Top PDF PENCEGAHAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN PATIN (Pangasius sp.) MENGGUNAKAN TEPUNG PACI-PACI (Leucas lavandulaefolia) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA

PENCEGAHAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN PATIN (Pangasius sp.) MENGGUNAKAN TEPUNG PACI-PACI (Leucas lavandulaefolia) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA

PENCEGAHAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN PATIN (Pangasius sp.) MENGGUNAKAN TEPUNG PACI-PACI (Leucas lavandulaefolia) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA

The aim of this research was to know the effect of paci-paci (L. lavandulaefolia) powder addition in feed suplemented for 14 days to the prevent A. hydrophila infection Pangasius sp. The research was conducted on August-September 2016 in Laboratorium Kolam Percobaan Budidaya Perairan, Aquaculture Study Program, Agriculture Faculty, Sriwijaya University and hematocrite examination was conducted in PMI Palembang. The research based on Completely Randomized Design (CRD) with six treatments and three replications. The fish was injected by A. hydrophila with density of 1,7x10 8 cfu.mL -1 . The Pangasius sp. has been reared for 30 days and fed with pellet enriched with 8%, 10%, 12 % and 14% Leucas lavandulaefolia powder. Feeding frequency was four times a day. The parameters observed on this research were prevalence, hematocrite, survival, growth and water quality. The result showed that the addition the Laucas lavandulaefolia powder in feed effect on prevalence, survival rate and patin fish growth. The treatment that produced the best prevention was the addition of 12% Leucas lavandulaefolia powder in feed which produced 28.07% prevalence, 85.00% survival rate and 1.11 cm absolute length growth.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Aplikasi Prebiotik dengan Dosis Berbeda Melalui Pakan untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Ikan Mas Cyprinus carpio

Aplikasi Prebiotik dengan Dosis Berbeda Melalui Pakan untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Ikan Mas Cyprinus carpio

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit MAS yaitu dengan menggunakan prebiotik. Prebiotik merupakan bahan pangan yang tidak dapat dicerna oleh inang namun dapat dimetabolisme oleh bakteri yang menguntungkan (Ringo et al. 2010). Prebiotik dapat meningkatkan dan mengoptimalkan peran mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga dapat menekan jumlah patogen dalam tubuh inang serta meningkatkan sistem imun inang (Mazurkiewiecz et al. 2008). Beberapa jenis prebiotik yang telah diteliti untuk diaplikasikan dalam akuakultur menurut Ringo et al. (2010) antara lain, rafinosa, isomaltooligosakarida (IMO), fruktooligosakarida (FOS), mannanoligosakarida (MOS), galaktooligosakarida (GOS), short-chain fruktooligosakarida (scFOS), xylooligo-sacchaides (XOS) dan trans- galaktooligosakarida (TOS). Bahan-bahan tersebut dapat mempengaruhi komposisi mikroflora yang ada di tubuh inang (Delgado 2011). Zhang et al. (2010) menyatakan bahwa FOS dapat menekan pertumbuhan patogen dan meningkatkan sistem imun. Hasil penelitian Tanbiyaskur (2011) menunjukan bahwa pemberian prebiotik dapat memberikan pengaruh yang baik pada gambaran darah ikan nila dan meningkatkan resistensi pasca-infeksi Streptococcus agalactiae dengan menekan pertumbuhan bakteri tersebut pada organ ginjal, hati, dan mata.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN TEPUNG PACI-PACI (Leucas lavandulaefolia)   UNTUK MENGOBATI INFEKSI Aeromonas hydrophila  PADA IKAN PATIN (Pangasius sp.)

PEMANFAATAN TEPUNG PACI-PACI (Leucas lavandulaefolia) UNTUK MENGOBATI INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN PATIN (Pangasius sp.)

Completely Randomized Design (CRD) with five treat and three replications. The catfish was infected by A. hydrophila with clinical feature were (inflamed and hemorrhage) that give addition Leucas lavandulaefolia powder on commercial feed as many as 4%, 6%, 8%, and 10%. The result showed that addition 10 % of Leucas lavandulaefolia powder on commercial feed was the best to treat of A. hydrophila infection for catfish were significant (P<0,05). In vitro test result showed that Leucas lavandulaefolia powder at a concentration 10% as an antibacterial potential of A.hydrophila with inhibitor zone diameter 0.5 cm, at in vivo test the catfish that gives addition Leucas lavandulaefolia powder on commercial pellet as many as 10% capable hematocrit increase, reducing leucocyte completely, produce recovery percentage 84.44%, the survival rate 76.67%, highest absolute growth of catfish 3.03 g and higest absolute length of catfish 0.89 cm.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENCEGAHAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN PATIN                    (Pangasius sp.) MENGGUNAKAN TEPUNG PACI-PACI (Leucas lavandulaefolia)

PENCEGAHAN INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN PATIN (Pangasius sp.) MENGGUNAKAN TEPUNG PACI-PACI (Leucas lavandulaefolia)

menyatakan bahwa ekstrak paci-paci dengan konsentrasi 4 g/100 ml akuades yang disemprotkan sebanyak 1 ml tiap 10 g pakan dengan penambahan 0,3 ml binder (pengikat) berupa putih telur dapat mencegah infeksi yang disebabkan A. hydrophila pada ikan lele dumbo. Hal ini ditunjukkan dengan gejala klinis lebih ringan, proses penyembuhan lebih cepat, menekan tingkat kematian, serta dapat meningkatkan total eritrosit, leukosit, kadar hematokrit, hemoglobin dan indeks fagositosis.

13 Baca lebih lajut

Aplikasi Berbagai Dosis Probiotik Bacillus Np5 Melalui Pakan Untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Mas Cyprinus Carpio

Aplikasi Berbagai Dosis Probiotik Bacillus Np5 Melalui Pakan Untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Mas Cyprinus Carpio

Pertumbuhan merupakan pertambahan bobot atau panjang dalam waktu tertentu. Pemberian bakteri probiotik Bacillus NP5 dalam pakan menghasilkan laju pertumbuhan harian yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Laju pertumbuhan harian tertinggi dihasilkan oleh perlakuan probiotik dosis 10 10 CFU g pakan -1 yaitu 2,56 % dan berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan kontrol (Gambar 2). Laju pertumbuhan harian pada perlakuan ini tertinggi diduga karena aktivitas enzim pencernaan (amilase dan protease) yang lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan kecernaan pakan. Putra (2010) menyatakan bahwa bakteri Bacillus NP5 merupakan bakteri probiotik yang dapat menghasilkan enzim amilase dan protease. Enzim tersebut diduga dapat berperan sebagai enzim exogeneous yang membantu enzim endogenous ikan mas dalam melakukan hidrolisis makromolekul pakan (karbohidrat dan protein) menjadi molekul yang lebih sederhana (monosakarida dan asam amino). Molekul sederhana tersebut akan mudah diserap oleh tubuh ikan melalui dinding usus dan disebarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan. Hasil penelitian Muhammad (2013) menunjukkan bahwa pemberian probiotik Bacillus NP5 dalam pakan juga diduga mampu meningkatkan enzim amilase dan protease dalam saluran pencernaan udang vaname sehingga pakan dapat lebih banyak digunakan untuk pertumbuhan.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENGARUH KITOSAN DALAM MENINGKATKAN RESPON IMUN NON-SPESIFIK PADA IKAN PATIN SIAM Pangasius hypophthalmus YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila - repository perpustakaan

PENGARUH KITOSAN DALAM MENINGKATKAN RESPON IMUN NON-SPESIFIK PADA IKAN PATIN SIAM Pangasius hypophthalmus YANG DI INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila - repository perpustakaan

Abdullah, Y. 2008. Efektivitas Ekstrak Daun Paci-Paci Leucas lavandulaefolia Untuk Pencegahan Dan Pengobatan Infeksi PenyakitMas Motile Aeromonad Septicaemia Ditinjau Dari Patologi Makro Dan Hematologi Ikan Lele Dumbo Clarias Sp. Skripsi. Program Studi Teknologi Dan Manajemen AkuakulturDepartemen Budidaya PerairanFakultas Perikanan Dan Ilmu KelautanInstitut Pertanian Bogor : Bogor.

6 Baca lebih lajut

Penggunaan Kitosan Untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila Pada Ikan Lele Dumbo Clarias Sp.

Penggunaan Kitosan Untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila Pada Ikan Lele Dumbo Clarias Sp.

Terjadinya penurunan nilai hematokrit setelah pasca injeksi, disebabkan karena infeksi bakteri A. hydrophila yang mampu melisis sel-sel darah merah. Menurut Amlacher (1970), selain dari infeksi bakteri respon makan pun dapat memberi pengaruh pada komposisi darah termasuk jumlah eritrosit yang juga berpengaruh terhadap hematokrit. Pada hari ke-4 hingga ke-6 terjadi kenaikan pada semua perlakuan. Diduga dengan bertambahnya dosis kitosan dapat meningkatkan sistem pertahanan pada ikan lele dengan mempercepat menyembuhan luka. Namun nilai hematokrit pada dosis 6µg/g menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p>0.05) dan nilainya lebih tinggi sebesar 31.09% dari perlakuan 2µg/g dan 4µg/g (Gambar 3). Nilai hematokrit ikan lele (Clarias batrachus) normal adalah 30.8 - 45,5% sedangkan ikan lele yang terserang ulcer mempunyai kadar hematokrit sebesar 34.4 - 48,2% (Chinabut et al., 1991). Anderson and Sewicki (1993) menyatakan kandungan hematokrit menunjukkan kondisi kesehatan ikan, apabila kandungan hematokrit rendah menunjukkan kondisi ikan anemia.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENCEGAHAN INFEKSI Aeromonas hydrophyla PADA IKAN LELE SANGKURIANG MENGGUNAKAN TEPUNG BUAH MAHKOTA DEWA  DALAM PAKAN

PENCEGAHAN INFEKSI Aeromonas hydrophyla PADA IKAN LELE SANGKURIANG MENGGUNAKAN TEPUNG BUAH MAHKOTA DEWA DALAM PAKAN

Dari hasil uji in vitro pada Gambar 1 bahwa bakteri yang tumbuh pada media yang diberi tepung buah mahkota dewa menghasilkan luas zona hambat yang berbeda dimana pada dosis terendah (0,25%) sampai dosis tertinggi (1,50%) menghasilkan zona hambat yang semakin meningkat di setiap peningkatan dosisnya. Hal ini membuktikan bahwa tepung buah mahkota dewa mengandung zat antibakteri terhadap A.hydrophila yang didukung hasil uji fitokimia menunjukkan tepung buah mahkota dewa mengandung senyawa flavonoid, tanin dan alkaloid. Adanya aktifitas antibakteri ini disebabkan oleh adanya senyawa aktif yang terdapat dalam buah mahkota dewa (Wahjuningrum et al., 2007).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pemberian sinbiotik dengan dosis berbeda untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan dan sistem imun benih ikan patin Pangasius sp.

Pemberian sinbiotik dengan dosis berbeda untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan dan sistem imun benih ikan patin Pangasius sp.

Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi pembudidaya dalam memproduksi ikan patin adalah masalah penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian sinbiotik dengan dosis berbeda yang diberikan melalui pakan terhadap peningkatan kinerja pertumbuhan dan respon imun benih ikan patin. Probiotik yang digunakan adalah bakteri NP5 (Bacillus sp.), sedangkan prebiotik yang digunakan merupakan oligosakarida yang diekstraksi dari tepung ubi jalar varietas sukuh. Benih ikan patin dengan bobot rata-rata 0,43±0,06 gram dan panjang rata-rata 3.55±0.17 cm, dipelihara dengan kepadatan 3 ekor/liter di dalam akuarium berukuran 30x25x25 cm 3 yang diisi air sebanyak 10 liter. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu K (kontrol), A (penambahan sinbiotik 0,5 dosis), B (penambahan sinbiotik 1 dosis), C (penambahan sinbiotik 2 dosis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sinbiotik melalui pakan dengan dosis berbeda mampu memberikan peningkatan kinerja pertumbuhan dan sistem imun yang berbeda pada benih ikan patin. Benih ikan patin yang diberi sinbiotik 1 dosis menunjukkan peningkatan pertumbuhan dan respon imun yang terbaik dibanding perlakuan lainnya.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Potensi Jeruk Nipis Citrus aurantifolia untuk Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele Dumbo Clarias sp.

Potensi Jeruk Nipis Citrus aurantifolia untuk Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele Dumbo Clarias sp.

Pada perlakuan pencegahan, hari pertama pasca infeksi A. hydrophila ikan mengalami radang dengan diameter yang lebih kecil dibandingkan kontrol positif (Lampiran 11). Kemudian hanya 5 ekor ikan yang berkembang menjadi tukak, 3 ekor ikan mengalami peradangan sampai akhir penelitian, 4 ekor ikan mengalami penyembuhan, bahkan 3 ekor ikan terlihat normal atau tidak mengalami gejala klinis pasca infeksi A. hydrophila. Menurut Abdullah (2008), infeksi A. hydrophila berkembang cepat dalam waktu 24 jam setelah infeksi, sehingga pertahanan awal yang baik sangat penting untuk mencegah serangan infeksi penyakit. Daya tahan alami memungkinkan suatu hewan menjadi terbebas dari serangan patogen karena tidak adanya jaringan spesifik atau reseptor seluler bagi kolonisasi patogen, atau tidak mampu mendukung syarat-syarat optimum baik dari sisi kecukupan nutrisi maupun lingkungan bagi pertumbuhan patogen (Normalina, 2007). Adanya flavonoid pada sari jeruk nipis diduga berperan penting dalam pencegahan penyakit MAS pada ikan lele. Flavonoid bersifat antiinflamasi sehingga dapat mengurangi peradangan serta membantu mengurangi rasa sakit bila terjadi pendarahan atau pembengkakan pada luka. Flavonoid juga mampu meningkatkan kerja sistem imun karena leukosit sebagai pemakan benda asing lebih cepat dihasilkan dan sistem limfe lebih cepat dihasilkan (Angka et al., 2004). Trisbiantara (2008) mengemukakan bahwa kandungan vitamin C yang tinggi dari jeruk nipis sangat berguna sebagai antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga kuman-kuman patogen (kuman yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit) dapat dimatikan oleh tubuh. Vitamin A di dalamnya dapat meningkatkan daya tahan kulit terhadap infeksi dan protein yang berguna untuk memperbaiki jaringan tubuh yang mengalami kerusakan ataupun memperbaharui jaringan yang sudah tua.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PEMELIHARAAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN TEKNOLOGI BIOFLOK PADA PADAT TEBAR BERBEDA

PEMELIHARAAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN TEKNOLOGI BIOFLOK PADA PADAT TEBAR BERBEDA

Biofloc is a water quality management technology by heterotrophic bacteria development and control, so as to increase the carrying capacity of cultivation media. Good medium carrying capacity can increase the stocking density of fish in aquaculture. The research objective is to determine the stocking density on the rearing catfish (Pangasius sp.) with biofloc technology. Rearing was on May – June 2015 in Aquaculture Laboratory, Department of Aquaculture, Faculty of Agriculture. Research using Completely Randomized Design (CRD) consists of five treatments that stocking density
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Substitusi Tepung Ikan dengan Tepung Daging dan Tulang terhadap Pertumbuhan Patin (Pangasius SP.)

Pengaruh Substitusi Tepung Ikan dengan Tepung Daging dan Tulang terhadap Pertumbuhan Patin (Pangasius SP.)

et al ., 2004). Pemanfaatan dengan tepung ikan sebagai bahan substitusi dalam pakan untuk beberapa jenis ikan. Namun, TDT memiliki beberapa keterbatasan dalam komposisi asam amino, terutama untuk metionin dan lisin, serta kadar abu yang tinggi sehingga berpengaruh terhadap kurangnya tingkat kecernaan pakan ikan (Xue et al., 2004). Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi tentang pengaruh pakan ikan yang terbuat dari TDT sebagai sumber protein hewani dengan proporsi berbeda terhadap pertumbuhan patin.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAI\ BERBAGAI DOSIS MINYAK IKAN YANG BERBEDA PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius pangasius)

PENGARUH PENAMBAHAI\ BERBAGAI DOSIS MINYAK IKAN YANG BERBEDA PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius pangasius)

Pertumbuhan ikan sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian, pengaruh penambahan berbagai dosis minyak ikan yang berbeda pada paka[r]

11 Baca lebih lajut

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG DAGING DAN TULANG TERHADAP PERTUMBUHAN PATIN (Pangasius sp.)

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG DAGING DAN TULANG TERHADAP PERTUMBUHAN PATIN (Pangasius sp.)

Tepung daging dan tulang (TDT) merupakan hasil dari limbah pabrik pengolahan daging ayam yang berpotensi menjadi bahan baku alternatif pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan TDT sebagai bahan baku pakan terhadap pertumbuhan patin (Pangasius sp.). Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan berupa substitusi tepung ikan (TI) dan TDT dalam beberapa proporsi dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Pakan A (25% TI + 5% TDT), pakan B (20% TI + 10% TDT), pakan C (15% TI + 15% TDT), pakan D (10% TI + 20% TDT) dan pakan E (5% TI + 25% TDT). Pakan diujikan pada patin dengan bobot rata-rata 1,2 ± 0,2 g yang dipelihara dalam akuarium ukuran 60 x 40 x 40 cm dengan kepadatan 15 ekor/akuarium. Patin dipelihara selama 40 hari dengan feeding rate 5% dan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TDT tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan patin (P<0,05). Pertumbuhan patin terbaik dihasilkan pada pakan uji B dengan proporsi 20% tepung ikan dan 10% tepung daging dan tulang, dengan pertumbuhan mutlak 1,67±0,93 g, laju pertumbuhan harian 0,04 ± 0,0023 g/hari dan konversi pakan 2,8 ± 2.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penambahan Tepung Daun Binahong Anredera Cordifolia (Ten) Steenis Dalam Pakan Untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Lele

Penambahan Tepung Daun Binahong Anredera Cordifolia (Ten) Steenis Dalam Pakan Untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Lele

Ikan lele (Clarias sp.) adalah salah satu ikan yang banyak dibudidayakan dimasyarakat karena memiliki keunggulan seperti mudah untuk dibudidayakan, tidak perlu lahan yang luas pada saat produksi serta memiliki pasar yang terbuka lebar. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi sebesar 450% pada tahun 2014, yaitu 200.000 ton di tahun 2009 menjadi 900.000 ton di tahun 2014 (KKP 2010). Data produksi tahun 2014 ikan lele baru mencapai 613.120 ton (DJPB 2014), artinya pencapaian kurang lebih 30% dari target awal ditahun 2009. Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila atau sering disebut penyakit motile aeromonad septicaemia (MAS).
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN TEPUNG KIJING  (Pilsbryoconcha sp.) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DALAM FORMULASI PAKAN IKAN PATIN SIAM  (Pangasius hypopthalmus)

PEMANFAATAN TEPUNG KIJING (Pilsbryoconcha sp.) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DALAM FORMULASI PAKAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus)

Hasil analisa sidik ragam menunjukkan bahwa substitusi tepung kijing dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan patin. Kelangsungan hidup ikan patin pada penelitian ini masih tergolong tinggi, karena menurut SNI: 01- 6483.4-2000 (2000), kelangsungan hidup ikan patin yang dipelihara di bak ataupun akuarium adalah sebesar 85%. Tingginya kelangsungan hidup ikan patin pada setiap perlakuan diduga disebabkan nutrisi pakan yang diberikan cukup untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Menurut NRC (1993) dalam Yandest et al, (2003) sebelum digunakan untuk pertumbuhan energi terlebih dahulu digunakan untuk memenuhi seluruh aktivitas dan pemeliharaan tubuh melalui proses metabolisme.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Efektivitas Penambahan Simplisia Daun Sirih Piper betle pada Pakan Ikan Patin Pangasianodon hypophthalmus Terhadap Infeksi Aeromonas hydrophila

Efektivitas Penambahan Simplisia Daun Sirih Piper betle pada Pakan Ikan Patin Pangasianodon hypophthalmus Terhadap Infeksi Aeromonas hydrophila

Pangasiidae is a popular freshwater commodity that commonly infected by Motile Aeromonads Septicaemia (MAS). The purpose of this research was to evaluate of betel simplicia supplementation in Pangasius hypophthalmus in growth performance and non specific immune respons against Aeromonas hydrophila infection. The pre and postbacterial infection treatments containing different doses of betel 1.23, 2.44, 4.76, 9.09 and 16.67% (w/w) with one control for preinfection and two controls (positive and negative). The results showed that all the pre bacterial infection treatments did not affect the SR (Survival Rate), SGR (Specific Growth Rate), and FCR (Feed Convertion Rate) in fish. All of the treatments also did not affect the non specific immune whether in pre or postbacterial infection treatments but expected has a bactericidal activity because the survival rate of 16.67% betel feed treatment was not different compared to negative control. Based on histopathological, the Piper betle 16.67% resulted good effect in medication.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

TINGKAT INFEKSI PARASIT Thaparocleidus sp Jain, 1952 (MONOGENEA: Ancylodiscoididae) PADA INSANG IKAN PATIN (Pangasius sp)

TINGKAT INFEKSI PARASIT Thaparocleidus sp Jain, 1952 (MONOGENEA: Ancylodiscoididae) PADA INSANG IKAN PATIN (Pangasius sp)

Ikan patin merupkan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting karena memiliki harga yang tinggi serta rasa daging lezat. Di Indonesia, secara umum terdapat 2 jenis ikan patin yang dibudidayakan yaitu ikan patin lokal dan patin siam, dimana patin lokal umumnya hidup di sungai-sungai di Sumatera dan Kalimantan, sedangkan patin siam diintroduksi dari Thailand (Amri & Khairuman, 2008). Di Sulawesi Selatan, ikan patin tergolong ikan air tawar yang kurang populer sebagai ikan konsumsi dan relatif masih baru dibudidayakan. Ikan patin banyak diperjual belikan sebagai komoditi ikan hias dan dapat ditemukan dihampir semua pasar hobi ikan hias di Sulawesi Selatan. Budidaya ikan ini belum berkembang dan umumnya ikan patin hias didatangkan dari luar Sulawesi terutama dari pulau Jawa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TINGKAT INFEKSI PARASIT Thaparocleidus sp Jain, 1952 (MONOGENEA: Ancylodiscoididae) PADA INSANG IKAN PATIN (Pangasius sp)

TINGKAT INFEKSI PARASIT Thaparocleidus sp Jain, 1952 (MONOGENEA: Ancylodiscoididae) PADA INSANG IKAN PATIN (Pangasius sp)

Parasit monogenea adalah salah satu golongan parasit yang paling sering menimbulkan masalah dalam budidaya ikan, karena siklus hidupnya yang langsung, reproduksi tinggi dan patogenisitasnya tinggi, sehingga sangat sering menimbulkan kematian pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat infeksi parasit Thaparocleidus mahakamensis yang menginfeksi benih ikan patin. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan patin yang berukuran 5 – 10 cm yang berasal dari tiga pengumpul ikan hias yang ada di kota Makassar. Total ikan yang diperiksa ini adalah 90 ekor dengan frekuensi 9 kali pengambilan sampel setiap minggunya. Sampel yang diambil dibawa ke laboratorium dengan kantong plastik yang diberi oksigen, kemudian dimasukkan ke dalam aquarium yang diberi aerasi sebelum dilakukan pemeriksaan parasit. Organ tubuh yang diperiksa adalah insang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa prevalensi parasit T. mahakemensis pada tiga Lokasi sampling sama yaitu 100%. Nilai intensitas rata-rata parasit pada Lokasi I yaitu 98 ind/ekor, Lokasi II yaitu 58 ind/ekor dan pada Lokasi III adalah 70 ind/ekor. Tingginya tingkat prevalensi dan intensitas parasit ini diduga sebagai salah satu masalah dalam pengembangan budidaya ikan patin baik untuk kebutuhan sebagai ikan hias maupun untuk konsumsi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects