Top PDF Penerapan Model Pembelajaran Experiential Learning terhadap Aktivitas Belajar Siswa pada Pelajaran Penataan Barang Dagang

Penerapan Model Pembelajaran Experiential Learning terhadap Aktivitas Belajar Siswa pada Pelajaran Penataan Barang Dagang

Penerapan Model Pembelajaran Experiential Learning terhadap Aktivitas Belajar Siswa pada Pelajaran Penataan Barang Dagang

Sementara untuk mengetahui penerapan model pembelajaran experiential learning berdasarkan hasil perhitungan Uji paired Sample t test mengunakan aplikasi pengolah data SPSS 23 diperoleh hasil nilai signifikasi adalah 0,000. Dengan nilai ini maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran ekperiential learning terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran penataan barang dagang kelas XI Pemasaran di SMK Negeri 3 Pontianak. Karena proses pembelajaran lebih mengaktifkan siswa dalam suatau kegiatan di mana kegiatan tersebut yang akan di alami setiap siswa, untuk ,mengerjakan tugas yang di berikan guru seperti menjaga labolatorium pemasaran. Hal ini di dukung dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dian wakhidiani dengan judul pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran terpadu di kelas IV SD 3 Sawah Lama Bandar lampung tahun ajaran 2016/2017 yang hasilnya menyatakan terdapat pengaruh model experiential
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENATAAN BARANG DAGANG

1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENATAAN BARANG DAGANG

Sementara untuk mengetahui penerapan model pembelajaran experiential learning berdasarkan hasil perhitungan Uji paired Sample t test mengunakan aplikasi pengolah data SPSS 23 diperoleh hasil nilai signifikasi adalah 0,000. Dengan nilai ini maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran ekperiential learning terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran penataan barang dagang kelas XI Pemasaran di SMK Negeri 3 Pontianak. Karena proses pembelajaran lebih mengaktifkan siswa dalam suatau kegiatan di mana kegiatan tersebut yang akan di alami setiap siswa, untuk ,mengerjakan tugas yang di berikan guru seperti menjaga labolatorium pemasaran. Hal ini di dukung dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dian wakhidiani dengan judul pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran terpadu di kelas IV SD 3 Sawah Lama Bandar lampung tahun ajaran 2016/2017 yang hasilnya menyatakan terdapat pengaruh model experiential
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA PADA MATERI POKOK EKOSISTEM

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA PADA MATERI POKOK EKOSISTEM

Kemampuan penguasaan konsep dianggap penting karena selain untuk mencapai tujuan instruksional pada suatu mata pelajaran, menurut Dahar (1996:79) konsep-konsep juga merupakan batu pembangun (bulding blocks) berpikir. Konsep-konsep dianggap sebagai dasar bagi proses-proses mental yang tinggi untuk merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi-generalisasi. Untuk memecahkan masalah, seorang siswa harus mengetahui aturan-aturan yang relevan, dan aturan-aturan ini didasarkan pada konsep-konsep yang diperolehnya. Idealnya konsep-konsep yang diperoleh siswa bukan hanya dalam bentuk hafalan, akan tetapi pemahaman tentang konsep itu sendiri.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika dan Aktivitas Siswa

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika dan Aktivitas Siswa

tersebut berdampak terhadap ketidakoptimalan hasil belajar matematika. Partiipasi aktif dari siswa dapat mendukung terjadinya proses pembelajaran khususnya pembelajaran matematika akan lebih efektif dan bermakna. Oleh karena itu, guru perlu memfasilitasi siswa dengan metode pembelajaran yang tepat sehingga siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang mengutamakan penguasaan kompetensi harus berpusat pada siswa (students centered), memberikan pembelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan mengembangkan mental yang kuat dan kaya pada siswa. Kegiatan pembelajaran harus mampu mengeksplorasi kompetensi siswa, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam mata pelajaran matematika, guru dapat mengaplikasikan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dalam meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E PADA MATA PELAJARAN  Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E PADA MATA PELAJARAN Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun

Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E dapat meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun Ajaran 2012 / 2013.

19 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING

DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK

DI MTs MA’ARIF NU 3 KEMRANJEN BANYUMAS

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs MA’ARIF NU 3 KEMRANJEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Ma’arif NU 3 Kemranjen Kabupaten Banyumas khususnya Kelas VII menggunakan model experiential learning yang memanfaatkan pengalaman sehari-hari siswa sebagai sumber belajar. Pada awal pertemuan, terlebih dahulu guru menyusun perencanaan dengan melibatkan peran aktif siswa. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran dan materi pokok tentang “Akhlak Terpuji terhadap Allah SWT.”, guru meminta pendapat dari siswa mengenai pengalaman seperti apa yang ingin dipilih siswa sesuai tema tersebut untuk kemudian dijadikan tugas praktek (proyek).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E PADA MATA PELAJARAN  Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E PADA MATA PELAJARAN Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E. Subyek penerima tindakan adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta yang berjumlah 31siswa. Penelitian ini diawali dengan kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah validitas isi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model-model analisis interaktif yang terdiri dari sajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penerapan model pembelajaran saintifik tipe discovery learning untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi materi penyediaan informasi persediaan barang dagang metode periodik kelas XI SMK 17 Seyegan.

Penerapan model pembelajaran saintifik tipe discovery learning untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi materi penyediaan informasi persediaan barang dagang metode periodik kelas XI SMK 17 Seyegan.

Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran saintifik tipe Discovery Learning dapat meningkatkan: (1) keaktifan yang ditunjukkan dengan hasil pengamatan pertambahan jumlah siswa yang aktif pada sasaran visual activities sebesar 38%, oral activities sebesar 31%, listening activities sebesar 46%, writing activities sebesar 38%, mental activities sebesar 54%, emotional activities sebesar 100. Keaktifan peserta didik pada pra penelitian, siklus 1 dan siklus 2 yang mengalami perubahan. Tingkat keaktifan dengan kriteria sangat tinggi mengalami perubahan dari sebelum penelitian 15,38%, meningkat pada siklus 1 menjadi 30,76% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 46,15%. (2) Prestasi belajar dengan rata-rata peserta didik pada siklus 1 adalah 83,85 dan pada siklus 2 adalah 90,77. Selisih prestasi belajar pada siklus 1 dan 2 adalah 6,92.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Mail Handling dengan Penerapan Model Pembelajaran Time Token Arends

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Mail Handling dengan Penerapan Model Pembelajaran Time Token Arends

Abstract: This study aims at describing the implementation of Time Token Arends learning model on Mail Handling subject for the tenth graders of Office Administration major students of SMKN 2 Blitar, academic year of 2011/2012 with the total number of 34 students. This study is a classroom action research using qualitative approach conducted in two cycles with each cycle consisting of four phases; planning, action, observation, reflection. The data collection techniques used are observation, interview, test, field notes and documentation. The data analysis is conducted in three steps; data reduction, data display, and conclusion drawing. Based on the result of findings showed that the implementation of Time Token Arends learning model increasing student’s activity and achievement in Mail Handling subject for the tenth graders of Office Administration of AP 4 students at SMKN 2 Blitar.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas X TKJ

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas X TKJ

Penelitian ini bertujuan (1) Merancang dan menerapkan model pembelajaran Blended Learning pada mata pelajaran Perakitan Komputer kelas X TKJ SMK Negeri 3 Buduran (2) Mengetahui perbedaan aktivitas belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Blended Learning dengan yang tidak menggunakan model pembelajaran Blended Learning pada mata pelajaran Perakitan Komputer kelas X TKJ SMK Negeri 3 Buduran (3) Mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran Blended Learning menggunakan media e-learning Moodle pada mata pelajaran Perakitan Komputer kelas X TKJ. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan Nonequivalent Control Group Design. Tahap penelitian ini yaitu (1) Persiapan dan perencanaan (2) Penelitian (3) Penyajian hasil penelitian. Analisis data menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar, sedangkan untuk mengetahui respon siswa menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Hasil validasi media pembelajaran mendapatkan nilai validitas sebesar 83,6% dengan kriteria sangat valid (2) Hasil validasi RPP mendapatkan nilai validitas sebesar 88,5% dengan kriteria sangat valid (3) Hasil validasi butir soal mendapatkan nilai validitas sebesar 88,8% dengan kriteria sangat valid (4) Hasil respon peserta didik tentang model pembelajaran Blended Learning menggunakan media e-learning Moodle memperoleh rata- rata rating sebesar 75,3% dikategorikan baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI SEYEGAN PUNDONG BANTUL.

PENGARUH PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI SEYEGAN PUNDONG BANTUL.

Masih terdapat juga kegiatan belajar IPS di sekolah yang sifatnya teacher centered, dimana siswa hanya duduk diam mendengarkan penjelasan materi, menerima, kemudian mengerjakan latihan soal dengan dibimbing guru. Hal ini lah yang menyebabkan siswa tersebut mengalami kejenuhan sehingga kurang antusias dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal-hal ini lah yang peneliti dapatkan dan menarik minat peneliti untuk mengadakan penelitian di SD Seyegan. Peneliti memandang dalam pembelajaran di sekolah khususnya pada mata pelajaran IPS, diperlukan suatu model pembelajaran yang lebih bervariasi daripada sebelumnya. Salah satu model pembelajaran yang cukup bervariasi dan tentunya dapat melibatkan peran aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah model experiential learning.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan  Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar KKPI Pada Siswa SMKN 2 Malang

Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar KKPI Pada Siswa SMKN 2 Malang

melalui wawancara dengan guru KKPI, diketahui bahwa aktivitas belajar dan hasil belajar siswa rendah. Hal ini yang menjadi penyebab masalah antara lain (1) Guru masih menggunakan metode klasik dimana pembelajaran berpusat pada guru, (2) Minat belajar dan rasa ingin tahu siswa terhadap mata pelajaran KKPI rendah, (3) Pemahaman konsep siswa terhadap mata pelajaran KKPI masih rendah. Oleh karena itu, berdasarkan penyebab masalah pembelajaran maka perlu dilakukan tindakan berupa penelitian. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E dalam upaya meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar KKPI siswa SMKN 2 Malang kelas X TKJ Model ini terdiri dari 5 tahap yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH AKTIVITAS BLOGGING DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PENGARUH AKTIVITAS BLOGGING DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya penguasaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi serta rendahnya hasil belajar siswa kelas X TKJ pada mata pelajaran simulasi digital di SMK Alfarisi Leles. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuasi Eksperien dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design yang ditujukan untuk menggambarkan dan menjelaskan penerapan aktivitas blogging dalam model pembelajaran project base leaarning beserta pendeskripsian hasil belajar siswa. Aktivitas blogging yang diterapkan dikelas eksperimen adalah bentuk implementasi dari kerucut pengalaman edgar dale dimana dalam teorinya dale mengatakan bahwa hasil pembelajaran sesorang melalui membaca hanya 10%, melalaui pendengaran 20%, tetapi jika sesorang belajar dengan menyajikan atau mempresentasikan apa yang telah dipelajarinya maka hasil belajranya bisa mencapai 70%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR AND SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS III SD PADA MATA PELAJARAN IPA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR AND SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS III SD PADA MATA PELAJARAN IPA.

Ilmu pengetahuan alam, yang sering disebut juga dengan istilah pendidikan sains, disingkat menjadi IPA. IPA merupakan pembelajaran berdasarkan pada prinsip-prinsip, proses yang mana dapat menumbuhkan sikap ilmiah siswa terhadap konsep-konsep IPA. Oleh karena itu, pembelajaran IPA disekolah dasar dilakukan dengan penyelidikan sederhana dan bukan hafalan terhadap kumpulan konsep IPA. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut pembelajaran IPA akan mendapat pengalaman langsung melalui pengamatan, diskusi, dan penyelidikan sederhana. Pembelajaran yang demikian dapat menumbuhkan sikap ilmiah siswa yang diindikasikan dengan merumuskan masalah, menarik kesimpulan, sehingga mampu berpikir kritis melalui pembelajaran IPA
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn

membuat konfrontasi kepada pebelajar dengan masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured, atau open-ended melalui stimulus dalam belajar. PBL memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: (1) belajar dimulai dengan suatu permasalahan, (2) memastikan bahwa permasalahan yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata pebelajar, (3) mengorganisasikan pelajaran di seputar permasalahan, bukan di seputar disiplin ilmu, (4) memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada pebelajar dalam mengalami secara secara langsung proses belajar mereka sendiri, (5) menggunakan kelompok kecil, dan (6) menuntut pebelajar untuk mendemonstrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk produk atau kinerja (performance). Dengan demikian, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang utuh dari sebuah materi yang diformulasikan dalam masalah, penguasaan sikap positif, dan keterampilan secara bertahap dan berkesinambungan (Rusman, 2012:241).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIIA SMP NEGERI 2 KEDAWUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIIA SMP NEGERI 2 KEDAWUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

The aims of this class action research were to describe the learning process using Learning Cycle 7E model which can improve the student learning activities at VIIA of SMP Negeri 2 Kedawung, to determine the improving of students learning activities after participating in mathematics lesson using Learning Cycle 7E model and to know whether the implementation of Learning Cycle 7E model which can improve the student learning activities had a positive impact to the completeness of the students learning result.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK PADA MATA PELAJARAN PRODULTIF.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK PADA MATA PELAJARAN PRODULTIF.

Guru memiliki peranan penting dalam keberhasilan belajar mengajar siswa karena terlibat langsung dalam proses belajar mengajar. Pada saat PBM berlangsung di dalam kelas, guru seharusnya menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center) agar siswa dapat mandiri atau mengurangi ketergantungan pada guru. Namun kenyataanya cenderung masih mendominasi, yaitu aktivitas guru jauh lebih banyak dibandingkan dengan aktivitas siswa. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif, dan pembelajaran menjadi membosankan karena terasa monoton. Hal tersebut menyebabkan motivasi belajar, inisiatif untuk bertanya, dan mengungkapkan pendapat jarang dilakukan oleh siswa. Persoalan ini sungguh tidak membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 KEDALEMAN WETAN

PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 KEDALEMAN WETAN

4 Experiential Learning dalam pembelajaran IPA. Pada siklus II aktifitas belajar siswa sudah menunjukan peningkatan, tampak dari skor rata-rata perolehan siswa menjadi 3,07. Namun pada siklus II siswa masih mengalami sedikit kesulitan untuk bekerja sama dengan siswa lain dalam suatu kelompok. Sedangkan pelaksanaan siswa dalam belajar pada siklus III sudah berjalan dengan lebih baik jika dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata yang diperoleh sudah mencapai 3,62. Pada siklus III siswa sudah larut dalam aktifitas belajar yang aktif dan menyenangkan. Siswa juga sudah semakin kompak dan mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Hal tersebut senada dengan pendapat Majid yang menjelaskan bahwa “Salah satu kelebihan model experiential learning adalah menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerjasama dan berkompromi” (2013: 95). Skor rata-rata penerapan model Experiential Learning oleh siswa pada siklus I, II dan III adalah 3,03 dengan kategori baik.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Model Experiential Learning Sebagai Model yang Efektif untuk Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

Model Experiential Learning Sebagai Model yang Efektif untuk Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

Hietanen dan Jarvi (2015: 47) menekankan proses pembelajaran kewirausahaan pada bagaimana wirausaha itu bertindak di dunia nyata. Selanjutnya Taatila (2010: 56) menjelaskan bahwa siswa belajar melalui pengalaman nyata dan membentuk pengetahuan baru dari pengalaman tersebut dengan menciptakan berbagai solusi yang kreatif untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Hal itu ditegaskan lagi oleh pendapat Mahfud dan Pardjono (2012: 32) bahwa pembelajaran kewirausahaan itu tidak hanya sekedar pembelajaran teori semata, namun juga aplikasi langsung yang melibatkan siswa dalam kegiatan nyata berwirausaha, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam berwirausaha agar pembelajaran kewirausahaan mampu membentuk siswa menjadi seorang wirausaha. Jadi untuk dapat membentuk siswa menjadi seorang wirausaha, pembelajaran kewirausahaan di sekolah harus mampu menyediakan pembelajaran yang nyata kepada siswa tentang bagaimana berwirausaha, sehingga siswa dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang wirausaha.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa dengan Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping

Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa dengan Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping

Abstrak: Di kelas X APK 3 SMKN 2 Kediri diketahui bahwa nilai aktivitas belajar dan hasil belajar siswa rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping mampu menjadikan siswa aktif dan kreatif serta membantu siswa untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar mereka pada mata pelajaran Administrasi Perkantoran. Hal tersebut terbukti pada nilai aktivitas belajar yang diamati oleh 3 orang observer. Nilai rata-rata aktivitas belajar siswa sebelum diberi tindakan hanya 72,8 dengan kriteria B (baik) Selanjutnya nilai rata-rata kelas pada siklus I setelah adanya penerapan model pembelajaran Mind Mapping meningkat menjadi 75,8 dengan kriteria B (baik). Pada siklus II nilai rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 82 dengan kriteria B (baik). Sedangkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan selama penelitian. Nilai rata-rata ulangan harian sebelum diberi tindakan adalah 75 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 18 orang siswa sedangkan nilai rata- rata post test siklus I adalah 82,4 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 23 orang siswa dan nilai rata-rata post test siklus II adalah 91,1 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 34 orang siswa. Kata Kunci: Mind Mapping, aktivitas belajar, hasil belajar
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects