Top PDF Penerapan Model Quantum Teachinguntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswapada Mata Pelajaran IPS Kelas V Sekolah Dasar

Penerapan Model Quantum Teachinguntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswapada Mata Pelajaran IPS Kelas V Sekolah Dasar

Penerapan Model Quantum Teachinguntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswapada Mata Pelajaran IPS Kelas V Sekolah Dasar

berorientasi pada guru (teacher centered) yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan dominasi metode ceramah dalam pembelajarannya. Selain itu, siswa hanya diperintahkan untuk membaca buku materi saja, tidak adanya kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam prosesnya, sehingga tidak tercipta suasana belajar yang menyenangkan di dalam kelas. Hal ini mengakibatkan kurang maksimalnya hasil belajar yang dimiliki oleh siswa. Sehingga pada penelitian ini, peneliti memilih salah satu model pembelajaran yang memberikan tindakan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Model itu adalah Quantum Teaching yang termasuk dalam model pembelajaran konstruktivisme. Tujuan yang ingin dicapai adalah, mendeskripsikan hasil belajar siswa selama berlangsungnya pembelajaran IPS, mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa selama berlangsungnya proses pembelajaran IPS dengan menerapkan model Quantum Teaching, serta untuk meningkatkan respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model Quantum Teaching. Penelitianyang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan angket.Data yang diperoleh dianalis dan disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakandi SDN Nglaban III Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk khususnya di kelas V pada semester dua dan dilaksanakan selama tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkanmodel Quantum Teachingdapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan persentase nilai yang diperoleh pada siklus I sebesar 26,31%, siklus II sebesar 63,15%, dan siklus III sebesar 84,21%. Selain itu, dari hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Quantum Teachingdapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Kata Kunci: Quantum Teaching, IPS, Hasil Belajar Siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD MUHAMMADIYAH GAMPLONG.

PENGARUH PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD MUHAMMADIYAH GAMPLONG.

Salah satu tujuan pembelajaran Sains/IPA di sekolah dasar berdasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan tahun 2006 adalah mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan tujuan pembelajaran Sains di SD tersebut, IPA mempelajari apa yang ada di sekitar, untuk itu peserta didik diharapkan bisa menerapkan konsep IPA ke dalam kehidupannya sehari-hari. Piaget menuturkan bahwa anak yang berusia 6-11 tahun atau 6-12 tahun termasuk dalam tahap operasional konkret, pada tahap ini anak sudah mampu untuk berpikir secara logis, tetapi masih perlu dihadirkan benda konkrit. Seperti yang dikemukakan oleh Semiawan (Patta Bundu, 2006: 5) bahwa siswa akan lebih mudah memahami konsep yang abstrak jika belajar melalui benda-benda konkrit dan langsung melakukannya sendiri. IPA yang sejatinya ilmu tentang alam, mempelajari segala obyek yang ada di sekitar. Untuk itu dalam mempelajari IPA, siswa sebaiknya diberikan suatu pengalaman langsung agar dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya.
Baca lebih lanjut

237 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada Mata Pelajaran IPA untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada Mata Pelajaran IPA untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Abstrak: Berdasarkan hasil observasi di SDN Sidomulyo I kelas V, bahwa siswa kurang antusias belajar, lebih cenderung menerima apa yang disampaikan guru, diam dan enggan dalam mengemukakan pertanyaan maupun pendapat sehingga menjadi pasif. Hal ini menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar siswa. Penelitian ini memilih model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka pembelajaran IPA, siswa harus dilibatkan secara mental, fisik, dan sosial untuk membuktikan sendiri tentang kebenaran dari teori-teori dan hukum IPA yang dipelajarinya melalui proses ilmiah. Tujuan yang dicapai adalah mendiskripsikan aktivitas siswa selama proses pembelajaran kooperatif tipe NHT, mendiskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi alat pernapasan manusia, mendiskripsikan respon siswa, dan mendiskripsikan kendala yang muncul dan pemecahannya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penerapan Strategi Belajar Peta Konsep untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Penerapan Strategi Belajar Peta Konsep untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Kenyataan yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa, upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di SDN 58 Balai Makam Kecamatan Mandau, masih sering dijumpai adanya permasalahan yang berkaitan dengan model pembelajaran dalam mata pelajaran IPS. Permasalahan yang berkaitan dengan gaya mengajar, kreatifitas guru dan penggunaan sarana atau media pembelajaran. Hal ini akan berdampak pada daya serap siswa dan juga gairah siswa dalam mencerna pelajaran tersebut. Hal ini terbukti dari 21 orang siswa yang tuntas hanya 9 orang atau 42,85% dan siswa yang tidak tuntas 12 orang atau 57,14%, rata-rata nilai IPS 67,61% sedangkan criteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah ditentukan adalah 70.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooeperatif Tipe Make a Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Penerapan Model Pembelajaran Kooeperatif Tipe Make a Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar

menyiapkan kelas selanjutnya guru mengabsen siswa. Pada awal pelajaran memberikan apersepsi kepada siswa. Kemudian guru menuliskan serta menerangkan materi pelajaran dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti (20 menit), pada tahap ini guru mengorganisasikan siswa untuk belajar, guru meminta siswa bergabung dalam kelompoknya dengan tertib dan tenang. Ada beberapa siswa yang masih ribut, tetapi bisa diamankan oleh guru. Setelah semua siswa bergabung dalam kelompok, guru memberikan kartu indeks kepada setiap kelompok, kemudian guru menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran kepada siswa. Kemudian guru membagikan LKS kepada siswa untuk mengerjakan tugas secara berkelompok. Siswa sudah mulai paham dengan langkah- langkah yang harus dikerjakan. Guru membimbing kelompok mengerjakan LKS.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penerapan Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri 147 Pekanbaru

Penerapan Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri 147 Pekanbaru

Ilmu Pengetahuan Sosial adalah mata pelajaran yang berkaitan dengan mengetahui sosial secara sistematis. IPS bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip tetapi juga merupakan suatu proses pendekatan kepada masyarakat sosial. Ilmu pengetahuan teknologi dewasa ini sangat berkembang pesat. Untuk dapat bersaing dengan dunia luar dituntut adanya pengetahuan yang tinggi, sosialisasi yang kuat dan keterbukaan dalam menerima perubahan-perubahan yang terjadi sekaligus lebih mampu menyaring perubahan yang baru supaya tidak merusak kebudayaan sendiri. Pembelajaran merupakan pusat kegiatan belajar mengajar, yang terdiri dari guru dan siswa, yang bermuara pada pematangan intelektual, kedewasaan emosional, ketinggian spiritual, kecakapan hidup, dan keagungan moral. Sebagian besar waktu anak dihabiskan untuk menjalani rutinitas pembelajaran setiap hari.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Model Bermain Peran Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar

Model Bermain Peran Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajan dengan menggunakan model bermain peran pada pokok bahasan peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V di SDN Glundengan 01 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas melalui 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Glundengan 01 Jember yang berjumlah 25 orang, 13 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model bermain peran. Dengan hasil peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 59,3% (kategori sedang) meningkat pada siklus II menjadi 73% (kategoriaktif). Sementara itu peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 64% (16 siswa) meningkat pada siklus II menjadi 88% (22 siswa). Dapat disimpulkan, pembelajaran IPS dengan menerapkan model bermain peran pada siswa kelas V SDN Glundengan 01 Jember dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model bermain peran, aktivitas siswa, hasil belajar
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE KARYAWISATA PADA MATA PELAJARAN IPS TENTANG MACAM-MACAM SUMBER DAYA ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR.

PENERAPAN METODE KARYAWISATA PADA MATA PELAJARAN IPS TENTANG MACAM-MACAM SUMBER DAYA ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR.

dikembangkan oleh peneliti akan lebih jelas dan terarah. Model suatu penelitian pada kenyataannya dapat diikuti oleh peneliti tanpa mengadakan perubahan sedikit pun aau memodifikasi dengan catatan bahwa model tersebut cocok untuk permasalahan yang dihadapi di kelas masing – masing. Desain atau model PTK dikenal beberapa jenis yakni model Kurt Lewin, model John Elliott, Dave Ebbut, dan model Kemmis dan Mc Taggart. Kesemua model secara umum terdiri atas perencanaan, pelaksanaa, observasi, dan refleksi. Di bawah ini akan dijelaskan macam model desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dapat dipilih sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan diantaranya sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE-A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE-A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR.

Berdasarkan atas pengolahan data dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti sebanyak dua siklus dengan menerapkan model pembelajaran make-a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa, pada mata pelajaran IPS dalam materi perlawanan terhadap pihak Belanda pada masa sebelum dan setelah kebangkitan nasional di kelas V SDN X Kota Bandung, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut.

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN IPS.

PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN IPS.

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS, hal ini ditandai dengan banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM yaitu 63. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran dikarenakan selama ini proses pembelajaran berpusat pada guru. Peneliti mencoba menerapkan teknik pembelajaran Take and Give pada materi perjuangan melawan penjajahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar siswa dengan menerapkan teknik pembelajaran Take and Give. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart dengan tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 39 orang. Hasil penelitian menggunakan teknik pembelajaran Take and Give pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal itu terbukti dari persentase ketuntasan belajar dan nilai rata-rata siswa. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 33% dan nilai rata-rata sebesar 46,7. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 54% dan nilai rata-rata sebesar 70,2. Pada siklus III persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 90% dan nilai rata-rata siswa sebesar 88,5. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik pembelajaran Take and Give dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi perjuangan melawan penjajahan. Oleh karena itu, guru hendaknya menerapkan teknik pembelajaran Take and Give sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, baik pada mata pelajaran IPS maupun pada mata pelajaran yang lainnya.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DAN SEQIP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 8 METRO SELATAN

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DAN SEQIP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 8 METRO SELATAN

PKG dilakukan terhadap kompetensi guru sesuai dengan tugas pembelajaran, pembimbingan, atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah. Khusus untuk kegiatan pembelajaran atau pembimbingan, kompetensi yang dijadikan dasar untuk penilaian kinerja guru adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007. Keempat kompetensi ini telah dijabarkan menjadi kompetensi guru yang harus dapat ditunjukkan dan diamati dalam berbagai kegiatan, tindakan dan sikap guru dalam melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan. Sementara itu, untuk tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, penilaian kinerjanya dilakukan berdasarkan kompetensi tertentu sesuai dengan tugas tambahan yang dibebankan misalnya, sebagai kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengelola perpustakaan, dan sebagainya sesuai dengan Peraturan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 118179 WONOSARI.

PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 118179 WONOSARI.

dalammenjelaskan materi pembelajaran.Menurut hasil wawancara dengan kepala sekolah SD Negeri 118179Wonosari, kecendrungan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran IPA tergolong rendah. Hal ini disebabkan karena kurang efektifnya model pembelajaran yang digunakan guru dalam mengembangkan proses belajar mengajar kurang bervariasi sehingga siswa hanya memperhatikan penjelasan guru dan sedikit sekali melibatkan siswa untuk berinteraksi dengan siswa lainya. Bentuk pembelajaran IPA masih didominasi guru dengan menggunakan metode ceramah dan jarang mengunakan melakukan kerja kelompok. Sehingga aktivitas siswa hanya mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal – hal yang dianggap penting.Dengan demikian pemilihan moel pembelajaran yang tepat dan efektif sangat diperlukan. Agar siswa dapat belajar secara efektif dan efesien maka guru harus menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DAN STRATEGI  Penerapan Model Quantum Teaching Dan Strategi Everyone Is A Teacher Here Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V A SD Muhamamdiyah 16 Karangasem Pada Mata Pelajaran IPS Tahun 2011/2012.

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DAN STRATEGI Penerapan Model Quantum Teaching Dan Strategi Everyone Is A Teacher Here Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas V A SD Muhamamdiyah 16 Karangasem Pada Mata Pelajaran IPS Tahun 2011/2012.

Adapun maksud dari karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi sebagian tugas dan syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 pada program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Atas limpahan karunia Allah SWT akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan judul ” Penerapan Model Quantum Teaching Dan Strategi Everyone Is A Teacher

18 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas V

Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas V

IPA adalah mata pelajaran yang wajib diberikan dari jenjang sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi. Hal itu karena pendidikan IPA bertujuan untuk membekali anak didik dengan pengetahuan alam yang berguna untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. IPA merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan ide siswa terhadap alam di sekitarnya. Dengan kenyataan motivasi siswa yang cenderung kurang dalam mengikuti pelajaran IPA, maka tujuan tersebut akan sulit tercapai. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip- prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Untuk itu pembelajaran IPA harus diupayakan bermakna bagi siswa dimana penyampaian materi disertai dengan contoh yang terdekat, peristiwa yang betul-betul terjadi atau sudah pernah dialami oleh anak sehingga akan lebih mudah untuk dipahami dan dirasakan lebih bernilai, artinya pembelajaran lebih bermanfaat dan efektif bukan hanya sekedar teori untuk dihafal.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Mata Pelajaran IPS Kelas V MIN 3 Aceh Besar

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Mata Pelajaran IPS Kelas V MIN 3 Aceh Besar

Sekolah merupakan sarana tempat terjadinya interaksi antara pengajar dengan muridnya baik guru dengan individu maupun guru dengan kelompok siswanya. Sekolah merupakan lembaga yang sudah sepatutnya melahirkan peserta didik yang berkualitas. Dalam hal ini, gurulah yang memiliki peran paling penting dalam melahirkan peserta didik yang berkualitas tersebut. Guru selaku pendidik sudah selayaknya mendidik para siswanya untuk menjadi siswa yang bermanfaat untuk negara di kemudian hari. Guru sangat berpengaruh dalam menentukan terjadinya proses belajar mengajar di sekolah, jadi sudah sepatutnya guru harus memikirkan bagaimana cara agar pesan atau bahan pembelajaran yang ia sampaikan akan dimengerti oleh para siswa sehingga siswa mampu menangkap dan berfikir kritis tentang apa yang sudah dipelajarinya. Sudah pasti hal ini tidak terlepas dari strategi seorang guru untuk menerapkan ilmu tersebut kepada para siswa.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS

Berdasarkan pelaksanaan dan hasil penelitian tentang upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V melalui model quantum learning pada mata pelajaran IPS (penelitian tindakan kelas pada materi tokoh perjuangan proklamasi kemerdekaan Indonesia kelas V sekolah dasar Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur Tahun Pelajaran 2015/2016). Maka terdapat beberapa hal yang harus disampaikan, di antaranya adalah guru berperan sebagai mediator, fasilitator, dan motivator hendaknya mempunyai daya kreativitas yang tinggi sehingga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif, tidak membosankan, meciptakan suasana pembelajaran yang aktif, melaksanakan apersepsi dan pembelajaran yang dapat mengkondisikan siswa untuk belajar dengan tertib. DAFTAR PUSTAKA
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Ctl untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar

Penerapan Model Pembelajaran Ctl untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar

Berdasarkan refleksi yang telah dilakukan pada siklus I, guru memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus I dengan melakukan perbaikan terhadap kinerjanya dalam menggunakan model pembelajaran CTL. Beberapa hal yang dilakukan oleh guru untuk memperbaiki kinerja dalam proses pembelajaran antara lain yaitu, memberikan motivasi siswa sebelum melaksanakan pembelajaran, memperbaiki dalam mengkondisikan siswa supaya tidak gaduh, memberikan bimbingan dan pemodelan sebelum memerintahkan siswa untuk bekerja dalam kelompoknya, dan memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif. Dengan melakukan perbaikan tersebut, didapatkan peningkatan hasil observasi aktivitas guru pada siklus II menunjukkan bahwa persentase yang diperoleh guru mencapai persentase 90,62%. Persentase tersebut telah dinyatakan berhasil karena indikator yang telah ditetapkan adalah 80%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori sangat baik (Aqip, dkk., 2010:41), dan telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu ≥ 80%. Dengan demikian, keterlaksanaan aktivitas guru dapat dikatakan berhasil dan tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI DENGAN MODEL QUANTUM LEARNING DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI DENGAN MODEL QUANTUM LEARNING DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan skripsi sebagai sebagian syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Skripsi ini berjudul “ Upaya Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar IPS Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi dengan Model Quantum Learning pada Siswa Kelas V SDN 03 Karangtengah”. Jenis penelitian skripsi ini
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR.

PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR.

Menurut pengalaman penulis (sebagai peserta PLP), pelaksanaan pembelajaran di kelas umumnya cenderung menerapkan model konvesional. Guru yang cenderung lebih aktif dari pada siswa. Dimana guru tidak melaksanakan pembelajaran IPA yang mana seharusnya yakni lebih banyak untuk menemukan pemahaman dan konsep-konsep sendiri oleh siswa. Guru lebih banyak menerapkan pendekatan ceramah dan tanya jawab sehingga menyebabkan siswa kurang bergairah dalam belajar. Kalaupun ada kegiatan praktek, kegiatannya hanya berfokus pada pengembangan kemampuan praktis dan menguji kebenaran teori-teori terdahulu yang telah ada. Jarang dijumpai keaktifan siswa belajar yang lebih, seperti berdiskusi, melakukan penemuan, menguji suatu konsep atau teori.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Penggunaan Film Dokumenter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas V Sekolah Dasar

Penggunaan Film Dokumenter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas V Sekolah Dasar

Prosedur pelaksanaan PTK diawali dengan mengidentifikasi permasalahan yang muncul di sekolah. Dari permasalahan itu perlu diperbaiki,maka peneliti melakukan langkah –langkah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, tindakan dalam pembelajaran di kelas, pengamatan dan refleksi.Penelitian tindakan akan diuraikan sebagai berikut :Tahap I Menyusun rancangan tindakan (perencanaan), yang menjelaskanapa, mengapa kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan.Tahap II Pelaksanaan tindakan (acting) yaitu implementasi atau penerapan isi rancangan di dalam kancah yaitu mengenakan tindakan kelas. Tahap III Pengamatan (observation). Guru atau peneliti elakukan pengamatan balik terhadap apa yang terjadi,ketika tindakan berlangsung.Sambil melakukan pengamatan balik,guru pelaksanaan mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi.Tahap IV Refleksi atau pantulan, yaitu kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi. Refleksi dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan subyek untuk bersama-sama mendiskusikan implementasi rancangan tindakan. Instrumen Penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data. Instrumen ini digunakan penulis untuk mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih muda, cermat, lengkap sehingga hasilnya lebih baik dan mudah diolah.Adapun instrumen penelitian yang dapat digunakan antar lain : (a)Lembar Observasi Aktivitas Siswa. Lembar Observasi ini digunakan untuk mengumpulkan data berupa aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Observasi dilakukan secara langsung pada saat pembelajaran. Lembar observasi ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang situasi kelas pada saat pembelajaran. (b)Lembar Observasi Aktivitas Guru
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects