Top PDF Pengambilan Paksa Kendaraan Bermotor dan Upaya Hukum Konsumen

Pengambilan Paksa Kendaraan Bermotor dan Upaya Hukum Konsumen

Pengambilan Paksa Kendaraan Bermotor dan Upaya Hukum Konsumen

Banyaknya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan alat transportasi ini secara angsuran/kredit/berkala, mengakibatkan ber- kembangnya pendirian perusahaan-perusaha- an lembaga pembiayaan, memang satu sisi merupakan alternatif yang menarik bagi para pengusaha maupun orang perseorangan karena dapat membantu dalam masalah keuangan, bagi perusahaan dapat mempe- roleh dana untuk membiayai pembelian barang-barang modal dalam jangka waktu tertentu, bagi orang perseorangan dapat meringankan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian barang, karena pembayaran pem- belian diangsur dengan jangka waktu ter- tentu (tiga sampai lima tahun). Namun disisi lain banyak kasus/masalah yang timbul seiring dengan menjamurnya keberadaan lembaga pembiayaan ini yang utama adalah masih lemahnya pengawasan terhadap proses pelaksanaan lembaga pembiayaan khusus- nya dalam pelanggaran perjanjian baku pada Perjanjian Pembiayaan Konsumen, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No.8 Tahun1999tentangPerlindungan Konsumen. 18
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PENGGUNA JASA USAHA PARKIR APABILA TERJADI KEHILANGAN KENDARAAN BERMOTOR

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PENGGUNA JASA USAHA PARKIR APABILA TERJADI KEHILANGAN KENDARAAN BERMOTOR

Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis sosiologis. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Obyek penelitiannya yaitu perlindungan hukum bagi konsumen pengguna jasa usaha parkir apabila terjadi kehilangan kendaraan bermotor. Lokasi penelitian bertempat di area parkir Bandara Internasional Ahmad Yani, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), dan Lembaga Pembelaan dan Perlindungan Konsumen (LPPK) Kota Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan dua cara, yaitu wawancara dan studi pustaka. Implementasi Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dianggap belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, masih banyak ditemukan berbagai kasus kegiatan pelaku usaha parkir yang mencoba membatasi tanggung jawab terhadap konsumennya yang mengalami kerugian dengan menggunakan klausula-klausula eksonerasi. Disebutkan di dalam UUPK bahwa dalam melakukan kegiatan usahanya, pelaku usaha dilarang untuk mengalihkan tanggungjawabnya, Disebutkan pula di dalam Pasal 19 ayat 2 UUPK bahwa pelaku usaha berkewajiban untuk mengganti kerugian yang diderita konsumennya. UUPK juga mengatur tentang hak-hak konsumen termasuk hak konsumen pengguna jasa usaha parkir yang mengalami kehilangan kendaraan bermotor, di dalam Pasal 4 huruf h UUPK bahwa konsumen yang merasa dirugikan berhak untuk menuntut ganti rugi kepada pelaku usaha. Selain itu, upaya yang dapat dilakukan oleh konsumen utnuk mendapatkan ganti kerugian yaitu dengan mengadukan sengketa tersebut pada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen untuk proses penyelesaian sengketa diluar pengadilan atau mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan negeri untuk proses penyelesaian sengketa melalui pengadilan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang).

Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang).

Petugas penagih premi memberikan bukti pembayaran premi asuransi yang sah bersamaan atau pada saat konsumen menyerahkan pembayaran uang premi. Ini membuktikan bahwa perusahaan asuransi tidak dibenarkan mengelak dari tanggung jawabnya. Berdasarkan atas penelitian penulis bahwa seringkali timbul hambatan- hambatan pada saat pelaksanaan penyelesaian klaim asuransi, beberapa contoh kasusnya yaitu lambannya penanganan berkenaan dengan cairnya uang tuntutan ganti kerugian yang seharusnya menjadi hak tertanggung disebabkan karena lambannya proses persetujuan dari Kantor Pusat Perusahaan Asuransi; pembaharuan polis asuransi dengan alasan agen petugas penagih asuransi belum menyerahkan premi asuransi pemegang polis kepada perusahaan; kelalaian agen petugas asuransi dalam bentuk tidak disetorkannya premi kepada perusahaan asuransi sehingga dibebankan kepada pemegang polis; hambatan penyelesaian klaim asuransi karena disebabkan tidak lengkapnya dokumen-dokumen yang harus dipenuhi pada saat pengajuan klaim sehingga hal ini dapat memperlambat proses pelaksanaan klaim asuransi jiwa. Maka perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan perlu melakukan upaya-upaya tertentu guna mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar pelaksanaan penyelesaian klaim asuransi kendaraan bermotor dapat berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor  (Menurut Kuh Dagang).

Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang).

Petugas penagih premi memberikan bukti pembayaran premi asuransi yang sah bersamaan atau pada saat konsumen menyerahkan pembayaran uang premi. Ini membuktikan bahwa perusahaan asuransi tidak dibenarkan mengelak dari tanggung jawabnya. Berdasarkan atas penelitian penulis bahwa seringkali timbul hambatan- hambatan pada saat pelaksanaan penyelesaian klaim asuransi, beberapa contoh kasusnya yaitu lambannya penanganan berkenaan dengan cairnya uang tuntutan ganti kerugian yang seharusnya menjadi hak tertanggung disebabkan karena lambannya proses persetujuan dari Kantor Pusat Perusahaan Asuransi; pembaharuan polis asuransi dengan alasan agen petugas penagih asuransi belum menyerahkan premi asuransi pemegang polis kepada perusahaan; kelalaian agen petugas asuransi dalam bentuk tidak disetorkannya premi kepada perusahaan asuransi sehingga dibebankan kepada pemegang polis; hambatan penyelesaian klaim asuransi karena disebabkan tidak lengkapnya dokumen-dokumen yang harus dipenuhi pada saat pengajuan klaim sehingga hal ini dapat memperlambat proses pelaksanaan klaim asuransi jiwa. Maka perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan perlu melakukan upaya-upaya tertentu guna mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar pelaksanaan penyelesaian klaim asuransi kendaraan bermotor dapat berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN HUKUM ASURANSI TENTANG ASURANSI PARKIR KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI BENTUK MANAJEMEN RISIKO TERHADAP BAHAYA BANJIR.

KAJIAN YURIDIS PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN HUKUM ASURANSI TENTANG ASURANSI PARKIR KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI BENTUK MANAJEMEN RISIKO TERHADAP BAHAYA BANJIR.

Pada hakikatnya kehidupan manusia selalu dihadapkan pada berbagai risiko, termasuk dalam kegiatan perparkiran. Bencana banjir juga merupakan salah satu risiko yang mungkin dihadapi oleh manusia, seperti yang menimpa konsumen pengguna jasa parkir yang mengalami kerugian karena kendaraan miliknya terendam banjir di areal perparkiran. Salah satu upaya untuk menanggulangi risiko terhadap bahaya banjir tersebut dapat dilakukan dengan penyelenggaraan asuransi parkir. Namun pada praktiknya, penyelenggaraan asuransi parkir tersebut masih memiliki kekurangan dan belum dapat memberikan perlindungan terhadap konsumen pengguna jasa parkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara ketentuan asuansi parkir sebagai bentuk manajemen risiko terhadap bahaya banjir dengan KUHD dan Undang-Undang Nomor 2 tentang Usaha Perasuransian serta untuk memberikan gambaran mengenai tanggung jawab pengelola parkir dalam hal perusahaan asuransi menolak klaim asuransi berdasarkan Hukum Perlindungan Konsumen yang berlaku di Indonesia.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen dalam Perjanjian Pembiayaan Kendaraan Bermotor Roda Dua Menurut UU. No. 8 Tahun 1999

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen dalam Perjanjian Pembiayaan Kendaraan Bermotor Roda Dua Menurut UU. No. 8 Tahun 1999

Majelis wajib mengeluarkan putusan atas sengketa konsumen selambat-lambatnya 21 hari kerja terhitung sejak gugatan diterima BPSK. Putusan majelis (putusan BPSK) ini bersifat final dan mengikat layaknya putusan pengadilan dan tidak ada upaya huku banding dan kasasi. Akan tetapi sifat ^(]v o_ pada putusan tersebut tidak mutlak karena pasal ketentuan Pasal 56 Ayat (2) Undang-Undang Perlindugan Konsumen masi memberikan kesempatan bagi para pihak untuk mengajukan keberatan pada pengadilan Negri paling lambat 14 hari kerja setelah putusan dikeluarkan oleh BPSK. Selain itu juga dalam pasal 58 Ayat (2) undang-undang ini dinyatakan bahwa ^š ŒZ ‰ putusan Pengadilan Negri (setelah memutuskan upaya keberatan), para pihak dalam waktu paling lambat 14 hari dapat megajukan kasasi ke
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Yang Mengalami Penarikan Paksa Kendaraan Bermotor Oleh Pihak Ketiga (Debt Collector) Karena Kredit Macet Ditinjau Menurut Kontrak Baku Perjanjian Pembiayaan Konsumen Pada PT. Summit Oto Finance Cabang Medan

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Yang Mengalami Penarikan Paksa Kendaraan Bermotor Oleh Pihak Ketiga (Debt Collector) Karena Kredit Macet Ditinjau Menurut Kontrak Baku Perjanjian Pembiayaan Konsumen Pada PT. Summit Oto Finance Cabang Medan

maka kewajiban-kewajiban para pihak berakhir, sebaliknya apabila si berutang atau debitur tidak melaksanakannya, hal tersebut disebut wanprestasi. Jika dikaitkan dengan hubungan perjanjian kredit pembiayaan konsumen antara pihak kreditur dengan pihak debitur, maka wanprestasi dapat terjadi dalam hal salah satu pihak dalam hal ini lebih condong kepada debitur, dimana debitur tidak melakukan pembayaran angsuran juga denda keterlambatan pembayaran kendaraan yang disepakati dalam perjanjian kredit pembiayaan konsumen. Selain itu debitur juga sering ingkar janji jika sudah diberikan surat peringatan membayar, kebanyakan fakta dilapangan setelah diberikan surat peringatan oleh pihak kreditur, debiturnya pun menghilang tanpa jejak. Kemudian dalam kasus lain debitur melakukan wanprestasi dimana didalam perjanjian tersebut perbuatan yang dilakukan debitur dilarang, seperti perbuatan debitur yang melakukan pengalihan hak atas kendaraan baik digadaikan, dijaminkan tanpa ijin dari pihak kreditur, melakukan over kredit, melakukan perubahan bentuk kendaraan atau melakukan penggantian sparepart yang tidak sesuai dengan bawaan kendaraan, juga menghilangkan kendaraan dengan maksud menyembunyikan keberadaan kendaraan seakan-akan kendaraan tersebut hilang. 80
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Pertanggungjawaban Para Pihak dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen Atas Klaim Asuransi Kendaraan Bermotor.

Pertanggungjawaban Para Pihak dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen Atas Klaim Asuransi Kendaraan Bermotor.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum para pihak dalam perjanjian pembiayaan konsumen terkait hilangnya objek perjanjian akibat faktor kealpaan, serta mengetahui akibat hukum dan upaya hukum yang dapat dilakukan apabila klaim asuransi ditolak.

14 Baca lebih lajut

Analisa Yuridis Aspek Hukum Pidana Dalam Penarikan Paksa Unit Kendaraan Bermotor dengan Jaminan Fidusia

Analisa Yuridis Aspek Hukum Pidana Dalam Penarikan Paksa Unit Kendaraan Bermotor dengan Jaminan Fidusia

kendaraan bermotor yang menjadi objek pembiayaan konsumen, sehingga hal ini sangat meresahkan konsumen.Terjadinya pelanggaran penarikan paksajaminan fidusia oleh kolektor dan atau debt kolektor dapat melanggar pasal Pemerasan dan Pengancaman yang diatur dalam Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatakan: “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain; atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun”.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Tinjauan Hukum Perjanjian Leasing Kendaraan Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan

Tinjauan Hukum Perjanjian Leasing Kendaraan Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan

Dalam hal demikian, persetujuan tidak batal demi hukum, tetapi pembatalan harus dimintakan ke pengadilan. Permintaan ini juga tetap harus dilakukan, meskipun syarat batal mengenai tidak dipenuhinya kewajiban dinyatakan di dalam perjanjian. Jika syarat batal tidak dinyatakan dalam perjanjian, maka hakim dengan melihat keadaan, atas permintaan tergugat, untuk memberikan jangka waktu untuk memenuhi kewajiban, tetapi jangka waktu itu tidak boleh lebih dari satu bulan.

11 Baca lebih lajut

PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR

PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR

27. Pengujian Kendaraan Bermotor adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan umum dalam rangka pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan; 28. Tanda Uji adalah tanda bukti lulus uji berkala berbentuk plat yang berisi data kode

21 Baca lebih lajut

Suatu Kajian Tentang Asuransi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Perasuransian Di Indonesia

Suatu Kajian Tentang Asuransi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Perasuransian Di Indonesia

Asuransi Kendaraan Bermotor adalah kendaraan roda dua atau lebih yang digerakkan oleh motor atau mekanik lain dan memiliki izin untuk digunakan di jalan umum yang menjadi obyek pertanggungan, seperti Sepeda Motor, Mobil berbagai type dari sedan, mini bus, double cabin, pick up, bis, truck dan lain-lain. Jaminan Polis umumnya mengacu pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) dan biasanya perusahaan asuransi menjualnya dalam bentuk paket Jaminan dengan beberapa benefit tambahan. 9

8 Baca lebih lajut

SISTEM PENERBITAN SURAT PAKSA UNTUK WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDAPATAN DAERAH SURABAYA TIMUR TUGAS AKHIR - SISTEM PENERBITAN SURAT PAKSA UNTUK WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDAPATAN D

SISTEM PENERBITAN SURAT PAKSA UNTUK WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDAPATAN DAERAH SURABAYA TIMUR TUGAS AKHIR - SISTEM PENERBITAN SURAT PAKSA UNTUK WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDAPATAN D

SISTEM PENERBITAN SURAT PAKSA UNTUK WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDAPATAN DAERAH SURABAYA TIMUR TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu [r]

14 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR DI HARPINDO JAYA CABANG PURWODADI.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR DI HARPINDO JAYA CABANG PURWODADI.

Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah yang mengambil kredit kendaraan bermotor di Harpindo Jaya Cabang Purwodadi, sedangkan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 responden yang mengambil kendaraan bermotor di Harpindo Jaya Cabang Purwodadi. Kuesioner yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan interval 1-5. Alat uji yang dipergunakan adalah uji validitas menggunakan korelasi product moment pearson dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach yang merupakan uji instrumen penelitian. Sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Data diolah dengan menggunakan program SPSS 10.0 for windows.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TANGGUNGJAWAB HUKUM DALAM PERJANJIAN SEWA BELI KENDARAAN BERMOTOR OLEH PEGAWAI NEGERI SIPIL  Tanggungjawab Hukum Dalam Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Bermotor Oleh Pegawai Negeri Sipil.

TANGGUNGJAWAB HUKUM DALAM PERJANJIAN SEWA BELI KENDARAAN BERMOTOR OLEH PEGAWAI NEGERI SIPIL Tanggungjawab Hukum Dalam Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Bermotor Oleh Pegawai Negeri Sipil.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perjanjian sewa beli, mengetahui bagaimana hak dan kewajiban yang timbul dan mengetahui bagaimana tanggungjawab hukum yang timbul dalam perjanjian sewa beli kendaraan bermotor di Sun Motor Boyolali.

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK KENDARAAN BERMOTOR MOBIL DAN MOTOR ANTIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK KENDARAAN BERMOTOR MOBIL DAN MOTOR ANTIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH.

Sebagian besar dari produsen-produsen kendaraan bermotor ini telah gulung tikar hanya sebagian kecil saja yang masih beroperasi. Sedangkan di Indonesia saat ini banyak pemakai kendaraan-kendaraan bermotor ini masih merawat kendaraan-kendaraan bermotor tersebut hingga masih dapat beroperasi dengan baik contohnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kreatifitas dan minat para pemilik kendaraan-kendaraan mobil dan motor antik ini sudah selayaknya mendapat perhatian. Terlebih lagi ini merupakan peninggalan bersejarah seperti yang diungkapkan oleh Dr. Endang Sri Hardiati, sebagai kepala Museum Nasional Jakarta yang menyatakan bahwa kendaraan bermotor mobil dan motor mempunyai nilai sejarah, karena teknologinya tidak dimiliki lagi oleh negara pembuatnya. 5
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PARKIR TERHADAP KONSUMEN DALAM HAL KEHILANGAN KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN MAGELANG.

TANGGUNG JAWAB PENGELOLA PARKIR TERHADAP KONSUMEN DALAM HAL KEHILANGAN KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN MAGELANG.

Masalah Perlindungan Konsumen di Indonesia baru mulai terdengar pada tahun 1970-an 1 . Hal ini terutama ditandai dengan lahirnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLK) bulan Mei 1973. Secara historis, pada awalnya yayasan ini berkaitan dengan rasa mawas diri terhadap promosi untuk memperlancar barang – barang dalam negeri. Atas desakan – desakan suara dari masyarakat, kegiatan promosi ini harus diimbangi dengan langkah – langkah pengawasan, agar masyarakat tidak dirugikan dan kualtasnya terjamin. Adanya keinginan dan desakan masyarakat
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

JAMINAN DAN PEMBIAYAAN KONSUMEN STUDI TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBERI  JAMINAN DAN PEMBIAYAAN KONSUMEN STUDI TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBERI JAMINAN (DEBITUR) DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN KENDARAAN BERMOTOR (Studi Kasus di PT. FIF

JAMINAN DAN PEMBIAYAAN KONSUMEN STUDI TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBERI JAMINAN DAN PEMBIAYAAN KONSUMEN STUDI TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBERI JAMINAN (DEBITUR) DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN KENDARAAN BERMOTOR (Studi Kasus di PT. FIF

Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mendsekripsikan konstruksi hukum dari perjanjian jaminan yang diterapkan dalam perjanjian pembiayaan konsumen di PT. FIF Surakarta. 2. Untuk mendeskripsikan dan mengeksplanasikan pelaksanaan perjanjian jaminan antara konsumen dengan PT. FIF Surakarta. 3. Untuk mendeskripsikan dan mengeksplanasikan perlindungan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian pembiayaan konsumen di PT. FIF Surakarta.

11 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK KENDARAAN BERMOTOR MOBIL DAN MOTOR ANTIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH.

PENUTUP PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMILIK KENDARAAN BERMOTOR MOBIL DAN MOTOR ANTIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH.

a. Dikeluarkannya Surat Dinas Pendapatan Daerah No. 973/1547 perihal Pendaftaran Kendaraan Bermotor Kuno/Antik menunjukkan respon positif dari pihak yang berwenang melakukan pendaftaran kendaraan bermotor. Tetapi untuk merealisasikan pendaftaran kendaraan bermotor mobil dan motor antik tidak cukup niat saja tetapi memerlukan keberanian dan kreatifitas dari Dinas Pendapatan Daerah dan Kepolisian. Dari pihak organisasi juga harus secara kontinyu dan intensif dalam melakukan pendekatan-pendekatan kepada pihak yang berwenang.

6 Baca lebih lajut

PENGHITUNGAN DASAR PENGENAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR - Produk Hukum - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia

PENGHITUNGAN DASAR PENGENAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR - Produk Hukum - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia

4. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, yang selanjutnya disingkat BBN-KB, adalah pajak atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak atau perbuatan sepihak atau keadaan yang terjadi karena jual beli, tukar menukar, hibah, warisan, atau pemasukan ke dalam badan usaha.

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects