Top PDF PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

Kenyataan sehari-hari seringkali terjadi pelanggaran terhadap peraturan sekolah, masih banyak siswa yang bertingkah laku kurang baik dan kurang benar serta tidak dapat mengendalikan dorongan dirinya yang selalu berubah-ubah. Pelanggaran terhadap kedisiplinan di sekolah yang sering terjadi meliputi jenis pelanggaran terlambat masuk sekolah, bolos saat jam pelajaran, berpakaian tidak sesuai dengan ketentuan, dan merokok.

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI DENGAN KEDISIPLINAN SISWA   Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI DENGAN KEDISIPLINAN SISWA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

Tujuan penelitian mengetahui: 1) Mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya dan konsep diri dengan kedisiplinan siswa; 2) Mengetahui sumbangan efektif interaksi teman sebaya dan konsep diri terhadap kedisiplinan siswa; 3) Mengetahui tingkat interaksi teman sebaya , konsep diri dan kedisiplinan siswa.

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

PENDAHULUAN Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

Rendahnya interaksi teman sebaya dapat menimbulkan kurangnya informasi-informasi dan motivasi ektrinsik yang dapat memicu prokrastinasi akademik. Sebagaimana disebutkan Santrok (2007) bahwa fungsi teman sebaya sebagai sumber informasi tentang dunia dan sebagai perolehan umpan balik mengenai kemampuan. Kurangnya konsep diri pada mahasiswa juga dapat mengakibatkan lemahnya tanggung jawabnya terhadap tugas dan lemahnya motivasi instrinsik sehingga menimbulkan penundaan dalam menyelesaikan tugas sesuai waktu yang telah diberikan (Ferrari, 2007). Dengan demikian rendahnya konsep diri dan interaksi teman sebaya diindikasikan dapat menimbulkan prokrastinasi akademik mahasiswa dalam mengerjakan skripsi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri.

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa. Pada masa remaja individu mulai mengalami perubahan dalam sikap dan perilakunya sejajar dengan tingkat pertumbuhan fisiknya. Remaja berada pada posisi transisi dalam perkembangan hidup manusia mengalami perubahan, baik yang berkaitan dengan perubahan fisik, interaksi sosial ataupun pencarian identitas dirinya. Remaja mulai mengarahkan geraknya menuju kelompok sebaya yang dianggap mempunyai kesamaan pandangan. Kebutuhan untuk diterima kelompok sebaya sangat penting bagi remaja. Dalam usahanya untuk dapat diterima dalam kelompok, remaja harus membuat penampilannya sama dengan pola-pola dan harapan-harapan sesama remaja, sehingga perhatiannya seringkali difokuskan pada diri sendiri. Mereka biasanya mulai sadar akan penampilan dirinya, penampilan wajah, pakaian, rambut, dan penampilan fisik lainnya. Karena mereka berpendapat bahwa penampilan diri memainkan peranan penting dalam penerimaan sosial terutama penerimaan dari teman sebaya (Mahdalela, 1998).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA  DAN KONSEP DIRI DENGAN  KEDISIPLINAN SISWA   Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI DENGAN KEDISIPLINAN SISWA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Konsep Diri Dengan Kedisiplinan Siswa.

Knightley dan Whitelock (2006) pada penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa pengembangan konsep diri dan harga diri terkait dengan proses pembelajaran secara integral. Konsep diri yang positif akan mendukung kelancaran dalam proses pembelajaran. Oktaviana (2005) pada penelitiannya menyatakan adanya hubungan yang sangat signifikan antara penerimaan diri terhadap ciri-ciri perkembangan seksual sekunder dengan konsep diri pada remaja putri SLTPN 10 Yogyakarta, sebagaimana dinyatakan oleh penelitian ini, dapat diuraikan sebagai berikut. Remaja dalam perkembangannya seringkali prihatin selama bertahun-tahun di awal masa remaja. Hal ini disebabkan oleh kesadaran akan adanya reaksi sosial terhadap adanya perubahan tubuh yang tidak sesuai dengan standar budaya yang berlaku, sebagai akibat perkembangan seksual sekunder yang dialami remaja putri. Keprihatinan tubuh yang sedang berkembang semakin diperbesar dengan berkembangnya kesadaran akan pentingnya penampilan diri dalam penerimaan diri remaja.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial siswa SMPN 2 Surakarta.

Remaja di dalam keluarga mempunyai anggota yang terdiri dari ayah, ibu, dan saudaranya, dimana urutan kelahiran anak di dalam keluar terdiri dari anak sulung, anak tengah, dan anak bungsu. Menurut ilmu tentang konsep urutan kelahiran (Birth Order) seorang anak akan menafsirkan posisinya dalam garis keluarga dan penilaian diri yang kemudian menjadi acuan dari reaksi di dalam hidup bermasyarakat. Dampak tersebut terasa dalam hubungan seseorang di dalam lingkungan pergaulan sebagai anggota keluarga, dalam karir, atau dalam bersosialisasi di masyarakat (Hadibroto, 2002).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

Banyak masalah muncul karena kesalahpahaman dan tidak adanya interaksi yang baik. Seperti salah satu contoh di ungkapkan salah satu guru di salah satu SMA di Klaten, dimana seorang siswa baru kelas X pindah sekolah, karena merasa diasingkan dan dimusuhi oleh beberapa teman-temannya, setelah ditelusuri penyebabnya adalah karena siswa tersebut tidak mau memberi contekan pada teman- temanya ketika sedang ujian. Kasus lain yaitu perkelahian antara siswa kelas XI dengan kelas XII disebabkan siswa kelas XI merasa dilecehkan salah seorang siswa kelas XII.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DANKONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DANKONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja Putri.

Sampel dalam penelitian ini adalah, siswa-siswi kelas 2 Pj. II dan kelas 2 Ak. 1 SMK KOPERASI Yogyakarta berjumlah 50 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu skala interaksi teman sebaya, konsep diri, dan skala perilaku konsumtif. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi dua prediktor.

15 Baca lebih lajut

 PENDAHULUAN  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Pacaran Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Pacaran Pada Remaja.

3. Bagi kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK), agar dapat lebih memahami perkembangan psikis siswa/i yang berada pada masa remaja yang tentunya akan mempengharuhi sikap dan perilaku remaja tersebut. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena mengingat masa remja merupakan masa- masa peralihan, dimana seorang anak sedang dalam proses mencari jati diri. 4. Bagi peneliti lain adalah dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Kepercayaan Diri Remaja Awal.

PENDAHULUAN Hubungan Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Kepercayaan Diri Remaja Awal.

Rohayati (2011) mengemukakan hasil penelitian di SMA Negeri 13 Bandung, masih ada siswa yang kurang memiliki kepercayaan diri terutama dalam mengikuti evaluasi belajar, hal ini dapat terlihat masih adanya perbuatan menyontek, yang didorong oleh kepercayaan diri yang kurang, sebab pada dasarnya siswa dalam menghadapi ulangan telah mempersiapkan diri, tetapi pada pelaksanaannya mereka masih ada yang bertanya atau melihat pekerjaan temannya. Begitu juga Soekarno, Nining (dalam Rohayati, 2011), menjelaskan bahwa kondisi siswa mereka kurang bersemangat dalam belajar, kurang percaya diri dan hasil belajarnya rendah. Berdasarkan hasil need assessment dan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 13 Bandung, masih banyak siswa yang menunjukkan indikator kurang percaya diri diantaranya tidak berani mengajukan pertanyaan atau pendapat pada saat proses belajar, tidak berani tampil di depan kelas, berbicara gugup kalau di depan orang banyak, gelisah saat menghadapi tes, dan memiliki teman yang terbatas.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN  SEBAYA DENGAN STRES  BELAJAR   Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN STRES BELAJAR Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

Stres belajar sebenarnya bukanlah konsep yang orisinil dan sama sekali baru, tetapi lebih merupakan pengembangan dari konsep organizational stress atau job stress, yakni stres yang dialami individu akibat tuntutan organisasi atau tuntutan pekerjaannya. Kemudian para peneliti mengembangkan sebuah konsep yang secara khusus menggambarkan kondisi stres yang dialami oleh siswa akibat tuntutan sekolahnya, yakni stres belajar. Verma, Sharma dan Larson. (2002) mendefinisikan stres belajar sebagai school demands (tuntutan sekolah), yaitu stres siswa ( students stress) yang bersumber dari tuntutan sekolah ( school demands ). Tuntutan sekolah yang dimaksud difokuskan pada tuntutan tugas-tugas sekolah (schoolwork demands) dan tuntutan dari guru-guru ( the demands of tutors). Sementara itu, Desmita (2010) mendefinisikan stres belajar sebagai ketegangan emosional yang muncul dari peristiwa-peristiwa kehidupan di sekolah dan perasaan terancamnya keselamatan atau harga diri siswa, sehingga memunculkan reaksi-reaksi fisik, psikologis, dan tingkah laku yang berdampak pada penyesuaian psikologis dan prestasi akademis.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya Dengan Konsep Diri Pada Remaja.

Kelompok teman sebaya di sekolah berpengaruh terhadap individu melalui konsep diri seorang siswa. Sebelum seorang siswa mengetahui mengapa orang- orang menyukai atau menolak dirinya, siswa sudah dapat mengetahui pendapat mereka dan apa arti reaksi mereka. Bila reaksi teman sebaya menunjukkan sikap yang baik atau menerima, maka siswa tersebut akan mempunyai konsep diri yang baik atau positif, begitu juga sebaliknya.

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

Temuan mengenai problem penyesuaian sosial pada remaja tersebut juga didukung oleh hasil penelitian Kesehatan Remaja pada tahun 1996 yang disampaikan oleh Soeroso (dalam Dewi, 2005). Penelitian didaerah Lampung, DIY, Maluku dan Jawa Timur diidentifikasikan beberapa penelitian tersebut mengungkapkan bahwa masalah sosial yaitu sering dilakukan siswa adalah membolos, kenakalan remaja, dan pergeseran nilai budaya dan masalah psikologis mencakup stress kurang percaya diri, penyalahgunakan obat dan merokok.

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN KEDISIPLINAN SISWA

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN KEDISIPLINAN SISWA

ii HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN KEDISIPLINAN SISWA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus Untuk Memenuhi Sebagia[r]

16 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Interaksi Teman Sebaya dengan Penyesuaian Diri di Sekolah pada Siswa Baru di SMK Kristen Salatiga Tahun Ajaran 2015/2016

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Hubungan Interaksi Teman Sebaya dengan Penyesuaian Diri di Sekolah pada Siswa Baru di SMK Kristen Salatiga Tahun Ajaran 2015/2016

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian diri di sekolah pada siswa baru di SMK Kristen Salatiga tahun ajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Kristen Salatiga. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 95 siswa, pengambilan dengan menggunakan teknik ninprobability sampling. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode angket berupa skala likert untuk interaksi teman sebaya dan penyesuaian diri. Analisa data penelitian ini menggunakan teknik korelasi, dengan bantuan SPSS versi 16.0 forWindows. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa r = 0,384, p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian diri pada siswa, semakin tinggi interaksi yang dengan teman sebaya maka, semakin tinggi penyesuaian diri.Hasil analisa menunjukkan interaksi teman sebaya berada dalam kategori sedang dengan jumlah prosentase 72,63% sebanyak 69 siswa. Hasil analisa penyesuaian diri berada dalam kategori tinggi dengan jumlah prosentase 69,47% sebanyak 66 siswa.Sumbangan efektifnya 14,75%, yang berarti 85,25% penyebab penyesuaian diri di sekolah dapat disebabkan oleh fator lain seperti motif, harga diri, persepsi, sikap, intelegensi dan minat, kepribadian, keluarga, kondisi sekolah, prasangka sosial, hukum dan norma sosial.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA  Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada siswa. Hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu ada hubungan positif antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial pada siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 118 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala interaksi teman sebaya yang berjumlah 29 aitem dan skala penyesuaian sosial berjumlah 32 aitem. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,523 ; p = 0,000 (p < 0,01), sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Artinya bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial. Sumbangan efektif antara interaksi teman sebaya dengan penyesuaian sosial menunjukkan bahwa koefisien determinan (r2 ) sebesar 0,273, sehingga variabel interaksi teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 27,3%, dalam mempengaruhi penyesuaian sosial pada siswa, sedangkan sisanya 72,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar interaksi teman sebaya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI  Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

Teknik pengambilan sam- pel dalam penelitian ini mengguna- kan insidental. Sampling insidental merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data digunakan sebagai sampel. Kriteria sampel yang diperoleh diharapkan benar-benar sesuai dengan penelitian tentang “hubungan konsep diri dan interaksi teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa” kriterianya yaitu mahasiswa yang sedang menempuh skripsi dan atau lebih dari semester 8.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI  Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI Hubungan Konsep Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa.

Segala puji bagi Allah Swt atas segala karunia, limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga karya in dapat terelesaikan. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw teladan bagi umatnya. Karya ini terinspirasi oleh fenomena Prokrastinasi Akademik di kalangan mahasiswa yang disinyalir salah satunya disebabkan oleh kurangnya konsep diri dan Interaksi Teman Sebaya. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan: “Bagaimanakah hubungan antara konsep diri dan Interaksi Teman sebaya dengan
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN  SEBAYA DENGAN STRES  BELAJAR   Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN STRES BELAJAR Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

Tujuan penelitian mengetahui: 1) Hubungan antara harga diri dan interaksi teman sebaya dengan stres belajar; 2) Sumbangan atau peran harga diri dan interaksi teman sebaya terhadap stres belajar; 3) Tingkat harga diri, interaksi teman sebaya dan stress belajar. Subjek penelitian yaitu siswa-siswi kelas XI salah satu SMA di Kecamatan Cawas sebanyak 140 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala harga diri, skala interaksi teman sebaya dan skala stress belajar. Teknik analisis data menggunakan regresi dua prediktor. Kesimpulan penelitian menyatakan ada hubungan yang sangat signifikan antara harga diri dan interaksi teman sebaya dengan stres belajar. Implikasi dari penelitian ini bahwa guru dapat meminimalkan stres belajar siswa dengan mengoptimalkan harga diri dan interaksi teman sebaya, yaitu dengan mengembangkan pola pembelajaran lebih aktif, kreatif, efektif menyenangkan yang mendorong kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan, prakarsa, dan terobosan baru dalam pemecahan masalah belajar.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI DENGAN INTENSI PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI DENGAN INTENSI PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA.

Lingkungan sosial mempunyai peranan besar terhadap perkembangan remaja. Lingkungan sosial sebagai bagian dari komunitas sosial memegang peranan yang strategis bagi kehidupan sosial masyarakat. Pada masa remaja lingkungan sosial yang dominan antara lain dengan teman sebaya. Menurut Mappiare (1982) kelompok teman sebaya merupakan lingkungan sosial pertama di mana remaja belajar untuk hidup bersama orang lain yang bukan anggota keluarganya. Lingkungan teman sebaya merupakan suatu kelompok baru yang memiliki ciri, norma, kebiasaan yang jauh berbeda dengan apa yang ada di lingkungan rumah. Bahkan apabila kelompok tersebut melakukan penyimpangan, maka remaja juga akan menyesuaikan dirinya dengan norma kelompok. Remaja tidak peduli dianggap nakal karena bagi mereka penerimaan kelompok lebih penting, mereka tidak ingin kehilangan dukungan kelompok dan tidak ingin dikucilkan dari pergaulan. Sebagian dari remaja mengambil jalan pintas untuk menghindarkan diri dari masalah sehingga cenderung untuk keluyuran dan melakukan tindakan pergaulan yang salah dengan teman-temannya. Akibatnya banyak yang terjerumus dalam tindak kenakalan seperti menipu, berkelahi, mencuri dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...