Top PDF PENGARUH DOSIS MEDIA BERMIKORIZA DAN MACAM MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii Jungh et de Vriese)

PENGARUH DOSIS MEDIA BERMIKORIZA DAN MACAM MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii Jungh et de Vriese)

PENGARUH DOSIS MEDIA BERMIKORIZA DAN MACAM MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii Jungh et de Vriese)

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang sangat signifikan perlakuan dosis media bermikoriza dan macam media tumbuh terhadap pertumbuhan semai pinus (P. merkusii Jungh et de Vriese) pada peubah tinggi semai dan diameter batang. Tidak terjadi interaksi yang signifikan perlakuan dosis media bermikoriza dan macam media tumbuh terhadap pertumbuhan semai pinus (P. merkusii Jungh et de Vriese). Terdapat pengaruh antar perlakuan pada diameter batang, tinggi tanaman, bobot segar semai, dan bobot kering semai. Perlakuan dosis media bermikoriza 3 gram/tanaman pada peubah bobot segar akar, dan bobot segar semai memberikan hasil yang terberat dan pada pH tanah memberikan hasil terbaik. Perlakuan macam media tumbuh komposisi top soil + pasir pada peubah jumlah daun, tinggi tanaman, dan panjang akar memberikan hasil terbaik dan pada peubah bobot segar akar, bobot segar semai, dan bobot kering semai memberikan hasil yang terberat. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Media Tanam Kompos Kulit Kayu Ekaliptus dan       Mikoriza terhadap Pertumbuhan Semai Pinus                                    (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese)

Pengaruh Media Tanam Kompos Kulit Kayu Ekaliptus dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese)

membantu meningkatkan absorbsi hara dan pertumbuhan tanaman (Muas, et al., 2007). Adakalanya inokulasi mikoriza dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman yang dikolonisasi. Menurut Pang dan Paul (1980) dalam Delvian (2005), kompetisi terhadap fotosintat mungkin merupakan keterangan mengapa terjadi hambatan terhadap pertumbuhan mikoriza dan pertumbuhan tanaman. Biomassa mikoriza besarnya lebih dari 17% dari berat kering akar, sehingga akar bermikoriza memerlukan energi lebih banyak dibandingkan dengan akar yang tidak bermikoriza. Akan tetapi peningkatan kebutuhan energi dari tanaman bermikoriza sebenarnya telah dicukupkan dari hasil fotosintesis yang meningkat dari tanaman bermikoriza.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus caribeae Jungh et de Vriese)

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus caribeae Jungh et de Vriese)

Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Laboratorium Kehutanan Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang, yang terletak pada ketinggian 530 m dpl dan curah hujan rata-rata 1833 mm/tahun. Penelitian ini di mulai bulan Januari 2007 sampai dengan bulan Maret 2007. Peralatan yang digunakan dalam penelitian adalah cangkul, cetok, timbangan, penggaris, jangka sorong, polibag, gembor, label, alat tulis menulis, kamera. Sedangkan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semai Pinus caribeae Jungh et de Vriese, pupuk kandang sapi, pupuk NPK, media tumbuh berupa tanah top soil.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PUPUK GUANO DAN MACAM MEDIA TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI TUSAM (PINUS CARIBIAE Jumg et de Vriese)

PENGARUH DOSIS PUPUK GUANO DAN MACAM MEDIA TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI TUSAM (PINUS CARIBIAE Jumg et de Vriese)

Dibuat: 2007-09-27 , dengan 3 file(s). Keywords: Media dan Semai Tusam (Pinus Caribiae Jung et de Vreise) Kondisi Indonesia dewasa ini memaksa kita untuk dapat mencari, menggali potensi kekayaan hayati untuk dikelola sebagai penghasil devisa negara sekaligus dapat memenuhi permintaan dalam negeri. Indonesia mempunyai banyak kekayaan hayati, baik flora maupun fauna, namun belum mengetahui, atau belum dapat mengelola sumberdaya tersebut sebagai pemenuhan berbagai kebutuhan hidup manusia. Pada akhirnya sumberdaya tersebut banyak dieksfloitasi dengan harga murah dan dijual kembali ke Indonesia dengan berbagai kemasan dengan harga yang lebih mahal.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Beberapa Dosis Pupuk Dan Beberapa Media Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Bibit Jabon (Anthocephalus Cadamba)

Pengaruh Beberapa Dosis Pupuk Dan Beberapa Media Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Bibit Jabon (Anthocephalus Cadamba)

Jabon merupakan salah satu jenis pohon yang pertumbuhannya sangat cepat. Saat ini, jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, kayu lamina, dan industri perkayuan Iainnya. Untuk meningkatkan kualitas kayu jabon, perlu dilakukan penambahan pupuk dan perbaikan media. Aplikasi beberapa komposisi dosis pupuk dengan beberapa media diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan semai jabon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi komposisi media dan pupuk terhadap pertumbuhan semai jabon. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung selama 4 bulan. Penelitian ini disusun secara Faktorial (3x4) dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Faktor I adalah komposisi media terdiri atas tanah PMK (100%); tanah PMK+pasir (1:1); tanah PMK+sekam padi (1:1), sedangkan faktor II adalah dosis pupuk terdiri atas 0 g, 0,5 g, 1 g, dan 1,5 g. Variabel yang diamati adalah pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, panjang akar, dan berat kering total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun dan berat kering total. Namun, pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi, diameter, jumlah daun, panjang akar, dan berat kering total, tidak ada interaksi antara beberapa komposisi dosis pupuk dengan komposisi media. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan semai jabon adalah media tumbuh bibit tanah PMK+pasir (1:1) dengan semua dosis pupuk.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PEMBERIAN TRICHOKOMPOS DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI JABON PUTIH (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.)

PENGARUH DOSIS PEMBERIAN TRICHOKOMPOS DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI JABON PUTIH (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.)

Mansur dan Tuheteru menjelaskan bahwa “jabon putih termasuk ke dalam jenis tanaman yang menghendaki adanya cahaya penuh (intoleran) selama periode hidupnya. Habitat alami jabon putih memiliki karakteristik, antara lain berada pada kisaran ketinggian tempat tumbuh 300-800 m.dpl, suhu optimum 23ºC, curah hujan rata-rata 1500-5000 mm/tahun, dan dapat hidup pada berbagai tipe tanah. Namun, dalam menunjang produktivitasnya, jabon putih tumbuh optimal pada ketinggian kurang dari 500 m.dpl. Kondisi lingkungan tumbuh yang baik untuk jabon putih ialah berada pada tanah lempung, podsolik cokelat dan alluvial lembab yang biasanya terdapat di daerah pinggir sungai, daerah peralihan antara tanah rawa dan tanah kering yang terkadang tergenang air. Jabon putih biasanya ditemukan di hutan sekunder dataran rendah, dasar lembah, sepanjang sungai dan punggung-punggung bukit” (Mansur dan Tuheteru, 2010).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN EFEKTIF MIKROORGANISME 4 (EM4) DAN JENIS MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI MAHONI (Swietenia macrophylla King)

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN EFEKTIF MIKROORGANISME 4 (EM4) DAN JENIS MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI MAHONI (Swietenia macrophylla King)

Penggunaan EM 4 pada tanaman sendiri digunakan sebagai pupuk yang dapat membantu memaksimalkan proses pertumbuhan dan pekembangan tanaman tersebut. Konsentrasi larutan EM 4 yang cukup besar akan memberikan respon yang cukup baik, konsentrasi larutan EM 4 akan mengurai media yang digunakan untuk kemudian memberikan nuntrisi yang baik untuk tanaman. Menurut Kusumawati (2006) konsentrasi larutan EM 4 30 ml/l air dan dosis azolla 25 gr/tanaman memberikan pertumbuhan bibit mahoni yang paling baik. Dimana semakin tinggi nilai konsentarsi EM 4 maka pertumbuhan semai pun akan semakin baik.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUKKANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii BL.) - Repository UNRAM

PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUKKANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii BL.) - Repository UNRAM

