Top PDF PENDAHULUAN Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Dalam Proses Penyidikan.

PENDAHULUAN  Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Dalam Proses Penyidikan.

PENDAHULUAN Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Dalam Proses Penyidikan.

Suatu negara yang berdasarkan atas hukum harus menjamin persamaan (equality) setiap individu, termasuk kemerdekaan individu untuk menggunakan haknya. Negara hukum lahir sebagai hasil perjuangan individu untuk melepaskan dirinya dari keterikatan serta tindakan sewenang- wenang penguasa, maka tindakan penguasa terhadap individu dan kekuasaannya harus dibatasi oleh hukum. Baik negara maupun individu adalah subjek hukum yang memiliki hak dan kewajiban. Oleh karena itu, dalam negara hukum kedudukan dan hubungan individu dengan negara harus seimbang, keduanya memiliki hak dan kewajiban yang dilindungi hukum.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TERSANGKA DALAM   PROSES PENYIDIKAN   Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Dalam Proses Penyidikan.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Dalam Proses Penyidikan.

dengan prosedur yang benar atau bahkan menyimpang dari ketentuan yang ada di dalam KUHAP dan juga peraturan perundang-undangan lainnya sebagai berikut: 1) Pasal 52 KUHAP Dalam pasal ini digariskan secara tegas kebebasan atau kemerdekaan tersangka dalam memberikan keterangan dalam pemeriksaan pada tingkat penyidikan, yang berbunyi; "Dalam Pemeriksaan pada tingkat penyidikan dan pengadilan, tersangka atau terdakwa berhak memberikan keterangan secara bebas kepada penyidik atau hakim". 13 Supaya pemeriksaan dapat mencapai hasil yang tidak menyimpang daripada yang sebenamya maka tersangka harus dijauhkan dari rasa takut. Oleh karena itu wajib dicegah adanya paksaan atau tekanan terhadap tersangka; 2) Pasal 117 ayat (1) KUHAP Pasal ini juga menegaskan kembali kebebasan atau kemerdekaan tersangka dalam memberikan keterangan pada tingkat penyidikan, yang berbunyi; "keterangan tersangka dan atau saksi kepada penyidik diberikan tanpa tekanan dari siapa pun dan atau dalam bentuk apapun"; 3) Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep/l 205AX/2000 tentang Himpunan Juklak dan Juknis Proses Penyidikan Tindak Pidana, huruf e) poin (6). Dalam hal ini dijelaskan bahwa proses penyidikan terhadap tersangka dilarang menggunakan kekerasan atau penekanan dalarn bentuk apapun, baik sebelum pemeriksaan maupun saat pemeriksaan dilaksanakan. Ketentuan ini seharusnya menjadi pedoman bagi penyidik dan institusinya dalam proses penyidikan, namun dalam pemeriksaan, justru tersangka disiksa, dipaksa, ditekan dan diintimidasi untuk mengakui perbuatannya. Dalam hal ini dijelaskan bahwa proses penyidikan terhadap tersangka dilarang menggunakan kekerasan atau penekanan dalam bentuk apapun, baik sebelum pemeriksaan maupun saat pemeriksaan dilaksanakan. Ketentuan ini seharusnya menjadi pedoman bagi penyidik dan institusinya dalam proses penyidikan, namun dalam pemeriksaan, justru tersangka disiksa, dipaksa, ditekan dan diintimidasi untuk mengakui perbuatannya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DI POLSEK UJUNG PANDANG

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DI POLSEK UJUNG PANDANG

harus mengetahui hak-haknya. Pengetahuan tentang objek hukum memberikan pemahamam yang lebih komprehensif kepad kita tentang makna hukum yang sebenarnya. Karena hukum pidana mengancam kebebasan seseorang, maka sangat penting bagi tersangka atau terdakwa untuk melakukan pembelaan diri. Upaya hukum adalah hak terdakwa atau penuntut umum untuk tidak menerima putusan pengadilan yang berupa perlawanan atau banding atau kasasi atau hak terpidana untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali. Yang membedakan buku ini dengan penelitian penulis yakni penulis lebih mengarah kepada perlindungan hak tersangka dalam hukum pidana Islam. Namun buku ini terdapat 1 bab yang secara khusus membahas mengenai hak-hak tersangka/terdakwa dalam hukum acara pidana yang sangat membantu penulis dalam penelitiannya untuk membedakan apa yang telah diatur dalam undang- undang dengan apa realita yang terjadi pada saat proses penyidikan oleh kepolisian.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES  PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN DI POLRES SLEMAN.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN DI POLRES SLEMAN.

Penulisan Hukum ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Universitas Atmajaya Yogyakarta. Materi Penulisan Hukum ini banyak didapatkan dari berbagai sumber baik dari hasil penelitian, hasil wawancara dengan Narasumber maupun dari pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, terutama dengan adanya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara yang diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap tersangka dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik di Polres Sleman Yogyakarta..
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM YOGYAKARTA TERKAIT PERLINDUNGAN TERSANGKA TERHADAP KEKERASAN YANG DILAKUKAN PENYIDIK DALAM PROSES PENYIDIKAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM YOGYAKARTA TERKAIT PERLINDUNGAN TERSANGKA TERHADAP KEKERASAN YANG DILAKUKAN PENYIDIK DALAM PROSES PENYIDIKAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Saya dengan ini menyatakan bahwa skripsi dengan judul Peran Advokat Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta Terkait Perlindungan Tersangka Terhadap Kekerasan Yang Dilakukan Penyidik Dalam Proses Penyidikan Di Daerah Istimewa Yogyakarta benar-benar hasil karya saya sendiri. Perbedaan skripsi yang saya tulis dengan skripsi lain yang berjudul Perlindungan Hak-hak Tersangka Dalam Proses Penyidikan adalah, pada skripsi tersebut lebih membahas megenai perlindungan terhadap hak-hak yang dimiliki tersangka dan faktor-faktor yang menghambat perlindungan terhadap hak-hak tersangka, sedangkan skripsi saya lebih membahas mengenai peran Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta dalam menangani kliennya (tersangka) yang mengalami kekerasan pada saat penyidikan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA ANAK DALAM PROSES PENYIDIKAN.

PENUTUP PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA ANAK DALAM PROSES PENYIDIKAN.

Hambatan yang dihadapi Kepolisian dalam memberikan perlindungan hukum terhadap tersangka anak dalam proses penyidikan, adalah :... 51 51 b Kurangnya peran serta BAPAS yang seharusnya me[r]

4 Baca lebih lajut

Penerapan Pasal 52 Jo Pasal 117 Ayat (1) KUHAP Dalam Perlindungan Hukum Terhadap Harkat dan Martabat Tersangka Dalam Proses Penyidikan Di Kepolisian (Studi Di Polres Batu)

Penerapan Pasal 52 Jo Pasal 117 Ayat (1) KUHAP Dalam Perlindungan Hukum Terhadap Harkat dan Martabat Tersangka Dalam Proses Penyidikan Di Kepolisian (Studi Di Polres Batu)

Keinginan untuk mewujudkan sistem penyidikan ilmiah (Scientific Investigation method) seringkali terganjal oleh beberapa hambatan yang cukup problematik. Hal ini disebabkan sering ditemukannya tindakan menyimpang dari pejabat penyidik dalam melakukan proses penyidikan, diantaranya adalah tindakan penyiksaan yang bertujuan untuk memperoleh sebuah pengakuan dari seorang tersangka. Tidak jarang akibat tindakan penyiksaan tersebut membawa dampak pada kejiwaan dalam diri tersangka, baik perlakuan yang mengakibatkan luka-luka serius bahkan sampai meninggal dunia.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA YANG MENGALAMI TINDAK KEKERASAN DALAM PROSES PENYIDIKAN.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA YANG MENGALAMI TINDAK KEKERASAN DALAM PROSES PENYIDIKAN.

Demikian batasan konsep dalam penelitian hukum ini mengenai, Perlindungan hukum terhadap tersangka yang mengalami tindak kekerasaan dalam proses penyidikan adalah hanya akan meneliti mengenai suatu bentuk pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh aparat penegak hukum atau aparat keamanan untuk memberikan rasa aman baik fisik maupun mental yang meliputi lembaga-lembaga (institution) dan proses-proses yang diperlukan untuk mewujudkan hukum itu dalam kenyataan kepada seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana yang mengalami setiap perbuatan dengan mempergunakan tenaga badan yang tidak ringan dalam proses penyidikan. Adapun batasan pengertian atau pemahaman atas adanya pengertian- pengertian yang nantinya akan muncul atau dimunculkan dalam penelitian ini adalah pengertian-pengertian yang sudah terdapat dalam butir F, Batasan Konsep.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENUTUP PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA YANG MENGALAMI TINDAK KEKERASAN DALAM PROSES PENYIDIKAN.

PENUTUP PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA YANG MENGALAMI TINDAK KEKERASAN DALAM PROSES PENYIDIKAN.

Bahwa bentuk perlindungan yang diberikan kepada tersangka yang mengalami tindak kekerasan dalam tingkat penyidikan secara garis besar sebenarnya telah mendapatkan legitimasi yang kuat dari KUHAP. Pada dasarnya, KUHAP telah memberikan perlindungan terhadap harkat dan martabat manusia, yang dalam hal ini adalah tersangka dalam proses penyidikan. Dimana telah diatur didalamnya bentuk perlindungan yang diberikan oleh KUHAP sebagai berikut :

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA ANAK DALAM PROSES PENYIDIKAN.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA ANAK DALAM PROSES PENYIDIKAN.

8 faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran hak tersangka anak pada proses penyidikan di POLRES Sleman DIY. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama meneliti bagaimana perlindungan hukum terhadap tersangka anak dalam penyidikan dan sama-sama melakukan penelitian di Yogyakarta. Perbedaan penelitian ini adalah penelitian Arie Irawan garis besar isinya pada perlindungan hak-hak yang seharusnya didapat oleh tersangka anak dan pelanggaran hak tersangka anak, sedangkan penelitian penulis isinya mengacu pada bagaimana perlindungan yang didapat tersangka anak serta hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan perlindungan tersangka anak pada penyidikan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TERSANGKA DALAM   PROSES PENYIDIKAN   Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Dalam Proses Penyidikan.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN Perlindungan Hukum Bagi Tersangka Dalam Proses Penyidikan.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih serta penyayang yang telah melimpahkan segala nikmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN.

11 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN DI POLRES SLEMAN.

PENUTUP PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN DI POLRES SLEMAN.

1. Perlindungan tersangka dalam proses penyidikan di Polres Sleman belum sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku dan belum sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan, yaitu : a) Masih terjadi kekerasan oleh penyidik. b) Dalam hal penyediaan kuasa hukum untuk para tersangka yang kurang mampu dalam menghadapi perkaranya tersebut.

4 Baca lebih lajut

SKRIPSI PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM YOGYAKARTA TERKAIT PERLINDUNGAN TERSANGKA TERHADAP KEKERASAN YANG DILAKUKAN PENYIDIK DALAM PROSES PENYIDIKAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

SKRIPSI PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM YOGYAKARTA TERKAIT PERLINDUNGAN TERSANGKA TERHADAP KEKERASAN YANG DILAKUKAN PENYIDIK DALAM PROSES PENYIDIKAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan KasihNya yang melimpah kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul PERAN ADVOKAT LEMBAGA BANTUAN HUKUM YOGYAKARTA TERKAIT PERLINDUNGAN TERSANGKA TERHADAP KEKERASANYANG DILAKUKAN PENYIDIK DALAM PROSES PENYIDIKAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

12 Baca lebih lajut

PENELITIAN HUKUM / SKRIPSI  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA ANAK DALAM PROSES PENYIDIKAN.

PENELITIAN HUKUM / SKRIPSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA ANAK DALAM PROSES PENYIDIKAN.

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas anugerah yang tidak terhingga sehingga Penulis dapat menyelesaikan Penulisan skripsi ini dengan judul “PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA ANAK DALAM PROSES PENYIDIKAN” dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

10 Baca lebih lajut

BAB II KETENTUAN HUKUM DAN PELAKSANAAN PROSES PENYIDIKAN TERHADAP NOTARIS SEBAGAI SAKSI DAN TERSANGKA DALAM TINDAK PIDANA A. Ketentuan Hukum Proses Penyidikan Terhadap Notaris Sebagai Saksi dan Tersangka Dalam Tindak Pidana - Proses Penyidikan Di Kepolisi

BAB II KETENTUAN HUKUM DAN PELAKSANAAN PROSES PENYIDIKAN TERHADAP NOTARIS SEBAGAI SAKSI DAN TERSANGKA DALAM TINDAK PIDANA A. Ketentuan Hukum Proses Penyidikan Terhadap Notaris Sebagai Saksi dan Tersangka Dalam Tindak Pidana - Proses Penyidikan Di Kepolisi

ada salinan aktanya. Majelis Pengawas Daerah dalam hal demikian tidak perlu memberi persetujuan pemanggilan Notaris untuk memberi keterangan tentang materi/isi akta, karena sudah ada salinan aktanya. Kesaksian yang akan diberikan oleh Notaris tidak berbeda dengan apa yang ada pada isi salinan akta. Salinan akta sudah menunjukkan dengan nyata tentang perbuatan hukum para pihak yang dapat berupa kesepakatan atau perjanjian, dan akta autentik termasuk salinannya mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna (Pasal 1870 Kitab Undang-undang Hukum Perdata). Kecuali apabila akta tersebut memuat hal-hal yang memerlukan kesaksian ahli, maka Notaris dipanggil tidak dimaksudkan untuk menjelaskan perbuatan hukum yang tertuang dalam akta akan tetapi diminta penjelasannya sebagai ahli yaitu sebagai saksi ahli. Dalam hal demikian Majelis Pengawas Daerah (MPD) memberi persetujuan pemanggilan Notaris sebagai saksi ahli.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN.

PENUTUP PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN.

Implementasi perlindungan hak-hak tersangka dalam pada tingkat penyidikan diwilayah Polresta Yogyakarta, pada prinsipnya telah diimplementasikan sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang yaitu KUHAP, misalnya adanya pendampingan perkara oleh penasehat hukum ditahan sesuai dengan batas waktu yang diatur, di beri hak mengajukan pra peradilan jika mendapat perlakuan yang dinilai melawan hukum oleh petugas. Kelemahan dalam implementasi ini masih sering ditemukannya hal-hal kecil yang berupa penyiksaan fisik dalam tahap penyidikan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Proses Penyidikan Di Kepolisian Terhadap Notaris Sebagai Saksi Atau Tersangka Dalam Tindak Pidana

Proses Penyidikan Di Kepolisian Terhadap Notaris Sebagai Saksi Atau Tersangka Dalam Tindak Pidana

Pengaturan mengenai penyidikan terdapat dalam Pasal 1 angka 1 KUHAP yang merumuskan pengertian penyidik. Dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam pemeriksaan terhadap seorang notaris yang dilaporkan telah melakukan perbuatan pidana diatur dalam Pasal 66 UUJN. Namun pemanggilan tersebut lebih rinci diatur dalam Peraturan menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: M.03.HT.03.10 Tahun 2007 tentang Pengambilan Minuta Akta dan Pemanggilan Notaris. Untuk kepentingan proses peradilan dapat memanggil notaris sebagai saksi, tersangka atau terdakwa dengan mengajukan permohonan tertulis kepada Majelis Pengawas Daerah. Apabila notaris membuka rahasia yang disimpannya berdasarkan suatu ketentuan peraturan umum, dan peraturan umum tersebut merupakan ketentuan eksepsional dari pasal UUJN, maka pasal 322 KUHP tidak dapat diterapkan. Dalam melaksanakan tugasnya penyidik menghadapi beberapa kendala dalam hal proses pemanggilan notaris sebagai saksi maupun tersangka. Begitu juga dengan notaris yang dipanggil sebagai saksi atau tersangka. Berdasarkan dari kesimpulan, maka dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: Selain tata cara pemanggilan notaris sebagai saksi atau tersangka, diharapkan diatur juga prosedur pada saat pemeriksaan. Dalam hal kepentingan dan perlindungan semua pihak asas kerahasiaan yang merupakan kewajiban notaris haruslah dipahami dan dihormati. Dalam mengatasi kendala-kendala dalam pemeriksaan notaris sebagai saksi atau tersangka sebaiknya tidak dituangkan dalam kesepakatan bersama saja, sudah seharusnya dibuat pengaturan dalam bentuk undang- undang.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA YANG MENGALAMI TINDAK KEKERASAN DALAM PROSES PENYIDIKAN.

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA YANG MENGALAMI TINDAK KEKERASAN DALAM PROSES PENYIDIKAN.

Akhir kata, penulis sebagai penyusun Penulisan Hukum ini, dengan segala keterbatasan mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun yang dapat menjadi koreksi bagi penulis agar menjadi lebih baik di kemudian hari. Mengingat Penulisan Hukum ini masih banyak kekurangan, penulis mohon maaf.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...