Top PDF BAB 1 PENDAHULUAN Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Perum Jasa Tirta I Dengan Menggunakan Konsep Balanced Scorecard.

BAB 1 PENDAHULUAN  Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Perum Jasa Tirta I Dengan Menggunakan Konsep Balanced Scorecard.

BAB 1 PENDAHULUAN Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Perum Jasa Tirta I Dengan Menggunakan Konsep Balanced Scorecard.

Profesionalisme dewasa ini sangat diharapkan baik dari sektor swasta maupun pemerintah. Dalam sektor pemerintah sendiri telah dibuat Undang- undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dimana penerapan anggaran berbasis prestasi kerja sehingga diperlukan sistem pengukuran kinerja yang baik. Banyak konsep dapat digunakan untuk mengukur kinerja suatu organisasi, diantaranya Six Sigma, Malcolm Baldridge National Quality Award (MBNQA), Balanced Scorecard (BSC) dan sebagainya (Wahyu Ari Antono, 2013).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KINERJA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA           PERUM JASA TIRTA I DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP  Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Perum Jasa Tirta I Dengan Menggunakan Konsep Balanced Scorecard.

KINERJA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA PERUM JASA TIRTA I DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Perum Jasa Tirta I Dengan Menggunakan Konsep Balanced Scorecard.

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT , yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga proposal tesis dengan judul “ KINERJA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA PERUM JASA TIRTA I DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP BALANCED SCORECARD ” ini dapat diselesaikan. Proposal ini disusun sebagai rencana penyusunan tesis guna memperoleh gelar dalam Ilmu Teknik Sipil Program Magister Teknik Sipil Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

13 Baca lebih lajut

KINERJA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA           PERUM JASA TIRTA I DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP  Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Perum Jasa Tirta I Dengan Menggunakan Konsep Balanced Scorecard.

KINERJA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PADA PERUM JASA TIRTA I DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Perum Jasa Tirta I Dengan Menggunakan Konsep Balanced Scorecard.

Perspektif pemilik kepentingan ini menekankan bagaimana cara agar stakeholder (PYB) dan pelanggan percaya dengan perusahaan. Sehingga tetap bekerja sama dengan perusahaan. Kepuasan pelanggan dapat menunjukkan posisi perusahaan dari penilaian stakeholder (PYB) dan pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat ditunjukkan melalui indikator pemenuhan jasa air dan ketanggapan terhadap keluhan. Keadaan lingkungan perlu dijaga dikarenakan berfungsi sebagai aset perusaahaan dalam pengelolaan air. Agar kualitas air yang dihasilkan tetap baik, diperlukan berbagai kegiatan pemeliharaan untuk prasarana pengairan. Penjabaran bidang kinerja kritis pemilik kepentingan akan dijelaskan melalui Tabel 4.7.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BALANCED SCORECARD KONSEP DAN IMPLEMENTA (1)

BALANCED SCORECARD KONSEP DAN IMPLEMENTA (1)

keuangan dan non keuangan, antara jangka pendek dan jangka panjang serta melibatkan faktor internal dan eksternal. Konsep ini lahir dari hasil pengamatan oleh penulis yang memberikan satu jawaban bahwa perusahaan yang berhasil didasarkan kepada keseimbangan 4 hal yaitu: keuangan, customer, proses bisnis/intern, dan pembelajaran- pertumbuhan. Dari pandangan akademis, Kaplan dan Norton bersama dengan sejumlah perusahaan melakukan eksperimen. Dari awal tahun ditetapkan pengamatan terhadap keberhasilan ataupun kinerja perusahaan, sampai diputuskan bahwa 4 perspektif itu memang dapat dijadikan ukuran keberhasilan perusahaan. Sampai sekarang, Kaplan dan Norton memiliki proyek bersama dengan sejumlah perusahaan untuk menentukan cara bagaimana perusahaan agar berhasil. Berdasarkan konsep balanced scorecard ini kinerja keuangan sebenarnya merupakan akibat atau hasil dari kinerja non keuangan (customer, proses bisnis, dan pembelajaran). Pekerjaan penulis ini tidak saja dalam rumusan seperti itu, akan tetapi sampai kepada upaya memasukkan sekumpulan perusahaan. Sampai sekarang pekerjaan ini masih berjalan, sehingga muncul perusahaan ataupun konsultan yang membuat program kepada sekumpulan perusahaan untuk mengikuti programnya. Dari hasil pengamatan diakui bahwa perusahaan–perusahaan yang berada di dalamnya mengalami kemajuan karena setiap pengmbilan kebijakan tetap mempertimbangkan perspektif tersebut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEROTO KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR  Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Kabupaten Ngawi Jawa Tmur Dengan Metode Balanced Scorecard (Pengukuran Kinerja menggunakan Metode B

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SOEROTO KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR Analisis Pengukuran Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soeroto Kabupaten Ngawi Jawa Tmur Dengan Metode Balanced Scorecard (Pengukuran Kinerja menggunakan Metode B

Daerah Dr. Soeroto Kabupaten Ngawi Jawa Tmur Dengan Metode Balanced Scorecard (Pengukuran Kinerja menggunakan Metode Balanced Scorecard dan Metode Standar Pengukuran Jasa Pelayanan Kesehatan) “. Penelitian ini disusun untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

Produk Hukum | Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum PP No.42 TH 2008

Produk Hukum | Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum PP No.42 TH 2008

4. Sumber daya air merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai sifat mengalir dan dinamis serta berinteraksi dengan sumber daya lain sehingga membentuk suatu sistem. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya air akan berdampak pada kondisi sumber daya lainnya dan sebaliknya Oleh karena itu, agar pengelolaan berbagai sumber daya tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat secara optimal, diperlukan suatu acuan pengelolaan terpadu antarinstansi dan antarwilayah, yaitu berupa pola pengelolaan sumber daya air. Penyusunan pola pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara terbuka melalui pelibatan berbagai pihak dan ditetapkan oleh pihak yang berwenang agar pola pengelolaan sumber daya air mengikat berbagai pihak yang berkepentingan.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

Analisis Pengukuran Kinerja Organisasi Berbasis Balanced Scorecard Pada Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kota Bogor

Analisis Pengukuran Kinerja Organisasi Berbasis Balanced Scorecard Pada Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kota Bogor

Menurut Moeheriono (2012), Indikator Kinerja Utama adalah sekumpulan indikator yang dianggap sebagai indikator kinerja kunci baik yang bersifat finansial maupun non finansial untuk melaksanakan operasional pada suatu organisasi. Balanced Scorecard harus menjelaskan strategi unit bisnis secara keseluruhan. Hal ini dilaksanakan dengan menggabungkan ukuran hasil atau Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan faktor pendorong kinerja melalui serangkaian hubungan sebab akibat. Ukuran hasil cenderung menjadi lagging indicator menjelaskan tujuan utama strategi dan merupakan upaya jangka pendek telah memberikan hasil yang diharapkan. Kemudian ukuran faktor pendorong kinerja merupakan leading indicator yang menjelaskan kepada seluruh partisipan perusahaan apa yang mereka harus lakukan hari ini untuk menciptakan nilai tambah di masa depan. (Kaplan dan Norton, 2000)
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

MAKALAH ILMU KEALAMAN DASAR GUNUNG

MAKALAH ILMU KEALAMAN DASAR GUNUNG

Gunung merupakan bentuk muka bumi yang menonjol dari rupa bumi di sekitar. Gunung biasanya lebih tinggi dan curam dibandingkan bukit. Pada garis besarnya jenis jenis gunung terbagi menjadi 2, yaitu gunung berapi/aktif dan tidak aktif. Dan gunung terdiri dari tiga bagian. Yaitu puncak, lereng dan kaki gunung. Dan berdasarkan bentuknya gunung di bagi menjadi gunung api strato, perisai dan maar. Selain itu juga gunung mempunyai manfaat diantaranya gunung sebagai pengatur iklim dan penyimpan air, serta keluarnya magma menyebabkan terangkatnya barang tambang ke muka bumi.

15 Baca lebih lajut

Pengelolaan Sumberdaya Air dan Lahan di

Pengelolaan Sumberdaya Air dan Lahan di

Makalah ini membahas degradasi lahan dan air di pada daerah aliran sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo di Pulau Jawa, yang merupakan wilayah kerja dari Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I selaku badan usaha milik negara (BUMN) yang mengelola sumberdaya air. Degradasi lahan dan air akan ditelaah dari beberapa indikator yang ada dan selanjutnya terhadap metode penanganan yang telah dilakukan akan dievaluasi kritis. Indikator peningkatan degradasi lahan dan air pada kedua DAS tadi dilihat pada fluktuasi prosentase limpasan permukaan terhadap curah hujan yang jatuh maupun dan dari laju erosi teoritik yang meningkat. Analisis secara kritis terhadap degradasi lahan dan air di DAS Brantas dan Bengawan Solo menunjukkan sejumlah kekurangan yang berlangsung secara terus-menerus, seperti kegiatan konservasi vegetatif (penanaman pohon) masih dilakukan tidak tepat sasaran sehingga berimplikasi penanganan lahan yang terdegradasi tidak dapat dilakukan secara optimal, sementara pemilihan spesies tanaman dari jenis kayu ringan/sedang yang cepat tumbuh mempengaruhi tata air secara keseluruhan dan belum pasti meningkatkan efektifitas pengendalian degradasi lahan. Dari sisi kelembagaan, konservasi lahan dan air belum dilaksanakan secara terencana (designated), menyatu (integrated) dan terkoordinasi antar instansi; kondisi ini dipersulit dengan kebijakan pemerintah yang belum mampu mengendalikan tata ruang dan tata guna lahan secara efektif. Ditenggarai sektor pertanian merupakan kunci dalam pengendalian degradasi lahan dan air khususnya di bagian hulu dari kedua DAS tersebut. Keterlibatan masyarakat petani dan kerjasama antar-lembaga sebagai faktor yang berpengaruh dalam pengendalian degradasi lahan dan air. Untuk itu perlu ditingkatkan kemampuan, teknik dan strategi dalam konservasi lahan, sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat petani sebagai pendukung keberhasilan dalam melestarikan lahan, yang diikuti integrasi antara strategi, perencanaan dan metode kerja dengan kegiatan (program) pada tataran petani dengan melibatkan lembaga terkait.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUA

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUA

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh langsung dan tidak langsung antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan di Perusahaan Umum Jasa Tirta I Malang khususnya pada bagian Laboratorium Kualitas Air. Dari penelitian yang dilakukan, Perusahaan Umum Jasa Tirta I Malang telah memberikan lingkungan kerja yang baik kepada karyawannya baik secara fisik maupun non fisik, selain itu perusahaan juga memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh karyawan seperti jamsostek, tunjangan-tunjangan dan keamanan saat bekerja. Terbukti dengan adanya hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan adanya pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Berikut ini adalah hasil penelitian yang dapat disimpulkan antara lain:
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Kerja di PT. Kantarworld Panel Dengan Menggunakan Metode Analisis Faktor

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Kerja di PT. Kantarworld Panel Dengan Menggunakan Metode Analisis Faktor

1. Banyaknya variabel yang di teliti hanya 11 yaitu Gaji( � 1 ), Insentif( � 2 ), Interaksi Sosial( � 3 ), Motivasi Kerja( � 4 ), Fasilitas( � 5 ), Gaya Kepemimpinan( � 6 ), Hasil Kerja( � 7 ), Inisiatif( � 8 ), Disiplin Kerja( � 9 ), Lingkungan Kerja( � 10 ), dan Pemgetahuan Pekerjaan( � 11 ).

8 Baca lebih lajut

“ ANALISIS KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD ” (Studi Kasus Pada PT. Bank Papua Cabang Utama Jayapura)

“ ANALISIS KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD ” (Studi Kasus Pada PT. Bank Papua Cabang Utama Jayapura)

Peneliti sebelumnya dengan objek yang serupa juga pernah dilakukan oleh Arfie (2013), Kusumastuty (2012) dan Sari (2012) meneliti tentang pengukuran kinerja dengan metode balanced scorecard pada bank. Walaupun antara peneliti terdahulu dan sekarang mempunyai persamaan yaitu sama-sama melakukan penelitian pada bank, tetapi ada juga perbedaannya. Perbedaannya yaitu pada peneliti sekarang menggunakan bank pembangunan daerah.

22 Baca lebih lajut

ANALISIS PENERAPAN BALANCED SCORECARD DALAM RANGKA PENGUKURAN KINERJA PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM PAMUJI KANTOR CABANG PRAMBANAN - UNWIDHA Repository

ANALISIS PENERAPAN BALANCED SCORECARD DALAM RANGKA PENGUKURAN KINERJA PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM PAMUJI KANTOR CABANG PRAMBANAN - UNWIDHA Repository

Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengambilan sampel nonprobabilitas yaitu dengan pemilihan teknik Convenience Sampling. Convenience Sampling merupakan kumpulan informasi dari anggota-anggota populasi yang mudah diperoleh dan mampu menyediakan informasi tersebut. Dengan demikian siapa saja yang dapat memberikan informasi baik secara tidak sengaja atau kebetulan bertemu dengan peneliti, dapat digunakan sebagai sampel, bila dilihat orang yang memberikan informasi-informasi tersebut cocok sebagai sumber data.

45 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KONSEP BALANCED SCORECARD Studi Kasus Pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo).

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KONSEP BALANCED SCORECARD Studi Kasus Pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo).

Perusahaan-perusahaan selama ini banyak yang menggunakan pengukuran kinerja yang lebih menekankan pada aspek keuangan, yaitu yang sering disebut dengan pengukuran kinerja tradisioanal. Kinerja personal yang diukur hanyalah yang berkaitan dengan keuangan. Kinerja lain seperti peningkatan kompetensi dan komitmen personel, peningkatan produktivitas dan cost effectiveness proses bisnis yang digunakan untuk melayani pelanggan diabaikan oleh manajemen karena sulit pengukurannya. Oleh karena itu dalam manajemen tradisioanal telah terjadi kesalahan berpikir (fallancy) sebagaimana dikemukakan oleh McNamara bahwa hal- hal yang sulit diukur diabaikan atau diberi nilai kuantitatif secara sembarang. Jalan pikiran seperti ini oleh McNamara disebut sebagai sesuatu yang bersifat semu (artificial) dan menyesatkan (Mulyadi dan Setyawan, 2001:330).
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

PENGUKURAN KINERJA TI DENGAN MENGGUNAKAN IT BALANCED SCORECARD PADA PT. PACIFIC 2000. FUTURES - Binus e-Thesis

PENGUKURAN KINERJA TI DENGAN MENGGUNAKAN IT BALANCED SCORECARD PADA PT. PACIFIC 2000. FUTURES - Binus e-Thesis

Lampiran I Kuesioner Perspektif Orientasi Pengguna L1 Lampiran II Kuesioner Perspektif Penyempurnaan Operasional L5 Lampiran III Kuesioner Perspektif Orientasi Masa Depan L8 Lampiran IV Kuesioner Perspektif Kontribusi Perusahaan L10 Lampiran V Kuesioner Pembobotan Tujuan Strategis untuk perspektif Kontribusi

14 Baca lebih lajut

KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN.

KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN.

Penggunaan air diatur oleh pemerintah melalui UU No.7/2004 tentang Sumber Daya Air, agar pendayagunaan Sumber Daya Air (SDA) dapat bermanfaat optimal dan berkelanjutan (Dit. Pengairan dan Irigasi, 2004). Akan tetapi, daya tampung air Daerah Aliran Sungai (DAS) saat ini sudah mengalami kerusakan yang parah (Pusposutardjo, 1997). Kecenderungan kekurangan air terjadi hampir di setiap daerah irigasi sesaat menjelang musim penghujan berhenti, merupakan indikator rusaknya DAS. Perubahan iklim berdampak terhadap penurunan total debit tahunan sungai (McCartney dkk., 2007). Dengan adanya
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN

KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN

untuk menimbun air di petak lahan (Pusposutardjo, 2001). Tindakan ini merupakan pemborosan. Maka dari itu, pengelolaan SDA dan alokasi air perlu dikendalikan secara optimal. Essafi (1997) menunjukkan kendali optimal dalam bentuk optimasi alokasi air yang disebabkan oleh fluktuasi hujan. Masalah alokasi air ditunjukkan oleh Hashimoto dkk. (1982), Duckstein dan Plate (1987), Ng (1988), dan Loucks (1997) yang menyatakan bahwa aliran yang dimanfaatkan harus mengikuti kendali ketersediaan air, dengan besaran resiko tertentu. Hasil pengendalian air merupakan batas antara aliran yang sudah dan yang belum dimanfaatkan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Konsep Balanced Scorecard Dalam Mengukur Kinerja Pembelajaran dan Pertumbuhan Karyawan (Studi Kasus Pada PT.Perkebunan Nusantara III (Persoro) Medan )

Analisis Penggunaan Konsep Balanced Scorecard Dalam Mengukur Kinerja Pembelajaran dan Pertumbuhan Karyawan (Studi Kasus Pada PT.Perkebunan Nusantara III (Persoro) Medan )

Balanced Scorecard: Alat Manajemen Kontemporer untuk Pelipatgandaan Kinerja Keuangan Perusahaan, Salemba Empat, Jakarta.. Balanced Scorecard: Sistem Terpadu Pengelolaan Kinerja Person[r]

2 Baca lebih lajut

Penilaian Standar Pelayanan Kesehatan Tingkat I Dan Fasilitasnya Bagi Peserta Jamsostek di Medan

Penilaian Standar Pelayanan Kesehatan Tingkat I Dan Fasilitasnya Bagi Peserta Jamsostek di Medan

Jika dilihat dari studi-studi kasus di atas, maka hampir seluruh penelitian diadakan pada organisasi yang menghasilkan produk/barang. Padahal, seperti dikatakan Robert.S.Kaplan & David P.Norton, dampak revolusioner abad informasi lebih dirasakan oleh perusahaan jasa. Banyak perusahaan jasa, terutama yang bergerak di bidang transportasi, kebutuhan umum, komunikasi, keuangan, dan industri perawatan kesehatan, selama puluhan tahun tumbuh dalam lingkungan yang nyaman dan tidak kompetitif. Mereka hanya mempunyai sedikit kebebasan dalam memasuki usaha baru dan dalam menetapkan harga produk. Sebagai imbalannya, berbagai peraturan pemerintah melindungi perusahaan dari para pesaing yang lebih efisisen dan inovatif, dan menetapkan harga pada suatu tingkat yang memungkinkan pengembalian yang cukup atas investasi dan biaya yang telah dikeluarkan. Dua dekade terakhir ini telah menyaksikan munculnya berbagai inisiatif deregulasi dan privatisasi penting perusahaan jasa di seluruh dunia ketika teknologi informasi menciptakan “benih-benih penghancuran” perusahaan jasa yang dalam abad industri sebelumnya banyak mendapat perlindungan dari pemerintah. Untuk mencapai keberhasilan kompetitif, lingkungan abad informasi mensyaratkan adanya kemampuan baru yang harus dimiliki oleh perusahaan manufaktur maupun jasa. Kemampuan sebuah perusahaan untuk memobilisasi dan mengeksploitasi aktiva tak berwujudnya menjadi jauh lebih menentukan daripada melakukan investasi dan mengelola aktiva fisik yang berwujud. (Kaplan & Norton, 1996:3)
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS PENILAIAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP BALANCED SCORECARD (Studi Pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bandar Lampung 2010-2015) - Raden Intan Repository

ANALISIS PENILAIAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP BALANCED SCORECARD (Studi Pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bandar Lampung 2010-2015) - Raden Intan Repository

memperoleh, mempertahankan, serta menjaga kepercayaan para konsumen. 15 Dalam teori balanced scorecard untuk memperoleh, mempertahankan dan menjaga kepercayaan kosumen dengan meningkatkan pangsa pasar, kualitas produk/jasa, menjalin hubungan baik dan menjaga reputasi bank. Dalam pandangan Islam, semua itu harus berangkat dari nilai-nilai moralitas para pelaku bisnis.Implementasi nilai-nilai moralitas tersebut merupakan tanggung jawab pelaku bisnis, hasil refleksi keimanannya kepada Allah SWT. 16 Nilai-nilai moral misalnya kejujuran, keadilan, amanah, berniat baik, menepati janji dan lainnya.Jika, para pelaku bisnis konsisten menjalankan, maka mudah memperolehnya meskipun banyak menghadapi aturan dan kendala. Pengakuan Islam terhadap hak milik individu diperkuat dengan jaminan keselamatan harta, dengan memberikan hukuman yang keras terhadap pelaku pencurian, perampokan dan pemaksaan kepemilikan yang tidak dibenarkan. Serta membenarkan pemindahan kepemilikan dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syari’ah sesuai dengan tujuan akad yang dilakukan. 17 3. Prespektif Bisnis Internal
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...