Top PDF pembuatan makanan dari tempe dan tape

pembuatan makanan dari tempe dan tape

pembuatan makanan dari tempe dan tape

Kupas dan bersihkan singkong, potong dengan ukuran panjang kira- kira 10-15 cm. Tidak dipotong juga sebenarnya tidak akan terlalu mempengaruhi hasil tape, hanya saja proses pembuatannya memerlukan ruang dan wadah yang lebih besar.

8 Baca lebih lajut

Contoh Proposal Pembuatan Tape Ketan

Contoh Proposal Pembuatan Tape Ketan

Generasi pertama adalah bioteknologi sederhana yaitu penggunaan mikroba yang masih secara tradisional dalam produksi makanan dan tanaman ataupun pengawetan makanan, sebagai contoh yaitu pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain. Generasi kedua adalah proses berlangsung dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh pembuatan kompos dan produksi bahan kimia. Generasi ketiga adalah proses dalam keadaan tidak steril, sebagai contoh produkasi antibiotic dan hormon. Generasi keempat adalah generasi bioteknologi baru, sebagai contoh produksi insulin.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

CONTOH MAKALAH PEMBUATAN TAPE BER

CONTOH MAKALAH PEMBUATAN TAPE BER

Pembuatan tempe dan tape (baik tape ketan maupun tape singkong atau peuyeum) adalah proses fermentasi yang sangat dikenal di Indonesia. Proses fermentasi menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat berguna, mulai dari makanan sampai obat-obatan. Proses fermentasi pada makanan yang sering dilakukan adalah proses pembuatan tape, tempe, yoghurt, dan tahu.

4 Baca lebih lajut

MAKALAH PEMBUATAN TAPE SINGKONG TAPE BER

MAKALAH PEMBUATAN TAPE SINGKONG TAPE BER

Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan- makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

9 Baca lebih lajut

5 BAB II TINJAUN PUSTAKA 2.1 Nenas

5 BAB II TINJAUN PUSTAKA 2.1 Nenas

Ragi telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia terutama di Jawa. Ragi merupakan preparat mikrobia dalam carrier tepung beras yang digunakan sebagai agensia sakarifikasi dan fermentasi alkohol terhadap bahan berkarbohidrat menjadi produk yang disebut tape. Ragi tidak untuk dikonsumsi, tetapi digunakan untuk pemecah pati dalam pembuatan tape ketan, brem, tape ketela, dan arak. Pada umumnya, ragi yang digunakan untuk membuat makanan fermentasi, seperti tape dan tempe, mengandung lebih dari satu jenis mikroorganisme yaitu khamir, kapang, dan bakteri.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Bioteknologi kelompok dan yang id

Bioteknologi kelompok dan yang id

contoh produk bioteknologi pangan seperti : Kopi, kecam, keju, yoghurt, nata de coco, oncom, tape dan tempe Bila diamati bahan dasar dari pembuatan produk tersebut rasa dan gizinya ma[r]

13 Baca lebih lajut

484598906.doc 630.58KB 2015-10-12 00:17:54

484598906.doc 630.58KB 2015-10-12 00:17:54

Rencana kegiatan kewirausahaan yang diajukan dalam proposal ini yaitu pembuatan sosis berbahan dasar tempe yang dikombinasikan dengan sayuran. Seperti yang diketahui, tempe merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang memiliki gizi tinggi serta manfaat yang baik bagi tubuh. Tempe sebagai bahan makanan yang sarat akan protein, vitamin dan mineral memiliki manfaat bagi kesehatan seperti, menyembuhkan diare, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, mampu mencegah osteoporosis, mencegah anemia, mengandung antioksidan alami yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, mampu mencegah timbulnya hipertensi, mencegah penuaan kulit, mencegah penyakit jantung, serta mencegah kanker (F. Ramadhan, 2011).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pembuatan Kerupuk Tape Singkong

Pembuatan Kerupuk Tape Singkong

Tape merupakan makanan yang diminati oleh masyarakat karena rasa dan aromanya yang khas. Makanan fermentasi seperti ini biasanya mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi daripada bahan asalnya. Hal ini tidak hanya disebabkan karena mikroba yang bersifat katabolik atau memecah kompenen-komponen yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana sehingga lebih muda dicerna.

76 Baca lebih lajut

Laporan Pengamatan Pada Tapai 2

Laporan Pengamatan Pada Tapai 2

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae dan setelah melakukan pengamatan selama 2 hari tentang pembuatan tape ketan, kami dapat membahas bagaimana tape ketan dibuat, memaparkan faktor-faktor yang terlibat dalam pembuatan ataupun dalam proses fermentasi tape. Pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu konsentrasi garam, oksigen, dan suhu.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

kandungan nutrisi dan potensi pemanfaatan koro benguk

kandungan nutrisi dan potensi pemanfaatan koro benguk

Biji Benguk memiliki ukuran kira-kira sebesar kelereng dengan bentuk sedikit lonjong dan agak pipih. Biji benguk berwarna abu-abu hingga kehitaman. Dalam satu kulit (polong) Benguk biasanya berisi 3-5 biji Benguk. Biji-biji tersebut dapat diolah menjadi Tempe Benguk dengan cara pengolahan sama seperti pembuatan tempe kedelai. Mula-mula biji Benguk yang telah tua dan telah dikeringkan direbus atau dikukus. Setelah itu bibi-biji Benguk dicuci sambil diiles (diinjak-injak) sehingga terkelupas kulit arinya dan air berwarna hitam dari biji Benguk dapat terperas keluar (hilang). Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga kacang Benguk bersih. Sesudah itu kacang Benguk diiris-iris (dirajang). Usai dirajang kacang Benguk kemudian ditiriskan dalam tampah dan diberi jamur tempe (usar). Tempe Benguk inilah bahan utama pembuatan Besengek Tempe Benguk yang menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Kulo Progo. Untuk membuat Besengek Tempe Benguk kecuali bahan baku Tempe Benguk perlu dipersiapkan pula bumbu-bumbu seperti gula jawa, bawang putih, bawang merah, lengkuas, jahe, garam, ketumbar, daun sereh, santan encer, santan kental, dan daun salam.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Proses Pembuatan Tape Ketan Betakaroten.

Proses Pembuatan Tape Ketan Betakaroten.

Tape ketan adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari bahan ketan yang diolah secara fermentasi. Dalam proses fermentasi tape ketan tahap persiapan (pencucian, pemasakan dan pendinginan), pengerjaan, dan fermentasi (pemanasan, inokulasi dengan ragi, dan inkubasi) merupakan tahap yang berpengaruh penting untuk menghasilkan tape ketan dengan mutu baik (Hidayat dkk, 2006).

3 Baca lebih lajut

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI BIOTEKNO

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI BIOTEKNO

2. Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa menjadi alkohol. 3. Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya.

8 Baca lebih lajut

Tempe merupakan salah satu makanan yang

Tempe merupakan salah satu makanan yang

Teknik telah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya bermula dari masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu dengan prosedur pembuatannya masih sangat sederhana. Berbagai bahan dasar yang dapat digunakan dalam pembuatan tempe, tetapi yang paling populer dan paling banyak dipergunakan adalah tempe berbahan dasar kedelai.

7 Baca lebih lajut

Pembuatan Tempe yang Tahan Disimpan.

Pembuatan Tempe yang Tahan Disimpan.

Kedelai kuning (Glycine max L.) merupakan tanaman jenis kacang-kacangan yang mudah kita jumpai. Banyak sekali macam-macam olahan kacang kedelai. Olahan kacang kedelai yang sudah umum adalah tempe. Tempe merupakan makanan tradisional yang diperoleh dari hasil olahan kedelai dengan proses fermentasi yang melibatkan jamur jenis Rhizopus oligosporus .

11 Baca lebih lajut

LAMA WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI RAGI PADA PEMBUATAN TEPUNG TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) MENGANDUNG DEKSTRIN, SERTA APLIKASINYA PADA PEMBUATAN PRODUK PANGAN

LAMA WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI RAGI PADA PEMBUATAN TEPUNG TAPE SINGKONG (Manihot utilissima) MENGANDUNG DEKSTRIN, SERTA APLIKASINYA PADA PEMBUATAN PRODUK PANGAN

Cita rasa adalah suatu cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa makanan tersebut. Cita rasa merupakan atribut makanan yang meliputi penampakan, bau, rasa, tekstur dan suhu. Cita rasa merupakan bentuk kerjasama dari kelima panca indra manusia, yaitu perasa, penciuman, perabaan, penglihatan, dan pendengaran. Hasil nilai rata-rata uji organoleptik rasa pada brownies disajikan pada Gambar 5. Perbandingan tepung tape singkong mengandung dekstrin dengan tepung terigu pada pembuatan produk brownies. Rasa dinilai dengan adanya tanggapan rangsangan oleh indra pengecap (lidah). Rasa merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas suatu produk, selain itu rasa dapat mempengaruhi penilaian konsumen terhadap suatu produk. Apabila rasa pada produk terlalu manis, asin, ataupun asam maka konsumen tidak tertarik untuk mengkonsumsinya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN BAKTERI ASAM LAKTAT DALAM PROSES PEMBUATAN TAHU DAN TEMPE UNTUK PENINGKATAN KADAR ISOFLAVON, ASAM LINOLEAT DAN ASAM LINOLENAT

PEMANFAATAN BAKTERI ASAM LAKTAT DALAM PROSES PEMBUATAN TAHU DAN TEMPE UNTUK PENINGKATAN KADAR ISOFLAVON, ASAM LINOLEAT DAN ASAM LINOLENAT

Mikro ß ora yang digolongkan BAL adalah mikroba yang memproduksi asam lak- tat terutama dari golongan Lactobacilli dan Bi Þ dobacteria. Salah satu contohnya Lacto- bacillus acidophilus FNCC 0051. Keberada- an BAL probiotik dalam usus besar disebut probiotik sangat dipengaruhi oleh tersedi- anya substrat yang dapat difermentasi oleh Bi Þ dobacteria dan Lactobacillus (Anonim, 2008). Substrat yang diperlukan berasal dari bahan makanan yang tidak dapat diserap dan dicerna oleh enzim mamalia termasuk manu- sia antara lain dietary " ber yang larut dalam air (pectin, gum, mannan, alginate, lamina- rin) dan yang tidak larut dalam air (selulosa, hemiselulosa, lignin) (Arief, 2007). Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa man- faat probiotik dalam tubuh (Harti, 2007 dan 2009). Pertama, adalah mencegah terjadinya kanker yaitu dengan menghilangkan bahan prokarsinogen (bahan penyebab kanker) dari tubuh dan mengaktifkan sistem kekebalan tu- buh. Kedua, dapat menghasilkan bahan aktif anti tumor. Ketiga, memproduksi berbagai vi- tamin [thiamin (B1), ribo ß avin (B2), piridok- sin (B6), asam folat, sianokobalamin (B12) yang mudah diserap ke dalam tubuh. Keem- pat, kemampuannya memproduksi asam lak- tat dan asam asetat di usus dapat menekan pertumbuhan bakteri E coli dan Clostridium perfringens penyebab radang usus dan men- ekan bakteri patogen lainnya, serta mengu- rangi penyerapan amonia dan amina. Kelima, berperan dalam penurunan kadar kolesterol, dimana Bi Þ dobakteria menghasilkan niasin yang memberi kontribusi terhadap penuru- nan kolesterol tersebut.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UJI KADAR KARBOHIDRAT PADA CAMPURAN KACANG KEDELAI (Glycine max L. Merr) DAN EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus) Dewi Ratih Damaryanti Farach Khanifah Inayatur Rosidah ABSTRAK - UJI KADAR KARBOHIDRAT PADA CAMPURAN KACANG KEDELAI (Glycine max L. Merr) dan

UJI KADAR KARBOHIDRAT PADA CAMPURAN KACANG KEDELAI (Glycine max L. Merr) DAN EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus) Dewi Ratih Damaryanti Farach Khanifah Inayatur Rosidah ABSTRAK - UJI KADAR KARBOHIDRAT PADA CAMPURAN KACANG KEDELAI (Glycine max L. Merr) dan

Kacang kedelai (Glycine max L. Merr) merupakan bahan dasar pembuatan tempe juga dapat dihidrolisat oleh enzim protease dibuat sebagai bahan penyedap rasa alami yang tidak hanya berfungsi sebagai bahan tambahan makanan saja tetapi juga mempunyai kandungan karbohidrat dan gizi. Selain enzim bromelin buah nanas (Ananas comosus) juga mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap, seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, dengan kandungan air 90% dan kaya akan

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Tepung Tempe dengan Tapioka dan Penambahan Karagenan Terhadap Mutu Burger Petela

Pengaruh Perbandingan Tepung Tempe dengan Tapioka dan Penambahan Karagenan Terhadap Mutu Burger Petela

Nilai gizi yang terdapat pada tempe cukup lengkap antara lain protein, karbohidrat, lemak, kalsium, vitamin B, dan zat besi yang sangat dibutuhkan manusia. Sebagai salah satu sumber protein yang tinggi, rendah lemak serta murah, tempe telah banyak digunakan dalam pembuatan berbagai produk makanan seperti keripik tempe, nugget tempe, serta cookies tempe, namun jika dibandingkan daya simpan tempe segar memiliki jangka waktu simpan yang rendah yaitu hanya berkisar dua hari pada suhu ruang (Tarwotjo, 2008).

4 Baca lebih lajut

laporan dan 3 dan Tempe.docx

laporan dan 3 dan Tempe.docx

Tempe merupakan produk olahan hasil fermentasi dari kedelai maupun dari bahan lainnya. Tempe merupakan sumber protein yang potensial bagi penduduk, khususnya di Indonesia. Mikroba yang berperan pada pembuatan tempe adalah jenis kapang berupa Rhizopus sp. yang memiliki peranan pada kedelai yang membentuk massa yang padat dan kompak. Selama proses fermentasi banyak bahan kedelai menjadi bersifat lebih lebih larut dalam air dan lebih mudah dicerna. Separuh dari kandungan protein awal dipecah menjadi produkk yang lebih kecil dan larut dalam air, misalnya asam amino dan peptida. Hal ini sesuai dengan Silvia (2009), yang menyatakan bahwa tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang merupakan hasil fermentasi kedelai. Fermentasi terjadi karena aktivitas kapang Rhizopus sp. pada kedelai sehingga memnbentuk massa yang padat dan kompak.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...