Top PDF PENDAHULUAN Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2013/2014.

PENDAHULUAN Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2013/2014.

PENDAHULUAN Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2013/2014.

Pendidikan digunakan sebagai tolak ukur untuk mengukur kualitas kemajuan suatu bangsa tersebut. Dalam kemajuan suatu bangsa perlu mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pada zaman grobal sekarang ini, di mana arus informasi terus meningkat dan tidak mungkin dibendung, apalagi dengan adanya internet, memberikan implikasi terhadap proses belajar, baik dari segi penyediaan dalam sumber belajar maupun cara membelajarkan mahasiswa. Oleh karena itu, pendidikan harus menunjukan sikap tanggap terhadap perubahan zaman. Pendidikan indonesia sebagai perwujudan sikap tanggap dalam perkembangan zaman, sehingga dapat menghasilkan output yang siap menghadapi perkembangan zaman saat ini. Karena pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dimana pendidikan adalah segala hidup yang mempengaruhi pertumbuhan suatu individu, sehingga pendidikan menjadi suatu yang mutlak ada bagi individu dan harus di penuhi untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SIKAP  BELAJAR  MAHASISWA  DITINJAU  DARI  KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN   Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Ak

SIKAP BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Ak

Penelitian ini dilalukan terhadap Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) pendidikan akuntansi fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiyah surakarta angkatan 2013/2014 berjumlah 77 mahasiswa. Menurut Sugiyono ( 2010 : 116) “Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Sampel dalam penelitian ini menggunakan taraf kesalahan 5%. Dari penelitian ini memiliki populasi sebanyak 77 mahasiswa, dengan taraf kesalahan 5% maka sampel dari penelitian ini sebanyak 62 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling kuota. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Varibel terikatnya yaitu sikap belajar mahasiswa (Y) sedangkan variabel bebasnya yaitu keaktifan berorganisasi (X 1 ) dan kemandirian belajar
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Kreativitas Belajar Dan Lingkungan Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Akuntansi Perbankan Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2012.

PENDAHULUAN Pengaruh Kreativitas Belajar Dan Lingkungan Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Akuntansi Perbankan Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2012.

Sikap kreatif harus ada pada diri seseorang yang ingin mempunyai kemandirian dalam proses pembelajaran, dengan mempunyai kreativitas maka seseorang itu dapat mengembangkan ide-ide yang dimiliki sehingga mahasiswa tidak hanya menerima apa saja yang dimiliki oleh dosen tetapi dapat memberikan sumbangan yang sifatnya membangun. Menurut Munandar (2009:25),” Kreativitas sebagai kemampuan unt uk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan baru antara unsur yang sudah ada sebelumnya”.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hasil Belajar Kewirausahaan Ditinjau Dari Cara Mengajar Dosen Dan Minat Berwirausaha Mahasiswa Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan Tahun 2013.

PENDAHULUAN Hasil Belajar Kewirausahaan Ditinjau Dari Cara Mengajar Dosen Dan Minat Berwirausaha Mahasiswa Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan Tahun 2013.

mahasiswa itu sendiri, dan terbagi menjadi dua, yaitu: faktor fisiologis dan psikologi. Contoh dari faktor fisiologis, yaitu: keadaan fisik, sedangkan faktor psikologis contohnya yaitu: intelegensi, bakat khusus, minat dan perhatian, keadaan emosi serta disiplin. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari dari luar diri mahasiswa itu sendiri, terbagi menjadi dua, yaitu: faktor sosial dan faktor non sosial. Contoh dari faktor sosial: manusia (sesama manusia) baik manusia itu ada (hadir) maupun kehadirannya itu dapat disimpulkan, jadi tidak langsung hadir, sedangkan contoh faktor non sosial: keadaan udara, suhu, cuaca, waktu, tempat, alat-alat yang dipakai untuk belajar, alat-alat pelajaran, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  HASIL BELAJAR PRAKTIK AKUNTANSI III DITINJAU DARI PEMAHAMAN TENTANG PERBANKAN DAN KEAKTIFAN BELAJAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2012 / 201

PENDAHULUAN HASIL BELAJAR PRAKTIK AKUNTANSI III DITINJAU DARI PEMAHAMAN TENTANG PERBANKAN DAN KEAKTIFAN BELAJAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2012 / 201

Kualitas mutu pendidikan yang tinggi dapat dicapai apabila menerapkan proses pembelajaran yang baik dengan efektif dan efisien. Mahasiswa yang dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan berkonsentrasi penuh, hal tersebut dapat mendukung mahasiswa memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Zaman sekarang perkembangan ilmu dan teknologi serta sosial budaya yang berlangsung dengan cepat telah memberikan tantangan kepada setiap individu. Adanya perkembangan tersebut memudahkan mahasiswa dalam mengasah kemampuan diri untuk meningkatkan hasil belajar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Lingkungan Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011.

PENDAHULUAN Pengaruh Lingkungan Belajar Dan Kreativitas Belajar Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2011.

tahun dikategorikan sebagai individu dewasa. Perilaku belajar selayaknya bukan karena tuntutan akademik, tetapi kebutuhan untuk mengembangkan diri. Bagi mahasiswa, kemandirian belajar merupakan keniscayaan. Menurut Mudjiman (2007:1), “kemandirian belajar adalah kegiatan belajar aktif yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang dimiliki, baik dalam menetapkan waktu belajar, tempat belajar, irama belajar, tempo belajar, cara belajar maupun evaluasi belajar yang dilakukan oleh pembelajar sendiri”.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Hasil Belajar Komputer Akuntansi Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Dan Pemahaman Dasar Akuntansi Keuangan Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2011/2012.

PENDAHULUAN Hasil Belajar Komputer Akuntansi Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Dan Pemahaman Dasar Akuntansi Keuangan Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2011/2012.

Hasil belajar yang baik dan memuaskan itu tidak mudah diperoleh. Seorang mahasiswa harus dengan mandiri dalam belajar dan memahami keseluruhan materi yang didapat agar tercapainya suatu hasil yang memuaskan. Kemandirian belajar merupakan suatu sikap yang harus dimiliki mahasiswa agar tidak tergantung pada orang lain, hal ini supaya setiap mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan pada diri yang tinggi. Jadi, mahasiswa dapat meyakini kemampuan sendiri terutama pada hal pendidikan.

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Berwirausaha Ditinjau Dari Kemandirian Dan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2011/2012.

PENDAHULUAN Upaya Berwirausaha Ditinjau Dari Kemandirian Dan Orientasi Masa Depan Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2011/2012.

Banyaknya pengangguran terdidik yang ada di Indonesia seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi para mahasiswa yang masih mengenyam dunia perkuliahan karena setelah mahasiswa lulus dari Perguruan Tinggi, maka mereka akan dihadapkan pada kondisi dimana harus bersaing dalam mencari pekerjaan. Mahasiswa diharapkan mampu mengubah pola pikir mereka sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat berperan aktif dalam mengurangi angka pengangguran dan turut serta memberikan sumbangan terhadap perkembangan perekonomian Indonesia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Prestasi Belajar Akuntansi Perbankan Ditinjau Dari Sarana Belajar Dan Lingkungan Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2010/2011.

PENDAHULUAN Prestasi Belajar Akuntansi Perbankan Ditinjau Dari Sarana Belajar Dan Lingkungan Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2010/2011.

Untuk menunjang prestasi mahasiswa perlu didukung dengan adanya sarana yang baik. Sarana merupakan fasilitas penunjang proses belajar, dengan sarana yang terpenuhi dan lengkap maka semangat belajar akan bertambah. Begitu pula sebaliknya apabila sarana tersebut tidak terpenuhi maka semangat belajar akan berkurang. Sarana belajar akan berfungsi dan berdaya guna apabila siswa dapat menggunakan dan memanfaatkannya dengan baik. Salah satu fungsi fasilitas belajar adalah untuk menunjang dan menggalakkan kegiatan program agar semua kegiatan tersebut dapat berjalan efisien. Sarana yang baik, sumber-sumber belajar seolah-olah memiliki kekuatan, sehingga peralatan dapat berdaya guna dan dapat menambah kedisiplinan dalam belajar. Selain sarana belajar, lingkungan belajar menjadi salah satu faktor penting dimana mahasiswa tumbuh dan berkembang di lingkungan tersebut. Pendidikan sebagai usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu potensi dan kemampuan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga orang tua, sekolah dan masyarakat. Seperti yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara dalam buku Munib (2004:76) lingkungan belajar mencakup: 1) lingkungan keluarga, 2) lingkungan sekolah, dan 3) lingkungan masyarakat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Kemandirian Belajar Dan Keadaan Ekonomi Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Pendidikan Pada Mahasiswa Pendidikanakuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2012/2013.

PENDAHULUAN Pengaruh Kemandirian Belajar Dan Keadaan Ekonomi Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Pendidikan Pada Mahasiswa Pendidikanakuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2012/2013.

Belajar merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh seseorang dalam menempus satu jenjang pendidikan. Menurut Djamarah (2011:13) menyatakan bahwa ”Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memeproleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.” Kegiatan belajar senantiasa dilakukan dengan melibatkan dua unsure, yaitu jiwa dan raga. Keberadaan jiwa dan raga tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain.

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan Menengah 2 Ditinjau Dari Minat Belajar Dan Keaktifan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2010/2011.

PENDAHULUAN Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan Menengah 2 Ditinjau Dari Minat Belajar Dan Keaktifan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2010/2011.

Untuk menunjang prestasi belajar seorang mahasiswa perlu didukung dengan adanya minat belajar yang tumbuh dari dalam diri mahasiswa tersebut. Minat belajar bisa tumbuh tergantung dengan diri mahasiswa itu sendiri, apakah dapat mengalihkan faktor pengganggu. Faktor pengganggu dapat berasal dari kelelahan fisik maupun mental, materi yang sulit, faktor dosen, lingkungan keluarga, dan teman. Faktor tersebut apabila dapat diatasi maka mahasiswa akan memiliki minat belajar yang tinggi dan prestasi mahasiswa akan menjadi lebih baik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MINAT BERWIRAUSAHA DITINJAU DARI KEPRIBADIAN DAN LINGKUNGAN KELUARGA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN  Minat Berwirausaha Ditinjau Dari Kepribadian Dan Lingkungan Keluarga Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muha

MINAT BERWIRAUSAHA DITINJAU DARI KEPRIBADIAN DAN LINGKUNGAN KELUARGA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN Minat Berwirausaha Ditinjau Dari Kepribadian Dan Lingkungan Keluarga Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muha

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan penarikan kesimpulan melalui metode statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2013/2014 yang berjumlah 182 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 123 mahasiswa menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Angket terlebih dahulu diuji cobakan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya. Uji prasyarat analisis berupa uji normalitas, linieritas dan multikolinieritas, untuk teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, koefisien determinasi serta sumbangan relatif dan efektif.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Gaya Belajar Dalam Perspektif Motivasi Dan Kreativitas Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Gaya Belajar Dalam Perspektif Motivasi Dan Kreativitas Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2015 Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Gaya belajar merupakan cara termudah yang dimiliki individu dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi yang diterima. Setiap mahasiswa memiliki gaya belajar yang berbeda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya, namun diharapkan setiap mahasiswa dapat memahami dan dapat memanfaatkan gaya belajar yang mereka miliki. Menurut De Porter dan Hernacki (2013:113) “gaya belajar ada tiga tipe yaitu tipe visual, tipe auditorial dan tipe kinestetik”. Namun kebanyakan mahasiswa menggunakan ketiga tipe gaya belajar tersebut dalam proses pembelajaran, dengan memanfaatkan ketiga tipe gaya belajar tersebut mahasiswa akan lebih optimal dalam belajar, dan tidak bisa dipungkiri setiap manusia akan lebih mudah mencerna informasi ketika belajar sambil melihat (visual), mendengarkan (auditorial) serta langung dengan mempraktekkannya (kinestetik). Seperti yang diungkapkan De Porter dan Hernacki (2013:124) “mengenai identifikasi V -A-K, tidak setiap orang harus masuk ke dalam salah satu klasifikasinya”. Gaya belajar seseorang dipengaruhi oleh faktor emosional, sedangkan faktor emosional tersebut dipengaruhi oleh kecerdasan intelektual, motivasi, minat, sikap, dan bakat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HASIL BELAJAR MYOB (MIND YOUR OWN BUSINESS) DITINJAU DARI PEMAHAMAN PENGANTAR AKUNTANSI DAN BAHASA INGGRIS   Hasil Belajar Myob (Mind Your Own Business) Ditinjau Dari Pemahaman Pengantar Akuntansi Dan Bahasa Inggris Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fak

HASIL BELAJAR MYOB (MIND YOUR OWN BUSINESS) DITINJAU DARI PEMAHAMAN PENGANTAR AKUNTANSI DAN BAHASA INGGRIS Hasil Belajar Myob (Mind Your Own Business) Ditinjau Dari Pemahaman Pengantar Akuntansi Dan Bahasa Inggris Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fak

Hasil Belajar MYOB dapat diketahui dari pengukuran dan penilaian usaha belajar yang diperoleh oleh mahasiswa sebagai bukti keberhasilan setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu dalam waktu tertentu. Pada kenyataanya tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar dalam memahami mata kuliah Komputer Akuntansi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada beberapa mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2012/2013 pada tanggal 27 April 2016 Hal ini ditunjukkan masih ada mahasiswa yang memperoleh hasil belajar yang kurang optimal/kurang memuaskan yaitu sebesar 45%, yang menjadi kendala/kesulitan belajar yaitu materi MYOB berhubungan dengan dasar akuntansi sehingga membutuhkan pemahaman dan menuntut ketelitian, ketertinggalan karena tidak fokus (kurangnya perhatian) dalam materi yang disampaikan dosen, kurang memahami bahasa Inggris, gaya mengajar dosen, dan mengingat mata kuliah Komputer Akuntansi hanya berlangsung selama satu jam pembelajaran (50 menit), masalah inilah yang sering menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Kendala keterbatasan waktu menyebabkan waktu belajar kurang efektif.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Komparasi Keaktifan Dan Hasil Belajar Akuntansi Pengendalian Biaya Antara Lulusan SMK Dengan SMA Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun Angkatan 2013/2014.

PENDAHULUAN Komparasi Keaktifan Dan Hasil Belajar Akuntansi Pengendalian Biaya Antara Lulusan SMK Dengan SMA Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun Angkatan 2013/2014.

Pendidikan yang berdasar kepada Pancasila dan UUD 1945 ditujukan untuk meningkatkan kecerdasan, harkat dan martabat bangsa Indonesia. Sarjono dalam Yetty Sarjono (2013: 24) “Pendidikan harus memainkan peran dan fungsinya, yaitu mencerdaskan warga masyarakat, karena sebagai kunci terpenting dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam membangun kehidupan”. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang dirumuskan dalam Undang- Undang RI Nomor 20 tahun 2012 Pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa:
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

SIKAP  BELAJAR  MAHASISWA  DITINJAU  DARI  KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN   Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Ak

SIKAP BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN Sikap Belajar Mahasiswa Ditinjau Dari Keaktifan Berorganisasi Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Ak

Skripsi ini disusun guna memenuhi persyaratan dalam mendapatkan gelar sarjana pendidikan S-1 pada program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dari pihak lain, sehingga dalam kesempatan ini penulis tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kasih kepada : 1. Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hasil Belajar Akuntansi Perbankan Ditinjau Dari Keaktifan Belajar Dan Kemandirian Belajar Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun Angkatan 2011/2012.

PENDAHULUAN Hasil Belajar Akuntansi Perbankan Ditinjau Dari Keaktifan Belajar Dan Kemandirian Belajar Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun Angkatan 2011/2012.

Pendidikan merupakan sarana yang dapat menunjang masa depan menjadi lebih baik. Dalam hidup manusia pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dimana saja atau pada berbagai tempat, baik itu dirumah, sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa manusia harus selalu berkembang sepanjang masa hidupnya. Pendidikan tidak harus diterima hanya pada saat sekolah saja melainkan dapat diperoleh dari berbagai segi tempat dan waktu.

9 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Kontribusi Frekuensi Belajar Dan Keaktifan Berorganisasi Terhadap Kesulitan Belajar Akuntansi Perpajakan Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2012/2013.

BAB 1 PENDAHULUAN Kontribusi Frekuensi Belajar Dan Keaktifan Berorganisasi Terhadap Kesulitan Belajar Akuntansi Perpajakan Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2012/2013.

Pendidikan Indonesia diupayakan untuk tanggap terhadap perubahan zaman, oleh karena itu pendidikan merupakan sesuatu yang mutlak ada dan harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hal ini sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 (2003:30) menyebutkan bahwa:

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Prestasi Belajar Dasar Akuntansi Keuangan 1 Ditinjau Dari Strategi Mengajar Dosen Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2014.

PENDAHULUAN Prestasi Belajar Dasar Akuntansi Keuangan 1 Ditinjau Dari Strategi Mengajar Dosen Dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2014.

Selain belajar mengajar faktor yang menentukan keberhasilan prestasi belajar adalah kemandirian belajar mahasiswa. Kemandirian belajar merupakan suatu kemauan yang mendorong mahasiswa agar berinisiatif, aktif mandiri dan disiplin dalam proses belajar. Menurut Nurhayati (2011: 138), ”Kemandirian belajar didefinisikan sebagai suatu situasi di mana pembelajar bertanggungjawab penuh mengambil keputusan dan menerapkannya dalam pembelajaran”. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kunci keberhasilan prestasi belajar sangat tergantung dari kemampuan dan sikap individu mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa yang memiliki sikap mandiri akan dapat memecahkan masalah secara maksimal dan tidak tergantung kepada orang lain. Sedangkan dalam realita sehari-hari banyak mahasiswa yang belum mandiri dan menghalalkan segala cara untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen. Misalnya masih ada beberapa mahasiswa yang masih mengandalkan contekan dari teman, menyalin jawaban pekerjaan rumah, mengerjakan pekerjaan rumah di kampus bahkan ada yang sama sekali tidak mengerjakan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Artikel Publikasi:  Kontribusi Frekuensi Belajar Dan Keaktifan Berorganisasi Terhadap Kesulitan Belajar Akuntansi Perpajakan Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2012/2013.

Artikel Publikasi: Kontribusi Frekuensi Belajar Dan Keaktifan Berorganisasi Terhadap Kesulitan Belajar Akuntansi Perpajakan Pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2012/2013.

mahasiswa aktif dalam kegiatan organisasi, akan memperoleh manfaat sebagai berikut: Memperluas pergaulan; meningkatkan wawasan; meningkatkan kemampuan berkomunikasi; melatih leadership; dan ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Menurut Davis dan Newstroom dalam Taufan (2011:30), aspek-aspek keaktifan berorganisasi adalah: Kedisiplinan dalam organisasi, tanggungjawab dalam memperoleh amanah, berpendapat dalam organisasi, dan keterlibatan dalam pelaksanaan kegiatan.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...