Top PDF Penerapan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 005 Lenggadai Hilir Kecamatan Rimba Melintang

Penerapan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 005 Lenggadai Hilir Kecamatan Rimba Melintang

Penerapan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 005 Lenggadai Hilir Kecamatan Rimba Melintang

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 005 Lenggadai Hilir Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir, dengan rata-rata kelas 60. Sedangkan nilai Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) Matematika adalah 65. Diantara siswa yang berjumlah 27 orang hanya 12 orang yang mencapai KKM. Penelitian ini merupakan Penilitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 005 Lenggadai Hilir dengan menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah lembar aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari 60 pada skor dasar menjadi 75,5 pada ulangan harian I dengan ketuntasan klasikal 70,4%, dan meningkat lagi menjadi 89,60 dengan ketuntasan klasikan sebesar 89,9%. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I yaitu sebesar 75,2% dengan kategori baik dan pada siklus II rata-rata aktiviats belajar siswa megalami peningkatan yaitu 85,2% dengan kategori baik. Begitu juga dengan rata-rata aktivitas guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus I yaitu 75% dengan kategori baik dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu dengan persentase sebesar 87,5% dengan kategori baik. Degan hasil penelitian ini maka penerapan model pembelajaran pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 005 Lenggadai Hilir Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (Stad) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 002 Jumrah Kecamatan Rimba Melintang

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (Stad) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 002 Jumrah Kecamatan Rimba Melintang

berdasarkan kemampuan akademik siswa. Pada pertemuan pertama ini ketika terjadi perpindahan tempat duduk keadaan kelas yang tenang berubah menjadi bising, sebab masing-masing siswa sibuk memindahkan bangku dan mencari teman baru kemudian bergabung pada kelompok masing-masing. Kemudian ketika siswa sudah bertemu dengan teman-teman sekelompoknya, ada 4 siswa yang tidak mau duduk dalam kelompoknya, dengan alasan bukan teman dekatnya, tidak pandai dan bukan satu agama. Mendengar pernyataan siswa tersebut guru memberi pengertian kepada siswa, bahwa dalam kelompok kooperetif tidak memandang teman dekat maupun siswa pandai dan agama. Tetapi dalam kelompok kooperatif harus dibagi sama rata ada siswa pandai, siswa berkemampuan sedang dan siswa berkemampuan rendah. Agar siswa yang pandai dapat membantu siswa yang tidak tau, dan dapat bekerja sama. Setelah siswa duduk dalam kelompok belajarnya dan suasana kembali tenang. Selanjutnya siswa mengerjakan LKS yang telah dibagikan kepada masing-masing kelompok untuk di kerjakan sesuai dengan petunjuk pada LKS.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penerapan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 008 Teluk Pulau Hulu Kecamatan Rimba Melintang

Penerapan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 008 Teluk Pulau Hulu Kecamatan Rimba Melintang

Setelah selesai menyelesaikan LKS, seperti pertemuan sebelumnya masing- masing perwakilan kelompok berlomba-lomba ingin segera menempelkan hasil kerja mereka di papan tulis. Setelah semua siswa menempelkan hasil kerja mereka di papan tulis, saatnya persentasi. Guru meminta kelompok yang belum pernah tampil untuk mempersentasikan hasil kerja mereka. Guru meminta siswa agar tertib dalam menyampaikan pendapatnya. Siswa bersemangat menyampaikan hasil diskusinya. Kemudian guru menanyakan kepada kelompok lainnya yang tidak tampil apakah ada jawaban dikelompok mereka yang berbeda dengan hasil persentasi yang di depan kelas. Berdasarkan hasil persentasi di depan kelas guru mengarahkan siswa dan membimbing siswa untuk membuat kesepakatan kelas tentang selesaian yang tepat yaitu berdasarkan berbagai jawaban yang ada guru mengarahkan siswa untuk memilih jawaban yang paling tepat. Siswa berpartisipasi menyampaikan pendapatnya dan menyetujui kesepakatan kelas. Setelah selesai guru meminta siswa mengumpulkan LKS.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (Nht) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Sdn 016 Simpang Poros Kecamatan Rimba Melintang

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (Nht) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Sdn 016 Simpang Poros Kecamatan Rimba Melintang

was conducted in two cycles of four meetings and two replications of material daily. background of the problem in this study is the low student learning outcomes fourth grade intersections shaft 016 countries with an average value of 69.5% of 20 students reached the KKM beelom as many as 13 people (65%). KKM while reaching only 7 people (70%). formulation of the problem in this research "is research cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) can improve the learning outcomes of students social studies student learning outcomes through the implementation of IPS cooperatif learning model types Numbered Heads Together (NHT) class IV 016 public primary axis intersection. The experiment was conducted in the second semester of the school year in March 2014 2013/2014 subjects were fourth grade students of SD Negeri Simpang shaft 016 by the number of students 20 people, consisting of 11 boys and 9 girls. Data collection instrument in this study is the observation sheet and the teacher and the student achievement test. Once implemented cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT). Based on these results it can be concluded that the application of cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) can improve student learning outcomes fourth grade public school districts 016 spindle Simpang Rimba Rokan Hilir Transversefourth grade Simpang 016 shaft country?". purpose of this study to improve.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah (Problem Solving) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 117 Pekanbaru

Penerapan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah (Problem Solving) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 117 Pekanbaru

ketercapaian hasil belajar sebagian besar siswa kelas V SD Negeri 117 Pekanbaru masih tergolong rendah, dengan jumlah siswa 36 orang terdiri dari 19 laki-laki dan 17 perempuan. KKM yang ditetapkan adalah 75. Jumlah siswa yang mencapai KKM hanya 15 orang dan yang belum mencapai KKM 21 orang dengan persentase ketuntasan 41,66% dan rata-rata kelas 68,47. Hal ini disebabkan oleh siswa lebih diposisikan sebagai objek, siswa dianggap tidak tahu dan belum tahu apa-apa, sementara guru memposisikan dirinya sebagai yang mempunyai pengetahuan. Sehingga pembelajaran hanya terpusat pada guru (teacher center) sedangkan siswa lebih banyak diam dan mendengar guru menerangkan. Hanya sedikit siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu tujuan peneliti untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa kelas V SD Negeri 117 Pekanbaru tahun pelajaran 2014/2015. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan 4 kali pertemuan dan 2 kali ulangan. Subjek penelitian siswa kelas V SD Negeri 117 Pekanbaru dengan jumlah siswa 36 orang. Dari hasil penelitian rata-rata hasil belajar matematika pada siklus I 75,27, siklus II 82,77. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I 61,11% dan siklus II 83,33%. Aktivitas guru pada siklus I 80% dengan kategori baik dan siklus II 92,5% dengan kategori amat baik. Aktivitas siswa pada siklus I 67,5% dengan kategori baik dan siklus II 87,5% dengan kategori amat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran pemecahan masalah (problem solving) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 117 Pekanbaru.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri 021 Bagan Barat Kecamatan Bangko Labupaten Rokan Hilir Years 2015/2016

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri 021 Bagan Barat Kecamatan Bangko Labupaten Rokan Hilir Years 2015/2016

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada dekade terakhir ini sangat berkaitan dengan garis pembangunan bidang pendidikan diantaranya dapat menjadikan peserta didik yang mempunyai intelektual yang tinggi, sikap ilmiah dan dapat merancang serta membuat suatu karya teknologi yang sederhana. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Jadi dengan demikian Untuk mengimbangi pesatnya kemajuan tersebut, dunia pendidikan dituntut dapat meningkatkan dan menyempurnakan mutu pendidikan, terutama pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas Iva SD Negeri 010 Sungai Panji-panji Kecamatan Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas Iva SD Negeri 010 Sungai Panji-panji Kecamatan Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir

Berdasarkan pengalaman peneliti di kelas IVa SD Negeri 010 Sungai Panji- panji Kecamatan Kubu Babussalam hasil belajar IPA masih rendah. Hal ini didasarkan dari rata-rata hasil belajar IPA siswa masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan sekolah, yaitu 65. Dari 20 siswa kelas IVa SD Negeri 010 Sungai Panji-panji Kecamatan Kubu Babusalam, jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 9 orang (45%) dan jumlah siswa yang tidak mencapai KKM sebanyak 11 orang (55%) dengan rata-rata hasil belajar 63,35. Oleh sebab itu diperlukan perbaikan proses pembelajaran. Salah satu perbaikan proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan beragam, yakni model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu pendekatan yang didasarkan pada banyaknya masalah yang di gunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorentasi pada masalah dunia nyata dalam pembelajaran ini membutuhkan penyelidikan autentik yakni menyelidikan yang membutuhkan penyelesaian nyata dari permasalahan nyata, model pembelajaran berbasis masalah juga dapat melatih siswa berpikir tingkat tinggi dan memberi kesempatan kepada siswa untuk berfiikir kreatif dalam proses belajar sehingga membuat siswa mempunyai kemampuan memecahkan masalah karena dalam kehidupanya siswa tidak pernah terlepas dari masalah yang di hadapinya (Rusman, 2011; 24). Tujuan Pembelajaran dapat dicapai melalui berbagai strategi dan model pembelajaran salah satu diantaranya adalah penerapan model pembelajaran berdasarkan berbasis masalah. Dengan memberikan pengalaman langsung dan mengaktifkan siswa dalam belajar akan membuat peserta didik termotivasi untuk menemukan sesuatu (rasa ingin tahu) atau meneliti menggunakan sesuatu produk atau penemuannya dengan penuh percaya diri dan berkesan serta tahan lama dalam ingatan siswa. Melalui model pembelajaran berbasis masalah pembelajaran yang melibatkan proses, produk dan sikap yang sesuai dengan hakekat IPA akan membuat pembelajaran akan lebih bermakna dan membawa perubahan yang menyeluruh pada diri siswa. Dengan begitu hasil belajar IPA siswa akan meningkat. Hubungan antara model dengan hasil belajar IPA agar dapat dengan mudah diterima oleh siswa, sehingga apa yang menjadi tujuan dari pendidikan Matematika dapat dimiliki dan dikuasai oleh siswa, dengan kata lain IPA merupakan input, metode sebagai prosesnya, sedangkan perilaku siswa sebagai output (M.Ngalim, 2007:106).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 004 Teluk Pulau Hilir Kecamatan Rimba Melintang

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 004 Teluk Pulau Hilir Kecamatan Rimba Melintang

Guru merupakan unsur dalam proses belajar mengajar yang dituntut memiliki kemampuan dalam segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pengajaran di kelas. Guru memegang peranan penting dalam keberhasilan siswanya, walaupun perangkat pembelajaran telah tersedia dengan baik dan lengkap, tetapi bila guru tidak berhasil dalam proses belajar mengajar maka siswa tidak dapat menerima pelajaran dengan baik pula. Seorang guru yang ideal harus mampu berfikir kritis dan menerima perubahan- perubahan pada saat proses belajar mengajar di dalam kelas, menjalankan tugasnya secara profesional dan menemukan alternatif yang harus diambil dalam proses belajar mengajar guna tercapainya tujuan pembelajaran itu sendiri.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah di Kelas V SD Negeri 008 Banjar Nan Tigo Kecamatan Inuman

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah di Kelas V SD Negeri 008 Banjar Nan Tigo Kecamatan Inuman

Sesuai dengan tahapan di atas, maka langkah pembelajaran bagi guru sebagai berikut: 1) guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang diperlukan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. 2) guru membantu siswanya mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. 3) guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. 4) guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video dan model yang membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. 5) guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka gunakan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PENGAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 044 DURI TIMUR KECAMATAN MANDAU

PENERAPAN MODEL PENGAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 044 DURI TIMUR KECAMATAN MANDAU

Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari aktivitas guru dan siswa yang terdapat dalam langkah pengajaran berdasarkan masalah yaitu: membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. Kelompok-kelompok kecil siswa berkerja sama memecahkan suatu masalah yang telah disepakati oleh siswa dan guru .ketika guru sedang menerapkan model pembelajaran tersebut, sering kali siswa menggunakan bermacam-macam keterampilan, prosedur pemecahan masalah dan berfikir kritis. Dengan adanya keterampilan dalam pemecahan masalah siswa akan mendapat suatu pengalaman untuk pemecahan masalah sehingga siswa akan lebih lama untuk mengingat pelajaran yang diajarkan guru dengan menggunakan model pengajaran berdasarkan masalah sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dilandasi dengan teori belajar konstruktivis. Pada model ini pembelajaran dimulai dengan menyajikan permasalahan nyata yang penyelesaianya membutuhkan kerja sama di antara siswa-siswa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswakelas V SD Negeri 014 Pematang Sikat Kecamatan Rimba Melintang

Penerapan Model Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswakelas V SD Negeri 014 Pematang Sikat Kecamatan Rimba Melintang

Dengan adanya tindakan dapat mencari jawaban atas masalah yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya sehari – hari dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan profesional guru. Adapun manfaat PTK dapat dilihat dalam beberapa komponen pembelajaran, yaitu “Inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum ditingkat sekolah dan kelas, dan peningkatan professional guru” (Agib,2006: 18 dalam Alpusari, dkk, 2011:104-105).

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RESIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NO. 2 WANAGIRI KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RESIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NO. 2 WANAGIRI KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG

Dengan membaca tabel 1 diketahui bahwa nilai hasil belajar Matematika masih rendah, dan berdasarkan pemaparan kondisi belajar di SD No. 2 Wanagiri, diperlukan adanya suatu pendekatan yang realistik, yang memberikan kesempatan luas pada siswa untuk memudahkan siswa lebih memahami materi Matematika dengan cara sendiri dan dekat dengan kehidupan mereka. Dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika yang mengarah kepada pembelajaran dunia nyata adalah pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Ramaddhan (2009) mengemukakan bahwa pendekatan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 001 Sinaboi Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 001 Sinaboi Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir

tentang IPS pelajaran: Abstrak. Hasil nilai rata-rata tes IPS adalah 56,95. Dan hanya 5 dari 20 siswa atau 28% di kelas dapat mencapai standar KKM, sedangkan skor KKM adalah 70 ini masalah: "Apakah inkuiri Model Pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar, Pelajar kelas IV SD Negeri 001 Sinaboi Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir? ". Bentuk penelitian ini adalah Pengamatan Gugatan / Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ini adalah hipotesis penelitian ini: "Jika Model Pembelajaran Langsung Oleh karena itu diterapkan akan meningkatkan IPS mempelajari hasil, Pelajar kelas IV SD Negeri 001 Sinaboi Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir?". Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus dengan 6 janji, ada 4 presentasi dan 2 kali uji. Setelah itu, data dikumpulkan dan dianalisis. Uji I (UH I) menunjukkan nilai rata-rata meningkat, dari skor dasar 56,95 menjadi 71,9, meningkat 14,95 poin nya. Dan pada uji II (UH II) meningkat sekitar 8,5 poin. Sehingga, nilai rata-rata adalah menjadi 80,4 pada Uji II. Jadi, jumlah meningkat dari skor dasar ke Uji II (UH II) adalah 24,4 poin. Kegiatan Melengkapi juga meningkat sekitar 25%, persentase nilai dasar 25% pada uji I menjadi 50%.Dan pada uji II, persentase skor 80%, kenaikannya 30%.Selain itu, aktivitas guru dan siswa meningkat dalam setiap pertemuan. Persentase aktivitas guru pada pertemuan pertama adalah 66,66%, dan pada kedua adalah 83,33% (meningkat 16,67%). Pertemuan Keempat, aktivitas guru is91,66% (8,3%), dan 100% (8,34%) pada pertemuan kelima. Aktivitas siswa pada pertemuan pertama adalah 58%, dan 70% (12%) pada pertemuan kedua. Ada meningkat menjadi 87% (17%) pada pertemuan keempat, dan 96% (9%) pada pertemuan kelima. Jadi, kesimpulannya adalah Pelaksanaan inkuiri Model Pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar, Pelajar kelas IV SD Negeri 001 Sinaboi Kecamatan Sinaboi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS  Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Pada Siswa Kelas V SD Negeri 01 Bangsri Kecamatan Karangpan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Pada Siswa Kelas V SD Negeri 01 Bangsri Kecamatan Karangpan

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

15 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Vb SD Negeri 62 Pekanbaru

Penerapan Model Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Vb SD Negeri 62 Pekanbaru

Abstract : This research aims to i mprove grade V student’s maths learningachievement at SDN 62 Pekanbaru academic year 2014/ 2015 through “ Application of the model direct learning ”. Setting of the problem is “ is the application of the model direct learning can improve grade V student’s maths learning achievement at SDN 62 Pekanbaru”. This research was conducted in February. The number of students are 32 students which contain of 18 boys and 14 girls. This research is classroom action research which contains of three cycles. Each cycles consist of 2 meeting. Parameter of the research is involved students learning achievement after the action in each cycles (daily test I, II,). Instrument of the research contains of learning tools (syllabus, RPP, LKS, LLL, learning result paper sheet). Observation of student and teacher activity sheet. Data of the research will analyze descriptively. Research data show that learning achievement has increased.Where prior to the application of the model direct learning as much as any 12 students (37,5%)scored daily test is above
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division ( Stad) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III Mis. Al-muhsinin Kecamatan Rimba Melintang

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division ( Stad) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III Mis. Al-muhsinin Kecamatan Rimba Melintang

IPA Madrasah Ibtidaiyah Almuhsinin Kecamatan Rimba Melintang memiliki hasil belajar yang masih rendah. Anak – anak yang duduk di kelas hanya tertumpu pada pelajaran yang ada di depan yaitu papan tulis. Permasalahan ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Padahal, pada hakekatnya IPA sangat erat kaitannya dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. Siswa mengenal benda-benda yang ada di sekitar mereka,akan tetapi siswa tidak mampu berbuat, memanfaatkan, memperoleh pengalaman langsung dan menggali lebih dalam tentang rahasia alam yang tuhan ciptakan untuk mahkluk semesta ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 026 PADANG MUTUNG KECAMATAN KAMPAR

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 026 PADANG MUTUNG KECAMATAN KAMPAR

Hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 026 Padang Mutung Kecamatan Kampar masih tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan oleh siswa kurang mampu memahami materi yang bersifat abstrak. Selain itu siswa juga kurang mampu menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lain antara materi yang berhubungan. Hal ini tidak terlepas dari cara guru dalam menyajikan materi pelajaran yang kurang memberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa, guru juga jarang memberikan penilaian keberhasilan terhadap proses dan pemahaman, dan guru cenderung menggunakan metode ceramah tanpa media yang memadai. Mengatasi kondisi ini guru telah berusaha melakukan berbagai inovasi proses pembelajaran mulai dari pembagian kelompok kerja yang terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa setiap kelompok, memberikan perluasan latihan berupa Pekerjaan Rumah (PR) sampai pembahasan soal-soal secara berkesinambungan. Namun pada kenyataannya semua usaha yang dilakukan belum mencapai hasil maksimal.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri 022 Rimbo Panjang Kecamatan Tambang

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri 022 Rimbo Panjang Kecamatan Tambang

dimiliki seseorang sejak kecil, namun sering terhambat oleh lingkungan keluarga dan sekolah yang kurang menunjang.(Arifin, 2007: 168) Tujuan utama pembelajaran melalui model pembelajaran Inkuiri adalah menolong murid untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berfikir dengan memberikan pertanyaan- pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar ingin tahu mereka. (Wina Sanjaya, 2006: 196). Esensi dari model pembelajaran inkuiri adalah mengajarkan pada siswa untuk memperoleh pengetahuan seperti halnya peneliti (Made Wena 2009:68). Apabila dicermati dan dibandingkan lagi dengan teori-teori belajar lainnya model pembelajaran inkuiri juga mempunyai kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan dari model inkuiri yaitu: Bersifat behavioristik dan diyakini memberikan corak bagi perkembangan proses dan makna belajar itu sendiri. Merubah pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang di hadapi dalam kehidupan. Pembinaan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kelemahan dari model Inkuiri diantaranya adalah dalam proses belajar bersifat otomatis-mekanis, sehingga terkesan kaku. Dan proses belajar terkesan didominasi oleh guru dan murid seakan kurang kreatif. Penelitian yang dilakukan di sekolah dasar yang berhubungan dengan pembelajaran, inkuiri yang lebih tepat digunakan adalah model deduktif, secara ringkas tahapan model pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Viii2 SMP Negeri 36 Pekanbaru

Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Viii2 SMP Negeri 36 Pekanbaru

Abstract: This research is a classroom action research that aims to improve learning process and increase the mathematic learning outcomes by implying Problem Based Learning model. The subject of this research is the student of VIII 2 SMP Negeri 36 Pekanbaru on odd semester of 2015/2016. There are 38 students in the class, consist of 20 boys and 18 girls who have heterogeneous academic ability. This research have two cycles, each have four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Each cycles ended by daily examination. The data of teacher and student’s activities collected by observation and analised by narrative descriptive. The data of student’s mathematic learning outcomes collected by examination and analised by descriptive statistics. The implementation called success if the re’s positive improvement of the learning process and the number of students who reach minimum completeness criteria increase after the implementation. The result shows that the implementation of the learning process at the second cycle have been improve from the implementation at the first cycle. The weakness at the first cycle has been improved by implementation at the second cycle according to improvement plan after reflection at the first cycle. More than half students actively participated in the learning process, as in group discussion, presented their works, responded to other group, and sum up the learning conclusion. The number of students who reach minimum completeness criteria increase from 36.84% at the base score to 55.26% at the first cycle and 71.05% at the second cycle. Therefore, it can be said that there is an improvement of learning process and mathematic learning outcomes after the implementation. This research conclude that implying Problem Based Learning model can improve learning process and increase mathematic learning outcomes for students of VIII 2 SMP Negeri 36 Pekanbaru on odd semester of 2015/2016.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 29 Pekanbaru

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 29 Pekanbaru

Menurut Agus Suprijono (2010) dalam buku cooperative learning, strategi pembelajaran Berbasis masalah terdiri dari 5 fase atau langkah. Fase 1: memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada peserta didik, Fase 2: mengorganisasikan peserta didik untuk meneliti, Fase 3: membantu investigasi mandiri dan kelompok, Fase 4: mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Fase 5: menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah. Kelebihan dalam Model Pembelajaran Berbasis Masalah Sunjaya (2006) sebagai berikut : 1.) Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan yang bau bagi siswa, 2.) Meningkatkan minat dan aktivitas pembelajaran siswa, 3.) Membantu siswa mentransfer pengetahuan mereka dalam memecahkan masalah didunia nyata, 4.) Membantu siswa mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan, 5.) Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar- benar diserap dengan baik, 6.) Siswa belajar mencari sumber-sumber belajar yang diperlukan untuk memperlancar dalam proses pemecahan masalah. Kekurangan model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut : 1.) Ketika siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan diri mereka akan merasa enggan untuk mencoba, 2.) Membutuhkan waktu yang cukup dan persiapan yang matang, 3.) Tahap pemahaman siswa yang cukup, siswa tidak akan belajar atau mengerti apa yang akan dipelajari.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects