilitator mendengarkan dan tetap memperhatikan layar monitor; guru mencoba mengetahui bagaimana peserta dapat sampai ke menu dan area kerja yang mereka lakukan selama latihan sehingga mereka dapat memberikan respon terbaik terhadap permintaan peserta. Peserta sering mengatakan, "itu tidak berfungsi" atau "itu salah" atau "Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan(sekarang)". Kesuksesan pelaksanaan pelajaran berbasis TIK dapat dibuat jika ada strategi yang baik di tempat yang memungkinkan siswa mendapatkan bantuan ketika mereka "terjebak dalam situasi yang tidak diketahui atau yang seharusnya tidak dilakukan".
Baca lebih lanjut

198 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik konstruksi batu beton kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik konstruksi batu beton kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

10 jenis menggunakan komputer di rumah dan di school. Selama tujuh tahun terakhir ini anak-anak di Amerika telah menggunakan komputer multimedia berbasis perangkat lunak sederhana untuk memecahkan masalah dan menghasilkan produk-produk elektronik di tingkat kognitif. Negara Amerika telah menjalankan proyek yang disebut OLPC (One Laptop Per Child). Melalui program OLPC ini, kesempatan anak-anak untuk mengakses data dan informasi secara langsung dan mandiri dapat terwujud. Negara Amerika juga telah menjalankan program belajar jarak jauh dimana siswa bisa sekolah tanpa harus berada ditempat yang sama dengan guru ataupun bisa berada pada jarak yang sangat jauh sekali. Jaringan yang digunakan dalam program ini adalah internet yang disematkan kedalam hand phone dan komputer. Jaringan internet dapat membantu siswa dan guru berkomunikasi dan bertatap muka langsung dimanapun. Program pembelajaran seperti ini sangat berhasil karena mampu melakukan kegiatan belajar mengajar tanpa lagi harus mempermaslahkan jarak dan waktu. Pengembangan TIK di Amerika membuat negara ini menjadi salah satu pedoman bagi negara-negara lain termasuk Indonesia.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik konstruksi kayu kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik konstruksi kayu kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

5. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e- learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction),Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment),Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner- Centered Classroom),Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb. 6. Berikut ini adalah beberapa alat yang tergolong dalam teknologi informasi: 1) komputer, 2) notebook, 3) netbook, 4) tablet, 5) televisi, 6) radio, 7)koran, 8) Mp3 player, 9) vidoe layer, 10) kamera digital, 11) kalkulator.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik konstruksi baja kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik konstruksi baja kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil pemetaan guru SMK bidang teknologi setelah dilakukan uji kompetensi guru, sebagai bagian dari pengembangan diri dalam rangka menciptakan guru yang professional. Agar kegiatan pengembangan diri guru tercapai secara optimal diperlukan modul- modul yang digunakan sebagai salah satu sumber belajar pada kegiatan diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru dan tenaga kependidikan lainnya. Modul Diklat PKB pada intinya merupakan model bahan belajar (learning material) yang menuntut peserta pelatihan untuk belajar lebih mandiri dan aktif. Modul diklat merupakan substansi materi pelatihan yang dikemas dalam suatu unit program pembelajaran yang terencana guna membantu pencapaian peningkatan kompetensi yang didesain dalam bentuk printed materials (bahan tercetak).
Baca lebih lanjut

226 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik plumbing dan sanitasi kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik plumbing dan sanitasi kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pembaruan teori belajar melalui notion konstruktivisme dan pergeseran- pergeseran yang terjadi karena adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi merupakan dua hal yang sangat sejalan dan saling memperkuat. Konstruktivisme dan teknologi komputer, secara terpisah maupun bersama-sama telah menawarkan peluang-peluang baru dalam proses pembelajaran, baik di ruang kelas, belajar jarak jauh maupun belajar mandiri. Salah satu tulisan (Tam. M, Educational Technology, Volume 3 Number 2, 2000) melaporkan bahwa komputer dapat secara efektif digunakan untuk mengembangkan higher-order thinking skills yang terdiri dari kemampuan mendefinisikan masalah, menilai (judging) suatu informasi, memecahkan masalah dan menarik kesimpulan yang relevan. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) kususnya dalam perkembanganya, komputer dipakai sebagai alat bantu pembelajaran, karena itu dikenal dengan istilah computer based learning (CBL) atau computer assisted learning (CAL). Saat pertama kali komputer mulai diperkenalkan khususnya untuk pembelajaran, maka komputer menjadi popular dikalangan anak didik. Hal ini dapat dimengerti karena berbagai variasi teknik mengajar bisa dibuat dengan bantuan kompter tersebut. Maka setelah itu teknologi pembelajaran terus berkembang dan dikelompokan menjadi dua yaitu :
Baca lebih lanjut

213 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar SMK  paket keahlian patiseri, kelompok kompetensi E: penanganan dasar pengolahan makanan dan penataan meja.

Modul guru pembelajar SMK paket keahlian patiseri, kelompok kompetensi E: penanganan dasar pengolahan makanan dan penataan meja.

Pengalaman keberhasilan dan mungkin kegagalan menggunkan TIK yang akan membuat anda menjadi seorang yang lebih bijaksana dan kemungkinan mempraktekkan strategi tertentu yang sesuai dengan kondisi maupun kompetensi anda sebagai pelaku pendidikan yang memmiliki tanggungjawab dalam memberi warna dalam pendidikan untuk setiap peserta didik. Bahkan ketika fasilitator melakukan pembelajaran bersama peserta yang memiliki kemampuan TIK lebih baik dari fasilitator itu sendiri, sehingga dapat memberikan saran atau membantu peserta tetapi fasilitator harus tetap memfasilitasi peserta untuk menjadikan dirinya bijaksana dengan memberikan kesempatan pada peserta untuk memilih cara belajarnya melalui percobaan dan perbaikan yang dipraktekkan sendiri.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik produksi minyak dan gas kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik produksi minyak dan gas kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Menurut Rosenberg (2001:28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi., (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangn yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Dekstop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning System), LCC (Learner- Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik pengolahan minyak dan gas kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik pengolahan minyak dan gas kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Di sisi peserta didik atau siswa, kehidupan di abad 21 itu sendiri meminta peserta didik memiliki kecakapan-kecakapan (skills) sebagaimana dikemukakan oleh Herman D, Surjono (2010) berdasarkan pendapat Wagner, yaitu (1) mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah, (2) mampu bekerja sama, (3) mampu berubah dengan cepat dan beradaptasi, (4) mempunyai inisiatif dan berjiwa enterprenership, (5) mampu berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tertulis, (6) mampu mengakses dan menganalisis informasi, serta (7) mempunyai keingintahuan yang tinggi. Untuk mencapai kecakapan-kecakapan tersebut tidaklah mungkin siswa hanya mengharapkan dukungan fasilitasi tunggal yaitu guru.Siswa perlu mengakses aneka informasi melalui berbagai sumber belajar baik secara elektronik maupun konvensional. Peran guru juga dengan sendirinya akan berubah dari pemberi informasi tunggal dalam lingkungan yang sangat konvensional (teacher centered) ke arah menjadi fasilitator pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat lebih aktif belajar melalui aneka sumber (student centered). Dengan demikian jelas bahwa untuk mencapai kompetensi-kompetensi atau kecakapan-kecakapan sebagaimana diharapkan terhadap siswa dalam menghadapi masa depannya, guru harus memanfaatkan TIK dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

225 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik furniture : kelompok kompetensi e - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik furniture : kelompok kompetensi e - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

5. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e- learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction),Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment),Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner- Centered Classroom),Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb. 6. Berikut ini adalah beberapa alat yang tergolong dalam teknologi informasi: 1) komputer, 2) notebook, 3) netbook, 4) tablet, 5) televisi, 6) radio, 7)koran, 8) Mp3 player, 9) vidoe layer, 10) kamera digital, 11) kalkulator.
Baca lebih lanjut

152 Baca lebih lajut

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik pemboran minyak dan gas kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Modul guru pembelajar paket keahlian teknik pemboran minyak dan gas kelompok kompetensi E - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

15 dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Teknologi informasi dan komunikasi mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap proses dan hasil pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. Teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Melalui penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi setiap peserta belajar akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan Teknologi informasi dan komunikasi menuntut kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Guru pembelajar modul paket keahlian tata busana SMK kelompok kompetensi J: pembuatan jaket, refleksi pembelajaran.

Guru pembelajar modul paket keahlian tata busana SMK kelompok kompetensi J: pembuatan jaket, refleksi pembelajaran.

Dalam latar belakang ini peneliti menjelaskan beberapa hal, yaitu (a) mengapa masalah yang diteliti itu penting, (b) kondisi yang diharapkan. (c) masalah yang akan diteliti merupakan masalah yang terjadi dalam PBM disertai data faktual dan diagnosisnya, (d) menyinggung teori yang melandasi diajukannya gagasan untuk memecahkan masalah, (e) apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalahnya tidak detliti, (f) Gejala-gejala kesenjangan apa yang terdapat di lapangan sebagai dasar untuk memunculkan masalah (g) keuntungan dan kerugian apa yang mungkin akan terjadi jika masalah tersebut tidak diteliti (h) masalah yang akan diteliti merupakan masalah yang penting dan mendesak untuk dipecahkan, (i) dijelaskan pula tindakan yang akan dikenakan subjek pelaku tindakan. Perlu dijelaskan apa sebab tindakan itu paling tepat diberikan kepada subjek pelaku, dengan alasan yang berkaitan dengan permasalahan yang dicari solusinya.
Baca lebih lanjut

182 Baca lebih lajut

Guru Pembelajar Modul Paket Keahlian Kimia Kesehatan SMK Kelompok Kompetensi I: Larutan, Manfaat Penilaian dalam Pembelajaran

Guru Pembelajar Modul Paket Keahlian Kimia Kesehatan SMK Kelompok Kompetensi I: Larutan, Manfaat Penilaian dalam Pembelajaran

Pembuatan larutan dengan metode pengenceran dilakukan jika tersedia larutan yang lebih besar konsentrasinya dari larutan yang akan dibuat. Seringkali larutan dibuat dan disimpan di laboratorium dengan konsentrasi yang tinggi sebagai larutan induk. Hal ini akan lebih menghemat waktu dibandingkan jika harus selalu membuat larutan setiap akan praktikum. Prinsip pembuatan larutan dengan pengenceran larutan induk adalah dengan mengambil larutan induk sejumlah volume tertentu kemudian diencerkan sehingga konsentrasinya menjadi lebih kecil sesuai dengan kebutuhan. Pada pengenceran larutan jumlah mol zat terlarut tidaklah berubah, yang berubah hanyalah volumenya saja. Pada Gambar 1.2 jika terdapat 8 molekul terlarut sebelum dilakukan pengenceran, maka setelah pengenceran atau setelah ditambahkan air jumlah molekul terlarut tidak akan berubah yaitu tetap jumlahnya 8 molekul. Karena jumlah molekul tetap begitu juga jumlah mol tidak akan berubah. Dengan demikian pada pengenceran berlaku:
Baca lebih lanjut

169 Baca lebih lajut

Guru pembelajar modul paket keahlian farmasi SMK kelompok kompetensi H: teknik sediaan tablet, steril dan pelayanan farmasi, penilaian pembelajaran

Guru pembelajar modul paket keahlian farmasi SMK kelompok kompetensi H: teknik sediaan tablet, steril dan pelayanan farmasi, penilaian pembelajaran

Membuat perangkat penilaian memang bukan merupakan sesuatu yang baru bagi seorang guru, namun juga bukan merupakan sesuatu yang mudah, karena sesulit apapun dalam membuat prangkat penilaian hasil dan evaluasi proses pembelajaran akan sangat tergantung sepenuhnya kepada kekampuan guru, baik pengetahuan, keterampilannya dalam kompetensi melaksanakan penilaian kelas. Keberhasilan dan kesuksesan guru dalam mengajar di suatu kelas sangat dipengaruhi oleh kualitas dari penilaian yang dilakukan guru, khususnya dalam merencanakan, mengembangkan perangkat penilaian kelas serta menganalisis hasilnya untuk perbaikan pembelakjaran yang akan datang.
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

Guru pembelajar modul paket keahlian perbankan SMK Kelompok Kompetensi E: pengelolaan kas, TIK dalam pembelajaran

Guru pembelajar modul paket keahlian perbankan SMK Kelompok Kompetensi E: pengelolaan kas, TIK dalam pembelajaran

erdasarkan keyakinan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan alat yang harus dapat digunakan secara efektif, buku ini dapat mendukung pengajaran dan pembelajaran dalam kelas dan diluar kelas dengan memanfaatkan intranet sekolah, website dan platform atau software aplikasi pembelajaran. Contoh kelas dana plikasi praktis menunjukkan bagaimana penggunaan teknologi yang imajinatif dapat mempromosikan pengajaran yang kreatif dan memancing antusias siswa didik, serta memungkinkan pendekatan baruuntuk belajar dan mengajar. Buku ini didesain untuk mendukung pembelajaran menggunakan TIK khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau pada umumnya SLTA untuk mengidentifikasi dan mencapai kompetensi pedagogi berbasiskan TIK sebagai pendidik di lingkungan SMK maupun SMA. Kegunaan yang paling penting sebagai sarana pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi pendidik dalam penerapan TIK dalam pembelajaran di sekolah (DBE2, USAID 2008). Bagaimanapun juga, aktivitas ini juga dapat mendukung profesionalitas guru sebagai pendidik dalam sejumlah area pengajaran maupun pekerjaan serta area penting lainnya. Sebagai contoh, ketika menggunakan TIK untuk mendukung pengembangan profesionalisme, Anda dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi lebih akrab dengan strategi kunci dan mampu membuat pembelajaran yang lebih memotivasi. Dalam buku ini, contoh mata pelajaran yang diambil dari kurikulum nasional dan telah dipilih dengan cermat untuk memastikan bahwa penggunaan TIK yang paling efektif di area kurikulum telah diintegrasikan. Hal ini dimungkinkan, dengan menggunakan kerangka pemetaan di akhir buku ini, untuk mengidentifikasi contoh-contoh spesifik yang diambil dari subjek mata pelajaran yang anda ajarkan. Namun, itu akan lebih berharga lagi bagi anda jika memperlakukan setiap bab sebagai area penting dari perkembangan anda sebagai guru dan mungkin mengidentifikasi contoh penerapan TIK yang paling tepat untuk anda secara pribadi atau pelatihan
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

Guru pembelajar modul paket keahlian Farmasi SMK kelompok kompetensi F: teknik pembuatan sediaan suppositoria dan farmakologi, potensi peserta didik

Guru pembelajar modul paket keahlian Farmasi SMK kelompok kompetensi F: teknik pembuatan sediaan suppositoria dan farmakologi, potensi peserta didik

Taksonomi Bloom terdiri dari enam tingkat perilaku kognitif yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesisi dan evaluasi. Model ini banyak digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam kurikulum berdiferensiasi untuk peserta didik berbakat serta untuk merencanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar sedemikian rupa hingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan kognitif mereka sepenuhnya. Dengan menggunakan taksonomi ini, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas proses-proses pemikiran mereka, dimana peserta didik dapat dengan segera mengenali cara bagaimana berpikir, pada tingkat mana pertanyaan yang mereka ajukan dan sifat kegiatan dimana mereka terlibat.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects