Top PDF PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

anak atau orang dewasa. Di satu sisi mereka tidak bisa dan tidak ingin diperlakukan sebagai anak-anak. Namun di sisi lain, mereka belum mencapat taraf kedewasaan penuh sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai orang dewasa. Masa remaja juga dianggap sebagai masa penyesuaian. Maksudnya, individu mulai masuk dan menghadapi lingkungan orang dewasa, yang memiliki peraturan dan norma tersendiri yang harus dipatuhi, berbeda dengan peraturan dan norma yang berlaku saat ia masih anak-anak. Itu sebabnya remaja harus mempelajari peranan orang dewasa dan hidup sebagai orang dewasa di lingkungan orang dewasa pula.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

Remaja mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi dan keinginan untuk memiliki banyak teman, namun kadang-kadang untuk membangun hubungan dengan orang lain tidak mudah. Berhubungan dengan orang lain memerlukan kemampuan berkomunikasi yang baik. Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1. mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja, 2. mengetahui tingkat kemampuan komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. mengetahui sumbangan efektif konsep diri terhadap komunikasi interpersonal pada remaja. Sample dalam penelitian ini adalah siswa-siswi di SMP Negeri 1 Pedan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

Remaja mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi dan keinginan untuk memiliki banyak teman, namun kadang-kadang untuk membangun hubungan dengan orang lain tidak mudah. Berhubungan dengan orang lain memerlukan kemampuan berkomunikasi yang baik. Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1. mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja, 2. mengetahui tingkat kemampuan komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. mengetahui sumbangan efektif konsep diri terhadap komunikasi interpersonal pada remaja. Sample dalam penelitian ini adalah siswa-siswi di SMP Negeri 1 Pedan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

Remaja dihadapkan pada masalah dari dalam yakni, kesulitan berkomunikasi atau sering disebut sebagai hambatan komunikasi (communication apprehension) (Rakhmat, 2007). Remaja yang mengalami hambatan komunikasi (communication apprehension) akan merasa sulit dan merasa cemas ketika harus berkomunikasi antar pribadi dengan manusia lain, sehingga tidak mampu mencerminkan rasa kehangatan, keterbukaan, dan dukungan. Peristiwa komunikasi antar pribadi sebenarnya mampu menimbulkan perasaan senang bagi pihak yang bersangkutan atau menjadi peristiwa yang tidak menarik, dan bahkan cenderung untuk dihindari.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah dalam Keluarga dengan Konsep Diri Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kualitas Komunikasi Ayah dalam Keluarga dengan Konsep Diri Remaja.

Penelitian dalam Eramuslim (www.infobalitacerdas.com, 2005) menemukan bahwa ikatan emosional antara ayah dan anak akan terjalin baik apabila ada interaksi yang baik antara ayah dan anak sehingga akan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil dalam hidupnya. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh J.S Volpe gambaran diri anak terhadap ayahnya yang cenderung negatif membuat ayah harus merubah sikapnya terhadap anaknya. Dengan demikian jelas bahwa komunikasi yang berkualitas perlu dilakukan oleh ayah setiap berinteraksi dalam keluarga untuk mendukung pembentukan konsep diri pada anak remajanya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PENYANDANG TUNA DAKSA.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PENYANDANG TUNA DAKSA.

dan kecelakaan. Ini mengakibatkan adanya hambatan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Seperti rasa kurang percaya diri, kurang terbuka dan sering menghindar untuk menjalin komunikasi dengan orang lain. Penelitian di atas didukung oleh pendapat Daradjat (dalam Handayani, 2007), bahwa remaja tuna daksa mempunyai rasa rendah diri terhadap keadaan diriya yang tidak seperti teman sebayanya. Dalam perkembangan pribadinya, hambatan-hambatan yang sering timbul pada remaja tuna daksa umumya mempunyai perasaan yang berubah-ubah, mempunyai kestabilan emosi, adanya masalah-masalah yang berhubungan dengan jasmani, orang tua, sekolah atau pengajaran dan teman- teman. Hambatan- hambatan tersebut bila dibiarkan akan melahirkan tingkah laku menarik diri secara berlebihan, menunjukkan sikap selalu mengeluh, murung dan menyendiri.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN EMOSI DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN EMOSI DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Goleman dkk (dalam Irma, 2003) yang mengungkapkan bahwa individu yang memiliki kestabilan emosi mempunyai adaptabilitas, dalam arti luwes dalam menangani perubahan dan tantangan, mampu berfikir positif dalam segala hal, memiliki rasa harga diri yang tinggi dan optimis. Senada dengan hal tersebut, Darmawan (2008) mengungkapkan kestabilan emosi sebagai kemampuan individu untuk dapat mengendalikan dirinya sendiri dari berbagai situasi dan tidak bertindak emosional karena faktor dari luar dirinya. Costa dan McCrae (dalam MacIntyre, dkk, 1999) menjelaskan bahwa individu dengan kestabilan emosi yang tinggi akan lebih tenang dan merasa aman. Dengan demikian remaja dengan yang memiliki kestabilan emosi akan tidak mudah mengalami kecemasan dalam komunikasi interpersonal.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF ANTARA IBU DAN ANAK

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF ANTARA IBU DAN ANAK

Menurut Rita (2009) secara teoritis konsep diri menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan komunikasi interpersonal. Begitu juga dengan Rakhmat (2015) yang menyatakan bahwa suksesnya komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri. Remaja dengan konsep diri yang tinggi dapat menghasilkan komunikasi interpersonal yang efektif dalam hubungan dengan ibunya. Individu yang memiliki pengetahuan mengenai dirinya akan meningkatkan keterbukaan dalam berkomunikasi. Kemudian individu yang mampu menilai dan menerima dirinya yang baik maupun yang buruk serta adanya keinginan untuk memperbaiki dan mencapai diri idealnya akan melahirkan komunikasi interpersonal. Dengan demikian, semakin tinggi konsep diri remaja maka akan semakin efektif komunikasi interpersonal dengan ibunya. Sebaliknya semakin rendah konsep diri remaja maka akan semakin kurang efektif komunikasi interpersonal dengan ibunya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Yang Berasal Dari Provinsi X.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Yang Berasal Dari Provinsi X.

Komunikasi interpersonal ini sangatlah penting bagi mahasiswa pendatang dari daerah lain ke daerah perantauan untuk menyesuaikan diri sehingga dapat menjalin komunikasi yang baik dengan mahasiswa ataupun masyarakat lokal. Kelebihan mahasiswa pendatang adalah dapat belajar hidup mandiri dan bersosialisasi dengan teman baru serta lingkungan barunya dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal di kota bersama orang tuanya. Mahasiswa pendatang memiliki konsep diri dan budaya yang berbeda dari daerah perantauan dimana mereka akan tinggal. Gunarsa (dalam Adawiyah, 2012) menjelaskan bahwa konsep diri adalah penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri secara keseluruhan, baik fisik, psikis, sosial maupun moral. Penilaian terhadap diri sendiri tersebut sangat dipengaruhi oleh peniliaian lingkungan terhadap dirinya. Lingkungan tersebut adalah keluarga, sekolah, kampus dan lingkungan pergaulan diluar rumah, sehingga, apabila mahasiswa tidak dapat menyelaraskan antara konsep diri dengan kualitas komunikasi interpersonal maka akan timbul konflik- konflik sosial. Hal ini juga dikuatkan oleh penelitian dari Yohana (2014), dalam jurnalnya menjelaskan bahwa terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal. Yohana menambahkan pengaruh konsep diri terhadap komunikasi interpersonal hanya sebesar 22,36%.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

Masalah penting yang dihadapi anak-anak yang menginjak usia remaja cukup banyak. Problem tersebut ada yang mudah dan dapat dipecahkan sendiri, akan tetapi adakalanya masalah yang timbul sulit dipecahkan sendiri, sehingga memerlukan bantuan para pendidik dan orang tua agar tercapai kesejahteraan pribadi dan bermanfaat bagi masyarakat (Panut, 2005). Jenkins dan Marton (dalam Adilla, 2009) mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang ada adalah bullying, bullying dikategorikan sebagai perilaku antisoal atau misconduct behavior dengan menyalah gunakan kekuatannya kepada korban yang lemah, secara individu ataupun kelompok, dan biasanya terjadi berulang kali.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Mahasiswa psikologi dalam masa remaja akhir, memiliki pemahaman diri yang lebih terintegrasi dan menjadi konsisten, serta sudah memiliki kematangan intelektual dan dapat berpikir logis. Bertambahnya pengalaman dan kemampuan untuk berpikir secara realistis, maka remaja akhir dapat melihat keadaan dirinya. Hal inilah yang menjadikan konsep diri itu tercipta. Konsep diri tersebut terbentuk melalui proses, di mana setiap individu memiliki pengetahuan yang baik mengenai dirinya sendiri, mengetahui apa yang menjadi harapan dirinya untuk dicapai dan memiliki penilaian tentang dirinya sendiri baik yang menjadi kekurangan atau kelebihannya. Hal tersebut menjadikan modal yang cukup untuk menjalin hubungan interpersonal. Ketika mahasiswa psikologi mengetahui segala sesuatu tentang dirinya, dirinya akan mulai mempersepsikan segala sesuatunya sesuai dengan apa yang dirinya pikirkan dan berdampak pada tindakan yang akan dilakukannya untuk menjalin interaksi dengan orang lain. Dengan membentuk relasi sosial secara baik mahasiswa psikologi akan mengerti apa yang diinginkan serta diharapkan sehingga memudahkan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENERIMAAN SOSIAL PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENERIMAAN SOSIAL PADA REMAJA

Hasil penelitian oleh Rusda (1999) tentang Kondisi-kondisi Yang Mempengaruhi Penerimaan Sosial Remaja Di sekolah, menyebutkan bahwa remaja yang mampu diajak berbicara atau berdiskusi tentang berbagai hal, terbuka, dan cocok sebagai tempat curahan hati; menduduki urutan kedua untuk alasan dipilihnya remaja bergaul yang menyenangkan di sekolah, dengan prosentase sebesar 10,7%. Sehingga dikatakan bahwa kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dimiliki remaja dengan teman sebayanya merupakan salah satu faktor penting yang menentukan diterimanya remaja dalam kelompok teman sebaya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode peneltian kuantitatif korelasional. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas (x) penerimaan diri, sementara variabel terikat (y) kemampuan komunikasi interpersonal. Teknik pengumpulan data menggunakan skala penerimaan diri dan kemampuan komunikasi interpersonal. Teknik pengambilan sampel menggunakan non random dengan sampel sebanyak 80 siswa. Analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dimana teknik ini digunakan untuk mengungkapkan korelasi atau hubungan antara variable x dan variable y serta seberapa besar variable x berpengaruh terhadap variable y.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Harga Diri Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Stres Belajar.

Hubungan antara konsep diri, penyesuaian diri dan komunikasi interpersonal yang efektif dengan teman sebaya pada Remaja SMA I Prembun.. Tesis Tidak diterbitkan Salatiga : UKSW..[r]

4 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Pelatihan Pengungkapan Diri (Self-Disclosure Training) Terhadap Peningkatan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pegawai PT. Waskita Karya.

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Pelatihan Pengungkapan Diri (Self-Disclosure Training) Terhadap Peningkatan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pegawai PT. Waskita Karya.

Hubungan Antara Pengungkapan Diri Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.. Skripsi tidak diterbitkan.[r]

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN  KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kecemasan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja.

penelitian dengan nomor urut baru ..................................................... 57 8. Frekuensi dan Prosentase Skala Konsep Diri ..................................... 61 9. Frekuensi dan Prosentase Skala Kecemasan Komunikasi Interpersonal 62 10. Uji Hipotesis Product Moment dan Sumbangan Efeltif ...................... 63 11. Rangkuman Hasil Analisis Stepwise (Regresi) ................................... 65 12. Rangkuman Kategori, Frekuensi dan Prosentase Subjek Penelitian

19 Baca lebih lajut

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA AKHIR DITINJAU DARI KONSEP DIRI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA AKHIR DITINJAU DARI KONSEP DIRI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan konsep diri terhadapa komunikasi interpersonal pada remaja akhir. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal pada remaja akhir. Subjek penelitian berjumlah 70 orang dengan usia 16-21 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur skala komunikasi interpersonal dan skala konsep diri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analisa Korelasi Parsial. Diketahui nilai rxy sebesar 0,582 dengan p < 0.01. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal. Dengan demikian, hasil analisis data ini mendasari bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA

Mariani, K. 1991. Hubungan Antara Sifat Pemantauan Diri dengan Kecemasan Dalam komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Psikologi dan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi Sarjana. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

11 Baca lebih lajut

pertemuan 11 rewarding dan reinforcing

pertemuan 11 rewarding dan reinforcing

MATERI KOMUNIKASI INTERPERSONAL  Definisi, tujuan, manfaat, elemen, hakikat, hambatan komunikasi interpersonal  Sistem komunikasi interpersonal: persepsi interpersonal, konsep di[r]

9 Baca lebih lajut

PENUTUP HUBUNGAN KUALITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN RELASI ANTARA CUSTOMER SERVICE OFFICER DAN PELANGGAN MAL MALIOBORO YOGYAKARTA.

PENUTUP HUBUNGAN KUALITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN RELASI ANTARA CUSTOMER SERVICE OFFICER DAN PELANGGAN MAL MALIOBORO YOGYAKARTA.

Suatu perusahaan yang menyediakan pelayanan jasa untuk maysarakat umu harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya sehingga tercipta hubungan yang baik antara perusahaan dengan pelanggannya. Customer service officer menjadi ujung tombak perusahaan dalam melayani pelanggan. Pelayanan yang baik bisa diwujudkan dengan kualitas komunikasi interpersonal antara customer service officer dengan pelanggannya. Dalam penelitian ini pelanggan Mal Malioboro adalah pemegang member PC Card. Agar fasilitas dan fungsi PC Card bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pelanggan, maka harus ada penyampaian informasi dengan baik dan jelas. Kualitas komunikasi interpersonal yang baik antara customer service officer dengan pelanggan akan menciptkana kepuasan relasi. Hubungan ini semakin kuat bila ada reward atau ganjaran yang menguatkan hubungan tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...