Top PDF PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM STUDI ISLAM

Psikologi humanistik berkembang sebagai pemberontakan terhadap yang dianggap sebagian ahli psikologi sebagai keterbatasan psikologi perilaku dan psikodinamika. Pada 1930-an dan 1940-an, para ahli teori perilaku membatasi semua tingkah laku manusia menjadi serangkaian respons yang dikondisikan, sementara ahli teori psikodinamika selalu memikirkan teori-teori kompleks mengenai pikiran bawah sadar. Aliran humanistik bertujuan memulihkan keseimbangan dalam psikologi dengan berfokus pada kebutuhan-kebutuhan manusia dan pengalaman manusia biasa lewat sesedikit mungkin teori. Tokoh yang paling berpengaruh, yaitu Carl Rogers dan Abraham Maslow.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MAKALAH KAJIAN ISLAM DALAM PENDEKATAN PS

MAKALAH KAJIAN ISLAM DALAM PENDEKATAN PS

MAKALAH KAJIAN ISLAM DALAM PENDEKATAN PSIKOLOGI Diajukan sebagai tugas mata kuliah Pendekatan Studi Islam Dosen Pengampu : Dr.[r]

2 Baca lebih lajut

Beberapa Pendekatan dalam Studi Islam

Beberapa Pendekatan dalam Studi Islam

Pendekatan fenomologi, pendekatan ini memiliki dua karakteristik pertama pendekatan ini bisa dikatakan bahwa fenomologi merupaka metode yang digunakan untuk memahami agama orang lain dalam persepektif netralitas dan menggunakan preferesi orang yang besangkutan untuk mencoba melakukan rekonstruksi dalam dan menurut pengalaman orang lain tersebut. 3 Aspek fenomologi ini sangatlah fundamental di dalam studi islam, ia merupakan kunci untuk menghilangkan sikap yang kurang simpatik, marah dan benci. Selanjutnya ada pendekatan psikologis yaitu, yang berhubungan dengan kajian studi islam yang digunakan untuk menjelaskan gejala gejala lahiriyah orang beragama. 4 Yakni pendekatan ini lebih menekankan pada kejiwaan seseorang yang berkaitan dengan sikap seseorang tersebut baik itu sikap baik maupun buruk, beriman dan bertaqwa, serta yang berkaitan dengan agama. 5 Perkembangan studi islam ini dengan pendekatan psikologi sangatlah berkembang ditambah dengan munculnya intelektual yang membaha tentang psikologi dan lebih spesifik lagi mengkaji tentang psikologi islam.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

URGENSI METODOLOGI STUDI ISLAM INTERDISI (3)

URGENSI METODOLOGI STUDI ISLAM INTERDISI (3)

Karakteristik yang dibawa era millenial merupakan tantangan tersendiri bagi umat Islam. Sebagai umat Islam tentunya tidak mungkin untuk menepis arus perubahan yang begitu cepat. Mengkaji ulang sumber-sumber hukum Islam adalah salah satu cara agar umat Islam mampu mengikuti perkembangan zaman. Lebih dari pada itu, metode pengkajian-pengkajian teks-teks hukum juga perlu dikembangkan lebih luas. Sebab, metode ataupun pendekatan ulama’ terdahulu atau pun ulama’ kontemporer dirasa belum menjawab persoalan-persoalan umat saat ini.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pendekatan Sosial Humaniora Dalam Studi

Pendekatan Sosial Humaniora Dalam Studi

kehidupan. Apabila kita kaitankan dengan dunia pendidikan makan pendekatan humaniora sangatlah cocok untuk diterapkan apalagi dalam studi Islam. Sehingga hal tesebut tidaklah rancu untuk diterapkan sebagai contoh adalah evaluasi dalam mendidik ini tidak hanya membutuhkan kajian studi secara medalam melainkan adanya kolaborasi dengan berbagai pendekatan.

3 Baca lebih lajut

URGENSI METODOLOGI STUDI ISLAM INTERDISI (2)

URGENSI METODOLOGI STUDI ISLAM INTERDISI (2)

Ketika metodologi digabungkan dengan Study Islam, maka artinyapun juga akan berbeda. Studi Islam atau Islamic Studies merupakan sebuah kajian mengenai ajaran-ajaran Islam. Suleiman dan Shihadeh dalam Bidhawy (2011: 2) menawarkan dua pendekatan mendasar mengenai definisi studi islam, yaitu definisi sempit dan definisi yang lebih luas. Definisi pertama melihat studi islam sebagai disiplin dengan metodologi, materi, dan teks-teks kuncinya sendiri. Lebih lanjut penulis menjelaskan bahwa studi ini berkaitan dengan teks-teks keagamaan klasik dan ilmu-ilmu keagamaan klasik dengan catatan memperluas ruang lingkupnya berarti akan mengurangi kualitas kajiaanya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Langkah Langkah yang Pendidikan Interdisiplin

Langkah Langkah yang Pendidikan Interdisiplin

Contoh dalam penggunaan pendekatan interdispiner adalah dalam menjawab status hukum aborsi. Untuk melihat status hukum aborsi perlu dilacak nash Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Tentang larangan pembunuhan anak dan proses atau tahap penciptaan manusia dihubungkan dengan teori embriologi. Sebagai tambahan Leonard Binder secara implisit menawarkan beberapa pendekatan studi islam, yakni:

9 Baca lebih lajut

Islam dan Psikologi islam dan

Islam dan Psikologi islam dan

Kehadiran Psikologi Islam di satu sisi memberikan reaksi positif bagi serangkaian upaya pengembangan Psikologi. Tulisan ini memiliki tujuan utama melakukan studi kritis atas integralisasi psikologi dan Islam yang telah dilakukan oleh paradigma Psikologi Islami. Psikologi Islam sendiri merupakan salah satu dari kajian terhadap masalah-masalah keislaman yang memiliki kedudukan yang sama dengan disiplin ilmu-ilmu keislaman yang lain, seperti ekonomi Islam, sosiologi Islam, politik Islam, dan sebagainya. Setiap model psikologi memiliki kapasitasnya sendiri-sendiri. Pada model psikologi islam, kajian psikologi Barat yang sudah sangat maju, kiranya dapat menjadikan pelajaran penting dalam penguatan kajian psikologi dalam Islam. Dari tulisan ini dapat diketahui bahwa ada beberapa metode pendekatan pengkajian dan pengembangan Psikologi Islam, diantaranya dapat ditempuh dengan dua cara yaitu metode pragmatis dan metode idealistik. Ada pula metode yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam penelitian psikologi Islam, diantaranya; metode keyakinan ( method of tenacity ), rasiosinasi, otoritas ( method of authority ), dan intuisi. Beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam membangun Psikologi Islam setidaknya melalui tiga aspek yaitu pendekatan skriptualis, pendekatan filosofis dan pendekatan tasawufi, sebagaimana yang pernah dipraktekkan oleh para psikolog muslim terdahulu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

langkah langkah yang Pendidikan Interdisiline

langkah langkah yang Pendidikan Interdisiline

Pendekatan Interdisipliner Dalam Studi Islam  Pendekatan interdisliner yang dimaksud disini adalah kajian dengan menggunakan sejumlah pendekatan atau sudut pandang perspektif.. Da[r]

8 Baca lebih lajut

RESENSI BUKU

RESENSI BUKU

Studi Islam juga didefinisikan berdasarkan kenyataan bahwa Islam perlu dikaji dalam konteks evolusi Islam modern yang penuh dengan teka-teki. Hal ini merupakan pendefinisian menurut arti luas. Studi Islam sangat penting diajarkan di universitas karena bisa menjembatani kesenjangan antara pendekatan tekstual dan pendekatan etnografi. Masalah utama yang dapat menyebabakan kesulitan untuk mendefinisikan Studi Islam adalah metodologi bagaimana Islam dikaji dan diajarkan. Kajian Islam di Barat menggunakan metodologi pengajaran yang berlandaskan pada objektivitas dan intregitas.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

6 TEORI DASAR METODE STUDI ISLAM (Pembacaan atas Pemikiran Charles J. Adams dan Richard C. Martin) Afiful Ikhwan STAI Muhammadiyah Tulungagung afifulikhwangmail.com Abstract - View of TEORI DASAR METODE STUDI ISLAM (Pembacaan atas Pemikiran Charles J. Ada

6 TEORI DASAR METODE STUDI ISLAM (Pembacaan atas Pemikiran Charles J. Adams dan Richard C. Martin) Afiful Ikhwan STAI Muhammadiyah Tulungagung afifulikhwangmail.com Abstract - View of TEORI DASAR METODE STUDI ISLAM (Pembacaan atas Pemikiran Charles J. Ada

Adams menunjukkan kelemahan lain dari pendekatan ilmu-ilmu sosial adalah kecenderungan mengkaji manusia dengan cara membagi aktivitas manusia ke dalam bagian-bagian atau variabel yang deskrit. Akibatnya, seperti yang dapat dilihat, terdapat ilmuwan sosial yang mencurahkan perhatian studinya pada perilaku politik, interaksi sosial dan organisasi sosial, perilaku ekonomi, dan lain sebagainya. Sebagai akibat lebih lanjut dari kelemahan ini, muncul dan dikembangkan metode masing-masing bidang atau aspek, kemudian berdirilah fakultas dan jurusan ilmu-ilmu sosial di beberapa universitas. Fakta tersebut membuktikan bahwa telah terjadi fragmentasi pendekatan dan terkotaknya konsepsi tentang manusia. Kritikan Adams terhadap pendekatan ilmu-ilmu sosial paralel dengan pendapat W.C. Smith yang menyatakan bahwa aspek-aspek eksternal agama dapat diuji secara terpisah-pisah dan inilah kenyataannya yang berlangsung sampai beberapa waktu yang lalu, khususnya pada tradisi Eropa. Padahal persoalannya tersebut dalam dirinya bukanlah agama 9 .
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PSIKOLOGI DALAM PERSPEKTIF SAINS ISLAM (1)

PSIKOLOGI DALAM PERSPEKTIF SAINS ISLAM (1)

Menurut Baharuddin, wacana Psikologi Islam dengan berbagai istilah dan sebutannya, mulai hangat dibicarakan sejak tahun 1960-an. Sejumlah pertemuan ilmiah dalam skala internasional, regional, nasional, dan lokal telah banyak dilakukan. Demikian juga, sejumlah karya ilmiah dalam bentuk skripsi, tesis, disertasi, buku dan tulisan dalam jurnal ilmiah juga telah banyak dilakukan. Lihat Baharuddin, Paradigma Psikologi IslamiL Studi tentang Elemen Psikologi dalam Al-Quran

6 Baca lebih lajut

Studi Islam Metode dan Pendekatan

Studi Islam Metode dan Pendekatan

Sejalan dengan misi tersebut, maka islam mengemban misi memuliakan dan mengangkat harkat dan martabat manusia, menegakkan kebenaran, keadilan, kemanusiaan, demokrasi, egaliter, musyawarah, toleransi, persaudaraan, perdamaian, tolong-menolong, rukun, damai, saling menghargai, menghormati, melindungi, memuliakan, dan sebagainya. Kedua, Islam dari segi bahasa, yakni berserah diri, patuh, tunduk kepada Allah SWT adalah sejalan dengan agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul sebelumnya. Nabi Ibrahin, Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, Nabi Isa adalah seorang muslim (orang yang berserah diri kepada Allah SWT) sungguhpun mereka secara substantive sebagai orang yang berserah diri (Muslim), namun agama yang mereka bawa tidak agama islam. 6
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

S PSI 0800465 Bibliography

S PSI 0800465 Bibliography

Marliati, R. (2013). Studi deskriptif self efficacy mahasiswa yang melakukan prokrastinasi akademik penyelesaian skripsi di fakultas psikologi Universitas Islam Bandung. (Skripsi). Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Bandung.

7 Baca lebih lajut

PENDEKATAN SEJARAH DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN SEJARAH DALAM STUDI ISLAM

Berbeda dengan dunia Barat, Ilmu Agama (baca: Studi Islam) di dunia Islam telah lama muncul. Dalam dunia Islam dikenal beberapa tokoh dalam berbagai disiplin ilmu. Dalam bidang yurisprudensi (hukum) dikenal tokoh seperti Abu Hanifah, Al- Syafi’I, Malik, dan Ahmad bin Hanbal. Dalam bidang ilmu Tafsir dikenal tokoh seperti Al-Thabary, Ibn Katsir, Al-Zamahsyari, dan sebagainya pada sekitar abad kedua dan keempat hijriyah. Dan akhirnya muncul tokoh-tokoh abad kesembilan belas seperti: Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, dan Abad kedua puluh seperti Musthafa al-Maraghy, penulis Tafsir al-Maraghy. Di bidang kalam pun muncul tokh-tokoh besar dari berbagai aliran: Khawarij, Murji’ah, Syi’ah, Asy’ariyah, dan Mu’tazilah. Penulis bidang ini antara lain; al-Qadhi Abdul Jabbar, penulis al-Mughny dan Syarah al-Ushul al- Khamsah (w. 415 H). Di bidang Tasawuf melahirkan tokoh-tokoh seperti al-qusyairi yang terkenal dengan Kitabnya Al-Risalah al-Qusyairiyah (w. 456), Abu Nasr al-Sarraj al-Thusy (w. 378 H), penulis al-Luma’, Al-Kalabadzi, penulis al-ta’arruf li Madzhab Ahl al-Tashawwuf, Abdul Qadir al-Jailany, penulis kitan Sirr al-Asrar, al-Fath al- Rabbaniy, dan sebagainya. 2
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pendekatan Sejarah dalam Studi Islam

Pendekatan Sejarah dalam Studi Islam

Senada dengan itu, Amin Abdullah berpandangan bahwa dalam studi Islam, yang diperlukan bukan hanya pendekatan doktriner, yang dalam hal ini ia mengistilahkannya dengan pendekatan teologis filosofis, tetapi juga pendekatan ilmiah yang menurutnya dibagi menjadi dua, yaitu pendekatan linguistik-historis dan pendekatan sosiologis antropologis. Dalam hal ini ia berasumsi bahwa ilmu apapun, termasuk ilmu tentang Islam yang memiliki kompleksitasitasnya sendiri tidak dapat berdiri sendiri. Begitu ilmu pengetahuan tertentu mengklaim dapat berdiri sendiri, merasa dapat menyelesaikan persoalan secara sendiri, tidak memerlukan bantuan dan sumbangan dari ilmu yang lain, maka self sufficiency ini cepat atau lambat akan berubah menjadi narrow-mindedness untuk tidak menyebutnya fanatisme partikularitas displin keilmuan. Dari dasar pemikiran seperti inilah, ia pun menghadirkan paradigma integratif-interkonektif sebagai jawaban atas pertanyaan filosofis di atas 2 .
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Studi Islam Pendekatan dan Metode

Studi Islam Pendekatan dan Metode

mereka benar-benar menentang logika dan filsafat. Ibn Taymiyyah, yang merupakan salah seorang sarjana Muslim terkemuka dalam Sunni, melontarkan tuduhan yang nyaring bahwa kalam dan logika itu haram. Jalal al-Din al-Suyuti, figur lain dari kelompok ahl al-hadis, menulis buku Sawn al-mantiq wa al-kalam ‘an al-mantiq wa al-kalam. Malik ibn Anas merupakan imam Sunni yang memandang perdebatan apa pun tentang masalah-masalah doktrin itu haram hukumnya (Hallaq, 1993). Mazhab-mazhab kalam yang penting seperti disebut di muka adalah Syi’ah, Mu`tazilah, Asy’ariyah, dan Murji’ah. Beberapa sekte Khawarij dan Batiniyyah, seperti Ismailiyyah, juga dipandang sebagai mazhab kalam Islam. Namun, dua mazhab terakhir tidak dapat dianggap sebagai mazhab kalam. Khawarij, meskipun mazhab ini memiliki kepercayaan-kepercayaan spe- sifik dalam masalah doktrin, dan barangkali merupakan yang pertama memunculkan problem doktrin dengan mengemuka- kan kepercayaan-kepercayaan tertentu tentang imamah, kufr, fasiq, dan memandang orang tidak beriman sebagai murtad, namun mereka tidak menciptakan mazhab rasionalis di dunia Islam, dan pemikiran mereka banyak menyimpang dari padangan Syi’ah maupun Sunni. Batiniyyah terlalu liberal dalam bicara tentang ide-ide Islam berdasarkan esoterisme sehingga sangat mungkin mereka dituduh telah membuat Islam keluar dari bentuknya dan inilah mengapa dunia Islam tidak siap menerimanya sebagai bagian dari mazhab Islam.
Baca lebih lanjut

320 Baca lebih lajut

BEBERAPA PENDEKATAN dalam STUDI ISLAM

BEBERAPA PENDEKATAN dalam STUDI ISLAM

Yang lebih menyedihkan lagi, sikap para sejarawan psikologi dari Barat tersebut justru diikuti oleh para pakar psikologi Arab kontemporer. Mereka yang mempelajari berbagai manuskrip sejarah psikologi di banyak universitas sama sekali tidak melirik peranan para ilmuwan Muslim. Penghargaan terhadap andil mereka justru datang para sejarawan filsafat Islam, baik yang berasal dari bangsa Arab sendiri maupun non-Arab. Mereka menginformasikan kepada kita sejumlah ikhtisar (re-sume) yang bermanfaat tentang pandangan para ilmuwan Muslim terdahulu dalam bidang psikologi. Kendati nilainya sangat penting, namun ikhtisar tersebut tidak cukup menarik para psikolog Islam kontemporer untuk mendalami pandangan kejiwaan ilmuwan Muslim terdahulu, yang memungkinkan mereka memberikan penilaian ilmiah terhadap andil mereka dalam memajukan dan mengembangkan psikologi sepanjang sejarah. [56]
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

GAGASAN GERAKAN PSIKOLOGI ISLAM : SUATU PENDEKATAN PSIKOMETRIK

GAGASAN GERAKAN PSIKOLOGI ISLAM : SUATU PENDEKATAN PSIKOMETRIK

Perlunya pengukuran ibadah sunnah yang dilakukan seseorang sebagai peramal dalam kupuasan kerja yang dialaminya, adalah suatu logika berfikir Islam, bahawa orang yang sentiasa menjaga amalan sunnat, mesti ringan melaksanakan ibadah wajib. Bahawa orang yang sentiasa menjaga amalan sunnat, akan terjaga keikhlasan hatinya, dan tentunya ia juga akan memberi pengaruh kepada minat, motivasi, prestasi, komitmen dan kepuasan kerja itu sendiri di lingkungan tempat individu tersebut bekerja, kerana ia mampu menjadikan segala aktiviti pekerjaannya sebahagian dari ibadah. Inilah psikologi Islam, yang berbeza sudut pandangnya dengan psikologi barat materialistik. Dalam tulisan ini telah dilampirkan satu set pengukuran sunnah yang dinamakan dengan Self Report of Sunnah Behavior (laporan kendiri sunnah). (Khaidzir Hj. Ismail dan Khairil Anwar, 2009) MEMBANGUN REMAJA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Beberapa Pendekatan Dalam Studi Islam

Beberapa Pendekatan Dalam Studi Islam

Yang selanjutnya ada pendekatan humaniora. Yang mana pendekatan humaniora ini ada beberapa pendekatan didalamnya. Yang antara lain adalah pendekatan historis. Menurut bahasa arab historis ini mempunyai arti pohon. Karena, sejarah mempunyai kemiripan dengan pohon yang mempunyia beberapa cabang dan juga ranting. Sejarah sendiri itu merupakan suatu yang terakam berupa sebuah peristiwa yang terjadi pada masa lalu yang ada pada diri manusia. Pendekatan sejarah ini bertujuan untuk menentukan suatu inti dari karakter agama. Jika seseorang menggunakan pendekatan ini, maka akan membuat seseorang itu akan mengetahui keadaan yang sebenarnya dari suatu peristiwa yang terjadi. Pendekatan historis ini sendiri mempunyai peranan yang sanagt penting dalam suatu usaha untuk memahami agama. Pendekatan humaniora yang kedua adalah pendekatan antropologi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...