Menurut Hartoyo (2008) unsur hara nitrogen berperan dalam perkembangan daun tanaman sangatlah besar, karena nitrogen berfungsi dalam pembentukan protein dan klorofil pada daun. Nitrogen dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar. Dalam jaringan tanaman, nitrogen merupakan salah satu komponen penyusun enzim, hormon, asam amino, asam nukleat, klorofil dan nucleotida (Mulyati dan Lolita, 2006). Tingginya kandungan fosfor dan kalium pada media tanah yang digunakan juga mendukung terhadap pertumbuhan tanaman yang tentu akan berdampak terhadap pertumbuhan daun. Tekstur tanah yang digunakan pada penelitian ini tergolong ke dalam liat lempung berpasir. Tekstur ini sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman kayu manis. Sesuai dengan pendapat Rismunandar dan Paimin (2001) yaitu tanaman kayu manis akan tumbuh baik jika tanahnya lempung berpasir, debu berpasir atau liat berpasir. Pada kondisi tanah netral juga sangat mendukung pertumbuhan tanaman. PH tanah pada penelitian ini tergolong ke dalam netral. Menurut Ma’shum dan Sukartono (2012) Tanaman sangat menghendaki rekasi (pH) tanah pada kisaran 6,5-7,0 (netral).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KETIMUNAN (Gyrinops versteegii)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KETIMUNAN (Gyrinops versteegii)

Salah satu jenis tanaman yang pada saat ini banyak dibudidayakan di NTB adalah tanaman ketimunan atau gaharu (Gyrinops versteegii). Menurut Sumarna (2012) berkembangnya nilai guna gaharu, mendorong minat negara-negara industri untuk memperoleh gaharu dengan harga jual yang semakin meningkat. Tingginya harga jual mendorong upaya masyarakat merubah pola produksi, semula hanya memanfaatkan dan atau memungut dari pohon produksi yang telah mati alami, kini dilakukan dengan cara menebang pohon hidup dan mencacah bagian batang untuk memperoleh bagian kayu yang telah bergaharu. Upaya untuk kelestarian sumberdaya pohon penghasil di berbagai wilayah sebaran tumbuh. Maka sangat perlu dilakukan budidaya tanaman gaharu (Gyrinops versteegii) melalui penelitian penggunaan media tanam alternatif untuk pembibitan gaharu tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH STERILISASI MEDIA DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP KETAHANAN SEMAI PINUS( Pinus merkusii Jungh et de Vriese )PADA PENGENDALIAN PENYAKIT REBAH SEMAI

PENGARUH STERILISASI MEDIA DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP KETAHANAN SEMAI PINUS( Pinus merkusii Jungh et de Vriese )PADA PENGENDALIAN PENYAKIT REBAH SEMAI

Penelitian ini dilakukan di persemaian permanen milik KPH Malang RPH Pujon yang terletak di wana wisata Coban Rondo pada tanggal 3 Juli sampai 5 September 2005 dan di Laboratorium Fakultas Pertanian UMM tanggal 6 September 2005. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial diulang 3 kali, terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama sterilisasi media (A) terdapat 3 level perlakuan: tanpa sterilisasi (A0), sterilisasi dengan penggorengan (A1) dan sterilisasi dengan desinfektan (A2). Faktor kedua dosis pupuk kalium (B) terdiri dari 4 level perlakuan; tanpa pupuk (B0); 0,5 gram pupuk (B1); 1 gram pupuk (B2) dan 1,5 gram pupuk (B3). Peubah pengamatan meliputi tinggi semai, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, persentase tanaman rebah, pangamatan penyakit. Hasil
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA TUMBUH DAN CUKA ORGANIK PADA PERTUMBUHAN SEMAI PULAI (Alstonia scholaris)

PENGARUH MEDIA TUMBUH DAN CUKA ORGANIK PADA PERTUMBUHAN SEMAI PULAI (Alstonia scholaris)

Pulai (Alstonia scholaris) is a local species and fast-growing plant that can be used in plantation development activities. The aim of this study was to obtain information on the growth and quality response of seedlings on growing media (a mixture of ultisol, cocopeat, chicken manure and husk charcoal) and organic vinegar (wood vinegar, peat vinegar and fern root vinegar). The research was carried out at the Kasa Rumah Pamer Room and Orchid Market Institute for Research and Service to the Tanjungpura University Community and at the Silviculture Laboratory of the Faculty of Forestry. This study uses an experimental method with split plot design with a completely randomized design (CRD) archetype. The treatment consisted of two factors, namely growth media (ultisol + cocopeat + chicken manure and ultisol + cocopeat + chicken manure + husk charcoal) as the main factor and organic vinegar (chemical fertilizer, peat vinegar, wood vinegar and fern root vinegar) as plot factor. The results showed that the mixed media of ultisol + cocopeat + chicken manure significantly affected the height of pulai seedlings by 55.4 cm (1.28 fold), 6.7 mm diameter (3.35 times) and number of seedling leaves 62 , 25 (1.34 times) of planting media with rice husk charcoal. Organic vinegar has no significant effect on the growth and value of the quality of pulai seed quality index.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SEMAI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI DAMAR (Agathis loranthifolia Salisb)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SEMAI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI DAMAR (Agathis loranthifolia Salisb)

Attempt device the used is random device of compiled group from two factor are first factor is media composition plant to consist of 4 level are (1) land, cage manure of cow, paddy chaff charcoal 100% (M0), ( 2) land, cage manure of cow, paddy chaff charcoal (2 : 1 : 1) (M1), (3) land, cage manure of cow, paddy chaff charcoal (1 : 1 : 2) (M2) and (4) land, cage manure of cow, paddy chaff charcoal (1 : 2 : 1) (M3).: Second Factor is giving of NPK fertilizer dosage consist of 3 levels: (P1) 1,5gr/poly bag, (P2) 2gr/poly bag, (P3) 2,5gr/poly bag. Thereby, there are 12 treatment combinations. Each treatment combination consist of 10 planting, 5 planting to be taken as crop follow the example of so that in this research there are 360 planting. Parameter perceived to cover: high addition plant, addition of bar diameter plant, amount of leaf plant, root length plant, wet weight plant and dry weight plant. To know influence each treatment, it must be analyzed by using manner analysis, and in the event of a marked difference, I has to be continued with Test of Duncan at level 5% to know difference of influence between treatment.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii Jungh et de Vriese)

PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii Jungh et de Vriese)

Hipotesa dari penelitian ini diduga: terjadi interaksi antara pupuk kandang dan pupuk majemuk terhadap pertumbuhan semai pinus (P. merkusii Jungh et de Vriese) pemberian dosis pupuk m[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH MIKORIZA DAN ARANG PADA MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI MAHONI ( Swietenia macrophylla King.)

PENGARUH MIKORIZA DAN ARANG PADA MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI MAHONI ( Swietenia macrophylla King.)

Rumusan Masalah Pada saat ini penelitian tentang pengaruh mikoriza antara FMA dengan arang untuk mendukung pertumbuhan semai mahoni masih kurang dilakukan, berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah FMA (Glomus mosseae) dan arang memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan semai mahoni?.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Cendawan Trichoderma viride Pada Berbagai Media Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Semai Gmelina arborea Linn

Pengaruh Cendawan Trichoderma viride Pada Berbagai Media Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Semai Gmelina arborea Linn

diameter, berat kering total, dan indeks mutu bibit dibandingkan tanah PMK 100% (Ao) tanpa T. Dilihat dari sifat fisiknya, media &B1 memiliki aerasi yang baik sehingg[r]

68 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOS KOTORAN AYAM PADA MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI  GLODOKAN (Polyalthia longifolia Sonn)

PENGARUH KOMPOS KOTORAN AYAM PADA MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI GLODOKAN (Polyalthia longifolia Sonn)

Glodokan (Polyalthia longifolia) merupakan tumbuhan evergreen yang berasal dari India, disebut sebagai pohon evergreen karena tanaman ini bisa tumbuh baik walaupun lingkungan tempat ia hidup mengalami perubahan cuaca atau iklim, umumnya ditanam karena keefektifannya dalam mengurangi polusi suara. Kenampakan pohon ini berupa piramida simetris dengan cabang seperti pendulum dan daun lanset dengan tepi bergelombang. Pohon ini dapat tumbuh hingga mencapai 30 kaki. Akar pada glodokan ini cukup menembus ke dalam, tidak dangkal, tetapi juga tidak menjalar dengan ekstensif yang bisa mengganggu struktur seperti trotoar, jalan dan bangunan di dekatnya. Sehingga selain terdapat di hutan kota, pohon ini biasa ditanam di sepanjang pinggiran jalan sebagai peneduh jalan. Habitat dari tanaman ini terdapat di dataran rendah dengan tanah yang gembur. (Jothy at al, 2013, dalam Riska 2015)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN KONSENTRASI LARUTAN PUPUK DAUN HYPONEX TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus caribeae Jungh et de Vriese)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN KONSENTRASI LARUTAN PUPUK DAUN HYPONEX TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus caribeae Jungh et de Vriese)

Dibuat: 2007-08-14 , dengan 3 file(s). Keywords: Komposisi Media, Pupuk Daun Hyponex Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Laboratorium Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang yang terletak pada ketinggian 530 m dpl, dengan curah hujan rata-rata 1833 mm/tahun. Adapun penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari sampai bulan maret 2007.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI AKASIA (Acacia mangium Willd)

PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI AKASIA (Acacia mangium Willd)

Pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang merupakan salah satu pupuk yang mengandung dua atau lebih unsur hara primer atau dikenal dengan pupuk lengkap (Complit fertilizer) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan media tanam terhadap pertumbuhan semai A. Mangium wild

2 Baca lebih lajut

Perkecambahan Biji dan Pertumbuhan Semai Ramin (Gonystylus bancanus Miq.) pada Berbagai Media Tumbuh

Perkecambahan Biji dan Pertumbuhan Semai Ramin (Gonystylus bancanus Miq.) pada Berbagai Media Tumbuh

Tekstur media berpengaruh nyata terhadap perkecambahan ramin, hal ini tampak pada kelompok 1 dan 2, sedangkan pada kelompok 3 tidak menujukkan perbedaan yang nyata. Pada kelompok 1, media tanah saja dan campuran media tanah+kompos+cocopeat (1:1:1) menghasilkan persentase perkecambahan yang rendah dan berbeda nyata dengan campuran media lainnya. Media tanah saja menghasilkan perkecambahan 55%, sedangkan media campuran tanah+kompos+cocopeat 40%. Untuk perkecambahan diperlukan media yang mempunyai tekstur gembur, porositas tinggi dan daya ikat air yang kuat. Media tanah umumya mempunyai partikel yang liat, setelah penyiraman cepat menjadi padat dan aerasi kurang sehingga oksigen yang tersedia untuk biji tidak mencukupi dan biji gagal berkecambah (Hartman et al., 1997). Media yang padat juga menghambat pertumbuhan dan perkembangan akar. Pada Gambar 1 tampak bahwa laju perkecambahan pada media campuran tanah+kompos (1:1 dan 1:3) maupun kompos saja menunjukkan persentase perkecambahan ramin yang tinggi sejak awal pengamatan sampai 60 hst. Kompos dapat membuat aerasi tanah yang baik dan struktur tanah menjadi gembur, sehingga tanaman dapat berkembang lebih baik dan efektif menyerap unsur- unsur hara (Salisbury dan Ross, 1991). Bahan organik selain berperan memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur, daya pegang air dan permeabilitas tanah tinggi, juga meningkatkan ketersediaan unsur hara (Kononova, 1996).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS ENDOMIKORIZA DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) UMUR 6 BULAN

PENGARUH DOSIS ENDOMIKORIZA DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI PINUS (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) UMUR 6 BULAN

Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali dengan faktor I adalah: Pemberian dosis endomikoriza: (M1) 4 gr, (M2) 5 gr, (M3) 6 gr dan (M4) 7 gram. Faktor II adalah: Dosis pupuk kandang: (P1) 10 gr, (P2) 12,5 gr, (P3) 15 gr dan (P4) 17,5 gram. Dan tiap kombinasi perlakuan terdiri atas 10 tanaman, diambil 5 tanaman sebagai contoh semai. Parameter yang diamati adalah tinggi semai, diameter batang semai, jumlah daun, panjang akar, berat basah dan berat kering semai.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...