Top PDF Pembuatan Bioetanol Dengan Bantuan Saccharomyces Cerevisiaedari Glukosa Hasil Hidrolisis Biji Durian (Durio Zibethinus)

Pembuatan Bioetanol Dengan Bantuan Saccharomyces Cerevisiaedari Glukosa Hasil Hidrolisis Biji Durian (Durio Zibethinus)

Pembuatan Bioetanol Dengan Bantuan Saccharomyces Cerevisiaedari Glukosa Hasil Hidrolisis Biji Durian (Durio Zibethinus)

Dari penelitian yang dilakukan Nurfiana, dkk pada tahun 2009 [4], selain tidak menyebutkan kadar etanol yang dihasilkan, penelitian tersebut juga melakukan hidrolisis biji durian hanya dengan pemanasan tanpa penambahan katalis. Agar kadar etanol yang dihasilkan optimal, biji durian (setelah dikukus) dan yeast Saccharomyces cerevisiae (merk “DK”) yang digunakan memiliki perbandingan 25:1. Produksi bioetanol dengan bantuan mikroba dipengaruhi oleh kadar glukosa sebagai substrat dan kondisi lingkungan proses fermentasi seperti suhu dan pH. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menghidrolisis biji durian menggunakan katalis asam klorida, menggunakan kultur murni
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pembuatan Bioetanol Dari Biji Durian (Durio zibethinus)

Pembuatan Bioetanol Dari Biji Durian (Durio zibethinus)

Pembuatan bioetanol dari biji durian berlangsung melalui dua tahap, yaitu melalui proses hidrolisis pati biji durian menjadi glukosa dan dilanjutkan dengan proses fermentasi glukosa menjadi etanol dengan bantuan ragi Saccharomyces cerevisiae. Proses konversi karbohidrat menjadi gula sederhana disebut dengan hidrolisis. Hidrolisis dapat diartikan sebagai reaksi yang terjadi antara suatu zat dengan air (H2O) sehingga zat tersebut akan mengalami penguraian (Ismuyanto, dkk, 2013). Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis asam pada proses fermentasi untuk mendapatkan bioetanol (Seftian, dkk, 2012). Bertambahnya waktu hidrolisis, kontak antar reaktan menjadi semakin lama dan semakin mendekati sempurna membentuk produk sedangkan dengan bertambahnya suhu hidrolisis semakin banyak glukosa yang terbentuk (Apriliani & Agustinus, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pembuatan Bioetanol dari Biji Durian (Durio Zibethinus)

Pembuatan Bioetanol dari Biji Durian (Durio Zibethinus)

Pembuatan bioetanol dari biji durian berlangsung melalui dua tahap, yaitu melalui proses hidrolisis pati biji durian menjadi glukosa dan dilanjutkan dengan proses fermentasi glukosa menjadi etanol dengan bantuan ragi Saccharomyces cerevisiae. Proses konversi karbohidrat menjadi gula sederhana disebut dengan hidrolisis. Hidrolisis dapat diartikan sebagai reaksi yang terjadi antara suatu zat dengan air (H2O) sehingga zat tersebut akan mengalami penguraian (Ismuyanto, dkk, 2013). Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis asam pada proses fermentasi untuk mendapatkan bioetanol (Seftian, dkk, 2012). Bertambahnya waktu hidrolisis, kontak antar reaktan menjadi semakin lama dan semakin mendekati sempurna membentuk produk sedangkan dengan bertambahnya suhu hidrolisis semakin banyak glukosa yang terbentuk (Apriliani & Agustinus, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HIDROLISIS KULIT MARKISA DENGAN SELULASE DAN FERMENTASINYA MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL - BAB I PENDAHULUAN

HIDROLISIS KULIT MARKISA DENGAN SELULASE DAN FERMENTASINYA MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE UNTUK PEMBUATAN BIOETANOL - BAB I PENDAHULUAN

Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) menggunakan bantuan ragi/yeast terutama jenis Saccharomyces cerevisiae. Bioetanol dapat dibuat dari tanaman yang mengandung pati (karbohidrat) maupun selulosa, dilakukan melalui proses konversi karbohidrat maupun selulosa menjadi gula atau glukosa dengan beberapa metode di antaranya dengan hidrolisis asam dan secara enzimatis (Khairani, 2007). Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis asam. Glukosa yang diperoleh selanjutnya dilakukan proses fermentasi atau peragian dengan menambahkan yeast atau ragi sehingga diperoleh bioetanol (Khairani, 2007). Kulit markisa mengandung selulosa yang cukup tinggi sehingga sangat potensial untuk bahan baku bioetanol (Yulianggi et al., 2009). Kandungan lignoselulosa dari limbah pertanian dan hasil hutan dapat dilihat pada Tabel 1.1 perikut ini.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KINETIKA REAKSI FERMENTASI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS PATI BIJI DURIAN MENJADI ETANOL

KINETIKA REAKSI FERMENTASI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS PATI BIJI DURIAN MENJADI ETANOL

oleh aktivitas mikroorganisme untuk memperoleh energi dengan memecah substrat untuk pertumbuhan dan metabolisme dari mikroorganisme tersebut. Proses fermentasi yang terjadi pada pembentukan etanol adalah fermentasi anaerob atau tanpa oksigen [7]. Penggunaan ragi Saccharomyces cerevisiae banyak digunakan untuk meningkatkan hasil produksi bioetanol dari gula karena tidak membutuhkan sinar matahari dalam pertumbuhannya. Saccharomyces cerevisiae dalam bentuk ragi dapat langsung digunakan sebagai inokulum pada kultivasi etanol sehingga tidak diperlukan penyiapan inokulum secara khusus [8].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KINETIKA REAKSI FERMENTASI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS PATI BIJI DURIAN MENJADI ETANOL ABSTRAK ABSTRACT

KINETIKA REAKSI FERMENTASI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS PATI BIJI DURIAN MENJADI ETANOL ABSTRAK ABSTRACT

oleh aktivitas mikroorganisme untuk memperoleh energi dengan memecah substrat untuk pertumbuhan dan metabolisme dari mikroorganisme tersebut. Proses fermentasi yang terjadi pada pembentukan etanol adalah fermentasi anaerob atau tanpa oksigen [7]. Penggunaan ragi Saccharomyces cerevisiae banyak digunakan untuk meningkatkan hasil produksi bioetanol dari gula karena tidak membutuhkan sinar matahari dalam pertumbuhannya. Saccharomyces cerevisiae dalam bentuk ragi dapat langsung digunakan sebagai inokulum pada kultivasi etanol sehingga tidak diperlukan penyiapan inokulum secara khusus [8].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi HCl dan Waktu Hidrolisis Pada Pembuatan Sirup Glukosa Dari Biji Durian

Pengaruh Konsentrasi HCl dan Waktu Hidrolisis Pada Pembuatan Sirup Glukosa Dari Biji Durian

Aplikasi hidrolisa pati banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman yang menggunakan sirup glukosa hasil hidrolisis pati sebagai pemanis. Produk akhir hidrolisa pati adalah glukosa yang dapat dijadikan bahan baku untuk produksi fruktosa dan sorbitol. Hasil hidrolisis pati juga banyak digunakan dalam industry obat-obatan. Dan juga glukosa yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penggunaan asam sebagai penghidrolisa menghasilkan biaya produksi yang sedikit, namun produk yang dihasilkan tidak seragam dan banyak senyawa pati yang rusak oleh asam tersebut, sedangkan penggunaan enzim sebagai penghidrolisa menghasilkan produk yang seragam, lebih terkontrol, namun biaya produksi lebih tinggi karena harga dari enzim sendiri lebih mahal jika dibandingkan dengan asam.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

I. PENDAHULUAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Sedangkan proses fermentasi dilakukan oleh mikroorganisme diantaranya adalah ragi atau khamir ( Saccharomyces cereviceae), namun tidak tahan terhadap etanol konsentrasi tinggi yang dihasilkan. Penelitian yang sekarang difokuskan pada bakteri Gram negatif Zymomonas mobilis . Bakteri ini bersifat anaerob fakultatif dan merupakan organisme fermentatif yang memanfaatkan sukrosa, glukosa dan fruktosa dengan mengikuti jalur Entner Doudoroff Pathway untuk menghasilkan etanol. Menurut Triphetchul dkk. (1992) dalam Tanate dan Surya (2008), Zymomonas mobilis memiliki kelebihan dibandingkan Saccharomyces cerevisiae , diantaranya konversi yang lebih cepat, toleran terhadap suhu, pH rendah, serta tahan terhadap etanol konsentrasi tinggi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Sedangkan proses fermentasi dilakukan oleh mikroorganisme diantaranya adalah ragi atau khamir (Saccharomyces cereviceae), namun tidak tahan terhadap etanol konsentrasi tinggi yang dihasilkan. Penelitian yang sekarang difokuskan pada bakteri Gram negatif Zymomonas mobilis. Bakteri ini bersifat anaerob fakultatif dan merupakan organisme fermentatif yang memanfaatkan sukrosa, glukosa dan fruktosa dengan mengikuti jalur Entner Doudoroff Pathway untuk menghasilkan etanol. Menurut Triphetchul dkk. (1992) dalam Tanate dan Surya (2008), Zymomonas mobilis memiliki kelebihan dibandingkan Saccharomyces cerevisiae, diantaranya konversi yang lebih cepat, toleran terhadap suhu, pH rendah, serta tahan terhadap etanol konsentrasi tinggi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI ASAM SULFAT DAN VARIASI MASA RAGI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI DURIAN

PENGARUH KONSENTRASI ASAM SULFAT DAN VARIASI MASA RAGI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI DURIAN

Proses hidrolisis adalah proses pemecahan suatu molekul menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan molekul air. Menurut Ahadyana pudjatmak (2002)Proses hidrolisis meliputi pengionan air ataupun penguraian senyawa yang lain. Menurut Sediaoetama (2000) ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk menghidrolisis protein, yaitu hidrolisis menggunakan asam, basa dan enzim.Reaksi hidrolisis tergantung pada konsentrasi ion hidrogen (H + ), dengan meningkatnya pemutusan ikatan hidrogen maka akan meningkatkan konversi pembentukan glukosa yang selanjutnya akan difermentasi menjadi etanol. Secara umum teknik hidrolisis dibagi menjadi dua, yaitu hidrolisis dengan asam dan hidrolisi enzim (Corner et al., Xiang et al. & Najafpour et al. dalam Maryadi & Haviz, 2012).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

III. METODE PENELITIAN  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

III. METODE PENELITIAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Penentuan kadar pati dinyatakan sebagai gula pada filtrat. Gula hasil digest dianalisis dengan larutan Anthrone (pati yang terhidrolisa bersama dengan gula-gula yang larut direaksikan dengan Anthrone (0,1%) dalam asam sulfat pekat), dan akan menghasilkan warna biru kehijauan yang khas. Serapan masing-masing konsentrasi larutan glukosa diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang ( ) 630 nm. (Senyawa anthrone 9,10-dihydro-9- oxanthracene merupakan hasil reduksi anthraquinone, larutan anthrone= 1g anthrone dalam 1 l larutan 76% H 2 SO 4 dibuat waktu akan digunakan). Berat
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

II. TINJAUAN PUSTAKA PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Salah satu enzim yang berperan dalam menghidrolisis pati menjadi glukosa adalah enzim amilase. Berdasarkan kemampuan hidrolitiknya, enzim amilase dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu α -amilase yang mampu menghidrolisis ikatan α -1,4-glikosidik dan gluko-amilase yang mampu menghidroli sis ikatan α -1,6-glikosidik. Berdasarkan letak pemotongan ikatan, enzim amilase dikelompokan menjadi tiga yaitu exospliting, endospliting, dan debranching (Pandey dkk., 2000; Moo Young, 1985). Secara umum, amilase dibedakan menjadi tiga berdasarkan hasil pemecahan dan letak ikatan yang dipecah, yaitu alfa-amilase, beta-amilase, dan glukoamilase (Richana, 2000 dalam Saidin, 2008).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan  PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan PEMBUATAN BIOETANOL DARI PATI BIJI DURIAN DENGAN HIDROLISIS ENZIM AMILASE DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis.

Minarni, N., Bambang I., dan Sutrisno. 2013. Pembuatan Bioetanol dengan Bantuan Saccharomyces cerevisiae Dari Glukosa Hasil Hidrolisis Biji Durian (Durio zhibetinus). Student Journal; Vol. 1, No. 1, Hal. 36-42. Moo Young, M. 1985. The Practice of Biotechnology: Specialty Products and

38 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI DURIAN MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Sacharomyces cerevisiae.

PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI DURIAN MELALUI HIDROLISIS ENZIMATIK DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Sacharomyces cerevisiae.

Sebelum proses fermentasi dilakukan maka terlebih dahulu dilakukan proses hidrolisis dengan bantuan enzim. Bahan yang mengandung pati dapat dihidrolisis menjadi gula sederhana yang siap difermentasikan. Hidrolisis dengan menggunakan enzim α -amilase akan memutuskan ikatan polisakarida yang terdapat di dalam pati menjadi disakarida lalu dilanjutkan dengan hidrolisis menggunakan enzim glukoamilase menjadi monosakarida (glukosa). 1

10 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN BANTUAN Saccharomyces cerevisiae DARI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS BIJI DURIAN (Durio zhibetinus) , Sutrisno

PEMBUATAN BIOETANOL DENGAN BANTUAN Saccharomyces cerevisiae DARI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS BIJI DURIAN (Durio zhibetinus) , Sutrisno

Dari penelitian yang dilakukan Nurfiana, dkk pada tahun 2009 [4], selain tidak menyebutkan kadar etanol yang dihasilkan, penelitian tersebut juga melakukan hidrolisis biji durian hanya dengan pemanasan tanpa penambahan katalis. Agar kadar etanol yang dihasilkan optimal, biji durian (setelah dikukus) dan yeast Saccharomyces cerevisiae (merk “DK”) yang digunakan memiliki perbandingan 25:1. Produksi bioetanol dengan bantuan mikroba dipengaruhi oleh kadar glukosa sebagai substrat dan kondisi lingkungan proses fermentasi seperti suhu dan pH. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menghidrolisis biji durian menggunakan katalis asam klorida, menggunakan kultur murni S.cerevisiae dan mengatur pH fermentasi untuk mengetahui kadar etanol yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI CEMPEDAK MENGGUNAKAN METODE HIDROLISIS ASAM DAN FERMENTASI

PEMBUATAN BIOETANOL DARI BIJI CEMPEDAK MENGGUNAKAN METODE HIDROLISIS ASAM DAN FERMENTASI

Salah satu alternatif dalam mendukung ketersediaan sumber daya energi terbarukan adalah dengan memanfaatkan sumber dari non fosil seperti bioetanol. Bioetanol merupakan etanol yang dibuat dari biomass yang mengandung komponen pati (karbohidrat) atau selulosa yang selanjutnya di fermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme (Saccharomyces cerevisiae). Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah biji buah cempedak. Penelitian ini bertujuan membuat bioetanol dari biji buah cempedak dengan variasi penambahan jumlah ragi dan lamanya waktu fermentasi. Kemudian bioetanol ini ditentukan densitas, kadar etanol, viskositas dan nilai kalornya. Produksi bioetanol telah dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) dengan hidrolisis asam (HCl). Hidrolisat yang diperoleh selanjutnya difermentasi dengan penambahan massa ragi 1,8; 3,6; 5,4; 7,2; dan 9 gram serta lama fermentasi 1, 3, 5, 7, 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan lama fermentasi dan banyak ragi mempengaruhi kadar etanol. Kadar etanol tertinggi diperoleh 1,10% pada penambahan ragi 9 gram dengan lama fermentasi 5 hari. Densitas bioetanol terendah diperoleh 0,8985 gr/ml pada penambahan ragi 9 gram dengan lama fermentasi selama 5 hari. Viskositas paling tinggi 1,0386 mm 2 /s. Nilai kalor tertinggi diperoleh 10.309,48 cal/gr.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Fermentasi Glukosa Hasil Hidrolisis Buah Kumbi Untuk Bahan Baku Bioetanol

Fermentasi Glukosa Hasil Hidrolisis Buah Kumbi Untuk Bahan Baku Bioetanol

Abstract. Kumbi or Voacanga foetida (blume) Rolfe is a plant of the family Apocynaceae. Lombok Island is the main area where the growth of Kumbi. Kumbi has a high cellulose content. Cellulose is a raw material in the manufacture of bioethanol. Research for bioethanol production from fruit Kumbi (Voacanga foetida (blume) Rolfe) generates yield of 14.793%. These results are not yet eligible to be used as raw material in the fuel mixture. This study aims to determine the effect of temperature on the yield of bioethanol fermentation of fruit Kumbi using Saccharomyces cerevisiae and Rhyzopus oryzae. The method used is by HCl hydrolysis and fermentation with Saccharomyces cerevisiae and Rhyzopus oryzae. The results showed that ethanol from Kumbi fruit can be produced by the hydrolysis and fermentation using Saccharomyces cerevisiae and Rhyzopus oryzae. Fermentation temperature variation used was 28 °C, 30 °C, 32 °C, 34 °C, 36 °C, 38 °C, 40 °C and distilled at a temperature of 78 C. The yield of bioethanol 66.02% (w/w ) obtained using Saccharomyces cerevisiae at a temperature of 36 °C while the same ratio used Rhyzopus oryzae produce bioethanol yield of 88.14% (w / w) at a temperature of 32 o C.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Durian

Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Durian

Dunia industri dimasa sekarang sedang terfokus pada pencarian energi alternetif bahan bakar dari biomassa sebagai sumber energi terbarukan. Kebutuhan energi dunia semakin meningkat sementara persediaan energi dari bahan bakar fosil yang selama ini diandalkan jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sumber energi alternatif yang mampu mengatasi krisis energi tersebut. Energi terbarukan terus dikaji baik dari segi bahan baku maupun teknologi pembuatannya. Sudah banyak dilakukan penelitian tentang bahan baku yang berpotensi sebagai sumber energi alternatif. Salah satu sumber energi alternatif yang sedang dikembangkan adalah bioetanol. Bioetanol dapat diproduksi dengan cara fermentasi glukosa menggunakan bantuan bakteri sebagai mikroorganisme pengubah glukosa menjadi alkohol.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SKRIPSI  PRODUKSI BIOETANOL OLEH Saccharomyces cerevisiae DARI BIJI DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DENGAN VARIASI JENIS JAMUR DAN KADAR PATI.

SKRIPSI PRODUKSI BIOETANOL OLEH Saccharomyces cerevisiae DARI BIJI DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DENGAN VARIASI JENIS JAMUR DAN KADAR PATI.

Pertama-tama penulis panjatkan puji dan syukur kepada Allah Bapa di Surga atas segala penyertaan dan mujizat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan laporan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Laporan skripsi ini disusun sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana pada Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan judul “Produksi Bioetanol oleh Saccharomyces cerevisiae dari Biji Durian (Durio zibethinus Murr.) dengan Variasi Jenis Jamur

19 Baca lebih lajut

Pembuatan Bioetanol Dari Dekstrin Dan Sirup Glukosa Sagu (Metroxylon Sp.) Menggunakan Saccharomyces Cerevisiae Var. Ellipsoideus

Pembuatan Bioetanol Dari Dekstrin Dan Sirup Glukosa Sagu (Metroxylon Sp.) Menggunakan Saccharomyces Cerevisiae Var. Ellipsoideus

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan bahan bakar minyak di Indonesia antara lain produksi minyak Indonesia yang terus menurun, pertumbuhan konsumsi energi dalam negeri, harga minyak dunia yang cukup tinggi dan tingkat emisi yang berdampak buruk bagi lingkungan. Pencarian sumber energi alternatif dapat dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi beban suplai energi berbasis minyak bumi. Bahan bakar nabati (bioenergi) merupakan alternatif utama untuk mengatasi krisis bahan bakar berbasis minyak bumi. Bioenergi adalah bahan bakar alternatif yang diturunkan dari biomassa, yaitu material yang berasal dari makhluk hidup (tanaman, hewan dan mikroorganisme). Pengembangan bioenergi ini sangat cocok diaplikasikan di Indonesia karena didukung oleh potensi sumber daya alam hayati yang melimpah dan ketersediaan lahan. Salah satu jenis bioenergi yang dapat dikembangkan adalah bioetanol yang dapat digunakan sebagai pengganti bensin.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects