Top PDF pendidikan dalam masyarakat tradisional macapat

pendidikan dalam masyarakat tradisional macapat

pendidikan dalam masyarakat tradisional macapat

Terlepas dari berbagai macam masyarakat yang termasuk kedalam masyarakat tradisional serta ciri pendidikannya. Ciri pendidikan tradisional secara umum menurut Kibtiyah (2013) dapat dilihat sebagai berikut, anak-anak biasanya dikirim ke sekolah di dalam geografis tertentu kemudian mereka dimasukkan ke dalam kelas yang kemudian dibedakan berdasarkan umur. Prinsip sekolah yang otoritarian menyebabkan anak harus menyesuaikan diri dengan tolak ukur perilaku yang ada. Guru memikul tanggung jawab pengajaran. Pembelajaran berpegang pada kurikulum yang sudah ditetapkan. Bahan ajar yang paling umum tertera dalam kurikulum adalah buku-buku teks. Di dalam kelas, guru menjadi satu-satunya pelaku pendidikan. Guru berbicara dan murid hanya menyimak tanpa ikut berperan aktif. Tatanan bangku berurut dan masih diberlakukannya hukuman fisik bagi murid yang tidak taat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Pendidikan merupakan instrumen utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (sdm). Pendidikan agar efektif harus dirancang secara sistematis baik yang meliputi perangkat-perangkat pendekatan, strategi, dan teknik agar selaras dengan nilai budaya bangsa. Pondok pesantren (ponpes) merupakan lembaga pendidikan tradisional yang masih mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan dipercaya mampu menjadi pendidikan alternatif di era modern yang ditandai gejala dekadensi moral. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman, pondok pesantren (ponpes) harus melakukan berbagai pembaharuan. Pondok Modern Gontor (PMG) telah menempuh langkah-langkah pembaharuan yang mengesankan dan menimbulkan beberapa pertanyaan kritis sebagai berikut: (1) apakah fakor- faktor yang mendorong keberhasilannya, (2). bagaimanakah konsep pendidikan di PMG, (3) bagaimanakah keterkaitan PMG dengan masyarakat, dan (4) sejauhmanakah keberhasilan PMG?
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Nilainilai Filosofis Didaktis, Humanistis, dan Spiritual dalam Kesenian Tradisional Macapat Masyarakat Bali | Suarta | Mudra Jurnal Seni Budaya 3 PB

Nilainilai Filosofis Didaktis, Humanistis, dan Spiritual dalam Kesenian Tradisional Macapat Masyarakat Bali | Suarta | Mudra Jurnal Seni Budaya 3 PB

This study aims to understand the didactic, humanistic, and spiritual philosophical values embodied in the traditional art of macapat in Balinese society. The study of traditional arts macapat can be regarded as a cul- tural activity that has an important focus to know the identity of society, participation, and the existence of a civilization society. Basically, tembang macapat not speak to himself and voice himself. He confronts and voices the complexity of Balinese cultural life. Therefore, macapat contains philosophical (didactic, human- istic, and spiritual) values in it, thus making it a social discourse and indirectly involved in the dynamics of socio-cultural interaction in Balinese society. This research uses descriptive qualitative research design that moved from the functional approach to traditional Balinese literature. Sources of data in the study are classi- ied into two, namely primary data sources (source data derived directly from subject) and secondary (source data comes from books / text / books / literature). Data collection methods used are observation and literature study. Step analysis of this data is done by using descriptive qualitative method. This method is done by using some operational steps, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. These three stages interact and have a connection, starting from data collection and ending in drawing conclusions. The didactic value contained in the tembang macapat teaches people the importance of education and science to become moral and ethical human beings. Humanist teachings in tembang macapat provide guidance and guidance to humans that live life in the world must always adhere to the norms prevailing in society. Gotong royong,
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

536561934.doc 3.58MB 2015-10-12 00:17:57

536561934.doc 3.58MB 2015-10-12 00:17:57

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk melestarikan permainan tradisional dalam desa tersebut dan sebagai sarana pendidikan untuk pembentukan karakter dari anak anak desa tersebut. Program ini juga akan meningkatkan kreativitas dari anak.

25 Baca lebih lajut

STUDI ETNOBOTANI TANAMAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DESA PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT SKRIPSI

STUDI ETNOBOTANI TANAMAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DESA PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT SKRIPSI

Anggana. 2011. “ Kajian Etnobotani Masyarakat Di Sekitar Taman Nasional Gunung Merapi (Studi Kasus di Desa Umbulharjo, Sidorejo, Wonodoyo dan_Ngablak) ” ._(Online):http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/47 610. Diakses pada 11 Desember 2014.

19 Baca lebih lajut

Macapat : tembang Jawa indah dan kaya makna - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Macapat : tembang Jawa indah dan kaya makna - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sikap hidup pragmatis pada sebagian besar masyarakat Indonesia dewasa ini mengakibatkan terkikisnya nilai-nilai luhur budaya bangsa. Demikian halnya dengan budaya kekerasan dan anarkisme sosial turut memperparah kondisi sosial budaya bangsa Indonesia. Nilai kearifan lokal yang santun, ramah, saling menghormati, arif, bijaksana, dan religius seakan terkikis dan tereduksi gaya hidup instan dan modern. Masyarakat sangat mudah tersulut emosinya, pemarah, brutal, dan kasar tanpa mampu mengendalikan diri. Fenomena itu dapat menjadi representasi melemahnya karakter bangsa yang terkenal ramah, santun, toleran, serta berbudi pekerti luhur dan mulia.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Multimedia Pembelajaran Mandiri Tembang Macapat Maskumambang, Gambuh, dan Mijil.

Multimedia Pembelajaran Mandiri Tembang Macapat Maskumambang, Gambuh, dan Mijil.

Tembang macapat merupakan salah satu hasil budaya tradisional masyarakat Indonesia. Macapat berkembang di daerah Sunda, Jawa, dan Bali. Seiring zaman, tembang macapat mulai dilupakan oleh masyarakat, khususnya kawula muda. Maraknya industri musik baik dari dalam negeri maupun dari barat menyebabkan kawula muda lebih menyukai musik dibanding macapat. Ditambah lagi sangat sedikit generasi penerus yang bisa menembangkan macapat. Kemajuan teknologi yang diiringi semakin banyaknya perangkat digital dalam kehidupan secara tidak langsung mendorong penulis untuk mengkolaborasikan senibudaya tradisional khususnya macapat dengan perangkat komputer. Upaya ini diwujudkan dengan membuat media pembelajaran interaktif tembang macapat berbasis flash, yang berisikan tentang macapat, audio video macapat, serta game macapat. Metode pengembangan sistem yang digunakan oleh penulis ialah MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Melalui visualisasi yang baik dan bertema tradisional, media ini bisa menjadi jembatan antara kawula muda dengan tembang macapat. Sehingga melalui media ini, semua masyarakat bisa mempelajari tembang macapat sekaligus mendapat hiburan dari game yang tersaji di dalamnya. Hal ini akan menumbuhkan cinta terhadap kesenian dan budaya tradisional agar tidak punah di era yang serba digital sekarang ini.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Ruang Untuk Masyarakat Lokal Tradisional

Ruang Untuk Masyarakat Lokal Tradisional

Di samping pengetahuan lokal (indigenenous knowledge), faktor lain yang menyebabkan keberhasilan sistem Subak ini adalah karena kebijakan Pemerintah Daerah pada bidang administrasi publik. Pemda berhasil mengintegrasikan sistem pemerintahan tradisional (non-formal) ke dalam sistem pemerintahan fomal. Adanya pengakuan Pemda terhadap eksistensi non-formal leader sangat penting di dalam sistem kemasyarakatan tradsional (masyarakat adat). Kepatuhan kepada non-formal leader lebih bersifat kepatuhan yang tulus (genuine compliance) yang dibangun atas kesadaran, sedangkan kepada pemimpin formal biasanya hanya kepatuhan formal, atau kepatuhan dengan enggan (grudding compliance), tidak mematuhi, atau mungkin apatis. (apathy). Salah satu akibat langsung dari adanya dualisme antara budaya ecocentrism dengan budaya anthro-pocentrism adalah yang menyangkut aspek pemanfaatan ruang dan pengelolaan sumberdaya alam di mana terjadi pula sifat dualistik dalam kebijakan pembangunan di mana terjadi ulur- tarik antara pemanfaatan kawasan budidaya dan sumberdaya alam untuk kesejahteraan sosial ekonomi versus perlindungan kawasan dan lingkungan (sumberdaya alam) untuk ekologi (kelestarian lingkungan). Sejalan dengan konsep/ pendekatan pembangunan berkelanjutan (economically viable, socially acceptable, dan environmentally sound), hendaknya Pemerintah berhati-hati dalam merumuskan kebijakan pembangunan agar dualisme antara budaya anthropocentrisme dengan budaya ecocentrism tidak bersifat kontroversial dan antagonistist, melainkan bersifat simbiosis, complementary, dan interdependency.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Program Bahasa Untuk SMA MA

Program Bahasa Untuk SMA MA

E.B. Tylor dalam bukunya “The Primitive Culture”, kata Animisme berasal dari kata anima yang artinya jiwa atau nyawa. Masyarakat penganut kepercayaan animisme percaya segala sesuatu memiliki jiwa atau “soul”, termasuk binatang, tumbuhan, karang, gunung, sungai, bintang dan lain sebagainya. Setiap segala sesuatu yang dianggap mempunyai jiwa ini dipercayai memiliki kekuatan, spiritual yang dapat melindungi atau bahkan mencelakakan mereka termasuk juga roh-roh nenek moyang. Pada kepercayaan atau agama primitif ini cenderung memuja atau takut dan percaya kepada sesuatu yang menguasai wilayah yang ditempati. Pandangan suku-suku primitif tentang jiwa muncul dari anggapannya tentang mimpi. Di dalam mimpi orang-orang primitif melihat dirinya sendiri berjalan keluar dari dirinya. Seperti itulah orang mati, jiwanya pada hakekatnya tidak hancur bersama jasadnya namun berpindah atau menempati tempat tertentu yang dianggap angker atau mengerikan. Dapat juga berada pada seseorang (reinkarnasi), pohon besar, batu, dan gunung tergantung apa yang dimaui. Roh orang yang meninggal tidaklah begitu saja putus hubungannya dengan sanak keluarganya, melainkan secara terus-menerus menginginkan berdampingan dengan manusia. Bahkan manusia dihinggapi sehingga orang tersebut mengikuti kehendak roh tersebut, contoh: kesurupan (Ghazali,2000).
Baca lebih lanjut

250 Baca lebih lajut

UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA PROGR

UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA PROGR

Modernisasi sebagai sebuah gejala perubahan sosial tentunya sangat penting bagi sebuah masyarakat, terutama pada masyarakat yang mempunyai sifat terbuka terhadap suatu perubahan. Modernisasi dirasa penting karena menyangkut dampak yang akan terjadi dalam suatu masyarakat, baik positif maupun negatif. Modernisasi erat hubungannya denganglobalisasi di mana pembaharuan yang terjadi dalam masyarakat lebih besar terjadikarena masuknya teknologi. Melalui teknologi tersebut akan sedikit banyak membawa dampak yang progres bagi masyarakat,misalnya saja dengan adanya modernisasimaka secara tidak langsung teknologi akan mudah diserap oleh masyarakat, dan lebih cepat merubah pola pikir masyarakat.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MASYARAKAT MADANI, HAM DAN DEMOKRASI ISLAM.

MASYARAKAT MADANI, HAM DAN DEMOKRASI ISLAM.

Pemerintahan yang dipimpin oleh Nbi Muhammad didasarkan pada semacam - sekarang disebut Undang-Undang Dasar - yaitu al-misaq al-Madinah (Piagam Madinah). Pusat pemerintahan berada di kota. Oleh para pakar ilmu kepemerintahan belakangan, model pemerintahan Rasulullah itu disebut masyarakat madani (civil sosiety) yang berprinsip : (l) bertetangga secara baik, (2) saling membantu dan menghadapi musuh secara bersama-sama dari berbagai elemen masyarakat tersebut, (3) membela sub masyarakat yang teraniaya, dan (4) saling menasihati dan menghormati kebebasan beragama (Munawir Syadzali, l990:l0). Masyarakat al-Madinah seperti itu menjadi model masyarakat beradab (Nurkholish, l999:6). Dengan demikian untuk masyarakat Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah ini identik dengan masyarakat madani dan masyarakat beradab. Tetapi sebenarnya untuk diterapkan kepada masyarakat-masyarakat lain di dunia, masyarakat madani (kota) belum tentu secara keseluruhan identik dengan masyarakat beradab.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

sma12antro Antropologi supyiyanto

sma12antro Antropologi supyiyanto

Akibatnya ada dua nama untuk satu bahasa, yaitu bahasa Batak atau bahasa Tapanuli. Contoh lainnya adalah suku bangsa Solor, orang lain memberi nama suku bangsa solor kepada orang-orang yang mendiami daratan pulau Solor yang terletak di sebelah selatan pulau Adonara, dan di sebelah timur pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka sendiri menyebut dirinya sebagai orang Holo, Solot atau Ata Kiwan. Hal itu sangat mempengaruhi nama bahasa mereka, ada yang mnyebutnya bahasa Solor, bahasa Holo, bahasa Solot atau bahasa Ata Kiwan. Jadi memang sangat sulit menentukanpemetaan bahasa akibat dari sukar menentukan nama baku untuk setiap bahasa daerah yang bersangkutan. Kesulitan yang ketiga adalah sangat sukar untuk menentukan jumlah penutur setiab bahasa daerah. Penyebab utamanya adalah sifat manusia yang sangat dinamis, manusia tumbuh dan berkembang setiap waktu, dengan sendirinya jumlah penutur setiap bahasa daerah bergerak, tumbuh dan berkembang setiap saat. Pada contoh di atas di kata bahwa jumlah penutur bahasa Bgu adalah dibawah angka seribu orang menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1983, tetapi menurut Zulyani Hidayah (1999) jumlah suku bangsa sudah 4.500 pada tahun 1966. Berapa jumlah mereka sekarang? Tentu harus dilakukan penghitungan ulang kembali. Jadi memang sangat sulit menentukan jumlah penutur setiap bahasa daerah, akibatnya sukar juga untuk memetakan bahasa daerah.
Baca lebih lanjut

250 Baca lebih lajut

EKOLEKSIKON DALAM PERMAINAN TRADISIONAL MASYARAKAT MUNA

EKOLEKSIKON DALAM PERMAINAN TRADISIONAL MASYARAKAT MUNA

Ekolinguistik diartikan sebagai interaksi bahasa dengan ekologinya. Dalam ekologi, kita mempelajari mahkluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Sedangkan lingkungan sosial terdiri atas berbagai kekuatan masyarakat yang membentuk pikiran dan kehidupan setiap individu di antaranya : agama, ertika, bentuk organisasi politik, dan seni. Mbete dalam (Lasa, 2012: 15). Ekolinguistik, teori ekologi dan linguistik. Ekolinguistik melihat kedudukan, peran, fungsi, keterkaitan serta keterpengaruhan ekologi dengan linguistik dan sebaliknya. Ada hubungan yang nyata “dekat” perihal bahasa yang dipakai manusia terhadap kelestarian dan kerusakan lingkungan. (Usman: 1).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

sma12antro Antropologi_supyiyanto

sma12antro Antropologi_supyiyanto

Akibatnya ada dua nama untuk satu bahasa, yaitu bahasa Batak atau bahasa Tapanuli. Contoh lainnya adalah suku bangsa Solor, orang lain memberi nama suku bangsa solor kepada orang-orang yang mendiami daratan pulau Solor yang terletak di sebelah selatan pulau Adonara, dan di sebelah timur pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka sendiri menyebut dirinya sebagai orang Holo, Solot atau Ata Kiwan. Hal itu sangat mempengaruhi nama bahasa mereka, ada yang mnyebutnya bahasa Solor, bahasa Holo, bahasa Solot atau bahasa Ata Kiwan. Jadi memang sangat sulit menentukanpemetaan bahasa akibat dari sukar menentukan nama baku untuk setiap bahasa daerah yang bersangkutan. Kesulitan yang ketiga adalah sangat sukar untuk menentukan jumlah penutur setiab bahasa daerah. Penyebab utamanya adalah sifat manusia yang sangat dinamis, manusia tumbuh dan berkembang setiap waktu, dengan sendirinya jumlah penutur setiap bahasa daerah bergerak, tumbuh dan berkembang setiap saat. Pada contoh di atas di kata bahwa jumlah penutur bahasa Bgu adalah dibawah angka seribu orang menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1983, tetapi menurut Zulyani Hidayah (1999) jumlah suku bangsa sudah 4.500 pada tahun 1966. Berapa jumlah mereka sekarang? Tentu harus dilakukan penghitungan ulang kembali. Jadi memang sangat sulit menentukan jumlah penutur setiap bahasa daerah, akibatnya sukar juga untuk memetakan bahasa daerah.
Baca lebih lanjut

250 Baca lebih lajut

S SEJ 1001876 Bibliography

S SEJ 1001876 Bibliography

Fitriani, R. (2010). Perkembangan Pariwisata di Pantai Pangandaran dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Tahun 1990-2005 . Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia : Bandung

6 Baca lebih lajut

Materi 9 8 Kyai sbg Guru

Materi 9 8 Kyai sbg Guru

Peran Kyai dan Guru Agama Peran Kyai dan Guru Agama dalam Masyarakat Tradisional dalam Masyarakat Tradisional  Kyai merupakan guru agama atau orang yang Kyai merupakan guru agama [r]

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM ORGANISASI

HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM ORGANISASI

administrator/pemimpin untuk mendapatkan persetujuan. Rencana terscbut mungkin saja merupakan kreativitas dan inisiatif baru, atau mungkin pula dalam menindaklanjuti informasi yang telah disampaikan pimpinan. Untuk itu perlu ditegaskan bahwa kegiatan pelayanan masyarakat (public service) bukanlah tugas Humas sebagai pihak yang menyampaikan informasinya. Pelayanan masyarakat dilakukan oleh unit/satuan kerja di bidang-nya masing-masing.

2 Baca lebih lajut

PANDUAN NEMBANG MACAPAT DIBUAT UNTUK KAL

PANDUAN NEMBANG MACAPAT DIBUAT UNTUK KAL

Bismaillahirokhmannirokhiim, Dengan menyebut nama Alloh, yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, kami bersyukur dapat menyusun karya seni sederhana barupa Panduan Nembang Macapat dengan baik. Karya ini diperuntukkan untuk melengkapi media audio berupa contoh tembang macapat serta menambah wawasan para guru SD di wilayah Kecamatan Rembang.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...