Top PDF INOVASI PEMBELAJARAN DI PESANTREN SALAF AL-FALAH (Studi Pada Pesantren Berbasis Keterampilan Hidup Dengan Penanaman Sikap Nasionalisme Di Kabupaten Bandung)

INOVASI PEMBELAJARAN DI PESANTREN SALAF AL-FALAH (Studi Pada Pesantren Berbasis Keterampilan Hidup Dengan Penanaman Sikap Nasionalisme Di Kabupaten Bandung)

INOVASI PEMBELAJARAN DI PESANTREN SALAF AL-FALAH (Studi Pada Pesantren Berbasis Keterampilan Hidup Dengan Penanaman Sikap Nasionalisme Di Kabupaten Bandung)

The forerunner of formal education departing from Islamic boarding school education in this study raised life skills education in salaf boarding schools, talent coaching and interest of santri this paper can be used as a guide for the parties manager salaf’s Islamic boarding school in educating life skill in scope salaf’s Islamic boarding school. From the results of the study can be obtained information that education life skill is process develop, coach and excavation of talent interest of santri, so after graduating from Islmic boarding school have competitiveness such as proficient trade, tahfidz, qiro’ah, honest, sincere, simple, independent, caring, free in acting but responsible for his actions, meticulous or careful and have commitment in doing good. implementation in daily life is done through three strategis, that is holdimg a little alpha in environment’s Islamic boarding school, makes unit –unit bussines by empowering santri who are in formal schooling, and determation the rule for citizens who are in the boarding school environment even outside Islamic boarding school. Always put forward humble atitute, model atitute from male teacher or female teacher result learning in the class can be implementatiaon directly with the hope that the potencialthat
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARATIF MANAJEMEN PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH PUTERA BANJARBARU DAN PONDOK PESANTREN RAUDHATUL AMIN AMUNTAI

STUDI KOMPARATIF MANAJEMEN PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH PUTERA BANJARBARU DAN PONDOK PESANTREN RAUDHATUL AMIN AMUNTAI

membuka program Paket B yang setara dengan SLTP/MTs. Keempat, kedua pesantren ini mempunyai pengaruh yang besar dalam melakukan kontrol sosial keagamaan terhadap masyarakat setempat dan telah banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan sumber daya manusia di daerahnya masing-masing. Hampir seluruh ustadz senior Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru mendirikan majelis taklim untuk masyarakat selain jadwal mengajar di pesantren. Mereka juga setiap tahun mendapat kepercayaan dari pemerintah sebagai tim pembimbing dan pemandu ibadah haji daerah. 11 Pada tahun 1995, Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru memperoleh mu’adalah ( persamaan) dari Universitas Al Azhar Cairo Mesir, sehingga alumni Pondok Pesantren Al Falah dapat langsung diterima kuliah di Perguruan Tinggi Islam tertua di dunia itu. Kiprah ribuan alumni Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru sejak berdiri sampai sekarang cukup dominan. Banyak alumninya yang menjadi pemimpin di masyarakat, baik di pemerintahan, kalangan akademisi maupun pada masyarakat umum. 12 Adapun Pondok Pesantren Raudhatul Amin Amuntai yang tidak memungut SPP bagi santrinya ini, keberadaannya sangat membantu peningkatan sumber daya manusia di daerah setempat, terutama kalangan masyarakat ekonomi ke bawah. Pesantren ini telah meluluskan lebih 50 orang santri tingkat Ulya. 13 Kelima, sepengetahuan penulis, belum pernah diadakan penelitian yang sama
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARATIF MANAJEMEN PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH PUTERA BANJARBARU DAN PONDOK PESANTREN RAUDHATUL AMIN AMUNTAI

