Top PDF PENDEKATAN SEJARAH DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN SEJARAH DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN SEJARAH DALAM STUDI ISLAM

Metode-metode yang digunakan untuk memahami Islam itu suatu saat mungkin dpandang tidak cukup lagi, sehingga diperlukan adanya pendekatan baru yang harus terus digali oleh para pembaharu. Dalam konteks penelitian, pendekatan- pendekatan (approaches) ini tentu saja mengandung arti satuan dari teori, metode, dan teknik penelitian. Terdapat banyak pendekatan yang digunakan dalam memahami agama. Diantaranya adalah pendekatan teologis normative, antropologis, sosiologis, psikologis, histories, kebudayaan, dan pendekatan filodofis. Adapun pendekatan yang dimaksud di sini (bukan dalam konteks penelitian), adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam satu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama. Dalam hubungan ini, Jalaluddin Rahmat, menandasakan bahwa agama dapat diteliti dengan menggunakan berbagai paradigma. Realitas keagamaan yang diungkapkan mempunyai nilai kebenaran sesuai dengan kerangka paradigmanya. Karena itu tidak ada persoalan apakah penelitian agama itu penelitian ilmu social, penelitian filosofis, atau penelitian legalistic. 9
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pendekatan Sejarah Dalam Studi Islam

Pendekatan Sejarah Dalam Studi Islam

Melalui pendekatan sejarah seseorang diajak untuk memasuki keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan penerapan suatu peristiwa. Seperti orang yang ingin memahami al Qur’an maka ia harus memahami ilmu Asbabun Nuzul (Ilmu tentang Turunnya Al-Qur’an) dengannya seseorang akan dapat mengetahui hikmah yang terkandung dalam suatu ayat yang berkenaan dengan hukum tertentu dan ditujukan untuk memelihara syariat dan kekeliruan memahaminya. Begitu juga jika seseorang ingin memahami Hadis nabi Muhammad SAW, maka ia membutuhkan ilmu Asbabul Wurud (Ilmu tentang turunnya Hadis) yang dengan cara itu ia mempertimbangkan kondisi historis-empiris pada saat Hadis tersebut disampaikan Nabi saw. Dalam hal ini, Fazlurrahman mengatakan, sebagaimana dikutip oleh yang dikutip Profesor Dr. H.M. Amin Syukur , MA dkk, dalam bukunya Metodologi Studi Islam: ” Bila seseorang menemukan Al-Qur’an di Kutub utara dan bermaksud memahamninya meskipun ia mengetahui bahasanya, dia tidak akan berhasil memahami Al-Qur’an tersebut secara utuh”. 8 [8]
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pendekatan Sejarah dalam Studi Islam

Pendekatan Sejarah dalam Studi Islam

Relegion karya F. Max Muller dari Jerman (1873); Cernelis P. Tiele (1630- 1902), P.D. Chantepie de la Saussay (1848-1920) yang berasal dari Belanda. Inggris melahirkan tokoh Ilmu Agama seperti E. B. Taylor (1838-1919). Perancis mempunyai Lucian Levy Bruhl (1857-1939), Louis Massignon (w. 1958) dan sebagainya. Amerika menghasilkan tokoh seperti William James (1842-1910) yang dikenal melalui karyanya The Varieties of Relegious Experience (1902). Eropa Timur menampilkan Bronislaw Malinowski (1884- 1942) dari Polandia, Mircea Elaide dari Rumania. Keadaan inilah yang membuat para ilmuwan Barat ini mampu mengembangkan pendekatan mereka dalam studi agama ke pendekatan sejarah, seperti yang diwujudkan dalam karya-karya mereka di bidang sejarah pada periode modern. Namun hal ini bukan berarti tidak ada seorang ilmuwan muslim pun yang menghasilkan karya ilmiah baru pada periode ini. Bukti yang paling nyata adanya historiografi Islam pada masa ini adalah karya fenomenal Ibn Khaldun yang berjudul Kitabul’Ibar Wa Diwanul Mubtadai Walkhabar Fi Ayyamil’arab Wal’ajami Walbarbar Waman ‘Asharahum Min Dzawis Sulthanil Akbar. Yang sangat disayangkan terkait dengan pendekatan sejarah dalam studi Islam pada periode ini adalah bahwa hal itu berhenti pada sosok Ibn Khaldun tanpa ada lagi ilmuwan berikutnya yang mengikuti jejaknya sampai memasuki periode modern. Ironisnya lagi, di dunia Islam buku al-Muqaddimah ini sendiri baru diterbitkan di Kairo pada tahun 1855.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENDEKATAN SEJARAH DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN SEJARAH DALAM STUDI ISLAM

Tulisan ini fokus membahas tentang karakteristik pendekatan sejarah sebagai salah satu pendekatan di dalam Studi Islam dengan didahului pembahasan seputar aspek Studi Islam. Islam telah menjadi kajian yang menarik minat banyak kalangan. Studi keislaman pun semakin berkembang. Islam tidak lagi dipahami hanya dalam pengertian historis dan doktriner, tetapi telah menjadi fenomena yang kompleks. Islam tidak hanya terdiri dari rangkaian petunjuk formal tentang bagaimana seorang individu harus memaknai kehidupannya. Islam telah menjadi sebuah sistem budaya, peradaban, komunitas politik, ekonomi dan bagian sah dari perkembangan dunia. Mengkaji dan mendekati Islam, tidak lagi mungkin hanya dari satu aspek, karenanya dibutuhkan metode dan pendekatan interdisipliner. Kajian agama, termasuk Islam, seperti disebutkan di atas dilakukan oleh sarjana Barat dengan menggunakan ilmu-ilmu sosial dan humanities, sehingga muncul sejarah agama, psikologi agama, sosiologi agama, antropologi agama, dan lain-lain. Dalam perjalanan dan pengembangannya, sarjana Barat bukan hanya menjadikan masyarakat Barat sebagai lapangan penelitiannya, namun juga masyarakat di negara-negara berkembang, yang kemudian memunculkan orientalisme. Sarjana Barat sebenarnya telah lebih dahulu dan lebih lama melakukan kajian terhadap fenomena Islam dari pelbagai aspek: sosiologis, kultural, perilaku politik, doktrin, ekonomi, perkembangan tingkat pendidikan, jaminan keamanan, perawatan kesehatan, perkembangan minat dan kajian intelektual, dan seterusnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Beberapa Pendekatan Dalam Studi Islam

Beberapa Pendekatan Dalam Studi Islam

Yang selanjutnya ada pendekatan humaniora. Yang mana pendekatan humaniora ini ada beberapa pendekatan didalamnya. Yang antara lain adalah pendekatan historis. Menurut bahasa arab historis ini mempunyai arti pohon. Karena, sejarah mempunyai kemiripan dengan pohon yang mempunyia beberapa cabang dan juga ranting. Sejarah sendiri itu merupakan suatu yang terakam berupa sebuah peristiwa yang terjadi pada masa lalu yang ada pada diri manusia. Pendekatan sejarah ini bertujuan untuk menentukan suatu inti dari karakter agama. Jika seseorang menggunakan pendekatan ini, maka akan membuat seseorang itu akan mengetahui keadaan yang sebenarnya dari suatu peristiwa yang terjadi. Pendekatan historis ini sendiri mempunyai peranan yang sanagt penting dalam suatu usaha untuk memahami agama. Pendekatan humaniora yang kedua adalah pendekatan antropologi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I IV atau V DAFTAR PUSTAKA

BAB I IV atau V DAFTAR PUSTAKA

Hasil penelitian ini menunjukan pendekatan sejarah ini mengutamakan orietasi pemahaman atau penafsiran terhadap fakta sejarah, sejarah tersebut berperan sebagai metode analisis, karena sejarah dapat menyajikan gambaran tentang unsur-unsur yang mendukug timbulnya suatu kejadian, maka agama sebagai sasaran penelitian haruslah dijelaskan fakta-faktanya yang berhubungan dengan waktu. Tetapi pada abad modern, Amin Abdullah menyebutkan bahwa tekanan dari ilmu-ilmu agama mulai berkurang, bahkan hampir tidak ada. Berkurangnya atau hilangnya tekanan ilmu-ilmu agama, menyebabkan bekembangnya ilmu-ilmu umum secara pesat. Tidak adanya sentuhan agama pada ilmu-ilmu umum, mengakibatkan ilmu-ilmu umum berkembang dengan mengabaikan norma-norma agama dan etika kemanusiaan di dalam masyarakat. Perkembangan studi Islam di dunia begitu sangat pesat tetapi ada masa masing- masing yang tidak bersamaan. Tetapi dari lahirnya studi islam sampai akhirnya masuk ke Indonesia banyak yang berbeda
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Beberapa Pendekatan dalam Studi Islam

Beberapa Pendekatan dalam Studi Islam

Beberapa pendekatan tersebut yang pertama adalah pendekatan normatif atau pendekatan keagamaan dalam konteks ini pendekatan normatif terbagi lagi menjadi dua bagian yaitu ada pendekatan misionaris tradisional dan apologetik. 2 Pendekatan misionaris ini mengetahui dan mengkaji islam dengan tujuan untuk mempermudah mengkristenkan orang sedangkan pendekatan apologeti ini merupakan salah satu cara untuk mempertemukan kebutuhan masyarajat di era modern ini dengan menyatakan bahwa islam mampu membawa umat islam kedalam abad yang baru dan cerah. Selanjutnya yakni ada pendekatan deskriptif yang di dalamnya mencangkup beberapa pendektan lagi yaitu ada filologi dan sejarah, ilmu ilmu sosial. Pendekatan filologi ini digunakan hampir dalam semua aspek kehidupan umat islam, tidak hanya untuk kepentingan orang barat teteapi juga memainkan peran penting
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

D IPS 0808284 Chapter1

D IPS 0808284 Chapter1

mahasiswa yang belum mengenal penerapan hermenutika model Gadamer dalam pembelajaran sejarah secara konkret. Melalui penerapan pendekatan hermeneutika model Gadamer ini, diharapkan pemahaman mahasiswa dalam mengembangkan interpretasi dan pemahaman teks sejarah lebih komprehensif, utuh dan sesuai dengan jiwa zamannya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kesejarahan. Secara khusus , penelitian ini bertujuan untuk: Pertama , untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan atau skill interpretasi mahasiswa terhadap konsep hermeneutika yang selama ini mereka pahami sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran sejarah. Kedua , untuk mendesain rancangan pembelajaran penerapan pendekatan hermeneutika model Gadamer dalam pembelajaran sejarah dengan studi fenomenologis; Ketiga, untuk menyusun langkah-langkah pengembangan penerapan hermeneutika model Gadamer dalam pembelajaran sejarah dengan studi fenomenologis; Keempat, untuk menyimak dan menganalisis hasil-hasil pembelajaran penerapan pendekatan hermeneutika model Gadamer dalam pembelajaran sejarah dengan studi fenomenologis tersebut; Kelima, untuk menganalisis dan memecahkan masalah dalam memahami kendala- kendala serta mengatasi sejumlah persoalan yang ditimbulkan selama penerapan hermeneutika model Gadamer dengan studi fenomenologis tersebut.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

FIQIH DALAM STUDI ISLAM Sejarah

FIQIH DALAM STUDI ISLAM Sejarah

FIQIH DALAM STUDI ISLAM Sejarah, Makalah Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Studi Islam Dosen Pengampu: Muhammad Endy Fadlullah, S.S, M.A, M.Fil.i Oleh: o Ahmad [r]

2 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PENDEKATAN HERMENEUTIKA MODEL GADAMER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH (STUDI FENOMENOLOGIS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UHAMKA DAN UNJ).

PENGEMBANGAN PENDEKATAN HERMENEUTIKA MODEL GADAMER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH (STUDI FENOMENOLOGIS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UHAMKA DAN UNJ).

Veda, dan Upanisad, agar dapat dimengerti memerlukan interpretasi atau hermeneutika. Begitu juga teks sejarah yang ditulis dalam bahasa yang rumit yang beberapa abad tidak dipedulikan oleh para pembacanya, tidak dapat dipahami dalam kurun waktu seseorang tanpa penafsiran yang benar. Istilah-istilah yang dipakai mungkin ada kesamaannya, tetapi arti atau makna dari istilah itu bisa berbeda. Perang pada zaman dahulu dengan perang zaman sekarang pada hakikatnya sama saja, tetapi dalam setiap perang memerlukan penafsiran lebih jauh. Sebagai contoh pada Perang Bubat dan Perang Diponegoro, memiliki nuansa dan substansi yang berbeda. Meminjam istilah Dilthey di samping memiliki perbedaan antara wajah dalam (interior) dan wajah luar (eksterior), dalam pandangan dualistis tersebut, suatu peristiwa bisa dilihat aspek eksterior- kontekstualnya (kapan, dimana, dan siapa tokohnya), sedangkan secara interior dapat dilihat dari dasar „kesadaran‟ (meng apa dan bagaimana peristiwa) itu terjadi
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

6 TEORI DASAR METODE STUDI ISLAM (Pembacaan atas Pemikiran Charles J. Adams dan Richard C. Martin) Afiful Ikhwan STAI Muhammadiyah Tulungagung afifulikhwangmail.com Abstract - View of TEORI DASAR METODE STUDI ISLAM (Pembacaan atas Pemikiran Charles J. Ada

6 TEORI DASAR METODE STUDI ISLAM (Pembacaan atas Pemikiran Charles J. Adams dan Richard C. Martin) Afiful Ikhwan STAI Muhammadiyah Tulungagung afifulikhwangmail.com Abstract - View of TEORI DASAR METODE STUDI ISLAM (Pembacaan atas Pemikiran Charles J. Ada

Adams menunjukkan kelemahan lain dari pendekatan ilmu-ilmu sosial adalah kecenderungan mengkaji manusia dengan cara membagi aktivitas manusia ke dalam bagian-bagian atau variabel yang deskrit. Akibatnya, seperti yang dapat dilihat, terdapat ilmuwan sosial yang mencurahkan perhatian studinya pada perilaku politik, interaksi sosial dan organisasi sosial, perilaku ekonomi, dan lain sebagainya. Sebagai akibat lebih lanjut dari kelemahan ini, muncul dan dikembangkan metode masing-masing bidang atau aspek, kemudian berdirilah fakultas dan jurusan ilmu-ilmu sosial di beberapa universitas. Fakta tersebut membuktikan bahwa telah terjadi fragmentasi pendekatan dan terkotaknya konsepsi tentang manusia. Kritikan Adams terhadap pendekatan ilmu-ilmu sosial paralel dengan pendapat W.C. Smith yang menyatakan bahwa aspek-aspek eksternal agama dapat diuji secara terpisah-pisah dan inilah kenyataannya yang berlangsung sampai beberapa waktu yang lalu, khususnya pada tradisi Eropa. Padahal persoalannya tersebut dalam dirinya bukanlah agama 9 .
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

BEBERAPA PENDEKATAN dalam STUDI ISLAM

BEBERAPA PENDEKATAN dalam STUDI ISLAM

belum tentu mewakili cara mereka berpikir. “Dari segi pandangan mereka” adalah cara peneliti menggunakannya sebagai pendekatan dalam pekerjaannya. Jadi, “dari segi pandangan mereka” merupakan konstrak penelitian. Melihat subyek dari segi ini hasilnya barangkali akan memaksa subyek tersebut mengalami dunia yang asing baginya.Sebenarnya upaya mengganggu dunia subyek oleh peneliti bagaimanapun perlu dalam penelitian. Jika tidak, peneliti akan membuat tafsiran dan harus mempunyai kerangka konsep untuk menafsirkannya. Peneliti kualitatif percaya bahwa mendekati orang dengan tujuan mencoba memahami pandangan mereka dapat menghalangi pengalaman subyek. Bagi peneliti kualitatif terdapat perbedaan dalam (1) Derajat mengatasi masalah metodologis/konseptual ini dan (2) cara mengatasinya. Sebagian peneliti mencoba melakukan “deskripsi fenomenologis murni”. Di pihak lain, peneliti lainnya kurang memperdulikan dan berusaha membentuk abstraksi dengan jalan menafsirkan data berdasarkan “segi pandangan mereka”. Apapun posisi seorang peneliti, yang jelas ia harus menyadari persoalan teoretis dan isu metodologis ini.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Langkah Langkah yang Pendidikan Interdisiplin

Langkah Langkah yang Pendidikan Interdisiplin

Contoh dalam penggunaan pendekatan interdispiner adalah dalam menjawab status hukum aborsi. Untuk melihat status hukum aborsi perlu dilacak nash Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Tentang larangan pembunuhan anak dan proses atau tahap penciptaan manusia dihubungkan dengan teori embriologi. Sebagai tambahan Leonard Binder secara implisit menawarkan beberapa pendekatan studi islam, yakni:

9 Baca lebih lajut

langkah langkah yang Pendidikan Interdisiline

langkah langkah yang Pendidikan Interdisiline

Pendekatan Interdisipliner Dalam Studi Islam  Pendekatan interdisliner yang dimaksud disini adalah kajian dengan menggunakan sejumlah pendekatan atau sudut pandang perspektif.. Da[r]

8 Baca lebih lajut

RESENSI BUKU

RESENSI BUKU

Studi Islam juga didefinisikan berdasarkan kenyataan bahwa Islam perlu dikaji dalam konteks evolusi Islam modern yang penuh dengan teka-teki. Hal ini merupakan pendefinisian menurut arti luas. Studi Islam sangat penting diajarkan di universitas karena bisa menjembatani kesenjangan antara pendekatan tekstual dan pendekatan etnografi. Masalah utama yang dapat menyebabakan kesulitan untuk mendefinisikan Studi Islam adalah metodologi bagaimana Islam dikaji dan diajarkan. Kajian Islam di Barat menggunakan metodologi pengajaran yang berlandaskan pada objektivitas dan intregitas.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

D IPS 0808284 Chapter3

D IPS 0808284 Chapter3

psikologis" (psychological phenomenology) yang berfokus pada pemahaman dan penemuan "konstruksi makna dari pespektif subjek atau partisipan penelitian” yang diungkap dari esensi struktur pengalaman-pengalaman personal subjek tentang berbagai fenomena (Cresswel, 1998: 37, 51-55). Dalam hal ini, adalah struktur pengalaman subjektif yang merefleksikan gagasan/ide atau konsepsi subjek-penelitian tentang pengembangan pendekatan hermeneutika model Gadamer dalam pembelajaran sejarah dengan studi fenomenologi pada mahasiswa.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

D IPS 0808284 Appendix4

D IPS 0808284 Appendix4

330 Desvian Bandarsyah, 2014 Pengembangan pendekatan hermeneutika model gadamer dalam pembelajaran sejarah studi fenomenologis pada mahasiswa Program studi pendidikan sejarah uham[r]

7 Baca lebih lajut

SEJARAH PERADABAN ISLAM Pendekatan Perio

SEJARAH PERADABAN ISLAM Pendekatan Perio

Diawali dari sejarah kehidupan Rasulullah SAW, khulafaurrasyidin, Daulah Bani Umayyah, Daulah Bani Abbasiyah hingga perkembangan Islam di Spanyol. Materi tersebut disajikan pada mata kuliah SPI I. Selanjutnya pada SPI II membahas topik-topik Sejarah Peradaban Islam pada periode kemunduran dan era disintegrasi, hingga kerajaan Islam Saafawi di Iran, kerajaan Mughal di India dan kerajaan Turki Usmani di Istanbul Turki. Dan pada bahagian akhir dibahas pula tentang perkembangan Islam di wilayah Asia Tenggara. Termasuk perkembangan Islam di Indonesia. Melihat perkembangan materi mata kuliah Sejarah Peradaban Islam yang semakin luas dan kompleks, ditambah lagi penggunaan literatur yang beragam dari para dosen yang ada, maka atas diskusi yang panjang disepakati untuk menulis materi SPI secara seragam dalam sebuah buku daras. Oleh karena itu buku yang ada di hadapan pembaca pembaca merupakan karya bersama dari dosen mata kuliah Sejarah dan Peradaban Islam di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara, yaitu Dr. H. M Yakub MA, Dr. H. M. Muaz Tanjung, MA, dan Yusra Dewi Siregar MA.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

A. Studi Sejarah Pendidikan Islam - SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

A. Studi Sejarah Pendidikan Islam - SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

Kuttab adalah tempat belajar menulis. Pada mulanya, diawal perkembangan Islam, kuttab tersebut dilaksanakan di rumah guru-guru yang bersangkutan dan yang diajarkan adalah semata-mata menulis dan membaca. Sedangkan yang ditulis atau dibaca adalah syair-syair yang terkenal pada masanya. Kemudian pada akhir abad pertama Hijriyah, mulai timbul jenis kuttab yang disamping memberikan pelajaran menulis dan membaca, juga mengajarkan membaca al- Qur’an dan pokok-pokok ajaran agama. Pada mulanya, kuttab jenis ini merupakan pemindahan dari pengajaran al-Qur’an yang berlangsung di mesjid, yang sifatnya umum (bukan saja bagi anak-anak, tetapi terutama bagi orang-orang dewasa). Dengan demikian, kuttab tersebut berkembang menjadi lembaga pendidikan dasar yang bersifat formal.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

D IPS 0808284 Appendix2

D IPS 0808284 Appendix2

Desvian Bandarsyah, 2014 Pengembangan pendekatan hermeneutika model gadamer dalam pembelajaran sejarah studi fenomenologis pada mahasiswa Program studi pendidikan sejarah uhamka dan[r]

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...