Top PDF PENDAHULUAN Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

PENDAHULUAN  Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

PENDAHULUAN Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

Pelaksanaan pembelajaran akan diikuti langkah selanjutnya, yaitu tes. Tes ini digunakan untuk mengetahui informasi seberapa paham siswa dengan pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya. Tes menurut Nurgiantoro (2014:6) merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi (kemampuan) tentang peserta didik. Berbeda dengan pengertian tes menurut Gronlund (Nurgiantoro,2014:6) menyatakan bahwa tes merupakan sebuah instrumen atau prosedur yang sistematis untuk mengukur suatu sampel tingkah laku. Tes menurut Basuki dan Hariyanto (2015:22) senada dengan pengertian sebelumnya adalah alat penilaian atau metode penilaian yang sistematis, sah, dan dapat dipercaya dan objektif untuk menentukan kecakapan, keterampilan, dan tingkat pengetahuan siswa terhadap bahan ajar, berupa suatu tugas atau persoalan yang harus diselesaikan oleh seorang siswa atau sekelompok siswa. Berbeda dengan pengertian dari tiga ahli di atas Surapranata (2005:19) mengartikan bahwa tes adalah sehimpunan pertanyaan yang harus dijawab, atau pernyataan- pernyataan yang harus dipilih, ditanggapi, atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites (testee) dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek (perilaku/atribut) tertentu dari orang yang dites tersebut. Jadi, ujian
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA  Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

Wening Ariningrum/ A310120221. ASPEK MATERI, KONSTRUKSI, DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN 2014/2015. Thesis. Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah University of Surakarta. September 2016.

14 Baca lebih lajut

ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA  Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

ASPEK MATERI, KONSTRUKSI DAN BAHASA PADA SOAL SASTRA UJIAN NASIONAL TINGKAT SMK MATA PELAJARAN BAHASA Aspek Materi, Konstruksi dan Bahasa pada Soal Sastra Ujian Nasional Tingkat SMK Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tahun 2014/2015.

Pada soal ini yang tidak terpenuhi pada pemakaian ejaan. Pada soal, cuplikan drama dan pilihan jawaban nomor 26 tidak menggunakan bahasa yang sesuai dengana kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Penggunaan bahasa yang kurang tepat terjdi pada pilihan jawaban C. Bentuk dari kesalahan ini pada penggunaan huruf kapital sebuah nama orang, yaitu sumbu, C. Kapatuhan sumbu pada keputusan baginda Maharaja Jenar. Penulisan nama pada pilihan jawaban ini bisa salah mengakibatkan perbedaan makna jika mereka teliti dalam membaca dan memahaminya. Jika kata sumbu tidak menggunakan huruf kapital awalanya akan memiliki arti yang lain, yaitu benang yang terdapat dalam kompor minyak tanah. Maka dalam penulisan soal pada tingkat nasional harus benar-benar diperhatikan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KOMPOSISI ASPEK BERBAHASA DAN BERSASTRA PADA SOAL  UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN   Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 Di SMP N 3 Srag

KOMPOSISI ASPEK BERBAHASA DAN BERSASTRA PADA SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 Di SMP N 3 Srag

Tujuan penelitian ini adalah: (1)mendeskripsikan komposisi aspek berbahasa dan bersastra pada soal ujian akhir semester gasal mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII tahun pelajaran 2013/2014 di SMP N 3 Sragen dan di SMP N 1 Surakarta, (2) mendeskripsikan kesesuaian soal ujian akhir semester dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII tahun pelajaran 2013/2014 di SMP N 3 Sragen dan di SMP N 1 Surakarta, (3)memaparkan komparasi soal ujian akhir semester mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII tahun pelajaran 2013/2014 di SMP N 3 Sragen dan di SMP N 1 Surakarta.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang datanya bersumber dari naskah soal ujian akhir semester gasal mata pelajaran bahasa Indonesia tahun pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik pemeriksaan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini adalah: (1) komposisi aspek berbahasa dan bersastra kedua soal ujian akhir semester gasal tidak seimbang, soal ujian akhir semester gasal di SMP N 3 Sragen mempunyai persentase 65,45% : 16,35% dan soal ujian akhir semester gasal di SMP N 1 Surakarta mempunyai persentase 30% : 70%. (2) kesesuaian soal dengan sk kd kurikulum tingkat satuan pendidikan ada tujuh belas soal dan ki kd kurikulum 2013 ada tujuh soal. (3) komparasi kedua soal ujian akhir semester gasal tersebut ialah SMP N 3 Sragen dalam soal ujian akhir semester gasal terdapat 55 butir soal dengan dua bentuk soal yakni pilihan ganda dan uraian, sedangkan soal ujian akhir semester gasal di SMP N 1 Surakarta ada 50 butir soal dengan empat bentuk soal yakni: pilihan ganda, menjodohkan, mengisi bagian kosong, dan uraian.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/ MTs

Validitas Soal-Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/ MTs

Pengukuran adalah suatu proses men­ capai sejumlah tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui informasi tentang (kemam­ puan) peserta didik yang berwujud data­data angka, lewat pengukuran tersebut diperlukan cara dan alat yang sesuai dengan tujuan pen­ gukuran dan apa yang diukur. Sehingga dalam sebuah pengukuran seorang guru membutuh­ kan alat bantu berupa “Tes”. Evaluasi terdiri dari pengukuran dan penilaian itu terdiri atas unsur­unsur kualitatif dan kuantitatif yang di­ padukan dengan bentuk penilaian yang berupa pertimbangan (value judgment). Penilaian merupakan proses untuk memperoleh data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berdasarkan kompetensi yang di­ kuasai oleh peserta didik melalui proses pem­ belajaran dalam pengambilan keputusan inilah dilakukan penilaian, penilaian menggunakan alat bantu berupa tes. Alat untuk mengadakan Penilaian menggunakan alat “Tes”. Dalam penyusunan soal /tes menggunakan peranca­ ngan khusus yang dituangkan dalam kisi­kisi. Dasar pembuatan kisi­kisi menggunakan stan­ dar kompetensi dan kompetensi dasar sesuai dengan jenjang pendidikan dan semester yang akan dibuat, kemudian dijabarkan kedalam be­ berapa indikator, dengan penjabaran indikator
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kisi-Kisi Bahasa Indonesia IBB 2013

Kisi-Kisi Bahasa Indonesia IBB 2013

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL SEKOLAH MENENGAH ATAS / MADRASAH ALIYAH KURIKULUM 2013 TAHUN PELAJARAN 2016/2017 MATA PELAJARAN: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA-IBB Level [r]

2 Baca lebih lajut

KOMPOSISI ASPEK BERBAHASA DAN BERSASTRA PADA SOAL  UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN   Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 Di SMP N 3 Srag

KOMPOSISI ASPEK BERBAHASA DAN BERSASTRA PADA SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN Komposisi Aspek Berbahasa dan Bersastra pada Soal Ujian Akhir Semester Gasal Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 Di SMP N 3 Srag

Tujuan penelitian ini adalah: (1)mendeskripsikan komposisi aspek berbahasa dan bersastra pada soal ujian akhir semester gasal mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII tahun pelajaran 2013/2014 di SMP N 3 Sragen dan di SMP N 1 Surakarta, (2) mendeskripsikan kesesuaian soal ujian akhir semester dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII tahun pelajaran 2013/2014 di SMP N 3 Sragen dan di SMP N 1 Surakarta, (3)memaparkan komparasi soal ujian akhir semester mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII tahun pelajaran 2013/2014 di SMP N 3 Sragen dan di SMP N 1 Surakarta.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang datanya bersumber dari naskah soal ujian akhir semester gasal mata pelajaran bahasa Indonesia tahun pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik pemeriksaan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi (content analisys). Hasil penelitian ini adalah: (1) komposisi aspek berbahasa dan bersastra kedua soal ujian akhir semester gasal tidak seimbang, soal ujian akhir semester gasal di Smp N 3 Sragen mempunyai persentase 65,45% : 16,35% dan soal ujian akhir semester gasal di Smp N 1 Surakarta mempunyai persentase 30% : 70%. (2) kesesuaian soal dengan sk kd kurikulum tingkat satuan pendidikan ada tujuh belas soal dan ki kd kurikulum 2013 ada tujuh soal. (3) komparasi kedua soal ujian akhir semester gasal tersebut ialah Smp N 3 Sragen dalam soal ujian akhir semester gasal terdapat 55 butir soal dengan dua bentuk soal yakni pilihan ganda dan uraian, sedangkan soal ujian akhir semester gasal di Smp N 1 Surakarta ada 50 butir soal dengan empat bentuk soal yakni: pilihan ganda, menjodohkan, mengisi bagian kosong, dan uraian.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

34564244 Kelas11 b Indo Studi Bahasa Nurita

34564244 Kelas11 b Indo Studi Bahasa Nurita

Presiden Yudhoyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership of the Governance Reform, suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia. Beliau adalah juga Ketua Dewan Pembina di Brighten Institute, sebuah lembaga kajian tentang teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional. Presiden Yudhoyono adalah seorang penggemar baca dengan koleksi belasan ribu buku, dan telah menulis sejumlah buku dan artikel seperti: Transforming Indonesia : Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005),The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis – Securing the Reform (1999). Ada pula Taman Kehidupan, sebuah antologi yang ditulisnya pada 2004. Presiden Yudhoyono adalah penutur fasih bahasa Inggris.
Baca lebih lanjut

290 Baca lebih lajut

Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP 2014

Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP 2014

Sebentar lagi musim penghujan akan segera tiba. Sejumlah persiapan pun dilaku- kan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatisipasi masalah banjir yang kerap menjadi langganan kala musim penghujan datang. Selain melakukan normalisasi waduk, Pemprov DKI pun mulai melakukan simulasi terkait penyaluran logistik kepada warga saat banjir. Pemprov DKI mempelajari berdasar- kan hasil evaluasi dari musibah banjir yang terjadi pada awal tahun sebelumnya.

15 Baca lebih lajut

Bahasa Indonesia IPA IPS Kelas 11 Nurita Bayu Kusmayati Sekar Galuh EPL 2009

Bahasa Indonesia IPA IPS Kelas 11 Nurita Bayu Kusmayati Sekar Galuh EPL 2009

Namun, mata indah yang setajam sembilu itu, hanya sekilas saja memandang Rohmat. Tidak ada ucapan silakan. Tidak ada orang lain yang lebih penting. Bagi Hadiyoni, jumlah penduduk sekabupaten Nganjuk itu cuma satu, Sukaji, Ketua BPD. Dan memang menurut tata krama tak ada orang lain, karena Rohmat memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu, meskipun biasanya memang demikian dan hampir semua warga desa rata-rata juga seperti itu, dan maklum, mereka lebih suka mengintip saja dari jendela kaca ruangan; Hadiyoni melanjutkan pembicaraan: "Bagaimana? Kau belum menjawab pertanyaanku, kan? Apa benar Peraturan Daerah melarang Kades nonton dengan Ketua BPDnya?" tanya Hadiyoni dengan melendot.
Baca lebih lanjut

290 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - DWI HARYANTO BAB I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - DWI HARYANTO BAB I

Apabila membaca Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 102 Tahun 2013 dan Peraturan Kepala Balitbang Kememdikbud Nomor 001/H/HK/2014 maka untuk Ujian Sekolah tidak ada bedanya antara Ujian Sekolah dengan Ujian Nasional (khususnya di SD/ Madrasah) seperti yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Baik dari segi penyusunan bahan ujian, pelaksanaan, maupun penilaian hasilnya. Secara tidak langsung penggantian istilah tersebut hanya untuk menjawab keberatan-keberatan masyarakat yang menilai bahwa Ujian Nasional merupakan penilaian sesaat dan tidak komprehensip dalam menilai peserta didik karena hanya mengedepankan aspek pengetahuan. Padahal dalam pendidikan penilaian pengetahuan, keterampilan dan sikap seharusnya mendapatkan porsi yang sama.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI KABUPATEN PURBALINGGA - repository perpustakaan

ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN SEKOLAH DASAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI KABUPATEN PURBALINGGA - repository perpustakaan

Ujian Sekolah Dasar sebagai salah satu penilaian yang berfungsi untuk (1) pemetaan mutu satuan pendidikan, (2) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, (3) penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, dan (4) dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya meningkatkan mutu satuan pendidikan harus memenuhi kriteria sebagai instrumen penilaian (tes) yang bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas/ mutu butir soal ujian sekolah secara empiris ditinjau dari kesahihan/ validitas, ketepercayaan/ reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda dan efektifitas butir pengecoh (distraktor). Metode yang digunakan peneltian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yaitu mencari data melalui lembar jawab tes siswa. Analisis datanya dengan menggunakan teknik persentase.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tujuan Pembelajaran Menulis di SMP

Tujuan Pembelajaran Menulis di SMP

- Membujuk; melalui tulisan seorang penulis mengharapkan pula pembaca dapat menentukan sikap, apakah menyetujui atau mendukung yang dikemukakan. Penulis harus mampu membujuk dan meyakinkan pembaca dengan menggunakan gaya bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, fungsi persuasi dari sebuah tulisan akan dapat menghasilkan apabila penulis mampu menyajikan dengan gaya bahasa yang menarik, akrab, bersahabat, dan mudah dicerna.

2 Baca lebih lajut

Analisis Tokoh Utama Amba Dalam Novel Karya Laksmi Pamuntjak dan Implementasinya terhadap Pembelajaran Sasta di SMA

Analisis Tokoh Utama Amba Dalam Novel Karya Laksmi Pamuntjak dan Implementasinya terhadap Pembelajaran Sasta di SMA

Kutipan tersebut merupakan surat-surat Bhisma yang terkubur di pohon, yang kemudian diberikan Manalisa kepada Amba. Dalam suratnya Bhisma menceritakan tentang Buru dan orang-orang dalamnya, tentang kegelisahan Bhisma di sana. Seperti kutipan surat di atas yang Bhisma ceritakan di bulan Desember 1999, adanya konflik agama terjadi di Ambon dan juga Buru. Dia bercerita seakan tahu jika Amba nantinya akan membaca suratnya itu. Bhisma menyaksikan sendiri, terdapat dua kubu yang saling membunuh antara “obed” (sebutan untuk “Kristen”) dan “acang” (untuk “Islam” ). Kedua kata tersebut terdengar sakral, bahkan bisa saling membunuh. Bertahun- tahun Bhisma hidup dalam konflik. Dia menyaksikan orang yang dibunuh di Leipzig karena men dapat cap “kontra - revolusioner”, menyaksikan dan mengalami arti huruf A, B, bagi hidup mati seseorang. Begitu penting arti bahasa, karena bahasa-bahasa tersebut dapat menjadi bom, yang bisa membunuh setiap saat.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kontribusi Wh-Questions, Yes/No Questions, Dan Modal Auxiliaries Terhadap Hasil Tes Part Ii : Questions And Answers Dalam Toeic Like Test Siswa Kelas Xii Smkn 8 Surakarta.

PENDAHULUAN Kontribusi Wh-Questions, Yes/No Questions, Dan Modal Auxiliaries Terhadap Hasil Tes Part Ii : Questions And Answers Dalam Toeic Like Test Siswa Kelas Xii Smkn 8 Surakarta.

Dalam mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Seperti halnya bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris juga terdapat beberapa ketrampilan yang harus diperhatikan dan dipelajari untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. Ketrampilan-ketrampilan tersebut antara lain : Listening (mendengarkan), Reading (membaca), Speaking (berbicara), dan Writing (menulis). Pembelajaran bahasa Inggris dikatakan efektif jika dalam pembelajaran tersebut dapat mencakup keempat ketrampilan di atas sebagai suatu kesatuan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

LAPORAN KEGIATAN PPL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN MAGELANG “ANALISIS HASIL UJIAN NASIONAL SMA NEGERI 1 KOTA MUNGKID TAHUN AJARAN 2011/2012 – 2012/2013 – 2013-2014 (PERBANDINGAN ANTARA JURUSAN IPA DA

LAPORAN KEGIATAN PPL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN MAGELANG “ANALISIS HASIL UJIAN NASIONAL SMA NEGERI 1 KOTA MUNGKID TAHUN AJARAN 2011/2012 – 2012/2013 – 2013-2014 (PERBANDINGAN ANTARA JURUSAN IPA DA

Dampak positif dari pelaksanaan Ujian Nasional menurut Fathurrofiq, Ujian Nasional mampu menciptakan motivasi belajar untuk pelajaran yang diujikan. Berbagai kiat telah dilakukan sekolah demi meluluskan siswa-siswinya. Upaya yang paling lazim adalah melalui bimbingan belajar. Dengan sistem drill soal, bimbingan belajar diyakini mampu membiasakan siswa menjawab berbagai variasi soal secara cepat dan tepat. Tidak hanya itu, ada sekolah yang menambah strategi lain, semisal mapping soal, pemetaan subtansial. (Ibid, 52)
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA Muatan Nilai Karakter Dalam Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Smp Tahun Pelajaran 2014/2015.

DAFTAR PUSTAKA Muatan Nilai Karakter Dalam Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia Smp Tahun Pelajaran 2014/2015.

Budiyanto, Mangun dan Machali. 2014. Penbentukan Nilai Karakter Mandiri Melalui Pendidikan Agriculture di Pondok Pesantren Islamic Studyies Center Aswaja Lintang Songo Pituyungan Bantul Yogyakarta . Jurnal Pendidikan Karakter. Vol. 2. No. 2. Juni 2014. 108_122.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Komparasi Tingkat Kesulitan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA IPA, IPS, BAHASA, dan SMK Tahun Ajaran 2011/2012.

PENDAHULUAN Komparasi Tingkat Kesulitan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA IPA, IPS, BAHASA, dan SMK Tahun Ajaran 2011/2012.

Soal UN terbagi atas tiga tingkatan kriteria soal, yakni mudah, sedang, dan sulit. Mengingat bahwa soal UN tersaji dalam beberapa jenis paket maka lebih meyakinkan bahwa di dalamnya mengandung tingkat kesulitan masing- masing atau bahkan sama. Penyajian soal UN mestinya juga telah disesuaikan komposisinya satu sama lain. Meskipun demikian, masalah mengenai jenis paket soal UN dapat berdampak pada tingkat kesulitan soal. Tentunya, hal ini dapat menjadi kendala bagi siswa karena ada yang merasa soal mudah dan yang lain tidak, akhirnya berakibat pada lulus atau tidaknya siswa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KOMPARASI TINGKAT KESULITAN SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA  Komparasi Tingkat Kesulitan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA IPA, IPS, BAHASA, dan SMK Tahun Ajaran 2011/2012.

KOMPARASI TINGKAT KESULITAN SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA Komparasi Tingkat Kesulitan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA IPA, IPS, BAHASA, dan SMK Tahun Ajaran 2011/2012.

Daya beda soal menunjukkan bahwa soal UN Bahasa Indonesia SMA IPA, IPS, Bahasa, dan SMK tahun ajaran 2011/2012 banyak ditemui skor yang dibawah 0,20. Hasil indeks tersebut dapat dirinci dari sebagai berikut. SMA IPA bahwa dari 50 butir soal UN, 23 soal di antaranya dinyatakan tidak signifikan, karena indeks yang dicapai di bawah 0,20. SMA IPS dari 50 butir soal UN, 35 butir diantaranya tidak signifikan, karena skor berkisar antara -0,14 sampai dengan 0,14. SMA Bahasa sebanyak 17 dari 50 butir soal teridentifikasi tidak siginifikan. Jumlah tersebut merujuk pada skor -0,60 sampai dengan 0,00. Adapun pada soal UN SMK sebanyak 24 butir soal tidak signifikan. Hal tersebut terbukti pada kisaran angka -0,20 sampai dengan 0,00. Banyaknya kisaran skor yang berada di bawah 0,20 mengakibatkan butir soal UN tidak signifikan, yakni tidak mampu membedakan kemampuan kelompok tinggi dan kelompok rendah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS ASSESSMENT SOAL UJIAN SEKOLAH MATAPELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 17 PALU | Azhary | BAHASANTODEA 6795 22634 1 PB

ANALISIS ASSESSMENT SOAL UJIAN SEKOLAH MATAPELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 17 PALU | Azhary | BAHASANTODEA 6795 22634 1 PB

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Anas Sudijono (2012:370) yakni, bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertama-tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesulitan yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut. Butir- butir item tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik, apabila butir-butir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. Analisis bertujuan untuk mengadakan identifikasi soal-soal yang baik, kurang baik, dan soal yang jelek. Dengan analisis soal, dapat diperoleh informasi tentang kejelekan sebuah soal dan petunjuk untuk mengadakan perbaikan (Arikunto, 2013: 222).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...