Top PDF Pemisahan Mikroalga dari Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Menggunakan Membran Filtrasi

Pemisahan Mikroalga dari Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Menggunakan Membran Filtrasi

Pemisahan Mikroalga dari Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Menggunakan Membran Filtrasi

Salah satu cara engolahan limbah cair adalah engolahan secara biologis dengan bantuan mikroorganisme misalnya kombinasi bakten n mikroalga. Degradasi kandungan organik limbah cair dilakukan oleh bakteri dan kemudian hasil deradasi oleh bakteri dimanfaatkan oleh alga. Pada enelitian ini dilakukan pemisahan alga dengan menggunakan membran filtrasi untuk memisahkannya dari limbah cair agar didapatkan eluent yang memenuhi standar mutu tetentu serta untuk memungkinkan daur ulang air hasil engolahan, selain itu juga dapat dihasilkan biomassa mikroalga.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN ZEOLIT DAN SILIKA SEBAGAI MEMBRAN FILTRASI UNTUK MENURUNKAN TSS, COD DAN WARNA LIMBAH CAIR BATIK

PEMANFAATAN ZEOLIT DAN SILIKA SEBAGAI MEMBRAN FILTRASI UNTUK MENURUNKAN TSS, COD DAN WARNA LIMBAH CAIR BATIK

Penelitian ini memanfaatkan zeolit dan silika sebagai material membran filtrasi. Proses filtrasi dilakukan pada reaktor dengan aliran cross flow selama 100 menit dengan lima kali pengambilan sampel dari permeat filtrasi. Variabel pada penelitian ini adalah massa penambahan silika pada membran, kecepatan centrifuge dan konsentrasi limbah cair. Variabel bebas dan level penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.1. Limbah cair yang digunakan adalah limbah cair batik yang didapatkan dari industri batik di daerah Jetis Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Membran filtrasi kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, EDX dan uji kuat tarik untuk menganalisis morfologi, kandungan unsur dan kekuatan membran. Kinerja membran dianalisis dengan nilai rejeksi parameter yang ditentukan yaitu TSS, COD dan warna serta nilai fluks.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Kajlan Aplikasi Membran Filtrasi Untuk Pemisahan Mikroalga Dari Limbah Cair Peternakan Sapi

Kajlan Aplikasi Membran Filtrasi Untuk Pemisahan Mikroalga Dari Limbah Cair Peternakan Sapi

Dampak dat meningkanya jumlah etnakan sapi di Innesia yaitu mninga lmbah yang dihasilan. Umah dat g asllkan apat dijadikan uk, namun limbah cair yang dihas�kan alama inl lagsung dibuang ke sungai. Hal ni dapat meusak kualias lingkungan saar eteaan sapi sebt. Sistem enanganan limbah air secara bis merupakan salah sstu altef emeahan masaah limbah cair, kaena enanana mah, muah dan di dalam limbah cair ukup te adia nn yang uhan mloanisme l Tjan dt aian ini _ unuk mi l8 n an pada

85 Baca lebih lajut

PENYISIHAN KROMIUM PADA LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN UNGGUN FILTRASI PASIR

PENYISIHAN KROMIUM PADA LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN UNGGUN FILTRASI PASIR

Banyak limbah berbahaya yang ditimbulkan pada industri kimia, salah satunya adalah industri pelapis logam karena air bilasannya mengandung ratusan ppm asam kromat. Muncul perhatian dari masyarakat terhadap semakin banyaknya polusi dan pembuangan limbah yang sangat berbahaya bagi kehidupan, sehingga diharapkan residu limbah solid yang mengandung konsentrasi tinggi logam berat harus diatas level ramah lingkungan. Salah satu metode yang digunakan adalah menggunakan cara filtrasi pasir. Filtrasi pasir merupakan proses pemisahan zat-zat atau senyawa-senyawa kimia yang tidak dibutuhkan dengan menggunakan pasir sebagai media penyaring. Penelitian ini dipusatkan pada penyisihan kromium (VI) pada limbah cair industri dengan menggunakan filtasi pasir .variasi pasir yang digunakan masing-masing sebesar 20gram, 40gram, 60gram dan 80gram dengan konsentrasi 20ppm, 40 ppm, 60ppm dan 80ppm. Berbagai variasi pasir dapat mengadsorbsi larutan kromium (VI) dalam jumlah yang cukup besar, namun dari setiap variasi pasir mempunyai kemampuan mengadsorbsi kromium (VI) yang berbeda-beda. Semakin besar massa pasir yang digunakan, maka semakin besar pula kromium (VI) yang teradsorbsi, hal ini disebabkan karena semakin besar massa pasir yang digunakan maka luas permuakaannya akan semakin besar yang mengakibatkan tingkat adsoorpsi semakin tinggi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa persentase adsorbsi maksimum terjadi pada filtrasi dengan massa pasir sebesar 80 gram yang dapat mengadsorbsi larutan kromiun (VI) sampai dengan 86 %.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

METODE MEMBRAN CAIR UNTUK PEMISAHAN FENOL

METODE MEMBRAN CAIR UNTUK PEMISAHAN FENOL

Membran cair mempunyai lapisan membran berupa cairan. Cairan ini dapat dipakai sebagai membran dengan beberapa syarat, yaitu: (1) tidak larut dalam fase umpan, (2) dapat larut dalam fase membran, (3) harus dapat berikatan dengan analit (komponen zat) dan dapat dilepaskan kembali, dan (4) harus dapat melepaskan kembali analit ke fase penerima. Mulder (1996) membagi membran menjadi tiga jenis berdasarkan pada struktur dan prinsip pemisahannya antara lain adalah membran berpori, membran tidak berpori, dan membran cair. Beberapa peneliti mengklasifikasikan membran cair menjadi lima tipe, yaitu membran cair ruah (BLM, Bulk Liquid Membrane), membran cair emulsi (ELM, Emulsion Liquid Membrane), membran cair berpendukung (SLM, Supported Liquid Membrane), membran cair terisi (CLM) dan electrostatic pseudo liquid membrane (ESPLIM). Yang dkk. (2003) menyebutkan ada 3 jenis membran, yakni membran cair ruah (bulk liquid membrane, BLM), membran cair berpendukung (supported liquid membrane, SLM) dan membran cair berisi (contained liquid membrane, CLM) sedangkan Wang, dkk. (2000) menyebutkan ada 4 jenis membran cair yaitu membran cair emulsi (emulsion liquid membrane, ELM), membran cair berpendukung gel (gelled supported liquid membrane, GSLM), membran cair polimer (polymer liquid membrane, PLM), bulk liquid membrane, dan supported liquid membrane.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

LAPORAN OBSERVASI PPS PELABUHAN PERIKANA

LAPORAN OBSERVASI PPS PELABUHAN PERIKANA

dan PT. Sumber Laut Mandiri dan dua perusahaan yang operasionalnya berpusat di Maluku yaitu PT. Nusantara Fishery dan PT. Tofico. Kedua perusahaan tersebut untuk sementara dipindahkan ke Kendari disebabkan karena adanya kerusuhan ambon, namun setelah kondisi keamanan sudah kondusif maka perusahaan tersebut akan beroperasi kembali ke Maluku. Dengan adanya kedua perusahaan tersebut, PPS Kendari memproduksi beberapa macam pengolahan. Melihat jumlah industri yang bertambah hingga tahun ini menunjukkan bahwa terdapat kemajuan terhadap kondisi industri perikanan PPS Kendari saat ini. Kemajuan indusri perikanan di PPS Kendari didukung oleh investasi dari
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Sintesis dan karakterisasi membran untuk filtrasi limbah

Sintesis dan karakterisasi membran untuk filtrasi limbah

Proses pengolahan limbah industri secara konvensional seperti metode elektrolit, metode pertukaran ion, penyerapan karbon aktif, metode ekstaksi larutan, dll telah banyak dilakukan. Namun, metode konvensional tersebut mempunyai kerugian dalam proses dan pemulihan limbah. Kerugian tersebut diantaranya adalah proses tersebut menghasilkan limbah baru dan biaya pengolahan mahal. Munculnya proses pemisahan limbah dengan membran menjadi suatu hal yang menjanjikan karena mempunyai banyak keuntungan. Teknologi membran menarik karena tidak memerlukan ruangan yang besar, biaya pekerja
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KOMBINASI PROSES AERASI, ADSORPSI, DAN FILTRASI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI PERIKANAN.

KOMBINASI PROSES AERASI, ADSORPSI, DAN FILTRASI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI PERIKANAN.

Karakteristik limbah Industri perikanan sangat bervariasi dan biasanya mengandung bahan organik, baik yang larut maupun yang tidak larut. Oleh karena itu limbah industri prikanan harus diolah sebelum dibuang ke badan air. Prinsip kerja dari kombinasi proses aerasi, adsorpsi dan filtrasi adalah sebagai berikut ; terlebih dahulu dilakukan proses aerasi selama 24 jam, setelah itu dimasukkan dalam bak penampung air limbah. Limbah yang telah diaerasi, dialirkan ke dalam tower filtrasi yang telah terisi dengan batu apung, dalam tower filtrasi tersebut dilakukan proses Adsorpsi dan proses Filtrasi. Pada penelitian ini digunakan peubah-peubah dengan variabel tetapnya yaitu tinggi kolom 1 meter dan diameter kolom 7 cm. Sedangkan variabel berubahnya yaitu laju alir limbah : 255; 241,67; 235; 228,33; 216,67 ml/menit dan tinggi batu apung : 10; 20; 30; 40 dan 50 cm. Adapun hasil terbaik yang didapatkan pada penelitian ini yaitu pada laju alir limbah 228.33 ml/menit dan tinggi batu apung 50 cm, COD akhirnya 58,95 mg/lt.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PEMISAHAN OLI BEKAS DENGAN MENGGUNAKAN KOLOM FILTRASI DAN MEMBRAM KERAMIK BERBAHAN BAKU ZEOLIT DAN LEMPUNG

PEMISAHAN OLI BEKAS DENGAN MENGGUNAKAN KOLOM FILTRASI DAN MEMBRAM KERAMIK BERBAHAN BAKU ZEOLIT DAN LEMPUNG

Pada tahun 1960 membran sudah dikenal pada industri, banyak ilmuan yang telah melakukan studi tentang membran. Pada awalnya membran hanya digunakan di labolatoriun sebagai media observasi dan penelitian yang berhubungan dengan teori kimia dan fisika. Membran didefinisikan sebagai suatu media atau alat yang memiliki pori-pori molekuler yang mempunyai ketebalan tertentu yang mempunyai sifat permeabel dan dapat digunakan untuk memisahkan partikel dengan ukuran tertentu.

8 Baca lebih lajut

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Membran

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Membran

Kegunaan PVA lainnya adalah sebagai bahan pengemulsi dan stabilizing agent pada industri petrokimia, bahan aditif pada semen yang berfungsi menambah sifat kohesi dan fluiditasnya, serta bahan pengatur ukuran benang pada industri tekstil. Berbagai kegunaan tersebut menjadikan PVA sebagai salah satu komoditas yang penting dan banyak dibutuhkan dalam industri rekayasa produk kimia. Berbeda dari senyawa polimer pada umumnya yang diproduksi melalui reaksi polimerisasi, poli (vinil alkohol) diproduksi secara komersial melalui hidrolisis poli (vinil asetat) dengan alkohol karena monomer dari vinil alkohol tidak dapat dipolimerisasi secara alami menjadi PVA. Produk PVA dijumpai sebagai kopolimer dari vinil asetat dan vinil alkohol. Rumus struktur polivinil alkohol dengan kopolimer vinil asetat dijabarkan pada gambar 2.3 berikut:
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Produksi biogas limbah cair industri tapioka melalui peningkatan suhu dan penambahan urea pada perombakan anaerob

Produksi biogas limbah cair industri tapioka melalui peningkatan suhu dan penambahan urea pada perombakan anaerob

Namun demikian, banyak sedikitnya jumlah biogas yang dihasilkan tidak dapat menentukan nyala tidaknya biogas yang dihasilkan. Pada kelompok tanpa perlakuan kondisi suhu ruang maupun suhu tinggi tiga hari awal di minggu pertama, biogas yang dihasilkan cukup banyak tetapi beberapa tidak dapat menghasilkan nyala api begitu pula pada kelompok perlakuan dengan penambahan urea 3% dan 6% baik pada suhu ruang maupun suhu tinggi. Hal ini mungkin dikarenakan kandungan gas metana pada biogas hanya sedikit. Pada umumnya, biogas hasil fermentasi anaerob limbah organik tersusun atas metana 55-70%, karbon dioksida 30-45% dan sedikit hidrogen sulfida dan amonia maupun gas-gas lainnya £ 1% (Kottner, 2002). Biogas dapat terbakar apabila terdapat kadar metana minimal 57% s/d 60% (Hammad dan Hessami et al.,1996).
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Fitromediasi Limbah Cair Industri Batik dengan menggunakan Spirogyra sp. Halaman Awal

Fitromediasi Limbah Cair Industri Batik dengan menggunakan Spirogyra sp. Halaman Awal

ANALISIS EFEKTIVITAS PENERIMAAN RETRIBUSI PASAR DI KABUPATEN KARANGANYAR Studi Kasus pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM TUGAS AKHIR Disusun untuk memenuhi sebagi[r]

13 Baca lebih lajut

PENURUNAN KANDUNGAN LOGAM BERAT DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM MENGGUNAKAN MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN-PVA - POLSRI REPOSITORY

PENURUNAN KANDUNGAN LOGAM BERAT DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM MENGGUNAKAN MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN-PVA - POLSRI REPOSITORY

Dengan segala puji bagi Allah SWT, karena telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akhir dengan judul “Pe nurunan Kandungan Logam Berat dari Limbah Cair Industri Pelapisan Logam Menggunakan Membran Komposit Kitosan-PVA ” tepat pada waktunya. Laporan Akhir ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III pada Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang.

12 Baca lebih lajut

PENGARUH ASIDULASI BATUAN FOSFAT DENGAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA DAN PELARUT ASAM SERTA LAMA INKUBASI TERHADAP FOSFATLARUT

PENGARUH ASIDULASI BATUAN FOSFAT DENGAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA DAN PELARUT ASAM SERTA LAMA INKUBASI TERHADAP FOSFATLARUT

mengandung senyawa organik dan anorganik dapat dijadikan sebagai suatu bahan bakar alternatif pembangkit listrik yaitu dengan memanfaatkan gas metan hasil fermentasi dari kandungan organik limbah. Limbah cair tapioka berasal dari industri yang bahan bakunya banyak mengandung karbohidrat, sehingga jumlah rasio C/N dapat diperkirakan jumlahnya lebih dari 30. Keadaan tersebut tidak menghambat limbah cair tapioka untuk menghasilkan biogas karena dalam limbah cair tersebut banyak mengandung bakteri pengurai Hanya saja gas metana yang dihasilkan jumlahnya sedikit.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

POTENSI MIKROALGA YANG DIKULTIVASI PADA MEDIA LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET REMAH DENGAN SISTEM OPEN POND SEBAGAI SUMBER PROTEIN

POTENSI MIKROALGA YANG DIKULTIVASI PADA MEDIA LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET REMAH DENGAN SISTEM OPEN POND SEBAGAI SUMBER PROTEIN

Selanjutnya box dryer dimasukkan ke dalam dryer yang berjumlah 14 box dengan suhu 118 o C – 120 o C dan interval waktu keluarnya tiap box adalah 15 menit. Dryer berfungsi untuk mengeringkan remahan karet sampai matang secara merata atau sesuai yang diharapkan. Dryer dilengkapi dengan cooling fan agar selama beroperasi bahan terhindar dari panas yang berlebihan. Remahan karet yang sudah matang atau kering kemudian dikeluarkan dan didinginkan di bawah kipas pendingin sampai suhu kamar atau tidak melebihi 40 o C. Kemudian ditimbang 35 kg atau 33,33 kg per bale digital berkapasitas 300 kg. Selanjutnya karet remah tersebut dipadatkan hingga kompak dengan ukuran yang diinginkan konsumen, menggunakan balling press selama 10- 15 detik, dan dikemas (Utomo et al., 2012). Rekapitulasi masukan dan keluaran air umpan dan limbah cair, uap air, produk dan loss pada pengolahan karet remah berbahan baku lateks kebun dapat dilihat pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN UMPAN TERHADAPPRODUKSI SELULOSA NATA DARI LIMBAH CAIR TAPIOKASEBAGAI BAHAN BAKU KERTAS.

PENGARUH PENAMBAHAN UMPAN TERHADAPPRODUKSI SELULOSA NATA DARI LIMBAH CAIR TAPIOKASEBAGAI BAHAN BAKU KERTAS.

Proses pembuatan nata dari limbah cair tapioka dilakukan dengan menyaring 3 liter limbah cair tapioka kemudian dipanaskan hingga suhu 100 o C dan ditambahkan 3 ml asam asetat glasial, 15 gram ZA, dan 90 gram gula pasir. Kemudian medium didinginkan hingga suhu 40 o C dan dilakukan inkubasi atau

2 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN MIKROALGA HASIL BUDIDAYA SKALA LABORATORIUM DENGAN MEDIA KULTUR LIMBAH CAIR TAPIOKA

PERTUMBUHAN MIKROALGA HASIL BUDIDAYA SKALA LABORATORIUM DENGAN MEDIA KULTUR LIMBAH CAIR TAPIOKA

Permadi (2008) menyatakan bahwa mikroalga mampu menghasilkan minyak 200 kali lebih banyak dibandingkan tumbuhan tingkat tinggi dengan kemampuannya dikembangkan secara cepat (dalam dimensi volume) sehingga dengan luas lahan yang sama dapat memperoleh biomassa yang lebih banyak, karena umur panen yang sangat pendek dan proses pengambilan minyaknya juga mudah. Mikroalga Navicula sp., Spirulina platensis, dan Chlorella vulgaris mempunyai prospek sebagai sumber penghasil biofuel yang dapat diproduksi secara berkesinambungan. Pertumbuhan sel yang cepat, disertai kemampuan untuk menghasilkan lipid yang sangat besar, dan dengan sedikit polusi dapat dijadikan salah satu alternatif bahan bakar nabati dibandingkan bahan bakar petroleum.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Metana Cair Dari Limbah Cair Tapioka Dengan Kapasitas 3360 KG/ Hari

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Metana Cair Dari Limbah Cair Tapioka Dengan Kapasitas 3360 KG/ Hari

Limbah cair industri tapioka dipompakan menuju bak pengendapan (F-120) setelah melalui screening unit (H-121) untuk menyaring padatan-padatan kasar yang terikut sewaktu pengolahan singkong menjadi tapioka, seperti kulitnya. Tujuan limbah cair dimasukkan ke dalam bak pengendapan adalah untuk mengendapkan partikel- partikel tertentu seperti pasir agar proses fermentasi tidak terganggu dan alat tidak cepat rusak. Kemudian sebagian besar limbah dipompakan menuju tangki kultur Effective Microorganisms (M-140) (kumpulan lima mikroorganisme, yaitu bakteri fotosintetik, lactobacillus (bakteri asam laktat), actinomycetes, ragi, dan cendawan fermentasi) untuk menurunkan kadar asam sianida (HCN). Sebagian lagi dipompakan menuju tangki pelarutan NaHCO 3 (M-130) untuk melarutkan NaHCO 3 yang digunakan sebagai agent
Baca lebih lanjut

231 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...