Top PDF PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 021 RUMBAI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 021 RUMBAI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 021 RUMBAI

Cooperative Learning Model is a model of learning, where students learn in small groups with different levels of ability in completing the task groups. This research aims to improve the learning results of science grade V in primary schools 021 Tassel through the application of learning Model Cooperative Type STAD. This research was conducted in April-May 2011. The subject of research is the grade V elementary school 021 Tassel totalling 35 people that consists of 19 men and 16 women. The parameters of the research is the result of student learning outcomes students individually and classical, the activity of the student and teacher activities. Of research results obtained average results of student learning based on Deuteronomy I cycle daily I 71,77% (enough) and the value of Deut. II on daily cycle II 82,74% by category (good). Student learning outcomes are on the increase of cycle-to-cycle II I was 10,97%. Standar grade student learning on a cycle I expressed satisfaction with the percentage of 77,14% and cycle II also expressed satisfaction with the percentage of 97,14%. Ketuntasan studied classical students has increased from cycle to cycle I II is 20.00%. Student activity on the cycle I 364.99% (enough), cycle II increased to 83,14% (good). The activity of the teacher in the cycle I average 80,69% (enough) and cycle II increased to 94,32% (very good). So great an increase in the activity of the teacher of the I and II cycles is 13,63%. From this research it can be concluded that with the cooperative model pembeljaran Type STAD can improve learning outcomes science grade V elementary school 021 Tassel Lessons Year 2010/2011.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 2 KEDONDONG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 2 KEDONDONG

Hal ini dikarenakan pendekatan pembelajaran yang dipergunakan guru kurang sesuai dengan materi yang disampaikan kepada siswa dan siswa pun kurang dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran. Siswa suka bermain sendiri, menggambar, sering mengganggu teman, pasif dalam menerima materi yang diajarkan guru. Berdasarkan data ulangan harian semester II siswa kelas V SD Negeri 2 Kedondong tahun ajaran 2014/2015 hasil ulangan harian yang diperoleh siswa masih rendah. Dari 23 siswa kelas V, hanya 8 orang saja atau 34% yang mampu mencapai tingkat ketuntasan belajar yang ditetapkan sekolah yaitu 60 dan selebihnya atau 66% siswa masih memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI CAHAYA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI CAHAYA.

Adapun berdasarkan kurikulum IPA ditingkat SD/MI proses pendidikan IPA di harapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diriya sendiri dan alam sekitar serta prospek lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. IPA merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki objek, serta menggunakan metode ilmiah dalam pembelajarannya, sehingga IPA perlu diajarkan di Sekolah Dasar (SD). Setiap guru harus paham akan alasan mengapa sains perlu diajarkan di SD/MI. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dgicapai oleh siswa dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 168 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 168 PEKANBARU

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berpengaruh positif terhadap proses dan hasil belajar IPA. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari aktivitas guru dan siswa yang terdapat pada sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu Mengajukan pertanyaan pada fase 1 karena dengan keterampilan bertanya dan mendengarkan secara efektif, penting untuk keberhasilan mengajar. Suatu ungkapan yang menyatakan bahwa it is better to ask some question than to know all the answers (Thurber), menunjukkan betapa pentingnya orang bertanya. Dalam hubungannya dengan proses belajar, pentingnya bertanya itu dapat kita lihat pada beberapa pernyataan antara lain: (1) jantung strategi yang efektif terletak pada pertanyaan yang diajukan oleh guru (Fraenkel), (2) dari sekian banyak metode pengajaran, yang paling banyak dipakai ialah bertanya (Bank), (3) bertanya adalah salah satu teknik yang paling tua dan paling baik (Clark), (4) mengajar itu adalah bertanya (Dewey), dan (5) pertanyaan-pertanyaan adalah unsur utama dalam strategi pengajaran, merupakan kunci permainan bahasa dalam pengajaran (Hyman). Karena itu, tidak disangkal lagi pentingnya bertanya dalam kegiatan belajar-mengajar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV A SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD.

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV A SD Negeri Tlacap melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD.

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah s aya yang berjudul: “ PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV A SD NEGERI TLACAP MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Baca lebih lanjut

384 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

PENDAHULUAN Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sd Negeri 03 Munggur Tahun 2011/2012.

Menurut hasil penelitian Van Sickle dalam buku karangan Solihatin,(2007 : 13) judul karangan Cooperatif Learning, Analisis Model Pembelajaranmenemukan bahwa sistem belajar kelompok dan debriefing secara individualdan kelompok dalam model cooperatif learning mendorong tumbuhnyatanggung jawab sosial dan individu siswa, berkembangnya sikapketergantungan yang positif mendorong peningkatan dan kegairahan belajarsiswa serta pengembangan ketercapaian kurikulum.

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEBATURAN BAWANG BATANG.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEBATURAN BAWANG BATANG.

Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetisi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pendidikan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil maksimal. Hal tersebut dapat dicapai dengan terlaksananya pembelajaran yang efektif dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan seperti yang tercantum dalam UU RI No. 20 Pasal I Tahun 2003 bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Supinah, 2009: 3). Oleh karena itu setiap guru dituntut untuk meningkatkan kompetensi siswanya dalam setiap pembelajaran, karena pada dasarnya tujuan guru mengajar adalah untuk mengadakan perubahan yang dikehendaki dalam tigkah laku siswa. Sejalan dengan pernyataan tersebut Imam Barnadib (Wahyudin, 2008:4.11) mengemukakan bahwa tugas utama dalam lapangan pendidikan adalah meningkatkan kecerdasan agar siswa mampu memecahkan berbagai masalah.
Baca lebih lanjut

231 Baca lebih lajut

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Nanggulan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

tentang video yang telah diamati, selanjutnya guru menjelaskan materi secara singkat dengan menggunakan jembatan keledai tentang sendi manusia supaya siswa lebih mudah menghafal nama-nama sendi. Siswa dibagi menjadi 6 secara heterogen yaitu jenis kelamin, tingkat kepandaian, dan agama yang berbeda dengan setiap kelompok beranggotakan 5 siswa, dan satu kelompok beranggotakan 6 siswa. Guru membagi materi yang harus dipelajari siswa dalam kelompok masing-masing, di kelompok siswa saling bertanya jawab satu sama lain. Selama 15 menit siswa belajar kemudian siswa memberikan pertanyaan secara lisan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari. Di sisi lain, kolaborator memberikan tanda check list pada lembar observasi yang telah disediakan untuk siswa yang terlihat aktif dan sesuai dengan indikator yang ada. Bagi kelompok yang bisa menjawab akan mendapatkan reward berupa bintang, bintang tersebut akan dihitung di akhir siklus II dan kelompok yang mendapatkan bintang paling banyak akan mendapatkan reward lagi.
Baca lebih lanjut

305 Baca lebih lajut

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sarikarya melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Pada kegiatan inti, setelah suasana kelas kondusif dan tenang. Peneliti membagai siswa ke dalam 4 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Setelah siswa bergabung dengan kelompoknya masing-masing, peneliti menampilkan sebuah video tentang penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya. Di dalam setiap kelompok terdapat ketua kelompok yang bertugas menjaga kelompok agar tetap tenang saat mengikuti pelajaran. Setelah selesai melihat video, setiap kelompok wajib merangkum apa saja yang ada di dalam video yang sudah ditampilkan. Setiap kelompok yang dapat menyelesaikan rangkuman tepat waktu akan mendapatkan satu buah bintang. Setiap perwakilan kelompok maju ke depan untuk membacakan hasil rangkuman yang sudah dibuat. Setelah itu, peneliti memberikan penekanan materi tentang penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya kepada siswa. Peneliti membagikan soal evaluasi, soal evaluasi yang diberikan oleh peneliti dikerjakan secara individu oleh siswa. Soal evaluasi diberikan untuk mengetahui tentang pemahaman siswa pada materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya pada siklus I.
Baca lebih lanjut

245 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri Tanggungsari Ketanggungan Brebes.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri Tanggungsari Ketanggungan Brebes.

Wijayanto, Agus. 2012. Penerapan M odel Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri Tanggungsari Ketanggungan Brebes. Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: 1. Drs. Yuli Witanto; 2. Dra. Noening Andrijati, M.Pd.

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ACCELERATED INSTRUCTION) UNTUK MENINGKATKAN  Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Accelerated Instruction) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas IV SD Negeri 01 Sepanjang Kecama

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ACCELERATED INSTRUCTION) UNTUK MENINGKATKAN Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Accelerated Instruction) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas IV SD Negeri 01 Sepanjang Kecama

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun 2011/2012 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI ( Team Accelerated Instruction ) pada materi pokok sifat dan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua (2) siklus. Hasil penelitian sebelum pelaksanaan siklus diperoleh hasil bahwa sebesar 48,14% (13 siswa) mendapat nilai ≥65 (KKM) dari 27 siswa. Dalam pelaksanaan siklus I hasil belajar aspek kognitif siswa meningkat menjadi 66,66% (18 siswa) dari 27 siswa, sedangkan dalam aspek afektif sebesar 66,66% (18 siswa) menunjukkan kesiapan dalam menerima pelajaran, 70,37% (19 siswa) menunjukkan kedisiplinan dalam proses pembelajaran, 62,96% (17 siswa) menunjukkan keaktifan dalam bertanya, 66,66% (18 siswa) menunjukkan keaktifan dalam menjawab pertanyaan, 51,85% (14 siswa) menunjukkan keaktifan dalam berpendapat. Pada pelaksanaan siklus II hasil belajar aspek kognitif siswa mengalami peningkatan sebesar 18,52% dari siklus I menjadi 85,18% (23 siswa) dari 27 siswa. Aspek afektif juga mengalami peningkatan pada pelaksanaan siklus II ini, yaitu siswa yang menunjukkan kesiapan dalam menerima pelajaran meningkat sebesar 14,82% menjadi 81,48% (22 siswa), kedisiplinan siswa dalam proses pembelajaran meningkat sebesar 11,11% menjadi 81,48% (22 siswa), keaktifan siswa dalam bertanya meningkat sebesar 14,82% menjadi 77,78% (21 siswa), keaktifan dalam menjawab meningkat sebesar 18,52% menjadi 85,18% (23 siswa), kekatifan siswa dalam berpendapat meningkat sebesar 22,22% menjadi 74,07% (20 siswa). Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI ( Team Accelerated Instruction ) dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun 2011/2012 Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe TAI, Hasil belajar.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 94 Pekanbaru

The problem in this study was found on the lesson IPS that the learning outcomes students who do not meet the passing grade KKM 66 is noted for 21 persons (60%). This condition because teachers has used a learning model but has not implemented yet to the maximum. This study aims to improve learning outcomes social studies lesson on fourth grade students of Elementary School 94 Pekanbaru through the implementation of cooperative learning model with jigsaw type by using class action study. To make the study of class action research succeeds. Based on the study results, it could be concluded that the application Jigsaw Cooperative Learning Model improve learning Result Learn of social studies lesson on the fourth grade students of Elementary School 94 Pekanbaru 94 Pekanbaru. The results data analysis can be seen from the activities teachers during the learning process on the first cycle with an mean of 70.84% a good category. While on the second cycle, the learning outcomes social studies lesson increased to 91.67% very good category. Activities the students during the learning process in the first cycle with an mean 66.67% good category. While on the second cycle it increased to 89.58% very good category. The class completenes on the basic score 40.00% the mean learning outcomes 64.14. Whilst class completeness after action 88.57% the mean learning outcome is 86.86. So, it may be concluded that the using cooperate learning of Jigsaw model could increase the ability of the fourth grade students of Elementary School 94 Pekanbaru.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI PEMANFAATAN SIFAT-SIFAT CAHAYA DALAM KARYA SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI PEMANFAATAN SIFAT-SIFAT CAHAYA DALAM KARYA SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

Observasi dalam sebuah penelitian diartikan sebagai pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan melibatkan seluruh indera untuk mendapatkan data. Instrumen observasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa catatan lapangan. Menurut Muhadi (2011: 132) catatan lapangan (field notes) dalam penelitian adalah bukti otentik berupa catatan pokok, atau catatan terurai tentang proses apa yang terjadi di lapangan, sesuai dengan fokus penelitian, ditulis secara deskriptif dan reflektif. Catatan lapangan ini dibuat oleh peneliti atau mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi terhadap subjek atau objek penelitian tindakan kelas.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri 161 Pekanbaru

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri 161 Pekanbaru

Pertemuan pertama (Kamis/ 12 April 2012 selama 2 jam pelajaran 2x 35 menit) Materi ajarnya Usaha diplomasi dan pengakuan kedaulatan Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah di buat. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan meteri secara singkat pada siswa. Setelah guru selesai menjelaskan materi secara singkat, dilanjutkan dengan membentuk siswa dalam beberapa kelompok. Kelompok siswa pada siklus ini masih tetap anggota kelompok pada siklus sebelumnya. Setelah siswa berada dalam kelompoknya, guru kemudian memberikan nomor pada setiap siswa dalam tiap kelompok (satu sampai lima). Setelah siswa mendapatkan nomornya masing-masing, setiap kelompok diberi LKS untuk didiskusikan dalam kelompoknya masing-masing. Setelah selesai LKS dikumpulkan. Selanjutnya siswa diberi pertanyaan, yaitu: 1) Siapa nama delegasi Indonesia pada saat perjanjian Rum-Royen? 2) Siapa nama delegasi Belanda pada saat perjanjian Rum-Royen? 3) Pada tanggal berapakah KMB dilaksanakan? 4) Pada Konferensi Meja Bundar dilegasi Indonesia dipimpin oleh? 5) Di negara manakah KMB dilaksanakan?
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI 101774 SAMPALI.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI 101774 SAMPALI.

Motivasi penting dalam menentukan seberapa banyak siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa banyak menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: tekun menghadapi kesulitan, ulet menghadapi kesulitan, menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah, lebih senang bekerja mandiri, dapat mempertahankan pendapatnya, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini, serta senang mencari dan memecahkan masalah. Dan dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah faktor utama yang menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS V SD TUNAS HARAPAN BANDAR LAMPUNG

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS V SD TUNAS HARAPAN BANDAR LAMPUNG

Mengajar bukan semata persoalan menceritakan. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari perenungan informasi kedalam benak siswa. Belajar memerlukan ketertiban dan kerja siswa sendiri, penjelasan dan penerangan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng, yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif. Berdasarkan undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangan potensi diri yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEBATURAN BAWANG BATANG.

(ABSTRAK) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEBATURAN BAWANG BATANG.

Neli Nurhayati. 2010. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis Realistik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas IV SD Negeri Kebaturan Bawang Batan. Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Pitadjeng, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Tri Murtini, S.Pd., M.Pd.

2 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V   Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Pada Siswa Kelas V SD Negeri 01 Bangsri Kecamatan Karang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Pada Siswa Kelas V SD Negeri 01 Bangsri Kecamatan Karang

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menyediakan berbagai pengalaman belajar bagi siswa untuk memahami konsep, prosess dan menekankan agar siswa menjadi pelajar aktif dan luwes ter hadap pengetahuan. Hal ini berarti bahwa proses belajar mengajar mengajar IPA tidak hanya berlandaskan pada teori pembelajaran perilaku, tetapi lebih menekankan pada prinsip-prinsip belajar dari teori koqnitif. Oleh karena tugas guru di kelas tidak sekedar menyampaikan informasi demi pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar pada siswa. Berdasarkan observasi awal pada pembelajaran IPA kelas V SD Negeri 01 Bangsri, Hasil belajar siswa rendah, dari 30 siswa dengan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) 75, masih 40% siswa yang nilainya dibawah KKM serta rendahnya motivasi siswa dalam belajar karena pelajaran masih sepenuhnya berpusat pada guru. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan proses pembelajaran dengan metode baru yang dapat mengembangkan kemampuan belajar mandiri siwa sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa siswa terhadap materi pelajaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

View of PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KONEMATIKA GERAK

View of PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KONEMATIKA GERAK

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah salah satu metode penelitian yang umum digunaan di dunia pendidikan. Metode pembelajaran ini memungkinkan peserta didik untuk all out dalam melakukan proses belajar. Pendidik — melalui model ini — akan memaksimalkan setiap kemampuan siswa. Kondisi ini kemudian memunculkan kemungkinan bahwa model ini dapat meningkatkan hasil belajar. Kelas XI MIA SMA Negeri 2 Cirebon tahun pelajaran 2014/2015 adalah siswa dengan hasil belajar pada mata pelajaran fisika yang rendah. Penulis mencoba meningkatkan hasil belajar melalui model pembelajaran STAD. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan penelitian tindakan kelas. Jumlah populasi yang terlibat dalam penelitian adalah 33 siswa, dengan jumlah sampel dengan angka yang sama. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa hasil belajar siswa kelas XI MIA SMA Negeri 2 Cirebon tahun pelajaran 2014/2015 mengalami peningkatan. Hasil tersebut kemungkinan memunculkan kesimpulan bahwa model pembelajaran STAD mampu memberi peningkatan yang signifikan untuk kelas XI MIA pada materi konematika gerak pada mata pelajaran fisika.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects