Top PDF PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH  DI   Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

Dukungan yang nyata yang dilakukan tokoh masyarakat diantaranya adalah ketika ada bencana banjir di sekolah tokoh masyarakat bersedia menggerakkan warga disekitar sekolah bahu membahu membuat saluran air baru di luar sekolah. Sekolah menggolongkan tokoh masyarakat dalam 2 kelompok. Yang pertama yang pro terhadap sekolah yaitu mereka yang secara katif tanpa di minta sering memberikan masukan kepada sekolah tentang perkembangan dan kondisi sekolah. Yang kedua adalah tokoh masyarakat yang kurang perduli dengan sekolah. Tindakan yang dilakuakn kepada yang pro dengan yaitu dengan sering mereka untuk sharing tentang perkemabangan sekolah. Sedang yang tidak pro pada sekolah yaitu tetap menjaga hubungan agar mereka tidak mengganggu sekolah dan didorong untuk ikut mendukung program-program sekolah.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM  IMPLEMENTASI MENEJEMEN BERBASIS SEKOLAH   Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di SD Negeri 1 Menawan Grobogan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI MENEJEMEN BERBASIS SEKOLAH Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di SD Negeri 1 Menawan Grobogan.

Hasil penelitian, (1) Persiapan pemberdayaan masyarakat dalam implementasi manajemen berbasis sekolah di SD Negeri 1 Menawan, berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa,Persiapan pemberdayaan masyarakat dimulai dengan penyatuan atau menyamakan presepsi dan tujuan masing-masing komponen pelaku pemberdayaan termasuk didalamnya komite sekolah melalui penerapan MBS. Persiapan dilanjutkan dengan penentuan lokasi atau studi kelayakan. Dilanjutkan atau dirangkai dengan komunikasi atau sosialisasi kepada pihak-pihak yang berkaitan termasuk stake holder sekolah kepala sekolah disini berpedoman pada manajemen berbasis sekolah atau MBS. (2) Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam implementasi manajemen berbasis sekolah di SD Negeri 1 Menawan, pelaksanaan . Pelaksanaan yang dilakukan adalah, mengkaji potensi serta peluang. Kegiatan ini dimaksudkan agar masyarat mengidentifikasi serta menganalisa keadaannya, baik potensi maupun permasalahannya.Ternyata terdapat implementasi pelaksanaan dalam kegiatan yang konkrit dengan tetap memperhatikan realisasi dan rencan aawal. Diketahui juga pelaksanaan pemberdayaan dengan melakukan pemantauan karena kemajuan kegiatan pemberdayaan menjadi perhatian semua pihak, selain itu juga dilakukan perbaikan jika diperlukan. (3) Evaluasi pemberdayaan masyarakat dalam implementasi manajemen Berbasis sekolah di SD Negeri 1 Menawan, harus dapat membina kerja sama dengan orangtua dan masyarakat, menciptakan suasana kondusif dan menyenangkan bagi peserta didik dan warga sekolah dalam konsep penerapan MBS. Diketahui juga ternyata komite sekolah juga turut andil, terutama dalam pemberdayaan masyarakat tersebut harus efektif dan tidak salah sasaran.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAMIMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)  Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di SD Negeri 1 Menawan Grobogan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAMIMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di SD Negeri 1 Menawan Grobogan.

Hasil penelitian, (1) Persiapan pemberdayaan masyarakat dalam implementasi manajemen berbasis sekolah di SD Negeri 1 Menawan, berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa,Persiapan pemberdayaan masyarakat dimulai dengan penyatuan atau menyamakan presepsi dan tujuan masing-masing komponen pelaku pemberdayaan termasuk didalamnya komite sekolah melalui penerapan MBS. Persiapan dilanjutkan dengan penentuan lokasi atau studi kelayakan. Dilanjutkan atau dirangkai dengan komunikasi atau sosialisasi kepada pihak-pihak yang berkaitan termasuk stake holder sekolah kepala sekolah disini berpedoman pada manajemen berbasis sekolah atau MBS.   (2) Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam implementasi manajemen berbasis sekolah di SD Negeri 1 Menawan, pelaksanaan . Pelaksanaan yang dilakukan adalah, mengkaji potensi serta peluang. Kegiatan ini dimaksudkan agar masyarat mengidentifikasi serta menganalisa keadaannya, baik potensi maupun permasalahannya.Ternyata terdapat implementasi pelaksanaan dalam kegiatan yang konkrit dengan tetap memperhatikan realisasi dan rencan aawal. Diketahui juga pelaksanaan pemberdayaan dengan melakukan pemantauan karena kemajuan kegiatan pemberdayaan menjadi perhatian semua pihak, selain itu juga dilakukan perbaikan jika diperlukan. (3) Evaluasi pemberdayaan masyarakat dalam implementasi manajemen Berbasis sekolah di SD Negeri 1 Menawan, harus dapat membina kerja sama dengan orangtua dan masyarakat, menciptakan suasana kondusif dan menyenangkan bagi peserta didik dan warga sekolah dalam konsep penerapan MBS. Diketahui juga ternyata komite sekolah juga turut andil, terutama dalam pemberdayaan masyarakat tersebut harus efektif dan tidak salah sasaran.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH  DI   Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

There are three purposes of this research. (1) Describe the effort of school to empower parents for the implementation of school based manajemen . (2) Describe the effort of school to empower school committee for the implementation of school based manajemen. (3) Describe the effort of school to empower community leaders for the implementation of school based management. The type of research is qualitative.The technique of collecting data uses observation, interviews and documentation. Data analysis techniques uses data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The validity test uses triangulation.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di SD Negeri 1 Menawan Grobogan.

PENDAHULUAN Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di SD Negeri 1 Menawan Grobogan.

Disinalah terlihat bahwa peran aktif dan keterlibatan masyarakat pendidikan diperlukan, dengan adanya pengalihan kewenangan pengambilan keputusan ke level sekolah. maka sekolah diharapkan lebih mandiri dan mampu menetukan arah pengembangan yang sesuai dengan kondisi dan tuntutan lingkungan masyarakatnya (Hasbullah, 2007; hal.4). Dalam masalah ini, sekolah harus mampu mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan kata lain, sekolah diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat terhadap proses penyelenggaraan pendidikan yang ada di sekolah dan berupaya menawarkan partisipasi langsung kepada berbagai pihak terkait atau stakeholders. Sehingga terbentuklah peran pemerintah yang sangat dominan dan peran masyarakat menjadi suatu kewajiban.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

PENDAHULUAN Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan model manajemen pendidikan yang penting. Manajemen berbasis sekolah memberikan otonomi yang lebih besar, fleksibilitas/keluwesan pada sekolah, serta mendorong partisipasi masyarakat agar mampu meningkatkan peran mereka dalam meningkatkan mutu sekolah. Manajemen berbasis sekolah (MBS) menganut prinsip kemandirian, kerjasama, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.

6 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

DAFTAR PUSTAKA Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMA Negeri 1 Geyer Grobogan.

Marni. 2015. Pemberdayaan Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di SD Negeri Bulukantil Jebres Surakarta . Jurnal Profesi Pendidik. Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah ISSN 2442-6350 .Volume 2 Nomor 1, Mei 2015

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL : Studi Situs SMP Negeri 1 Ceper Klaten.

PENDAHULUAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL : Studi Situs SMP Negeri 1 Ceper Klaten.

Di sisi lain, implementasi manajemen berbasis sekolah merupakan bagian dari kewenangan satuan pendidikan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat lebih optimal, karena selama ini keterlibatan masyarakat belum banyak diperhatikan, maka dalam upaya lebih lanjut, khususnya terkait dengan sukses ujian nasional, masyarakat mutlak perlu diberdayakan secara optimal.

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL : Studi Situs SMP Negeri 1 Ceper Klaten.

PENDAHULUAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL : Studi Situs SMP Negeri 1 Ceper Klaten.

Di sisi lain, implementasi manajemen berbasis sekolah merupakan bagian dari kewenangan satuan pendidikan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat lebih optimal, karena selama ini keterlibatan masyarakat belum banyak diperhatikan, maka dalam upaya lebih lanjut, khususnya terkait dengan sukses ujian nasional, masyarakat mutlak perlu diberdayakan secara optimal.

7 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SD NEGERI  Pemberdayaan Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di Sd Negeri Bulukantil Jebres Surakarta.

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SD NEGERI Pemberdayaan Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di Sd Negeri Bulukantil Jebres Surakarta.

1. Implementasi MBS di SD Negeri Bulukantil, telah dilaksanakan dengan adanya peran serta komponen-komponen sekolah maupun masyarakat. Dalam aspek kurikulum dan program pengajaran disusun sesuai dengan kurikulum 2013 untuk kelas I dan IV kelas II, III, V, dan VI memakai kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Manajemen tenaga kependidikan pengelolaan atau perencanaan tenaga kependidikan selalu dibuat setiap awal tahun yang bekaitan dengan tugas masing-masing. Dalam rekrutmen tenaga kependidikan disampaikan lewat musyawarah bersama warga sekolah dan masyarakat dalam hal ini komite sekolah. Manajemen kesiswaan, dalam penerimaan siswa baru SDN Bulukantil memasang spanduk, memberi pangumuman, dan mengumumkan kepada semua murid. Manajemen keuangan dan pembiayaan dibuat melalui RAPBS oleh pihak sekolah bersama komite sekolah dan musyawarah pihak sekolah. Manajemen sarana dan prasarana, didukung dengan adanya perpustakaan, laboratorium komputer, masjid dan kantin sekolah. Manajemen hubungan masyarakat, yaitu pihak komite dan orang tua siswa diikutsertakan dalam pembinaan kesehatan (Puskesmas) diikutsertakan sebagai upaya pembinaan kader kesehatan. Manajemen layanan khusus, berupa penyediaan tempat ibadah, laboraturium komputer, layanan kesehatan sekolah (UKS), kantin sekolah, dan perpustakaan sekolah.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

PENDAHULUAN Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

Komite sekolah didirikan berasarkan Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Komite sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan pra-sekolah, sekolah maupun luar sekolah. Peranan komite sekolah dalam satuan pendidikan meliputi: (a) pemberi pertimbangan (advisory); (b) pendukung (supporting); (c) pengontrol (controlling); dan (d) mediator (Depdiknas, 2006: 14).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 GEYER GROBOGAN  Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 GEYER GROBOGAN Pemberdayaan Komite Sekolah Di Sma Negeri 1 Geyer Grobogan.

Peran serta komite sekolah diawali dari penyusunan Program sekolah di tahun 2016/2017. Komite sekolah memberikan pertimbangan dan ikut berperan bersama kepala sekolah. Keterlibatan komite sekolah dalam penyusun Program sekolah di tahun 2016/2017 agar bisa sama-sama memajukan mutu pendidikan. Komite sekolah bersama-sama sekolah membuat rumusan visi dan misi sekolah untuk serta mengembangkan potensi kearah yang lebih baik. Partisipasi menuntut adanya pemahaman yang sama atau obyektivasi dari sekolah dan orangtua dalam tujuan sekolah. Artinya, partisipasi tidak cukup dipahami oleh sekolah sebagai bagian yang penting bagi keberhasilan sekolah dalam peningkatan mutu, karena tujuan mutu menjadi sulit diperoleh jika pemahaman dalam dunia intersubyektif (siswa, orang tua, guru) menunjukkan kesenjangan pengetahuan tentang mutu. Artinya, partisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu berhasil jika ada pemahaman yang sama antar sekolah dalam menjadikan anak berprestasi (Astuti, 2011: 193).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 KENCONG

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 KENCONG

Tiada balas jasa yang dapat penulis berikan kecuali semoga amal kebaikannya mendapatkan imbalan yang sesuai dari Allah SWT, akhirnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat bermanfaat begi penulis sendiri, pembaca dan masyarakat pada umumnya.

19 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SD NEGERI   Pemberdayaan Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di Sd Negeri Bulukantil Jebres Surakarta.

PEMBERDAYAAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SD NEGERI Pemberdayaan Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di Sd Negeri Bulukantil Jebres Surakarta.

Penelitian ini memiliki dua tujuan. 1. Untuk mendiskripsikan implementasi MBS di SD Negeri Bulukantil Jebres Surakarta. 2. Untuk mendiskripsikan Pemberdayaan peran komite Sekolah dalam penerapan MBS di SD Negeri Bulukantil Jebres Surakarta. Penelitian ini bersifat diskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian. Dengan memberikan gambaran apa adanya tentang pemberdayaan Komite Sekolah dalam implementasi MBS. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Ada dua hal sebagai hasil penelitian: 1) Implementasi MBS di SD Negeri Bulukantil, telah dilaksanakan dengan adanya peran serta komponen-komponen sekolah maupun masyarakat. Implementasi MBS di SD Negeri Bulukantil yang telah dilaksanakan meliputi manajemen kurikulum dan pengembangan pendidikan, manajemen tenaga kependidikan pengelolaan, manajemen kesiswaan, manajemen keuangan dan pembiayaan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen hubungan masyarakat, dan manajemen layanan khusus. 2) Peran komite sekolah terhadap pelaksanaan MBS di SD Negeri Bulukantil, dalam aspek manajemen kurikulum dan program pengembangan, manajemen tenaga kependidikan, manajemen kesiswaan, manajemen keuangan dan pembiayaan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen hubungan masyarakat, dan manajemen layanan khusus belum berjalan maksimal. Pertemuan antara pihak sekolah dan komite lebih banyak dilakukan pada pertemuan informal, peranan komite selama ini masih sangat kurang, alasan yang mendasarinya adalah masalah keterbatasan waktu, dana, dan tenaga pengurus dan anggota komite, kebanyakan sekolah hanyalah menginginkan tanda tangan dan stempel dari mereka untuk menyetujui atau mengesahkan program-program sekolah. Selain ruang gerak yang membatasi kerja mereka, juga masalah dana yang tersedia dirasa sangat kurang, sehingga pihak komite berpikir untuk melangkah lebih jauh menjalankan tugasnya selaku komite sekolah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Efektivitas Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di SMA Negeri 1 Ajangale Kab. Bone - Repositori UIN Alauddin Makassar

Efektivitas Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di SMA Negeri 1 Ajangale Kab. Bone - Repositori UIN Alauddin Makassar

Senada dengan itu, DEPDIKBUD mengemukakan bahwa manajemen berbasis sekolah merupakan suatu penawaran bagi sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan lebih memadai bagi peserta didik. Otonomi dalam pengelolaan pendidikan merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja para staf, menawarkan partisipasi langsung kepada kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. Otonomi sekolah juga berperan dalam menampung consensus umum tentang pemberdayaan sekolah, yang meyakini bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan sedapat mungkin keputusan seharusnya dibuat oleh mereka yang berada di garis depan (line staf), yang bertanggung jawab secara langsung terhadap pelaksanaan kebijakan, dan yang terkena akibat-akibat dari kebijakan tersebut, yaitu guru dan kepala sekolah 16
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemberdayaan Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di Sd Negeri Bulukantil Jebres Surakarta.

PENDAHULUAN Pemberdayaan Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di Sd Negeri Bulukantil Jebres Surakarta.

Kegiatan penyempurnaan pendidikan di Indonesia terus diupayakan. Pendidikan pada umumnya merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan. Diharapkan pendidikan dapat membawa perubahan baik oleh peserta didik maupun masyarakat untuk maju dan berkembang. Pendidikan juga mengalami beberapa perubahan yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah dan undang-undang. Diantaranya perubahan pada sistem sentralistik menjadi desentralistik, hal itu memberikan kebebasan kepada pemimpin pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pelaksanaan pendidikan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

29 Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat dalam Pemberdayaan Masyarakat

29 Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat dalam Pemberdayaan Masyarakat

Edawar F DeRoche menyebutkan ada beberapa hal pokok yang harus ditekankan dan menjadi perhatian utama untuk dibina, dikembangkan dan ditingkatkan sekolah melalui kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu: Children’s and Parents work habits, Structur, routin and priorities, Time to study, work, play, sleep, read, Space to do these things, responsibility, punctually and sharing, Academic guidance and support, encouragement, interest and commitment; prise, approval and reward; knowledge of the child’s strengths, weaknesses and learning problems; supervision of child’e homework, study and activities; use reference materials; Stimulation to explore and discuss ideas and events; family/parent/child activities; conversations, games, hobbies, play, reading; family cultural activities; discussion of books, television, newspaper, magazines; language development in the home; mastery of mother tongue; correct language usage; good speech habits; vocabulary and sentence pattern development; listening, reading, talking and writing; Academic aspirations and expectations; motivation to learn well; support, encouragement; parents’knowledge of school activities, teachers, classes, subjects; standards and expectations; assistence to child’e aspirations; plans fir high school, college the future; friendships with others who have an interest in education; sacrifices of time and money.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN (PAKEM) PADA PELAJARAN PAI KELAS VII DI SMPN 1 KANIGORO BLITAR TAHUN AJARAN 2015-2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN (PAKEM) PADA PELAJARAN PAI KELAS VII DI SMPN 1 KANIGORO BLITAR TAHUN AJARAN 2015-2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Supriono, S. et al. 2001. Manajemen Berbasis Sekolah Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Melalui Pemberdayaan Masyarakat, Otonomi Sekolah Dan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Menyenangkan (PAKEM), Mojokerto: Rintisan di Mojokerto SIC

3 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD MASALAH IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD MASALAH IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR

MBS juga dapat didefinisikan sebagai pengelolaan sumberdaya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah, dengan mengikutsertakan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah dalam pengambilan keputusan, untuk mencapai tujuan peningkatan mutu sekolah.Unsur- unsur penting yang terkandung dalam definisi MBS, meliputi: Pertama, pengelolaan dimaknai dari dua sudut pandang yakni proses dan komponen manajemen sekolah. Sebagai proses, manajemen sekolah berbentuk sistem yang komponennya meliputi per encanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Ditinjau dari komponennya, manajemen sekolah meliputi manajemen: (1) kurikulum dan pembelajaran, (2) peserta didik, (3) pendidik dan tenaga kependidikan, (4) pembiayaan, (5) sarana dan prasarana, (6) hubungan sekolah dan masyarakat, dan (7) budaya dan lingkungan sekolah. Kedua, sumberdaya sekolah meliputi manusia, dana, sarana dan prasarana. Ketiga, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, antara lain PAKEM. Keempat, implementasi budaya dan lingkungan sekolah yang kondusif. Kelima, peran serta masyarakat. Terakhir, penca paian tujuan peningkatan mutu sekolah (Buku I Panduan Pembinaan dan Pengembangan MBS Tahun 2012; Panduan Pembinaan MBS Tahun 2013).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (1)

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (1)

pelatihan-pelatihan, seminar, workshop, dan lokakarya untuk guru- guru di MIN Jejeran Bantul dalam meningkatkan mutu kompetensi yang dimiliki guru-guru MIN jejeran mampu memberikan kontribusi yang baik untuk guru maupun siswa MIN jejeran. Kontribusi untuk guru-guru di MIN jejeran dapat penyusun ketahui dari adanya kemauan dan antusias masing - masing guru dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu serta kualitas pembelajaran, masing - masing guru mampu bekerjasama dan sharing dengan guru yang lain untuk mendapatkan tambahan pengetahuan akan kekurangan dalam pembelajaran, guru-guru di MIN Jejeran dapat menyelesaikan tugas pekerjaan dengan baik sesuai kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. 46 Sedangkan dampak positif yang diterima oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jejeran yaitu siswa merasa senang dalam mengikuti proses pembelajaran yang diberikan oleh guru, siswa tidak takut bertanya jika ada pelajaran yang kurang jelas,siswa mampu berdiskusi dan bekerjasama dengan temannya ketika salah satu guru mengadakan sistem pembelajaran diskusi dengan mengelompokkan 3-4 orang siswa untuk memecahkan suatu masalah, siswa dapat mengungkapkan hasil diskusi sesuai dengan opini (menggunakan kata-kata sendiri), siswa melakukan kegiatan baca mandiri dan siswa mampu melakukan kegiatan pembelajaran diluar kelas sesuai dengan pengawasan guru yang mengajar. 47
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...