Top PDF PEMBERDAYAAN ANAK MARGINAL BERBASIS KOMUNITAS (Studi di Komunitas Ruang Belajar Aqil Kota Malang)

PEMBERDAYAAN ANAK MARGINAL BERBASIS KOMUNITAS

(Studi di Komunitas Ruang Belajar Aqil Kota Malang)

PEMBERDAYAAN ANAK MARGINAL BERBASIS KOMUNITAS (Studi di Komunitas Ruang Belajar Aqil Kota Malang)

Adapun pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk melakukan penelitian dengan sasaran penelitian yang ada digali sebanyak mungkin data mengenai sasaran penelitian. Sedangkan jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan maksud untuk memaparkan, meringkaskan berbagai macam informasi, kondisi, situasi, atau berbagai variabel. 40 Dengan demikian penelitian ini akan mengemukakan secara deskriptif untuk menggambarkan secara sistematis berkaitan tentang proses pemberdayaan anak marginal berbasis komunitas di komunitas Ruang Belajar Aqil, serta untuk menemukan faktor pendukung dan penghambat dari proses pemberdayaan tersebut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN ANAK KAUM MARGINAL MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS LINGKUNGAN (Studi Kasus: Sekolah Gajahwong Kampung Ledhok Timoho Kelurahan Balerejo Muja Muju Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta).

PEMBERDAYAAN ANAK KAUM MARGINAL MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS LINGKUNGAN (Studi Kasus: Sekolah Gajahwong Kampung Ledhok Timoho Kelurahan Balerejo Muja Muju Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta).

PenulismemanjatkanpujisyukurkehadiratTuhan Yang MahaEsa., Tuhansemestaalam, yang sedalam-dalamnyaataslimpahanrahmatdanhidayah-Nya, penulisdapatmenyajikantulisanskripsi yang berjudul: PemberdayaanAnakKaum Marginal melaluiPendidikanBerbasisLingkungan. Di dalamtulisanskripsiini, disajikanpokok-pokokbahasan yang meliputi proses pemberdayaananak Marginal yang dilakukanoleh TAABAH dan factor penghambatmaupunpendukung yang mempengaruhipemberdayaantersebut.

22 Baca lebih lajut

juknis ppd anak marginal 2011

juknis ppd anak marginal 2011

Pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan masyarakat berbasis pada kerangka kerja “Aksara Membangun Peradaban” dalam program Aksara Agar Berdaya (AKRAB!). Dengan demikian ukuran capaian kompetensi keberaksaraan masyarakat berubah dari membaca, menulis, dan berhitung teknis ke kemampuan memanfaatkan keberaksaraan untuk meningkatkan kualitas hidup diri dan lingkungannya. Tujuan Aksara Agar Berdaya (AKRAB!) adalah meningkatkan keberaksaraan penduduk dewasa yang masih mempunyai keterbatasan keaksaraan atau masih melek aksara parsial. Tingkat keberaksaraan yang memadai dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengakses informasi yang dapat digunakan untuk beradaptasi dan mengatasi berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

REVITALISASI PASAR TRADISIONAL BERBASIS PEMBERDAYAAN KOMUNITAS, SUATU ALTERNATIF PENANGGULANGAN KEMISKINAN.

REVITALISASI PASAR TRADISIONAL BERBASIS PEMBERDAYAAN KOMUNITAS, SUATU ALTERNATIF PENANGGULANGAN KEMISKINAN.

Di Kota Sola beberapa waktu yang lalu telah melakukan penataan PKL, salah satunya dengan cara merelokasi PKL Banjarsari menjadi pedagang pasar di Pasar Klitihikan Notoharjo. Hal ini merupakan salah satu penangan PKL yang sekaligus bertujuan meningkatkan tarap hidup PKL. Bagi Komunitas PKL, hal ini tidak hanya menyangkut perpindahan lokasi usaha, namun terjadi perubahan yang fundamental, yakni perpindahan dari komunitas sektor informal sebagai PKL menjadi komunitas yang bekerja/berusaha disektor formal sebagai pedagang pasar. Perpindahan dari PKL (komunitas sektor informal) menjadi pedagang pasar (komunitas sektor formal) sudah barang tentu memerlukan adaptasi (penyesuaian) secara baik agar lebih berhasil setelah menjadi pedagang pasar. Kalau tidak dapat melakukan adaptasi secara baik, dikawatirkan terjadi kegagalan dan menyebabkan komunitas tersebut menjadi lebih marginal dan menjadi miskin.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Dehumanisasi Anak Marginal Dehumanisasi

Dehumanisasi Anak Marginal Dehumanisasi

37 pada mesin oven kontak langsung dengan bahan-bahan kimia di perusahaan anti nyamuk; juga menyangkut beban berat dan aktivitas lainnya yang dapat mempengaruhi perkembangan anak. Posisi tawar buruh anak terhadap pekerjaan demikian le- mahnya, tampak nyata lagi dengan mudahnya buruh anak dire- krut bekerja dan diberhentikan sesuai dengan kebutuhan pabrik tanpa kompensasi apapun. Belum lagi pada persoalan yang ser- ing terabaikan, yakni persoalan pelecehan seksual buruh anak oleh orang dewasa dan sangat rentan sekali persoalannya. Dengan kondisi di atas maka model pemberdayaan buruh anak yang dilakukan KOMPAK selalu berbasis pada kebutuhan anak, dengan memperhatikan latar belakang keluarga dan dunia anak yang sebenarnya. Kita harus dapat melihat secara alamiah ten- tang yang sesungguhnya terjadi dalam diri buruh anak dan anak-anak yang lainnya. Sebagai contoh dapat kita lihat bahwa buruh anak lebih cepat „dewasa‟ daripada anak yang tidak beker- ja sebagai buruh. Hal ini disebabkan buruh anak telah „mampu‟ mencari nafkah sendiri, bahkan telah dapat membantu ekonomi keluarga. „Kedewasaan‟ ini dapat terwujud dalam penampilan sehari-hari yang sudah mulai berdandan layaknya orang dewa- sa. Selain itu buruh anak mempunyai rasa rendah diri, uta- manya jika berha-dapan dengan orang luar. Rasa rendah diri ini terwujud dalam sikap malu-malu, takut, bahkan curiga jika membicarakan tentang pekerjaan mereka. Kendati demikian me- reka menyenangi pekerjaannya, ironisnya mereka menutup diri jika diungkit tentang pekerjaannya.
Baca lebih lanjut

191 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Rumah Terapung Danau Tempe untuk Meningkatkan Potensi Ekowisata Berbasis Komunitas

Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Rumah Terapung Danau Tempe untuk Meningkatkan Potensi Ekowisata Berbasis Komunitas

Danau Tempe merupakan salah satu objek wisata dengan daya tarik wisata berupa sebuah kawasan danau dan anak sungai yang banyak dihuni oleh masyarakat lokal yang mengantungkan kehidupan sehari-harinya di kawasan ini. Karakteristik kawasan Danau Tempe yang sebagaian masih alami yang bercirikan perdesaan serta memiliki berbagai potensi wisata dinilai memenuhi syarat sebagai kawasan yang dapat dioptimalkan sebagai sebuah kawasan ekowisata. Selain itu, Sungai Cendrana yang merupakan satu-satunnya sungai yang mengeluarkan air Danau Tempe dan mengarah ke Kota Sengkang Ibu Kota Kabupaten Wajo semakin menambah daya tarik pengunjung untuk berwisata alam. Potensi lain dari Danau Tempe selain keindahan Danau dan Panorama Sun Set yang indah adalah keanekaragama species baik ikan dan burung yang hidup di ekosistem ini. Selain itu suasana khas pedesaan di bantaran sungai dan pemukiman terapung yang ada di Danau ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Konseling Sebaya dalam Memberdayakan Anak Jalanan Berbasis Masjid (Inkorporasi Perspektif Anak Jalanan Berbasis Komunitas melalui Pendekatan Participatory Action Research)

Konseling Sebaya dalam Memberdayakan Anak Jalanan Berbasis Masjid (Inkorporasi Perspektif Anak Jalanan Berbasis Komunitas melalui Pendekatan Participatory Action Research)

dalam bentuk PUSKESMAS pemerintah/polides 1 buah, laboratorium 1 buah. Sedangkan jumlah Apotek atau Depot Obat sebanyak 6 buah. Dan Adapun prakter dokter umum di kelurahan Ngadirejo sebanyak 25 orang. Puskesmas pembantu dengan jumlah pasien bulan Januari s/d Februari sebanyak 389 orang. Jumlah pasien bulan Maret s/d April 416 orang. Jumlah pasien bulan Mei s/d Juni sebanyak 441 orang. Maka tikat keshatan masyarakat kota Kediri setabil tidak terdapat peningktan yang tinggi atau pun penurunan. Pukesmas yang ada di kelurahan nagdirejo dilayani oleh tenaga dokter 1 orang, tenaga perawat 1 orang, tenaga bidan 1 orang. Sedangkan untuk Apotik terseber di beberapa tempat, di kelurahan Ngadirejo, Apotik tersemut menjadi milik perorangan. Laboraturim, menjadi fasilitas pendukung layanan kesehatan khususnya pukesmas. Praktek dokter umum tersebar meluas di kelurahan ini, dokter tersebut tersebar kedalam meberapa klinik pengobatan yang ada di kelurahan Ngadirejo. Keberadaan klinik menjadi layanan kesehatan tersendiri bagi masyarakat, kalau pukesmas menjadi layanan kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah sedangkan klink menjadi layangan kesehatan bagi kelas menegah atas. Keberadaan, lembaga-lambaga tersebut menjadi banyak membantu kesehatan masyarakat di kelurahan Ngadirejo. Sedangkan untuk fasilitas rumah sakit masyarakat kelurahan Ngadirejo biasanya memanfaatkan fasilitas yang ada di rumah Sakit di sekitar kota Kediri. Rumah sakit Babtis sebelah timur dari kelurahan Ngadirejo berjarak + 2 km. Rumah sakit yang posisinya sebelah barat dari kelurahan dalah rumah sakit Bayangkara yang berjarak + 1 km, rumah sakit Umum Gambiran yang berjarak + 2,5 km, rumah sakit Muhamadiyah berjarak + 4 km. Ada rumah sakit ber salim semisal Melinda, Kelinik kesahatan yang terseber dengan jarak tidak jauh dari keluarahan. Dengan demikian layanan kesehatan sangat memadai bagi masyarakat sekitarnya. Jumlah pasangan usia subur di kelurahan Ngadirejo sebanyak 1.775 orang berdasarkan data Juli s/d Desember 2010. Jumlah akseptor KB satu tahun yang mempergunakan pil sebanyak 264 orang, IUD sebanyak 139, suntik sebanyak 585, kondom sebanyak 32 orang, MOP sebanyak 7 orang, MOW sebanyak 186 orang, KB mandiri sebanyak 899 orang.Dalam hal, tata kelola organisasi di kelurahan Ngadirejo tertata dengan baik dengan dibentuknya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dengan jumlah anggota sebanyak 14 orang. Lembaga ini dibentuk pada tanggal 09 Februari 2010, sedangkan tanggal pengesahnya berdasarkan pada SK 01 Maret 2010, dengan nomor Kepututusan Walikota Kediri tentang Pembentukan LPMK Nomor. 84 Th. 2010. LPMK juga memiliki kader pembangunan kelurahan sebanyak 4 orang, yang berfungsi melakukan kerja-kerja teknis dalam merealisasikan program kelurahan dan sosialisasi kepada warga.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Radio Komunitas untuk Pemberdayaan Perempuan

Radio Komunitas untuk Pemberdayaan Perempuan

Akan tetapi, saat itu, kecenderungan  radio  sudah  bergeser  dari  AM  ke  FM.  Bukan  hanya  permasalahan  teknologi  yang  berubah,  tren  kehidupan  di  dunia  radio  juga  sudah  berbeda.  Pendengar  tidak  lagi  dibangun  sebagai  sebuah  komunitas  yang  solid  bagi  stasiun  radio,  tetapi  semata  hanya  menjadi  sasaran penjualan produk sehingga radio tidak  lagi  bisa  dijadikan  media  pengorganisasian  untuk  menghimpun  massa.  Akhirnya,  strategi  diubah  agar  radio  tetap  berguna.  Kerja  peng‐ organisasian,  diserahkan  kepada  serikat‐ serikat  anggota.  Sementara  radio  melakukan  tugas  pemberdayaan.  Untuk  itu,  disusunlah  program  agar  radio  menjadi  ruang  untuk  perempuan  belajar  bicara  dan  belajar  menyampaikan  pendapat‐pendapatnya.  Di‐ buatlah  program‐program  perempuan,  yaitu 
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL BERBASIS POTENSI PERTANIAN BAGI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL BERBASIS POTENSI PERTANIAN BAGI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL

Berdasarkan guideline Borg dan Gall tersebut ada sepuluh tahapan yang harus ditempuh dalam Educational Research and Developmen, yaitu; (1) research and information collecting, yaitu melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, termasuk membaca literatur, mengobservasi kegiatan belajar keaksaraan fungsional, dan menyiapkan laporan tentang berbagai kebutuhan pengembangan model pembelajaran keaksaraan fungsional potensi lokal; (2) planning, yaitu merencanakan prototipe komponen yang dikembangkan dalam pengembangan model pembelajaran keaksaraan berbasis potensi lokal, terdiri atas pengadaan tutor terlatih sekaligus sebagai fasilitator/nara sumber, penyusunan materi belajar potensi lokal, peran aktif peserta belajar sebagai masyarakat pembelajar, langkah-langkah dalam pembelajaran, kerjasama dalam pembelajaran dan latihan antara peserta dan tutor, suasana dalam fasilitasi pembelajaran; (3) development preliminary from of product,, yaitu mengembangkan prototipe awal pengembangan model pembelajaran keaksaraan, berupa model konseptual yang telah dirumuskan dari hasil kajian dan obsevasi awal; (4) preliminary field testing, yaitu melakukan validasi eksternal dan uji coba terbatas terhadap pengembangan model awal yang telah dirumuskan dalam bentuk konseptual. Uji coba dilakukan terhadap kelompok belajar program pembelajaran keaksaraan fungsional tingkat mandiri di luar kelompok eksperimen yang memiliki kemiripan karakteristik dengan kelompok eksperimen penelitian ini; (5) main product revision, merevisi model awal hasil uji coba terbatas, baik yang menyangkut ranah substantif, struktur dan pedoman operasional model; (6) main field testing, melakukan uji coba lapangan terhadap sasaran yang lebih luas terhadap model awal yang telah direvisi. Sasaran uji coba ini merupakan perluasan dari ujicoba awal dengan jumlah dan kelompok sasaran yang lebih banyak; (7) operasional product revision, yaitu melakukan revisi hasil uji coba
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Pembelajaran Keaksaraan Fungsional Berbasis Potensi Pertanian Bagi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

Pengembangan Model Pembelajaran Keaksaraan Fungsional Berbasis Potensi Pertanian Bagi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

Kendala tersebut secara aktual dapat diidentifikasi dari berbagai indikasi, yaitu keterbatasan penyelenggara dalam pelaksanaan program dan terbatas sarana/prasarana pendidikan. Pengetahuan dan keterampilan tutor terbatas sehingga peserta merasa sulit mengikuti kegiatan belajar. Bahan materi belajar tidak tersedia, mengakibatkan baik tutor melakukan kegiatan belajar seadanya pada peserta belajar. Peserta belajar kurang memahami secara jelas tujuan belajar, serta kecenderungan pemanfaatan hasil belajar pada kehidupan di masa akan datang. Usia penduduk komunitas adat rata-rata di atas 15 tahun sehingga sangat sulit untuk dibelajarkan. Kondisi tersebut di atas banyak diakibatkan oleh ketidaksesuaian antara materi bahan belajar pada paket belajar dengan kebutuhan belajar yang realistik, sehingga kurang menumbuhkan motivasi dan gairah belajar pada peserta belajar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Profil komunitas punk marginal dan faktor pendorong menjadi punk (studi kasus komunitas punk di Lenteng Agung, Depok)

Profil komunitas punk marginal dan faktor pendorong menjadi punk (studi kasus komunitas punk di Lenteng Agung, Depok)

Kegiatan-kegiatan merupakan suatu rutinitas keseharian di dalam menjalankan berbagai kegiatan-kegiatan kehidupan. Di mana anak-anak Punk mempunyai inisiatif, keahlian sesuai kemampuan dalam bidang tertentu untuk menyibukan diri dengan berbagai kegiatan positif, sehingga kegiatan positif tersebut dapat bermanfaat bagi dirinya maupun orang banyak. Walaupun terkadang tidak ada yang menyuruh anak-anak punk untuk dapat bekerja dan mempunyai kegiatan positif di dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Akan tetapi, anak-anak punk harus memiliki keterampilan, dan keahlian dalam segala bidang apapun untuk dapat membuktikan diri kepada masyarakat, lingkungan sekitar agar anak-anak Punk juga layak diterima dihadapan masyarakat. Mungkin anak-anak Punk di dalam menjalankan kehidupannya identik dengan berbagai perilaku dan tindakan yang cenderung menyimpang. Melainkan anak-anak Punk dapat membuktikan dirinya kepada lingkungan dan masyarakat untuk berkreasi serta menghasilkan sesuatu yang berguna untuk dirinya serta lingkungan pada umumnya seperti yang dituturkan oleh seorang informan:
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT (B 4)

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT (B 4)

Kedua, pemberdayaan percepatan pembangunan yang menyangkut sarana dan prasarana yang bersifat fisik seperti prasarana transportasi (jalan), dan alat komunikasi yang selama ini dirasakan masih jauh dari cukup. Transportasi merupakan sarana yang paling dianggap penting bagi kedua dukuh tersebut, karena tidak tersedianya sarana transportasi inilah kedua dukuh tersebut menjadi terisolasi. Dukuh Kaligintung misalnya, sudah sejak puluhan tahun lalu merencanakan pembuatan jalan sepanjang tujuh kilometer dan lebar 2,5 meter untuk mencapai ibu kota kecamatan, namun hingga saat ini belum bisa terealisasi. Belum terealisasinya jalan tersebut disebabkan dukungan dana yang tidak memadai. Padahal secara gotong-royong mereka telah berusaha untuk merintis pembukaan jalan tersebut, yakni dengan mencakuli tanah sepanjang jarak yang mereka inginkan. Akan tetapi, untuk melanjutkan pembangunan berupa makadam dan pengaspalan mereka sudah tidak mampu secara ekonomi. Demikian juga bagi masyarakat Brujulan yang sudah secara bergotong-royong membuka jalan sepanjang dua setengah kilometer lebar 2,5 meter belum mampu melanjutkan pembangunannya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Intervensi Komunitas Spedagi dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal di Pasar Papringan Temanggung

Intervensi Komunitas Spedagi dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal di Pasar Papringan Temanggung

Hubungan masyarakat (public relation). Dalam hal ini beberapa anggota dari Spedagi memang tinggal dan menetap di Dusun Ngadiprono selama masa dampingan, sehingga memudahkan pihak Spedagi dalam penyebaran atau penyampaian informasi baik antar anggota Spedagi maupun kepada masyarakat; (4) Mengembangkan jaringan (networking) yakni menghubungkan masyarakat dengan pihak-pihak terkait yang mampu mendukung keberlangsungan pemberdayaan. Melobi berbagai pihak dalam hal pemasaran produk Pasar Papringan, seperti contohnya ikut dalam pameran di kota-kota besar, serta (5) Berbagi pengetahuan dan pengalaman (sharing knowledge and exprience) seperti berbagi edukasi kontekstual atau penyadaran kepada masyarakat, contohnya mengenai pemakaian bahan dasar atau bumbu masak yang sehat dan alami, yakni tidak mencapurkan bumbu masak dengan mono sodium glutamate (MSG). Kemudian memberikan edukasi bahwa sumber daya alam yang ada di sekitar sangat bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk berjualan, sehingga tidak harus dengan membeli di luar dan mengeluarkan modal yang besar.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN ANAK DI MASYARAKAT MARGINAL KAMPUNG PAJEKSAN KOTA YOGYAKARTA.

PENDIDIKAN ANAK DI MASYARAKAT MARGINAL KAMPUNG PAJEKSAN KOTA YOGYAKARTA.

Situasi lingkungan masyarakat Kampung Pajeksan kurang kondusif untuk proses belajar anak karena masih banyaknya nilai-nilai negatif yang ada di dalam masyarakat. Nilai-nilai negatif tersebut tercermin dari perilaku sebagian masyarakat Kampung Pajeksan seperti mengucapkan kata-kata kasar dan tidak sopan, merokok di tempat umum dan di depan anak-anak, serta adanya masyarakat di lingkungan Kampung Pajeksan yang memproduksi dan mengonsumsi minuman keras atau dikenal dengan lapen. Kondisi ini jelas memberi pengaruh terhadap pendidikan anak terutama pendidikan anak di dalam keluarga baik cara orangtua mendidik anak atau nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua kepada anak. Terbatasnya pemilihan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan berpengaruh pada pilihan sekolah yang dapat dipilih oleh orangtua untuk anaknya serta fasilitas yang dapat diberikan orangtua untuk pendidikan anaknya.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

Peran Komunitas Yatim Care dalam pemberdayaan anak yatim di Panti Asuhan Baitul Falah Tlogomulyo Semarang

Peran Komunitas Yatim Care dalam pemberdayaan anak yatim di Panti Asuhan Baitul Falah Tlogomulyo Semarang

68 Semarang. Bermula dari tanah warisan dari Alm. Bapak Abdul Ghofar untuk putra putri beliau yang setiap anak di wariskan tanah 1000m2, lalu usulan muncul dari keluarga agar setiap anak mewakafkan tanah tersebut sehingga terjadi kesepakatan bersama untuk membangun sebuah panti asuhan. Tanah yang diwakafkan berjumlah 3.619 m2, diantaranya 340 m2 tanah kosong, 1.126 m2 bangunan panti asuhan, dan 2.153 m2 perkebunan. Sebelum berdirinya bangunan panti asuhan, anak-anak panti menempati rumah Ibu Chumaidzah terlebih dahulu. Sesudah dana terkumpul maka dibangunlah sebuah gedung panti asuhan yang bermula dari bangunan kayu hingga menjadi bangunan panti asuhan yang memiliki ruangan- ruangan, masjid dan sebuah aula. Aula digunakan untuk tempat berkumpul para donatur yang berkunjung ke Panti Asuhan Baitul Falah. Inisiatif pembuatan ruangan aula karena melihat donatur donatur yang datang bukan berasal dari agama islam saja, sehingg beberapa kasus, saat belum adanya ruangan aula, saat para pendonatur datang berkunjung untuk bertemu dengan anak anak panti asuhan mereka enggan untuk masuk ke dalam masjid sebagai media bertemu. Untuk mensiasati hal ini maka tercetuslah usulan mengenai pembangunan aula. Seperti yang di ungkapkan Ibu Chumaidzah selaku pemilik panti :
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Komunikasi Dan Pemberdayaan Masyarakat (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Komunitas Rumah Hebat Indonesia Dalam Memberdayakan Anak-Anak Rejosari, Gilingan, Surakarta).

Komunikasi Dan Pemberdayaan Masyarakat (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Komunitas Rumah Hebat Indonesia Dalam Memberdayakan Anak-Anak Rejosari, Gilingan, Surakarta).

Proses pemberdayaan masyarakat sejatinya dilakukan oleh kelompok masyarakat yang lebih berdaya atau memiliki pengetahuan lebih pada masyarakat yang kurang berdaya. Eleanor M. Novek dalam penelitiannya mengungkapkan “masyarakat terpelajar dewasa ini cenderung memberdayakan diri mereka untuk tujuan dan bertindak bersama-sama demi mewujudkan perubahan sosial (Novek,1999)”. Komunitas kemudian banyak dijadikan alternatif untuk mewujudkan perubahan sosial tersebut. Komunitas oleh Kertajaya (2008) dalam Paramitha (2013) diartikan sebagai kumpulan orang-orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya dimana dalam kumpulan tersebut terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Komunitas memiliki batas-batas yang stabil namun lunak dan adanya sikap saling ketergantungan antar individu (Putnam dan Sthol dalam Kramer, 2002). Komunitas akan berbagi visi pada masyarakat dimana orang -orang yang menjadi anggotanya diharapkan berkomitmen untuk kebaikan bersama (Novek,1999).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

AKTUALISASI MODAL SOSIAL DALAM

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS

(Studi Kasus Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas

di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman)

AKTUALISASI MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS (Studi Kasus Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman)

dan Pengembangan Institusi Lokal : Penelitian kinerja Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) P2KP di Desa Semin Kecamatan Semin dan Desa Kepek Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul”. 9 Dari hasil penelitian dapat disimpulkan antara lain: keberadaan institusi BKM pada kenyataanya tidak selalu efektif apabila tidak didukung oleh ketersediaan modal sosial, keberhasilan P2KP belum seluruhnya diimbangi pengakaran dan pengokohan kelembagaan dan kinerja BKM Semin lebih memiliki kemampuan dalam mengembangkan kapasitasnya dibanding BKM Kepek. Selain itu, perlu dilakukan reorientasi program P2KP kepada masyarakat bahwa P2KP tidak hanya bertujuan kepada perguliran dana dan revitalisasi organisasi dan manajemen BKM serta diperlukan peran pemerintah lokal yang proporsional agar proses pemberdayaan masyarakat dan pembangunan partisipatif dapat lebih efektif.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

UPAYA PEMBERDAYAAN SOSIAL ORANG BERKEBUTUHAN KHUSUS BERBASIS KOMUNITAS DI DESA SIDOHARJO KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO

Studi kasus (Komunitas Sidowayah Bangkit)

UPAYA PEMBERDAYAAN SOSIAL ORANG BERKEBUTUHAN KHUSUS BERBASIS KOMUNITAS DI DESA SIDOHARJO KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO Studi kasus (Komunitas Sidowayah Bangkit)

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Upaya Pemberdayaan Sosial Orang dengan Berkebutuhan Khusus Berbasis Komunitas di Desa Sidoharjo Kec. Jambon kab. Ponorogo Studi Kasus (Komunitas Sidowayah Bangkit). dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah mengantarkan manusia dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang ini.

22 Baca lebih lajut

PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT PEMBERDAYAAN ORGANISASI FILANTROPI ISLAM BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN DAN SISTEM INFORMASI

PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT PEMBERDAYAAN ORGANISASI FILANTROPI ISLAM BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN DAN SISTEM INFORMASI

melihat potensi penguatan kapasitas kelembagaan filantropi Islam berbasis komunitas. Konsep filantropi sebenarnya telah dipraktekkan sejak lama dalam bentuk zakat, wakaf, dan sebagainya. Praktik-praktik filantropi di Indonesia masih berlangsung secara konvensional, melalui hubungan perseorangan yang disalurkan secara langsung, sehingga kegiatan lebih bersifat konsumtif, belum banyak yang mengarah ke kegiatan produktif. Fakta ini menjadikan tujuan filantropi Islam untuk mencapai keadilan sosial tidak tercapai. Lembaga filantropi yang dikelola oleh pemerintah, ormas Islam, maupun LSM, seperti Dompet Dhu’afa, LAZIZ Muhammadiyah, Baitul Mal, Rumah Zakat, dan lembaga filantropi lainnya terbukti telah mampu menghasilkan milyaran rupiah dalam setahun. Jika kualitas lembaga filantropi ini diperbaiki, maka akan menjadi satu kekuatan untuk membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia secara luas.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects