Top PDF PENDAHULUAN Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

PENDAHULUAN  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

PENDAHULUAN Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Di negara berkembang seperti Indonesia sebanyak 6 juta anak meninggal setiap tahunya (Sukardi & Iskandar 2015). Menurut United Nations Interternasional Children’s Fund (UNITED) perkirakan bahwa setiap 30 detik ada anak yang meninggal karena diare (Widyatama et al 2007). Sekitar 70- 80% dari penyakit diare terjadi pada anak-anak terutama di bawah lima tahun (Maulida et al 2013).

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toro

Segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan”. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini terutama kepada:

12 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari uju Statistik Chi squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal. Hasil uju statistikChi Squaer memperoleh nilai p = 0,001 dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) dengan kejadian Diare pada balita di Desa Marindal

2 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat ALLAH Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan KTI ini dengan judul “Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang”.

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

HUBUNGAN PERILAKU IBU TERHADAP HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabu

pertahanan tubuh (sistem imun) anak yang kuat, menimbang balita secara rutin setiap satu bulan sekali, jumlah bakteri patogen yang masuk tidak adekuat untuk menyebabkan kejadian diare dan kebiasaan ibu mencuci tangan dengan menggunakan sabun, pemberian ASI ekslusif bagi bayi yang di lakukan hampir seluruh ibu di wilayah puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan hal ini di buktikan dengan hasil penelitian yang menunjukan bahwa dari 50 responden yang terlibat dalam penelitian ini hanya 3 anak yang tidak memberikan ASI Ekslusif sedangkan untuk faktor lingkungan penggunaan air bersih dan jamban keluarga. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang di lakukan Sucipto (2002) yang menyatakan di kesimpulanya terdapat hubungan antara perilaku ibu terhadap hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini berbeda sangat jelas karena penelitian yang di lakukan Sucipto (2012) hanya menggunakan 3 indikator yaitu penggunaan air bersih dan sehat, penggunaan jamban keluarga yang bersih dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Pada Penelitian ini yang di lakukan menggunakan 5 indikator yaitu Pemberian ASI Ekslusif, Menggunakan air bersih dan sehat, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, Penggunaan jamban yang bersih dan sehat dan yang terakhir yaitu penggelolaan sampah. Secara keseluruhan Perilaku ibu terhadap hidup bersih dan sehat (PHBS) ada kaitanya dengan kejadian diare apabila penerapan PHBS tidak di lakukan dengan baik, dan insiden kejadian diare akan berturun apabila di dalam kelurga menerapkan PHBS dengan baik.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Nama saya Dewi Harahap, sedang menjalani pendidikan di program D- IV Bidan pendidik Fakultas Keperawatan USU.Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “ Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Hidup Bersih Dan sehat ( PHBS) Terhadap Kejadian Diare Pada Balita

5 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA IBU DENGAN KEJADIAN DIARE BALITA UMUR 2-5 TAHUN DI DUSUN SEMBUNGAN BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dengan Kejadian Diare

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA IBU DENGAN KEJADIAN DIARE BALITA UMUR 2-5 TAHUN DI DUSUN SEMBUNGAN BANGUNJIWO KASIHAN BANTUL TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dengan Kejadian Diare

Dari hasil penelitian yang dilakukan PHBS pada ibu memiliki perilaku positif mayoritas berpendidikan SMA sehingga lebih cepat menerima informasi atau pesan-pesan kesehatan yang mengubah pemikiran dan persepsi mereka untuk meningkatkan derajat kesehatan yang lebih baik sehingga dapat mempengaruhi perilaku akan pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap serta peran ibu dalam perilaku.

13 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Diare adalah pengeluaran feses yang tidak nomal dan cair. Atau buang air besar yang tidak normal dan berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Bisa di artikan diare adalah sebuah penyakit dimana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cairan yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. kematian balita, dan juga membunuh lebih dari normal frekuensi buang air besar pada bayi usia 0- 6 bulan adalah 1- 7 kali atau bahkan hanya 1 - 2 kali dalam sehari. Bayi usia 0 -6 bulan (Non Asi) adalah sehari 3 - 4 kali atau sampai hanya 1 - 2 kali dalam sehari. Usia di atas 6 bulan Biasanya 3- 4 kali dalam sehari sama seperti orang dewasa. jika frekuensi orang BAB bayi masih dalam rentang di atas berarti normal dengan catatan tidak di sertai penurunan berat badan atau gejala lain. Oleh karena itu, Penyakit diare biasanya berlangsung beberapa hari, dan akan hilang tanpa pengobatan. Akan tetapi adapula penyakit diare yang berlangsung selama berminggu 2,atau lebih. Atas dasar itulah penyakit diare digolongkan menjadi diare akut dan diare kronis (Nanny, 2011)
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada balita usia 1 – 5 tahun di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang tahun 2015?

5 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan.

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Diare Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan.

Studi mortalitas dan riset kesehatan dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia. Diare dapat dicegah bila masyarakatnya dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program peningkatan PHBS yang mengacu pada paradigma sehat diperkenalkan oleh Departemen Kesehatan pada tahun 2009 (Depkes RI, 2009b). Data kesehatan per kabupaten Dinas Kesehatan Jawa Tengah (2013) didapatkan bahwa Kota Surakarta memiliki cakupan rumah tangga ber PHBS 92,00 % lebih rendah dibanding Karanganyar 92,50 %.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek, Jakarta : Rineka Cipta Arikunto, 2007.. Pedoman pelaksanaan p;rogram P2 Diare.[r]

1 Baca lebih lajut

DAFTAR  PUSTAKA  Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Perilaku Ibu Terhadap Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Boloh Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.

Dewi, D. 2012. Pengaruh Kelompok Pendukung (KP) Ibu Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Dalam Pemberian ASI Dan MP, ASI, Serta Status Gizi Balita 6-24 Bulan. Tesis Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjanah Fakultas Kedokteran Universitan Gajah Mada Jogjakarta.

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH   TANGGA  DENGAN   KEJADIAN  DIARE   HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 menyatakan bahwa diare penyebab nomor satu kematian balita di dunia, dan UNICEF melaporkan setiap detik satu anak meninggal karena diare. Hal ini banyak terjadi di negara- negara berkembang seperti Indonesia karena buruknya perilaku higiene perorangan dan sanitasi masyarakat yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat sosial, ekonomi dan pendidikan. Pada bulan Oktober 2010 kejadian diare di dusun Grobogan Desa Musuk meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kejadian diare di dukuh Grobogan terjadi pada semua umur, tetapi paling banyak menyerang umur 14 tahun sampai 24 tahun. Hasil observasi awal di dusun Grobogan desa Musuk, menunjukkan terdapat beberapa masyarakat yang memiliki perilaku PHBS yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian diare pada masyarakat di dusun Grobogan desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Sragen. Metode penelitian ini merupakan penelitian correlational dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga yang tinggal di Dusun Grobogan, Desa Musuk wilayah kerja Puskesmas Sambirejo Kabupaten Sragen. Sampel penelitian sejumlah 98 masyarakat dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian adalah checklist perilaku dan kuesioner kejadian diare. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku PHBS responden sebagian besar adalah cukup baik, (2) sebagian besar penduduk di Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen adalah tidak terjadi diare, dan (3) ada hubungan antara perilaku PHBS dengan kejadian diare di Dusun Grobogan, Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Hubungan Pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Marindal Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Survai awal 30 desember 2014 di dinas kesehatan provinsi Sumatera utara angka kematian yang di akibatkan oleh diare pada balita dari keseluruhan Kabupaten dan Kecamatan 200 – 320 per 1000 penduduk (Dinkes, 2012) faktor – faktor yang meningkatkan resiko terjadinya diare adalah pngetahuan dan perilaku, lingkungan, praktik penyapihan yang buruk, dan malnutrisi. Diare dapat menyebar melalui praktik – praktik yang tidak higienis seperti penyiapan makanan dengan tangan yang belum dicuci, setelah buang air besar atau membersihkan tinja seorang anak serta memberikan seorang anak bermain di daerah mana ada tinja yang terkontaminasi bakteri penyebab diare (Depkes, 2010)
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

PENDAHULUAN HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI DUSUN GROBOGAN DESA MUSUK WILAYAH PUSKESMAS SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN.

Sesuai dengan paradigma sehat ditetapkan Visi Indonesia Sehat 2025 dimana masyarakat diharapkan memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu dan juga memperoleh jaminan kesehatan, yaitu masyarakat mendapatkan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya. Pelayanan kesehatan bermutu yang dimaksud adalah pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat dan bencana, pelayanan kesehatan yang memenuhi kebutuhan masyarakat serta diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika profesi. Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan dan perilaku hidup sehat, serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, maka akan dapat dicapai derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang setinggi-tingginya. (Depkes, RI, 2010).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti tentang kasus diare dan PHBS, didapat data bahwa angka tertinggi kesakitan yang diakibatkan oleh diare di Jember adalah wilayah kerja Puskesmas Sumbersari, yaitu 2990 jiwa dari semua umur (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2011). Penderita diare pada usia bayi yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari pada bulan Januari-April 2012 mencapai 105 jiwa. Kelurahan Antirogo merupakan kelurahan yang memiliki persentasi kasus terbanyak antara kejadian diare dengan jumlah bayi daripada kelurahan lain di wilayah Puskesmas Sumbersari, yaitu sebanyak 13%. Data tersebut didapat dari data di Puskesmas Pembantu Kelurahan Antirogo tentang ibu yang memeriksakan bayinya. Kelurahan Antirogo juga merupakan kelurahan yang masih belum mencapai target dalam PHBS rumah tangga yaitu pada pemberian ASI eksklusif dan jamban sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang pemberian ASI eksklusif hanya mencapai 60%, sedangkan untuk penggunaan jamban sehat hanya 67%. Indikator PHBS tatanan rumah tangga untuk cuci tangan dan penggunaan air bersih sudah mencapai target.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN  SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12 Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

Pendahuluan : Prevalensi kejadian diare pada kelompok umur balita di Jawa Tengah sebanyak 5,4%. Prevalensi kejadian diare pada balita 12-24 bulan di Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar dari bulan Oktober 2014- Januari 2015 sebanyak 22%. Diare pada balita salah satunya disebabkan beberapa faktor yaitu status gizi kurang dan PHBS yang kurang baik.

18 Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penyakit Berbasis Lingkungan pada Anak Usia 6-12 Tahun Korban Erupsi Gunung Sinabung di Posko Pengungsian Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017

Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penyakit Berbasis Lingkungan pada Anak Usia 6-12 Tahun Korban Erupsi Gunung Sinabung di Posko Pengungsian Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017

Nilton, dkk, 2008. Faktor-Faktor Sanitasi Yang Berpengaruh Terhadap Timbulnya Penyakit Diare Di Desa Klopo Sepuluh Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Laporan Penelitian Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Uniwijaya Kusuma, Surabaya

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dan Perilaku Ibu Mencuci Tangan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucangsawit Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dan Perilaku Ibu Mencuci Tangan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pucangsawit Surakarta.

Diare dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah keadaan lingkungan dan perilaku masyarakat (Widoyono, 2008). Pengetahuan merupakan domain yang penting untuk terbentuknya perilaku seseorang dimasyarakat (Wawan, 2010). Menurut penelitian Eralita (2011), pengetahuan ibu mempunyai hubungan yang bermakna secara statistik dengan diare akut pada balita di Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya dan ibu yang berpengetahuan rendah memiliki risiko 3,458 kali lebih besar terkena diare dibanding balita yang memiliki ibu berpengetahuan baik.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA  Hubungan asupan energi, protein dan perilaku hidup Bersih dan sehat (phbs) dengan kejadian pneumonia Pada balita di puskesmas tawangsari Kabupaten sukoha

HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA Hubungan asupan energi, protein dan perilaku hidup Bersih dan sehat (phbs) dengan kejadian pneumonia Pada balita di puskesmas tawangsari Kabupaten sukoha

MetodePenelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan crossectional. Sampel yang digunakan adalah balita usia 1-5 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik consequtive sampling, dengan menggunakan uji hubungan Chi-Square. Kejadian Pneumonia di ukur menggunkan ARY timer. Asupan Energi dan asupan protein diperoleh dengan wawancara menggunakan metote recall 24 jam selama 3 hari tidak berturut-turut dan PHBS diperoleh dengan cara pengisian kuesioner.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...