Top PDF PENANGGUHAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA ATAU TERDAKWA DALAM PERKARA PIDANA Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Atau Terdakwa Dalam Perkara Pidana.

PENANGGUHAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA ATAU TERDAKWA DALAM PERKARA PIDANA  Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Atau Terdakwa Dalam Perkara Pidana.

PENANGGUHAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA ATAU TERDAKWA DALAM PERKARA PIDANA Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Atau Terdakwa Dalam Perkara Pidana.

Metode penulisan skripsi ini adalah bersifat deskriptif. Penelitian bersifat deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang jelas dan cermat tentang penangguhan penahanan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat yuridis empiris, yaitu suatu penelitian yang menekankna pada ilmu hukum, karena konsep hukum sebagai lembaga yang otonom, sedangkan empiris suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan secara hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh suatu pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. 9 Data sekunder maupun data primer dikumpulkan dengan cara studi pustaka dan studi lapangan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penelitian kepustakaan baik buku-buku, peraturan perundang-undangan, tulisan-tulisan, dan dokumen-
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Atau Terdakwa Dalam Perkara Pidana.

PENDAHULUAN Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Atau Terdakwa Dalam Perkara Pidana.

Pembatasan kebebasan hak seseorang terlihat pada waktu seseorang itu diduga melakukan suatu tindak pidana, dan penegak hukum berwenang membatasi kebebasan mereka, yaitu melalui proses penangkapan dan penahanan. Penangkapan harus dengan atas perintah penyidik, dan yang dimaksud dengan penyidik termasuk di dalamnya adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan. Perintah yang dimaksud berupa surat perintah yang dibuat secara tersendiri, dikeluarkan

12 Baca lebih lajut

SKRIPSI  Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Atau Terdakwa Dalam Perkara Pidana.

SKRIPSI Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Atau Terdakwa Dalam Perkara Pidana.

Penahanan........................................................................... a. Penyidik ..................................................................... b. Penuntut Umum ........................................................... c. Hakim Pengadilan Negeri ............................................ d. Hakim Pengadilan Tinggi ............................................ e. Hakim Mahkamah Agung ............................................ C. Tinjauan Umum Tentang Penangguhan Penahanan ..............

12 Baca lebih lajut

this PDF file PENANGGUHAN DAN PENGALIHAN PENAHANAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENYELESAIAN PERKARA PIDANA | Damsjik | Katalogis 1 PB

this PDF file PENANGGUHAN DAN PENGALIHAN PENAHANAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENYELESAIAN PERKARA PIDANA | Damsjik | Katalogis 1 PB

“Pada pemeriksaan di tingkat kepolisian, akibat hukum terhadap penjamin apabila tersangka atau terdakwa melarikan diri tidak diatur dalam undang-undang, hanya penjamin dikenakan kewajiban moral untuk menghadirkan tersangka sebagaimana alasan-alasan yang diajukan saat memohon penangguhan penahanan. PP No. 27 Tahun 1983 Pasal 36 yang terdiri dari 3 Ayat mengatur tentang jaminan orang dalam penangguhan penahanan, dalam pasal 36 ayat (1) menggariskan tentang jaminan orang dan jika tersangka atau terdakwanya melarikan diri dalam tempo waktu lewat dari tiga bulan tersangka atau terdakwa tidak diketemukan penjamin diwajibkan membayar sejumlah uang oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkat pemeriksaan. Jika dilihat inti pasal 36 ayat (1) tersebut dari sisi asas hukum pidana materiil tidak sesuai dengan sikap hukum pidana sebagai hukum publik yang selalu dan seharusnya memberikan penghukuman berupa sanksi pidana terhadap setiap pelanggaran hukum pidana. Namun dalam kaitannya dengan ketentuan di atas bahwa penjamin harus membayar sejumlah uang jika tersangka atau terdakwanya melarikan diri, berarti sanksi pidana yang berwujud derita telah bergeser
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENANGGUHAN PENAHANAN DALAM PROSES PERKARA PIDANA (STUDI KASUS KEJAKSAAN NEGERI PALU) | IBRAHIM | Legal Opinion 8397 27588 1 PB

PENANGGUHAN PENAHANAN DALAM PROSES PERKARA PIDANA (STUDI KASUS KEJAKSAAN NEGERI PALU) | IBRAHIM | Legal Opinion 8397 27588 1 PB

yang disangka melakukan suatu tindak pidana oleh aparat penegak hukum diperiksa dan disidik dan untuk kepentingan pemeriksaan tersebut tersangka/terdakwa dapat ditahan berdasarkan waktu yang telah ditetapkan dalam KUHAP. Oleh karena penahanan tersebut merupakan pembatasan terhadap suatu kebebasan yang dimiliki oleh seseorang khususnya kebebasan bergerak seseorang maka hendaknya penahanan tersebut dilakukan bilamana memang sangat diperlukan bagi kepentingan penegakan hukum. Selain itu penahanan juga menimbulkan dua pertentangan azas yaitu disatu pihak penahanan menyebabkan hilangnya kebebasan bergerak seseorang, dan di pihak yang lain penahanan dilakukan untuk menjaga ketertiban yang harus dipertahankan demi kepentingan umum atas perbuatan jahat yang disangkakan kepada tersangka atau terdakwa.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PERTIMBANGAN PENANGGUHAN PENAHANAN OLEH PENEGAK HUKUM DALAM PROSES PERKARA PIDANA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SLEMAN.

PENDAHULUAN PERTIMBANGAN PENANGGUHAN PENAHANAN OLEH PENEGAK HUKUM DALAM PROSES PERKARA PIDANA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SLEMAN.

Asas yang telah ada disebutkan di atas lebih dikenal dengan sebutan asas praduga tidak bersalah. Asas praduga tidak bersalah ini merupakan bukti adanya pengakuan terhadap hak-hak seseorang yang dijadikan tersangka atau terdakwa. Sebagai realisasi dari asas praduga tidak bersaslah ini adalah hak untuk mendapatkan penangguhan penahanan. Penangguhan penahanan diatur dalam Pasal 31 ayat (1) KUHAP yang berbunyi: “atas permintaan penyidik atau penuntut umum atau hakim, sesuai dengan kewenangan masing-masing dapat mengadakan penangguhan penahanan dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang berdasarkan syarat yang ditentukan.”
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penangguhan Penahanan Dalam Proses Pemeriksaan Perkara Pidana Pada Tingkat Penyidikan (Studi Di Kepolisian Daerah Sumatera Utara)

Penangguhan Penahanan Dalam Proses Pemeriksaan Perkara Pidana Pada Tingkat Penyidikan (Studi Di Kepolisian Daerah Sumatera Utara)

Secara teori apabila telah diselesaikan oleh penyidikan dan diperlukan keterangan dari tersangka maka bisa ditangguhkan. Setelah dilengkapi prosedur permohonan penanguhan penahanan adanya jaminan. Jaminan tersebut dalam bentuk uang dan orang. Besarnya nominal uang jaminan ditentukan oleh Penyidik karena itu adalah otoritas dari Penyidik, dan disesuaikan dengan Tindak pidana yang dilakukan oleh Tersangka/terdakwa. Yang menjadi kewajiban tersangka/terdakwa ialah wajib lapor yang ditentukan oleh Penyidik dan ditentukan oleh Penyidik. Dalam pemberian penangguhan penahanan terhadap tersangka/terdakwa ialah semua perkara Tindak Pidana bisa ditangguhkan, Karena hak dari tersangka/terdakwa mendapatkan penangguhan penahanan. Akan tetapi harus disetujui terlebih dahulu oleh Penyidik karena Penyidik harus mempunyai keyakinan terlebih dahulu agar tersangka/terdakwa tidak melarikan diri dan tidak melanggar persyaratan dan perjanjian antara Penyidik dengan Pemohon.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Pemberian Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Oleh Penyidik. - 11.20.0060 DWI DINI OKTAVIANI (6.42).BAB III

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Pemberian Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Oleh Penyidik. - 11.20.0060 DWI DINI OKTAVIANI (6.42).BAB III

Tersangka ialah seseorang yang telah terbukti melakukan suatu tindak pidana yang dilakukan dimasyrakat bila dilihat dari pengertian tersebut sebutan tersangka sudah melekat dimana seseorang telah melakukan tindakan pidana yang disengaja maupun tidak sengaja dengan keadaan sadar atau tidak. Terkhusus dikalangan masyarakat sudah pasti akan memandang negatif apabila ada salah satu warganya terkena kasus tindak pidana. Setelah terbukti apabila orang tersebut melakukan tindak pidana maka pasti akan langsung di proses oleh pihak yang berwajib. Pihak berwajib tersebut adalah Apaarat Kepolisian sekitar yang memiliki tugas untuk menjaga, mengawasi dan mengayomi masyarakat.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGAWASAN TERHADAP PELAKSANAAN PENAHANAN MENURUT KUHAP DAN KONSEP RUU KUHAP | Simarmata | Mimbar Hukum 16198 30746 1 PB

PENGAWASAN TERHADAP PELAKSANAAN PENAHANAN MENURUT KUHAP DAN KONSEP RUU KUHAP | Simarmata | Mimbar Hukum 16198 30746 1 PB

Dasar kepentingan/subyektif merujuk kepada kepentingan aparat penegak hukum untuk melakukan penahanan, yaitu untuk kepentingan pemeriksaan. Sesuai dengan tujuan penahanan, apabila pemeriksaan di tingkat penyidikan telah selesai, maka berkas (Berita Acara Penyidikan)nya harus segera dilimpahkan kepada kejaksaan negeri (penuntut umum), demikian seterusnya pelimpahan perkara dari penuntut umum ke pengadilan serta pemeriksaan dalam persidangan di pengadilan. Dengan demikian masa penahanan dan/atau perpanjangan penahanan di tingkat penyidikan yang belum dijalaninya dengan sendirinya tidak perlu dijalani lagi setelah Berita Acara Penyidikan yang telah dinyatakan lengkap dilimpahkan kepada kejaksaan. Penahanan di tingkat pe nyidikan dengan sendirinya berakhir, de- mikian seterusnya di tingkat penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan. Selanjutnya, apabila jangka waktu penahanan atau per- panjangan penahanannya telah berakhir, se- dangkan pemeriksaannya belum selesai ma- ka si tersangka/terdakwa demi hukum harus dibebaskan dari penahanan. Dibebaskan dari penahanan bukan berarti perkaranya dihentikan, melainkan tetap diproses, akan tetapi si tersangka/terdakwa tidak boleh ditahan lagi pada tingkat pemeriksaan yang bersangkutan. Penyidik, penuntut umum dan hakim sebagai subyek pelaku penahanan, melakukan penahanan terhadap tersangka/ terdakwa karena dikhawatirkan bahwa
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

P ERSPEKTIF Volume X No.4 Tahun 2005 Edisi Oktober

P ERSPEKTIF Volume X No.4 Tahun 2005 Edisi Oktober

Untuk jelasnya angka 8 huruf h adilan, dapat mengajukan permintaan berbunyi sebagai berikut: "Demikian pula kepada Ketua Pengadilan Negeri. halnya apabila berkas perkara oleh Berdasarkan ketentuan ini, betapa penuntut umum telah dilimpahkan sederhana tata cara permintaan kepada pengadilan, sedangkan terdakwa peralihan kelanjutan pe-nangguhan masih dalam status penangguhan penahanan antara penuntut umum penahanan dengan jaminan maka dengan pihak pengadilan. Jauh lebih penuntut umum dalam surat pelimpahan- sederhana jika disbanding dengan nya minta kepada Ketua Pengadilan tata cara peralihan kelanjutan pe- Negeri agar penangguhan penahanan nangguhan penahanan dan penyidik dengan jaminan tetap dilanjutkan". kepada pihak penuntut umum, karena Demikian bunyi petunjuk pelaksanaan diperikan lebih dulu "konsultasi". Oleh dimaksud. Dan bunyi rumusan petunjuk karena itu ada perbedaan tata cara pelaksanaan ini dapat dikemukakan peralihan kelanjutan penangguhan acuan sebagai berikut: penahanan dari taraf pemeriksaan a. Jika penuntut umum berkeinginan yang satu dengan tingkat pe-
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BAB II PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA DALAM PROSES PERADILAN PIDANA ANAK

BAB II PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA DALAM PROSES PERADILAN PIDANA ANAK

Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang No.3 Tahun 1997 menentukan bahwa untuk kepentingan penyidikan, Penyidik berwenang melakukan penahanan anak yang diduga keras melakukan tindak pidana (kenakalan) berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Jangka waktu penahanan untuk kepentingan penyidikan, paling lama adalah 20 (dua puluh) hari, untuk kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang paling lama 10 (sepuluh) hari. Dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari tersebut, Penyidik harus sudah menyerahkan berkas perkara kepada Penuntut Umum. Jangka waktu penahanan anak pelaku tindak pidana lebih singkat daripada penahanan orang dewasa. Hal ini positif dari segi Undang-Undang No.3 Tahun 1997 dan KUHAP, menetukan bahwa tersangka atau terdakwa dapat ditahan. Karena ada istilah “dapat” ditahan, berarti penahanan anak tidak selalu dilakukan, sehingga dalam hal ini Penyidik diharapkan betul-betul mempertimbangkan apabila melakukan penahanan anak. Menurut Pasal 21 ayat (1) KUHAP, alasan penahanan adalah karena ada kekhawatiran melarikan diri, agar tidak merusak atau menghilangkan barang bukti, agar tidak mengulangi tindak pidana. Menurut hukum acara pidana, menghilangkan kemerdekaan seseorang tidak merupakan keharusan, tetapi untuk mencari kebenaran bahwa seseorang melanggar hukum, kemerdekaan seseorang itu dibatasi dengan melakukan penangkapan dan penahanan.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENERAPAN SYARAT SUBYEKTIF SEBAGAI DASAR PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA OLEH PENYIDIK POLISI.

PENERAPAN SYARAT SUBYEKTIF SEBAGAI DASAR PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA OLEH PENYIDIK POLISI.

Di samping hak-hak tersangka atau terdakwa yang umum tersebut, undang-undang masih memberi lagi hak yang melindungi tersangka atau terdakwa yang berada dalam penahanan. 5 Hak-hak tersebut antara lain, sebagai berikut: berhak menghubungi penasehat hukum, berhak menghubungi dan menerima kunjungan dokter pribadi untuk kepentingan kesehatan baik yang ada hubungannya dengan proses perkara maupun tidak, tersangka atau terdakwa berhak untuk diberitahukan penahanannya kepada keluarganya atau kepada orang yang serumah dengannya, atau orang lain yang dibutuhkan bantuannya, terhadap orang yang hendak memberi bantuan hukum atau jaminan bagi penangguhan penahanannya, selama tersangka berada dalam penahanan, berhak menghubungi pihak keluarga dan mendapat kunjungan dari pihak keluarga, berhak secara langsung atau dengan perantaraan penasihat hukum melakukan hubungan seperti, menghubungi dan menerima sanak keluarga baik untuk kepentingan perkaranya atau untuk kepentingan keluarga maupun untuk kepentingan pekerjaannya,berhak atas surat-menyurat dan kebebasan rahasia surat, tersangka atau terdakwa berhak menghubungi dan menerima kunjungan rohaniawan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENUTUP PERTIMBANGAN PENANGGUHAN PENAHANAN OLEH PENEGAK HUKUM DALAM PROSES PERKARA PIDANA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SLEMAN.

PENUTUP PERTIMBANGAN PENANGGUHAN PENAHANAN OLEH PENEGAK HUKUM DALAM PROSES PERKARA PIDANA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SLEMAN.

Dalam memberikan penangguhan penahanan hendaknya penegak hukum tidak hanya meminta jaminan uang atau jaminan orang saja tetapi akan lebih baik bila kedua jaminan tersebut digabungkan d[r]

5 Baca lebih lajut

Objek Praperadilan tentang Penetapan Tersangka dalam Sistem Peradilan Pidana Pasca Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014 - Repositori UIN Alauddin Makassar

Objek Praperadilan tentang Penetapan Tersangka dalam Sistem Peradilan Pidana Pasca Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014 - Repositori UIN Alauddin Makassar

Maka dari itu, agar tindakan upaya paksa penahanan kedepannya tidak berada dalam keadaan; bisa dinyatakan tidak sah melalui penetapan praperadilan. Penyidiklah yang memegang peranan paling penting. Sebab andaikata sebuah berkas perkara pidana misalnya telah dilimpahkan ke tingkat penuntutan, mutatis mutandis penuntut umum melakukan perpanjangan penahanan. Lalu ternyata orang yang ditahan tersebut dalam penahanannya dapat membuktikan kalau dugaan tindak pidana atas dirinya belumlah cukup dua alat bukti, maka dapat saja penuntut umum yang malah dijadikan sebagai termohon dalam permohonan praperadilan atas tidak sahnya penahanan. Sepanjang berkas perkara itu belum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri dalam hal untuk mengadili pokok perkaranya.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - IMPLEMENTASI PEMBERIAN PENANGGUHAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA OLEH PENYIDIK - Unika Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - IMPLEMENTASI PEMBERIAN PENANGGUHAN PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA OLEH PENYIDIK - Unika Repository

keterangan korban. Dengan adanya bukti yang didapat yang telah dikumpulkan dengan adanya dugaan yang cukup terhadap seseorang. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi salah pemberian status tersangka kepada seseorang yang tidak melakukan tindak pidana. Penyidik kepolisian harus lebih teliti dalam setiap proses penyidikan. Jika seseorang telah terbukti menjadi tersangka maka pihak penyidik dapat melakukan penahanan sesuai dengan kententuan-ketentuan KUHAP.

10 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  PENANGGUHAN PENAHANAN DENGAN SUATU JAMINAN PADA TINGKAT PENYIDIKAN (Studi Kasus di POLRES Klaten).

BAB 1 PENDAHULUAN PENANGGUHAN PENAHANAN DENGAN SUATU JAMINAN PADA TINGKAT PENYIDIKAN (Studi Kasus di POLRES Klaten).

“Hukum bagaikan pedang bermata dua artinya di samping hukum memberi perlindungan terhadap hak manusia, di sisi lain hukum membatasi kebebasan atau hak manusia, hal ini tampak dalam pemeriksaan perkara pidana, di mana setiap orang berhak mendapat perlindungan apabila dia bersentuhan dengan hukum, namun apabila seseorang melanggar aturan hukum, maka dia harus dibatasi geraknya agar tidak membahayakan kepentingan umum”. 4

17 Baca lebih lajut

Alasan Hukum Penangguhan Penahanan Terhadap Terdakwa Menurut Hukum Acara Pidana

Alasan Hukum Penangguhan Penahanan Terhadap Terdakwa Menurut Hukum Acara Pidana

penetapan jaminan, apakah penetapan jaminan merupakan conditio dalam pemberian penangguhan penahanan. Tidak mutlak, penetapan jaminan dalam penangguhan penahanan bersifat fakultatif, sesuai dengan ketentuan Pasal 31 ayat (1) dalam kalimat yang berbunyi “Dengan cara atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang”. Dari bunyi kalimat ini, jaminan uang atau jaminan orang dapat ditetapkan instansi yang menahan dalam pemberian penangguhan. Kalau begitu sifat penetapan jaminan adalah fakultatif, terserah kepada pendapat dan penilaian instansi yang menahan untuk membebani yang bersangkutan dengan jaminan. Tanpa jaminan, tindakan pemberian penangguhan penahanan tetap sah menurut hukum. Oleh karena itu, keliru pendapat yang mendudukkan unsur jaminan sebagai faktor yang bersifat mutlak dalam penangguhan. Unsur jaminan dapat dikesampingkan cuma agar syarat penangguhan penahanan benar-benar ditaati, ada baiknya penangguhan diikuti dengan jaminan. Cara yang demikian lebih dapat dipertanggung jawabkan demi upaya memperkecil tahanan melarikan diri.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...