Top PDF PENERAPAN PEMBELAJARAN TGT BERBANTUAN MEDIA MONOPOLI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN KELAS 3 SD - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

PENERAPAN PEMBELAJARAN TGT BERBANTUAN MEDIA MONOPOLI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN KELAS 3 SD - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

PENERAPAN PEMBELAJARAN TGT BERBANTUAN MEDIA MONOPOLI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN KELAS 3 SD - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika pada materi pecahan dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan dengan menggunakan media monopoli. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan dua tahap atau dua siklus, di setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas 3 SD Negeri Sawocangkring dengan jumlah 28 siswa sedangkan untuk sumber datanya berasal dari guru kelas dan siswa. Dalam teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes dan non tes. Untuk non tes dilakukan dengan observasi, kajian dokumen dan angket.Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan di SDN Sawocangkring, disimpulkan bahwa : (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan berbantuan monopoli dapat meningkatkan kualitas proses belajar pada materi pecahan. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa pada siklus I dan II. Presentase keaktifan siswa pada siklus I 60,75% dan 71,5% pada siklus II. (2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) yang berbantuan monopoli dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pecahan. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu ketuntasan belajar dan afektif siswa. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa 65,28% dengan nilai rata-rata 72,3 dan pada siklus II, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 88,30% dengan nilai rata-rata 76,1.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Dengan Media Monopoli Pada Materi Sistem Pemerintahan Pusat Pembelajaran PKn Kelas IV SDN 1 Jemundo Taman - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Dengan Media Monopoli Pada Materi Sistem Pemerintahan Pusat Pembelajaran PKn Kelas IV SDN 1 Jemundo Taman - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pembelajaran bermakna dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai, serta media metode maupun strategi yang tepat. Melalui model, strategi dan metode serta media yang tepat dapat mendukung keberasilan proses belajar mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dilakukan oleh guru dan siswa. Namun, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDN 1 Jemundo Taman PBM masih bersifat konvensional dan bersifat teacher center. sehingga guru dalam hal ini harus inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas, seperti mengembangkan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang men arik dan mengatasi kejenuhan dan kepasifan siswa dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pada PKn yaitu kegiatan pembelajaran melalui model Teams Games Tournament dengan media monopoli. Penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas, Dalam pengambilan dan pengumpulan data dilakukan metode Tes dengan Uji Validitas dan uji reliabilitas serta menggunakan Metode observasi, Penelitian Tindak Kelas (PTK) pada siswa kelas IV SDN 01 Jemundo Taman tahun ajaran 2015/2016 dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan dan (4) refleksi. Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran materi sistem pemerintahan pusat dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan media game monopoli pada siswa kelas IV dapat meningkatkan hasil belajar PKn dengan peningkatan rata- rata dari siklus I sebesar (73,18) dan meningkat pada siklus II sebesar (76,25). Hasil penelitian ini diperkuat melalui temuan bahwa siswa sangat antusias dalam menerima materi dalam bentuk permainan kuis pada model pembelajaran TGT melalui media monopoly menjadikan mereka lebih aktif dan melatih kerja sama antar kelompok sehingga membuat pembelajaran menjadi bermakna.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL TGT BERBANTUAN COUPLE CARD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN KELAS 3 - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

PENGARUH MODEL TGT BERBANTUAN COUPLE CARD TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN KELAS 3 - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

pengurangan. Ditambah dengan bantuan dari media couple card atau yang lebih dikenal dengan model Make a Match dijadikan sebagai alat bantu atau pengembangan dari TGT itu sendiri. Media pada permaianan tetap harus disesuaikan dengan materi jadi bukan sembarang alat bantu bisa digunakan tetapi juga harus difikirkan apakah alat tersebut dinilai cocok untuk menjadi pendamping materi pada hari tersebut. Berdasarkan hasil Observasi penerapan TGT berbantuan couple card sebagai alat bantu selama dua kali pertemuan dengan konsep yang berbeda siswa mengalami peningkatan semangat, komunikatif, serta kemampuan dalam mengerjakan meningkat. Untuk itu pembelajaran yang peneliti lakukan ingin menerapkan pembelajaran yang aktif, dinamis, serta menyenangkan bagi siswa terutama pada mata pelajaran matematika yang selalu dianggap sebagai momok atau sering ditakuti oleh siswa karena cara pengajaran yang dinilai selalu tegang dan menggerut dahi. Sehingga dapat disimpulkan penelitian ini dilakukan dengan beberapa sebab antara lain :
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Matematika, Pecahan. PENDAHULUAN - ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS IV SDN KRIAN 2 DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI PECAHAN - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Matematika, Pecahan. PENDAHULUAN - ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS IV SDN KRIAN 2 DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI PECAHAN - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pembelajaran pecahan sebagai dasar dalam belajar operasi hitung di lakukan di kelas IV SD yang mencakup materi menyederhanakan berbagai bentuk pecahan, operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, serta pemecahan masalah matematika. Pada materi pecahan masalah matematika bisanya di sajikan dalam bentuk cerita, akan tetapi tidak semua siswa dapat menyelesaikannya dengan mudah. Terbukti masih ada banyak kesalahan yang di lakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi pecahan. Oleh karena itu untuk mengatasi kesulitan yang di alami siswa, maka dapat di lakukan analisis kesalahan secara mendetail pada materi pecahan yang berbentuk soal cerita. Tujuan dari penelitian ini adalah utuk mengetahui kesalahan apa saja yang di lakukan oleh siswa beserta faktor penyebab kesalahan itu terjadi. Dengan demikian guru dapat membantu kesulitan yang di alami oleh siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Krian 2 semestr 2 yang terdiri dari 30 siswa. Instrument yang di gunakan adalah tes soal uraian dan wawancara. Dari hasil analisis data di peroleh kesalahan yang di lakukan oleh siswa meliputi kesalahan konsep, prinsip, algoritma, operasi, dan acak. Faktor-faktor penyebabnya ialah (1) Kurangnya kemampuan siswa dalam memahami konsep dasar pecahan senilai (2) K urangnya pengetahuan siswa terhadap keterampilan prasyarat dalam menggunakan konsep KPK (3) Siswa kurang memahami prosedur/ langkah- langkah operasi hitung pecahan (4) Kurang telitinya siswa dalam mengerjakan soal dan mengoperasikan bilangan (5) Serta kurangnya pemahaman siswa dalam mencermati soal yang di berikan sehingga membuat siswa merasa bigung dan tidak tahu apa yang harus di lakukan. Selain itu siswa juga lebih percaya diri untuk bertanya kepada temannya dari pada bertanya kepada guru sehingga hasil jawaban yang di peroleh ce nderung mirip dengan temannya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BENDA KONKRET DI KELAS III A SD NEGERI GEDONGKIWO.

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BENDA KONKRET DI KELAS III A SD NEGERI GEDONGKIWO.

1 siswa tidak masuk sekolah karena sakit. Setelah selesai guru memotivasi siswa dengan tanya jawab. Ibu memiliki soal cerita. Ani mempunyai 1 buah kue dan memotong kue tersebut menjadi 8 bagian sama besar. Kemudian ani memotong 2 bagian kue. Berapa bagian kue yang dimakan Ani?Beberapa siswa memberi jawaban, kemudian guru meminta salah satu siswa maju ke depan untuk menjawab soal cerita tersebut, dan jawaban yang diberi siswa benar. Setelah selesai guru memberi pujian kepada siswa, kemudian guru menanyakan apakah ada pendapat lain yang berbeda?. Karena tidak ada kemudian guru mengatakan “jawabannya benar”, lalu menjelaskan tentang materi yang akan dipelajari. Sebelum memasuki kegiatan inti guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Baca lebih lanjut

214 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN AFEKTIF DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TURNAMENTS (TGT) DI KELAS V SD N 3 TAMBAKSOGRA - repository perpustakaan

UPAYA MENINGKATKAN AFEKTIF DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TURNAMENTS (TGT) DI KELAS V SD N 3 TAMBAKSOGRA - repository perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik materi pecahan dalam perbandingan dan skala melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD N 3 Tambaksogra dengan jumlah 27 peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan setiap siklus terdiri dari 3 jam pelajaran atau 105 menit. Prosedur pelaksanaan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data diperoleh dari lembar observasi guru dan lembar observasi peserta didik. Untuk mendapatkan nilai hasil belajar ranah afektif diperoleh dari pengamatan guru saat pembelajaran didalam kelas. Pada data hasil belajar ranah kognitif diperoleh dari hasil lembar kerja peserta didik yang dilaksanakan pada akhir siklus. Pada Hasil belajar ranah afektif pada siklus I mendapatkan persentase 41,9% dan pada siklus II 88,4 %. Prestasi belajar mendapatkan prosentase belajar 56% dan siklus II meningkat menjadi 89,6%. Pada peningkatan persentase setiap siklus dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar matematika kelas V di SD N 3 Tambaksogra.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI MATEMATIKA BERNUANSA ISLAM BERBANTUAN BRAIN GYM - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI MATEMATIKA BERNUANSA ISLAM BERBANTUAN BRAIN GYM - Raden Intan Repository

simple penelitian. Sehingga dengan pengembangan media berkonsepkan permainan dapat meminimalisir keadaan siswa yang kurang termotivasi dan cepat merasa bosan. Selain itu belum ada media permainan yang dirancang secara khusus menggunakan nuansa Islami dan berbantuan brain gym. Pada tahap ini yang penting dilakukan adalah analisis kebutuhan terhadap produk yang akan dikembangkan melalui observasi dan wawancara tidak terstruktur terhadap guru SMA YP UNILA Bandar Lampung yaitu ibu Ria Apriyana, S.Pd selaku guru bidang studi yang bersangkutan. Hasil yang peneiliti peroleh dari kegiatan observasi menunjukan keadaan belajar siswa saat ini yaitu masih rendahnya motivasi siswa untuk belajar, tingginya tingkat kemalasan siswa dalam belajar, indikator aktivitas siswa yang menggambarkan motivasi belajar siswa masih rendah diantaranya siswa cenderung bermalas-malasan dalam menanggapi pelajaran matematika, lamanya dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, kurangnya semangat dalam memecahkan soal-soal, dan kegiatan siswa di kelas cenderung menunjukan sikap bermain saat belajar. Seperti berbicara dengan teman saat guru menjelaskan, dan sebagian besar siswa kurang aktif dalam bertanya kepada guru. Kemudian peneliti melanjukan tahap observasi dengan terjun langsung dalam beberapa kali pertemuan pembelajaran, dan asumsi yang peneliti peroleh bahwa gaya belajar siswa adalah belajar sambil bermain, untuk itu perlu adanya usaha guru untuk membangkitkan minat siswa dalam belajar salah satunya dengan cara menerapkan pembelajaran dengan permainan.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI JARING-JARING BANGUN RUANG DENGAN MEDIA KERTAS KARTON BERPETAK - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI JARING-JARING BANGUN RUANG DENGAN MEDIA KERTAS KARTON BERPETAK - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pada penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian dari Kemmis dan Tagart (1990) yang memiliki komponen penelitian tindakan kelas sebagai berikut: (1) Perencanaan (planing), (2) Tindakan (action), (3) Pengamatan (observing), (4) Refleksi (reflecting). Dalam penelitian ini menggunakan 2 siklus dalam setiap siklus ada 1 kali pertemuan, dan masing-masing siklus memiliki tujuan yang ingin dicapai. Sehingga permasalahan yang dihadapi dalam siklus 1 di refleksikan kembali untuk mencari tahu penyebab yang menjadi permasalahan yang belum di tuntaskan pada siklus 1, selanjutnya pada siklus 2 akan diadakan perencanaan kembali tentang berbagai langkah perbaikan yang akan di terapkan dalam siklus 2. Hal tersebut akan terus dilakukan jika pada pelaksanaan dan hasil belajarnya belum sesuai dengan tujuan awal yang sudah direncanakan. Tetapi pada tahap ini hanya menggunakan 2 kali siklus karena pada tahap siklus 2 hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan apa yang menjadi tujuan awal atau bisa dibilang dengan hasil belajar yang diperoleh siswa sudah tuntas sesuai dengan standart nilai KKM yang menjadi acuan dari ketuntasan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI JARING-JARING BANGUN RUANG DENGAN MEDIA KERTAS KARTON BERPETAK - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI JARING-JARING BANGUN RUANG DENGAN MEDIA KERTAS KARTON BERPETAK - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pada penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian dari Kemmis dan Tagart (1990) yang memiliki komponen penelitian tindakan kelas sebagai berikut: (1) Perencanaan (planing), (2) Tindakan (action), (3) Pengamatan (observing), (4) Refleksi (reflecting). Dalam penelitian ini menggunakan 2 siklus dalam setiap siklus ada 1 kali pertemuan, dan masing-masing siklus memiliki tujuan yang ingin dicapai. Sehingga permasalahan yang dihadapi dalam siklus 1 di refleksikan kembali untuk mencari tahu penyebab yang menjadi permasalahan yang belum di tuntaskan pada siklus 1, selanjutnya pada siklus 2 akan diadakan perencanaan kembali tentang berbagai langkah perbaikan yang akan di terapkan dalam siklus 2. Hal tersebut akan terus dilakukan jika pada pelaksanaan dan hasil belajarnya belum sesuai dengan tujuan awal yang sudah direncanakan. Tetapi pada tahap ini hanya menggunakan 2 kali siklus karena pada tahap siklus 2 hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan apa yang menjadi tujuan awal atau bisa dibilang dengan hasil belajar yang diperoleh siswa sudah tuntas sesuai dengan standart nilai KKM yang menjadi acuan dari ketuntasan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI PECAHAN CAMPURAN KELAS V SEKOLAH DASAR - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI PECAHAN CAMPURAN KELAS V SEKOLAH DASAR - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam memahami materi pecahan campuran yang dialami oleh siswa kelas V pada pokok bahasan bilangan pecahan campuran. Penelitian ini dilakukan di SDN Panggreh 2 Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Sampel pada penelitian ini adalah dua siswa kelas V SDN Panggreh 2 Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan teknik tes dan wawancara. Teknik tes dalam penelitian ini lembar tes yang berisi berisi soal uraian atau essay dan membahas tentang materi pecahan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan pecahan disebabkan oleh (1) Menjumlah pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, (2) Salah dalam mengubah bilangan pecahan campuran menjadi pecahan biasa dan salah mengubah bilangan pecahan biasa menjadi pecahan campuran, (3) Penyebut sudah disamakan tetapi pembilang belum disesuaikan, (4) Salah dalam menentukan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) untuk menyamakan penyebutnya, dan (5) salah dalam menyederhanakan bilangan pecahan pada hasil akhir.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pembelajaran Menggunakan Media Gambar - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pembelajaran Menggunakan Media Gambar - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Menurut bentuk informasi yang digunakan, kita bisa membedakan dan juga bisa mengklarifikasi media pembelajaran dalam lima kelompok besar, yakni media visual yang diam, media visual yang bergerak, media audio atau suara, media audio visual diam dan media audio visual bergerak atau disebut video, proses

7 Baca lebih lajut

Penerapan Pembelajaran Langsung Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Penerapan Pembelajaran Langsung Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Anton (1989) berpendapat bahwa, Belajar merupakan usaha untuk memperoleh kepandaian. Adanya batasan di lingkungan sekolah bahwa guru berusaha semaksimal untuk memberikan ilmu dan siswa dengan giat melakukannya. Namun menurut Singer (1991) berpendapat bahwa, belajara merupakan perubahan dalam tingkah laku dari latihan dan pengalaman. Sedangkan menurut Prayitno (1989), menyatakan bahwa, belajar merupakan usaha ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku yang original melalui pengalaman serta latihan – latihan. Kemudian yang dimaksud dari pengalaman dalam proses belajar tidak lain yaitu hubungan timbal balik antara individu dengan lingkungan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Materi Pecahan Matematika Kelas 4 SD

Materi Pecahan Matematika Kelas 4 SD

Siswa dapat menentukan hasil penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama dan penyebut yang berbeda.. Siswa dapat mengetahui aturan pengurangan pecahan.[r]

20 Baca lebih lajut

Rencana Pembelajaran Materi Kemagnetan - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Rencana Pembelajaran Materi Kemagnetan - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

1.2. Menyajikan hasil pengamatan terhadap keragaman aspek keruangan dan konektivitas antar ruang, waktu, perubahan, dan keberlanjutan kehidupan manusia dalam aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya dalam masyarakat indonesia dalam bentuk cerita, tulisan atau yang lainnya.

14 Baca lebih lajut

Jenis – Jenis Media Dalam Pembelajaran - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Jenis – Jenis Media Dalam Pembelajaran - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Dari pengertian media dan pegertian pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa Media pembelajaran adalah segala sesuatu seperti ; alat,benda,lingkungan, dan lain-lain yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan khususnya bahan pelajaran. Sehingga dengan menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar megajar dapat mempermudah pendidik dalam menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik. Selain itu megunakan media dalam proses belajar mengajar juga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk memperhatikan dan memahami materi pelajaran yang di sampaikan oleh pendidik sehingga dapat tercapainya tujuan belajra. Tujuan penggunaan media belajar dalam proses belajar mengajar bukan sekedar untuk melengkapi proses belajar mengajar dan untuk menarik perhatian peserta didik saja, akan tetapi penggunaan media dalam proses belajar mengajar itu bertujuan untuk
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penerapan Model Team Asissted Individualization (TAI) dengan Media Blok Pecahan dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika Materi Pecahan pada Siswa Kelas IV SD Negeri 04 Nusawungu - UNS Institutional Repository

Penerapan Model Team Asissted Individualization (TAI) dengan Media Blok Pecahan dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika Materi Pecahan pada Siswa Kelas IV SD Negeri 04 Nusawungu - UNS Institutional Repository

Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Peneliti menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, dan pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu, peneliti menyampaikan terimakasih kepada:

19 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL TGT BERBANTUAN MEDIA TTS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TATA NAMA SENYAWA

PENGARUH MODEL TGT BERBANTUAN MEDIA TTS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TATA NAMA SENYAWA

Pendidikan merupakan salah satu keharusan dalam kebutuhan yang sangat penting bagi setiap individu. Di dalam pendidikan, proses belajar mengajar dan proses pembelajaran merupakan inti pendidikan yang didalamnya melibatkan guru sebagai pengajar dan siswa sebagai pembelajar. Pembelajaran adalah proses atau kegiatan guru mata pelajaran dalam mengajarkan materi pelajaran pada siswanya, yang di dalamnya terdapat upaya guru untuk mencapai dan memberikan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, serta kebutuhan siswa yang beragam. Salah satu pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah yaitu pembelajarahn kimia. Tujuan mata pelajaran kimia di SMA/MA adalah siswa dapat bekerjasama dengan orang lain serta memahami konsep, prinsip, hukum, dan teori kimia serta keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari- hari dan teknologi (Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), 2006). Salah satu syarat untuk melaksanakan proses pengajaran yang efektif yaitu guru harus menggunakan model dalam mengajar agar penyajian bahan pelajaran
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media SEQIP di Kelas IV SDN Candipari II Porong - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media SEQIP di Kelas IV SDN Candipari II Porong - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Tujuan Permasalahan ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Candipari II Porong pada mata pelajaran IPA dengan media SEQIP (Science Education Quality Improvement Project). Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN Candipari II Porong ini dikarenakan dalam kegiatan belajar mengajarnya cenderung menggunakan metode ceramah, sehingga dalam proses belajar mengajar siswa cenderung bersikap pasif tidak membuat siswanya menjadi aktif, pembelajarannya dapat dikatakan pembelajarannya lebih berpusat pada guru, sehingga peserta didik jarang komunikasi dengan temannya untuk membahas materi dan susah untuk memecahkan masalah yang ada. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dicarikan solusi yang tepat yakni dengan menerapkan media SEQIP. Penelitian ini menggunakan 2 siklus, Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Candipari II Porong yang berjumlah 30 orang siswa. Data dikumpulkan melalui (1) data skor hasil belajar dari siklus I dan siklus II (2) data tentang aktivitas siswa menggunakan lembar observasi, dan (3) hasil wawancara terhadap siswa sebagai respon dalam penggunaan media SEQIP. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa setiap siklusnya, dimana sebelum di lakukan tindakan presentasi ketuntasan siswa 46,67% kemudian meningkat pada siklus I dengan presentase 66,67% dan pada siklus II presentase keberhasilannya menjadi 83,33% berdasarkan hasil analisis data.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penerapan Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dan Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas IV - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Penerapan Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dan Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas IV - Repository Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Menurut hasil observasi saat dilakukannya tindakan pada siklus I ada beberapa siswa yang belum berani untuk mengemukakan pendapatnya, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan pemecahan masalahnya masih dirasa kurang. Kegiatan seperti mengemukakan pendapat atau alasan, menanggapi pendapat teman, mengecek hasil kerja sama jarang dimunculkan oleh siswa selama kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki dalam kegiatan pembelajarannya. Solusi yang diberikan kepada sebuah permasalahan juga terlihat biasa saja, dan tidak terlalu spesifik dalam menjelaskannya, sehingga hal tersebut masih dirasa kurang dalam kemampuan memecahkan masalah. Pembagian kelompok juga membutuhkan waktu yang agak lama, sehingga perlakuan dalam tahap tindakan kurang optimal. b. Hasil Wawancara
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN LANGSUNG MENGGUNAKAN KALKULATOR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI 1 PURBALINGGA WETAN

PENGARUH PEMBELAJARAN LANGSUNG MENGGUNAKAN KALKULATOR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN DI KELAS IV SD NEGERI 1 PURBALINGGA WETAN

Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran langsung menggunakan kalkulator terhadap hasil belajar matematika di kelas IV SD Negeri 1 Purbalingga Wetan Tahun Pelajaran 2015/2016. Hasil Belajar yang dilaksanakan untuk penelitian terdiri 3 ranah atau aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Pada aspek kognitif pengambilan data menggunakan tes evaluasi, aspek afektif menggunakan angket yang diisi oleh siswa, pada aspek psikomotor menggunakan lembar unjuk kerja dalam menggunakan kalkulator. Materi yang diambil dalam penelitian ini yaitu materi pecahan. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini random cluster sampling, kelas IV A sebagai kelas kontrol dan kelas IV B sebagai kelas eksperimen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji homogenitas, uji normalitas, dan uji t. Hasil penelitian pada aspek kognitif menunjukkan 𝑡 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau 3,57 ≥ 2,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi model
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects