Top PDF Pengaruh Berbagai Teknik Pengemasan Bakso Ayam terhadap Daya Awet pada Penyimpanan Suhu Ruang.

Pengaruh Berbagai Teknik Pengemasan Bakso Ayam terhadap Daya Awet pada Penyimpanan Suhu Ruang.

Pengaruh Berbagai Teknik Pengemasan Bakso Ayam terhadap Daya Awet pada Penyimpanan Suhu Ruang.

Penelitian mengenai Pengaruh Berbagai Teknik Pengemasan Bakso Ayam terhadap Daya Awet pada Penyimpanan Suhu Ruang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2012 sampai 28 Oktober 2012 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan (TPPP), Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Sumedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai teknik pengemasan terhadap daya awet bakso ayam dilihat dari uji H 2 S dan TPC ( Total Plate Count ).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Penggunaan Kitosan sebagai Pembentuk Gel dan Edible Coating serta Pengaruh Penyimpanan Suhu Ruang Terhadap Mutu dan Daya Awet Empek-Empek

Penggunaan Kitosan sebagai Pembentuk Gel dan Edible Coating serta Pengaruh Penyimpanan Suhu Ruang Terhadap Mutu dan Daya Awet Empek-Empek

penyediaan, penyiapan, pengolahan, kondisi lingkungan dan kebersihan individu. Fase adaptasi berlangsung selama 12 jam pertama setelah penyimpanan baik pada sampel empek-empek kontrol maupun terpilih. Secara keseluruhan adanya perbedaan yang signifikan antara empek-empek kontrol dan terpilih dalam penentuan titik kritis adalah terdapatnya perlambatan pertumbuhan mikroba sampel empek-empek pada fase logaritmik hingga melebihi batas aman mikroba total dalam empek-empek, yaitu fase dimana pertumbuhan mikroba mengalami peningkatan dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil pengamatan diduga bahwa perlakuan dengan penambahan kitosan pada empek-empek sebagai pembentuk gel dan pelapis (edible coating) dengan konsentrasi K 0.3%(EC 1.5%) menyebabkan perlambatan fase logaritmik (log phase). Menurut Fardiaz (1987), fase logaritmik pada kurva pertumbuhan mikroorganisme merupakan fase ketika pertumbuhan jumlahnya mengikuti kurva logaritmik. Pada fase ini kecepatan pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh kondisi medium, seperti pH, kandungan nutrien, suhu, dan kelembapan udara. Oleh sebab itu, sel membutuhkan energi lebih banyak pada fase ini dibandingkan fase lainnya. Berikut adalah kurva gabungan dan perbandingan kecepatan pertumbuhan mikroba sampel kontrol(K 0%) dan sampel terpilih(K 0.3% EC 1.5%) pada suhu ruang (36.5 – 37.5 0 C), tersaji pada Gambar 23.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggunaan Asam Asetat Dan Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Daya Awet Dan Mutu Sensori Produk Mie Basah Matang Pada Penyimpanan Suhu Ruang

Pengaruh Penggunaan Asam Asetat Dan Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Daya Awet Dan Mutu Sensori Produk Mie Basah Matang Pada Penyimpanan Suhu Ruang

Berdasarkan analisis total mikroba, larutan A2 mampu mempertahankan mutu mikrobiologi mie basah matang hingga penyimpanan hari ke-4, yaitu sebesar 2.5 x 10 5 koloni/g. Jumlah total mikroba mie basah matang ini tidak melebihi syarat angka lempeng total berdasarkan SNI, yaitu sebesar 1.0 x 10 6 koloni/g. Mie basah matang dengan pencelupan larutan A2 memiliki pH sebesar 4.20 serta nilai total asam sebesar 4.79% pada penyimpanan hari ke-4. Tingkat kecerahan dan o Hue mie basah matang tersebut pada penyimpanan hari ke-4 yaitu 62.54 dan 79.69, yang menunjukkan warna kuning khas mie basah matang. Gaya putus serta persen elongasi mie basah matang tersebut yaitu sebesar 6.75 gf dan 8.64%. Uji organoleptik menunjukkan bahwa mie basah matang yang dicelup larutan A2 dapat diterima secara keseluruhan oleh panelis. Mie basah matang yang dicelup larutan A2 memiliki nilai sensori sebesar 3.13 dari 5 skala uji hedonik. Mie basah matang tersebut tidak berbeda nyata dengan mie kontrol. Biaya pengawetan mie basah matang menggunakan larutan A2 yaitu Rp18.9/kg mie basah matang, lebih mahal bila dibandingkan dengan biaya pengawetan mie menggunakan formalin 1.75%, sebesar Rp12.43/kg mie basah matang. Namun, biaya pengawetan menggunakan larutan A2 telah memenuhi tolak ukur keberhasilan penelitian, yaitu kurang dari Rp20/kg mie basah matang.
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

PENGARUH PENCUCIAN DENGAN LARUTAN ASAM ASETAT TERHADAP DAYA AWET AYAM BURAS PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG.

PENGARUH PENCUCIAN DENGAN LARUTAN ASAM ASETAT TERHADAP DAYA AWET AYAM BURAS PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG.

Penelitian ini berupa eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu pencucian daging ayam buras da1am larutan asam asetat sebanyak 0% (RI), 3% (R2), 6% (R3), 9% (~) daD 12% (Rs) dengan merendamnya selama 15 menit yang diulang 4 kali, lalu digantung pada temperature mang. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, kadar protein, jumlah koloni bakteri dan daya awet daging ayam buras.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) TERHADAP NILAI SUSUT BOBOT DAN SIFAT ORGANOLEPTIK TELUR AYAM RAS THE EFFECT OF IMMERSION OF GREEN TEA EXTRACT (Camellia sinensis) ON THE WEIGHT LOSS VALUE AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF EGG

PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) TERHADAP NILAI SUSUT BOBOT DAN SIFAT ORGANOLEPTIK TELUR AYAM RAS THE EFFECT OF IMMERSION OF GREEN TEA EXTRACT (Camellia sinensis) ON THE WEIGHT LOSS VALUE AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF EGG

Metode yang digunakan dalam penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terhadap penyusutan bobot telur ayam ras dan uji hedonik terhadap uji sifat organoleptik telur ayam ras dengan empat perlakuan {0%(kontrol), 10%, 20% dan 30% ekstrak teh hijau} dengan lima ulangan. Tahapan prosedur penelitian yang pertama dilakukan yaitu mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, kemudian membuat ekstrak teh hijau dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% diamkan selama 24 jam (proses pendinginan). P 0 sebagai telur kontrol
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DAYA KECAMBAH BENIH KEDELAI YANG DISIMPAN DENGAN BEBERAPA METODE PENGEMASAN PADA DUA KONDISI PENYIMPANAN

DAYA KECAMBAH BENIH KEDELAI YANG DISIMPAN DENGAN BEBERAPA METODE PENGEMASAN PADA DUA KONDISI PENYIMPANAN

Penelitian Kartono (2004) memperlihatkan bahwa penyimpanan benih dengan menggunakan kemasan kedap udara dan ruangan penyimpanan bersuhu < 200 C, dapat mempertahankan daya kecambah benih sampai 5 tahun (Kartono, 2004). Penelitian Robi’in (2007) menunjukkan bahwa penggunaan kemasan plastik mampu mempertahankan kadar air benih jagung 11,73% hingga periode simpan 4 minggu, dan penelitian Sari (2014) menunjukkan penggunaan kemasan plastik polypropylene, botol kaca, dan karung plastik pada kondisi penyimpanan terkontrol (KA awal benih 7–13% disimpan pada suhu 19– 22 °C dan RH 64–67% ) tidak mempengaruhi secara signi fi kan terhadap viabilitas benih kedelai selama 6 bulan penyimpanan. Rahayu, dkk., (2011) memperlihatkan bahwa penggunaan bahan kemasan plastik polyetylen dengan ketebalan 0,8 mm dapat mempertahankan kadar air dan daya berkecambah benih padi selama 7 bulan penyimpanan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

teknik penyimpanan dan pengemasan 1(1)

teknik penyimpanan dan pengemasan 1(1)

 Sebagaimana pada mata rantai sistem pangan yang lain panen, pra-pengolahan, transportasi, pengolahan, distribusi, pemasaran pada penyimpanan juga terjadi kehilangan dan kerusakan, ji[r]

18 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN PENSUBTITUSI TEPUNG TAPIOKA TERHADAP TINGKAT KEKENYALAN DAN DAYA TERIMA CILOK.

DAFTAR PUSTAKA PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN PENSUBTITUSI TEPUNG TAPIOKA TERHADAP TINGKAT KEKENYALAN DAN DAYA TERIMA CILOK.

Nadya Ratna Habsari, Prof.Dr.dr.Sanarto Santoso, DTM&H, SpMK, Dan Yosfi Rahmi, S.Gz, M.Sc. Pengaruh Penambahan Wortel (Daucus Carota L) terhadap Peningkatan Mutu Gizi Β -Karoten dan Mutu Organoleptik Cilok Sebagai Jajanan Sehat. Fakultas Kedokteran. Universitas Brawijaya. Malang.

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Aplikasi Kitosan, Tanin, Natrium Metabisulfit Dan Mix Pengawet Terhadap Umur Simpan Bakso Daging Sapi Pada Suhu Ruang

Pengaruh Metode Aplikasi Kitosan, Tanin, Natrium Metabisulfit Dan Mix Pengawet Terhadap Umur Simpan Bakso Daging Sapi Pada Suhu Ruang

Pengawet yang dapat memperpanjang keawetan bakso hingga 2 hari yaitu sulfit dan tanin, justru tidak menguntungkan secara ekonomi karena tambahan biaya yang sangat tinggi dan mencapai 3 kali lipat biaya bahan dasar. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya asam tanat yang merupakan bahan kimia yang memiliki tingkat kemurnian yang tinggi, sehingga lebih mahal dan lebih umum digunakan dalam analisis kimia, seperti analisis kadar tanin suatu bahan pangan. Pengawet lain yang juga dapat memperpanjang umur simpan bakso hingga 2 hari yaitu kitosan dengan metode coating mempunyai kontribusi kenaikan biaya bahan baku yang lebih rendah dibandingkan dengan sulfit dan tanin, yaitu sebesar 14.51%. Namun, metode coating ini ternyata lebih mahal dibandingkan dengan metode penambahan kitosan dalam adonan, hal ini disebabkan oleh jumlah larutan kitosan yang digunakan untuk melapisi bakso jauh lebih banyak dibandingkan dengan metode adonan. Berdasarkan analisis ekonomi sederhana ini, terlihat bahwa penggunaan kitosan dengan metode coating masing kurang sesuai untuk digunakan secara komersial, karena daya awet yang cukup baik (2 hari di suhu ruang), tetapi memberikan biaya tambahan terhadap bahan baku yang masih terlalu tinggi.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

Pengkajian Bahan Pelapis, Kemasan Oan Suhu Penyimpanan Untuk Memperpanjang Masa Simpan Buah Manggis

Pengkajian Bahan Pelapis, Kemasan Oan Suhu Penyimpanan Untuk Memperpanjang Masa Simpan Buah Manggis

Bahan pelapis lain yang dapat digunakan sebagai lilin adalah kitosan. Kitosan diperoleh dari khitin setelah mengalami proses deasetilasi dengan menggunakan suhu tinggi dan alkali berkonsentrasi tinggi. Kitosan telah dimanfaatkan secara luas dalam industri, pertanian, peternakan maupun kesehatan. Dalam bidang pertanian dilaporkan digunakan sebagai pelapis pada benih sehingga dapat tahan terhadap jamur tanah, serta meningkatkan viabilitas benih. Penggunaan khitosan sebagai pelapis pada buah-buahan dapat menghambat difusi oksigen ke dalam buah, sehingga proses respirasi dapat dihambat (Hirano 1989 ; El-Ghouth et al. 1992). Hasil penelitian Mussadad (2002), Pada suhu dingin umur simpan terbaik untuk tomat diperoleh dari konsentrasi 1.5% penggunaan bahan pelapis kitosan yaitu mencapai 30 hari.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Kajian Penggunaan Asap Cair Tempurung Kelapa terhadap Daya Awet Bakso Ikan

Kajian Penggunaan Asap Cair Tempurung Kelapa terhadap Daya Awet Bakso Ikan

Hasil pengamatan pada penyimpanan suhu kamar menunjukkan bahwa bakso ikan dengan asap cair 2,5% memiliki nilai TPC yang lebih rendah dibandingkan kontrol. Hasil pengamatan ini menunjukkan bahwa asap cair dapat memperpanjang umur simpan bakso ikan 16 jam lebih lama daripada kontrol. Secara umum nilai pH bakso ikan mengalami penurunan, kemudian naik pada hari terakhir pengamatan. Nilai pH bakso ikan dengan asap cair 2,5% lebih rendah daripada bakso ikan kontrol dari awal sampai akhir penyimpanan. Hal ini disebabkan tingkat keasaman dari asap cair tempurung kelapa dan adanya senyawa-senyawa asam seperti 2,3-dihydroxy-benzoic acid, 3-methoxybenzoic acid methyl ester, dan 4-Hydroxy-benzoic acid methyl ester berdasarkan analisis GC-MS. Kadar air bakso ikan kontrol dan bakso ikan dengan asap cair 2,5% pada jam ke-0 ternyata ada perbedaan yang nyata (p<0,05). Penggunaan asap cair dapat menyebabkan terjadinya kehilangan air pada produk (Leroi & Joffraud 2000; Rorvik 2000). Gomez-Guillen et al. (2003) menyatakan bahwa tingkat keasaman asap cair dapat menyebabkan ketidaklarutan protein daging, sehingga berakibat pada keluarnya air dari daging ikan. Selama penyimpanan sampai jam ke-40, kadar air bakso ikan mengalami penurunan, tetapi tidak berbeda nyata (p>0,05).
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN  ANALISIS JENIS MATERIAL KEMASAN KERIPIK GADUNG PRODUKSI KELOMPOK USAHA TANI REKSO BAWONO PRAMBANAN - SLEMAN.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ANALISIS JENIS MATERIAL KEMASAN KERIPIK GADUNG PRODUKSI KELOMPOK USAHA TANI REKSO BAWONO PRAMBANAN - SLEMAN.

Astuti, I. K. (2012). Analisis Desain untuk Proses Manufaktur pada Alternatif Desain Kemasan Produk Black Soya Powder. (Skripsi). Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Azriani, Y. (2006). Pengaruh Jenis Kemasan Plastik dan Kondisi Pengemasan

18 Baca lebih lajut

SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH UDANG (KITOSAN) SEBAGAI FOOD PRESERVATIVES ALAMI KEPADA PRODUSEN BAKSO SAPI DI KELURAHAN JATI PADANG.

SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH UDANG (KITOSAN) SEBAGAI FOOD PRESERVATIVES ALAMI KEPADA PRODUSEN BAKSO SAPI DI KELURAHAN JATI PADANG.

Usage of condensation of chitosan coming from prawn waste is one of food natural preservatives and not dangerous, which able to be done producer bakso to its (the product. With soaking in condensation of chitosan during 15 minutes can lengthen a period of keeping bakso to become 20 hours in the situation space temperature. Purpose of activity is give knowledge to the producers bakso about making and exploiting of prawn waste as pickling of bakso ox which they sell, if not [used up/finished] sold in one day. Usage of condensation is doesn't cause organoleptic change and content gizi so that from result of this activity expected yields product bakso which with quality and hygienic also has a period of keeping longer. execution method of This activity is by doing counselling, training and sample about making of condensation of chitosan and way of making of bakso which is hygienic, causing can break problems which during the time is faced the producers bakso and consultancy and discussion and followed with evaluation. Result of observation during execution of activity indicates that the producers to find difficulties does pickling if(when its(the product is not sold in one day, nor available of equipment of adequate preserver. The enthusiastic bakso producers with with existence of recognition of pickling technology of bakso by using condensation of chitosan coming from prawn waste.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU RUANG PENYIMPANAN TERHADAP

PENGARUH SUHU RUANG PENYIMPANAN TERHADAP

Uji wettability adalah waktu kemampuan susu untuk bercampur dengan air. Pengujian dilakukan pada saat sampel susu bubuk tenggelam seluruhnya di dalam air. Parameter ini penting dalam pengawasan mutu susu bubuk. Caranya sebanyak 10 gram sampel susu bubuk pada wadah sampel, 250 ml air pada suhu 25 0 C ke dalam beaker 600 ml. Ditempatkan beaker di bawah stand, lalu ditempatkan pelat gelas tepat di atas beaker bersama tabung khusus di atas pelat gelas. Sampel susu kemudian diratakan pada pelat gelas agar sampel tersebut mudah jatuh ke dalam beaker glass. Dituangkan sampel susu ke dalam tabung perspex, lalu diratakan menggunakan spatula. Dinyalakan stopwatch, kemudian ditarik pelat gelas dengan satu tangan sehingga sampel susu jatuh ke dalam air. Segera setelah semua partikel tenggelam, dihentikan stopwatch lalu dicatat waktunya (Anonim 2005). 3. Pengujian Bilangan Peroksida
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Suhu dan Pengemasan Vakum Terhadap Kualitas Sayur Brokoli Selama Masa Simpan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Suhu dan Pengemasan Vakum Terhadap Kualitas Sayur Brokoli Selama Masa Simpan

Pada prinsipnya kadar air pada produk hortikultura akan semakin menurun dengan makin lamanya penyimpanan. Penurunan kadar air dikarenakan proses respirasi dan transpirasi pada brokoli. Respirasi dan transpirasi mengaktifkan enzim yang mampu meningkatkan proses hidrolisis zat di dalam sel. Dimana proses tersebut akan menghasilkan CO2 dan H2O hal tersebut mengakibatkan peningkatan kadar air (Asgar, 2017). Penurunan kadar air yang paling drastis terjadi pada perlakuan V1T1 yaitu penyimpanan pada suhu ruang dengan pengemasan vakum. Menurut Hasna (2008) brokoli yang dikemas dan disimpan pada suhu tinggi akan mudah mengalami kebusukan karena terjadinya peningkatan respirasi sejalan dengan peningkatan aktivitas enzimsehingga semakin lama kadar air akan menurun. Penge- masan vakum pada sampel V1T1 karena respirasi dan transprasi tetap berjalan dengan normal, karena kemasan vakum yang rapat dan disimpan pada suhu ruang dapat memicu adanya respirasi anaerob di dalam kemasan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP DAYA SIMPAN DAN AKSEPTABILITAS BAKSO SAPI PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG DAN LEMARI ES.

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP DAYA SIMPAN DAN AKSEPTABILITAS BAKSO SAPI PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG DAN LEMARI ES.

Penelitian mengenai pengaruh penambahan tepung tapioka terhadap daya simpan dan akseptabilitas bakso sapi pada penyimpanan suhu ruang dan lemari es, telah dilakukan pada 5 kg daging sapi yang sudah dibuang lemak dan uratnya lalu digiling halus dan dibagi menjadi 24 bagian, untuk kemudian masing-masing dicampur dengan bumbu (NaCl, bawang merah, bawang putih, lada).

1 Baca lebih lajut

[The Effect of Soaking Time in Sodium Lactate on the Shelf Life of Beef in Room Temperature] - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

[The Effect of Soaking Time in Sodium Lactate on the Shelf Life of Beef in Room Temperature] - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penelitian ini berupa eksperimental yang menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan, yaitu perendaman daging dalam larutan natrium laktat 6% selama : 0 jam (R 0 ), 1 jam (R 1 ), 2 jam (R 2 ), 3 jam (R 3 ) dan 4 jam (R 4 ) dengan pengulangan 4 kali, lalu disimpan pada suhu ruang. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah warna daging, pH, kadar protein, jumlah koloni bakteri dan daya simpan daging.

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...