Top PDF PENDAHULUAN Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

PENDAHULUAN  Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

PENDAHULUAN Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

Kota Semarang sebagai ibukota dari Provinsi Jawa Tengah tidak terlepas dari permasalahan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Buku Induk Kode dan Data Wilayah Tahun 2013 oleh Kementrian Dalam Negeri, Kota Semarang merupakan salah satu kota besar yang terdapat di wilayah Negara Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 1.488.035 jiwa dan luas wilayah sebesar 373,59 km 2 (urutan ke 7 setelah DKI Jakarta, Kota Surabaya, Kota Medan, Kota Bandung, Kota Makassar, dan Kota Palembang). Namun, peningkatan aktivitas yang terdapat di wilayah Kota Semarang pada dasarnya tidak selalu beriringan dengan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya keamanan dan keselamatan dari ancaman bahaya kebakaran.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG  Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

Fire is a disaster that causes environmental damage, loss of property, and psychological impact. The right placement of fire station will minimize the losses caused by the fire. This study aimed to evaluate the location of the fire station and determine the direction of the fire station. The method was used in this study is census and quantitative analysis using a Tiered Approach of Geographic Information System. The parameters were used in this study are the population density, fire-prone areas, the range of services and the existing fire station. The results showed that the fire extinguisher of Genuk sub district and fire station of Pedurungan sub district have alow conformity, mean while in Banyumanik and Tugu sub districts have a moderate conformity, and in West and East of Semarang and Gunungpati have a high conformity. Tutorial placement of the new fire station is located in Candisari sub district with 1 station, Mijen with 2 stations, North Semarang with 1 station,and Ngaliyan with 1 station.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Model Optimasi Lokasi Pos Pemadam Kebakaran (SK : Kota Semarang ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Model Optimasi Lokasi Pos Pemadam Kebakaran (SK : Kota Semarang ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dan kondisi perekonomian yang baru saja pulih dari krisis. Proses pembangunan di berbagai bidang berjalan, baik pembangunan fisik gedung, sarana, prasarana publik, industri, perdagangan dan jasa maupun pembangunan nonfisik meliputi pendidikan, kesehatan masyarakat dan lain-lain. Potensi bahaya bencana yang melanda sangat berpengaruh terhadap pembangunan yang sedang berlangsung, ancaman bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, kekeringan, dan kebakaran. Bencana kebakaran merupakan salah satu bahaya yang sering terjadi di wilayah perkotaan menelan korban jiwa dan kerugian material yang sangat besar karena ancaman bencana timbul bersamaan dengan masyarakat, bangunan, fasilitas yang rentan terhadap bahaya kebakaran yang terjadi. Oleh karena itu, pentingnya usaha meminimalkan dampak kerugian yang ditimbulkan bahaya kebakaran. Salah satunya adalah pengalokasian fasilitas darurat/emergency pos pemadam kebakaran dengan jumlah proporsional dan pemerataan penyebaran fasilitas tersebut.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PEMETAAN PERSEBARAN POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

PEMETAAN PERSEBARAN POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

d) SIG dapat digunakan sebagai alat bantu (baik tool maupun tutorial) utama yang interaktif, menarik dan menantang di dalam usaha-usaha untuk meningkatkan pemahaman, pengertian, pembelajaran dan pendidikan (mulai dari usia sekolah hingga dewasa) mengenai ide-ide atau konsep-konsep lokasi, ruang (spasial), kependudukan dan unsur- unsur geografis yang terdapat di atas permukaan bumi berikut data-data atribut terkait yang menyertainya.

51 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA TIM PEMADAM KEBAKARAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEJADIAN KEBAKARAN DI DINAS KEBAKARAN KOTA SEMARANG

