Top PDF Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Usaha Mikro Konveksi

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Usaha Mikro Konveksi

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Usaha Mikro Konveksi

Kaitannya dengan pemberdayaan perempuan berarti proses menyiapkan perempuan dengan berbagai sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keahlian untuk meningkatkan kapasitas diri dalam menentukan masa depan, serta berpartisipasi dalam komunitasnya dengan tujuan untuk mewujudkan perempuan yang mandiri, mampu memanfaatkan sumber daya alam sekitar dan membebaskan diri dari keterbelakangan serta kemiskinan. Salah satu bentuk pemberdayaan perempuan adalah dengan mendidiknya menjadi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ketentuan umum Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluhjuta rupiah) tidaktermasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdirisendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badanusaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyakRp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dariRp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 2.500.000.000,00 (dua milyarlima ratus juta rupiah). Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan. Kriteria Usaha Menengah adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dariRp. 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah). 90
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Implementasi Perencanaan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Klinik Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur

Implementasi Perencanaan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Klinik Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur

Kartasasmita (1997) menuturkan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma barupembangunan, yakni yang bersifat “peop le centered, participatory, empowering and sustainable ”. Konsep tersebut memiliki makna lebih luas daripada hanya sebagai pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs) atau menyediakan mekanisme untuk mencegah proses pemiskinan labih lanjut (safety net). Pemikiran ini belakangan banyak dikembangkan sebagai upaya mencari alternatif terhadap konsep-konsep pertumbuhan di masa yang lalu.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Perempuan melalui Kegiatan Ekonomi Kreatif

Pemberdayaan Perempuan melalui Kegiatan Ekonomi Kreatif

bordir/sulaman, (4) industri kain rajut, (5) industri barang dari kulit dan kulit Buatan, (6) industri Anyam-anyaman dari Rotan dan Bambu, (7) industri anyam- anyaman dari tanaman, (8) industri kerajinan ukir-ukiran dari kayu. (9) industri Alat- alat dapur dari kayu, rotan dan bambu, dan (10) industri barang dari kayu, rotan, gabus. (11) industri perlengkapan dan peralatan rumah tangga dari Gelas rumah tangga, (12) industri barang-barang lainnya dari gelas, (13) industri perlengkapan rumah tangga dari porselin, (14) industri barang-barang dari tanah liat, (15) industri bahan bangunan dari tanah liat/keramik selain batu bata dan genteng, (16) industri barang dari marmer dan granit untuk keperluan rumah tangga dan pajangan, industri barang dari batu untuk keperluan rumah tangga dan pajangan, (17) jasa industri untuk bahan berbagai pekerjaan khusu terhadap logam dan barang-barang dari logam, (18) industri furnitur dari kayu yang mencakup usaha pembuatan furnitur dari kayu untuk rumah tangga dan kantor, (19) industri furnitur dari rotan dan ataubambu, (20) industri furnitur dari logam, (20) industri furnitur yang mencakup pembuatan furniture yang bahan utamanya bukan kayu, rotan, bamboo, logam, plastik dan bukan barang imitasi, (21) industri permata, (22) industri barang perhiasan berharga untuk keperluan pribadi dari logam mulia, (23) ndustri Barang Perhiasan Berharga Bukan untuk Keperluan Pribadi dari Logam Mulia yang mencakup usaha pembuatan keperluan pribadi, seperti: peralatan makan dan minum, barang hiasan rumah tangga, piala, medali dan noveltis, termasuk bagian dan perlengkapannya, (24) industri barang perhiasan bukan untuk keperluan pribadi dari bukan logam mulia, (25) industri alat-alat musik tradisional, (26) industri alat- alat musik non tradisional, (27) industri mainan, (28) industri kerajinan yang tidak diklasifikasikan di tempat lain yang mencakup usaha pembuatan barang-barang kerajinan dari bahan tumbuh-tumbuhan dan hewan, (29) perdagangan besar barang-barang keperluan rumah tangga, (30) perdagangan besar berbagai barang- barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya, (31) perdagangan eceran barang perhiasan yang mencakup usaha perdagangan eceran khusus barang perhiasan, (32) perdagangan eceran jam yang mencakup usaha perdagangan eceran khusus berbagai jam, (33) perdagangan eceran furnitur yang mencakup usaha perdagangan eceran khusus furniture, (34) perdagangan eceran barang pecah belah dan perlengkapan dapur dari batu atau tanah liat, (35) perdagangan eceran barang pecah belah dan perlengkapan dapurdari kayu, bamboo atau rotan, (36) perdaganganeceran barang kerajinan dari keramik, (37) perdagangan eceran mainan anak-anak, (38) perdagangan eceran lukisan, (39) perdagangan eceran barang-barang kerajinan, mainan anak-anak, dan lukisan lainnya, (40) perdagangan eceran kaki lima barang kerajinan, dan (41) perdagangan eceran kaki lima lukisan. Kelompok ini mencakup usaha perdagangan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Optimalisasi peran Bank Wakaf Mikro dalam pemberdayaan ekonomi pelaku usaha sekitar pesantren di Jawa Timur

Optimalisasi peran Bank Wakaf Mikro dalam pemberdayaan ekonomi pelaku usaha sekitar pesantren di Jawa Timur

Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri Surabaya sebagai salah satu lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) Lembaga Keuangan Mikro yang selama ini telah membuktikan perannya dalam mewujudkan inklusif keuangan dengan membangun sinergi antara pemilik dana (waqif) dengan UMKM untuk memperoleh akses keuangan. Berbeda dengan LKM lain yang sumber dananya dari perbankan, BWM dalam hal ini mendapatkan suntikan pendanaan dari wakaf tunai yang disalurkan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSM). Dengan karakteristik dana wakaf yang bersifat abadi dan hanya bisa dimanfaatkan tanpa pemindahan hak milik, maka skema ini akan sangat meminimalisir margin atau imbal hasil yang harus dibayarkan oleh penerima bantuan. Dengan demikian, bantuan pemodalan dari BWM ini bersifat pembiayaan dengan minimum margin. 3
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

Konsentrasi BMT terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan

Konsentrasi BMT terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan

”untuk program pemberdayaan ekonomi perempuan kami memang belum bisa fokus ke arah sana. Karena di BMT Al Fath IKMI kami juga tidak membedakan antara mitra laki-laki dan perempuan, kalu memang dia layak ya kami berikan tetapi kalau tidak ya tidak kami berikan pembiayaan. Tetapi upaya pembinaan mitra terus kami lakukan yaitu dengan cara kunjungan langsung ke tempat usaha pemantauan secara berkala dan sesekali juga diadakan pengajian bersama, semua itu dalam rangka pembinaan mitra pembiayaan baik yang laki-laki maupun perempuan. Untuk program pemberdayaan perempuan sendiri kami rasa kulturnya juga belum cocok, kultur pedesaan paling cocok untuk sistem ini, tetapi jika kondisi nya sudah berubah, insya allah BMT Al Fath IKMI siap mengawal program pemberdayaan ekonomi perempuan....” 14
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan

Usaha Mikro (Studi di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang dan

Usaha Mikro Keripik Pisang Yuda)

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Usaha Mikro (Studi di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang dan Usaha Mikro Keripik Pisang Yuda)

Pemerintah memfokuskan pada penumbuhan sektor-sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) serta melakukan pemberdayaan sehingga UMKM memiliki keunggulan daya saing untuk mencapai kemandirian perekonomian. Menurut Hikmat, Hary dalam Surjono dkk (2007: 24) munculnya konsep pemberdayaan merupakan akibat dari aksi reaksi terhadap alam pikiran, tata masyarakat, dan tata budaya sebelumnya yang berkembang di suatu negara. Kegagalan arus utama model pengembangan ekonomi berupa ketidak mampuan memecahkan masalah kemiskinan dan keberlangsungan lingkungan membutuhkan sebuah alternatif pembangunan yang memberdayakan masyarakat. Friedman dalam Suryono (2007:24) berpendapat bahwa pembangunan alternatif tersebut harus lebih dipusatkan pada manusia dan lingkungan dari pada produksi, laba, pendekatan pertumbuhan ekonomi yang memakai pandangan perusahaan sebagai dasar ekonomi neoklasik.
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

PERAN KOPERASI WANITA DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Studi Kualitatif Deskriptif Terhadap Perempuan Pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota

PERAN KOPERASI WANITA DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Studi Kualitatif Deskriptif Terhadap Perempuan Pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota

perempuan, untuk menyiapkan kaum perempuan agar bisa bersaing dalam dunia kerja, maka melalui program- program Perempuan dalam Pembangunan (Women in Development) dengan menyediakan program intervensi guna meningkatkan taraf hidup keluarga seperti pendidikan dan ketrampilan. Melalui Koperasi Wanita ini diharapkan masyarakat utamanya perempuan dapat lebih mudah dalam mengembangkan wirausaha, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Kediri sehingga dapat memenuhi visi dan misi Dinas Koperasi dan UMKM dalam mensejahterakan masyarakat. Jaringan dapat dibangun melalui relasi atau hubungan pada setiap individu tersebut. Kepercayaan menjadi pelengkap dalam suatu hubungan. Pada kepercayaan sudah dijelaskan sebelumnya bahwa antara kewajiban dan tujuan melalui modal sosial tersebut terselip adanya kepercayaan pada pilihan rasional seorang aktor, sedangkan pada jaringan tercermin potensi informasi yang mana pada setiap hubungan yang dijalin oleh setiap individu mampu mendapatkan adanya informasi yang dapat menguntungkan mereka. Sehingga jaringan dan kepercayaan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembentukannya, tanpa adanya kepercayaan tidak akan muncul sebuah jaringan. Dan dalam sebuah jaringan mempunyai kebebasan dalam bertukar pikiran dan berpendapat. Seperti yang terjadi pada Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri ini, dalam organisasi ini anggota tidak hanya mendapatkan bantuan pinjaman modal saja tetapi juga adanya bimbingan, penyuluhan dan pengawasan langsung dari pemerintah. Pertemuan rutin tidak hanya dilakukan oleh anggota dalam satu kopwan kelurahan saja tetapi juga antar kelurahan sampai Koperasi Wanita Puspita Kencana antar kota yang tujuannya adalah saling bertukar pikiran dan bagi yang baru memulai usaha dapat menambah wawasannya dalam berwirausaha dari anggota yang sudah lebih dulu sukses. Aktifitas Perempuan Pekerja Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI INDONESIA

STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI INDONESIA

ekonomi dan kontribusinya yang besar terhadap kesempatan kerja dan pendapatan, khususnya di daerah perdesaan dan bagi keluarga berpendapatan rendah, tidak dapat diingkari betapa pentingnya UMKM bagi pembangunan ekonomi nasional. Selain itu, selama ini kelompok usaha tersebut juga berperan sebagai suatu motor penggerak yang sangat krusial bagi pembangunan ekonomi dan komunitas lokal. Saat ini, UMKM memiliki peranan baru yang lebih penting lagi yakni sebagai salah satu faktor utama pendorong perkembangan dan pertumbuhan ekspor non- migas dan sebagai industri pendukung yang membuat komponen-komponen dan spare parts untuk usaha besar (UB) melalui keterkaitan produksi misalnya dalam bentuk subcontracting. Bukti di NICs menunjukkan bahwa bukan hanya usaha besar (UB) saja, tetapi UMKM juga bisa berperan penting di dalam pertumbuhan ekspor dan bisa bersaing di pasar domestik terhadap barang-barang impor maupun di pasar global.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Peran Koperasi dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Peran Koperasi dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Sebagai organisasi ekonomi kelembagaan yang strategis, koperasi telah mengalami perubahan ketententuan dan perubahan undang ±undang yang mengaturnya. Berdasarkan UU no.17/2012, tentang Perkoperasian Indonesia, koperasi didefinisikan sebagai badan hukum yang didirikan oleh orang perorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sisial dan budaya, sesuai dengan

7 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro melalui  Dana Zakat Produktif

Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro melalui Dana Zakat Produktif

hidup masyarakat karena masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan akibat dari itu juga, maka masalah kebodohan dan kesempatan memperolah pendidikan dan pelayanan kesehatan masih merupakan masalah serius yang harus dipecahkan. Penghimpunan dana ZIS bisa dilakukan melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan/atau LAZ (Lembaga Amil Zakat) yang terus melakukan revolusi cara berpikir dan penyadaran kepada umat secara umum bahwa setiap harta yang kita miliki itu pastinya ada hak dari para fakir miskin. Salah satu lembaga amil zakat yang memiliki program dalam penyaluran dana zakat produktif ialah Rumah Zakat. Rumah Zakat memiliki program pengelolaan dana zakat produktif yaitu senyum mandiri, yang merupakan program pemberdayaan ekonomi kecil dan mikro bagi masyarakat kurang mampu untuk mengurangi tingkat kemiskinan, di mana salah satu program ekonominya yaitu pemberdayaan UKM.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sidoarjo

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo merupakan Kabupaten dengan UMKM terbesar nomer 3 di Jawa Timur dan mendapati julukan sebagai kota UMKM terbaik. UMKM baru terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sidoarjo semakin lama semakin banyak jumlahnya. Per April tahun 2018 jumlah UMKM di Sidoarjo mencapai 171.264 UMKM dengan jumlah tenaga kerja 306.481 orang. Meningkatnya jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo, menjadi acuan bagi Pemerintah setempat dan para pelaku UMKM lainya untuk bisa menciptakan upaya guna meningkatkan daya saing produk UMKM di Kabupaten Sidoarjo, agar dapat diberdayakan dipasaran domestik maupun internasional. Para pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo harus meningkatkan daya saingnya sehingga UMKM harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia (Sudaryanto, 2011:45)
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SERTA PEMBERDAYAAN USAHA MENENGAH KECIL DAN MIKRO (UMKM)

PENGEMBANGAN SERTA PEMBERDAYAAN USAHA MENENGAH KECIL DAN MIKRO (UMKM)

perlu dioptimalkan dan digali kembali potensi-potensi yang ada untuk peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat. Pengembangan ini tentu saja akan lebih berkembang dengan baik dengan adanya dukungan dari pemerintah dalam memberikan fasilitas-fasilitas yang diperlukan sebagai penunjang pelaksanaan dan kemajuan usaha yang dijalankan agar dapat menghasilkan kualitas produksi yang baik sehingga dapat bersaing dengan pasar internasional. Hal ini sesuai seperti yang diungkapkan oleh PBB dalam (Luz. A. Einsiedel, 1968, h. 9), bahwa: “pembangunan masyarakat, merupakan suatu "proses" dimana usaha-usaha atau potensi-potensi yang dimiliki masyarakat diintegrasikan dengan sumber daya yang dimiliki pemerintah, untuk memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan kebudayaan, dan mengintegrasikan masyarakat di dalam konteks kehidupan berbangsa, serta memberdayakan mereka agar mampu memberikan kontribusi secara penuh untuk mencapai kemajuan pada level nasional.”
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Fenomena Ketahanan Ekonomi USAha Kecil Dan Mikro: Studi Pada Pengusaha Perempuan Urban Kota Madiun

Fenomena Ketahanan Ekonomi USAha Kecil Dan Mikro: Studi Pada Pengusaha Perempuan Urban Kota Madiun

Pembangunan yang telah dilaksanakan oleh berbagai pihak, baik itu pemerintah, industri, maupun para pengusaha adalah bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Namun tujuan kesejahteraan ini dalam pelaksanaannya tidaklah mudah tercapai. Banyak kendala- kendala yang menghadang jalannya proses pembangunan yang menja- di sarana untuk mencapai kesejahteraan. Pada akhirnya ada sebagian masyarakat yang dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan ada sebagian yang belum mendapatkannya. Sebagian dari masyarakat yang belum mendapatkan hasil-ha1sil pembangunan adalah mereka yang termasuk usaha kecil ini. Kesenjangan ini terjadi tampak besar berada pada daerah-daerah perkotaan. Hal ini terjadi disebabkan usaha-usa- ha besar berada dan terpusat pada daerah perkotaan. Keberadaan ini secara langsung dan tidak langsung akan menimbulkan persaingan atau kerjasama yang sehat maupun tidak sehat.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Strategi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Konveksi Di Kota Semarang Dalam Pasar Terbuka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015

Strategi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Konveksi Di Kota Semarang Dalam Pasar Terbuka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015

Prelix.co konveksi sebagai usaha konveksi skala mikro masih sangat minim dalam pengetahuannya dibanding usaha konveksi lain yang menjadi objek penelitian. Dalam pemasaran produknya Prelix.co hanya mengandalkan promosi mouth to mouth dan promosi melalui media sosial BBM dan Facebook, bahkan pemilik belum menentukan bauran pemasaran dalam strategi pemasarannya. Menurut Jurini (2003), ada tiga tahap yang ditempuh perusahaan untuk menetapkan strategi pemasaran, yaitu (1) memilih konsumen yang dituju, (2) mengidentifikasi keinginan konsumen, dan (3) menentukan bauran pemasaran. Strategi pemasaran dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan, dan strategi pemasaran yang berhasil umumnya ditentukan dari satu atau beberapa marketing mix (bauran pemasaran). Dengan belum diterapkannya bauran pemasaran oleh pemilik Prelix.co konveksi, hal ini menjadi salah satu kendala dalam perkembangan usahanya, karena dengan strategi pemasaran yang kurang maksimal, akan susah bagi Prelix.co untuk bisa mengenalkan usahanya kepada masyarakat sebagai calon konsumennya. Hal tersebut sangat berbeda dengan konveksi yang lainnya, yaitu Ikilho, Reborn Revolt, Falcon, dan Fanny konveksi sudah menerapkan bauran pemasaran dalam strategi pemasarannya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN PADA USAHA KECIL DI PERDESAAN MELALUI LAYANAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO | Maika | Populasi 12073 23674 1 PB

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN PADA USAHA KECIL DI PERDESAAN MELALUI LAYANAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO | Maika | Populasi 12073 23674 1 PB

“Untuk menentukan anggota, langkah pertama yang kami lakukan adalah survei calon lokasi sasaran program. Sasaran program dari MUM adalah masyarakat termiskin (terutama perempuan) di suatu wilayah tertentu, yang didasarkan pada standar yang ada pada MUM, meliputi indeks rumah, pendapatan per kapita, dll. Cara menjaring sasaran melalui survei, pertemuan umum, uji kelayakan, dan pelatihan calon anggota (standar grameen)” (IR, salah seorang pengelola MUM). Setelah survei lokasi selesai dilakukan, diadakan pertemuan umum (PU) yang dihadiri oleh calon anggota MUM. Hasil pertemuan umum tersebut dilanjutkan dengan mengadakan Uji Kelayakan (UK) terhadap calon anggota. Hal-hal yang menjadi fokus dalam uji kelayakan tersebut adalah kondisi ekonomi rumah tangga, baik fisik maupun nonfisik, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan MUM. Hasil survei kemudian memutuskan layak tidaknya dibentuk kelompok usaha mikro perempuan di suatu wilayah. Setelah dinyatakan layak, kemudian dibentuk kelompok dengan jumlah anggota 5 orang. Kegiatan berikutnya adalah mengadakan Latihan Wajib Kumpul (LWK) yang dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan lama waktu 1 jam setiap harinya. Sifat LWK ini wajib sehingga semua calon anggota harus mengikutinya, tidak boleh ada satu pun anggota yang tidak hadir. Jika ada satu saja anggota yang tidak hadir, maka LWK tersebut dianggap gagal dan harus mengulangi dari awal. Kegiatan yang dilakukan selama 5 hari tersebut meliputi:
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PERANAN BMT DALAM  PEMBERDAYAAN EKONOMI BAGI PEREMPUAN ( Studi Kasus BMT Kelompok Usaha Bersama Sejahtera 036 makassar )

PERANAN BMT DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI BAGI PEREMPUAN ( Studi Kasus BMT Kelompok Usaha Bersama Sejahtera 036 makassar )

72 tidak bisa mereka penuhi sendiri atau tidak selalu hanya mengandalkan penghasilan suami maka dari itu mereka mengambil pembiayaan di BMT. Sedangkan dari segi usia dominan responden adalah mereka yang berada pada usia produktif yaitu 25 sampai 40 tahun meski tidak pula sedikit nasabah pada BMT yang telah berusia diatas 40 tahun. Adapun jika dilihat dari identitas pekerjaan, mayoritas responden bekerja sebagai wiraswasta, hal ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya bisa mengurus rumah tangga, tapi juga mampu menambah pendapatan keluarga. Responden yang mempunya usaha sendiri ini kebanyakan membuka usaha seperti berdagang atau membuka warung kecil-kecilan di rumah. Sehingga tuga utamanya dalam mengurus rumah tangga dapat berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Peranan BMT dalam Pemberdayaan Ekonomi Bagi Perempuan ( Studi Kasus BMT Kelompok Usaha Bersama Sejahtera 036 Makassar )

Peranan BMT dalam Pemberdayaan Ekonomi Bagi Perempuan ( Studi Kasus BMT Kelompok Usaha Bersama Sejahtera 036 Makassar )

Dari uraiaan sebelumnya telah dibahas mengenai banyak kaum perempuan yang mengambil pembiayaan di BMT secara tidak langsung telah diberdayakan, selanjutnya bagaimana upaya dari pihak BMT Kelompok Usaha Bersama Sejahtera 036 Makassar. Ibu Nurhidayanti, S.Pi selaku Manajer Umum menanggapi hal ini, ia menyatakan bahwa program khusus pemberdayaan perempuan bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan namun tidak pula mudah. Lebih lanjut ia mengatakan meski belum memfokuskan keaa rah pemberdayaan perempuan tapi sudah ada pemikiran dan rencana kedepannya. Berikut penuturannya :
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KONVEKSI DI KECAMATAN KOTA KUDUS

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KONVEKSI DI KECAMATAN KOTA KUDUS

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya serta kekuatan lahir dan batin kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Skripsi dengan judul ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KONVEKSI DI KECAMATAN KOTA KUDUS yang merupakan persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Ekonomi (S1) pada program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus.

15 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Penanggulangan Kemiskinan

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Penanggulangan Kemiskinan

Konsep pemberdayaan yang dilakukan bertujuan pada pemberdayaan bidang ekonomi dan bidang sosial, dengan maksud kelompok sasaran dapat mengelola usahanya, kemudian memasarkan dan membentuk siklus pemasaran yang relatif stabil dan agar kelompok sasaran dapat menjalankan fungsi sosialnya kembali sesuai dengan peran dan tugas sosialnya. Keberdayaan masyarakat merupakan unsur dasar yang memungkinkan suatu masyarakat bertahan dan dalam pengertian yang dinamis mengembangkan diri dan mencapai kemajuan. Keberdayaan masyarakat itu sendiri menjadi sumber dari apa yang di dalam wawasan politik disebut sebagai ketahanan nasional. Artinya apabila masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang tinggi, maka hal tersebut merupakan bagian dari ketahanan ekonomi nasional (Rukminto, 2008).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KEGIATAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DI KABUPATEN SERANG

KEGIATAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DI KABUPATEN SERANG

Sejalan dengan itu, Undang Undang No. 20 tahun 2008 tentang Pemberdayaan UMKM menyatakan bahwa bahwa pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah perlu diselenggarakan secara menyeluruh, optimal, dan berkesinambungan melalui pengembangan iklim yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha, dukungan, perlindungan, dan pengembangan usaha seluas-luasnya, sehingga mampu meningkatkan kedudukan, peran, dan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan rakyat, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects