Top PDF PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

6. Sudaryo, S.Pd, M.Pd, Kepala sekolah SD Negeri 03 Munggur yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis dan Ponijo, S.Pd selaku guru kelas V SD Negeri 03 Munggur yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis dalam melakukan penelitian.

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

Berdasarkan pengamatan awal hasil belajar IPA siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 03 MunggurTahun 2011 / 2012 menemukan masalah dalam pembelajaran yaitu rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari rendahnya rata-rata perolehan nilai ulangan harian siswa khususnya mata pelajaran IPA yaitu 62,17 atau 38% yang mencapai KKM. Berdasarkan standar penilaian sekolah, nilai tersebut dianggap masih rendah dibandingkan KKM untuk pembelajaran IPA yaitu 65.Masalah ini timbul tentunya tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya menjadi penyebab rendahnya nilai siswa. Berdasarkan hasil identifikasi masalah secara kolaboratif antara lain disebabkan oleh (1) Metode pembelajaran monoton dan membosankan (2) Kegiatan pembelajaran cenderung berpusat pada guru (3) Sarana dan prasarana kurang memadai baik dari segi jumlah maupun kualitasnya; (4) Suasana pembelajaran lebih bersifat instruksional.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MEDIA REALITA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN GLAGAHWERO 02 KALISAT TAHUN AJARAN 2010/2011

ENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MEDIA REALITA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN GLAGAHWERO 02 KALISAT TAHUN AJARAN 2010/2011

Skripsi berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Media Realita untuk Meningkatkan Aktivitas dan Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Glagahwero 02 Kalisat Tahun Ajaran 2010/2011” telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember pada:

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V SD NEGERI 015 RUMBAI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V SD NEGERI 015 RUMBAI

Based on early observations conducted researchers obtained data that results of evaluation for teaching natural sciences (IPA) in grade V, indicates the tassel Elementary School 015. of the 25 students, 15 students (60%) have not yet reached the value ketuntasan minimum criteria (KKM) i.e. 70 or are on a low-category with an average grade of 63.40. The purpose of this research is to improve the learning results of sciences students in class V semester II Elementary School 015 Cooperative learning models through Tassel type STAD. This research was carried out on Elementary School 015 Tassel. The subject of this research is the grade V Elementary School 015 Tassel with a number of students 25 persons, comprising 14 male students and 11 female students with the academic skills that are heterogeneous. As for the research was carried out on the semester II in class V in the time to learn the IPA began in January to June 2011. From the results of the research, it can be concluded that in detail: 1 teacher Activity cycle) I obtained a score of teachers at the meeting activity 1 of 23 in the second meeting increased to 29, at the cycle II meetings 1 obtained a score of 31 and at the meeting of 2 obtained a score of 33. 2) Activity students experience increased if at the second meeting of the cycle I obtained the percentage of 74% or by category, and at the second meeting of the cycle II obtained the percentage of 79% with the very high category. 3) Student Learning Outcomes after learning patches on the second cycle the better, increased student learning results from cycle 1 to cycle 2. On first cycle obtained an average of 66,60 and at the second cycle obtained average results of student learning with high category 72,80.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 021 RUMBAI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 021 RUMBAI

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda dalam menyelesaikan tugas kelompok. Setiap anggota kelompok saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran serta memupuk pembentukan lingkungan positif dan meniadakan persaingan individu. Menurut Arends dalam Trianto (2007:47) pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut yaitu: 1) Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar. 2) Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemamupuan tinggi, sedang, dan rendah. 3) Bila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam. 4)Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok dari pada individu.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG STRUKTUR BUMI PADA SISWA SDN NGADIROYO 2012/2013.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG STRUKTUR BUMI PADA SISWA SDN NGADIROYO 2012/2013.

Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa nilai rata-rata kelas pada pratindakan adalah 65,75 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 43,75%. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 71 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 62,5%. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas meningkat lagi menjadi 77,9 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 93,75%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang Struktur Bumi pada Siswa Kelas V SD Negeri Ngadiroyo, Nguntoronadi, Wonogiri. Kata Kunci : Hasil Belajar IPA, Struktur Bumi, Model Pembelajaran Kooperatif
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI PEMANFAATAN SIFAT-SIFAT CAHAYA DALAM KARYA SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI PEMANFAATAN SIFAT-SIFAT CAHAYA DALAM KARYA SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

Memperhatikan hasil penelitian, temuan dan analisis yang telah dilakukan selama pelaksanaan di lapangan mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe stad pada pembelajaran IPA materi pemanfaatan sifat-sifat cahay dalam karya sederhana untuk meninggkatkan hasil belajar siswa di kelas V B SDN 01 Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Semester 2 Tahun Pelajaran 2013-2014 ada beberapa hal yang dapat peneliti sarankan dari hasil penelitian, diantaranya adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Ardani, Made Suri. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share ( Tps ) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SD Negeri 4 Banjar Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015. Dapat dilihat di http: ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/viewFile/4534/3493. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2016.

3 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG STRUKTUR BUMI PADA SISWA SDN NGADIROYO 2012/2013.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG STRUKTUR BUMI PADA SISWA SDN NGADIROYO 2012/2013.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA tentang Struktur Bumi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing pada siswa kelas V SD Negeri Ngadiroyo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri.

20 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MATERI GLOBALISASI BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI 03 PEGIRINGAN KABUPATEN PEMALANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MATERI GLOBALISASI BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI 03 PEGIRINGAN KABUPATEN PEMALANG

diterapkan pada pelaksanaan siklus 2. Salah satunya adalah pada indikator pemberian penghargaan pada kelompok yang mendapat nilai tinggi. Guru membuat penghargaan yang lebih menarik lagi bagi siswa untuk diberikan kepada kelompok yang mendapat nilai tertinggi. Selain itu guru juga memantau dan membimbing siswa yang pasif dalam kelompok dengan cara melakukan pendekatan padanya. Perolehan hasil performansi guru juga tidak lepas dari media yang diterapkan oleh guru. Guru menggunakan LCD proyektor untuk membantu menyampaikan materi pada saat pembelajaran. Penggunaan LCD proyektor ternyata telah membuat siswa lebih fokus dalam memperhatikan penjelasan dari guru, serta membuat aktivitas siswa menjadi lebih meningkat. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Darmadi yang menjelaskan tentang ketrampilan dasar mengajar bagi guru. Menurut Darmadi (2009:1-10) ketrampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai oleh guru ada delapan, dua diantaranya menjelaskan bahwa guru perlu menguasai ketrampilan dalam memberi penguatan dan guru perlu menguasai ketrampilan dalam mengadakan variasi. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan media LCD merupakan variasi dalam mengajar. Pemberian penghargaan kepada siswa juga merupakan ketrampilan guru dalam memberi penguatan.
Baca lebih lanjut

228 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Ardani, Made Suri, dkk. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SD Negeri 4 Banjar Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015. e-jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Vol. 2 (1). Diunduh pada 24 Maret 2017.

6 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA KELAS V SD 5 DERSALAM KUDUS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA KELAS V SD 5 DERSALAM KUDUS

Make a match dalam penelitian ini adalah salah satu jenis model pembelajaran kooperatif dengan cara menemukan pasangan kartu agar siswa dapat belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Siswa dapat melakukan diskusi atau percobaan sederhana untuk menemukan pasangan kartu yang tepat. Selain itu, hasil pasangan kartu tersebut ditempelkan pada kertas manila besar sebagai hasil karya siswa yang dipasang di dinding kelas. Materi dalam penelitian ini adalah gaya yang meliputi gaya gravitasi, gaya gesek, dan gaya magnet.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

PENDAHULUAN Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

Masalah ini timbul tentunya tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya menjadi penyebab rendahnya nilaisiswa. Berdasarkan hasil identifikasi masalah secara kolaboratif antara lain disebabkan oleh (1) Metode pembelajaran monoton dan membosankan (2) Kegiatan pembelajaran cenderung berpusat pada guru (3) Sarana dan prasarana kurang memadai baik dari segi jumlah maupun kualitasnya; (4) Suasana pembelajaran lebih bersifat instruksional.

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 101765 BANDAR SETIA TAHUN AJARAN 2015/2016.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 101765 BANDAR SETIA TAHUN AJARAN 2015/2016.

Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes dan lembar observasi. Tes dgunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan Gaya IPA dan lembar observasi digunakan untuk melihat proses pembelajaran ketika Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Word Square diterapkan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus, masing-masing terdiri dari 2 kali pertemuan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu : pada siklus I siswa diberikan LKS secara individu namun guru tetap membimbing pekerjan siswa. Pada saat siswa mengerjakan LKS, guru membiarkan siswa bekerja dengan kemampuaannya yang dimiliki setiap individu, sedangkan guru memantau pekerjaan siswa mengerjakan LKS, guru membiarkan siswa bekerja dengan kemampuannya yang dimiliki setiap individu, sedangkan guru memantau pekerjaan siswa dengan berkeliling ke meja siswa. Kemudian di akhir siklus diberikan Tes Hasil Belajar (THB) 1 kepada siswa guna dapat melihat hasil belajar siswa selama siklus I berlangsung. Namun hasil belajar belum terlihat keberhasilan pada siswa. Kemudian dilakukan siklus II dengan pembelajaran yang sama, siswa diberikan LKS namun secara kelompok. Dan kelompok dibagi berdasarkan hasil Tes Hasil Belajar (THB) 1. Dan di akhir siklus II diberikan Tes Hasil Belajar (THB) II. Kemudian dari hasil analisis data akhir siklus II dengan pembelajaran yang sama ternyata hasilnya lebih meningkat dibandingkan siklus I.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD

Menurut Johnson dan Johnson (dalam Huda Miftahu, 2011: 31) pembelajaran Kooperatif berarti bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam suasana kooperatif, setiap anggota sama-sama berusaha mencapai hasil yang nantinya bisa dirasakan oleh semua anggota kelompok. Tujuan pembelajaran kooperatif Menurut Slavin (dalam Trianto, 2009: 57 ) bahwa ide utama dari belajar kooperatif adalah siswa bekerja sama untuk belajar dan bertanggung jawab pada kemajuan belajar temannya. Belajar kooperatif juga menekankan pada tujuan dan kesuksesan kelompok, yang hanya dapat dicapai jika semua anggota kelompok mencapai tujuan atau penguasaan materi. Menurut Johnson & Jhonson (dalam Trianto, 2009: 57) menyatakan bahwa tujuan pokok belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara indVidu maupun secara kelompok. Di samping itu, belajar kooperatif dapat mengembangkan solidaritas sosial di kalangan siswa. Dengan belajar kooperatif, diharapkan kelak akan muncul generasi baru yang memiliki prestasi akademik yang cemerlang dan memiliki solidaritas sosial yang kuat. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat menyebabkan siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran adalah Jigsaw.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 104208 CINTA RAKYAT TAHUN AJARAN 2016/2017.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 104208 CINTA RAKYAT TAHUN AJARAN 2016/2017.

Mustikasari, dkk. 2015. Hasil penerapan model cooperative learning tipe kancing gemerincing untuk mengembangkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada konsep energi. Journal Aniologi, (Online) , vol. 3 ,No 2, dalam (http://kd- cibiru.upi.edu/jurnal/index.php/antologipgsd/article/view/368, diakses 21 desember 2016).

14 Baca lebih lajut

BAB II PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF SISWA - PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KUDUS - STAIN Kudus Repository

BAB II PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF SISWA - PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 KUDUS - STAIN Kudus Repository

Munculnya reaksi keras umat Islam disadari pemerintah Orde Baru. Pemerintah kemudian mengambil kebijakan yang lebih operasional dalam kaitan dengan madrasah, yaitu melakukan pembinaan mutu pendidikan madrasah. Sejalan dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah inilah, pada tanggal 24 Maret 1975 dikeluarkan kebijakan berupa Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang ditandatangani Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Dalam Negeri. Kelahiran SKB tiga menteri ini antara lain untuk mengatasi kekhawatiran dan kecemasan umat Islam akan dihapuskannya sistem pendidikan madrasah sebagai konsekuensi Kepres dan Inpres di atas. SKB dapat juga dipandang sebagai model solusi yang disatu sisi memberikan kepastian akan berlanjutnya yang mengarah pada pembentukan sistem pendidikan nasional yang integratif. Signifikansi SKB tiga menteri bagi umat Islam adalah pertama, terjadinya mobilitas sosial dan vertikal siswa-siswa madrasah yang selama ini terbatas di lembaga- lembaga pendidikan tradisional (madrasah dan pesantren) dan kedua membuka peluang kemungkinan anak-anak santri memasuki wilayah pekerjaan pada sektor modern. Meskipun demikian, bukan berarti SKB tiga menteri tanpa masalah. Melalui SKB memang status madrasah disamakan dengan sekolah berikut jenjangnya : MI sejajar dengan SD, MTs sejajar dengan SMP, dan MA sejajar dengan SMA. Dengan SKB ini pula alumni MA dapat melanjutkan ke universitas umum, alumni SMA dapat melanjutkan studinya ke IAIN. Karena
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 KARANGAN TRENGGALEK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 KARANGAN TRENGGALEK

Puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Karangan Trenggalek”. Tujuan penulisan skripsi ini sebagia salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA.

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA.

1. Perencanaan pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe Jigsaw pada materi pokok sumber daya alam disusun berdasarkan KTSP tahun 2006. Sistematika yang tertulis dalam RPP sama seperti RPP pada yang dibuat guru umumnya, meliputi: Identitas, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator capaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, model dan metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian. Adapun yang menjadi ciri khusus RPP dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw, dalam kegiatan intinya dikembangkan skenario pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif bertanya dan berpendapat serta memiliki rasa tanggung jawab baik dalam kelompok ahli maupun kelompok asal. Adapun langkah-langkah pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw dalam kegiatan intinya adalah sebagai berikut; pengenalan topik, pembagian kelompok asal, pembagian tugas, diskusi kelompok ahli, diskusi kelompok asal, dan menyimpulkan hasil diskusi. (RPP terlampir) 2. Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Talamoa, Najma AR dkk. 2014. “ Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 14 Ampana ” . Jurnal Kreatif Tadulako Online. Volume 4, Nomor 4.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...