Top PDF Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sigi Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014

Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sigi Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014

Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sigi Dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014

Dari uraian hasil wawancara dengan seluruh informan penelitian, serta data yang diperoleh dari KPU Kabupaten Sigi dan pendapat akhli yang relevan dengan penjelasan tentang Responsibilitas KPU Kabupaten Sigi dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD Dan DPRD Tahun 2014, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Responsibilitas dapat dikatakan sudah berjalan optimal, hal ini dikarenakan dalam penyelenggaraan Pileg Tahun 2014 secara keseluruhan tahapan- tahapan yang telah dilaksanakan dengan baik dan merujuk pada PKPU No.06 tahun 2013 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum anggota dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, dan dewan perwakilan rakyat daerah tahun 2014. Selain itu dengan menjalankan tahapan yang ada dalam PKPU maka permasalahan seperti DPT dapat terselesaikan dengan baik, dengan demikian tahapan-tahapan dalam pileg tahun 2014 yang konsisten dilaksanakan oleh oleh KPU Kabupaten Sigi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SIGI DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TAHUN 2014 | Potabuga | Katalogis 6649 22122 1 PB

KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SIGI DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TAHUN 2014 | Potabuga | Katalogis 6649 22122 1 PB

Dari uraian hasil wawancara dengan seluruh informan penelitian, serta data yang diperoleh dari KPU Kabupaten Sigi dan pendapat akhli yang relevan dengan penjelasan tentang Responsibilitas KPU Kabupaten Sigi dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD Dan DPRD Tahun 2014, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Responsibilitas dapat dikatakan sudah berjalan optimal, hal ini dikarenakan dalam penyelenggaraan Pileg Tahun 2014 secara keseluruhan tahapan- tahapan yang telah dilaksanakan dengan baik dan merujuk pada PKPU No.06 tahun 2013 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum anggota dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, dan dewan perwakilan rakyat daerah tahun 2014. Selain itu dengan menjalankan tahapan yang ada dalam PKPU maka permasalahan seperti DPT dapat terselesaikan dengan baik, dengan demikian tahapan-tahapan dalam pileg tahun 2014 yang konsisten dilaksanakan oleh oleh KPU Kabupaten Sigi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KOMISI PEMILIHAN UMUM PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADUAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TAHUN 2014

KOMISI PEMILIHAN UMUM PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADUAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TAHUN 2014

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 ayat (1) huruf a dan c Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu serta Pasal 4 ayat (6) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, perlu menetapkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang Tahapan, Program, dan Jadual Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014;
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN

PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN

Menetapkan : PERUBAHAN KEENAM ATAS PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG TAHAPAN, PROGRAM, DAN JADUAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TAHUN 2014 SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH, TERAKHIR DENGAN PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 19 TAHUN 2013.

14 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS NETRALITAS HAK PILIH POLISI REPUBLIK INDONESIA DALAM PEMILIHAN UMUM MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

KAJIAN YURIDIS NETRALITAS HAK PILIH POLISI REPUBLIK INDONESIA DALAM PEMILIHAN UMUM MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Sepanjang tahun 2013/2014 rakyat Indonesa akan disibukkan dengan maraknya aktivitas kampanye yang akan dilaksanakan oleh para kontestan Pemilu baik kampanye Partai Politik, kampanye calon anggota Dewan Perwakilan Daerah maupun kampanye yang dilaksanakan oleh calon Presiden/Wakil Presiden. Suatu hal penting yang perlu diketahui oleh seluruh POLRI adalah bahwa dalam Pemilu 2014 banyak sekali anggota POLRI yang bergabung dan ikut serta sebagai calon anggota Legislatif dari parpol-parpol peserta Pemilu 2014. Menghadapi berbagai fenomena tersebut, maka pernyataan yang harus dijawab adalah bagaimana POLRI bertindak dan menyikapi penyelenggaraan Pemilu 2014 dengan segala rangkaian kegiatannya berdasarkan peraturan perundang-undangan? Dan apakah setiap anggota POLRI telah memahami seutuhnya bagaimana implementasi dari netralitas POLRI di lapangan. Oleh karena itu, setiap anggota POLRI harus memahami secara utuh bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak dalam menghadapi Pemilu tahun 2014, baik pada saat berada di satuan maupun pada saat berada dalam lingkungan masyarakat. karena sebenarnya Netralitas POLRI dalam Pemilu sudah diatur berdasarkan peraturan perundang - undangan yang berlaku. Dan bila dikaitkan dengan Undang-Undang No 8 tahun 2012 apakah Polri masih diperbolehkan mengikuti pelaksanaan pemilu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun Periode 2009-2014)

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun Periode 2009-2014)

Senada dengan bapak M.Sinaga, ketua LSM Habonaron Do Bona, Bapak T.Sagala,yang biasa disebut Pak Tahi menuturkan bahwa kinerja anggota DPRD Simalungun Periode 2009-2014 belum bisa dikatakan baik. Salah satu hal yang menjadi sorotan penyebab belum maksimalnya kinerja anggota Dewan ialah masalah latar belakang pendidikan dan motivasi yang salah dari angota dewan. Pak Tahi mengatakan bahwa, motivasi anggota dewan yang salah ketika mereka mencalonkan diri menjadi Calon Legislatif sewaktu pemilihan kemarin sangat mempengaruhi kinerja anggota dewan. Ditambahkannya, anggota dewan sekarang berlomba-lomba mencari proyek demi kepentingan pribadinya. Itu yang menjadi salah satu kesalahan vitalnya, sehingga tidak memikirkan kepentingan rakyat. Kalau masalah latar belakang pendidikan menurut Pak Tahi, semuanya adalah proses belajar. Ada waktu 5 tahun bagi anggota dewan untuk memperbaiki masalah di Kabupaten Simalungun. Tapi kalau selama 5 tahun dipakai untuk belajar, itu juga sudah terlalu lama.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Gaya Kepemimpinan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Cimahi Mensosialisasikan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014 Di Kalangan Pemilih Pemula Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimah

Gaya Kepemimpinan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Cimahi Mensosialisasikan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014 Di Kalangan Pemilih Pemula Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimah

Sistem Pemilu dilaksanakan sesuai asas Langsung Umum Bebas Rahasia (Luber) serta Jujur dan Adil (Jurdil). Kegiatan Pemilu ini calon politik berkampanye dengan menawarkan janji- janji dan program-program yang akan dilaksanakan ketika calon wakil rakyat itu menang. Calon politik ini berkampanye dengan mencari massa sebanyak mungkin untuk memilih dan memberikan suaranya. Kampanye berlangsung dengan waktu yang sudah ditentukan oleh penyelenggara sekitar satu bulan dan tiga atau empat hari sebelum pelaksanaan Pemilu disebut sebagai masa tenang. Pelaksanaan Pemilu diselenggarakan pada hari Rabu, 9 April 2014 lalu. Keberlangsungan Pemilu pada 9 April 2014 lalu dimulai dengan datangnya para pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan suaranya dengan cara mencoblos, dimana setelah pemungutan setelah pemungutan suara dilakukan, dilanjutkan dengan proses penghitungan suara, hingga terpilihnya pemenang Pemilu yang sudah ditentukan dan ditetapkan oleh tim penyelenggara. Pemenang Pemilu ditentukan dengan sebuah pemilihan yang dipilih oleh masyarakat sebagai pemegang suara yang menentukan calon pemenang dalam Pemilu.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Efektivitas Tugas Lembaga Penegakan Hukum Terpadu Kota Pekanbaru dalam Pemilihan Umum Tahun 2014 Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2

Efektivitas Tugas Lembaga Penegakan Hukum Terpadu Kota Pekanbaru dalam Pemilihan Umum Tahun 2014 Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2

Banyaknya persoalan baik yang berkaitan dengan hasil Pemilu ataupun yang tidak berkaitan dengan hasil Pemilu, misalnya, pelanggaran- pelanggaran administrasi, sengketa, dan tindak pidana Pemilu, menjadi dasar pertimbangan dibentuknya institusi atau lembaga Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) yang melibatkan secara langsung 3 (tiga) instansi dan/atau lembaga antara lain, Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Kejaksaan Agung RI dalam tingkatannya hingga di Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang dimulai sejak penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2004 hingga Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014. 2
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaturan Dana Kampanye Pemilihan Umum Sebagai Tanggung Jawab Calon Anggota Legislatif Berdasarkan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Pengaturan Dana Kampanye Pemilihan Umum Sebagai Tanggung Jawab Calon Anggota Legislatif Berdasarkan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Lubang besar seakan menganga jika melihat dan menelaah lebih jauh pengaturan dana kampanye berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD yang mana aturan ini dijadikan payung hukum terlaksananya pemilu pada tahun 2014 mendatang. Tidak adanya keselarasan antara sistem dan aturan menyebabkan penyelanggaraan meninggalkan sejumlah masalah. Batasan sumbangan yang terlalu besar akan menimbulkan dominasi donatur terhadap arah kebijakan calon anggota legislatif terpilih, terlebih dalam aturan dana kampanye tidak mengatur batasan dana kampanye. Aturan yang membatasi sumbangan dana kampanye dari pihak ketiga seakan percuma mengingat sumbangan yang berada dari partai politik dan sumbangan dari kantong calon pribadi sama sekali tidak dibatasi. Hal ini akan menyinggung kesetaraan dalam penyelenggaraan pemilu dimana peserta pemilu yang memiliki dana lebih akan lebih dominan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi Terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Simalungun Periode 2009-2014)

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi Terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Simalungun Periode 2009-2014)

menengah yang menjadi korban manakala raja membuat kebijakan, maka rakyat minta agar rakyat mempunyai wakil dan diminta pendapat dan keterangannya sebelum sebuah kebijakan dibuat. Karena yang pada awalnya kalangan yang duduk dalam house of lord didukung oleh para rakyat dan kaum menengah yang akhirnya kaum ningrat mendapatkan kemenangan, maka sejak saat itu pula kedudukan rakyat dan kaum menengah menjadi kuat. Sebagai bagian dari perwujudan agar terbentuk perwakilan rakyat maka lahirlah apa yang disebut Magnum Consilium , yang terdiri dari para wakil rakyat yang perkembangan selajutnya adalah bahwa house of commons mempunyai kekuatan yang semakin bertambah. Mereka dapat membebaskan para menteri (perdana menteri) yang mereka tidak sukai walaupun tidak berbuat kejahatan untuk turun dari kekuasaan, kekuasaan yang demikian dilakukan dengan mengajukan ’’mosi tidak percaya’’ yang dapat mengakibatkan jatuh dan mundurnya sebuah kabinet dan itu berlangsung sampai sekarang. Dalam konstitusi Inggris yang lebih berkuasa adalah house of lord yang dipilih melalui pemilihan umum sedangkan house of lord adalah kumpulan para lord yang terdiri dari para orang-orang yang dipilih secara turun-temurun. 10
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi Terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Simalungun Periode 2009-2014)

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi Terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Simalungun Periode 2009-2014)

Senada dengan bapak M.Sinaga, ketua LSM Habonaron Do Bona, Bapak T.Sagala,yang biasa disebut Pak Tahi menuturkan bahwa kinerja anggota DPRD Simalungun Periode 2009-2014 belum bisa dikatakan baik. Salah satu hal yang menjadi sorotan penyebab belum maksimalnya kinerja anggota Dewan ialah masalah latar belakang pendidikan dan motivasi yang salah dari angota dewan. Pak Tahi mengatakan bahwa, motivasi anggota dewan yang salah ketika mereka mencalonkan diri menjadi Calon Legislatif sewaktu pemilihan kemarin sangat mempengaruhi kinerja anggota dewan. Ditambahkannya, anggota dewan sekarang berlomba-lomba mencari proyek demi kepentingan pribadinya. Itu yang menjadi salah satu kesalahan vitalnya, sehingga tidak memikirkan kepentingan rakyat. Kalau masalah latar belakang pendidikan menurut Pak Tahi, semuanya adalah proses belajar. Ada waktu 5 tahun bagi anggota dewan untuk memperbaiki masalah di Kabupaten Simalungun. Tapi kalau selama 5 tahun dipakai untuk belajar, itu juga sudah terlalu lama.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

DAFTAR CALON TETAP ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

DAFTAR CALON TETAP ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014. KABUPATEN/KOTA (TEMPAT TINGGAL BAKAL CALON) NOMOR[r]

15 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS TERHADAP VERIFIKASI PARTAI POLITIK OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

KAJIAN YURIDIS TERHADAP VERIFIKASI PARTAI POLITIK OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

16. Teman-teman Kuliah Kerja di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember (Hindun Shabrina, Bintana Afiyah Parahita, Aldis Rully, MAS Rizal AM, Andiny Rachmadani E) yang selalu kompak dalam menjalankan tugas kerja yang diberikan saat magang, memberikan keceriaan serta nasihat-nasihat yang berguna bagi penulis;

18 Baca lebih lajut

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Perlindungan hak konstitusional Warga Negara Indonesia yang belum terdaftar sebagai Pemilih diatur dengan jaminan hak memilih dengan menggunakan bukti kartu tanda penduduk atau paspor. Melalui undang- undang ini juga dibentuk sistem informasi data Pemilih yang berisi data Pemilih secara nasional yang wajib dipelihara dan dimutakhirkan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota agar dapat digunakan dalam Pemilu selanjutnya. Mekanisme pemberian suara dilakukan dengan cara mencoblos satu kali pada nomor atau nama calon pada surat suara. Kriteria penyusunan daerah pemilihan, ambang batas parlemen (Parliamentary Treshold), sistem Pemilu Proporsional, konversi suara menjadi kursi, penetapan calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dari Partai Politik Peserta Pemilu ditetapkan berdasarkan calon yang memperoleh suara terbanyak.
Baca lebih lanjut

231 Baca lebih lajut

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG PENCALONAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATENKOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG PENCALONAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATENKOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM,

4. Agama : ................................................................................................................ 5. Pekerjaan : ................................................................................................................ 6. Alamat tempat tinggal : ................................................................................................................ menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa saya bersedia untuk tidak berpraktik sebagai Akuntan Publik, Advokat/Pengacara, Notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), dan tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara (APBN/APBD) serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang, dan hak sebagai Anggota DPR/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/DPRD Kota *).
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Pedoman Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Pedoman Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Dalam hal ini mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi perihal Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Anggota DPR dan DPRD, terkait dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor .................................. tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam Pemilihan Umum Tahun 2014 yang diumumkan secara nasional pada hari ........ tanggal ..... Mei 2014 pukul ....... WIB,
Baca lebih lanjut

228 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS PENETAPAN CALEG TERPILIH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SITUBONDO

KAJIAN YURIDIS PENETAPAN CALEG TERPILIH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN SITUBONDO

Pelaksanaan Pemilu merupakan momentum yang sangat penting bagi pembentukan pemerintahan dan penyelenggaraan negara periode berikutnya. Indonesia saat ini menghadapi kontes Pemilu yang baru, banyak masyarakat yang ingin mendapatkan hak-haknya dalam menyalurkan atau menyampaikan hak- haknya dan aspirasinya. Pemilihan Umum kali ini adalah Pemilihan anggota legislatif terutama untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dilakukan di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, pemilihan itu bertujuan untuk memilih wakil-wakil rakyat dalam menyampaikan aspirasi rakyat terhadap pemerintah. Memberikan mereka kesempatan untuk memilih sendiri apa yang menjadi keinginannya maka pemerintahan Indonesia setidaknya telah melakukan demokrasi pada rakyat.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun Periode 2009-2014)

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun Periode 2009-2014)

Walaupun Demokrat meraih 8 kursi di DPRD Simalungun, hal itu dikarenakan faktor Hegemoni Demokrat, yang kemudian berimbas juga dengan perolehan suara di daerah. Namun terdapatnya nama PPRN, PNBK, bahkan PKPI sangat diluar dugaan. Meskipun hanya mendudukkan 1 orang wakilnya di Legislatif, namun hal ini saya anggap suatu hal yang luar biasa. Bahkan partai seperti PPRN, dan PNBK sanggup mengimbangi partai sekelas PKS, PPP,dan PKB. Pendekatan etnik/kultural yang mengutamakan suku/marga nampaknya berhasil diterapkan partai-partai tadi. Partai-partai baru tadi memilih orang yang “bermarga” dan juga memiliki popularitas didaerah ini. Dan hal inilah yang menjadi kunci sukses naiknya suara partai baru ini.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun Periode 2009-2014)

Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Suatu Studi terhadap Kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun Periode 2009-2014)

Pandangan Rousseau yang berkeinginan untuk berlangsungnya demokrasi langsung sebagaimana pelaksanaannya pada zaman Yunani kuno. Kenyataanya sulit untuk dipertahankan lagi. Faktor-Faktor seperti luasnya suatu wilayah negara, populasi penduduk yang sangat cepat, makin sulit dan rumitnya masalah politik dan kenegaraan, serta kemajuan ilmu dan teknologi merupakan persoalan yang menjadi kendala untuk melaksanakan demokrasi langsung pada era sekarang. Sebagai ganti dari gagasan Rousseau maka lahirlah demokrasi tidak langsung (indirect democracy), yang disalurkan melalui lembaga perwakilan atau yang dikenal dengan parlemen. Kelahiran parlemen ini pada dasarnya bukan karena gagasan dan cita-cita demokrasi tapi karena kelicikan feodal. Pada abad pertengahan yang berkuasa di Inggris adalah raja-raja/bangsawan yang sangat
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects