Top PDF Penerapan Model Tutor Teman Sejawat Berbasis Internet untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa dalam Mata Kuliah Fisika

Penerapan Model Tutor Teman Sejawat Berbasis Internet untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa dalam Mata Kuliah Fisika

Penerapan Model Tutor Teman Sejawat Berbasis Internet untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa dalam Mata Kuliah Fisika

Penerapan model pembelajaran tutor teman sejawat berbasis internet ini dari sudut pandang mahasiswa selain banyak hal positif yaitu dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar mahasiswa juga terdapat hal negatifnya. Salah satunya adalah mahasiswa dituntut sering menggunakan internet yang membawa konsekuensi bahwa mahasiswa tersebut harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar sewa internet di luar kampus. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan menambah jumlah komputer yang disediakan secara gratis khusus bagi mahasiswa untuk menggunakan internet, atau memperluas jaringan internet di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Tutor Teman Sejawat Tutor Teman Sejawat

Tutor Teman Sejawat Tutor Teman Sejawat

Berdasarkan hasil implementasi model pembelajaran tutor teman sejawat di atas juga dapat disimpulkan bahwa dampak langsung dari penerapan model pembelajaran tutor teman sejawat berbasis internet adalah terjadinya peningkatan aktivitas belajar mahasiswa yaitu dari yang awalnya kurang termotivasi menjadi lebih bermotivasi, yang dikondisikan oleh adanya tugas-tugas kelompok. Pada kelompok- kelompok yang solid karena masing-masing anggota kelompok menemukan kecocokan dengan anggota kelompok lainnya, kerjasama antar anggota kelompok juga makin baik, dan setiap anggota kelompok merasa ikut bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan. Namun sebaliknya, bagi kelompok-kelompok yang kurang solid yang diakibatkan oleh adanya ketidak-cocokan antar anggota kelompok untuk bekerjasama, maka peningkatan aktivitas belajar yang diharapkan justru tidak terjadi. Oleh karena itu, kunci utama dalam pembentukan kelompok adalah adanya rasa kecocokan antar anggota kelompok, dan bukannya tingkat kepandaian dari masing-masing anggota kelompok.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penerapan Pair Checks Termodifikasi Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum IPA SMP

Penerapan Pair Checks Termodifikasi Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum IPA SMP

Tahap do siklus 2 dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Oktober 2014 pukul 07.00-09.35 WIB di GKB Universitas Negeri Malang, dihadiri oleh 1 orang dosen model dan 9 orang observer. Mahasiswa melanjutkan tugas pembuatan bahan ajar yang belum selesai secara mandiri. Dosen model berkeliling membimbing mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas. Kegiatan selanjutnya adalah mahasiswa dibentuk menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 orang dan masing-masing mahasiswa memaparkan secara bergantian hasil pekerjaannya untuk didiskusikan dengan teman sekelompoknya. Pembentukan kelompok dilakukan dengan menggunakan potongan gambar acak kemudian disusun. Mahasiswa yang berada pada satu gambar menjadi satu kelompok. Pembentukan kelompok seperti ini ditujukan agar mahasiswa tidak bosan mengikuti kegiatan pembelajaran. Selesai berdiskusi mahasiswa saling memvalidasi bahan ajar karya teman satu kelompoknya. Pertemuan ke-2 ini waktu molor cukup lama sehingga dosen model segera menutup kegiatan pembelajaran tanpa menugaskan mahasiswa untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL TUTOR SEJAWAT BERBASIS INTERNET UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH FISIKA. Oleh Amat Jaedun Nuryadin ER.

PENERAPAN MODEL TUTOR SEJAWAT BERBASIS INTERNET UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH FISIKA. Oleh Amat Jaedun Nuryadin ER.

Mata kuliah Fisika di jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, memiliki bobot 2 (dua) SKS, artinya hanya dilaksanakan dalam 2 (dua) jam tatap muka dalam setiap minggunya. Padahal mata kuliah Fisika ini memiliki peran yang sangat penting karena akan menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menguasai bidang keahlian keteknikan lainnya seperti: Mekanika Teknik, Mekanika Fluida, Hidrolika, Struktur Kayu, Struktur baja, Struktur Beton, Praktik Kerja Beton dan lain-lain. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Fisika ini harus dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Pengembangan Bahan Ajar

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Pengembangan Bahan Ajar

penekanan pada pemecahan masalah sebagai usaha kolaboratif dalam periode pembelajaran tertentu. Pembelajaran ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa pada tugas-tugas kompleks dalam kelompok pembelajaran kooperatif. Dengan demikian, dimungkinkan mahasiswa untuk bekerja secara mandiri dalam membentuk pembelajarannya dan memunculkannya dalam produk nyata (Wiyarsi, 2013).Dalam pembelajaran berbasis proyek yang dijadikan sebagai pusat proyeknya adalah inti kurikulum. Melalui proyek ini mahasiswa akan mengalami dan belajar konsep-konsep. Pembelajaran berbasis proyek memfokuskan pada pertanyaan atau masalah yang mendorong menjalani konsep-konsep dan prinsip- prinsip (Farid, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Modul Berbasis Konstruktivis Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Fisika Kuantum

Pengaruh Modul Berbasis Konstruktivis Terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Fisika Kuantum

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa rendahnya hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika kuantum disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya (1) kebanyakan materi fisika kuantum yang bersifat abstrak, (2) kurangnya kemampuan matematik dasar yang dimiliki oleh mahasiswa, (3) proses pembelajaran yang masih cenderung ceramah, (4) sistem evaluasi, dosen hanya terpaku pada penilaian dari hasil Ujian Tengah Semester (UTS), hasil Ujian Akhir Semester (UAS), dan nilai tugas, masing-masing dengan bobot sesuai dengan yang telah disepakati, dan (5) kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal secara mandiri sangat kurang. Hal ini terlihat dari jumlah mahasiswa yang tidak mampu menjawab soal yang diberikan dalam latihan. Padahal, soal tersebut merupakan hasil modifikasi dari contoh
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dengan E-Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah IPA Terpadu

Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dengan E-Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah IPA Terpadu

Model pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir dan juga hasil belajar mahasiswa. Pembelajaran berbasis proyek merupakan pembelajaran yang dapat meningkatkan aspek kognitif dan juga ujuk kerja siswa (Hayati et al., 2013). Pembelajaran ini merupakan pengembangan dari pembelajaran kontekstual yang efektif karena berpotensi menajadikan pembelajaran bermakna dan meningkatkan kreativitas dan kerjasama tim sampai tercipta suatu proyek yang nyata (Na’imah et al., 2015). Pembelajaran berbasis proyek sangat cocok digunakan dalam pembelajaran IPA Terpadu yang dapat meningkatkan kreativitas dan juga hasil belajar mahasiswa. Dalam pembelajaran IPA, anak didik diharapkan menguasai standar kompetensi kajian ilmiah yang meliputi: (1) penyelidikan, (2) berkomunikasi ilmiah, (3) pengembangan kreativitas dan pemecahan masalah, dan (4) sikap dan nilai ilmiah. Kompetensi tersebut dapat dicapai melalui pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses SAINS. Keterampilan Proses SAINS tersebut adalah (1) melakukan observasi, (2) mengemukakan hipotesis, (3) menginterprestasi, (4) merancang percobaan, (5) melakukan investigasi, (6) menarik kesimpulan, dan (7) mengkomunikasikan hasil (Semiawan dkk dalam Samatowa, 2011).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penerapan Model Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Fisika di SMP

Penerapan Model Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Fisika di SMP

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan adalah menerapkan tindakan sesuai dengan langkah-langkah model teams games tournament yang telah dibuat, antara lain : (1) Presentasi guru, guru membuka pelajaran dengan menyampaikan apersepsi awal dan memotivasi siswa, kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aturan proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament.; (2) Guru mengorganisasikan siswa dalam beberapa kelompok, kemudian guru membagikan LKS untuk di diskusikan bersama kelompok masing-masing.; (3) Guru mengarahkan siswa untuk menempati meja turnamen dalam kelompok turnamen. Guru menjelaskan peraturan turnamen. Kemudian guru membagi 1 set kartu soal, lembar jawaban, kunci jawaban dan format skor turnamen pada tiap meja kepada pembaca pertama setelah pengundian; (4) Siswa melakukan turnamen sebagai wakil dari kelompok. Guru memantau berlangsungnya turnamen dan memastikan semua siswa memahami prosedur permainan tersebut. Kemudian guru mengevaluasi hasil turnamen; (5) Guru memindahkan skor masing-masing siswa ke dalan skor kelompok kemudian dijumlahkan; (6) Guru mengumumkan kelompok yang masuk dalam kriteria dan memberikan penghargaan kepada kelompok yang masuk dalam kriteria tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Sfe untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Fisika Siswa di SMA

Penerapan Model Pembelajaran Sfe untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Fisika Siswa di SMA

Salah satu materi dalam mata pelajaran fisika yang dianggap sulit oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Ambawang kelas XI IPA adalah materi gas ideal, yang terdapat dalam materi pokok teori kinetik gas. Dari hasil ulangan harian materi teori kinetik gas yang digabung dengan materi termodinamika semester genap tahun ajaran 2013/2014, menunjukkan bahwa pada kelas XI IPA-1 hanya 3,45% siswa yang tuntas, sedangkan 96,55% tidak tuntas dari 29 siswa. Pada kelas XI IPA-2 hanya 3,57% siswa yang tuntas, sedangkan 96,43% tidak tuntas dari 28 siswa. Dari data tersebut, diketahui bahwa hasil belajar siswa masih rendah dan masih berada di bawah angka ketuntasan belajar di sekolah tersebut yaitu 72. Demikian juga dari hasil ulangan tahun-tahun sebelumnya, diketahui bahwa hasil belajar fisika siswa materi gas ideal selalu rendah. Berdasarkan uraian tersebut, menunjukkan bahwa hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 1 Sungai Ambawang kelas XI IPA kurang baik. Ketuntasan belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan hasil belajar kurang lebih 75% dari jumlah siswa yang mencapai KKM yang ditetapkan (Tampubolon, 2014: 35).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Brainstorming untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa pada Mata Kuliah Praktik Fabrikasi

Penerapan Model Pembelajaran Brainstorming untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa pada Mata Kuliah Praktik Fabrikasi

Jika kita bandingkan kreativitas mahasiswa sebelum dengan setelah perlakuan Brainstorming, antara kelompok konrol dengan perlakuan telah terjadi peningkatan. Kelompok perlakuan mengalami peningkatan sebesar 15,30 persen dan kelompok control sebesar 4,72 persen. Hal ini didukung oleh hasil uji t sample berpasangan yang menunjukkan harga t hitung sebesar 10,569 untuk kelompok perlakuan dan 4,102 untuk kelompok kontrol yang keduanya melebihi t tabel, sehingga dua-duanya mengalami peningkatan kreativitas.

16 Baca lebih lajut

Penerapan Teori Belajar Konstruktivisme untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Matematika Dasar

Penerapan Teori Belajar Konstruktivisme untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Matematika Dasar

Kegiatan saling belajar akan memberikan manfaat kepada seluruh anggota melalui program lesson study untuk berbagi pengalaman tentang kegiatan pembelajaran dan sarana perbaikan diri, sehingga dapat meningkatkan kualitas/ profesionalisme masing-masing dosen. Peningkatan profesionalisme dosen akan meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga kualitas siswa juga dapat mengalami peningkatan. Sesuai dengan pendapat dari (Lewis, 2002 dalam Ibrohim 2011:6), yaitu dosen yang melaksanakan kegiatan lesson study akan menjadi dosen yang professional dan inovatif karena beberapa alasan, antara lain: (1) dapat menentukan tujuan dan metode pembelajaran yang aktif; (2) memperdalam pengetahuan tentang mata pe- lajaran yang disampaikan oleh guru model; (3) merencanakan pembelajaran se-cara kolaboratif; (4) mengkaji cara belajar dan perilaku siswa secara teliti; dan (5) melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pemetaan Model Mental Mahasiswa pada Mata Kuliah Fisika

Pemetaan Model Mental Mahasiswa pada Mata Kuliah Fisika

This study aims to look at the mental model of D3 Computer Engineering students in Physics courses. The diversity of majors from students in secondary schools is one reason this research was conducted. This diversity forms a student's mental model of heat transfer material. The research subjects consisted of 30 students of D3 Computer Engineering students in the academic year 2018/2019. The research was conducted for 4 weeks from March 2018 to May 2018. The data collection was carried out by looking at the results of the study and from the results of interviews with representatives of 10 students who were considered to represent. The results showed that most students have not been able to explain the heat transfer microscopically. The concepts put forward by students at the time of the interview were still ambiguous based on prior learning experiences.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM.

Proses pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum belum menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pebelajar. Diskusi kelas masih menjadi andalan dalam setiap proses pembelajaran mata kuliah pengembangan kurikulum, hal ini mengakibatkan rendahnya motivasi dan prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang berusaha menjawab permasalahan penelitian yang telah dirumuskan, yaitu: Bagaimana implementasi model pembelajaran berbasis e- learning untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Kurikulum? Metode yang digunakan adalah penelitian Quasi Exsperiment. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dan menggunakan angket sebagai alat untuk menjaring tanggapan mahasiswa tentang pembelajaran berbasis e-learning. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswa STAI Siliwangi Bandung Jurusan Pendidikan Guru Madrasar Ibtidaiyah (PGMI). Sampel yang digunakan pada penelitian ini merepresentasikan setiap jurusan yang ada di STAI Siliwangi Bandung, sedangkan program studi yang dipilih dilakukan secara random dengan melihat program studi yang mengontrak mata kuliah Pengembangan Kurikulum pada saat penelitian dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji homogenitas serta analisis kesamaan dan perbedaan rata-rata. Pembelajaran Pengembangan Kurikulum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Bandung bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan tentang tentang pengembangan kurikulum baik secara filosofis, teoritis, dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan jika pembelajaran berbasis e-learning dengan menggunakan edmodo memiliki banyak keuntungan jika dibandingkan dengan pembelajaran yang seperti biasa sudah sering dilakukan sebelumnya, artinya pembelajaran berbasis e-learning dengan menggunakan edmodo ini efektif diimplementasikan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum di STAI Siliwangi Bandung.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa

mempraktikkan keterampilan komunikasi; 6) meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber; 7) memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek dan membuat alokasi waktu dan sumber- sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaiakn tugas; 8) menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang berkembang sesuai dunia nyata; 9) melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki; dan 10) membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR II MELALUI PENERAPAN PROBLEM  Peningkatan Aktivitas Belajar Mahasiswa Dalam Mata Kuliah Struktur Aljabar II Melalui Penerapan Problem Solving Terintegrasi Pada Pendekatan Scientifi

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR II MELALUI PENERAPAN PROBLEM Peningkatan Aktivitas Belajar Mahasiswa Dalam Mata Kuliah Struktur Aljabar II Melalui Penerapan Problem Solving Terintegrasi Pada Pendekatan Scientifi

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa semester VI program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS dalam mata kuliah struktur aljabar II dengan penerapan problem solving terintegrasi pada pendekatan scientific. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen mata kuliah struktur aljabar II dengan peneliti. Mahasiswa semster VI D sebagai subyek penerima tindakan yang berjumlah 56 mahasiswa dan dosen mata kuliah struktur aljabar II sebagai subyek pemberi tindakan. Metode pengumpulan data yang digunakan saat penelitian adalah metode observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah proses analisis data, penyajian data, dan verifikasi data(penarikan kesimpulan). Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan aktivitas belajar yang dapat dilihat dari indikator yaitu: (1) aktivitas mahasiswa bertanya tentang materi yang belum dipahami sebelum tindakan ada 2 mahasiswa (3,6%), setelah tindakan menjadi 27 mahasiswa (48,21%); (2) aktivitas mahasiswa menjawab pertanyaan dari dosen atau mahasiswa lain sebelum tindakan ada 3 mahasiswa (5,3%), setelah tindakan menjadi 28 mahasiswa (50%); (3) aktivitas mahasiswa mengerjakan soal ke depan kelas sebelum tindakan ada 7 mahasiswa (12,5%), setelah tindakan menjadi 24 mahasiswa (42,86%). Dapat disimpulkan bahwa penerapan problem solving terintegrasi pada pendekatan scientific dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP UMS.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Riset pada Mata Kuliah Ekonomi Mikro dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kristis Mahasiswa

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Riset pada Mata Kuliah Ekonomi Mikro dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kristis Mahasiswa

mengintepretasikan artikel publikasi ilmiah yang berhubungan dengan materi ekonomi mikro pada pokok bahasan tertentu belum optimal, kegiatan menganalisis, membuat kesimpulan dan mengevaluasi juga belum optimal. Ketika mereka mempresentasikan hasil diskusi dengan kelompok, didapatkan bahwa ada beberapa mahasiswa yang belum mahir dalam menjelaskan artikel mereka, dikarenakan materi yang mereka pelajari dari artikel di jurnal ataupun pro- siding masih belum optimal. Penguasaan diri ketika mereka berdiskusi dengan sesama maha- siswa juga belum optimal, hal ini dikarenakan mereka masih mempunyai egosentris untuk menerima pendapat dari beberapa teman dalam kelompoknya. Pada hasil observasi siklus II sudah ada peningkatan sebesar 3,20 hal ini terlihat dari peningkatan kemampuan maha- siswa dalam menginteprerstasikan yaitu mahasiswa lebih mampu untuk menggambarkan kem- bali artikel tentang ekonomi mikro yang berasal dari jurnal yang didiskusikan dengan kelom- poknya. Kemampuan mahasiswa dalam menganalisis, menginterferensi dan mengevaluasi juga mengalami peningkatan. Mahasiswa sudah lebih mampu untuk menganalisis isi dari jurnal dengan menghubungkan dengan buku litelatur yang sudah disiapkan. Dari hasil analisis maha- siswa lebih mampu untuk membuat kesimpulan dan membuat evaluasi. Kemampuan mahasiwa dalam memberi penjelasan dan kemampuan untuk mengontrol diri dalam berdiskusi baik den- gan kelompok maupun dengan diskusi kelas sudah lebih baik dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus III sudah ada peningkatan bahwa kemampuan berfikir kritis mahasiswa sudah lebih baik di bandingkan dengan siklus I dan siklus II, pada siklus ke III didapatkan 3,58 atau dengan katagori baik. Hal ini bisa diketahui dari beberapa indikator sudah dalam katagori baik semua. Kemampuan mahasiswa dalam mengintepretasikan sebuah artikel jurnal yang berhubungan dengan ekonomi mikro sudah lebih baik, mahasiswa sudah dapat menggambarkan kembali isi dari artikel ilmiah tersebut. Kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan membuat kes- impulan juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari mahasiswa dapat mengimplemen- tasikan teori dalam ekonomi mikro dan menghubungkannya dengan artikel pada jurnal yang di bahas. Kemampuan mahasiswa dalam menerangkan dan memberikan penjelasan dalam diskusi juga sudah lebih baik, hal ini terlihat dari kelancaran berdiskusi dengan mengkaitkan dengan teori-teori yang didapatkan dari berbagai litelatur. Kemampuan self regulation juga semakin meningkat, mahasiswa dalam berdiskusi baik dengan kelompok maupun diskusi kelas, lebih bersikap terbuka dan menerima saran dari beberapa mahasiswa. Peningkatan berfikir kri- tis dapat dilihat dari tabel di bawah ini :
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penerapan Modul Radiator Trainer Berbasis Pendekatan Saintific Learning untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar pada Mata Kuliah Perpindahan Panas Mahasiswa S1 Teknik Mesin B Unesa

Penerapan Modul Radiator Trainer Berbasis Pendekatan Saintific Learning untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar pada Mata Kuliah Perpindahan Panas Mahasiswa S1 Teknik Mesin B Unesa

Kurangnya minat belajar mahasiswa terhadap mata kuliah perpindahan panas yang dikarenakan cara pembelajarannya yang masih konvensional yaitu dengan menggunakan metode ceramah tanpa adanya praktikum, sehingga aktivitas dan hasil belajar pada mata kuliah perpindahan panas belum maksimal. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memotivasi belajar mahasiswa agar proses aktivitas pembelajaran lebih efektif, sehingga tercapainya hasil belajar yang maksimal. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan selama 2 siklus dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah yang mengacu pada pendekatan scientific learning pada materi perpindahan panas konveksi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Teknik Mesin kelas B Universitas Negeri Surabaya yang memprogram mata kuliah perpindahan panas tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 24 mahasiswa. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar mahasiswa dan aktivitas belajar mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan pengamatan aktivitas yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Dari analisis data hasil penelitian diketahui nilai rata-rata aktivitas mengalami peningkatan pada siklus II, dari nilai rata-rata 71 (baik) dengan ketuntasan klasikal sebesar 0% menjadi 81 (sangat baik) dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMP.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMP.

Selain itu, terdapat hal yang hendaknya diperhatikan pula dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, yaitu interaksi siswa di kelas. Hal ini menjadi penting karena pada tingkatan pendidikan tertentu, misalnya SMP/MTs, fisika dirasa penting diajarkan tersendiri sebagai bekal ilmu kepada peserta didik, menumbuhkan kemampuan berpikir memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengelolaan interaksi di kelas dengan baik dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang kebutuhan fitah emosional dan psikologisnya terpenuhi. Pendidikan yang dilaksanakan secara baik harus mampu menghasilkan manusia yang seutuhnya, yaitu manusia yang memiliki IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient) dan SQ ( Spiritual Quotient ) yang optimal.. Berdasarkan berbagai penelitian, IQ
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL LEVELS OF INQUIRY BERBANTUAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA.

PENERAPAN MODEL LEVELS OF INQUIRY BERBANTUAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA.

Dari paparan di atas, mata pelajaran fisika diselenggarakan agar siswa bisa lebih aktif dalam melatih keterampilan ranah kognitif, afektif, dan psikomotornya dengan cara mengaktualisasikannya melalui kegiatan inkuiri ilmiah berupa kegiatan eksperimen. Untuk mengetahui keterlaksanaan keterampilanyang harus dilatihkan tersebut pada pembelajaran fisika disekolah, dilakukan studi pendahuluan di salah satu SMA Negeri yang ada di kota Bandung. Observasi pertama dilakukan pada tanggal 18-22 November 2013 dan observasi kedua tanggal 12-14 Februari 2014. Dalam studi pendahuluan ini peneliti menyebarkan angket kepada 70 siswa, melakukan wawancara dengan guru fisika dan melakukan observasi kelas di sekolah tersebut. Instrumen-instrumen yang digunakan dalam studi pendahuluan tersebut dapat dilihat dalam lampiran D7. Dari studi pendahuluan ini diperoleh data tentang respons siswa terkait mata pelajaran fisika, pencapaian hasil belajar siswa, permasalahan-permasalahan terkait pembelajaran fisika, dan kondisi pembelajaran fisika di kelas. Pada observasi pertama peneliti melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran fisika dan melihat hasil ulangan harian siswa. Dari hasil wawancara dengan guru mengenai pelaksanaan pembelajaran fisika di kelas diantaranya adalah penyampaian pembelajaran masih bersifat informatif atau siswa hanya menerima informasi dari guru tanpa memahaminya lebih lanjut. Pembelajaran yang bersifat informatif ini biasanya disampaikan melalui metode ceramah sehingga siswa tidak terlalu aktif dalam berinteraksi dengan guru, sehingga pembelajaran yang diharapkan siswa lebih aktif seperti yang tertuang dalam kurikulum 2013 belum berjalan sebagaimana mestinya.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

INTERAKSI TEMAN SEJAWAT DAN AKTIVITAS BERORGANISASI TERHADAP SIKAP BERWIRAUSAHA PADA HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI  Interaksi Teman Sejawat Dan Aktivitas Berorganisasi Terhadap Sikap Berwirausaha Pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Fakultas Keguruan

INTERAKSI TEMAN SEJAWAT DAN AKTIVITAS BERORGANISASI TERHADAP SIKAP BERWIRAUSAHA PADA HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI Interaksi Teman Sejawat Dan Aktivitas Berorganisasi Terhadap Sikap Berwirausaha Pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Fakultas Keguruan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi teman sejawat dan aktivitas berorganisasi terhadap sikap berwirausaha. Sampel dalam penelitian ini adalah 165 mahasiswa anggota organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) di FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2013. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier ganda, uji t, uji F, Sumbangan Efektif dan Relatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: Ada pengaruh signifikan yang ditimbulkan oleh interaksi teman sejawat terhadap sikap berwirausaha dengan Sumbangan Efektif 49,5%; Ada pengaruh signifikan yang ditimbulkan oleh aktivitas berorganisasi terhadap sikap berwirausaha Sumbangan Efektif 4,7%. Ada pengaruh signifikan yang ditimbulkan dari interaksi teman sejawat dan aktivitas berorganisasi secara bersama-sama terhadap sikap berwirausaha pada mahasiswa anggota organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) di FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2013. Berdasarkan analisis data diperoleh F R hitung R sebesar 95,671, Selanjutnya dari hasil
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects