Top PDF PENDAHULUAN Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

PENDAHULUAN  Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

PENDAHULUAN Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

Penuaan adalah proses yang dinamis dan kompleks yang dihasilkan oleh perubahan – perubahan sel, fisiologis, dan psikologis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa usia lanjut meliputi usia pertengahan (middle age) yaitu kelompok usia 45-59 tahun, lanjut usia (elderly) yaitu kelompok usia 60-74 tahun, lanjut usia tua (old) yaitu kelompok usia 75-90 tahun, usia sangat tua (very old) yaitu kelompok usia diatas 90 tahun (Suyoko, 2014). Usia lanjut sangat berkaitan dengan berbagai perubahan akibat proses menua seperti perubahan anatomi/fisiologis, berbagai penyakit atau keadaan patologik sebagai akibat penuaan, serta pengaruh psikososial pada fungsi organ (Wulandari, 2012).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGARUH AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA  Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

PENGARUH AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah SWT Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH WARM BATH DENGAN AROMATERAPI   Pengaruh Warm Bath Dengan Aromaterapi Sandalwood Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

PENGARUH WARM BATH DENGAN AROMATERAPI Pengaruh Warm Bath Dengan Aromaterapi Sandalwood Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

Kesimpulan: Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan ada pengaruh warm bath dengan aromaterapi sandalwood terhadap peningkatan kualitas tidur lanjut usia. Semoga penelitian ini dapat berlanjut dan dapat berguna bagi peneliti, tenaga medis ataupun masyarakat umum.

19 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PENGARUH TERAPI MUSIK DENGAN TERAPI TERTAWA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA NASKAH PUBLIKASI - PERBEDAAN PENGARUH TERAPI MUSIK DENGAN TERAPI TERTAWA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA - DIGILIB UNISAYOGYA

PERBEDAAN PENGARUH TERAPI MUSIK DENGAN TERAPI TERTAWA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA NASKAH PUBLIKASI - PERBEDAAN PENGARUH TERAPI MUSIK DENGAN TERAPI TERTAWA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA - DIGILIB UNISAYOGYA

Latar Belakang: Kualitas tidur adalah suatu keadaan tidur yang dijalani seorang individu menghasilkan kesegaran dan kebugaran saat terbangun. Usia merupakan faktor yang berpengaruh dalam kualitas tidur, seiring dengan bertambahnya usia keluhan kualitas tidur semakin meningkat. Di Indonesia setiap tahun sekitar 20% sampai 50% orang dewasa melaporkan adanya gangguan pemenuhan tidur dan 17% mengalami gangguan pemenuhan tidur yang serius. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, peningkatan depresi dan kecemasan, kesulitan dalam mobilitas, miningkatnya resiko jatuh dan resiko kematian. Penatalaksanaan terhadap kualitas tidur yang buruk dapat dilakukan secara non farmakologis. Salah satu intervensi non farmakologis yaitu terapi musik dan terapi tertaw. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian terapi musik dengan terapi tetawa terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan pre and post two group design. Sebanyak 32 sampel yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompk 1 dengan perlakuan terapi musik dan kelompok 2 dengan perlakuan terapi tertawa. Kelompok terapi musik dilakukan selama 3 minggu dengan frekuensi terapi selama 2 kali dalam seminggu sedangkan kelompok terapi tertawa dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi terapi 1 kali dalam seminggu. Alat ukur yang di gunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Hasil uji hipotesis I menggunakan Paired Sample T-test diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh terapi musik terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia, dan hasil uji hipotesis II menggunakan Paired Sample T-test diperoleh nilai p= 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh terapi tertawa terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia. Hasil hipotesis III menggunakan Mann Whitney diperoleh nilai p=0,486 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh terapi musik dengan terapi tertawa terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh terapi musik dengan terapi tertawa terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia. Saran: Untuk penelitian selanjutnya dapat mengontrol sampel dari beragamnya aktivitas.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH WARM BATH DENGAN AROMATERAPI   Pengaruh Warm Bath Dengan Aromaterapi Sandalwood Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

PENGARUH WARM BATH DENGAN AROMATERAPI Pengaruh Warm Bath Dengan Aromaterapi Sandalwood Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

Karakteristik responden berdasarkan umur dan jenis kelamin merupakan salah satu karakteristik dalam penelitian ini. Pada penelitian yang telah dilakukan di Posyandu Lansia Abadi 5 Nilasari Sukoharjo ditemukan usia lansia elderly (60-74) empat kali lipat dari usia old (75- 89). Hasil tersebut sesuai dengan pernyataan WHO (2011), dimana di seluruh dunia terjadi peningkatan populasi lansia usia 60 tahun ke atas mulai tahun 2010.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA  Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

PENGARUH AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA Pengaruh Aromaterapi Mawar Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

Latar Belakang Masalah : Penuaan adalah proses yang dinamis dan kompleks yang dihasilkan oleh perubahan – perubahan sel, fisiologis, dan psikologis. Usia lanjut sangat berkaitan dengan berbagai perubahan akibat proses menua seperti perubahan anatomi/fisiologis, berbagai penyakit atau keadaan patologik sebagai akibat penuaan, serta pengaruh psikososial pada fungsi organ, Bertambahnya populasi lansia berdampak pada kondisi lansia yang mudah stress dan susah tidur (Insomnia).

10 Baca lebih lajut

PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR LANJUT USIA DI PANTI JOMPO AISIYAH SURAKARTA  Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Di Panti Jompo Aisiyah Surakarta.

PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR LANJUT USIA DI PANTI JOMPO AISIYAH SURAKARTA Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Di Panti Jompo Aisiyah Surakarta.

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan Quasi Experiment dan metode Pretest-Posttest Control Group Design. Responden penelitian ini sebanyak 20 orang lanjut usia yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 10 orang kelompok perlakuan (relaksasi otot progresif) dan 10 orang kelompok kontrol (tanpa terapi). Penelitian dilakukan selama 4 minggu dan setiap hari sebelum tidur. Kualitas tidur sebelum dan sesudah terapi relaksasi otot progresif diukur dengan kuesioner PSQI. Analisa data menggunakan uji Paired Sampel T Test dan uji Independent Sampel T Test. Hasil Penelitian: Hasil uji pengaruh kelompok dependent pre dan post test relaksasi otot progresif di peroleh p-value 0,0001 maka ada pengaruh pemberian relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur lanjut usia. Sedangkan pada uji beda pengaruh independent pre dan post test diperoleh p-value 0,0001, sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kualitas tidur lanjut usia pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR LANJUT USIA DI PANTI JOMPO AISIYAH  Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Di Panti Jompo Aisiyah Surakarta.

PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR LANJUT USIA DI PANTI JOMPO AISIYAH Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Di Panti Jompo Aisiyah Surakarta.

Berdasarkan hasil uji beda pengaruh diperoleh nilai p sebesar 0,0001 atau <0,05 diketahui bahwa terdapat pengaruh pemberian relaksasi otot progresif terhadap peningkatan kualitas tidur lanjut usia. Hal ini sesuai dengan teori bahwa relaksasi otot progresif merupakan terapi yang bertujuan untuk mengatasi masalah tidur, ansietas, mengurangi kelelahan, kram otot serta nyeri leher dan punggung (Safitri, 2014). Menurut Pranata (2013) relaksasi otot progresif dapat meningkatkan aktivitas fisik maupun psikologis. Gerakan dari relaksasi dan kontraksi otot dapat merangsang sistem saraf parasimpatis yaitu nuclei rafe yang terletak dibawah pons dan medulla sehingga akan terjadi penurunan metabolisme tubuh, denyut nadi, tekanan darah, frekuensi nafas, peningkatan sekresi serotonin yang dapat mengakibatkan tubuh menjadi rileks dan mudah tertidur. Ketika melakukan gerakan relaksasi sel syaraf akan mengeluarkan opiate peptides yaitu rasa nyaman yang dialirkan keseluruh tubuh (Person, 2008). Relaksasi otot progresif akan menurunkan produksi kortisol dalam darah, menurunkan kadar noreprineprine, menstimulasi suprachiasmatic nuclei untuk menghasilkan sensasi nyaman dan timbul rasa kantuk (Saeedi, 2012). Melalui latihan relaksasi otot progresif lanjut usia dilatih untuk menghadirkan respon relaksasi sehingga mencapai keadaan yang tenang karena latihan relaksasi memberikan pemijatan halus pada berbagai kelenjar tubuh (Potter & Perry, 2010).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Di Panti Jompo Aisiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Di Panti Jompo Aisiyah Surakarta.

Penelitian lain juga dilakukan oleh Dayapoglu (2012) mengenai pengaruh latihan relaksasi otot progresif terhadap kelelahan dan kualitas tidur pada multiple sclerosis . Penelitian dilakukan sekali sehari dalam waktu 6 minggu dengan pasien sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat kelelahan dan peningkatan kualitas tidur pada penderita multiple sclerosis.

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

PENDAHULUAN Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia.

Aktivitas fisik dapat merangsang penurunan aktivitas saraf simpatis dan peningkatan aktivitas para simpatis yang berakibat pada penurunan hormon adrenalin, norepinefrin dan katekolamin. Kemudian terjadi vasodilatasi pada pembuluh darah serta mengakibatkan transportasi oksigen keseluruh tubuh terutama pada otak lancar, dapat menurunkan tekanan darah dan nadi menjadi normal, dan sekresi melatonin secara optimal yang akan mempengaruhi beta endhorphin dan membantu pemenuhan tidur pada lansia (Cahyono, 2013).

4 Baca lebih lajut

PENGAT Pengaruh Senam Lanjut Usia Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Wanita Di Boyolali.

PENGAT Pengaruh Senam Lanjut Usia Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Wanita Di Boyolali.

Menurut Maryam (2012) menjadi tua ditandai dengan adanya kemunduran biologis, kemuunduran kognitif dan kemunduran fisik. Berdasarkan penelitian Yang (2012) menyatakan bahwa prevalensi insomnia, yang ditandai dengan ketidakmampuan secara terus menerus untuk tertidur atau mempertahankan tidurnya, meningkat seiring bertambahnya usia.Gangwisch (2006) yang menyatakan bahwa tidur yang kurang dapat membawa pada berkembangnya hipertensi, yaitu dengan cara meningkatkan aktivitas simpatis, meningkatkan stressor fisik dan psikis, dan meningkatkan retensi garam. Potter (2005) dalam penelitiannya menyatakan, salah satu fungsi tidur adalah memelihara jantung, dimana pada tahap tidur dihubungkan dengan aliran darah ke serebral, peningkatan konsumsi oksigen dapat membantu penyimpanan memori yang berhubungan dengan fungsi kognitif. Menurut Stanley (2007), Penurunan fungsi neurotransmiter menyebabkan menurunnya produksi hormon melatonin yang berpengaruh terhadap perubahan irama sirkardian, sehingga lanjut usia akan mengalami penurunan tahap 3 dan 4 dari waktu tidur NREM, bahkan hampir tidak memiliki fase 4 atau tidur dalam.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Latihan Senam Yoga Terhadap Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia).

PENDAHULUAN Pengaruh Latihan Senam Yoga Terhadap Kualitas Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia).

Untuk mengatasi terjadinya gangguan kualitas tidur terutama bagi lansia salah satunya dapat dilakukan senam yoga. Senam yoga merupakan salah satu senam ringan yang dapat dilakukan oleh lansia untuk menimbulkan efek rileksasi agar dapat menambah kualitas tidur ataupun memperbaiki kualitas tidur agar menjadi lebih baik. Yoga adalah tujuan yang sistematik komprehensif untuk pencapaian fisik, psikologis, spiritual kesehatan dan kesejahteraan, dan menggabungkan beberapa variasi postural/latihan, pernapasan, dan meditasi teknik. Yoga juga telah digunakan sebagai terapi pengobatan seperti yang diyakini bahwa tehknik yang berbeda dapat menghasilkan efek psikologikal yang unik dan dapat mengobati gangguan tertentu (Khalsa, 2004). Kombinasi yoga Hatha lembut dan restoratif dapat memberikan manfaat yang efektif untuk meningkatkan tidur, karena urutan holistik latihan meditasi, bernapas, dan fisik kesejajaran memerlukan kedua keterlibatan aktif dan pasif dari otot rangka (Mustian, 2014).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pijat Bayi Dengan Aromaterapi Terhadap Frekuensi Tidur Bayi Usia 0-4 Bulan.

PENDAHULUAN Pengaruh Pijat Bayi Dengan Aromaterapi Terhadap Frekuensi Tidur Bayi Usia 0-4 Bulan.

Pada beberapa bayi mengalami gangguan tidur sehingga bayi sering menangis, diperlukan suatu sentuhan halus yang bisa membuat bayi merasa nyaman dan bisa tidur dengan nyenyak, salah satunya dengan pijat bayi yang sudah dikenal sejak berabad-abad tahun, bahkan diperkirakan ilmu ini telah dikenal sejak awal manusia diciptakan kedua (Roesli 2001). Permasalahan lain yang timbul adalah gangguan fisik, bayi dengan keadaan kurang tidur atau istirahat keadaan fisiknya kurang baik dibanding dengan bayi dengan tidur atau istirahat yang cukup. Faktor-faktor yang dapat memepengaruhi gengguan tidur pada bayi, faktor yang mempengaruhi kualitas tidur anak di malam hari. Faktor pertama terkait dengan masalah fisik seperti rasa lapar dan haus serta adanya gangguan pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran napas, saluran kemih, otot atau tulangnya (Tarkini, 2004)
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Senam Bugar Lanjut Usia Terhadap Tekanan Darah Dan Kualitas Hidup Pada Lanjut Usia Hipertensi.

PENDAHULUAN Pengaruh Senam Bugar Lanjut Usia Terhadap Tekanan Darah Dan Kualitas Hidup Pada Lanjut Usia Hipertensi.

Peningkatan kondisi sosial masyarakat dan usia harapan hidup (UHH) menyebabkan jumlah lanjut usia (lansia) semakin bertambah (Utomo, 2010). Menurut data Badan Pusat Statistik (2015) hasil proyeksi penduduk tahun 2014 menunjukkan umur harapan hidup penduduk Indonesia sebesar 70,6 tahun. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, lanjut usia di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 8,2 persen. Peningkatan jumlah lansia tersebut perlu mendapatkan perhatian karena lansia beresiko tinggi mengalami berbagai gangguan kesehatan khususnya penyakit degeneratif.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kualitas Tidur Anak Usia Sekolah Yang Di Rawat Inap  Di RSUD Dr. Pirngadi Medan

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kualitas Tidur Anak Usia Sekolah Yang Di Rawat Inap Di RSUD Dr. Pirngadi Medan

Minyak esensial memiliki kerja dan efek yang multiple misalnya minyak esensial yang dipakai dalam pengobatan infeksi respiratorius, minyak ini bukan saja memberikan kasiat antiseptik, tetapi juga mukolitik, anti inflamasi dan seterusnya. Contoh lainnya adalah penggunaan minyak esensial dalam sistem pencernaan yang sekalipun bersifat antiseptik, kerja minyak esensial ini tidak mengganggu kerja flora usus serta fungsi sekresi saluran cerna sehingga berbeda dengan antibiotik yang tidak dikehendaki. Penggunaan minyak esensial merupakan cara yang pasti untuk menghindari fenomena timbulnya resistensi pada mikroba karena essence aromatic dapat membunuh secara selektif strain kuman yang resisten. Beberapa minyak esensial yang berkhasiat antiseptik dan antibiotik antara lain lavender, peppermint, cengkih, mawar, lemon dan lain sebagainya. Sifat antiseptik minyak esensial ini juga dapat digunakan sebagai sarana yang sangat menyenangkan dan efektif untuk desinfeksi udara dalam ruangan tertutup, sehingga ideal untuk digunakan dalam kamar klien, unit luka bakar, bagian resepsionis, ruang tunggu dan lain-lain (Price, 1997).
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI BALAI SOSIAL LANJUT USIA MANDALIKA NTB

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS RENDAM KAKI AIR HANGAT DAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI BALAI SOSIAL LANJUT USIA MANDALIKA NTB

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang peneliti dapatkan di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB pada bulan Februari 2017, terdapat 80 lansia yang terdiri dari 25 laki-laki dan 55 perempuan. Dan berdasarkan hasil wawancara dengan pihak Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB mengatakan bahwa gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada lansia, yang dimana disebabkan karena penyakit yang diderita oleh lansia, dalam mengatasi gangguan tidur pihak panti memberikan terapi air hangat dan minum susu hangat. Di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB sudah menerapkan rendam kaki air hangat, namun jarang dilakukan dan belum dilakukan mini riset terhadap kualitas tidur pada lansia sebagai dampak dari perlakuan rendam kaki air hangat tersebut.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH AROMATERAPI MAWAR TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI BALAI SOSIAL LANJUT USIA MANDALIKA NTB

PENGARUH AROMATERAPI MAWAR TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI BALAI SOSIAL LANJUT USIA MANDALIKA NTB

Berdasarkan data pada bulan maret 2017 jumlah lansia di BALAI SOSIAL LANJUT USIA MANDALIKA NTB berjumlah 74 orang. Dimana jenis kelamin laki-laki sebanyak 24 orang, perempuan 50 orang. Dan Lansia yang mengalami insomnia sebanyak 22 orang. Insomnia itu sendiri disebabkan oleh penyakit yang diderita oleh lansia seperti Rheumatoid artritis, penyakit hipertensi, stress. Sehingga sulit untuk mempertahankan tidur, serta bangun terlalu sering pada malam hari dan sulit untuk tidur kembali. Upaya yang biasa dilakukan dalam menangani masalah insomnia adalah pemberian obat tidur, padahal pemberian obat tidur dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping berupa: kecanduan, dan bila overdosis dapat membahayakan pemakainya (Nugroho, 2008).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Senam Lanjut Usia Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Wanita Di Boyolali.

PENDAHULUAN Pengaruh Senam Lanjut Usia Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Wanita Di Boyolali.

Total lansia yang berada di desa Siswodipuran berjumlah 50 orang. Dari hasil survey pendahuluan yang telah dilakukan, diketahui bahwa 20 orang lanjut usia mengalami penurunan kualitas tidur dilihat dari permasalahan yang dikeluhkan berdasarkan Pittsburgh Sleep Quality Index. Keduapuluh lanjut usia mengeluhkan ketidakmampuan untuk tidur setelah berbaring selama 30 menit, tidak mampu berafas dengan leluasa, sering terbangun di malam atau dini hari dan sering mengantuk ketika melakukan aktifitas disiang hari dengan frekuensi lebih dari 3 kali seminggu.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh logoterapi terhadap hipertensi pada pasien lanjut usia 10032

Pengaruh logoterapi terhadap hipertensi pada pasien lanjut usia 10032

Sitokin mempunyai peranan sentral dalam pengaturan respon imun yang menggambarkan dua bentuk komunikasi neuro-imun, imunomodulasi oleh stres psikologis dan pengkondisian perilaku dari respon imun. Peranan sitokin pada endokrin dan efek perilaku fase akut, mempunyai efek dalam fungsi sistem saraf pusat. Efek psikologis stres digambarkan sebagai immunosuppressing dan immunoenhancing . Di antara mereka, immunosuppressing yang relevan salah satunya adalah reduksi derajat dan immunoenhancing IL-1, IL-2, dan IFN-gamma. Sebaliknya, beberapa dari efek proinflamasi dari stres adalah dimediasi oleh peningkatan derajat IL-6, IL-2, dan TNF dimediasi oleh neurotransmitter Substance P. Peranan yang mungkin untuk IL-1 dan IFN-beta sebagai messenger yang mungkin dalam pengaturan imun melalui pengkondisian perilaku telah diusulkan. Sitokin proinflamasi selanjutnya bisa mengaktivasi HPA aksis dan menginduksi perilaku sakit selama respon fase akut, selama sistem saraf parasimpatis berlaku sebagai jalur untuk deteksi mereka melalui sistem saraf pusat. Terdapat temuan terbaru dalam pengaturan ekspresi sitokin oleh neurotransmitter dari sistem saraf simpatis (epinefrin dan norepinefrin), merupakan kunci seluruh mekanisme komunikasi otak-imun ini (Espinosa and Bermudez-Rattoni, 2001).
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

PENGARUH SENAM LANJUT USIA TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA WANITA DI BOYOLALI  Pengaruh Senam Lanjut Usia Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Wanita Di Boyolali.

PENGARUH SENAM LANJUT USIA TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA WANITA DI BOYOLALI Pengaruh Senam Lanjut Usia Terhadap Kualitas Tidur Lanjut Usia Wanita Di Boyolali.

Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental desain penelitian pre test - post testwith control group design untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap kualitas tidur lanjut usia wanita. Sampel yang digunakan sebanyak 54 orang.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...