Top PDF Penentuan Celah Energi (Energy Gap) Silikon Hasil Reaksi Metalotermis Aluminium Dan Silika Dari Abu Sekam Padi

Penentuan Celah Energi (Energy Gap) Silikon  Hasil Reaksi Metalotermis Aluminium Dan Silika Dari Abu Sekam Padi

Penentuan Celah Energi (Energy Gap) Silikon Hasil Reaksi Metalotermis Aluminium Dan Silika Dari Abu Sekam Padi

Sekam padi selama ini masih merupakan salah satu produk sampingan dari proses penggilingan padi yang hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi lebih sering hanya digunakan sebagai bahan pembakar bata merah atau dibuang begitu saja (Mujiyanti, 2010), padahal dalam abu sekam padi terdapat senyawa silika yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber silikon.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Silika Abu Sekam Padi pada Katalis Karbon Terhadap Kinerja DSSC

Pengaruh Penambahan Silika Abu Sekam Padi pada Katalis Karbon Terhadap Kinerja DSSC

Penulis mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan limpahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan Skripsi dengan baik. Sholawat serta Salam tidak lupa penulis panjatkan kepada Rosulullah SAW. Laporan Skripsi yang berjudul “PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA ABU SEKAM PADI PADA KATALIS KARBON TERHADAP KINERJA DSSC “ merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Sarjana Sains di Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta.

17 Baca lebih lajut

SINTESIS MEMBRAN KITOSAN SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK DEKOLORISASI ZAT WARNA CONGO RED

SINTESIS MEMBRAN KITOSAN SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK DEKOLORISASI ZAT WARNA CONGO RED

Silika hasil sintesis yang telah dikarakterisasi merupakan bahan yang digunakan dalam pembuatan membran yang akan dicampurkan dengan larutan kitosan 2%. Silika yang ditambahkan dalam bentuk larutan natrium silikat karena akan lebih mudah larut dengan larutan kitosan daripada silika serbuk. Larutan natrium silikat didapatkan dengan cara menambahkan larutan NaOH 4 M sebanyak 158 mL dengan 20 gram silika abu sekam padi. Proses tersebut bertujuan untuk pelarutan basa atau destruksi basa. Larutan tersebut kemudian dipanaskan dan diaduk hingga mengental dan terbentuk gel yang berwarna coklat kehijauan yang apabila didinginkan akan mengeras. Padatan silika yang telah mengeras tersebut kemudian di panaskan dengan furnace pada suhu 600 o C selama 30 menit agar mempercepat proses perubahan abu sekam padi menjadi natrium silikat (Na 2 SiO 3 ) menjadi lebih optimal. Padatan natrium silikat yang terbentuk
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA ABU SEKAM PADI PADA KATALIS KARBON TERHADAP KINERJA DSSC.

PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA ABU SEKAM PADI PADA KATALIS KARBON TERHADAP KINERJA DSSC.

Dengan ini saya menyatakan bahwa isi Skripsi saya yang berjudul “ PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA ABU SEKAM PADI PADA KATALIS KARBON TERHADAP KINERJA DSSC” adalah hasil kerja saya dan sepengetahuan saya hingga saat ini isi Skripsi tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain atau materi yang telah diajukan untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di Universitas Sebelas Maret atau perguruan tinggi lainnya kecuali telah dituliskan di daftar pustaka Skripsi ini dan segala bentuk bantuan dari semua pihak telah ditulis dibagian ucapan terimakasih. Isi Skripsi ini boleh dirujuk atau difotokopi secara bebas tanpa harus memberitahu penulis.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ADSORPSI KADMIUM(II) PADA BAHAN HIBRIDA TIOL-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI

ADSORPSI KADMIUM(II) PADA BAHAN HIBRIDA TIOL-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI

Bahan hibrida tiol-silika telah dibuat dengan mengimobilisasikan 3-merkapto- propiltrimetoksisilan ke dalam silika melalui metode sol-gel. 3-Merkaptopropil- trimetoksisilan ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, kemudian diasamkan dengan HCl 6M hingga pH: 7. Larutan natrium silikat dihasilkan dari ekstraksi abu sekam padi dengan larutan natrium hidroksida mendidih. Model isoterm adsorpsi Langmuir digunakan untuk memperkirakan kapasitas dan energi adsorpsi kadmium(II). Dilakukan pula adsorpsi pada berbagai pH untuk mendapatkan kondisi yang sesuai untuk adsorpsi selektif ion logam yang dipelajari.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perbandingan Kemampuan Silika Gel Dari Abu Sabut Kelapa Dan Abu Sekam Padi Untuk Menurunkan Kadar Logam Cd2+

Perbandingan Kemampuan Silika Gel Dari Abu Sabut Kelapa Dan Abu Sekam Padi Untuk Menurunkan Kadar Logam Cd2+

__________________________________________________________________________________________ Penelitian mengenai pembuatan silika gel dari bahan baku abu sabut kelapa (ASK) dan abu sekam padi (ASP) telah dilakukan dengan memanfaatkan kandungan silikanya. Bahan baku ASK dan ASP ditambah larutan NaOH dengan pemanasan dan peleburan pada suhu 500C selama 30 menit menghasilkan larutan natrium silikat, kemudian larutan natrium silikat masing-masing diasamkan dengan HCl 3 M hingga pH 7 dan dikeringkan hingga menjadi silika gel abu sabut kelapa (SG-ASK) dan silika gel abu sekam padi (SG-ASP). Hasil karakterisasi XRD menyatakan bahwa SG-ASK dan SG-ASP menghasilkan silika berbentuk amorf, sedangkan hasil analisis FT-IR menyatakan bahwa silika gel memiliki gugus fungsi Si-OH, Si-O dan Si-H. Hasil penelitian mengenai uji penyerapan ion logam Cd 2+ menunjukkan bahwa penyerapan optimum ion logam
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

OPTIMALISASI EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI PADA PEMBUATAN SILIKA GEL (VARIASI WAKTU EKSTRAKSI DAN SUHU PENGERINGAN)

Sekam padi merupakan hasil samping dari proses penggilingan padi yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, sehingga sekam padi dapat menjadi limbah yang mengganggu lingkungan. Sekam padi yang dibakar akan menjadi abu yang mempunyai kandungan silika yang tinggi yaitu sebesar 86,90 - 97,30 %. Tingginya kandungan silika membuat abu sekam padi memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku untuk silika gel. Pengambilan silika dari abu sekam padi dapat dilakukan dengan proses ekstraksi padat cair menggunakan larutan alkali sebagai pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik optimum waktu ekstraksi terhadap kadar silika yang diperoleh serta pengaruh suhu pengeringan terhadap daya serap silika gel berbahan dasar abu sekam padi. 50 gram abu sekam padi dilarutkan dengan pelarut KOH 2 M kemudian diekstraksi selama waktu operasi tertentu (120, 150, 180, 210, dan 240 menit). Ekstrak yang didapat kemudian dilakukan presipitasi menggunakan larutan H 2 SO 4 2 M untuk mengendapkan silika. Hasil endapan yang
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Optimasi Kelajuan Suhu Annealing untuk Ekstraksi Silika dari Abu Sekam Padi serta Uji Kandungan Molekul

Optimasi Kelajuan Suhu Annealing untuk Ekstraksi Silika dari Abu Sekam Padi serta Uji Kandungan Molekul

Pada penelitian ini, silika dihasilkan dari abu sekam padi. Mula – mula sekam padi sebanyak 3 Kg dibakar dengan menggunakan tungku sekam padi dan dihasilkan arang sebesar 0.54 Kg (18%). Presentase arang yang dihasilkan dari proses pembakaran sekam padi ini sesuai dengan teori bahwa arang atau abu yang dihasilkan dari pembakaran sekam padi sekitar 18% . 3 Pembakaran sekam menjadi arang dimaksudkan untuk menurunkan temperatur pengabuan. Jika sekam padi langsung diabukan tanpa melalui proses pembakaran menjadi arang terlebih dahulu maka panas yang diperlukan untuk menghasilkan abu akan sangat tinggi. Energi yang dibutuhkan untuk pengabuan pun akan semakin tinggi. Pengarangan sekam ini bertujuan untuk mendekomposisi senyawa organik dalam sekam. 25 Arang sekam yang diperoleh berwarna abu-abu kehitaman seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4. Warna tersebut mengindikasikan bahwa senyawa- senyawa organik belum teroksidasi sempurna. Setelah diperoleh arang sekam, dilanjutkan dengan proses pengabuan untuk memperoleh silika putih. Abu yang dihasilkan setelah proses ini masing-masing 26,85 gram dan 26,53 gram sehingga didapatkan massa susut sekitar 15% - 16% .
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Kajian Termodinamika Adsorpsi Hibrida Merkapto-Silika Dari Abu Sekam Padi Terhadap Ion Co(II)

Kajian Termodinamika Adsorpsi Hibrida Merkapto-Silika Dari Abu Sekam Padi Terhadap Ion Co(II)

Telah dilakukan penelitian tentang kajian termodinamika adsorpsi hibrida merkapto-silika dari abu sekam padi terhadap ion Co(II). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas dan energi adsorpsi hibrida merkapto-silika (HMS) dan silika gel (SG) terhadap ion Co(II). Pada penelitian ini, silika gel dibuat menggunakan natrium silikat dari abu sekam padi. Selanjutnya, senyawa organik 3-(trimetoksisilil)-1-propantiol diimobilisasi pada SG menghasilkan HMS. Adsorben dikarakterisasi menggunakan difraktometer sinar-X dan spektrofotometer FTIR. Larutan Co(II) kemudian dikontakkan dengan SG dan HMS pada variasi pH, waktu, dan konsentrasi awal. Hasil penelitian kapasitas adsorpsi yang diperoleh HMS hampir tiga kali lebih besar dibandingkan dengan SG, dengan besarnya kapasitas adsorpsi masing-masing yaitu 250,00 mg/g dan 90,91 mg/g. Sedangkan energi adsorpsi yang diperoleh adalah 51,69 KJ/mol untuk SG, dan 23,65 KJ/mol untuk HMS.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh rasio silika alumina pada kristalisasi ZSM-5 dari kaolin Bangka dan abu sekam padi

Pengaruh rasio silika alumina pada kristalisasi ZSM-5 dari kaolin Bangka dan abu sekam padi

Tahapan awal sintesis ini adalah dengan melarutkan NaOH dalam setengah bagian dari total akuademineralta yang dibutuhkan hingga homogen. NaOH berfungsi sebagai agen mineralisasi yang dapat meningkatkan kelarutan sehingga dapat mempercepat kristalisasi (Cejka dkk., 2010) dan juga berfungsi sebagai pelarut silika dan alumina (Chareonpanich dkk., 2004). Kemudian kaolin ditambahkan sebagai sumber alumina dan silika sehingga terbentuk campuran putih. Penambahan bahan baku ini disertai dengan pengadukan menggunakan pengaduk magnetik. Selanjutnya abu sekam padi ditambahkan sebagai sumber silika tambahan karena kandungan silika dalam kaolin lebih sedikit dari jumlah silika yang dibutuhkan sesuai dengan komposisi molar yang digunakan. Akuademineralta yang tersisa ditambahkan seluruhnya ke dalam campuran dengan tetap dilakukan pengadukan. Pengadukan tersebut dilakukan selama 2 jam untuk mendapatkan campuran yang homogen. Setelah itu ditambahkan TPAOH sebagai pengarah struktur MFI (Cheng dkk., 2005) dan pengadukan dilanjutkan hingga 6 jam agar distribusi campuran merata antara silika dan alumina dalam pembentukan kristal.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Silika Abu Sekam Padi Pada Katalis Karbon Terhadap Kinerja DSSC BAB 0

Pengaruh Penambahan Silika Abu Sekam Padi Pada Katalis Karbon Terhadap Kinerja DSSC BAB 0

Penulis mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan limpahan rahmat, hidayah dan inayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan Skripsi dengan baik. Sholawat serta Salam tidak lupa penulis panjatkan kepada Rosulullah SAW. Laporan Skripsi yang berjudul “PENGARUH PENAMBAHAN SILIKA ABU SEKAM PADI PADA KATALIS KARBON TERHADAP KINERJA DSSC “ merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Sarjana Sains di Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta.

17 Baca lebih lajut

SINTESIS MEMBRAN KITOSAN TERMODIFIKASI SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK PROSES DEKOLORISASI

SINTESIS MEMBRAN KITOSAN TERMODIFIKASI SILIKA ABU SEKAM PADI UNTUK PROSES DEKOLORISASI

Di Indonesia sudah dikembangkan teknik pengolahan sekam padi sebagai adsorben untuk mengatasi permasalahan limbah yang mencemari lingkungan. Sekam padi dapat digunakan sebagai adsorben yang baik setelah diubah menjadi abu sekam padi. Abu sekam padi diperoleh melalui pembakaran sekam padi. Abu sekam padi yang berasal dari pembakaran sekam padi mengandung silika kadar tinggi yaitu 87-97% serta sedikit alkali dan alkali tanah sebagai unsur minor. Salah satu pemanfaatan silika adalah sebagai penyerap kadar air diudara sehingga memperpanjang masa simpan dan sebagai bahan campuran pembuatan keramik (Islam & Ani, 2000). Tingginya kandungan silika abu sekam padi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku material berbasis silika seperti silika gel dan membran silika. Silika gel dapat disintesis melalui proses sol-gel dengan melakukan kondensasi larutan natrium silikat dalam suasana asam. Membran silika dapat disintesis dengan menambahkan serbuk silika dengan agen perekat agar menjadi membran padat silika.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Sintesis Silika Gel Terimobilisasi Difenil Karbazon dari Abu Sekam Padi Melalui Teknik Sol-Gel.

Sintesis Silika Gel Terimobilisasi Difenil Karbazon dari Abu Sekam Padi Melalui Teknik Sol-Gel.

Dari perbandingan metode tersebut, teknik sol – gel mempunyai kelebihan diantaranya proses yang sederhana dan cepat karena reaksi pengikatan berlangsung secara bersamaan dengan proses terbentuknya padatan. Selain itu, teknik modifikasi melalui proses sol – gel lebih mudah dilakukan di laboratorium karena reaksi dapat dilakukan pada temperatur kamar sehingga dapat menggunakan alat -alat sederhana (Astuti, 2012). Sejauh ini belum pernah dilaporkan mengenai modifikasi silika gel dengan ligan difenilkarbazon menggunakan teknik sol gel. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan sintesis silika gel dari abu sekam padi yang diimobilisasi difenilkarbazon melalui teknik sol – gel. Penelitian ini meliputi modifikasi silika gel dari abu sekam padi dan karakterisasinya dengan spektra IR serta X-RD.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Sintesis Membran Padat Silika Abu Sekam Padi dan Aplikasinya untuk Dekolorisasi Rhodamin B pada Limbah Cair.

Sintesis Membran Padat Silika Abu Sekam Padi dan Aplikasinya untuk Dekolorisasi Rhodamin B pada Limbah Cair.

Nur Indah Aprilia 2011. “ Sintesis Membran Padat Silika Abu Sekam Padi dan Aplikasinya untuk Dekolorisasi Rhodamin B pada Limbah Cair ”. Tugas Akhir II. Jurusan Kimia FMIPA UNNES. Dosen Pembimbing I: Dra. Woro Sumarni M.Si, Dosen Pembimbing II: Drs. Eko Budi Susatyo M.Si

2 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH

EKSTRAKSI SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN PELARUT NaOH

Padi sebagai bahan makanan pokok bangsa Indonesia kebutuhannya meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini hasil samping pengolahan padi serta limbahnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Sekam merupakan hasil samping saat proses penggilingan padi dan menghasilkan limbah yang cukup banyak, yakni sebesar 20% dari berat gabah. peningkatkan nilai ekonomis dari limbah padi dapat dilakukan dengan memanfaatkan silika dari abu sekam padi, silika dapat diisolasi dari sekam padi secara sederhana dengan cara pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil ekstraksi silika abu sekam padi menggunakan pelarut NaOH dan mengetahui pengaruh temperatur pemanasan,waktu pemanasan dan konsentrasi basa terhadap yield silika. Penelitian ini menggunakan rancangan desain faktorial dengan dua level dan tiga variabel yaitu temperatur pemanasan, waktu pemanasan dan konsentrasi basa dengan jumlah percobaan adalah 2 3 = 8 kali dengan ulangan sebanyak 2 kali. Hasil dari penelitian ini menunjukan temperatur pemanasan dan waktu pemanasan yang digunakan tidak berpengaruh terhadap yield silika yang dihasilkan, yang berpengaruh adalah konsentrasi basa NaOH yang digunakan yaitu 0,5 dan 1 N. Berdasarkan hasil analisis XRD diperoleh persentase berat senyawa pada sampel 1 (yield silika) adalah senyawa Fe 2 SiV sebessar 76,9 % dan sampel 2 (abu sekam
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pemisahan Cu2+ dan Pb2+ secara Ekstraksi Fasa Padat Menggunakan Silika dari Abu Sekam Padi Termodifikasi Kitosan

Pemisahan Cu2+ dan Pb2+ secara Ekstraksi Fasa Padat Menggunakan Silika dari Abu Sekam Padi Termodifikasi Kitosan

Pada penelitian ini telah dikembangkan pemisahan Cu 2+ dan Pb 2+ secara ekstraksi fasa padat menggunakana silika dari abu sekam padi yang dimodifikasi dengan kitosan. Pemanfaatan silika dari abu sekam padi dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah sekam padi yang melimpah di Indonesia. Kandungan silika dalam abu sekam padi cukup tinggi yaitu sebesar 87-97%, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai fasa padat [7]. Ulumiyah [8] telah mengembangkan silika-kitosan sebagai fasa padat pada recovery Cu 2+ secara ekstraksi fasa padat dengan hasil recovery Cu 2+ sebesar 86%. Pemanfaatan silika-kitosan untuk menurunkan kadar logam besi(II) dan seng(II) dalam larutan kopi telah dikembangkan oleh Sinaga [9].
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PEMISAHAN Cu2+ DAN Pb2+ SECARA EKSTRAKSI FASA PADAT MENGGUNAKAN SILIKA DARI ABU SEKAM PADI TERMODIFIKASI KITOSAN

PEMISAHAN Cu2+ DAN Pb2+ SECARA EKSTRAKSI FASA PADAT MENGGUNAKAN SILIKA DARI ABU SEKAM PADI TERMODIFIKASI KITOSAN

Pada penelitian ini telah dikembangkan pemisahan Cu 2+ dan Pb 2+ secara ekstraksi fasa padat menggunakana silika dari abu sekam padi yang dimodifikasi dengan kitosan. Pemanfaatan silika dari abu sekam padi dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah sekam padi yang melimpah di Indonesia. Kandungan silika dalam abu sekam padi cukup tinggi yaitu sebesar 87-97%, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai fasa padat [7]. Ulumiyah [8] telah mengembangkan silika-kitosan sebagai fasa padat pada recovery Cu 2+ secara ekstraksi fasa padat dengan hasil recovery Cu 2+ sebesar 86%. Pemanfaatan silika-kitosan untuk menurunkan kadar logam besi(II) dan seng(II) dalam larutan kopi telah dikembangkan oleh Sinaga [9].
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Adsorpsi Pb2+ Dan Cu2+ Menggunakan Kitosan-Silika Dari Abu Sekam Padi

Adsorpsi Pb2+ Dan Cu2+ Menggunakan Kitosan-Silika Dari Abu Sekam Padi

Silika dari abu sekam padi yang dimodifikasi dengan kitosan menghasilkan suatu adsorben yang dapat meningkatkan daya adsorpsi terhadap ion logam. Adsorben kitisan ± silika dari abu sekam padi dibuat dengan komposisi 100, 95, 85, 75 dan 65 % silika dalam kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kitosan dapat meningkatkan nilai kapasitas tukar kation (KTK) adsorben. Adsorben terbaik dihasilkan pada % silika 65% dengan KTK 0,45 mekiv H + /g adsorben. Adsorbent tersebut mempunyai daya adsorpsi terhadap Pb 2+ sebesar 11,8 mg/g adsorben dan 0,3 mg/g adsorben terhadap Cu 2+ .
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Sintesis Silika Dari Abu Sekam Padi Dan Pengaruhnya  Terhadap  Karakteristik Bata Ringan

Sintesis Silika Dari Abu Sekam Padi Dan Pengaruhnya Terhadap Karakteristik Bata Ringan

Dari pengamatan dan analisa yang dilakukan terhadap data-data penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pada proses sintesis nano silika kandungan silika turun menjadi 89,17%. Penurunan ini terjadi karena dalam proses sintesis terjadi kehilangan silika akibat temperatur dan proses pengerjaan secara manual. Puncak silika terlihat pada gelombang 1121,11 cm -1 . Hal ini tidak berbeda jauh antara silika yang dihasilkan dengan silika komersial. Ukuran partikel silika yang terbentuk rata-rata 92±25 nm. Ukuran ini tidak seragam seluruh silika, masih ada mikro silika yang terbentuk. Kuat tekan bata ringan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah silika. Pengaruh silika terhadap daya serap air tidak signifikan. Pada kondisi peningkatan temperatur hingga 400°C selama 25 menit bata ringan dengan komposisi silika 10% dan 15% masih dapat digunakan. Silika yang disintesis dari abu sekam padi dapat digunakan sebagai subtitusi semen pada bata ringan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KINETIKA DAN KESEIMBANGAN ADSORPSI ION KROMIUM (III) DALAM LARUTAN PADA SENYAWA SILIKA DAN MODIFIKASI SILIKA HASIL SINTESIS DARI ABU SEKAM PADI

KINETIKA DAN KESEIMBANGAN ADSORPSI ION KROMIUM (III) DALAM LARUTAN PADA SENYAWA SILIKA DAN MODIFIKASI SILIKA HASIL SINTESIS DARI ABU SEKAM PADI

Penelitian ini mengkaji tentang kinetika dan kesetimbangan pada adsorpsi ion Cr(III) dalam larutan pada senyawa silika dan modifikasi silika yang disintesis dari abu sekam padi. Senyawa silika yang dimaksud adalah silika gel (selanjutnya diberi notasi SG). Senyawa modifikasi silika yang dimaksud adalah silika termodifikasi merkapto (selanjutnya diberi notasi HMS) dan dua macam silika termodifikasi sulfonat. Silika termodifikasi sulfonat ini merupakan hasil oksidasi HMS. Silika termodifikasi sulfonat yang disintesis dengan bahan oksidator hidrogen peroksida (selanjutnya diberi notasi HSSP) dan yang disintesis dengan bahan oksidator asam nitrat (selanjutnya diberi notasi HSSN).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...