Top PDF PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

Remaja dihadapkan pada masalah dari dalam yakni, kesulitan berkomunikasi atau sering disebut sebagai hambatan komunikasi (communication apprehension) (Rakhmat, 2007). Remaja yang mengalami hambatan komunikasi (communication apprehension) akan merasa sulit dan merasa cemas ketika harus berkomunikasi antar pribadi dengan manusia lain, sehingga tidak mampu mencerminkan rasa kehangatan, keterbukaan, dan dukungan. Peristiwa komunikasi antar pribadi sebenarnya mampu menimbulkan perasaan senang bagi pihak yang bersangkutan atau menjadi peristiwa yang tidak menarik, dan bahkan cenderung untuk dihindari.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN  KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

Analisis data penelitian ini menggunakan Product Moment dengan bantuan program SPSS 16,0 windows dan Stepwise . Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa korelasi product moment diperoleh rxy sebesar -0,605 dengan p<0,01 hal ini berarti terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan kecemasan komunikasi interpersonal. Semakin positif konsep diri maka semakin rendah kecemasan komunikasi interpersonal pada remaja dan sebaliknya. Konsep diri subyek penelitian tergolong tinggi, tingkat kecemasan komunikasi interpersonal subyek penelitian tergolong sedang. Aspek konsep diri yang paling tinggi berpengaruh terhadap kecemasan komunikasi interpersonal yaitu aspek psikis dan yang paling rendah yaitu aspek moral.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah dalam Keluarga dengan Konsep Diri Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah dalam Keluarga dengan Konsep Diri Remaja.

nyaman dan santai bila ia bersama ibunya sebanyak 27%, sedangkan bila bersama ayah sebanyak 21%. Kedua, remaja akan mempunyai gambaran diri yang negatif yaitu adanya perasaan marah, terpojok, tidak bahagia, dingin dan tidak nyaman terhadap ibu sebanyak 20% sedangkan terhadap ayah sebanyak 25%. Ketiga, remaja akan mempunyai sikap keterbukaan diri yaitu dalam bermain, merasa bebas dan mau berbicara terhadap ibu 14% sedangkan dengan ayah sebanyak 10%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hubungan ibu dengan remajanya akan membentuk gambaran diri positif yang lebih besar, sedangkan hubungan ayah dengan remajanya memberi kontribusi yang lebih besar dalam pembentukan gambaran diri negatif daripada ibu. Hal ini didukung pula oleh sikap keterbukaan diri dalam berkomunikasi, remaja lebih merasa bebas berbicara bila bersama ibu daripada ayahnya sehingga memungkinkan remaja akan cenderung lebih dekat dengan sosok ibu (Herwandari, 2004).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

anak atau orang dewasa. Di satu sisi mereka tidak bisa dan tidak ingin diperlakukan sebagai anak-anak. Namun di sisi lain, mereka belum mencapat taraf kedewasaan penuh sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai orang dewasa. Masa remaja juga dianggap sebagai masa penyesuaian. Maksudnya, individu mulai masuk dan menghadapi lingkungan orang dewasa, yang memiliki peraturan dan norma tersendiri yang harus dipatuhi, berbeda dengan peraturan dan norma yang berlaku saat ia masih anak-anak. Itu sebabnya remaja harus mempelajari peranan orang dewasa dan hidup sebagai orang dewasa di lingkungan orang dewasa pula.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

Munawaroh (2012) mengungkapkan bahwa komunikasi adalah adanya dialog dan kerjasama dalam segala hal dan hubungan timbal balik antara anggota keluarga, misalnya antara orang tua dan anaknya. Komunikasi orang tua merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan antara orang tua dan anak yang berlangsung secara tatap muka dan dua arah (interpersonal) dan disertai adanya niat atau intense dari kedua belah pihak, dimana keduanya berperan sebagai pembicara dan pendengar secara bergantian sehingga menimbulkan efek tertentu berupa respon dan umpan balik segera (feedback).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Yang Berasal Dari Provinsi X.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Yang Berasal Dari Provinsi X.

Komunikasi interpersonal ini sangatlah penting bagi mahasiswa pendatang dari daerah lain ke daerah perantauan untuk menyesuaikan diri sehingga dapat menjalin komunikasi yang baik dengan mahasiswa ataupun masyarakat lokal. Kelebihan mahasiswa pendatang adalah dapat belajar hidup mandiri dan bersosialisasi dengan teman baru serta lingkungan barunya dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal di kota bersama orang tuanya. Mahasiswa pendatang memiliki konsep diri dan budaya yang berbeda dari daerah perantauan dimana mereka akan tinggal. Gunarsa (dalam Adawiyah, 2012) menjelaskan bahwa konsep diri adalah penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri secara keseluruhan, baik fisik, psikis, sosial maupun moral. Penilaian terhadap diri sendiri tersebut sangat dipengaruhi oleh peniliaian lingkungan terhadap dirinya. Lingkungan tersebut adalah keluarga, sekolah, kampus dan lingkungan pergaulan diluar rumah, sehingga, apabila mahasiswa tidak dapat menyelaraskan antara konsep diri dengan kualitas komunikasi interpersonal maka akan timbul konflik- konflik sosial. Hal ini juga dikuatkan oleh penelitian dari Yohana (2014), dalam jurnalnya menjelaskan bahwa terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal. Yohana menambahkan pengaruh konsep diri terhadap komunikasi interpersonal hanya sebesar 22,36%.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF ANTARA IBU DAN ANAK

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF ANTARA IBU DAN ANAK

Peneliti juga melakukan wawancara pada 10 orang remaja pada masa pertengahan dengan kisaran usia 15 – 18 tahun yang tinggal bersama ibunya, wawancara dilakukan pada tanggal 17 September dan 2 Desember 2015. 7 dari 10 remaja menyatakan bahwa komunikasi dengan ibu hanya sebatas lingkup aktivitas sehari-hari seperti kegiatan sekolah, namun mengenai masalah pribadi, masalah di sekolah, masalah dengan pasanagan atau teman, tidak dibicarakan dengan ibu. Dengan demikian subyek dalam hal berkomunikasi interpersonal dengan ibunya tidak bersifat efektif karena tidak mengandung adanya keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Adapun 3 remaja sisanya menyatakan bahwa ibu merupakan satu-satunya orang yang menjadi tempat paling nyaman untuk membicarakan hal apapun dalam kehidupannya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

karena individu tidak mampu menyesuaikan diri dengan orang lain. Kontrol yang kurang atau tidak mampu mengendalikan diri dalam situasi komunikasi mengakibatkan individu tertekan, sulit untuk berkomunikasi dan tidak berani mengungkapkan pendapat secara optimal, yang diwujudkan dalam perilaku seperti bicara agak gugup, jantung berdebar dan berkeringat dingin saat berinteraksi dengan orang lain sehingga kalimat yang diucapkan ketika berbicara kurang jelas dan sulit dimengerti orang lain. Individu yang mengalami kecemasan dapat dilihat dari kurang minat (keengganan) berkomunikasi dan menghindar untuk terlibat dalam komunikasi, yang ditandai oleh usaha individu untuk tidak berbicara di depan banyak orang, menutup diri dan kurang berpartisipasi dalam berbagai komunikasi yang ditunjukkan dengan perilaku seperti ragu-ragu, was-was dan tidak bisa berkonsentrasi ketika berkomunikasi dengan orang lain.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

Remaja mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi dan keinginan untuk memiliki banyak teman, namun kadang-kadang untuk membangun hubungan dengan orang lain tidak mudah. Berhubungan dengan orang lain memerlukan kemampuan berkomunikasi yang baik. Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1. mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja, 2. mengetahui tingkat kemampuan komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. mengetahui sumbangan efektif konsep diri terhadap komunikasi interpersonal pada remaja. Sample dalam penelitian ini adalah siswa-siswi di SMP Negeri 1 Pedan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi 0,625dengan sig = 0,000; p < 0,001 artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja, sehingga hipotesis yang diajukan diterima, yaitu ada hubungan positif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja. Sumbangan efektif konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal sebesar 39 % dan sisanya 71% dipengaruhi variabel lainnya. Konsep diri remaja termasuk ke dalam kategori tinggi dengan rerata empirik (RE = 99,43) dan rerata hipotetik sebesar 82,5. Tingkatkemampuan komunikasi interpersonal termasuk ke dalam kategori tinggi dengan rerata empirik (RE) 110,12 dan rerata hipotetik sebesar 92,5.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN EMOSI DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN EMOSI DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

Kecemasan komunikasi interpersonal merupakan keadaan cemas dalam interaksi komunikasi, disebabkan karena individu mengembangkan perasaan negatif dan memperkirakan hasil yang negatif pula dalam komunikasinya (De Vito, 1995). Individu yang memiliki kestabilan emosi dan penerimaan diri yang tinggi akan lebih merasa tenang, mampu berpikir positif dalam segala hal serta lebih memiliki keyakinan akan kemampuan diri sendiri (Goleman, dkk (dalam Irma, 2003); Matthews, 1993), dengan demikian kecemasan komunikasi interpersonal yang dialami individu akan rendah. Sebaliknya, dengan kestabilan emosi dan penerimaan diri yang rendah, individu cenderung mudah merasa takut, lebih memikirkan terjadinya kegagalan, kurang memiliki keyakinan untuk menunjukkan diri dan mudah merasa takut jika oranglain mengetahui apa yang difikirkan dan dirasakan (Durham (dalam Locke, 2003); Matthews, 1993). Dengan demikian kecemasan komunikasi interpersonal yang dialami individu akan semakin tinggi.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA AKHIR DITINJAU DARI KONSEP DIRI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA AKHIR DITINJAU DARI KONSEP DIRI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan konsep diri terhadapa komunikasi interpersonal pada remaja akhir. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal pada remaja akhir. Subjek penelitian berjumlah 70 orang dengan usia 16-21 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur skala komunikasi interpersonal dan skala konsep diri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analisa Korelasi Parsial. Diketahui nilai rxy sebesar 0,582 dengan p < 0.01. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal. Dengan demikian, hasil analisis data ini mendasari bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

Hubungan antara konsep diri, penyesuaian diri dan komunikasi interpersonal yang efektif dengan teman sebaya pada Remaja SMA I Prembun.. Tesis Tidak diterbitkan Salatiga : UKSW..[r]

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA  Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

Masa remaja merupakan periode kehidupan yang penuh dengan dinamika, karena pada masa tersebut terjadi perkembangan dan perubahan yang sangat pesat. Pada periode ini merupakan masa transisi dan remaja cenderung memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya kenakalan dan kekerasan baik sebagai korban maupun sebagai pelaku dari tindak kekerasan khususnya yang mengarah pada perilaku bullying. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku bullying adalah komunikasi interpersonal orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan negatif antara komunikasi interpersonal orang tua dengan perilaku bullying pada remaja. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan negatif antara komunikasi interpersonal orang tua dengan perilaku bullying.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMP kelas VIII sebanyak 91. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik quota sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan jumlah subjek yang telah ditentukan peneliti dan pemilihan kelas ditentukan oleh pihak SMP. Metode pengumpulan data menggunakan skala perilaku bullying, dan komunikasi interpersonal orang tua metode analisis dilakukan menggunakan teknik analisis product moment dengan bantuan SPSS (Statistical Product and Service Solution) 16.0 for Windows Program. Hasil penelitian diperoleh r sebesar – 0,667; p = 0,000 (p<0,01) artinya ada hubungan negatif antara komunikasi interpersonal orang tua dengan perilaku bullying. Perilaku bullying memiliki kategorisasi yang rendah dengan rerata empirik (RE) = 39,52 dan rerata hipotetik (RH) = 52,2, dan komunikasi interpersonal orang tua memiliki kategorisasi yang tinggi dengan rerata empirik (RE) = 46,84 dan rerata hipotetik (RH) = 40. Sumbangan efektif dari variabel komunikasi interpersonal orang tua terhadap perilaku bullying sebesar 44,5% sisanya terdapat 55,5% faktor lain yang mempengaruhi perilaku bullying.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

pertemuan 11 rewarding dan reinforcing

pertemuan 11 rewarding dan reinforcing

MATERI KOMUNIKASI INTERPERSONAL  Definisi, tujuan, manfaat, elemen, hakikat, hambatan komunikasi interpersonal  Sistem komunikasi interpersonal: persepsi interpersonal, konsep di[r]

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENERIMAAN SOSIAL PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENERIMAAN SOSIAL PADA REMAJA

dan diterima dalam kelompok merupakan hal yang sangat penting, sejak remaja melepaskan diri dari keterikatan keluarga dan berusaha memantapkan hubungan- hubungan dengan teman lawan jenisnya. Jika seorang remaja mempunyai masalah pribadi, maka mereka lebih sering membicarakannya dengan teman-teman sebayanya. Oleh karena itu, pada tahapan usia perkembangannya remaja lebih sering menempatkan teman sebaya sebagai pasangan dalam melakukan komunikasi interpersonal. Hal ini disebabkan karena remaja merasa bahwa mereka meiliki banyak kesamaan dengan teman sebayanya tersebut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial

Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial

Tingginya angka perceraian di Jawa Timur dan berbagai permasalahan yang dialami remaja dari keluarga yang bercerai menjadi latar belakang penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan resiliensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden 71 remaja (32 laki-laki, 39 perempuan) berusia 13-22 tahun yang memiliki pengalaman orangtua yang bercerai. Alat pengumpulan data berupa Skala Konsep Diri berjumlah 36 aitem, dan Reciliency Attitudes and Skill Profile (RASP). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan resiliensi (r = 0.333, p = 0.005). Dimensi harapan dan penilaian diri memiliki hubungan dengan resiliensi sedangkan pengetahuan tidak memiliki hubungandengan resiliensi. Penelitian ini juga mendeskripsikan perbedaan skor resiliensi berdasarkan variasi usia perkembangan, status pendidikan atau pekerjaan, dan rentang waktu setelah perceraian orangtua.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TAP.COM -   HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KELUARGA ...

TAP.COM - HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KELUARGA ...

Dengan melakukan komunikasi interpersonal dengan baik akan menghasilkan umpan balik yang baik pula. Komunikasi interpersonal diperlukan untuk mengatur tata krama pergaulan antar manusia, sebab dengan melakukan komunikasi interpersonal dengan baik akan memberikan pengaruh langsung pada struktur seseorang dalam kehidupannya (Cangara, 2006). Komunikasi interpersonal dalam keluarga sangat penting karena dengan adanya komunikasi interpersonal antar sesama anggota keluarga maka akan tercipta hubungan yang harmonis dan dapat diketahui apa yang diinginkan dan yang tidak diinginkan oleh salah satu anggota keluarga. Yang dimaksud dengan komunikasi interpersonal dalam keluarga yaitu hubungan timbal balik antara anggota keluarga untuk berbagi berbagai hal dan makna dalam keluarga. Tujuan dari komunikasi interpersonal dalam keluarga yaitu untuk mengetahui dunia luar, untuk mengubah sikap dan prilaku. Oleh karena itu dengan melakukan komunikasi interpersonal yang baik diharapkan perkembangan pemahaman moral akan berjalan baik pada seorang remaja. (Widjaya, 2000).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Keterbukaan Diri Pelaku Perselingkuhan (Studi Kasus Keterbukaan Diri Pelaku Perselingkuhan dengan Pasangan Legal dalam Hubungan Pernikahan).

PENDAHULUAN Keterbukaan Diri Pelaku Perselingkuhan (Studi Kasus Keterbukaan Diri Pelaku Perselingkuhan dengan Pasangan Legal dalam Hubungan Pernikahan).

Bentuk-bentuk penghianatan terhadap pasangan seperti perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu pihak dalam hubungan pernikahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti yang pertama faktor psikofisik yaitu adanya keterpikatan atau ketertarikan secara fisik dan keinginan dalam pemenuhan kebutuhan secara biologis. Yang kedua faktor sosial yaitu masalah kultural atau perbedaan kelas sosial, agama dan ketidaksiapan menerima perbedaan dan keunikan pasangan, adanya desakan secara ekonomi dan juga pengaruh lingkungan seperti pengaruh pergaulan maupun temen-teman di sekitarnya. Kemudian faktor yang ketiga yaitu faktor psikologis seperti adanya desakan kebutuhan tertentu yang tidak dapat dipunuhi bersama pasangan, adanya masalah dan tekanan dalam rumah tangga, serta adanya dinamika psikologi seseorang. (Satiadarma dalam Harsanti, 2008: 4)
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEPRIBADIAN EKSTROVET DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KELUARGA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA AWAL.

HUBUNGAN KEPRIBADIAN EKSTROVET DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KELUARGA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA AWAL.

Perilaku seksual yang dapat menurunkan moral pada remaja awal dapat terjadi dipengaruhi oleh kepribadian dari masing-masing individu yang berbeda. Maslow (dalam Koswara, 1991) melukiskan bahwa kepribadian merupakan penggunaan dan pemanfaatan secara penuh bakat, kapasitas-kapasitas dan potensi-potensi. Prince (dalam Patty, dkk., 1990) menyatakan bahwa kepribadian adalah sejumlah dari keseluruhan unsur -unsur biologis, dorongan, kecenderungan, keinginan-keinginan, dan naluri-naluri individu dan juga kecenderungan yang berasal dari pengalaman. Adapun pengertian pribadi manusia adalah suatu perwujudan yang kompleks dengan unsur -unsur psikis (intelegensi, kemauan, perasaan, dan lain sebagainya).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...