Top PDF PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

Temuan mengenai problem penyesuaian sosial pada remaja tersebut juga didukung oleh hasil penelitian Kesehatan Remaja pada tahun 1996 yang disampaikan oleh Soeroso (dalam Dewi, 2005). Penelitian didaerah Lampung, DIY, Maluku dan Jawa Timur diidentifikasikan beberapa penelitian tersebut mengungkapkan bahwa masalah sosial yaitu sering dilakukan siswa adalah membolos, kenakalan remaja, dan pergeseran nilai budaya dan masalah psikologis mencakup stress kurang percaya diri, penyalahgunakan obat dan merokok.

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada siswa. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu ada hubungan positif antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 118 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala interaksi teman sebaya yang berjumlah 29 aitem dan skala penyesuaian sosial berjumlah 32 aitem. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,523 ; p = 0,000 (p < 0,01), sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Artinya bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial. Sumbangan efektif antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial menunjukkan bahwa koefisien determinan (r2 ) sebesar 0,273, sehingga variabel interaksi teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 27,3%, dalam mempengaruhi penyesuaian sosial pada siswa, sedangkan sisanya 72,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar interaksi teman sebaya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada siswa. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu ada hubungan positif antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 118 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala interaksi teman sebaya yang berjumlah 29 aitem dan skala penyesuaian sosial berjumlah 32 aitem. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,523 ; p = 0,000 (p < 0,01), sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Artinya bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial. Sumbangan efektif antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial menunjukkan bahwa koefisien determinan (r2 ) sebesar 0,273, sehingga variabel interaksi teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 27,3%, dalam mempengaruhi penyesuaian sosial pada siswa, sedangkan sisanya 72,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar interaksi teman sebaya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA  DENGAN PENYESUIAN SOSIAL SISWA SMP N 2 SURAKARTA  Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUIAN SOSIAL SISWA SMP N 2 SURAKARTA Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

Hasil analisis membuktikan bahwa variabel Interaksi teman sebaya siswa SMP N 2 Surakarta tergolong dalam kategori sedang. Sedangkan variabel Penyesuaian sosial siswa SMP N 2 Surakarta tergolong dalam kategori sedang Sehingga siswa SMP N 2 Surakarta memiliki cukup komunikasi serta pergaulan antar siswa satu dengan yang lainnya serta telah mampu menyesuaikan dirinya dengan baik. Kategori sedang mungkin terjadi karena masa remaja yang masih dalam proses pencarian jati diri yang dilakukan melalui identifikasi tokoh yang dipilih melalui lingkungan sosialnya yaitu kelompok teman sebaya memegang peranan penting dalam pemilihan tokoh yang diidentifikasikan (Ali,2004).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII PROGRAM AKSELERASI DI SMP NEGERI 9 SURAKARTA

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII PROGRAM AKSELERASI DI SMP NEGERI 9 SURAKARTA

Hasil analisis regresi pada hipotesis pertama menunjukkan, bahwa kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya secara bersama-sama memberikan peran terhadap penyesuaian sosial pada siswa akselerasi kelas VIII SMP Negeri 9 Surakarta. Berdasarkan hasil analisis regresi dengan metode enter terhadap data, kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada siswa akselerasi kelas VIII SMP Negeri 9 Surakarta diperoleh koefisien determinasi (R²) sebesar 0,692 atau 69,2% dan hasil uji simultan p-value 0,000<0,05, artinya signifikan, sedangkan F hitung 39,924 > dari F tabel 3,25 artinya signifikan (df1 = 3-1 = 2 dan df2 = 38-3 = 35). Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi tersebut maka hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima yaitu terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial. Berdasarkan hasil analisis regresi di atas dapat dikatakan bahwa faktor kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya memiliki hubungan dengan penyesuaian sosial. Hal ini berarti kecerdasan emosi dan interaksi teman sebaya dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi penyesuaian sosial.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN  Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

Penyesuaian sosial merupakan kemampuan seseorang untuk dapat bereaksi secara sehat dan efektif dalam kehidupan sosial agar dapat sesuai dengan keadaan dirinya. Sedangkan Interaksi teman sebaya adalah interaksi sosial individu dengan individu lain yang memiliki usia hampir sama atau sepadan untuk memahami, memberikan perhatian, bermusyawarah, serta berbagi perasaan satu dengan yang lainnya. Didalam perkembangannya remaja banyak mengalami permasalahan penyesuian sosial seperti ketidakdisiplinan, perilaku membolos, kumpulan geng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Interaksi teman sebaya dengan Penyesuaian sosial siswa SMP N 2 Surakarta. Hipotesis pada penelitian ini ada 2 yaitu “ada hubungan positif antara Interaksi teman sebaya dengan Penyesuaian sosial ” dan “ada perbedaan Penyesuaian sosial berdasarkan urutan kelahiran” . Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik cluster sampling dimana populasi penelitian tergabung dalam kelompok- kelompok. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan random dengan cara undian. Subjek yang digunakan untuk penelitian adalah siswa SMP N 2 Surakarta kelas VII dan VIII yang berjumlah 793 siswa, adapun sampel yang digunakan untuk penelitian berjumlah 134 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah skala yang terdiri dari skala Interaksi teman sebaya dan skala Penyesuaian sosial. Berdasarkan analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson dan teknik anava, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,508 sign =0,001 <0,05 yang artinya bahwa ada korelasi positif yang sangat signifikan antara Interaksi teman sebaya dengan Penyesuaian sosial siswa SMP N 2 Surakarta. Semakin tinggi Interaksi teman sebaya siswa maka semakin tinggi pula Penyesuaian sosial yang dilakukan, demikian pula sebaliknya. Berdasarkan hasil analisis Interaksi teman sebaya siswa tergolong sedang dilihat dari rerata empirik sebesar 43,01 dan Penyesuaian sosial siswa juga tergolong sedang dilihat dari nilai rata-rata empirik sebesar 78,05. Sumbangan efektif variable Interaksi teman sebaya terhadap Penyesuaian sosial 25,8 % dan 74,2 % dipengaruhi variabel lain. Penyesuaian sosial berdasarkan urutan kelahiran dengan perolehan sign 0,001 (p < 0,05) . yang artinya adanya perbedaan penyesuian sosial berdasarkan urutan kelahiran.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

Peraturan sekolah dibuat agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengontrol diri dan bertanggungjawab serta berperilaku sesuai dengan tuntutan lingkungan sekolah. Disiplin sekolah dianggap sebagai sarana agar proses belajar dapat efektif. Karena tujuan disiplin di sekolah adalah efektifitas proses belajar mengajar, maka perilaku yang dianggap mendukung proses belajar mengajar dianggap masalah disiplin.

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

Sesuai pernyataan diatas, penyesuaian sosial remaja sangat penting karena dapat mendukung terbentuknya jati diri yang positif ditengah pola asuh yang terjadi sesuai dengan posisi urutan kelahiran dan interaksi teman sebaya menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penyesuaian sosial. Sehingga dalam penyesuaian soaial, remaja banyak menjadikan teman sebayanya sebagai gambaran tokoh bagi dirinya untuk berkembang ke arah yang positif agar dapat tercipta penyesuaian sosial yang baik. Namun dalam kenyataannya teman sebaya banyak menjadi faktor yang beresiko bagi penyesuaian sosial remaja.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal dan Interaksi Teman Sebaya dengan Penyesuaian Sosial Pada Remaja di SMP Negeri 1 Sukoharjo.. Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret..[r]

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

Selain harga diri, faktor lain yang juga dapat mempengarui tingkat stres belajar yaitu interaksi teman sebaya. Edward (2006) mengemukakan bahwa remaja sering terlihat dalam permasalahan yang cukup serius akibat kegagalan mereka dalam berinteraksi dengan teman sebaya. Sebagai contoh apabila hubungan siswa dengan siswa lain di sekolah diliputi berbagai masalah maka tentu akan menderita, merasa sedih, cemas dan frustrasi. Bila kemudian siswa menarik diri dan menghindar dari orang lain maka rasa sepi terasing yang mungkin dialami tentu akan menimbulkan penderitaan. Oleh karena itu ia akan membutuhkan pihak lain yang dapat di percaya untuk mendorong keberaniannya dalam berhubungan dengan orang lain, melatih keterampilan dalam berkomunikasi dengan kata lain individu terutama remaja memerlukan semacam bantuan dalam menghadapi suasana yang tidak menentu tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

 PENDAHULUAN  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Pacaran Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Pacaran Pada Remaja.

3. Bagi kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK), agar dapat lebih memahami perkembangan psikis siswa/i yang berada pada masa remaja yang tentunya akan mempengharuhi sikap dan perilaku remaja tersebut. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena mengingat masa remja merupakan masa- masa peralihan, dimana seorang anak sedang dalam proses mencari jati diri. 4. Bagi peneliti lain adalah dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA WANITA YANG MENGALAMI OBESITAS.

PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA WANITA YANG MENGALAMI OBESITAS.

kelompok-kelompok teman sebaya sebagai suatu wadah penyesuaian. Didalamnya timbul persahabatan yang merupakan ciri khas pertama dan sifat interaksinya dalam pergaulan. Dalam kelompok yang lebih besar, persoalan bertambah dengan adanya pemimpin dan kepemimpinan yang juga merupakan proses pembentukan, pemilihan dan penyesuaian pribadi serta sosial. Hal yang penting dalam pergaulan ini adalah didalamnya remaja mendapat pengaruh yang kuat dari teman sebaya sehingga remaja mengalami perubahan tingkah laku sebagai salah satu usaha penyesuaian. Lingkungan sosial mempunyai peranan besar terhadap perkembangan remaja. Lingkungan sosial sebagai bagian dari komunitas sosial memegang peranan yang strategis bagi kehidupan sosial masyarakat. Pada masa remaja lingkungan sosial yang dominan antara lain dengan teman sebaya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Remaja.

Remaja tingakat SMP termasuk dalam periode remaja awal. Pada masa ini remaja lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya, mereka belum memikirkan secara jelas masa depan seperti apa yang hendak di wujudkan. Jika dihadapkan pada dua pilihan, mereka umumnya akan kesulitan dalam menentukannya. Mereka pada periode ini tidak siap dan tidak memiliki gambaran konkrit cita-citanya. Salah satunya adalah pilihan pendidikan lanjutan dan jenis profesi yang akan dipilih dan ditekuni.

6 Baca lebih lajut

T1 132009004 Daftar Pustaka

T1 132009004 Daftar Pustaka

Ika, Dyah. 2011. Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Penyesuaian Diri Siswa Kelas III Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar . Skripsi UIN: Tidak diterbitkan. Tersedia di (digilib.uin-malang.ac_id). Diunduh pada tanggal 23 Mei 2013, Pukul 08.00 WIB.

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan Perilaku merokok pada remaja.

PENDAHULUAN Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan Perilaku merokok pada remaja.

Hasanah & Sulastri (2011) mengemukakan bahwa faktor yang memicu perilaku merokok pada remaja yaitu adanya dukungan teman sebaya yang kuat. Teman sebaya berperan sebagai agen sosialisasi yang membantu dalam membentuk perilaku dan keyakinan anak (Ormrod,2009). Interaksi teman sebaya mempunyai arti yang sangat penting bagi remaja, ketika remaja tidak dianggap dalam teman sebayanya maka remaja akan merasa sedih, frustasi, atau mungkin depresi. Selanjutnya, penolakan dan pengabaian dari teman sebaya ini menjadikan remaja merasa kesepian dan timbul rasa permusuhan, berhubungan dengan kesehatan mental individu dan masalah kriminal (Santrock,2005). Remaja selalu berusaha untuk menyamai dengan teman sebayanya dan menerima semua pengaruh dari teman sebaya. Pengaruh yang diberikan oleh teman sebaya dapat berupa pengaruh positif maupun negatif. Salah satu pengaruh negatif yang diberikan oleh teman sebaya adalah perilaku merokok tersebut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA AWAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) Program Studi Psikologi

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA AWAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) Program Studi Psikologi

Berdasarkan riset dan pandangan beberapa tokoh di atas, dapat dilihat beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Faktor-faktor ini secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal termasuk didalamnya adalah kesehatan, cacat tubuh, intelegensi atau kecerdasan, perhatian, minat, bakat, motif, pengalaman belajar, tujuan belajar, kemandirian, kebiasaan belajar, kecerdasan emosional, sikap terhadap penyajian materi, efikasi diri, ketrampilan belajar, kepercayaan diri, pengaturan waktu dan penyesuaian diri. Faktor eksternal seperti cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, metode mengajar, relasi pengajar dengan pelajar, alat pengajaran dan keadaan lingkungan masyarakat.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA REMAJA   Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Remaja.

HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA REMAJA Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Remaja.

Kenyataan di lapangan ditemukan masih banyak dari lulusan SMP/MTs tidak melanjutkan studi lanjut, walapun banyak juga yang melanjutkan namun tidak memahami pilihan studi lanjutnya.Kebanyakan siswa yang telah lulus belum memiliki tujuan jelas dalam melanjutkan pendidikkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan interaksi sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karier pada remaja. Subjek penelitian ini adalah pelajar MTs. Sampel diambil sebanyak 90 orang dengan teknik proporsional random dari kelas VII, VIII, dan IX.Alat pengumpul data menggunakan skala pengambilan keputusan karir, skala harga diri, dan skala interaksi sosial. Teknik analisi dengan regresi linear berganda.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada hubungan harga diri dan interaksi sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karir sebesar 0.453 atau sebesar 45,3%. (2) Ada hubungan harga diri dengan pengambilan keputusan karir. (3) Ada hubungan interaksi sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karir
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA REMAJA   Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Remaja.

HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA REMAJA Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Remaja.

Abstrak Kenyataan di lapangan ditemukan masih banyak dari lulusan SMP/MTs tidak melanjutkan studi lanjut, walapun banyak juga yang melanjutkan namun tidak memahami pilihan studi lanjutnya. Kebanyakan siswa yang telah lulus belum memiliki tujuan jelas dalam melanjutkan pendidikkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan interaksi sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karier pada remaja. Subjek penelitian ini adalah pelajar MTs. Sampel diambil sebanyak 90 orang dengan teknik proporsional random dari kelas VII, VIII, dan IX.Alat pengumpul data menggunakan skala pengambilan keputusan karir, skala harga diri, dan skala interaksi sosial. Teknik analisi dengan regresi linear berganda.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada hubungan harga diri dan interaksi sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karir sebesar 0.453 atau sebesar 45,3%. (2) Ada hubungan harga diri dengan pengambilan keputusan karir. (3) Ada hubungan interaksi sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karir
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

T1 802013123 Full text

T1 802013123 Full text

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri pada siswa-siswi SMA Santo Agustinus Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian korelasional yang menghubungkan dua variabel, yaitu antara variabel dependen (Y) penyesuaian diri dengan variabel independen (X) dukungan sosial teman sebaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh yaitu pengambilan sampel dimana peneliti menggunakan semua anggota populasi yang berjumlah 60 orang sebagai sampel penelitian.Variabel dukungan sosial teman sebaya diukur dengan menggunakan Skala dukungan sosial teman sebaya yang dikembangkan oleh House (dalam Smet, 1994) dan diadaptasi oleh Kusumawati (2008) terdiri dari 39 item pernyataan. Sedangkan variabel penyesuaian diri menggunakan Skala penyesuaian diri yang dikembangkan oleh Schneiders (1964) dan diadaptasi oleh Kusumawati (2008) terdiri dari 26 item pernyataan. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment dan diperoleh hasil r = 0,089 (r>0) dengan signifikansi 0,024 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri siswa-siswi SMA Santo Agustinus Purbalingga.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER PADA TEMAN SEBAYA ABK

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER PADA TEMAN SEBAYA ABK

Penyesuaian sosial dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk bereaksi secara sehat dan efektif terhadap hubungan, situasi, dan kenyataan sosial yang ada sehingga dapat mencapai kehidupan sosial yang menyenangkan dan memuaskan (Schneiders, 1964). Remaja yang dapat melakukan penyesuaian sosial secara baik akan memiliki dasar untuk meraih keberhasilan pada masa dewasa. Keberhasilan remaja untuk dapat menyesuaikan diri dengan teman- teman sebayanya merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dilakukan (Hurlock, 1980).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...