Top PDF PENDAHULUAN Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

PENDAHULUAN  Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

PENDAHULUAN Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

Across the globe, countries are striving to improve education by updating and modifying education to find better solutions to the contemporary challenges of the world. (Fazal et al. 2014:1) Di seluruh dunia, negara-negara berusaha untuk meningkatkan pendidikan dengan memperbarui dan memodifikasi pendidikan untuk menemukan solusi yang lebih baik terhadap tantangan kontemporer dunia.

7 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI TINGKAT PENDIDIKAN, MOTIVASI DAN AKTIVITAS KEGIATAN KKG TERHADAP KINERJA  GURU SEKOLAH DASAR  Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

KONTRIBUSI TINGKAT PENDIDIKAN, MOTIVASI DAN AKTIVITAS KEGIATAN KKG TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

Terucap kata syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, atas limpahan rahmat dan pertolongan- Nya, sehingga penulisan tesis yang berjudul ” Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi ” ini dapat terselesaikan. Harapan yang tertuang dalam tesis ini adalah hasil yang penulis lakukan. Namun demikian tesis ini masih banyak kekurangan. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan penulis, sehingga hasil dari penulisan tesis ini belum sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Terselesaikannya penulisan tesis ini tak luput dari bantuan berbagai pihak baik berupa materiil maupun spirituil. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI TINGKAT PENDIDIKAN, MOTIVASI DAN AKTIVITAS KEGIATAN KKG TERHADAP KINERJA  GURU SEKOLAH DASAR  Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

KONTRIBUSI TINGKAT PENDIDIKAN, MOTIVASI DAN AKTIVITAS KEGIATAN KKG TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

Kementerian Pendidikan dan Budaya melalui Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Tahun 2008 telah mengeluarkan standar pengembangan Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk SD/MI/SDLB, adalah untuk memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan memaksimalkan pemakaian sarana dan prasarana belajar, dan sumber belajar lainnya. Keberhasilan pendidikan di Sekolah Dasar akan sangat mempengaruhi proses pembelajaran selanjutnya. Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah wadah yang dijadikan tempat melakukan pertemuan bagi guru kelas atau guru mata pelajaran sejenis bagi guru SD/MI/SDLB di tingkat kecamatan yang terdiri dari sejumlah guru dari sejumalah sekolah (Kemendikbud, 2009:IV). Melalui KKG, diharapkan berbagai permasalahan yang dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran bisa didiskusikan. Para guru, satu sama lain dapat bertukar pikiran dan pengalaman, atau melakukan sharing melalui forum KKG.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

DAFTAR PUSTAKA Kontribusi Tingkat Pendidikan, Motivasi Dan Aktivitas Kegiatan Kkg Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Purwodadi.

Pengaruh Kedisiplinan, Motivasi Kerja, Dan Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMKN 1 Purworejo Pasca Sertifikasi.. Universitas Negeri Yogyakarta.[r]

6 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PARTISIPASI GURU DALAM KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DAN INTENSITAS SUPERVISI AKADEMIK OLEH PENGAWAS TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA.

KONTRIBUSI PARTISIPASI GURU DALAM KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DAN INTENSITAS SUPERVISI AKADEMIK OLEH PENGAWAS TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN KOTAGEDE YOGYAKARTA.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah menyebutkan ada 6 kompetensi yang wajib dimiliki pengawas sekolah yang salah satunya berisi kompetensi supervisi akademik. Dengan kompetensi tersebut di atas, seorang pengawas dituntut tanggungjawabnya untuk melakukan pengawasan fungsional terutama terhadap aktivitas penyelenggaraan pendidikan dan upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Lebih lanjut dalam peraturan ini dijelaskan bahwa kualifikasi pengawas sekolah di tingkat Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah adalah lulusan S1 dari perguruan tinggi yang terakreditasi dan telah lulus dalam ujian kompetensi pengawas. Hal ini mempertegas bahwa pengawas sekolah memiliki peranan yang sangat strategis dalam mengawal pembelajaran di sekolah sehingga perlu memiliki kualifikasi yang baik.
Baca lebih lanjut

222 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KONTRIBUSI SUPERVISI, MOTIVASI KERJA, DAN KOMUNIKASI GURU TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR DI UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN.

PENDAHULUAN KONTRIBUSI SUPERVISI, MOTIVASI KERJA, DAN KOMUNIKASI GURU TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR DI UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN.

Sekolah dasar di UPTD pendidikan Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan yang terdiri dari 36 Sekolah Dasar, dengan jumlah guru 596 guru tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga tingkat efektifitas manajemen berbasis sekolah yang dicapai tentunya akan berbeda-beda. Namun demikian tinggi rendahnya tingkat efketivitas MBS tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah supervisi, motivasi kerja, dan komunikasi guru.

8 Baca lebih lajut

87561039 CONTOH TESIS MANAJEMEN PENDIDIKAN

87561039 CONTOH TESIS MANAJEMEN PENDIDIKAN

66. PERSEPSI GURU TERHADAP KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI DALAM HUBUNGAN DENGAN KINERJA MENGAJAR GURU :Analisis Hubungan Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Mengajar Guru SMP Negeri Di Kecamatan Toboali

15 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI MOTIVASI KERJA DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAPKINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN TAWANG KOTA TASIKMALAYA - repository UPI T ADP 1207482 Title

KONTRIBUSI MOTIVASI KERJA DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAPKINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN TAWANG KOTA TASIKMALAYA - repository UPI T ADP 1207482 Title

KONTRIBUSI MOTIVASI KERJA DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN TAWANG KOTA TASIKMALAYA Oleh Dede Irfan Sujani Sebuah tesis[r]

3 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KOMPENSASI DAN MOTIVASI MENGAJAR TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN TUMIJAJAR, TULANG BAWANG BARAT,LAMPUNG :Studi Analitik terhadap Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi.

KONTRIBUSI KOMPENSASI DAN MOTIVASI MENGAJAR TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN TUMIJAJAR, TULANG BAWANG BARAT,LAMPUNG :Studi Analitik terhadap Guru Sertifikasi dan Non Sertifikasi.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kompensasi dan motivasi mengajar terhadap kinerja mengajar guru di Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Tumijajar, Tulang Bawang Barat, Lampung. Metode yang digunakan adalah analisis deskripsi, asosiatif dan komparatif dengan pendekatan kuantitatif, melalui teknik analisis data korelasional dengan menggunakan statistik parametrik. Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu guru PNS yang berstatus sertifikasi dan non- sertifikasi pada SD Negeri Se-Kecamatan Tumijajar Tulang Bawang Barat, Lampung, yang berjumlah 260 orang, dengan sampel penelitian berjumlah 157 yang dibagi menjadi dua kategori 97 guru sertifikasi dan 60 guru non-sertifikasi dengan penarikan sampling menggunakan Proportionate stratified random sampling.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Kontribusi Jenjang Pendidikan, Penataran, dan Kegiatan KKG terhadap Peningkatan Kemampuan Profesional Guru

Kontribusi Jenjang Pendidikan, Penataran, dan Kegiatan KKG terhadap Peningkatan Kemampuan Profesional Guru

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan profesional guru SD di Kabupaten Sukoharjo dalam kategori tinggi. Terbukti ada 58,97% dari mereka memiliki kemampuan profesional tinggi, 34,76% pada kategori sedang, dan sisanya 6,27% berkemampuan profesional rendah. Ba- nyaknya guru yang belum mempunyai kemampuan profesional tinggi telah diantisipasi oleh Departemen Pendidikan melalui program pendidikan praja- batan ( pre-service education ), pendidikan dalam jabatan (in-service training ) termasuk penataran, pembinaan dari organisasi profesi dan tempat kerja, penghargaan masyarakat terhadap profesi keguruan, penegakan kode etik profesi, sertifikasi, besar-kecilnya gaji/imbalan secara bersama-sama dapat menentukan kemampuan profesional guru (Supriadi, 1998). Tilaar (1999) juga sependapat bahwa kemampuan profesional guru berkembang melalui program pre-service education , program in-service education dan sistem intensif.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN KEGIATAN KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DALAM MENUNJANG KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN JASMAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DLINGO BANTUL YOGYAKARTA.

PERAN KEGIATAN KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DALAM MENUNJANG KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN JASMAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DLINGO BANTUL YOGYAKARTA.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang pendidik dan pengajar,seorang guru pendidikan jasmani tidak semata- mata sebagai guru olahraga saja yang hanya mengajarkan berbagai bentuk aktifitas permainan dan olahraga seperti yang sudah menjadi stigma dalam pikiran sebagian orang awam. Mengingat pendidikan jasmani adalah bagian integral system pendidikan nasional maka tujuan yang hendak dicapai juga tidak lepas dari tujuan pendidikan pada umumnya yaitu pembentukan karakter bangsa (nation and character building) secara holistik dengan mengoptimalkan domain kognitif, afektif, pikomotor, dan fisik (Rizki Iryandi, 2017: 22).
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

218950639 Contoh Tesis Pendidikan dan Tesis Manajemen Pendidikan

218950639 Contoh Tesis Pendidikan dan Tesis Manajemen Pendidikan

34. ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH SERTA DAMPAKNYA TERHADAP MANAJEMEN INSTRUKSIONAL 35. PENGARUH SRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CTL) DAN KREATIVITAS TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS VI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DAN IPA DI SDN … … 36. PENGARUH FAKTOR KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMK

16 Baca lebih lajut

t adp 0909923 bibliography

t adp 0909923 bibliography

Ninis Kusniasih, 2012 Pengaruh Kinerja Kepala Sekolah Dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Mengajar Guru Di Lingkungan Sekolah Dasar Kecamatan Campaka Dan Kecamatan Cibatu Kabupat[r]

3 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI KERJA, PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, TINGKAT PENDIDIKAN, DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN.

PENGARUH MOTIVASI KERJA, PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, TINGKAT PENDIDIKAN, DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN.

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rakhmat dan karunia yang dilimpahkan sehingga penulisan tesis ini dapat diselesaikan. Penulisan tesis ini bertujuan untuk mengetehui dan mengungkap secara ilmiah sejauh mana pengaruh motivasi kerja, persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah, tingkat pendidikan, dan kompetensi guru terhadap kinerja guru Sekolah Dasar di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Temuan-temuan dari penelitian ini berguna sebagai masukan bagi guru dalam meningkatkan kinerjanya sehingga dapat mendukung terwujudnya peningkatan mutu pendidikan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

t adp 0706988 chapter1

t adp 0706988 chapter1

2 Sayangnya, kinerja guru dirasakan masih rendah, karena terdapat banyak permasalahan di seputar kinerja mereka. Kondisi tersebut dikemukakan oleh beberapa ahli baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya, pada saat diskusi panel bertajuk Profesionalisme dan Pendidikan Guru, Selasa, 24 Januari 2006, yang dihadiri panelis dari Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas Fasli Jalal, Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Paulus Suparno, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Sunaryo Kartadinata, Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Suparman, Koordinator Koalisi Pendidikan Lodi Paat, serta Koordinator Litbang SD Hikmah Teladan Cimahi, Aripin Ali, yang dipandu Soedijarto, Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) sekaligus penasihat PB PGRI - rendahnya kinerja guru mengemuka, bahkan dikaitkan dengan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru, sehingga
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

t adp 0808926 chapter1

t adp 0808926 chapter1

Gambaran di atas menunjukkan bahwa Manajemen Berbasis Sekolah mengharuskan kepala sekolah memiliki kompetensi kepemimpinan yang profesional. Kepala sekolah yang profesional harus selalu kreatif dan produktif dalam melakukan inovasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah yang profesional diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang konstruktif sehingga dapat memotivasi kinerja mengajar yang semakin meningkat dan berkualitas sehingga suasana pembelajaran dapat dilakukan secara efisien, efektif, menarik dan menyenangkan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

t adp 0808926 table of content

t adp 0808926 table of content

Imas Tiah, 2012 Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja Mengajar Guru Sekolah Dasar Negeri Di UPTD Pendidikan Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekas[r]

6 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI.

Sugiyono (2008:61) mengatakan bahwa “ Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,objek, atau kegiatan yang mempunyai vareasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti utuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan ”. Variabel penelitian ini terdiri dari tiga variabel yang terdiri dari dua variabel bebas yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan budaya kerja dan satu variabel terikat yaitu kinerja mengajar guru.Variabel- Variabel penelitian ini bersumber dari keranggka teoritis yang dijadikan dasar penyusunan konsep berpikir yang menggambarkan secara abstrak suatu gejala sosial.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

t adp 0909923 chapter3

t adp 0909923 chapter3

Uji coba instrument dilakukan untuk menentukan angket representatif atau tidak. Selain itu untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam menjawab pertanyaan (pernyataan) dalam instrument. Dalam pengambilan sampel untuk uji coba penelitian dilakukan pada guru-guru di Lingkungan Kecamatan Campaka dan Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang.

21 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU TERHADAP MUTU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN JOMBANG BANTEN.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU TERHADAP MUTU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN JOMBANG BANTEN.

Tetapi kenyataannya upaya pemerintah belum juga mendapatkan hasil yang maksimal. Menurut Sagala (2005:6) bahwa ada beberapa problematika pendidikan nasional: (1) kebijakan pendidikan masih cenderung sebagai alat kekuasaaan; (2) paradigma keberhasilan baru dikatakan berhasil jika memenuhi kepentingan kekuasaan; (3) tugas utama pendidikan dirumuskan berada pada ruang kegiatan realita belaka dan mewariskan masa laku (Status Quo); (4) anggaran pendidikan khususnya untuk kebutuhan pembelajaran belum pernah menembus angka 7,5% baik yang bersumber dari APBD maupun APBN dari anggaran yang telah ditentukan sebesar 20%; (5) kebijakan perubahan kurikulum tidak diuji atas dasar kebutuhan (need assessment); (6) rendahnya kualitas kesejahteraan dan perlindungan terhadap profesi guru; (7) hubungan pengelolaan yang kompleks dan birokratis; (8) biaya pendidikan yang cukup mahal terutama bagi sekolah-sekolah yang favorit; (9) pengangguran pada lulusan sekolah menengah terus bertambah dikarenakan fase kerja bagi lulusan sekolah labil; (10) tekanan ekonomi yang kuat.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...