Top PDF BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU)

Dalam upaya untuk memajukan suatu organisasi UKM olahraga tenis meja ditetapkan berbagai macam aturan-aturan yang harus dilaksanakan, misalnya dari mulai kehadiran para anggota hingga selesainya latihan tenis meja dilaksanakan. Namun tidak jarang juga aturan-aturan yang ditetapkan malah menjadi permasalahan dalam UKM olahraga tersebut karena pelaksanaan aturan yang dilakukan di lapangan kurang konsisten. Salah satu contohnya adalah kehadiran anggota UKM olahraga agar datang tepat waktu. Dengan aturan yang ditetapkan agar datang latihan tepat waktu, Pengurus atau penanggungjawab UKM memperlihatkan bahwa datang tepat waktu adalah syarat untuk menjaga kedisplinan dan latihan secara bersama-sama para pengurus dan anggota. Namun apabila kedisplinan tersebut tidak diikuti oleh pengurus yang menetapkan aturan tersebut, karena pengurus selalu datang terlambat sedangkan anggota UKM selalu datang sesuai dengan aturan yang ditetapkan akan membawa dampak yang kurang menyenangkan dalam organisasi UKM itu sendiri. Tentu ada hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut mengapa pengurus bersikap seperti itu, apakah karena pengurus juga adalah seorang mahasiswa yang masih ada jadwal kuliah yang kebetulan berbenturan dengan jadwal latihan UKM olahraga atau mungkin ada urusan lain?. Menarik untuk membahas masalah pengelolaan aturan-aturan yang ditetapkan tersebut, karena masih banyak hal-hal lain agar pelaksanaan aturan tersebut dapat diterapkan oleh pengurus maupun anggota sesuai dengan aturan kebijaksanaan yang ada.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU)

Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU)

khususnya bagi anggota UKM tenis meja yang terus menang dalam pertandingan sampai babak atau hari terakhir, maka anggota UKM tenis meja boleh memakai kostum yang lain, seperti butterfly, donic, li-ning atau pakaian olahraga lainnya, hal ini dikarenakan karena ketersediaan kostum resmi UKM terbatas, karena pengurus UKM tenis meja hanya menyediakan 2 kostum seragam resmi UKM tenis meja USU. Dalam pertandingan itu sendiri baik pertandingan ganda maupun beregu harus memakai kostum yang sama, yang harus sesuai dengan teman/pasangan anggota UKM tenis meja yang akan bertanding, tidak boleh berbeda dengan kostum yang dipakai oleh pasangan ganda atau beregu karena itu sudah merupakan ketentuan dalam aturan tersebut kecuali atas seizin referee (wasit). Pada kejuaraan dunia, olimpiade atau Paralimpik, pemain pada pertandingan Beregu dan pemain ganda dari asosiasi yang sama harus berpakaian seragam, kecuali untuk kaos kaki, sepatu, nomor, ukuran, warna dan disain iklan pada pakaian dan untuk kejuaraan internasional lainnya, pemain ganda dari asosiasi yang sama dapat memakai pakaian yang berbeda merek, asal warnanya sama dan diakui oleh asosiasinya. 24 Kostum pertandingan biasanya terdiri dari kaos lengan pendek atau tanpa lengan dan celana pendek serta pada bagian belakang pakaian dapat bertuliskan nomor atau huruf untuk mengidentifikasi pemain, UKM tenis meja atau universitas yang dibawa, atau klubnya ketika mewakili klub.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

BAB II SEJARAH TENIS MEJA DAN GAMBARAN UMUM UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) TENIS MEJA DI KAMPUS USU 2.1 Sekilas tentang Sejarah Tenis Meja - Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegi

BAB II SEJARAH TENIS MEJA DAN GAMBARAN UMUM UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) TENIS MEJA DI KAMPUS USU 2.1 Sekilas tentang Sejarah Tenis Meja - Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegi

biasanya untuk mencari kesenangan ataupun untuk menjadikan tubuh lebih sehat dan bugar di saat yang sama. Sebuah angka/poin berhak didapat seorang pemain ketika pemain lawan tidak bisa mengembalikan bola melewati net dan atau bola jatuh keluar dari meja. Sebuah permainan dimenangkan oleh pemain yang paling cepat mengumpulkan 11 poin, dan sedikitnya memiliki selisih 2 poin dibanding poin yang dimiliki lawan. Jika terjadi kedudukan 10 sama, maka pemain pertama yang mendapatkan keunggulan 2 poin atas lawannya berhak memenangkan set tersebut. Sebuah pertandingan dapat terdiri dari beberapa set permainan, tapi biasanya yang digunakan adalah sistem the best of 5 atau 7 games. Dalam sistem the best of 5, pemain pertama yang paling cepat meraih 3 set kemenangan adalah pemenangnya dan begitu juga dalam sistem best of 7, yang tercepat memenangi 4 set permainan keluar sebagai pemenangnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU)

Aturan-Aturan Dalam UKM Tenis Meja USU (Studi Etnografi tentang Penerapan Aturan-Aturan Yang Digunakan Di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Meja USU)

Kesimpulan yang bisa dicapai melalui tulisan ini adalah bahwa penerapan aturan-aturan dalam sebuah organisasi atau UKM yang ditetapkan oleh UKM tenis meja tidak hanya penting bagi UKM tenis meja itu sendiri tetapi juga kebijakan dalam membuat suatu aturan-aturan yang baik dapat membuat setiap individu atau anggota-anggota UKM yang menjalankannya dapat tertib dan teratur sehingga dengan adanya kebijakan dalam penerapan aturan-aturan tersebut setiap individu mempunyai tanggungjawab untuk menjaga, mempertahakan serta memajukan UKM tenis meja kedepannya dengan lebih baik lagi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Aturan aturan sederhana katalisasi aksi (1)

Aturan aturan sederhana katalisasi aksi (1)

Jika kita tidak tahu bahwa upaya kita telah membuahkan hasil, kita mungkin akan terus melakukan hal-hal yang tidak memberi hasil yang diharapkan. Di Indonesia, misalnya, ketika pemerintahan Soeharto tidak punya mekanisme pemantauan (atau umpan balik) yang efektif tentang pelaksanaan kebijakan-kebijakannya, pemerintah terus memaksakan penanaman padi sawah di daerah-daerah yang sama sekali tidak tepat— sebuah pemborosan waktu, tenaga, dan uang yang berharga secara sia-sia. Kelompok-kelompok setempat dapat berbuat hal yang sama, jika mereka tidak tahu mereka telah kehilangan arah untuk waktu yang lama. Dengan pemantauan yang terencana dan rutin, kita bisa membahas berbagai masalah dan menyusun strategi lain sebelum waktu terlanjur berjalan lama. Keterlambatan kita mengetahui itu hanya akan menghabiskan tenaga dan minat orang untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

TENIS MEJA A Ukuran Meja Tenis Meja

TENIS MEJA A Ukuran Meja Tenis Meja

Efek Magnus yang terlihat pada bola pingpong saat melakukan pukulan drive sehingga bola pingpong berputar ke depan, efek yang dihasilkan adalah bola naik melambung namun setelah melewati net tiba- tiba menukik dan lawan harus mengembalikan bola (menahan tanpa dipukul) dengan posisi bat miring ke depan (namun pantulan bola akan menjadi polos tidak menyintir), memukul drive balik sehingga bola berputar sebaliknya (jika tidak tepat bola malah akan melambung jauh) atau memukul searah sintiran bola (jika tidak tepat bola tidak akan bisa terangkat ke atas net). Efek tersebut baru satu arah, akan lebih susah lagi jika sintiran bola miring sehingga pantulan bola bisa ke kiri atau ke kanan ke luar arena meja pingpong.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Metode latihan Taktik Tenis meja New Microsoft Office Word Document

Metode latihan Taktik Tenis meja New Microsoft Office Word Document

Memahami dan mempraktekank ontrak kuliah Keterampil dasar tenis meja Aturan dan tata tertib : - Presensi perkuliahan - Kriteria penilaian - Tugas-tugas - Ruang lingkup keterampilan [r]

6 Baca lebih lajut

Aturan aturan perubahan dalam kalimat di (1)

Aturan aturan perubahan dalam kalimat di (1)

Nasib: Fungsi ini juga untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.  I thought we were saying goodbye for ever. But we were to meet again, many years later. (Saya pikir kita akan berpisah selamanya. Namun kita akan berjumpa lagi, beberapa tahun kemudian) Pra-syarat: Di dalam Kalimat Pengandaian (Conditional), ketika klausa utama mengekspresikan sesuatu yang harus terjadi dulu jika sesuatu yang lainnya itu terjadi.

8 Baca lebih lajut

Perwasitan New Microsoft Office Word Document

Perwasitan New Microsoft Office Word Document

Memahami dan mempraktekan kontrak kuliah Keterampil dasar tenis meja Aturan dan tata tertib : - Presensi perkuliahan - Kriteria penilaian - Tugas-tugas - Ruang lingkup Ceramah 2 M[r]

3 Baca lebih lajut

Metode latihan Fisik Khususu Tenis Meja  New Microsoft Office Word Document

Metode latihan Fisik Khususu Tenis Meja New Microsoft Office Word Document

Memahami dan mempraktek an kontrak kuliah Keterampil dasar tenis meja Aturan dan tata tertib : - Presensi perkuliahan - Kriteria penilaian - Tugas-tugas - Ruang lingkup Ceramah 2[r]

5 Baca lebih lajut

Aturan landasan dan aturan Mahjong

Aturan landasan dan aturan Mahjong

10.2. Dimana penerbit kartu anda memungkinkan, hasil kemenangan dapat dikreditkan ke kartu kredit atau kartu debet rekening yang digunakan untuk penempatan awal setoran. Sebuah cek atau bank hanya akan dikeluarkan dalam Nama, dan di mana deposit telah dibuat oleh kredit atau kartu debet ini juga harus sama dengan nama pemegang kartu terdaftar. 10.3. Nilai omset minimal 1 kali pada nilai deposit harus dicapai sebelum penarikan dapat diminta. 36BOL berhak untuk membuat tagihan ke account anda untuk menutup semua biaya yang masuk akal berhubungan baik dengan dan penarikan deposit.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

KORELASI ANTARA KOORDINASI MATA DAN TANGAN, DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN TERHADAP KETEPATAN SERVIS FOREHAND TOPSPIN DALAM TENIS MEJA PADA ANGGOTA UKM TENIS MEJA UNNES TAHUN 2011/2012.

KORELASI ANTARA KOORDINASI MATA DAN TANGAN, DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN TERHADAP KETEPATAN SERVIS FOREHAND TOPSPIN DALAM TENIS MEJA PADA ANGGOTA UKM TENIS MEJA UNNES TAHUN 2011/2012.

Moch. Fahmi Abdulaziz, 2011. Korelasi antara Koordinasi Mata dan Tangan, dan Kelentukan Pergelangan Tangan terhadap Ketepatan Servis Forehand Topspin dalam Tenis Meja pada Anggota UKM Tenis Meja Unnes tahun 2011/2012. Skripsi. Jurusan PJKR. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang. Permasalahan penelitian adalah: 1) Apakah ada hubungan yang berarti antara koordinasi mata dan tangan dengan ketepatan servis forehand topspin dalam permainan tenis meja pada anggota UKM Tenis Meja Unnes tahun 2011/2012, 2) Apakah ada hubungan yang berarti antara kelentukkan pergelangan tangan dengan ketepatan servis forehand topspin dalam permainan tenis meja pada anggota UKM Tenis Meja Unnes tahun 2011/2012, dan 3) Apakah ada hubungan antara koordinasi mata dan tangan, dan kelentukkan pergelangan tangan dengan ketepatan servis forehand topspin dalam permainan tenis meja pada anggota UKM Tenis Meja Unnes Tahun 2011/2012. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan koordinasi mata dan tangan, dan kelentukan pergelangan tangan dengan ketepatan servis forehand topspin dalam tenis meja pada anggota UKM Tenis Meja Unnes tahun 2011/2012. Populasi penelitian ini anggota UKM Tenis Meja Unnes tahun 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling, yaitu pengambilan sampel secara keseluruhan populasi yang berjumlah 20 mahasiswa. Variabel penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu koordinasi mata dan tangan, kelentukan pergelangan tangan, dan variabel terikat yaitu ketepatan servis forehand topspin. Metode pengumpulan data menggunakan teknik tes dan pengukuran koordinasi mata dan tangan, kelentukan pergelangan tangan, dan ketepatan forehand topspin. Hasil analis data diperoleh koefisien korelasi (r 1y ) sebesar
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Fenomena Berolahraga (Studi Etnografi Pada Ukm Beladiri Taekwondo Usu)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Fenomena Berolahraga (Studi Etnografi Pada Ukm Beladiri Taekwondo Usu)

Di Romawi pendidikan bukan tanggung jawab Negara, akan tetapi merupakan tanggung jawab keluarga. Pendidikan dilakukan oleh ibunya yang selanjutnya diteruskan oleh ayahnya. Pendidikan bagi bangsa romawi Yaitu diajarkan keterampilan tertentu khusus terhadap anak laki-laki, sedangkan anak perempuan tidak dilatih kegiatan jasmani karena tidak cocok. Bangsa Romawi beraanggapan bahwa manusia jangan dianggap sebagai permainan, mereka harus bekerja giat dan positif walaupun dikalangan mereka terdapat sebagian kecil kontradiksi seperti ada yang melakukan kegiatan jasmani dan permainan. Bangsa Romawi senang kepada kegitan seperti menonton: Adu tinju, Gladiator, Perang pedang, Sircus,dsb. Seseorang yang mengadakan kegiatan tersebut yaitu Nero. Nero mendirikan Gymnasium terbuka yang dipakai untuk pertandingan bela diri.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Aturan landasan dan aturan main

Aturan landasan dan aturan main

Paket Juni 1983 adalah kebijakan perbankan yang dikeluarkan tanggal 1 juni 1983 ini juga dikenal sebagai paket non ceiling policy dalam arti perbankan telah dibebaskan dari ketentuan batas atas (ceiling) suku bunga. Hal ini berarti bank-bank boleh menentukan suku bunga yang ditawarkan kepada masyarakat sesuai dengan pertimbangannya sendiri. Bank boleh menawarkan suku bunga kredit yang paling murah sekalipun demikian pula bank boleh menawarkan suku bunga tabungan atau deposito setinggi langit. Pertimbangannya penentuan suku bunga itu dipulangkan kepada masing- masing bank sepanjang mengikuti prinsip ekonomi yaitu sepanjang masih menjamin kelangsungan hidup bank.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Aturan  landasan dan aturan leveling

Aturan landasan dan aturan leveling

Aturan leveling Tingkat Kesulitan Easy : hal.[r]

1 Baca lebih lajut

SUMBANGAN PUKULAN FOREHAND DAN BACKHAND TERHADAP KEMAMPUAN BERMAIN TENIS MEJA ANGGOTA UKM TENIS MEJA UNY 2014.

SUMBANGAN PUKULAN FOREHAND DAN BACKHAND TERHADAP KEMAMPUAN BERMAIN TENIS MEJA ANGGOTA UKM TENIS MEJA UNY 2014.

Pukulan backhand akan melengkapi pukulan forehand . Pukulan backhand dapat menjadi penyeimbang, karena pukulan ini mampu mengembalikan bola yang datang dengan cepat. Sehingga meningkatkan teknik backhand yang baik dapat pula dijadikan senjata untuk mematikan lawan. Kebanyakan pemain tenis meja, mempunyai pukulan backhand tidak se akurat dan sekuat pukulan forehand. Sehingga apabila seorang pemain dapat mengoptimalkan pukulan backhand nya, tentu saja mendapatkan modal yang sangat besar. Beberapa pemain dengan backhand kuat seperti Ma Long (China) dan Fan Zhendong (China) dapat menguasai tenis meja dunia dengan teknik backhand yang nyaris sempurna. Lary Hodges (1996: 33) mengatakan beberap pemain meraih kesuksesan dengan meningkatkan kemampuan backhand nya, karena lawan tidak terbiasa dengan pukulan backhand yang baik.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Aturan Sinus dan Aturan Cosinus

Aturan Sinus dan Aturan Cosinus

Kita tahu bahwa, segitiga terdiri dari 3 sisi dan 3 sudut, dengan jumlah ketiga sudut adalah sebesar 180°. Untuk segitiga siku-siku, cukup dengan 1 sisi dan 1 sudut (tidak termasuk sudut siku-siku) ataupun 2 sisi diketahui, kita telah dapat menentukan sisi dan sudut lainnya, yaitu dengan menggunakan phythagoras ataupun perbandingan trigonometri yang telah dipelajari sebelumnya.

24 Baca lebih lajut

ATURAN ATURAN DALAM LINGUISTIK DAN ETNOG

ATURAN ATURAN DALAM LINGUISTIK DAN ETNOG

 Beberapa data mengenai fakta tertentu tentang komposisi rumah tangga pada masyarakat Gayo dari Nangroe Aceh Darussalam. Aturan-aturan yang dipaparkan untuk variasi komposisi rumah tangga tersebut dan apakah aturan-aturan rumah tangga tersebut dapat dibandingkan dengan aturan-aturan gramatikal.

2 Baca lebih lajut

ATURAN  landasan dan aturan main  (1)

ATURAN landasan dan aturan main (1)

TIDAK BOLEH PULANG LARUT MALAM, HANYA DIBOLEHKAN SAMPAI SEMBILAN 9.00 MALAM KECUALI PULANG DARI KAMPUNG 8.. TIDAK BOLEH MENGIZINKAN/MEMBAWA TEMAN LAKI-LAKI KE DALAM RUMAH APALAGI KAMA[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...