Top PDF PENGARUH BEBERAPA JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) SISTEM ORGANIK

PENGARUH BEBERAPA JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) SISTEM ORGANIK

PENGARUH BEBERAPA JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) SISTEM ORGANIK

PENGARUH BEBERAPA JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) SISTEM ORGANIK.. Oleh: Nurvianty (00710058) Agronomy.[r]

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Tanam Jagung Manis dan Varietas Kedelai terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedua Tanaman dalam Sistem Tanam Tumpangsari

Pengaruh Jarak Tanam Jagung Manis dan Varietas Kedelai terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedua Tanaman dalam Sistem Tanam Tumpangsari

Tumpangsari tanaman jagung manis dan kedelai memiliki beberapa keuntungan, yaitu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, mengurangi serangan OPT, menambah kesuburan tanah terutama unsur Nitrogen dan mendapatkan hasil panen dari beragam komoditas. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh jarak tanam tanaman jagung manis dan varietas tanaman kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dan kedelai, serta mengetahui Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) pada sistem tanam tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di KP Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo pada bulan Januari hingga April 2016. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial diulang tiga kali. Faktor ke-1 adalah jarak tanam jagung (80 cm× 20 cm, 100 cm × 20 cm, dan 120 cm × 20 cm), dan faktor ke-2 adalah varietas kedelai (Dena 1, Dena 2 dan Burangrang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpangsari jagung manis dengan kedelai pada jarak tanam jagung yang diuji tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedua tanaman. Hasil jagung manis tertinggi diperoleh pada jarak tanam 80 cm × 20 cm. Hasil biji kedelai varietas Dena 1, Dena 2 ,dan Burangrang pada sistem tanam tumpangsari dengan jagung manis dengan jarak tanam antar baris jagung 80-120 cm tidak berbeda. Efisiensi penggunaan lahan tertinggi diperoleh pada tumpangsari jagung manis dengan jarak tanam 80 cm × 20 cm dan varietas kedelai Dena 2, tetapi yang mempunyai kelayakan ekonomi tertinggi adalah dengan kedelai varietas Burangrang.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH JARAK TANAM DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL JAGUNG MANIS

PENGARUH JARAK TANAM DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL JAGUNG MANIS

126 Ajang Maruapey : Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan Gulma dan Hasil Jagung Manis lebar), sehingga gulma dapat memanfaatkan cahaya tersebut untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pada jarak tanam 60 cm x 60 cm persentase cahaya yang dapat diteruskan oleh tanaman sangat kecil karena pertumbuhan tajuk tanaman sudah menutupi permukaan tanah sehingga pertumbuhan gulma terhambat yang menyebabkan rendahnya berat kering yang dihasilkan saat ini. Meningkatnya intensitas cahaya yang diterima akan meningkatkan pertumbuhan tunas, umbi dan bahan keringtotal. Menurut Waxn and Stoller (1977), pada dasarnya pemakaian jarak tanam yang rapat bertujuan untuk meningkatkan hasil, asalkan faktor pembatas dapat dihindari sehingga tidak terjadi persaingan antar tanaman. Disamping itu pengaturan jarak tanam yang tepat juga untuk menekan pertumbuhan gulma, karena pertumbuhan tajuk dapat dengan cepat menutupi permukaan tanah. Bila jarak tanam atau jarak antar baris tanaman
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH JARAK TANAM DAN DEFOLIASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) VARIETAS HONEY JEAN

PENGARUH JARAK TANAM DAN DEFOLIASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) VARIETAS HONEY JEAN

Dibuat: 2008-09-16 , dengan 3 file(s). Keywords: Jarak tanam, defolias, jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaturan jarak tanam dan defoliasi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Percobaan ini di lakukan di Lahan Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang mulai bulan November 2007 sampai Februari 2008 di desa Tegalgondo kecamatan Karang 550 m dpl, dengan pH tanah 5-6.ploso, Malang dengan

2 Baca lebih lajut

PENGARUH JARAK TANAM DAN PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L .)

PENGARUH JARAK TANAM DAN PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L .)

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpah kan rahmat dan hidayah-Nya yang begitu besar sehingga terlaksanya penelitian yang berjudul “Pengaruh Jarak Tanam dan Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L .)”. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

19 Baca lebih lajut

SKRIPSI. PENGARUH PUPUK UREA DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)

SKRIPSI. PENGARUH PUPUK UREA DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk urea dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober 2018 sampai bulan Januari 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 27 unit perlakuan. Perlakuan faktor pertama terdiri dari 3 perlakuan pupuk urea yaitu dosis 300 kg ha -1 (U 1 ); 400 kg ha -1 (U 2 ); 500 kg ha -1 (U 3 ). Faktor kedua terdiri dari 3 perlakuan
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM PADA PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM PADA PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)

Perlakuan jarak tanam 50 cm x 35 cm dan 60 cm x 29 cm tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap parameter bobot kering gulma, namun memberikan hasil bobot kering gulma lebih rendah sebesar 1,49 g dan 1,76 g dibandingkan jarak tanam 70 cm x 25 cm menghasilkan bobot kering gulma sebesar 2,42 g. Hal ini diduga bahwa jarak tanam rapat akan menghambat pertumbuhan gulma, karena tajuk tanaman menutupi area tanah sehingga cahaya matahari terhambat untuk sampai kepermukaan tanah. Jarak tanam yang rapat akan meningkatkan daya saing tanaman terhadap gulma karena tajuk tanaman menghambat transmisi cahaya ke permukaan lahan sehingga pertumbuhan gulma menjadi terhambat, sedangkan dengan jarak tanam yang terlalu lebar akan memacu pertumbuhan gulma karena gulma dapat leluasa untuk memperoleh ruang tumbuh seperti air, nutrisi, suhu dan cahaya matahari. Hal ini didukung oleh Mayadewi (2007) bahwa hasil penelitiannya dengan jarak tanam rapat (50 cm x 40 cm) memberikan pengaruh terhadap bobot kering gulma dengan memberikan hasil terendah disetiap umur pengamatan. Pada dasarnya pemakaian jarak tanam yang rapat bertujuan untuk meningkatkan hasil, asalkan faktor pembatas dapat dihindari sehingga tidak terjadi persaingan antar tanaman. Disamping itu pengaturan jarak tanam yang tepat juga untuk menekan pertumbuhan gulma, karena pertumbuhan tajuk dapat dengan cepat menutupi permukaan tanah (Mayadewi, 2007).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK Phonska terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis  (Zea mays saccharata Sturt) Varietas Sweet Boy

Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK Phonska terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Varietas Sweet Boy

Salah satu bahan pangan alternatif yang berpotensi dikembangkan adalah jagungmanis (Zea mays saccharata Sturt). Jagung memiliki nilai gizi yang cukup memadai dan di beberapa daerah di Indonesia digunakan sebagai makanan pokok. Jagung juga memiliki kandungan karbohidrat dan gizi yang tinggi serta dapat digunakan untuk menggantikan (substitusi) beras, hal ini disebabkan karena jagung memiliki kalori yang

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK Phonska terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Varietas Sweet Boy

Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK Phonska terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) Varietas Sweet Boy

Salah satu bahan pangan alternatif yang berpotensi dikembangkan adalah jagungmanis (Zea mays saccharata Sturt). Jagung memiliki nilai gizi yang cukup memadai dan di beberapa daerah di Indonesia digunakan sebagai makanan pokok. Jagung juga memiliki kandungan karbohidrat dan gizi yang tinggi serta dapat digunakan untuk menggantikan (substitusi) beras, hal ini disebabkan karena jagung memiliki kalori yang

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Tanam Antar Barisan pada Sistem Tumpangsari Beberapa Varietas Jagung Manis dengan Kacang Merah terhadap Pertumbuhan dan Hasil

Pengaruh Jarak Tanam Antar Barisan pada Sistem Tumpangsari Beberapa Varietas Jagung Manis dengan Kacang Merah terhadap Pertumbuhan dan Hasil

Tabel 5 dan 6 dapat dilihat bahwa hasil jagung manis lebih baik diperoleh pada varietas Super Bee, yang berbeda nyata akibat varietas lainnya. Hal ini terjadi karena setiap varietas masing-masing mempunyai susunan genetik yang tidak sama dan kemampuan varietas itu sendiri dalam beradaptasi dengan lingkungan tumbuhnya sehingga tetap menghasilkan pertumbuhan yang baik dan hasil yang maksimal. Menurut Simatupang (1997) bahwa tingginya produksi suatu varietas dikarenakan varietas tersebut mampu beradaptasi dengan lingkungan. Meskipun secara genetik varietas lain mempunyai potensi produksi yang baik, tetapi karena masih dalam tahap adaptasi, produksinya lebih rendah daripada yang seharusnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH JARAK TANAM ANTAR BARISAN PADA SISTEM TUMPANGSARI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN KACANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL

PENGARUH JARAK TANAM ANTAR BARISAN PADA SISTEM TUMPANGSARI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN KACANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL

Semakin tinggi kerapatan suatu Pertanaman akan mengakibatkan semakin besarnya tingkat persaingan antar tanamanm dalam mendapatkan unsur hara dan cahaya (Jumin 2002). Dalam penelitian ini, pertumbuhan tanaman jagung manis (tinggi tanaman dan diameter pangkal batang) membuktikan kebenaran pendapat tersebut. Dimana pada umur 30 HST perbedaan jarak tanam antar barisan jagung manis menyebabkan terjadinya perbedaan yang nyata baik pada tinggi tanaman maupun pada diameter pangkal batang jagung manis. Terjadinya perbedaan yang nyata ini diduga akibat adanya kompetisi yang terjadi di bawah permukaan tanah (akar), karena daun – daun belum saling menaungi. Sitompul & Guritno (1995) menyatakan bahwa jumlah unsur hara dan air yang dapat diserap tanaman tergantung
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH JARAK TANAM HEKSAGONAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI

PENGARUH JARAK TANAM HEKSAGONAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI

Selain bentuk tanam, jarak tanam juga mempengaruhi pertumbuhan dan hasil padi. Jarak tanam yang lebar memungkinkan tanaman memiliki anakan yang sangat banyak. Pada jarak tanam 50 cm x 50 cm, tanaman padi dapat menghasilkan 50-80 anakan dalam satu rumpun (Sinar Tani Online, 2011). Sebaliknya, jarak tanam yang sempit hanya menghasilkan jumlah anakan yang sedikit. Bahkan pada jarak tanam yang sangat sempit, satu tanaman hanya menghasilkan beberapa anakan saja. Sohel et al. (2009) menemukan bahwa pada jarak tanam 25 cm x 5 cm, satu rumpun hanya menghasilkan 4 - 5 tanaman saja. Namun demikian, jarak tanam yang terlalu lebar berpotensi menjadi tidak produktif. Banyak bagian lahan menjadi tidak termanfaatkan oleh tanaman, terutama apabila tanaman tidak mempunyai cukup banyak jumlah anakan sehingga tersisa banyak ruang kosong. Banyaknya ruang kosong ini pada akhirnya menyebabkan berkurangnya hasil padi yang dihasilkan per satuan luas lahan. Dengan kata lain, produktivitas lahan menjadi rendah. Menurut Salahuddin et al. (2009), jarak tanam mempengaruhi panjang malai, jumlah bulir per malai, dan hasil per ha tanaman padi. Selain itu, jarak tanam juga mempengaruhi komponen hasil padi. Hatta (2012) menemukan bahwa jarak tanam sangat mempengaruhi jumlah anakan produktif.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Gulma dan Hasil Jagung Manis

Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Gulma dan Hasil Jagung Manis

Pada jarak tanam 50 cm x 40 cm persentase cahaya yang dapat diteruskan oleh tanaman sangat kecil karena pertumbuhan tajuk tanaman sudah menutupi permukaan tanah sehingga pertumbuhan gulma terhambat yang menyebabkan rendahnya berat kering yang dihasilkan saat ini. Meningkatnya intensitas cahaya yang diterima akan meningkatkan pertumbuhan tunas, umbi dan bahan kering total. Menurut Waxn and Stoller (1977) pada dasarnya pemakaian jarak tanam yang rapat bertujuan untuk meningkatkan hasil, asalkan faktor pembatas dapat dihindari sehingga tidak terjadi persaingan antar tanaman. Disamping itu pengaturan jarak tanam yang tepat juga untuk menekan pertumbuhan gulma, karena pertumbuhan tajuk dapat dengan cepat menutupi permukaan tanah. Bila jarak tanam atau jarak antar baris tanaman terlalu lebar akan memberikan kesempatan kepada gulma untuk dapat tumbuh dengan baik. .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Hijauan Varietas dan Hasil Jagung pada Bisi-2 dan pioneer di Lahan Marginal

Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Hijauan Varietas dan Hasil Jagung pada Bisi-2 dan pioneer di Lahan Marginal

(1990\ yang menyatakan bahwa pengaruh varietas terhadap variabel yang diamati disebabkan oleh adanya perbedaan faktor genetik yang dimiliki masing-masing varietas jagung [r]

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbedaan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Tiga Varietas Kedelai (Baluran, Bromo, dan Galunggung)

Pengaruh Perbedaan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Tiga Varietas Kedelai (Baluran, Bromo, dan Galunggung)

Jarak tanam yang berbeda kemungkinan dapat mempengaruhi efisiensi penangkapan energi radiasi untuk pertumbuhan tanaman. Pada jarak tanam yang rapat transmisi radiasi surya ke permukaan tanah lebih kecil dibanding dengan jarak tanam yang lebih longgar. Menurut Janick (1963), dengan pengaturan jarak tanam, hasil suatu tanaman dapat menjadi lebih optimal. Kebiasaan petani menanam tanaman pangan dengan jarak tanam yang selalu tetap untuk suatu daerah dengan iklim yang berbeda perlu mendapat perhatian, karena belum tentu mendapat hasil yang optimal.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA AKSESI JAGUNG PULUT LOKAL MAROS

PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA AKSESI JAGUNG PULUT LOKAL MAROS

yang sesuai untuk jagung adalah tanah Alluvial atau tanah lempung yang subur dan bebas dari genangan air (Kartasapoetra, 1988). Kebanyakan petani meng- gunakan kultivar-kultivar lokal sebagai benih dalam pembudidayaan jagung. Dilaporkan bahwa tingkat hasil pertanian jagung pulut umumnya masih rendah sekitar 2-2,5 ton/ha dan tidak tahan terhadap penyakit ‘bulai’ (Anonim, 2012a). Meskipun produksi jagung lokal lebih rendah dari jagung hibrida namun memi- liki keunggulan seperti rasanya lebih enak, tahan ker- ing, tahan hama penyakit dan memiliki kelobot yang menutupi keseluruhan tongkol sehingga aman dalam penyimpanan setelah dipanen. Jagung pulut yang ter- dapat di Sulsel memiliki keunggulan yaitu lebih em- puk dan lembut dibanding jagung pulut dari daerah lain, kandungan amilopektin tinggi yakni lebih dari 80 persen yang menimbulkan sensasi lengket dan ke- nyal seperti ketan yang tidak ditemukan pada jagung jenis lain (Pabendon, 2010).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH JARAK TANAM JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata STURT) DAN VARIETAS KUBIS (Brassica oleracea VAR. CAPITATA) TERHADAP HASIL JAGUNG MANIS DAN KUBIS PADA SISTEM TUMPANGSARI DI DESA CANDI KUNING, TABANAN

PENGARUH JARAK TANAM JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata STURT) DAN VARIETAS KUBIS (Brassica oleracea VAR. CAPITATA) TERHADAP HASIL JAGUNG MANIS DAN KUBIS PADA SISTEM TUMPANGSARI DI DESA CANDI KUNING, TABANAN

Fase pertumbuhan jagung manis lebih panjang sehingga fase generatif (tassel'mg) baru mulai (76,40 hst) sedangkan kubis menjelang panen (82,91 hst). Hal ini menyebabkan tidak terjadi kompetisi nyata dalam memperebutkan faktor tumbuh. Perubahan ketinggian tempat menyebabkan tanaman jagung memerlukan waktu yang lebih lama mencapai heat unit yang dibutuhkan untuk setiap fase pertumbuhannya. Hal ini senada dengan pendapat Jumin (2002) bahwa setiap tanaman mempunyai suatu heat unit tertentu pada setiap fase pertumbuhannya. Disamping itu arsitektur akar yang berbeda antara jagung dan kubis juga mengurangi persaingan dalam tanah. Kedalamam perakaran kubis ± 40 cm dan kerapatan akarnya semakin berkurang pada tanah yang makin daiam, sedangkan jagung memiliki perakaran yang Iebihdari40cm(Cahyono, 1995).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Sistem Jarak Tanam  Dan Metode Pengendalian Gulma Terhadap  Pertumbuhan Dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Varietas DK3

Pengaruh Sistem Jarak Tanam Dan Metode Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jagung (Zea mays L.) Varietas DK3

pada bulan Juni 2008 dan selesai pada bulan September 2008. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah sistem jarak tanam terdiri dari 3 taraf yaitu satu baris (25 cm x 60 cm), dua baris (25 cm x 25 cm x 60 cm) dan baris segitiga (25 cm x 25 cm x 25 cm). Faktor kedua sebagai anak petak adalah metode pengendalian gulma terdiri dari 5 taraf, yaitu tanpa penyiangan, bebas gulma, pengendalian manual, pengendalian kimia dengan disemprot paraquat, dan pengendalian kimia dengan disemprot glifosat. Sistem Jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 8 MST, produksi per tanaman, persentase jumlah tanaman bertongkol dua per tanaman, dan produksi per hektar, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 2, 4, dan 6 MST, jumlah klorofil, umur berbunga, bobot 100 biji, nilai indeks panen, persentase kerusakan tanaman jagung dan persentase pemulihan tanaman jagung.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Pengaruh jarak tanam berbeda pada berbagai dosis pupuk organik. terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida P-12 di Jatinangor

Pengaruh jarak tanam berbeda pada berbagai dosis pupuk organik. terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida P-12 di Jatinangor

Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dengan ketinggian tempat ±750 meter di atas permukaan laut, dari bulan Maret sampai Juli 2013. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 9 perlakuan dan diulang tiga kali. Perlakuannya adalah sebagai berikut : Jarak tanam 75 x 25 cm + 2t/ha pupuk kandang, jarak tanam 75 x 25 cm + 1t/ha pupuk kandang, jarak tanam 75 x 25 cm + 3t/ha pupuk kandang, jarak tanam 75 x 40 cm + 2 t/ha pupuk kandang, jarak tanam 75 x 40 cm + 1t/ha pupuk kandang, jarak tanam 75 x 40 cm + 3t/ha pupuk kandang, jarak tanam 80 x 20 cm + 2 t/ha pupuk kandang, jarak tanam 80 x 20 cm + 1t/ha pupuk kandang, dan jarak tanam 80 x 20 cm + 3t/ha pupuk kandang. Hasil percobaan menunjukkan terdapat penga- ruh terhadap Indeks Luas Daun, Jumlah Baris Biji per tongkol, Bobot biji pipilan kering per petak, bobot biji pipilan kering per hektar, dan Indeks Panen. Perlakuan jarak tanam 75 x 25 cm + 1t/ha pupuk kandang memberikan hasil lebih baik dari perlakuan jarak tanam 75 x 25 cm + 3t/ha, yaitu 7,66 t/ha, tetapi tidak berbeda dengan perlakuan lainnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK FOSFAT DAN JARAK TANAM YANG TEPAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt)

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK FOSFAT DAN JARAK TANAM YANG TEPAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt)

sehingga pemberian pupuk fosfat dapat diserap oleh tanaman jagung dengan baik. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Purwa (2007), yang mengatakan bahwa pada saat memasuki fase generatif tanaman bunga dan buah Unsur Fosfat yang berperan dalam pembentukan bunga, buah dan dapat meningkatkan produksi biji-bijian. Selanjutnya Gardner et al dalam Dahlan dan Arya (2008), mengemukakan bahwa semakin tinggi hasil fotosintesis yang dihasilkan oleh tanaman maka semakin besar pula penimbunan cadangan makanan yang ditranslokasikan ke biji dengan asumsi bahwa faktor lain seperti cahaya, air, suhu, dan hara dalam keadaan optimal.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...