Top PDF BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Masalah - Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Masalah - Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Masalah - Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

selalu disalahkan (blaming the victim) dan bersikap pasif, serta menjalankan fungsi sebagai pengkonsumsi barang atau jasa dan sebagai alat pembujuk. Melalui penggambaran tersebut, Fry (1993) menuturkan bahwa, kaum wanita telah mengalami kekerasan dan penindasan yang dilakukan oleh suatu jaringan kekuasaan dalam berbagai bentuk, misalnya berupa diskriminasi kerja, diskriminasi upah, pelecehan seksual, pembatasan peran sosial sebagai wanita, istri dan ibu rumah tangga, dan sebagainya (dalam Sunarto, 2009:4).

9 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA - Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

BAB II KAJIAN PUSTAKA - Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu mengenai kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh Sadakita, Dosen Ilmu Komunikasi IISIP Jakarta (2010), menyimpulkan bahwa tayangan sinetron cenderung berisi kekerasan psikologis. Laki-laki dan perempuan cenderung berbeda melakukan bentuk kekerasan. Pelaku dan korban kekerasan cenderung perempuan yang berusia remaja dengan motif tidak sengaja. Penelitian ini didasarkan atas lima judul sinetron (Gua gak Takut Patah Hati, Sissy Ajah, Harum Namanya, dan Cinta Super Ketat (ditayangkan di SCTV) dan Sinetron Aisyah (ditayangkan di RCTI)). Dapat disimpulkan bahwa tayangan sinetron 46,50 % mengandung kekerasan dan 53,50 % tidak mengandung kekerasan. Bentuk kekerasan yang diperlihatkan sebagian besar (61,50%) adalah kekerasan psikologis dan selebihnya adalah bentuk kekerasan bukan fisik sebanyak 19,72 % serta kekerasan fisik sebanyak 18,78 %.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM SINETRON INDONESIA (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia) SKRIPSI Nia Lestari 100904060

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM SINETRON INDONESIA (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia) SKRIPSI Nia Lestari 100904060

This study discusses about violence against women in Indonesian soap operas. This study focuses on the qualitative research method with a descriptive approach. The analysis technique used in this study is Miles and Hubermans Interactive Analysis Model which consists of data reduction, data display and conclusion. Researchers are trying to identify the forms of violence against women are shown in Indonesian soap opera and wanted to know how the violent scenes in the soap opera put the position of women. As for the subject of study is five title of soap opera that are at a high rating based on AGB Nielsen Media Research that aired from March 20 to March 27, 2014.   Researchers took one episode of any soap opera title that contains the elements of the most dominant of violence against women.The soap opera that analyzed is Tukang Bubur Naik Haji The Series (RCTI) episode 1127, Pashmina Aisha (RCTI) episodes 22 & 23, Ayah Mengapa Aku Berbeda? (RCTI) episode 5, ABG Jadi Manten (SCTV) episode 19, and Diam Diam Suka (SCTV) episode 137. This study found that violence against women still a lot of shown in Indonesia soap opera, especially the soap operas that are at high rating. Violence that shown in the form physical violence, psychological violence and financial violence. But, psychological violence become the most dominant violence. The study also found that the position of women as actors violence and victim of violence are mostly shown than men.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

Penelitian ini membahas mengenai kekerasan terhadap perempuan dalam sinetron Indonesia. Penelitian ini memfokuskan pada metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Analisis Interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti berusaha untuk mengidentifikasi bentuk kekerasan terhadap perempuan yang ditunjukkan dalam sinetron Indonesia dan ingin mengetahui bagaimana adegan kekerasan di sinetron menempatkan posisi perempuan. Adapun yang menjadi subjek penelitian yaitu lima judul sinetron yang berada pada rating tinggi berdasarkan AGB Nielsen Media Research yang tayang mulai tanggal 20 Maret hingga 27 Maret 2014. Peneliti mengambil satu episode pada setiap judul sinetron yang mengandung unsur kekerasan terhadap perempuan yang paling dominan. Adapun sinetron yang diteliti adalah Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series (RCTI) episode 1127, Sinetron Pashmina Aisha (RCTI) episode 22 & 23, Sinetron Ayah Mengapa Aku Berbeda? (RCTI) episode 5, Sinetron ABG Jadi Manten (SCTV) episode 19, dan Sinetron Diam Diam Suka (SCTV) episode 137. Penelitian ini menemukan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih banyak ditampilkan dalam sinetron Indonesia, khususnya sinetron yang berada pada rating tinggi. Kekerasan yang ditampilkan berbentuk kekerasan fisik, kekerasan psikologis dan kekerasan finansial. Namun, kekerasan psikologis menjadi kekerasan yang paling dominan. Selain itu, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa posisi perempuan sebagai pelaku dan korban kekerasan lebih banyak ditunjukkan dibandingkan laki-laki.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Indonesia (Studi Deskriptif Kualitatif Kekerasan Perempuan dalam Sinetron Indonesia)

Kekerasan terhadap Perempuan dalam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series episode 1127 Dimensi Bentuk Keterangan Fisik  Mendorong korban  Menarik korban dengan paksa & men[r]

12 Baca lebih lajut

Pemaksaan Hubungan Seksual Suami Terhadap Istri (Telaah Undang-Undang No.23 Tahun 2004 dan Hukum Islam) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pemaksaan Hubungan Seksual Suami Terhadap Istri (Telaah Undang-Undang No.23 Tahun 2004 dan Hukum Islam) - Repositori UIN Alauddin Makassar

pada masalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam proses penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan partisipasi semua pihak, baik dalam bentuk sugesti, dan motivasi moril maupun materil. Karena itu kemudian, penulis berkewajiban untuk menyampaikan ucapan teristimewa dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga tercinta khususnya kepada kedua orang tua penulis Ayahanda Sirajuddin dan Ibunda Hj. Fatmawati. Ucapan yang tak terhingga saya ucapkan kepada Ayahanda yang sampai saat ini masih berada disampingku dengan susah dan jerih payahnya mengasuh dan mendidik serta memberikan materi yang tak henti- hentinya. Dan kepada Ibunda tersayang, yang selalu membantu dan menyemangati baik diwaktu kuliah dan diwaktu penyelesaian skripsi ini, dan kasih sayang yang luar biasa dari beliau. Dan kepada kakek Dg Tulung dan nenek Sarifa Dg Bollo, serta adinda Rostati dan Reski Pujianto yang telah banyak membantu. Dan tak lupa kepada seluruh keluarga besar tercinta yang selalu memberikan motivasi, bantuan moril dan materil serta do’a restu sejak awal mel aksanakan studi sampai selesai.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

20041000 Book Demi kebenaran pemetaan upaya Hilmar Rikardo

20041000 Book Demi kebenaran pemetaan upaya Hilmar Rikardo

Sebagaimana dengan rekonsiliasi, pemulihan juga berpotensi menjadi sumber konflik antar- korban, misalnya di dalam kasus pelaku menawarkan islah beserta kompensasi keuangan untuk “menyelesaikan” kasus yang bersangkutan. Kesulitan ekonomi (ditambah dengan rasa takut dan intimidasi) menyebabkan beberapa korban bersedia menerima tawaran tersebut, tanpa ada proses pengungkapan kebenaran. Untuk mencegah kejadian ini, beberapa organisasi korban seperti Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI), mengadakan kegiatan sosial ekonomi untuk memberdayakan korban dan memperkuatkan posisi tawar-menawarnya. Di tingkat lokal, beberapa organisasi korban yang bersifat informal atau sementara terbentuk untuk menangani hal-hal di seputar masalah pemulihan ekonomi. Di Jawa Tengah misalnya, bekas anggota Persatuan Buruh Minyak (PBM) yang dipecat pada tahun 1965-66 tanpa dibayar ganti rugi atau pensiun, menuntut haknya atas kompensasi dan pembayaran pensiun serta rehabilitasi nama baiknya. Organisasi guru juga pernah mengajukan tuntutan yang serupa kepada Kementerian Dalam Negeri, termasuk pengembalian tanah dan barang milik mereka.
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

Representasi Kekerasan Simbolik dalam Iklan Anak-anak | SURAYA | Jurnal Komunikator 203 537 1 PB

Representasi Kekerasan Simbolik dalam Iklan Anak-anak | SURAYA | Jurnal Komunikator 203 537 1 PB

Pada teks iklan anak-anak ditemukan adanya peneguhan sterotipi peran gender untuk perempuan dan pria. Karakter sosok perempuan dalam majalah anak-anak ini ditempatkan dalam peran sosial (social roles) sebagai istri dan ibu rumah tangga, mengasuh anak, mengawasi anak belajar dan melayani kebutuhan seluruh anggota keluarga. Posisi sosial (social position) yang dilakukan tokoh perempuan meliputi pekerjaan atau calon pekerjaan yang terkait dengan sekretaris, guru TK, penyanyi, pelukis, ataupun model. Sedangkan sifat personal (personal traits) yang dilekatkan pada para tokoh perempuan adalah lemah lembut, penolong, kasih sayang, sensi- tive, pemalu pintar, pemarah, pencemburu, peduli kecantikan dan penampilan, penuh perhatian, kreatif dan suka kompetisi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA.pdf

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA.pdf

Kekerasan yang dilakukan oleh suami terhadap istri disebut juga kekerasan domestik (domestic violence). Kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumah tangga juga disebut kekerasan keluarga. Sebenarnya kedua istilah tersebut mengandung arti yang tidak sama. Pengertian keluarga adalah adanya hubungan darah antara orang-orang dalam dalam rumah tangga sedangkan dalam pengertian rumah tangga adalah di dalam rumah tangga yang bersangkutan di samping antara anggota rumah tangga adanya hubungan darah ada juga orang lain di rumah tangga itu karena hubungan ekonomi. Oleh karena demikian rumah tangga mengandung lingkup yang lebih luas dibandingkan dengan lingkup keluarga.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM TAYAN

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM TAYAN

characters in Indonesian TV sinetron is mostly in the the form of psychological abuse, which involves both men and women as the abusers. In the case of polygamy that is often considered hurt leaving a strong psychological impact to women, there were three of fi ve sinetron that were used as the research data,i.e. Suci, Munajah Cinta, and Cinta Bunga. In spite of the attempt a man like the character Atar to be fair and just to his wives, women are often the victims. One main reason of confl icts and violence between women is their unwillingness to share their husband’s love with another woman. It is interesting to fi nd that, for the sake of a man’s love or worldly privileges, women characters are abused by other women as refl ected in those sinetron, with polygamy as the root of the violence. Two characters, Amelia and Wilda, for instance, plot a murder of their husbands’ other wife, respectively, in order to gain full control over the husband. Those events imply that polygamy has the potential to cause anxiety and violence to women.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Dampak Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga (Studi Deskriptif pada Korban KDRT di Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT) Kabupaten Situbondo)

Dampak Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga (Studi Deskriptif pada Korban KDRT di Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT) Kabupaten Situbondo)

Dampak Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga (Studi Deskriptif pada Korban KDRT di Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT) Kabupaten Situbondo); Ratna Dewi Anggraeni; 080910301020; 2013: 79 Halaman; Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.

17 Baca lebih lajut

Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Agustus 2017

Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Agustus 2017

EDISI 87 D A T A S O S I A L E K O N O M I AGUSTUS 2017 Data administrasi wisatawan mancanegara (wisman) Indonesia masih underestimate, karena terkendala kondisi geografis dan prasarana yang belum memadai untuk memantau seluruh pergerakan manusia di perbatasan darat dan laut Indonesia. Teknologi informasi, khususnya komunikasi seluler, mempunyai peluang besar untuk mengatasi hambatan tersebut. Seluruh pergerakan manusia yang mempunyai telepon seluler di perbatasan dapat diidentifikasi aktivitasnya dan asal negaranya. Sebuah nomor seluler asing yang masuk (roaming), bergerak di wilayah Indonesia dan di hari-hari berikutnya keluar dari wilayah Indonesia menunjukkan kunjungan wisman. Jumlah seluruh wisman yang melintas dikurangi pelintas batas yang tercatat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) merupakan aktivitas wisman yang underestimate. Mulai Oktober 2016, permasalahan ini dapat diatasi melalui pemanfaatan roaming komunikasi seluler tersebut. Cara ini belum mencakup orang asing: (1) roaming non telkomsel (2) yang masuk Indonesia tanpa menggunakan telepon seluler dan tidak tercatat di TPI
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

ANALISIS RESEPSI MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP ADEGAN BULLYING PADA SINETRON DEAR NATHAN THE SERIES TV RCTI SKRIPSI Studi Deskriptif Kualitatif Analisis Resepsi Adegan Bullying Pada Sinetron Dear Nathan The Series

ANALISIS RESEPSI MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP ADEGAN BULLYING PADA SINETRON DEAR NATHAN THE SERIES TV RCTI SKRIPSI Studi Deskriptif Kualitatif Analisis Resepsi Adegan Bullying Pada Sinetron Dear Nathan The Series

Selain itu seringkali, kepasrahan tampil secara ekstrim tanpa perjuangan atau usaha apapun, cukup berpasrah diri, kesuksesan hidup akandatang dengan sendirinya, Taubat bisa dilakukan secara instan, cukup dalam sekali langkah, seseorang akan langsung baik. Perempuan sering ditampilkan sebagai sumber masalah, baik secara personal maupun sosial.Islam direpresentasikan sebagai agama yang irasional dan penuh kegaiban.Warna negatif ini terus berlanjut hingga tahun 2009.Tercatat sejumlah sinetron religi seperti Muslimah dan Hareem disebut oleh banyak kalangan telah menodai citra Islam.Bahkan Majelis Ulama Indonesia melalui KPI telah menegur tayangan tersebut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

B.1h.Artikel Ilmiah Konseling Berperspektif Gender

B.1h.Artikel Ilmiah Konseling Berperspektif Gender

Kekuatan utama dalam konseling feminis adalam kesetaraan. Hubungan konseling merupakan proses kerja sama dengan konseli untuk aktif berpartisipasi dalam mengembalikan jati dirinya. Implikasi dari kesetaraan adalah bentuk kerja sama antara konselor dengan konseli untuk mendiskusikan masalah yang sedang dihadapinya. Agar mampu melakukan kerja sama diperlukan pendekatan dalam konteks humanistic melalui upaya mendengar dengan empatik, memberikan respon positif kepada konseli, terbangunnya hubungan saling menghargai dan membantu untuk membuka ketertutupan konseli. Pendekatan Rogerian menjadi salah satu sarana dalam membangun hubungan konselor-konseli tetapi pada dasarnya konseling yang dilandasi terapi feminis (feminist therapy) memerlukan berbagai pendekatan yang beragam untuk memfasilitasi konseli yang beragam pula.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

index.php view=article&catid=35 glossary&id=58 kekerasan terhadap perempuan&format=&option=com content&Itemid=102.

index.php view=article&catid=35 glossary&id=58 kekerasan terhadap perempuan&format=&option=com content&Itemid=102.

Kekerasan Terhadap Perempuan Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap tindakan yang melanggar, menghambat, meniadakan kenikmatan dan mengabaikan hak asasi perempuan.[r]

1 Baca lebih lajut

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: PERSPEKTIF PEMIKIRAN AGAMA DAN SOSIOLOGI

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: PERSPEKTIF PEMIKIRAN AGAMA DAN SOSIOLOGI

Dekonstruksi teks diperlukan untuk menemukan realitas yang ada di balik teks. Ketika fenomena kekerasan terhadap perempuan didasarkan oleh teks-teks keagamaan, maka tawaran dekontruksi menjadi perlu bukan saja untuk mengatasi kesesatan gramatikal, melainkan perlu untuk menyikapi kesesatan relevansi antara teks dengan kondisi zaman. Tujuannya baik episteme atau wacana, persoalan terhadap perempuan dapat berkembang secara seimbang, tidak didominasi oleh faktor waktu dan tempat. Dalam perspektif pemikiran agama, episteme dan wacana tersebut seharusnya tidak didominasi oleh penafsiran (manusia) masa lalu. Seorang boleh menafsirkannya sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang telah terjadi disekelilingnya. Agama dengan demikian akan mudah menjalankan doktrin utamanya dalam mengajarkan kebaikan sesama manusia.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH (1)

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH (1)

tamparan, pemukulan, pencekikkan, lemparan benda keras, penyiksaan menggunakan senjata, penyekapan, pengrusakan alat kelamin, penganiayaan dan pembunuhan); kekerasan psikologis yaitu perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, bentakan dan ancaman yang diberikan untuk memunculkan rasa takut; kekerasan seksual yaitu setiap perbuatan pemaksaan hubungan seksual dengan cara tidak wajar dan atau tidak disukai, pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial dan atau tujuan tertentu. Sementara itu, Aina Rumiyati Aziz menambahkan dua jenis kekerasan lagi yakni kekerasan ekonomi dan sosial. Kekerasan ekonomi terjadi apabila seseorang dalam situasi terlilit oleh persoalan ekonomi. Sedangkan, kekerasan sosial lebih dipengaruhi oleh pemahaman yang berlaku dalam suatu lingkungan khususnya tentang hubungan laki-laki dan perempuan. 1
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

DAMPAK KEKERASAN ANAK DALAM RUMAH TANGGA (Studi Deskriptif pada Korban KDRT di Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kabupaten Situbondo)

DAMPAK KEKERASAN ANAK DALAM RUMAH TANGGA (Studi Deskriptif pada Korban KDRT di Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kabupaten Situbondo)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, penulis mengetahui bentuk- bentuk kekerasan yang terjadi terhadap anak dalam rumah tangga, kekerasan fisik, kekerasan psikis maupun kekerasan anak secara sosial. Kedua, dampak kekerasan yang dialami anak berupa luka, memar, benjolan, rasa malu bertemu orang lain, mengasingkan diri dari lingkungan keluarga, dan renggannya hubungan antara pelaku kekerasan dengan anak yang menjadi korban kekerasan.

17 Baca lebih lajut

Kekerasan Dalam Sinetron Di Televisi ( Studi Analisis Isi Tentang Adegan Kekerasan Dalam Sinetron Anak Jalanan Eps 145 dan Eps 185 ).

Kekerasan Dalam Sinetron Di Televisi ( Studi Analisis Isi Tentang Adegan Kekerasan Dalam Sinetron Anak Jalanan Eps 145 dan Eps 185 ).

Berbagai tayangan televisi yang cenderungdisajikan hanya berdasarkan untuk mengejar rating semata,mulai dari acara reality show, kuis, talk show, program musik, dan yang paling digemari saat ini oleh banyak orang adalah tayangan sinetron. Tayangan sinetron kini didominasi oleh kisah-kisah percintaan, intrik-intrik rumah tangga dari keluarga elit, cerita laga, dan sejenisnya. Jika terus-terusan ditonton para remaja dan anak, hal ini akan membawa pengaruh yang buruk bagi perkembangan mereka. Sementara tayangan film yang khusus disajikan untuk para remaja dan anak-anak sering kali berisi adegan minim edukasi dan kekerasan. Dan imbasnya, sering kita dengar berita tentang seorang anak yang memukuli temannya sendiri, atau sekumpulan anak remaja yang suka tawuran antar sekolah. Sebagai contoh, di Serpong, Tangerang, siswa SD berkelahi dengan teman sekelasnya, ada juga siswa SD yang dikeroyok hingga tewas karena menonton adegan berkelahi di televisi (http://jabar.tribunnews.com).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

KEKERASAN DALAM MEDIA MASSA SEBAGAI CONTOH BENTUK PENDIDIKAN DISKRIMINATIF TERHADAP PEREMPUAN

KEKERASAN DALAM MEDIA MASSA SEBAGAI CONTOH BENTUK PENDIDIKAN DISKRIMINATIF TERHADAP PEREMPUAN

haknya pada suaminya juga menjadi berulangnya frekuensi kekerasan yang dilakukan suami kepada istrinya yaitu berupa perselingkuhan. Dan suami merasa selingkuh adalah hal wajar. Semstinya perselingkuhan merupakan kekerasan psikologis dan istri harus bebas dari kekerasan ini. Bias gender juga muncul ketika istri justru bertengakar dengan janda karena dianggap yang bersalah adalah janda. Semestinya si suami yang disalahkan dalam perselingkuhan ini. Ia tidak melaksankan kewajiban kepada istri malah memlih orang lain untuk ditanggugjawabi. Dari kasus ini maka dapat digambarkan kesimpulannya sebagaimana Bagan 2 berikut. Bagan 2. Kekerasan Berbasis Gender
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...