Top PDF PENDAHULUAN TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL (Studi Kasus Di Rental Mobil pabelan Sejahtera Surakarta).

PENDAHULUAN TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL (Studi Kasus Di Rental Mobil pabelan Sejahtera Surakarta).

PENDAHULUAN TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL (Studi Kasus Di Rental Mobil pabelan Sejahtera Surakarta).

Perjanjian sewa-menyewa mobil mengenal adanya asas konsensualitas yaitu perjanjian sudah sah apabila sudah sepakat mengenai hal yang pokok dan tidak diperlukan formalitas. Asas konsensualisme dapat ditemukan dalam pasal 1320 KUH perdata. Pada pasal tersebut mengatur tentang syarat-syarat sahnya perjanjian. Pasal tersebut menyatakan untuk sahnya perjanjian diperlukan empat syarat yang antaranya adalah kata sepakat mereka yang mengikatkan dirinya.

12 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL  TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL (Studi Kasus Di Rental Mobil pabelan Sejahtera Surakarta).

TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL (Studi Kasus Di Rental Mobil pabelan Sejahtera Surakarta).

Alhamdulillah wa syukurilah Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat, karunia dan Ridho-nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul : TINJAUAN YURIDIS TENTANG PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL (Studi Kasus Di Rental Mobil pabelan Sejahtera Surakarta)

10 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN SEWA MENYEWA BARANG MILIK DAERAH ANTARA PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN PERUSAHAAN ADVERTISING DIKAITKAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA ATAU DAERAH.

TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN SEWA MENYEWA BARANG MILIK DAERAH ANTARA PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN PERUSAHAAN ADVERTISING DIKAITKAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA ATAU DAERAH.

Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Barang milik negara/daerah meliputi barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN/D, barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah seperti barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis, barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari peijanjian/kontrak, barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undang-undang, atau barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Di dalam melakukan pengelolaan barang milik negara/daerah, maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah, perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

PENYELESAIAN SENGKETA PERJANJIAN SEWA MENYEWA MOBIL DI KOTA MAGELANG.

PENYELESAIAN SENGKETA PERJANJIAN SEWA MENYEWA MOBIL DI KOTA MAGELANG.

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian yuridis sosiologis. Pelaksanaan penelitian ini penulis melakukan penelitian di lapangan dengan cara wawancara kepada para responden dan informan yang berada di tempat sewa mobil Dim-Dim autocare, Cv Sempurna Jaya dan Sewa Mobil Yurna.

1 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN SEWA MENYEWA GEDUNG ANTARA DINAS PENDAPATAN DAERAH DENGAN PLAZA MEDAN FAIR TESIS

TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN SEWA MENYEWA GEDUNG ANTARA DINAS PENDAPATAN DAERAH DENGAN PLAZA MEDAN FAIR TESIS

Perjanjian akan melindungi proses bisnis para pihak apabila pertama-tama dan terutama perjanjian dibuat secara sah kerena hal ini akan menjadi penentu proses hubungan hukum selanjutnya. Hal ini akan membawa suatu tantangan untuk mencari tahu sah atau validnya suatu kontrak. Dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa gedung, ada ketentuan yang wajib diterima oleh para penyewa dengan Klausula wajib, namun ada kesadaran dari para pihak untuk menghormati perjanjian sebagai undang-undang. Perselisihan yang timbul dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa, umumnya diselesaikan dengan cara kekeluargaan berdasarkan kesadaran dan pertimbangan akal sehat oleh kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Tentang Pelaksanaan Perjanjian Sewa Menyewa Rumah Di Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan

Tinjauan Yuridis Tentang Pelaksanaan Perjanjian Sewa Menyewa Rumah Di Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan

Adanya pertumbuhan penduduk yang tinggi mengakibatkan banyak penduduk yang kekurangan tempat tinggal. Disisi lain ada penduduk yang kelebihan tempat tinggal. Bagi mereka yang kelebihan tempat tinggal, mereka menyewakan rumah-rumah tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan adanya keadaan yang demikian enyebabkan timbulnya perjanjian sewa menyewa rumah. Perjanjian sewa menyewa ini merupakan perjanjian konsensuil, dimana Undang Undang membedakan antara perjanjian sewa menyewa secara tertulis dan secara lisan. Sewa menyewa secara tertulis berakhir demi hukum “otomatis”, yaitu bila waktu yang ditentukan habis, tanpa diperlukan pemberitahuan pemberhentian. Sedangkan sewa menyewa secara lisan, yaitu jika pihak yang menyewakan memberitahukan pada penyewa bahwa ia akan menghentikan sewanya. Pemberitahuan dilakukan dengan mengindahkan menurut kebiasaan setempat. (wawancara dengan Bpk Sukisno, Petani pada tanggal 28 Juni 2004).
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Perjanjian Sewa menyewa Ruangan dan Konsesi Usaha Antara PT. Indomobil Bintan Corpora Cabang Medan Dengan PT. (Persero) Angkasa Pura II Medan

Tinjauan Yuridis Perjanjian Sewa menyewa Ruangan dan Konsesi Usaha Antara PT. Indomobil Bintan Corpora Cabang Medan Dengan PT. (Persero) Angkasa Pura II Medan

Dengan demikian, "pembentukan hukum dalam bentuk hukum positif harus berorientasi pada asas-asas hukum sebagai jantung peraturan hukum tersebut". 13 Oleh sebab itu, pemahaman akan asas hukum tersebut sangat penting dalam menganalisa sejauh mana asas kebebasan berkontrak dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa ruangan dan konsesi usaha antara PT. Indomobil Bintan Corpora Cabang Medan dengan PT. Angkasa Pura Persero Medan. Dengan demikian maka analisa masalah yang diajukan lebih berfokus pada sistem hukum positif khususnya mengenai substansi hukum, yakni dalam ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perjanjian sewa menyewa.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TENTANG WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL - Unissula Repository

TINJAUAN YURIDIS TENTANG WANPRESTASI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA-MENYEWA MOBIL - Unissula Repository

Mobil adalah suatu kendaraan roda empat yang digerakkan dengan tenaga mesin dengan bahan bakar bensin atau solar yang mempunyai bentuk tertentu. Mobil termasuk barang mewah dan harganya sangat mahal sehingga tidak semua orang bisa memiliki mobil sebagai barang milik pribadi. Karena hal tersebut maka banyak perorongan atau badan usaha yang mendirikan rental mobil (persewaan mobil) yang dapat membantu seseorang yang tidak mempunyai mobil untuk menikmati fungsi dan fasilitas mobil tersebut. Rental mobil (persewaan mobil) adalah pemakaian suatu kendaraan atau mobil untuk suatu waktu tertentu atau untuk perjalanan tertentu, dengan pengemudinya yang akan menuruti segala aturan yang telah ditentukan oleh pemilik atau pengusaha Rental mobil yang bersangkutan dengan dikenakan biaya atau harga sewa atas kendaraan atau mobil yang disewanya sesuai dengan harga sewa yang telah disepakati bersama. 1
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Mengenai Praktek Sewa M

Tinjauan Yuridis Mengenai Praktek Sewa M

Perkembangan perekenomian menjadikan pelaksanaan virtual office semakin berkembang di berbagai belahan dunia, Pelaksanaan virtual office merupakan sebuah lokasi usaha yang hanya ada di dunia maya, menyediakan sebuah alamat kantor untuk disewakan yang memungkinkan untuk penyewa menggunakan alamat Virtual Office tersebut sebagai alamat bisnis sehingga memiliki alamat bisnis yang prestigious. Pelaksanaan virtual office di Indonesia berbeda dengan pelaksanaan virtual office dibebetapa Negara. Konsep pelaksaan virtual office di Indonesia menggunakan konsep sewa-menyewa, hubungan hukum yang timbul antara pengguna dan penyedia virtual office di Indonesia diwujudkan dalam perjanjian sewa-menyewa, objek perjanjian virtual office yang dilaksanakan di Indonesia dapat hanya berupa sebuah alamat kantor. Konsep perjanjian sewa-menyewa yang diatur dalam kUH Perdata menjelaskan bahwa perjanjian sewa-menyewa harus memiliki objek sebuah benda, dalam hal ini dapat atau tidak alamat kantor dikategorisasikan sebagai sebuah benda/ property. Berdasarkan permasalahan tersebut dengan menggunakan metode yuridis normatif, penelitian ini ditujukan untuk mengkaji keabsahan perjanjian sewa-menyewa alamat virtual office dengan dikaitkan alamat sebagai suatu benda atau properti yang dapat dijadikan sebagai objek didalam suatu perjanjian serta mengkaji mengenai pertanggungjawaban hukum perdata pihak penyedia virtual office terhadap permasalahan hukum yang ditimbulkan oleh pihak pengguna virtual office. Hasil dari penelitian ini adalah perjanjian sewa-menyewa alamat virtual office yang dilaksanakan di Indonesia bukan merupakan suatu perjanjian sewa-menyewa yang diatur didalam KUH Perdata melainkan dikategorisasikan sebagai perjanjian tak bernama (inominaat). Pertanggung jawaban hukum perdata mengenai hubungan kontraktual antara pengguna virtual office dengan pihak ketiga tidak dapat mengikat pihak penyedia virtual office sehingga apabila terjadi permasalahan hukum yang ditimbulkan atas hubungan kontraktual tersebut pihak penyedia virtual office tidak memiliki tanggung jawab perdata.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH PERTANIAN (Studi di Desa Tungu Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan) - Unissula Repository

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA TANAH PERTANIAN (Studi di Desa Tungu Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan) - Unissula Repository

benda atau barang yang di sewakan, dan hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan. Sewa menyewa di dalam bahasa arab di sebut ijarah. Secara etimologi, arti kata ijarah yaitu upah atau sewa. Menurut terminologi agama yaitu memberikan suatu benda kepada orang lain untuk mengambil manfaatnya dengan ketentuan orang yang menerima benda itu memberikan imbalan sebagai bayaran penggunaan manfaat barang yang di pergunakan 4 .

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Tinjauan Yuridis Terhadap Bentuk Perikatan Para Pihak Dalam Sewa Menyewa Rusunawa Di Surakarta.

PENDAHULUAN Tinjauan Yuridis Terhadap Bentuk Perikatan Para Pihak Dalam Sewa Menyewa Rusunawa Di Surakarta.

Bab II Tinjauan Pustaka, terdiri dari Tinjauan Umum tentang Perikatan, yang memuat Pengertian Perikatan, Hubungan Perikatan dan Perjanjian, Macam-macam Perikatan. Yang kedua mengenai Tinjuan Umum tentang Sewa Menyewa, yang memuat Pengertian Sewa Menyewa, Hak dan Kewajiban para pihak Sewa Menyewa, dan Berakhirnya Sewa Menyewa. Sementara itu, yang ketiga mengenai Tinjauan Umum tentang Rumah Susun, yang memuat Pengertian Rumah Susun dan Hak dan kewajiban Penyewa dengan Pengelola Rumah Susun.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Sewa Menyewa Mobil Di CV. Shandi Mocha Jaya Medan

Tinjauan Yuridis Terhadap Perjanjian Sewa Menyewa Mobil Di CV. Shandi Mocha Jaya Medan

Apabila timbul persengketaan atau perselisihan antara penanggung dan tertanggung sebagai akibat pelaksanaan atau penafsiran perjanjian pertanggungan ini dan persengketaan dan perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan secara musyawarah dalam tempo 30 (tiga puluh) hari kerja sejak terjadnya kerugian yang menjadi pokok perselisihan tersebut kepada Dewan Asuransi Indonesia cq Ketua Bidang Asuransi Kerugian, yang akan membentuk Badan Arbitrase ad-hoc dalam tempo paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak surat permohonan arbitrase diterima Sekretariat Jenderal Dewan Asuransi Indonesia. Badan Arbitrase ad-hoc beranggotakan 3 (tiga) orang arbiter, yang salah seorang diantaranya adalah sarjana hukum, yang diangkat menjadi ketua merangkap anggota. Dua orang arbiter lainnya, dipilih dan diangkat dari orang-orang yang berpengalaman dalam cabang asuransi yang bersangkutan dan diutamakan orang yang tidak aktif lagi diperusahaan asuransi/reasuransi, pialang asuransi atau menjadi agen asuransi tertentu/reasuransi. Para arbiter menetapkan peraturan arbitrase dan biaya arbitrase serta pihak-pihak yang memikul biaya arbitrase tersebut dan berkewajiban memutuskan persengketaan atau perselisihan dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak tanggal pembentukannya. Keputusan Badan Arbitrase merupakan keputusan final dan mengikat kedua belah pihak. 100
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - PENYELESAIAN SENGKETA DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA BUS PARIWISATA KETIKA TERJADI WANPRESTASI ( STUDI KASUS DI PO.ARYA KENCANA TANGERANG ) - Unissula Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - PENYELESAIAN SENGKETA DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA BUS PARIWISATA KETIKA TERJADI WANPRESTASI ( STUDI KASUS DI PO.ARYA KENCANA TANGERANG ) - Unissula Repository

Dalam melaksanakan perjanjian sewa-menyewa bus ini diharapkan kepada para pihak dapat mempunyai hubungan baik dalam melaksanakan perjanjian sehingga kewajiban sewa-menyewa dapat berjalan efektif dan tidak ada pihak yang dirugikan.Dalam ilmu hukum, prestasi yang tidak sesuai dengan perjanjian disebut dengan wanprestasi.Dengan adanya perjanjian sewamenyewa ini diharapkan dapat mencegah terjadinua wanprestasi di kedua belah pihak dapat melakukan upaya – upaya hukum atau penyelesaian dalam pelaksanaan perjanjian sewa-menyewa bus. Berdasarkan latar belakang diatas dapat ditarik untuk membahas skripsi dengan judul “PENYELE SAIAN SENGKETA DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA BUS KETIKA TERJADI WANPRESTASI (STUDI KASUS DI PO.ARYA KENCANA TANGERANG)”
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Tinjauan Yuridis Tanggung Jawab Hukum Terhadap Perjanjian Penyelenggaraan Pameran Antara Pt. Assalam Hypermarket Sebagai Penyelenggara Dengan Peserta Pameran Buku Islam.

NASKAH PUBLIKASI Tinjauan Yuridis Tanggung Jawab Hukum Terhadap Perjanjian Penyelenggaraan Pameran Antara Pt. Assalam Hypermarket Sebagai Penyelenggara Dengan Peserta Pameran Buku Islam.

Setelah perjanjian timbul dan mengikat para pihak, hal yang menjadi perhatian selanjutnya adalah tentang pelaksanaan perjanjian itu sendiri, dalam hal ini adalah perjanjian penyelenggaraan pameran. Akibat timbulnya perjanjian tersebut, maka para pihak terikat di dalamnya dituntut untuk melaksanakannya dengan baik layaknya undang-undang bagi mereka. Hal ini dinyatakan Pasal 1338 KUHPerdata, yaitu: Perjanjian yang dibuat oleh para pihak secara sah berlaku sebagaiundang-undang bagi mereka yang membuatnya; perjanjian yang telah dibuat tidak dapat ditarik kembali kecuali adanyakesepakatan dari para pihak atau karena adanya alasan yangdibenarkan oleh undang-undang; Perjanjian harus dilaksanakan dengan itikat baik.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERJANJIAN SEWA  MENYEWA

PERJANJIAN SEWA MENYEWA

Pihak Kesatu, selanjutnya akan disebut juga ‘Yang Menyewakan” menerangkan akan menyewakan kepada Pihak Kedua, selanjutnya akan disebut juga “Penyewa” yang menerangkan akan menyewa dari yang menyewakan atas sebidang tanah dan Bangunan berikut fasilitas yang ada seperti : listrik, telephon dan air dari sumur maupun dari Perusahaan Air Minum, yang terdapat didalam : ------------------------ ++ Sertifikat Hak Milik nomor : 01558 / Prenggan, Gambar Situasi tanggal

6 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP BENTUK PERIKATAN PARA PIHAK DALAM SEWA MENYEWA RUSUNAWA DI SURAKARTA  Tinjauan Yuridis Terhadap Bentuk Perikatan Para Pihak Dalam Sewa Menyewa Rusunawa Di Surakarta.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP BENTUK PERIKATAN PARA PIHAK DALAM SEWA MENYEWA RUSUNAWA DI SURAKARTA Tinjauan Yuridis Terhadap Bentuk Perikatan Para Pihak Dalam Sewa Menyewa Rusunawa Di Surakarta.

Mengenai pengelolaan Rusunawa antara pengelola dengan penyewa Rusunawa terikat satu perjanjian. Termuat di dalam perjanjian tersebut adalah hak dan kewajiban pengelola dan penyewa, termasuk dalam perjanjian tersebut adalah sanksi yang akan diterima penyewa Rusunawa apabila melanggar kewajiban penyewa. Di dalam perjanjian sewa rusunawa tersebut pengelola dan penyewa tidak dalam kedudukan yang setingkat. Pengelola adalah wakil pemerinta kota Surakarta dan penyewa adalah masyarakat umum. Pengelola menjalankan tugas pengelolaan berdasarkan peraturan perundangan, yaitu Peraturan Walikota Surakarta Nomor 2 Tahun 2005, tangal 15 Maret 2005. Dengan demikian maka materi perjanjian sewa rusunawa diadakan tidak atas kesepakatan pengelola dan penyewa, melainkan atas inisiatif pengelola dalam rangka menjalankan Peraturan Walikota Surakarta Nomor 2 Tahun 2005 dan penyewa rusunawa hanya berkesempatan menyetujui perjanjian sewa tersebut atau tidak. Sebab penyewa tidak berkesempatan menuangkan kemauanya pada perjanjian sewa rusunawa tersebut. Hal ini dapat dilihat pada mekanisme penerimaan calon penyewa Rusunawa, dimana di dalam mekanisme penerima calon penyewa yang penulis sampaikan tampak bahwa seleksi administrasi dan kebenaran data calon penyewa adalah prinisip utama seleksi penyewa rusunawa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Perjanjian Sewa Menyewa  Gedung Antara Dinas Pendapatan Daerah Dengan  Plaza Medan Fair

Tinjauan Yuridis Perjanjian Sewa Menyewa Gedung Antara Dinas Pendapatan Daerah Dengan Plaza Medan Fair

1. Seperti telsh disebutkan perjanjian akan melindungi proses kesepakatan para pihak apabila pertama-tama dan terutama perjanjian tersebut dibuat secara sah karena hal ini akan menjadi penentu proses hubungan hukum selanjutnya. Salah satu sifat hukum adalah dinamis dan berkembang mengikuti perkembangan zaman, oleh sebab itu bisa terjadi adanya perubahan dalam hukum kontrak atau perjanjian ini, maka hendaklah para pihak dalam membuat suatu kontrak perjanjian terutama perjanjian sewa menyewa gedung Plaza Medan Fair harus tetap memonitor perkembangan dan perubahan hukum. Selanjutnya dalam proses perlindungan kesepakatan hendaknya suatu perjanjian atau kontrak dibuat dihadapan pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik mengenai suatu perbuatan (dalam hal ini Notaris) sehingga kepastian perjanjian tersebut lebih terjamin dimulai dari tanda tangan para pihak, tanggal dan pengesahan fotocopi dokumen lain sesuai dengan aslinya.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...