STUDI KOMPARATIF MANAJEMEN PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH PUTERA BANJARBARU DAN PONDOK PESANTREN RAUDHATUL AMIN AMUNTAI

yang berbeda-beda sehingga menghasilkan berbagai variasi. Dua tipe pertama selalu menjadi bagian dari pendidikan pesantren dan membentuk inti identitasnya. Dua tipe yang terakhir merefleksikan aspek-aspek baru dari identitas pesantren dan pertemuannya dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang berubah-ubah. 2 Menyiasati perubahan, pesantren tidak serta merta melakukan perombakan seluruh struktur dan tradisi pendidikan pesantren. Pesantren dengan segala keunikannya mutlak dipertahankan, sekaligus pada saat yang sama modifikasi dan improvisasi pun diupayakan. Anggapan sejumlah pesantren bahwa masuknya ilmu pengetahuan umum ke dalam kurikulum pesantren akan berdampak pada
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN SENI BACA AL-QUR’AN UNTUK MENGHASILKAN SANTRI YANG MEMILIKI KOMPETENSI SENI ISLAMI DI PESANTREN AL FALAH.

PEMBELAJARAN SENI BACA AL-QUR’AN UNTUK MENGHASILKAN SANTRI YANG MEMILIKI KOMPETENSI SENI ISLAMI DI PESANTREN AL FALAH.

Seni Islam merupakan hasil pengejawantahan keesaan pada bidang keanekaragaman. Ia merefleksikan kandungan prinsip keesaan Ilahi, kebergantungan seluruh keanekaragaman kepada yang Esa, kesementaraan dunia dan kualitas-kualitas positif dari eksistensi kosmos atau makhluk sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt di dalam Al- Quran, Ya Tuhan Kami! Tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia (QA 3: 191). Seni Islam mewujudkan, dalam taraf fisik yang secara langsung dapat dipahami oleh pikiran yang sehat, realitas-realitas dasar dan perbuatan-perbuatan, sebagai tangga bagi pendakian jiwa dari tingkat yang dapat dilihat dan didengar menuju ke Yang Gaib yang juga merupakan keheningan di atas setiap bunyi.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PESANTREN SALAF DI TENGAH PRAGMATISME PENDIDIKAN

PESANTREN SALAF DI TENGAH PRAGMATISME PENDIDIKAN

Langkah lainnya, adalah dengan menggairahkan kegiatan-kegiatan diskusi atau musyawarah, bahtsul masa-il dan pola-pola pembelajaran yang bisa menumbuhkan daya inisiatif dan kreatif santri, seperti model sorogan. Selain itu, pesantren salaf hendaknya mulai mengembangkan wawasan pengetahuan agama santrinya hingga bidang pengetahuan ilmu-ilmu Al- Qur’an, Hadits, ushul fiqh, dan – jika memungkinkan, menambahkan porsi pengajaran bidang pengetahuan sejarah. Selama ini, pesantren kurang memberikan porsi memadai untuk ilmu-ilmu sebagaimana di atas, atau dalam pencapaian target pengajarannya kurang maksimal. Selama ini, pesantren terkesan fiqh oriented. Kendati bidang pengetahuan bahasa Arab juga menjadi salah satu perhatian utama, namun inipun diajarkan sekedar sebagai instrumen pengantar memahami bidang pengetahuan fiqh melalui kitab-kitab klasik. Tidak lebih dari itu. Pendalaman bahasa Arab bukan ditujukan sebagai sarana komunikatif atau muhadatsah baik secara aktif maupun pasif. Sehingga tak heran, kalau banyak lulusan pesantren yang mengalami kesulitan jika berkomunikasi dengan bahsa Arab, meski bertahun-tahun belajar nahwu- sharaf hingga balaghah.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kegiatan pembelajaran dakwah pondok pesantren salaf dan modern  : studi komparasi di Pondok Pesantren al-Musyaffa’ Kampir Kendal dan Pondok Pesantren Modern Selamat Jambearum Kendal

Kegiatan pembelajaran dakwah pondok pesantren salaf dan modern : studi komparasi di Pondok Pesantren al-Musyaffa’ Kampir Kendal dan Pondok Pesantren Modern Selamat Jambearum Kendal

Pondok pesantren Al-Musyaffa’ yang pertama kali didirikan oleh KH. Muchlis Musyaffa’ anak ke 3 dari Almarhum K. Musyaffa’berdiri tepatnya pada tahun 1986 yang terletak 6 km sebelah selatan kota Kendal, yang tepatnya berada di dukuh Kampir desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, merupakan pondok pesantren yang menganut sistem pendidikan tradisional di mana didalamnya hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama seperti Al-Qur’an, fikih, akidah, tajwid, dan ilmu-ilmu agama lainya. Semua pelajaran yang ada di pondok pesantren tersebut masih menggunakan kitab-kitab klasik yang biasa disebut dengan kitab kuning. Dengan menggunakan tenaga pengajar (ustadz/ustadzah) yang ahli dalam bidang ilmu agama.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

PROGRAM PEMBELAJARAN TILAWAH AL-QURAN PADA PONDOK PESANTREN AL-QURAN AL-FALAH I CICALENGKA BANDUNG:(Studi Deskriptif tentang Program Pembelajaran Tilawah Al-Quran Tahun 2015).

PROGRAM PEMBELAJARAN TILAWAH AL-QURAN PADA PONDOK PESANTREN AL-QURAN AL-FALAH I CICALENGKA BANDUNG:(Studi Deskriptif tentang Program Pembelajaran Tilawah Al-Quran Tahun 2015).

Kitab suci al-Quran merupakan pedoman dan penyelamat kehidupan manusia di dunia. Upaya memahami al-Quran sebagai petunjuk umat manusia di dunia yakni dengan mempelajari al-Quran dan mengajarkan al-Quran. Akan tetapi, umat Islam yang mayoritas di Indonesia tidak lantas membuat seluruh penganutnya mampu membaca al-Quran dengan benar. Kondisi ini justru memprihatinkan dengan terdapatnya umat Islam yang tidak bisa membaca al-Qur’an. Untuk mengatasi kondisi tersebut, peneliti meneliti lembaga pendidikan yang memfokuskan pendidikan di bidang al-Quran yakni Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program pembelajaran tilawah al-Quran dengan memfokuskan penelitian kepada perencanaan, proses, dan hasil. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Dari data tersebut di analisis dengan mereduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan data bahwa Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah melaksanakan program pembelajaran tilawah al-Quran dengan 4 tahapan, yang disebut tahapan belajar al-Quran. Tahapan-tahapan tersebut yakni tahajj ī, mu’allam, murattal dan mujawwad. Kemudian, perencanaan pembelajaran tilawah al-Quran meliputi visi, misi, tujuan, dan rencana kerja. Selanjutnya, pelaksanaan meliputi organisasi program, pelaksanaan kegiatan program, bidang peserta didik, bidang kurikulum dan rencana pembelajaran, bidang pendidik dan tenaga kependidikan, bidang sarana dan prasarana, dan bidang pendanaan. Langkah-langkah pembelajaran tilawah al- Qur’an disesuaika n dengan tahapan belajar al-Quran dengan menggunakan metode talaqq ī . Ditinjau dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 49 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Nonformal, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran tilawah al- Quran di Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah dikategorikan baik dan cukup baik, serta menghasilkan santri dari serangkaian evaluasi yang memiliki kompetensi membaca al-Quran yang baik, bahkan berprestasi di bidang tilawah al-Quran tingkat Regional, Nasional dan Internasional.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

BAB IV ANALISIS PERAN PEMBELAJARAN KITAB JIM-JIM DI PONDOK PESANTREN AL-MASYHAD MANBA UL FALAH SAMPANGAN PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS PERAN PEMBELAJARAN KITAB JIM-JIM DI PONDOK PESANTREN AL-MASYHAD MANBA UL FALAH SAMPANGAN PEKALONGAN

Gambaran di atas menunjukan bahwa upaya pembelajaran kitab Jim- jim daam memudahkan membaca kitab kuning ini dapat berjalan dengan lancar dan baik serta ternyata pembelajaran kitab Jim-jim dapat meningkatkan kemampuan santri dalam membaca kitab kuning dan membuat mereka menjadi lebih aktif serta memupu bakat mereka dalam menganalisis isi kandungan kitab Mabadiul Fiqhiyyah dan Safinatunnajah sehingga target yang menjadi tujuan pembelajaran kitab Jim-jim dalam memudahkan membaca kitab kuning di kelas Shifir B ini lebih tercapai dibandingkan dengan pembelajaran yang tanpa dibekali dengan kitab jim- jim.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SISTEM PONDOK PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN ANAK-ANAK YANBU’ AL- QUR’AN KUDUS JAWA TENGAH | Falah | ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal 1285 4499 1 PB

SISTEM PONDOK PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN ANAK-ANAK YANBU’ AL- QUR’AN KUDUS JAWA TENGAH | Falah | ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal 1285 4499 1 PB

dasar, tujuan, materi, metode dan lingkungan sosial yang mengitarinya. Penelitian ini menghasilkan bahwa system pendidikan tahfidz al-Qur’an keduanya sama yaitu menggunakan sistem talaqqi atau musafahah, hanya saja teknisnya yang berbeda. Jama’ah tahfidz al-Qur’an Masjid al-Haram lebih cermat, sebab yang menghadap kepada gurunya tidak boleh lebih dari dua orang jadi tentu simaan bacaan dapat diperiksa, lebih teliti, benar dan tidak terganggu. Berbeda di madrasah tahfidz al-Qur’an Krapyak Yogyakarta karena yang menghadap ke gurunya secara bersamaan dapat lebih dari lima orang, dan hal ini mengganggu pada penghafalan yang lainnya. Namun pada intinya penelitian tesisi ini adalah membahas tentang adanya segi- segi persamaan dari dua segi yaitu pertama dasar dan tujuan didirikan pendidikan tahfidz itu sendiri dan kedua nampak pada cara dan metode yang sama yaitu system talaqqi dan Musafahah.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Implementasi Inovasi Kurikulum Integrasi keislaman terhadap pembentukan moralitas siswa di SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo

Implementasi Inovasi Kurikulum Integrasi keislaman terhadap pembentukan moralitas siswa di SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo

Dari paparan data pada bab sebelumnya dalam proses pembentukan moralitas siswa di SMP Al-Falah Deltasari bahwa dalam memacu membentuk moral tersebut sekolah mengemas dengan adanya kegiatan – kegiatan keagamaan misalnya sholat dhuha berjamaah, rutinitas mengaji terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran, menghafal surat al-Qur’an serta guru menyampaikan materi-materi pelajaran umum yang disangkut pautkan dengan ajaran-ajaran islam yang sesuai dengan alqur’an dan hadist. Dari kegiatan-kegiatan tersebut siswa SMP Al-Falah dapat membentuk moral siswa yang baik berbudi luhur dan berprestasi. Oleh karena itu, Pembentukan moralitas siswa yang dikemas dengan kegiatan keagamaan dan penerapan dalam pembelajaran yang terintegrasi keislaman sangat bermanfaat sekali bagi siswa SMP Al-Falah.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

30. Tipologi Perubahan dan Model Pendidikan Multikultural Pesantren Salaf

30. Tipologi Perubahan dan Model Pendidikan Multikultural Pesantren Salaf

K.H. Marzuki Wahid dan K.H. Husein Muhammad banyak memberikan ide-ide dan wawasan dalam mengembangkan nilai-nilai multikultural di Pondok Pesantren Dar al-Tauhid. Hal itu telah menjadikan pendidikan dan pembelajaran yang baik bagi para santri, khususnya dalam hal pemahaman nilai-nilai multikultural. Santri Dar al-Tauhid baik secara langsung maupun tidak langsung sebenarnya telah belajar berbeda, bagaimana menyikapi perbedaan, bersikap demokratis, dan toleran. Adanya Forum Musyawarah Kubra dan Bahtsul Masail, misalnya, adalah bentuk pembelajaran yang akan mengasah santri peka terhadap perbedaan dan belajar bagaimana menyikapinya. Keberadaan santri yang datang dari berbagai daerah, misalnya dari Medan, Jambi, Palembang, Lampung, NTT, Indramayu, Brebes, dan lainnya adalah corak tersendiri dalam perbedaan. Mereka akan saling belajar memahami budaya yang berbeda dan bagaimana cara hidup bersama dalam perbedaan. Fenomena munculnya para pemikir Islam yang sering disebut ”liberal” dari dalam Pondok Pesantren Dar al-Tauhid adalah menarik untuk diungkapkan. Pemikiran K.H. Husein Muhammad dan K.H. Marzuki Wahid yang pada kenyataannya bisa dikatakan keluar dari mainstream kultur pesantren disikapi oleh pesantren, baik oleh para santri maupun pengasuh pokok, K.H. Ibnu Ubaidillah, sebagai sesuatu yang biasa dan hal itu adalah dianggap sebagai wacana. Keseimbangan memang tampak di pesantren ini, karena satu sisi pengasuh masih menghidupkan pemikiran para ulama salaf dan tradisinya yang cenderung moderat, dan pengasuh yang lain seperti K.H. Husein Muhammad dan K.H. Marzuki Wahid bisa dikatakan telah banyak mengadopsi para pemikir modern yang terkesan liberal. Di sini tampak adanya interaksi pemikiran yang akan menjadikan kultur dan pembelajaran yang baik terhadap pemahaman multikultural bagi kesemuanya, baik santri maupun pengasuhnya. Husein sepakat dengan pendapat yang memahami bahwa ada wilayah- wilayah personal, dan ada wilayah publik dalam kehidupan kita. Untuk urusan ibadah dan keimanan, sifatnya sangat personal yang pertanggungjawabannya langsung pada Allah atau secara vertikal. Pada sisi lain pandangan dan pemikiran K.H. Marzuki Wahid, sebagai salah satu Dewan Pengasuh Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon, tidak jauh berbeda dengan pandangan dan pemikiran K.H. Husein Muhammad.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

MODEL PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP DI PESANTREN (Studi Kasus di Pondok Pesantren Salaf Al Ittihad Poncol dan Pondok Pesantren Modern Bina Insani Susukan Kabupaten Semarang) - Test Repository

MODEL PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP DI PESANTREN (Studi Kasus di Pondok Pesantren Salaf Al Ittihad Poncol dan Pondok Pesantren Modern Bina Insani Susukan Kabupaten Semarang) - Test Repository

30 “…ya mereka ikut ekstra kurikuler kewiarusahaan sifatnya pilihan, kita seleksi, kita batasi, kalau tidak dibatasi ngebyuk, satu angkatan 10 – 15,…peminatnya ya lumayan banyak, tapi akhirnya ikutnya yang ke regular, kalau unggulan itu khan sampai produksi sampai pasar… seminggu tiga kali itu hari.. minggu, jumat, rabu…mereka mulainya setelah KBM, jam 1 – 2.30, setelah KBM langsung ke lokasi, di sana sudah siap tenaga pendampingnya,… pendampingnya dari luar, …dari dalam juga ada sebagai pamongnya….untuk rekrutmennya…itu kita serahkan kepada gurunya pak, yang penting kesungguhannya. Memang anak itu punya kretivitas, punya aide-ide kreatif, tapi bisa berkembang , karena tuntutan di boga kita karya-karya inovasi pak, ketika kita ikut lomba tingkat nasional bagaimana dulu produknya, sekarang produknya apa, harus beda … jadi kita memang unjuk kreasi-kreasi yang harus kita tunjukkan, kalau kita yang kita unggulkan karya boga itu khan bahannya dari singkong, kita yang sudah sampai tingkat nasional itu yang singkong…untuk pembiayaannya…biaya include di SPP, kita juga ada uang tahunan dan kita kebetulan dapat blockgrant, dari kemendikbud dari direktorat itu satu tahun Rp.30.000.000,-- block grant pengembangan keterampilan….sifatnya mengajukan, kita masuk sekolah alternatif, sekolah yang punya ciri khusus, di SBP juga ada (sekolah berbasis pesantren) kita menguatkan di sekolah alternatif , kita sudah lima tahun berjalan program tersebut berkelanjutan , itu ada program pertama, program kedua, program ketiga dan itu harus inovatif….pak Fauzan yang SBP dan kita tidak boleh menerima dua grant dalam satu tahun, pernah kita satu tahun terima dua tapi konangan pak, ya go nasionalnya kita lebih dulu yang sekolah alternatif, diknas, ya sama sebenarnya, tapi saya satu lewat sekolah berbasis pesantren dan satu lewat sekolah alternatif. Sekolah alternatif itu pengembangan dari sekolah terbuka, akhirnya yang SBP kita dicoret… SBP kita programnya dalam…ada juga program keterampilan, ini khan tahun ketiga…itu program pembinaan dari UIN Jakarta, Kemendikbud dan kemenag untuk SBP. kalau sekolah alternatif itu dari kemendikbud saja…pembiayaan pelatihnya yang program e kskul maka anggarannya dari pembimbing ekstra,namun yang program unggulan itu kita biayai dari RKAKS, yang boga itu ada perputaran modal, sehingga anggarannya bisa tidak minus (kurang), kalau untuk menjahit itu kesulitannya pemasarannya, sulit untuk dijual, dulu ada menjahit namun karena perputaran modalnya kurang cepat akhirnya sekolah harus mensupport terus, kalau yang boga ini kita sempat beli tanah juga pak, sekitar Rp.700.000.000,- ini sudah tahun yang keenam, …” (Wwcr dengan Z, Jumat 17 Nov 2017 pukul 13.30 – 14.15)
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PROGRAM PEMBELAJARAN TILAWAH AL-QURAN PADA PONDOK PESANTREN AL-QURAN AL-FALAH I CICALENGKA BANDUNG:(Studi Deskriptif tentang Program Pembelajaran Tilawah Al-Quran Tahun 2015) - repository UPI S PAI 1106590 Title

PROGRAM PEMBELAJARAN TILAWAH AL-QURAN PADA PONDOK PESANTREN AL-QURAN AL-FALAH I CICALENGKA BANDUNG:(Studi Deskriptif tentang Program Pembelajaran Tilawah Al-Quran Tahun 2015) - repository UPI S PAI 1106590 Title

Rofik Nursahid, 2014 PROGRAM PEMBELAJARAN TILAWAH AL-QURAN PADA PONDOK PESANTREN AL-QURAN AL FALAH I CICALENGKA BANDUNG : Studi Deskriptif tentang Program Pembelajaran Tilawah Al Qur[r]

3 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBRU Oleh: Muhamad Ramli1 ABSTRAK - MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBARU - IDR UIN Antasari Banjarmasin

MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBRU Oleh: Muhamad Ramli1 ABSTRAK - MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBARU - IDR UIN Antasari Banjarmasin

Terkait dengan evaluasi yang dilakukan oleh ustadz di pesantren ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan santri terhadap materi yang telah diberikan, untuk seleksi, yaitu memilih dan menentukan santri yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu, untuk menentukan kenaikan kelas dan untuk menempatkan santri sesuai dengan potensi yang dimilikinya serta untuk mengadakan pelaporan kepada orang tua santri atau wali santri. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Arifin bahwa evaluasi bertujuan untuk; (1) mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan. (2) Untuk mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap peserta didik terhadap program pembelajaran. (3) Untuk mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. (4) Untuk mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keunggulan peserta didik dapat dijadikan dasar bagi guru untuk memberikan pembinaan dan pengembangan lebih lanjut, sedangkan kelemahannya dapat dijadikan acuan untuk memberikan bantuan atau bimbingan. (5) Untuk seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu. (6) Untuk menentukan kenaikan kelas. (7) Untuk menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 26
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Perbandinagn Pembelajaran Fiqih di Pondok Pesantren Modern Dengan pndok Pesantren Salaf Dalam Persepsi Ssntri: studi kasus pondok pesantren daarul ahsan dan pondok pesantren Al-Musayyadah

Perbandinagn Pembelajaran Fiqih di Pondok Pesantren Modern Dengan pndok Pesantren Salaf Dalam Persepsi Ssntri: studi kasus pondok pesantren daarul ahsan dan pondok pesantren Al-Musayyadah

Menurut Sulthon Masyhud dan Moh. Khusnurdilo pendidikan pesantren ini semula merupakan pendidikan agama Islam yang dimulai sejak munculnya Masyarakat Islam di Nusantara. Beberapa abad kemudian penyelenggaraan pendidikan Islam ini semakin teratur dengan munculnya tempat-tempat pengajian ( “nggon ngaji” ). Bentuk ini kemudian berkembang dengan pendirian tempat-tempat menginap bagi para pelajara (Santri), yang disebut pesantren meskipun bentuknya masih sangat sederhana, pada waktu itu pendidikan pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang terstruktur, sehingga pendidikan ini dianggap sangat bergengsi. Di lembaga pendidikan Islam ini kaum muslimin Indonesia mendalami doktrin dasar Islam, khususnya menyangkut praktek kehidupan keagamaan. 6
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN FIQIH PADA PONDOK PESANTREN AL-FALAH PUTERI (PERSPEKTIF WANITA)

PEMBELAJARAN FIQIH PADA PONDOK PESANTREN AL-FALAH PUTERI (PERSPEKTIF WANITA)

Mempelajari Islam adalah kewajiban pertama setiap Muslim yang sudah aqil baligh. Wanita merupakan bagian dari elemen masyarakat, sehingga secara otomatis, mereka juga memiliki andil dan tugas dalam menata dan memperbaiki masyarakat. Dalam penelitian ini dibuat karena ditemukan masih belum adanya pembelajaran fikih yang membahas dari sudut pandang wanita, seperti thaharah, haid, nifas, istihadhah dan shalat pada wanita dijelaskan secara mendetail dalam pengajarannya, hanya ada sebagian materi yang dijelaskan sesuai kebutuhan wanita, tidak semua. Padahal semua materi dalam fikih itu sangat penting diketahui dan sangat perlu penjelasan yang mendetail bagi para wanita khususnya yang berkaitan dengan wanita.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PESANTREN AL-FALAH BIRU PADA MASA REVOLUSI FISIK DI GARUT TAHUN 1945-1949.

PESANTREN AL-FALAH BIRU PADA MASA REVOLUSI FISIK DI GARUT TAHUN 1945-1949.

Wawancara dilakukan oleh peneliti untuk melengkapi sumber tertulis yang tersedia, peneliti mencari sumber lisan dengan melakukan wawancara langsung dengan beberapa pelaku sejarah yang terdiri dari mantan santri pesantren Al- Falah Biru yang terlibat perlawanan terhadap Belanda. Selain itu peneliti juga mewawancarai saksi sejarah yang terdiri dari anak-anak KH.Badruzzaman sebagai narasumber yang memberikan informasi khusus mengenai sejarah perkembangan pesantren. Menurut Koentjaraningrat (1993), teknik ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang berupa tanggapan pribadi, pendapat atau opini serta keyakinan. Metode ini dilakukan dengan suatu tujuan khusus untuk mencari keterangan atau pendapat secara lisan dari seorang responden dengan bercakap-cakap dan berhadapan muka mengenai apa yang dirasakan, dipikirkan, dan diakui (Koentjaraningrat, 1993: 130).
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Kepemipinan Kiai dalam mewujudkan Eco-Pesantren: studi kasus di Pondok Pesantren Modern (PPM) al-Amanah Krian dan Pondok Pesantren Salaf Modern (PPSM) Banin Banat Al-Mubtadi-ien Badal Ngadiluwih

Kepemipinan Kiai dalam mewujudkan Eco-Pesantren: studi kasus di Pondok Pesantren Modern (PPM) al-Amanah Krian dan Pondok Pesantren Salaf Modern (PPSM) Banin Banat Al-Mubtadi-ien Badal Ngadiluwih

Penyadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan melalui pendidikan lingkungan hidup, yang di lakukan ole eluruh lapisan masyarakat, yang aling mudah dari lingkingan sekitar. Pendidikan lingkungan hidup khususnya yang ada pada saat ini dalam menumnbuhkan kesadaraan terhadap kepedulian lingkungan untuk berprilku ramah, terhadap lingkungan sehingga menghasilkan ekosistem tetap terjaga. Melalui model eco pesantren adala mentranormasi kan nilai nilai moral keagamaan dalam berinteraksi dengan lingkungan di mana berorientasi dengan lingkungan yang mana proses tersebut, adalah dalam membentuk manusia secara utuh lahiriah mauun bathiniah yang bisa mengatur dan memelihara alam dan lingkungan, sebagai mana Allah sebutkan manusia sebagai khalifah di bumi.
Baca lebih lanjut

204 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Integrasi Pesantren Salaf (Tradisional) dan Khalaf (Modern) di Pondok Pesantren Qotrun Nada

Pelaksanaan Integrasi Pesantren Salaf (Tradisional) dan Khalaf (Modern) di Pondok Pesantren Qotrun Nada

Untuk menjadikan pesantren tidak pergeseran dari kitab kuning ke kitab putih pada pesantren kholaf, maka dalam pengelolaan kurikulum pesantren di samping masih ketat mempertahankan tradisi pesantren, namun terbuka dengan membuka pendidikan formal melalui kurikulum yang dikembangkan dengan tetap berpijak pada prinsip “pemapanan tradisi pesantren sembari mengadaptasi tradisi yang lebih baik” agar akar tradisi pesantren tetap terawat, dan pada saat yang sama kekurangan pesantren dapat dibenahi. Dengan demikian, karakter dan keunikan pesantren salafi masih terpelihara sebagai ciri khas sistem pendidikan pribumi, dan semangat kholafi terakomodir. Di samping itu, kurikulum pesantren harus dikemas secara mandiri, karena perbedaannya dengan lembaga pendidikan konvensional pada umumnya. Pengelolaan pendidikan pada pesantren menuntut inovatif dalam pengembangan kurikulumnya agar pesantren tetap eksis sebagaimana sejarah lahirnya namun tetap apresiatip terhadap perkembangan zaman, karena tranformasi dari eksistensi menjadi keharusan dan merupakan keistimewaan dan resiko yang unik bagi pesantren.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Sejarah perkembangan Pondok Pesantren Al Falah Pacul Bojonegoro tahun 1978-2017

Sejarah perkembangan Pondok Pesantren Al Falah Pacul Bojonegoro tahun 1978-2017

This thesis is entitled "The History of the Development of Al-Falah Pacul Bojonegoro Islamic Boarding School in 1978-2017". The research factors discussed in this thesis include: 1) What is the history of the establishment of the Al-Falah Pacul Bojonegoro Islamic Boarding School? 2) How is the development of Al-Falah Pacul Bojonegoro Islamic Boarding School in 1978-2017? 3) What are the supporting factors and inhibiting factors in the development of Al-Falah Pacul Bojonegoro Islamic Boarding School?
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects