Top PDF Pengadaan Alat Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun

Pengadaan Alat Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun

Pengadaan Alat Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun

Berdasarkan hasil evaluasi administrasi, teknis, biaya dan kualifikasi pada paket pekerjaan Pengadaan Alat Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun, bersama ini kami mengundang Saudara/i Direktur untuk dapat menghadiri pembuktian kualifikasi yang dilaksanakan pada :

1 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN ALAT ALAT PEMADAM KEBAKARAN

PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN ALAT ALAT PEMADAM KEBAKARAN

Berdasarkan Penetapan Pemenang untuk paket pekerjaan Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran, Pekerjaan Pengadaan Alat-alat Pemadam Kebakaran Tahun Anggaran 2015 Nomor : 11/ Penet.Pmn_Alat Damkar/VI/2015 tanggal 11 Juni 2015, dengan ini Pokja ULP Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran, Pekerjaan Pengadaan Alat-alat Pemadam Kebakaran Tahun Anggaran 2015 mengumumkan pemenang paket pekerjaan diatas dengan nilai HPS sebesar Rp. 378.636.500,- (Tiga ratus tujuh puluh delapan juta enam ratus tiga puluh enam ribu lima ratus rupiah) adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Jambi PENGUMUMAM BRIGADE

LPSE Provinsi Jambi PENGUMUMAM BRIGADE

Paket Pekerjaan Nama paket pekerjaan : Pengadaan Operasional Brigade Pengendali Kebakaran Lahan dan Kebun Kegiatan : Pelaksanaan Operasional Brigade Kebakaran Lingkup pekerjaan : Bida[r]

2 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Jambi PENGUMUMAM BRIGADE

LPSE Provinsi Jambi PENGUMUMAM BRIGADE

Paket Pekerjaan Nama paket pekerjaan : Pengadaan Operasional Brigade Pengendali Kebakaran Lahan dan Kebun Kegiatan : Pelaksanaan Operasional Brigade Kebakaran Lingkup pekerjaan : Bida[r]

2 Baca lebih lajut

Pengumuman Pengadaan Alat alat Pemadam Kebakaran

Pengumuman Pengadaan Alat alat Pemadam Kebakaran

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran, Pekerjaan Pengadaan Alat-alat Pemadam Kebakaran pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Tegal akan melaksanakan Pemilihan Langsung dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara elektronik sebagai berikut:

1 Baca lebih lajut

Index of /ProdukHukum/kehutanan

Index of /ProdukHukum/kehutanan

24 September 2010 Satuan Kerja Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal PHKA, Kementerian Kehutanan akan mengumumkan PELELANGAN ULANG paket pekerjaan pengadaan Alat [r]

1 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Jambi PENGUMUMAM DAMKAR

LPSE Provinsi Jambi PENGUMUMAM DAMKAR

Paket Pekerjaan Nama paket pekerjaan : Pengadaan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun Kegiatan : Dukungan Perlindungan P[r]

2 Baca lebih lajut

PENGENDALIAN KERUSAKAN DAN ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP YANG BERKAITAN DENGAN KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN

PENGENDALIAN KERUSAKAN DAN ATAU PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP YANG BERKAITAN DENGAN KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN

Pengertian hutan dalam Peraturan Pemerintah ini menggunakan batasan pengertian sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yaitu suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Sedangkan pengertian lahan adalah suatu hamparan ekosistem daratan yang peruntukannya untuk usaha di bidang kehutanan, perkebunan, pertanian, transmigrasi, pertambangan, pariwisata, dan ladang dan kebun bagi masyarakat. Lahan tersebut mempunyai ciri-cirinya merangkum semua tanda pengenal biosfer, atmosfer, tanah, geologi, timbulan (relief), hidrologi, populasi tumbuhan dan hewan, serta hasil kegiatan manusia masa lalu dan masa kini yang bersifat mantap atau mendaur.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN GAGAL BRIGADE APBN DK

PENGUMUMAN GAGAL BRIGADE APBN DK

ULP Pemerintah Provinsi Jambi, Kelompok Kerja Pengadaan Barang/Jasa lainnya a. Bidang Produksi, PLPP dan UPTD BP2MB, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, berdasarkan, Surat Penugasan ULP Pemerintah Provinsi Jambi No. 78/SP/ULP/PROV-JBI/III/2015 tanggal 03 Maret 2015, Surat Usulan PPK No. S.3557/Disbun-4.3/VII/2015 tanggal 06 Juli 2015, Surat ULP Pemerintah Provinsi Jambi No. S.133/UM/ULP/PROV-JBI/VII/2015 tanggal 08 Juli 2015, Revisi dan penetapan HPS No. S.3774/ Disbun.4.3/VII/2015 tanggal 13 Juli 2015, Memori PPK tanggal 24 Agustus 2015 tentang perubahan spesifikasi teknis kegiatan Operasional Brigade Kebakaran Lahan dan Kebun, Berita Acara Hasil Pelelangan No. 20/Pokja-Bid.a.Brigade/APBN/2015 tanggal 16 September 2015 dan Penetapan Pelelangan ”GAGAL” No. 21/Pokja-Bid.a.Brigade/APBN/2015 tanggal 16 September 2015 bersama ini disampaikan Pengumuman Pelelangan Sederhana ” G AGAL” pekerjaan Pengadaan Operasional Brigade Pengendali Kebakaran Lahan dan Kebun Kegiatan Pelaksanaan Operasional Brigade Kebakaran sumber dana APBN-DK Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2015, disebabkan tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan teknis.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perubahan Kimia Kayu & Resin Pada Gubal Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Hasil Rekayasa

Perubahan Kimia Kayu & Resin Pada Gubal Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Hasil Rekayasa

Alat infiltrometer yang biasa digunakan adalah jenis infiltrometer ganda (double ring infiltrometer), yaitu satu infiltrometer silinder ditempatkan di dalam infiltrometer silinder lain yang lebih besar. Infiltrometer silinder yang lebih kecil mempunyai ukuran diameter sekitar 30 cm dan infiltrometer yang besar mempunyai ukuran 46 hingga 50 cm. Pengukuran hanya dilakukan pada silinder yang kecil. Silinder yang lebih besar berfungsi sebagai penyangga yang bersifat menurunkan efek batas yang timbul oleh adanya silinder (Asdak, 1995). Hal tersebut diperlukan pula agar air yang berinfiltrasi tidak menyebar secara lateral di bawah permukaan tanah (Seyhan, 1990).
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Sipers   KLHK Dukung Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan untuk Masyarakat

Sipers KLHK Dukung Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan untuk Masyarakat

Menindaklanjuti hal ini, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto memerintahkan agar jajarannya dapat mengefektifkan, dan memaksimalkan keberadaan satuan posko komando penanganan siaga darurat bencana karhutla, serta mengaktifkan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB), menjadi Pos Komando Penanganan Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.

2 Baca lebih lajut

SK. 150 Thn 2015 ttg Brigade Pengendalian Kebakaran  Lahan Hutan

SK. 150 Thn 2015 ttg Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan Hutan

Menimbang : a. bahwa  sebagai   tindak   lanjut Intruksi  Presiden   Nomor  16  Tahun 2011  tentang Peningkatan   Pengendalian   Kebakaran   Hutan   dan Lahan   dengan   intruksi   melakukan   peningkatan pengendalian  kebakaran  hutan   dan  lahan diseluruh   wilayah   Republik   Indonesia   melalui kegiatan  pencegahan   terjadinyanya   kebakaran hutan dan lahan, pemadaman kebakan Hutan dan lahan   dan    penanganan   pasca   kebakaran /pemulihan hutan dan lahan;

6 Baca lebih lajut

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: PrinsipPrinsip Pengaturan tentang Pencegahan dan  Kebakaran Hutan T1  Daftar Pustaka

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: PrinsipPrinsip Pengaturan tentang Pencegahan dan Kebakaran Hutan T1 Daftar Pustaka

Sumber Penelitian Data kejadian kebakaran hutan, lahan dan kebun di seluruh kecamatan tahun 2015 dinas kehutanan dan perkebunan kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2015.[r]

3 Baca lebih lajut

KajianLajuInfiltrasiTanah  PadaBerbagaiPenggunaanLahandi Desa Tanjung Putus Kecamatan Padang  Tualang KabupatenLangkat

KajianLajuInfiltrasiTanah PadaBerbagaiPenggunaanLahandi Desa Tanjung Putus Kecamatan Padang Tualang KabupatenLangkat

Dari Gambar 2, laju infiltrasi paling besar ditunjukkan di lokasi kebun karet sebesarfp= 0.5798+2.086475t -0.5 cm/menit. Hal ini dikarenakan tanah di kebun karet bertekstur lempung liat berpasir, dimana dapat dilihat juga pada Tabel 5 tanah di kebun karet memiliki porositas total tanah yang besar. Hal ini sesuai dengan pernyataan Asdak (1995) yang menyatakan bahwa tanah dengan kepadatan berbeda mempunyai laju infiltrasi yang berbeda pula, makin padat makin kecil laju infiltrasinya. Tanah remah akan memberikan kapasitas infiltrasi lebih besar dari tanah liat, tanah dengan pori-pori jenuh akan mempunyai kapasitas infiltrasi lebih kecil dibandingkan dengan tanah dalam keadaan tidak jenuh.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

RUP Cipta Karya Baru Edit 2012

RUP Cipta Karya Baru Edit 2012

134 Peningkatan Jalan Lingkungan Dsn. Paras Ds. Kembangbelor Kec. Pacet Kec. Pacet 100,000,000.00 Pengadaan Langsung 135 Peningkatan Jalan Lingkungan Kel. Sawahan Gang 6 RT 13, 14, 15 RW. 02 Kec. Mojosari Kec. Mojosari 100,000,000.00 Pengadaan Langsung 136 Peningkatan Jalan Lingkungan Dsn. Belahan Ds. Randubango RT 18,19,20 RW 06 Kec. Mojosari Kec. Mojosari 100,000,000.00 Pengadaan Langsung 137 Peningkatan Jalan Lingkungan Kel. Sarirejo Gg. III RT 4 RW 2 Kec. Mojosari Kec. Mojosari 100,000,000.00 Pengadaan Langsung 138 Peningkatan Jalan Lingkungan Dsn. Sumbersari RT 28/RW 12 Ds. Pekukuhan Kec. Mojosari Kec. Mojosari 100,000,000.00 Pengadaan Langsung 139 Peningkatan Jalan Lingkungan Dsn. Lengkong RT 1 RW 3 Ds. Kedung Lengkong Kec. Dlanggu Kec. Dlanggu 100,000,000.00 Pengadaan Langsung 140 Peningkatan Jalan Lingkungan Dsn. Jangkang Ds. Pohkecik Kec. Dlanggu Kec. Dlanggu 100,000,000.00 Pengadaan Langsung 141 Peningkatan Jalan Lingkungan Dsn. Sumbersari Ds. Sumber Karang Kec. Dlanggu Kec. Dlanggu 100,000,000.00 Pengadaan Langsung 142 Peningkatan Jalan Lingkungan Dsn. Kauman Ds. Jrambe Kec. Dlanggu Kec. Dlanggu 100,000,000.00 Pengadaan Langsung
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Sipers   Hujan Datang Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Tetap Dilakukan

Sipers Hujan Datang Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Tetap Dilakukan

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Minggu, 1 Oktober 2017. Munculnya prakiraan cuaca hujan di beberapa wilayah di Indonesia, tidak mengurangi upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), oleh Brigade Pengendalian Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) - Manggala Agni.

2 Baca lebih lajut

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: PrinsipPrinsip Pengaturan tentang Pencegahan dan  Kebakaran Hutan T1  BAB I

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: PrinsipPrinsip Pengaturan tentang Pencegahan dan Kebakaran Hutan T1 BAB I

Hutan merupakan sumber daya yang sangat penting tidak hanya sebagai sumber daya kayu, tetapi juga sebagai salah satu komponen lingkungan hidup. 1 Hutan dapat meyediakan barang dan jasa sebagai material dasar untuk pembangunan. 2 Kata hutan dalam bahas inggris disebut forest , sementara untuk hutan rimba di sebut jungle .Dalam bahasa Indonesia dikenal berbagai sebutan terahadap hutan, misalnya hutan belukar, hutan perawan, dan lain-lain. 3 Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan

16 Baca lebih lajut

LPSE Kota Bogor lamp harga

LPSE Kota Bogor lamp harga

LAMPIRAN 3 : EVALUASI HARGA KEGIATAN :PENGADAAN ALAT-ALAT BENCANA DAN KEBAKARAN PAKET PEKERJAA:PENGADAAN ALAT-ALAT BENCANA DAN KEBAKARAN HPS/OE : total harga penawaran atau penawara[r]

1 Baca lebih lajut

Model Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Masyarakat

Model Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Masyarakat

Selain periode kebakaran seperti dijelaskan di atas, karakterisktik lain kebakaran di Kabupaten Kapuas dijelaskan dari sebaran spasial dan penyebab kebakaran (Bab 3). Dari enam faktor pendorong kebakaran yaitu, tutupan lahan, jarak dari sungai, jarak dari jalan, jarak dari pusat desa, kedalaman gambut dan sistem lahan, aktivitas kebakaran yang tinggi umumnya berada di areal lahan gambut. Aktivitas kebakaran di Kabupaten Kapuas yang diindikasikan melalui kepadatan hotspot menemukan bahwa wilayah Selatan Kabupaten Kapuas khususnya di areal Eks PLG hampir setiap tahun terbakar. Areal Eks PLG dulunya merupakan areal lahan Gambut dengan tingkat kedalaman bervariasi dari sedang sampai sangat dalam sekali. Gambut yang terbakar mengalami pengeringan tidak balik (irreversible drying) sehingga tidak lagi mampu menyerap air. Gambut yang terbakar juga sulit dipadamkan dan apinya bisa merambat di bawah permukaan sehingga kebakaran lahan bisa meluas tidak terkendali. Gambut kering dengan kadar air sangat rendah, di musim kemarau menjadi bahan bakar yang mudah sekali terbakar. Ditambah tutupan lahan di lahan gambut umumnya merupakan lahan terlantar yang ditumbuhi oleh semak belukar dan alang-alang. Hal ini juga ditegaskan oleh Agus dan Subiksa (2008) bahwa gambut yang mengering tidak bisa menyerap air lagi kalau dibasahi dan mudah terbakar. Gambut yang terbakar menghasilkan energi panas yang lebih besar dari kayu/arang terbakar.
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

Buku Panduan Pengendalian Kebakaran Huta

Buku Panduan Pengendalian Kebakaran Huta

WI-IP bekerjasama dengan WHC melalui Proyek CCFPI (Climate Change, Forest and Peatland Indonesia) yang didanai oleh CIDA (Canadian Internasional Development Agency) antara tahun 2002-2004 memberikan sejumlah dana hibah kepada kelompok masyarakat untuk kegiatan konservasi di lahan gambut, kegiatan ini diberi nama Small Grant Funds. Setelah melalui beberapa tahap (Sosialisasi, pengajuan proposal, seleksi administrasi dan verifikasi di lapangan) maka ditetapkan kelompok pemenang small grant diantaranya yaitu Kelompok Masyarakat Desa Jebus (Kelompok Tani Suka Maju) yang berjumlah 16 orang Kepala Keluarga. Desa Jebus terletak di Kecamatan Kumpe Hilir Kabupaten Muaro Jambi yang merupakan salah satu desa penyangga Taman Nasional Berbak. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah bertani dan nelayan. Namun bentuk lahan pertanian penduduk tidak menguntungkan yakni pada musim hujan selalu terendam dan pada musim kemarau tidak dapat diari. Dengan kondisi ini banyak masyarakat mencari usaha tambahan lain misalnya dengan cara berkayu. Bentuk usaha yang akan dikembangkan oleh kelompok tani ini adalah usaha peternakan ayam kampung. Sebagai kompensasinya kelompok akan menanam dan merawat sejumlah pohon/tanaman keras di area gambut di seberang desa dan ikut berperan aktif dalam rangka menanggulangi bahaya kebakaran yang terjadi di lahan gambut dekat desa mereka. Pelaksanaan sistem
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...