ANALISIS KINERJA TIM PEMADAM KEBAKARAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEJADIAN KEBAKARAN DI DINAS KEBAKARAN KOTA SEMARANG

penanganan penanggulangan kebakaran oleh tim pemadam pada tiga tahun terakhir selalu mengalami penurunan. Presentase penurunan hasil penanggulangan kebakaran pada tahun 2013-2014 sebesar 6% dan tahun 2014-2015 sebesar 12%. Kenaikan kejadian kebakaran yang signifikan pada tahun 2014 menuju tahun 2015 disebabkan oleh pengaruh musim kemarau panjang yang menyebabkan cuaca panas dan kering dan berakibat pada semakin mudahnya terjadi kebakaran. Penurunan presentase hasil penanganan oleh tim dikarenakan semakin meningkatnya jumlah kebakaran yang tidak diimbangi dengan manajemen personil pemadam dan sarana sehingga dalam melakukan tugasnya tim mengalami kendala dan hambatan. Minimnya jumlah personil dan pos pemadam serta kondisi pos yang jauh dari lokasi kebakaran menyebabkan waktu tanggap pada saat penanganan melebihi waktu tanggap 15 menit yang mengakibatkan kerugian tidak bisa diminimalisasi. Dinas Kebakaran Kota Semarang sebagai instansi publik melayani segala jenis pengaduan/laporan masyarakat baik terkait kinerja dan keluhan lain terkait dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Baca lebih lanjut

298 Baca lebih lajut

EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG  Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

Fire is a disaster that causes environmental damage, loss of property, and psychological impact. The right placement of fire station will minimize the losses caused by the fire. This study aimed to evaluate the location of the fire station and determine the direction of the fire station. The method was used in this study is census and quantitative analysis using a Tiered Approach of Geographic Information System. The parameters were used in this study are the population density, fire-prone areas, the range of services and the existing fire station. The results showed that the fire extinguisher of Genuk sub district and fire station of Pedurungan sub district have alow conformity, mean while in Banyumanik and Tugu sub districts havea moderate conformity, and in West and East of Semarang and Gunungpati have a high conformity. Tutorial placement of the new fire station is located in Candisari sub district with 1 station, Mijen with 2 stations, North Semarang with 1 station,and Ngaliyan with 1 station.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gambaran Risiko Pekerjaan Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan

Gambaran Risiko Pekerjaan Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dari pekerjaan petugas pemadam kebakaran sebagian besar terjadi pada saat mereka di perjalanan menuju lokasi kebakaran yaitu risiko lalu lintas dan ketika di lokasi kebakaran berupa kecelakaan kerja dikarenakan listrik, suhu panas, api, bekerja di ketinggian, peralatan pemadaman, ledakan, backdraft dan flashover, kondisi bangunan yang terbakar, benda tajam, dan adu fisik dengan warga. Keluhan kesehatan yang mereka rasakan di lokasi kebakaran umumnya dikarenakan banyak menghirup asap seperti batuk, sesak nafas, mual, muntah, pusing, mata perih, serta masuk angin dan lemas.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

INTERPOLASI ORDINARY KRIGING DALAM ESTIMASI CURAH HUJAN DI KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

INTERPOLASI ORDINARY KRIGING DALAM ESTIMASI CURAH HUJAN DI KOTA SEMARANG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia- Nya, sehingga Tugas Akhir dengan judul “Interpolasi Ordinary Kriging dalam Estimasi Curah Hujan di Kota Semarang” ini dapat terselesaikan.

18 Baca lebih lajut

8. Pramesti Widya K 21020112130136 BAB VI

8. Pramesti Widya K 21020112130136 BAB VI

Program Dasar Perencanaan mengenai Semarang Cinema Centre ini didasarkan pada pendekatan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Pada program dasar perencanaan dibagi atas program besaran ruang serta lokasi tapak terpilih. Adapun tujuan program dasar perencanaan adalah sebagai landasan acuan dalam tahap desain grafis perancangan.

10 Baca lebih lajut

Sejarah dan Pengertian Hydrant (1)

Sejarah dan Pengertian Hydrant (1)

Hydrant adalah koneksi di atas tanah yang menyediakan akses ke pasokan air untuk tujuan pertempuran pemadam kebakaran. Pasokan air dapat bertekanan, seperti dalam kasus hydrant tersambung ke listrik air dikuburkan di jalan, atau unpressurized, seperti terhubung ke kolam terdekat atau tangki air. Setiap hydrant memiliki satu atau lebih gerai selang kebakaran mungkin terkait. Jika suplai air bertekanan, hydrant juga akan memiliki satu atau lebih katup untuk mengatur aliran

10 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KARAKTER RELIGIUS DAN PEDULI SOSIAL PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN  Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

IMPLEMENTASI KARAKTER RELIGIUS DAN PEDULI SOSIAL PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

Peristiwa kebakaran pernah terjadi di kota Surakarta. Musibah kebakaran salah satunya terjadi pada hari Sabtu 27 Desember 2014, di lokasi pasar Klewer. Seperti informasi dari Solopos (2014), api membakar kawasan barat pasar Klewer tepatnya di blok D yang terhubung dengan Jalan Supit Urang. Api mulai terlihat sekitar pukul 20.00 WIB di blok tersebut. Untuk memadamkan api, petugas pemadam kebakaran mengerahkan lima mobil pemadam ke lokasi kebakaran. Musibah kebakaran di pasar Klewer itu tentu saja menimbulkan kerugian yang cukup besar. Anggota pemadam kebakaran memiliki peran yang sangat vital dalam mengatasi musibah kebakaran yang terjadi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

PENDAHULUAN Implementasi Karakter Religius Dan Peduli Sosial Pada Petugas Pemadam Kebakaran(Studi Kasus Pada Anggota Petugas Pemadam Kebakaran Bpbd Kota Surakarta).

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai implementasi karakter religius dan peduli sosial pada petugas pemadam kebakaran BPBD kota Surakarta. Penelitian ini dianggap menarik karena anggota pemadam kebakaran jarang sekali digunakan sebagai subjek penelitian di dalam program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kajian ilmiah ini dianggap sesuai dengan program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang konsisten dengan karakter melalui mata kuliah kepramukaan. Penelitian ini juga memiliki keselarasan dengan mata kuliah yang ada di dalam program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta seperti mata kuliah psikologi sosial dengan materi karakteristik perilaku manusia, mata kuliah sosiologi Indonesia dengan materi hubungan timbal balik antar individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok, dan mata kuliah pendidikan nilai dengan materi nilai dan pendidikan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan antara religiusitas dengan perilaku altruisme Pada petugas pemadam kebakaran Kota surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan antara religiusitas dengan perilaku altruisme Pada petugas pemadam kebakaran Kota surakarta.

Glock dan Stark (2001) juga mengatakan bahwa religiusitas adalah keberagaman yang menunjukkan pada ketaatan dan komitmen seseorang terhadap agamanya. Adapun ciri-ciri individu yang mempunyai religiusitas tinggi dapat dilihat dari perilaku, sikap dan perkataan, serta seluruh jalan hidupnya mengikuti aturan- aturan yang diajarkan oleh agama. Sedangkan saat berada di lapangan petugas tidak luput dari pengalaman religiusitas yaitu seperti kesalehan atau pengabdian terhadap aturan-aturan agama dan ALLAH SWT, termasuk tindakan seperti cinta kasih kepada sesama. Jam Komando diberikan setiap satu bulan sekali untuk memotivasi para petugas pemadam kebakaran, didalam motivasi tersebut terdapat kajian agama untuk menguatkan keyakinan para petugas pemadam kebakaran, seperti yang terdapat pada QS.Al-Maidah/5:2
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MINIMISASI STASIUN PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA PADANG

MINIMISASI STASIUN PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA PADANG

Asumsi yang digunakan pada Tabel 2 adalah waktu yang diperlukan oleh Damkar untuk bergerak dari sebarang titik pada kecamatan tertentu ke sebarang titik pada kecamatan lain. Dengan syarat seperti titik tersebut memiliki jalan yang dapat dilalui oleh Damkar dan akses yang lancar untuk menuju ke kecamatan lain- nya. Ini berarti jalur yang ditempuh oleh Damkar untuk menuju ke kecamatan lainnya tidak mengalami kemacetan, hambatan, dan gangguan. Pada pengolahan data diasumsikan bahwa kebakaran yang terjadi tidak boleh lebih dari satu keja- dian pada waktu yang sama. Dari hasil wawancara dengan Bapak Suhardi (Kasi Operasi Pemadam) diperoleh bahwa waktu maksimum terbaik yang diperlukan pe- madam kebakaran adalah 10 menit. Stasiun pemadam kebakaran pada dasarnya dapat ditempatkan pada sebarang kecamatan tersebut. Stasiun dengan unit mobil Damkarnya selain ditujukan untuk menangani kebakaran yang terjadi di kecamatan tempat stasiun tersebut berada, juga ditujukan untuk menangani kebakaran yang terjadi di kecamatan yang berada di lingkungannya. model minimisasi stasiun pe- madam kebakaran sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Gedung Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Gedung Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Abdul Malik, MSA Dosen Pembimbing II : Bharoto, ST, MT TUGAS AKHIR JAFT Periode 122 Januari – Juli 2013 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.[r]

1 Baca lebih lajut

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

Jumlah Anggaran Kinerja Pada Satuan Pemadam Kebakaran Kota Mataram Tahun Angaran 2016 sebesar Rp. 8.107.345.007,00,- (Delapan miliyar seratus tujuh juta tiga ratus empat puluh lima ribu tujuh rupiah) dari jumlah angaran tersebut dibagi 1 Kepala Sub Bagian Tata Usaha, 3 Pelaku Aktivitas/Seksi dan 1 Non Program (Belanja Tidak Langsung/Belanja Gaji dan Tunjangan) dan 3 Program lainnya. Dengan demikian jumlah program dan kegiatan yang ada pada Satuan Pemadam Kebakaran Kota Mataram pada Tahun Anggaran 2016 yaitu 3 (tiga) Program dan 16 (Enam Belas) kegiatan.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

NURMALITA WINDHA 21020112130072 BAB VI

NURMALITA WINDHA 21020112130072 BAB VI

Sistem Pemadam Kebakaran yang digunakan pada bangunan yaitu Fire Alarm System dan Portable Fire Extinguisher System sebagai alat pencegahan aktif kebakaran, sedangkan untuk alat pencegahan pasif kebakaran menggunakan tangga darurat yang dilengkapi dengan pintu darurat tahan api.

9 Baca lebih lajut

RUP Kantor Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar

RUP Kantor Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar

Program : Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran Kegiatan : Peningkatan Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Sumber Dana : Dana Alokasi Umum DAU Tahun Anggaran : 201[r]

1 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017 Chapter III VI

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017 Chapter III VI

Informan 1 :“ Sampai di TKP jadi ada lagi gini dek megang selang, megang nozzle..kita kerja pakai tim, gak bisa sendiri-sendiri. begitu kita lemah kawan kita bantu, gantian megang nozel tadi sama selang tadi, tim nya tadi diatur sama komandan, tim pertama mendobrak masuk tim kedua menyiram, masuk tim ketiga ada gak korban , ada gak yang cidera dan tim pertama tadi membantu juga , mana tau kita kelelahan kan kebakaran ini kadang-kadang mau 1 jam,2 jam, 3 jam kan gak sanggup.. mereka gantian pas kejadian kebakaran, siap kebakaran gulung selang, perlengkapan semua masuk. Setelah sampai di TKP kita juga sering benturan sama masyarakat, dilemparin kita dek, dipukulin lagi, kalo di TKP kan kadang-kadang kita kena setrum listrik, yang sering kita hadapi kadang-kadang kayu kayu jatuh, trus yang kedua kalo kebakaran pasti kaca, paku, pasti berserak itu semua. Kalo udah namanya pemadam pasti pernah mengalami menghirup asap. kebakaran di usu dek, terbakar laboratorium, kita gak tau yang terbakar bahan kimia tadi kita gak tau, kita cium uapnya kita muntah- muntah semua keracunan, siapa yang masuk tadi matanya perih gitu. trus pas menolong korban kayak waktu korban jatuh pesawat itu kita masukkan ke kantong mayat kan bahaya juga . kadang kami gak pakai sarung tangan, sama baju panjang, yah kadang kan yang meninggal itu kita gak tau punya penyakit atau gak. pas setiap kebakaran pasti capek . Tapi yaa memang pekerjaan kita paling berisiko dek, pas bunyi lonceng nyawa kita udah setengah”.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Kajian  Penentuan Titik - Titik Pos   		Pemadam Kebakaran Di  Kota Medan

Kajian Penentuan Titik - Titik Pos Pemadam Kebakaran Di Kota Medan

Pertambahan penduduk di perkotaan yang sangat tinggi mengakibatkan meningkatnya kebutuhan tanah untuk tempat tinggal dan kegiatan aktifitas lainnya. Selain itu, meningkatnya kegiatan sosial - ekonomi di perkotaan sebagai bagian dari pertumbuhan dan perkembangan kota juga merupakan penyebab meningkatnya permintaan terhadap pengadaan perumahan, pemukiman, perkantoran, perdagangan, industri dan fasilitas sosial lainnya. Hal ini tentunya mempunyai implikasi pada perubahan guna lahan yang berdampak pada

100 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...